p-Index From 2021 - 2026
6.799
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ISTORIA Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Paramita: Historical Studies Journal Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara Jurnal Ketahanan Nasional Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial budaya Jurnal Sejarah dan Budaya JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vidya Karya Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Jurnal Sejarah Yupa: Historical Studies Journal Berkala Arkeologi Tawarikh : Journal of Historical Studies ATIKAN SUSURGALUR Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review IKRA-ITH ABDIMAS Buletin Ilmiah Nagari Membangun Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE) Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Graha Pengabdian Journal of Community Service and Empowerment Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Journal of Law, Poliitic and Humanities Historiography HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Berkala Arkeologi Journal of Innovation and Teacher Professionalism
Claim Missing Document
Check
Articles

Instalasi Atap Taman Berbasis Solar Kolam Pemandian Air Panas Berbasis IOT Dengan Sensor Suhu Dan Hujan Untuk Meningkatkan Jumlah Pengunjung Dan Income Generate Di Padusan Park Mojokerto Dani Irawan; Daya Negri Wijaya; Primasa Minerva Nagari; Annisya
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5634

Abstract

Desa Padusan adalah sebuah desa di mojokerto yang dikenal sebagai Wisata Saint Tecknopark yangmerupakan binaan UM. Fasilitas ini menempati lahan TKD (Tanah Kas Desa). Desa padusan telahmemiliki rencana makro yang tertuang pada Site Plan program Wiradesa tahun 2025. Rencanafasilitasnya antara lain: Gerbang Desa, Area Parkir, Gapura Wisata, Taman Selfie, Icon tamankelinci, Kereta Kebun, Kolam pemandian air panas, Kebun strabery, Panggung Hiburan, KomediPutar, Rumah Produksi, Pujasera, dan Ruko Bumdes. Fasilitas Wisata Padusan yang sekarang sudahterbangun adalah kolam air panas sebagai wahana beramain anak-anak dan tempat santai keluarga.Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat tema khusus ini adalah Menciptakan danmengimplementasikan suatu sistem atap yang dapat membuka dan menutup secara otomatis padaWisata kolam air panas yang dapat dikontrol dari jarak jauh berbasis Internet of Thingks (IOT)dengan jenis atap solar stuff, Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalahpemberdayaan masyarakat yang ditempuh melalui pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatanini adalah sebuah atap otomatis berbasis IoT dan pelatihan pengelolaan fasilitas mampumeningkatkan kualitas wisata di Kolam Air Panas Padusan. Program ini tidak hanya memperbaikiaspek infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan perilaku, peningkatan pengunjung, danpertumbuhan ekonomi lokal. Strategi berbasis teknologi ini dapat menjadi model replikasi untukkawasan wisata serupa di Indonesia yang menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kenyamananpengunjung.Kata kunci : Atap Solar Berbasis IoT, Kolam Air Panas Padusan, Peningkatan WisataPengelolaan Lingkungan Wisata
Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Sejarah Berwawasan Kewirausahaan Bagi MGMP Sejarah Wijaya, Daya Negri; Wahyudi, Deny Yudho; Pratama, Andhika Yudha; Maulidah, Alvin
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.410

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru dalam memahami dan menyusun bahan ajar sejarah berwawasan kewirausahaan budaya bagi MGMP Sejarah Se-Jawa Timur. Kegiatan ini memiliki tiga tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Perencanaan dilakukan untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Pelaksanaan kegiatan meliputi sesi teori (penyampaian materi dan diskusi) dan sesi editing (penyusunan bahan secara berkelompok. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan menyusun bahan ajar berwawasan kewirausahaan. Peserta diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam bidang kewirausahaan. Mereka diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru dalam bidang kewirausahaan. Kegiatan ini unik karena menggunakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan elemen kewirausahaan dan sejarah. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya pendekatan pembelajaran sejarah di sekolah tetapi juga mendorong peserta untuk mengembangkan bahan ajar berwawasan kewirausahaan.
Problem Case Historiography as an Alternative Learning Strategy to Train Historical Thinking Skills in The Merdeka Curriculum Astutik, Winda Tri; Widiadi, Aditya Nugroho; Agung, Dewa Agung Gede; Wijaya, Daya Negri
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v8i2.2966

Abstract

The Merdeka Curriculum, which has just been implemented in Indonesia, still faces many obstacles in its implementation, especially in history subjects. This is because there are differences in the content and achievement of skills in the Merdeka Curriculum and the previous curriculum, namely the 2013 curriculum. One of the skill strands in history subjects is historical thinking skills. Based on the literature review conducted by the researchers, few learning strategies can be used specifically to train Historical Thinking Skills. For this reason, this research was conducted to provide alternative learning strategies that teachers can use to train students' Historical Thinking Skills. The method used in this research is the library method. The results of this study are in the form of a new learning strategy syntax called “Problem Case Historiography”. The use of this learning strategy is expected to be able to train students' Historical Thinking Skills.
Physical Means and Trading Network of Onrust in the 17th and 18th Centuries Yazril Azkar, Razaan; Wijaya, Daya Negri
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v8i2.2981

Abstract

This research aims to examine the physical facilities and trade networks on Onrust Island in the 17th-18th centuries. Onrust Island is a small island located in Batavia Bay (Jakarta) and has an important role in the history of trade in the Dutch East Indies. This research uses historical research methods through heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The research results show that Onrust has adequate physical facilities to support VOC trading operations, such as shipyards, warehouses, and commodity processing facilities. In the 17th century, Onrust also became Batavia's first defense center. In the 18th century, ship repair activities at Onrust began to decline due to the VOC's financial difficulties. However, Onrust remained an important post in the VOC trade network in the archipelago. This island became a stopover for the VOC trade fleet from various ports in Java and its surroundings. Products such as spices, wood, salt and others stopped at Onrust before being distributed further by the VOC. Thus, Onrust played an integral role in the VOC's maritime trade network in the archipelago in the 17th and 18th centuries through the infrastructure and logistics support it provided.
THE YELLOW WAR IN LASEM IN THE XVIII CENTURY: PERANG KUNING DI LASEM ABAD XVIII Wijaya, Daya Negri; Wahyudi, Deny Yudo; Nafi'ah, Ulfatun; Mufti, Muhammad 'Afwan
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4592

Abstract

Penelitian ini mengkaji Perang Kuning yang terjadi di Lasem pada abad XVII, suatu konflik yang signifikan dalam konteks sejarah lokal dan nasional Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, studi ini mengumpulkan sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk catatan kolonial, dokumen sejarah, dan tradisi lisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab, jalannya, dan dampak dari perang tersebut terhadap masyarakat Lasem dan struktur kekuasaan pada masa itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Kuning dipicu oleh ketegangan antara penguasa lokal dan kekuatan kolonial Belanda, serta faktor internal seperti persaingan antar kelompok masyarakat. Konflik ini tidak hanya mempengaruhi aspek politik, tetapi juga membawa perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Lasem. Dengan memahami dinamika perang ini, kita dapat melihat bagaimana peristiwa tersebut membentuk identitas dan resistensi masyarakat lokal terhadap dominasi kolonial.
The Paradox of Indonesian Sovereignty, 1945-1949 Hariyono, Hariyono; Wijaya, Daya Negri; Kurniawan, Bayu; Jr, Fernando A. Santiago
Paramita: Historical Studies Journal Vol 34, No 2 (2024): Disaster and Disease in History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v34i2.44409

Abstract

Abstract: This paper aims to elucidate Indonesian sovereignty post-1945 independence. Employing a historical approach, it delves into historical occurrences based on various pertinent sources, be they primary or secondary. The paper underscores Indonesia's upholding of autonomy through a national revolution, placing it among nations that secured independence after the Second World War. The Republic of Indonesia encountered internal and external hurdles over a prolonged span of five years. The amalgamation of diverse political-military factions in Indonesia was marred by discord and sporadic outbursts of violence. This state of affairs was exacerbated by Allied forces seeking to reinstate the pre-World War II global political status quo and the Netherlands' desire to reassert control over Indonesia. A blend of conflict and diplomacy pursued by the Republic of Indonesia reached an accord at the Netherlands–Indonesian Round Table Conference, acknowledging the nation's sovereignty. Nevertheless, the aspirations of the national founding figures for economic self-sufficiency and political authority remained unfulfilled post-independence. Hence, a decolonization process entwined with the neo-colonialism phenomenon stands as imperative. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kedaulatan Indonesia pasca kemerdekaan 1945. Dengan menggunakan pendekatan historis, makalah ini menggali kejadian-kejadian historis berdasarkan berbagai sumber yang relevan, baik sumber primer maupun sekunder. Makalah ini menggarisbawahi penegakan otonomi Indonesia melalui revolusi nasional, yang menempatkan Indonesia di antara negara-negara yang berhasil meraih kemerdekaannya setelah Perang Dunia Kedua. Republik Indonesia menghadapi rintangan internal dan eksternal dalam kurun waktu lima tahun. Penggabungan berbagai faksi politik-militer di Indonesia dirusak oleh perselisihan dan ledakan kekerasan yang sporadis. Keadaan ini diperparah oleh pasukan Sekutu yang ingin mengembalikan status quo politik global sebelum Perang Dunia II dan keinginan Belanda untuk menegaskan kembali kendali atas Indonesia. Perpaduan antara konflik dan diplomasi yang diupayakan oleh Republik Indonesia mencapai kesepakatan dalam Konferensi Meja Bundar Belanda-Indonesia, yang mengakui kedaulatan negara. Namun demikian, aspirasi para tokoh pendiri bangsa untuk kemandirian ekonomi dan otoritas politik tetap tidak terpenuhi pasca kemerdekaan. Oleh karena itu, proses dekolonisasi yang terkait dengan fenomena neo-kolonialisme menjadi sangat penting. 
BRINGING HISTORY TO REAL LIFE: ALTERNATIVE HISTORY LEARNING BASED ON FACTUAL, INTERPRETATIONS, RECONSTRUCTION, ZEITGEIST FOR REAL LIFE ACTIONS (FIRZA) Fadilla, Firza Azzam; Wijaya, Daya Negri; Widiadi, Aditya Nugroho
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol. 16 No. 2 (2024): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL) DECEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v16i2.59118

Abstract

The FIRZA (Factual, Interpretations, Reconstruction, Zeitgeist for Real Life Actions) document-based history learning model was developed based on history learning problems; a). Lack of understanding of historical concepts in teachers and students, b). Problems in history textbooks that contain elements of subjectivity, c). Lack of use of primary sources of history. The research method used is research and development (R&D) with the design of Dick & Carey (2015) and using communicative action theory as a foundation for developing the FIRZA learning model. The purpose of this research is to develop a document-based history learning model, namely with historical methodology, and coverage of historical skills strands. The result of the research is that the FIRZA learning model has 5 syntaxes. This model aims to train students' thinking through learning strategies and methods with historiography exercises and evaluation through document-based questions to support understanding of historical concepts, facts, and narrative skills. FIRZA learning model was developed for interactive and progressive learning by encouraging students to be able to imagine, live the spirit of the times, and dialogue with the symptoms of past events to support historical awareness and implementation of historical thinking skills in real action. The results of this study are; 1). FIRZA learning model is effective for use in school education and higher education; 2). The results of this learning model can support the effectiveness of historical teaching materials for students with data ranging from 95% of students being able to understand and contextualize the material learned in real life.
THE EXPANSION OF JEPARA IN THE XVI CENTURY AND ITS POTENTIAL AS A SUPPLEMENT TO HISTORY LEARNING MATERIALS Hana, Muhammad Yusril; Wijaya, Daya Negri
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 20 No. 1 (2024): ISTORIA Edisi Maret 2024, Vol. 20. No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v20i1.72384

Abstract

This research aims to develop a history learning supplement on the XVI Century Jepara Expansion. This article is made using historical research methods, in the form of topic selection, source collection or heuristics in the form of "Suma Oriental" by Tome Pires; Jorge de Lemos's chronicle, "Cercos de Malaca"; Diogo do Couto's chronicle "Decada da Asia", source criticism or verification, interpretation, and historical writing or historiography. The results of this research explain the political conditions of Jepara in the 16th century. Jepara is an area on the north coast of Java Island which has a strong sea fleet. This led to several kingdoms asking for help againts the Portuguese, such as the Sultanate of Aceh, the Sultanate of Johor, and the Sultanate of Maluku. The expansion of Jepara in the 16th century was carried out by several Jepara leaders since 1512 during the reign of Pati Unus. Expansion was then carried out again during the reign of Queen Kalinyamat, which was the heyday of the Jepara Kingdom. The XVI Century Jepara Expansion material has the potential to be a supplement to history learning in textbook form, because this material is not discussed in textbooks published by the Ministry of Education and Culture.
The toponymy of the villages in Ambon Island: A historical and archaeological study: Toponimi desa-desa di Nusa Ambon: Kajian sejarah dan arkeologi Wijaya, Daya Negri; Deny Yudo Wahyudi; Umaroh, Siti Zainatul; Susanti, Ninie; Ertrisia, Rendy Aditya Putra
Berkala Arkeologi Vol. 41 No. 1 (2021)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v41i1.600

Abstract

Previously, several toponymy studies have already been conducted both in the Nusa (Island) Ambon as well as in the City of Ambon. However, previous studies have not used the historical and archaeological approach. The use of this approach could ease the researchers to reveal the cross-cultural meeting in a specific locus. Taking the Island of Ambon as a locus, the researchers aim to find the origin of village names and the cultural intersection in Leihitu and Leitimor Peninsula. There were three steps conducted to collect and analyse data using historical and archaeological approach. Firstly, the researchers identified and took a tabulation of the village names, mentioned by the Hikayat Tanah Hitu (The Epic of Hitu Land) and three ancient maps. Secondly, the researchers identified various archaeological remains located in the scattered villages. Finally, the researchers analysed the origin of village names by searching the word-meanings, finding the present locations, and describing the role of the contemporary cultures (Islamic and Colonial period) in the past. The researchers found 12 villages with 22 archaeological remains. All related communities have the archaeological remains which could explain the local dynamics, but there are merely ten villages which name meanings could be identified.
PELATIHAN ORGANIZATION MANAGEMENT BASED COMMUNITY (OMC) SENI UNTUK MENINGKATKAN ORGANIZATIONAL CAPABILITIES PADA PEMILIK UMKM Hariyono, Hariyono; Yafie, Evania; Wijaya, Daya Negri; Nagari, Primasa Minerva; Musa, Aimi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan organizational capabilities ada pemilik UMKM di Klampok Kasri melalui pelatihan Organization Management Based Community (OMC).   Metode penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan eksperimen yaitu quasi eksperimen. Quasi eksperimen dipilih karena penelitian ini dilkukan tanpa pengacakan (random), namun melibatkan penembatan partisipan kedalam kelompok atau penelitian ini dilakukan dengan memberikan treatment pada kelompok yang diteliti dalam penelitian ini. Treatmen dilakukan dengan mengobservasi hasil pelatihan OMC terhadap masyarakat terutama UMKM di Klampok Kasri Jaman Biyen. Hasil penelitian bahwa kegiatan pelatihan Organization Management Based Community (OMC) terbukti efektif dalam meningkatkan kapabilitas organisasi UMKM. Melalui pelatihan OMC, UMKM di Klampok Kasri mendapatkan peningkatan keterampilan manajerial dan operasional, memperkuat kolaborasi antar anggota komunitas, dan mendorong inovasi. Dampak positif tersebut dirasakan baik pada tingkat individu maupun secara kolektif, meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing, serta kontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Co-Authors Aditya Nugroho Widiadi Alma Huwaida Ramadhani Ananda, Labuda Shofiya Andhika Yuda Pratama Andhika Yudha Pratama Annisya Ari Sapto Astutik, Winda Tri Aulya, Salwa Azizah , Suti Mega Nur Azizah, Alfi Rohmatul Bayu Kurniawan Blasius Suprapta, Blasius Dani Irawan Davia Faringggasari Deny Yudho Wahyudi Deny Yudo Wahyudi Dewa Agung Gede Agung Dhani, Arif Perwira Dluha, Mohamad Wildan Syamsu DZIKRI, MUHAMMAD Ersanda, Privera Ajeng Ertrisia, Rendy Aditya Putra Evania Yafie Evanie Yafie Fadilla, Firza Azzam Fadly, Ilyas Febriani, Shovi Wiranata Firza Azzam Fadilla Fitri Ariska Fitriansyach, Ashanty Thania FX Domini BB Hera FX. Domini BB Hera Gea, Maria Gabyelent Hafida, Melina Nur Hana, Muhammad Yusril Hariyono Hariyono Hariyono, H. Hartono Hartono Herlin Pujiarti Hibatullah, Muhammad Imam Ikhrom, Anisa Musyaroful Ismail Lutfi Jamhari Jamhari Joko Sayono Jr, Fernando A. Santiago Kusuma, Paundra Wangsa Fajar Laili, Vita Sabrina Azda Larasati, Adinda Dwi Mantab, Porntip Mashuri Mashuri Masruroh, Heni Maulana, Gentur Israj’ Maulidah, Alvin Meritasari, Dini Putri Ratna Mufti, Muhammad 'Afwan Mufti, Muhammad ‘Afwan Munir, Miftakhul Musa, Aimi Nafi'ah, Ulfatun Najib Jauhari Ninie Susanti Ninie Susanti Nurul Jannah Prasety, Ella Jayahuda Prima Minerva Primasa Minerva Nagari Putri Sakina, Fadhila Putri, Silvia Meilani Afira Qalbiyah, Syifaul Rachmadi, Renanda Radiallah, Abdan Rahmah, Nadya Rendy Aditya Putra Ertrisia Rendy Aditya Putra Ertrisia Retno Dewi Pramodia Ahsani Reza Hudiyanto Shela Dwi Utari Siti Zainatul Umaroh Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Sri Mulyani Susanti, Ninie Umaroh, Siti Zainatul Utari, Shela Dwi Wahyudi, Deny Yudho Wibisono, Alif Wulandari, Prisca Kiki Yazril Azkar, Razaan