Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Antara Kontrol Diri Dan Kebiasaan Game Online Siswa Dengan Perilaku Agresif Pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Farida; Imam Pribadi; Muhammad Irham Zainuri; Ainul Fahmi; Septya Suarja
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.6146

Abstract

Perilaku agresif di kalangan pelajar merupakan masalah yang seringkali menjadi fokus perhatian dalam bidang pendidikan dan psikologi. Dalam upaya untuk mengatasi dan mencegah perilaku agresif, penting untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kontrol diri dan kebiasaan game online dengan perilaku agresif pelajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelajar kelas XI IPS I, XI IPS II, XII IPS I, XII IPS II SMAN 10 Luwu dengan jumlah populasi sebanyak 122 siswa. 122 populasi akan diplih secara acak oleh peneliti. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil dalam penelitian ini ialah bahwa kontrol diri relative tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku agresif siswa. Kebiasaan game online memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku agresif siswa SMA. Ketika siswa mempunyai kemampuan kontrol diri yangh baik, maka dapat mengurangi perilaku agresif yang timbul akibat terlalu sering bermain game online. Kata kunci: kontrol diri, kebiasaan game online, perilaku agresif pelajar
Model Rancangan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Menggunakan Metode Diskusi dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik (Studi pada kelas X MIPA 2 SMAN 1 Enam Lingkung) Putri Ningsih, Ranti; Kasih, Fitria; Suarja, Septya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2002

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kemandirian belajar peserta didik yang masih rendah dan masih adanya Guru Bimbingan Konseling yang belum menggunakan metode yang bervariasi dalam melaksanakan bimbingan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: 1) Profil kemandirian belajar peserta didik, 2) Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok oleh guru BK menggunakan metode diskusi, 3) Model rancangan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi dalam membantu meningkatkan kemandirian belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mixed method. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan 36 partisipan. Sedangkan penelitian kualitatif, informan kunci penelitian yaitu 1 Guru Bimbingan Konseling kelas X MIPA 2 dan 2 orang informan tambahan. Instrumen yang digunakan yaitu berupa Angket dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan diolah melalui teknik presentase. Untuk analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kemandirian belajar peserta didik secara umum sudah berada pada kategori cukup tinggi, namun pelaksanan BKP masih belum bervariasi. Model rancangan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan metode diskusi dalam membantu meningkatkan kemandirian belajar disusun berdasarkan data dan pelaksanaan bimbingan kelompok oleh guru BK. Dari hasil penelitian ini maka dapat direkomendasikan agar Guru BK bisa melakukan bimbingan kelompok dengan menggunakan beberapa metode yang terdapat di Bimbingan dan Konseling.
PEMBUATAN TART SNACK UNTUK MENUMBUHKAN PELUANG USAHA MAHASISWA Suarja, Septya; Nurhayati , A.; Lestari S , Winda; Salama , Nurdin; Misda; Naba , Lisna; Yanti , Kristina
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas merupakan lembaga tinggi ilmiah yang tidak hanya dibekali ilmu dan mampu berwirausaha itu merupakan tujuan dari kampus Universitas Muhammadiyah Palopo. Pembuatan Tart Snack untuk menumbuhkan peluang usaha mahasiswa. Tujuan program kreativitas kewirausahaan ini agar dapat membangkirkan motvasi bagi mahasiswa agar bisa mendapatkan peluang untuk berpenghasilan sendiri, apa lagi di tengah kesibukan perkuliahan banyak mahasiswa yang mencari peluang untuk meringankan beban keuangan dan mengembangkan jiwa wirausaha. Salah satu cara untuk menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiwa adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat kreatif dan inovatif, seperti pembutan Thar Snack. Metode pelaksanaa program ini adalah input, proses, output dan evaluasi. Hasil program ini adalah input, melakukan survei pasar untuk mengetahui kondisi pasar. Tahap terakhir adalah pemilihan bahan dan penyediaan tempat serta sarana prasarana untuk menunjang proses pembuatan. Proses pembuatan Tart Snack dimulai dari persiapan alat dan bahan sampai Tart Snack siap dipasarkan. Adapun kesimpulan  program kreativitas kewirausahaan Tart Snack merupakan pengganti kue tart karena terbilang sangat mudah serta keunikan dari berbagai bentuk yang dapat memikat para konsumen untuk menjadikan sebuah pengganti kue tart atau sebagai hadiah. Tart snack sangat diminati konsumen karena unik.
Pengaruh Konsep Diri Terhadap Gaya Hidup Hedonisme Mahasiswa Ramadani, Astri; Marhani, Marhani; Suarja, Septya
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 5 No. 2 (2024): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v5i2.6097

Abstract

This research aims to find out whether self-concept can influence students' hedonistic lifestyles. A hedonistic lifestyle characterized by excessive consumption, chasing instant gratification, and ignoring long-term values is increasingly common among students. This phenomenon raises questions about the factors underlying this hedonistic lifestyle. One interesting factor to observe is self-concept. This type of research uses quantitative methods with a correlational research design. The technique used for this research is purposive sampling. The population in this research is active students of the Guidance and Counseling study program, totaling 150 students and the sample for this research is 97 people. The data collection technique uses a questionnaire that has been adapted using a Likert scale. The data analysis technique uses simple linear regression analysis. The results of the research show that the calculated t value (5.354) > t table value (1.661), and the significance value (0.000) < 0.05, then the null hypothesis (H?) is rejected and the alternative hypothesis (H?) is accepted, so that the self-concept variable has a significant effect on hedonistic lifestyle. This research provides a valuable contribution in understanding the influence between self-concept and hedonistic lifestyle. However, it is important to remember that the results of this study have limitations and need to be interpreted with caution.
Psikoedukasi Untuk Mengurangi Kecemasan Mahasiswa Berbasis Media Sosial Tiktok Marwani, Titin; Galugu, Nur Saqinah; Suarja, Septya
Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/japkp.v5i2.33177

Abstract

Kecemasan di kalangan mahasiswa menjadi masalah kesehatan mental yang membutuhkan perhatian serius. Selain stigma dan kurangnya informasi terkait kesehatan mental, mahasiswa sering mengalami tekanan akademik dan sosial yang meningkatkan risiko kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis media sosial TikTok dalam mengurangi kecemasan pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-eksperimen pada satu kelompok tanpa kontrol. Sebanyak 28 mahasiswa angkatan 2021 menjadi sampel, yang dipilih secara total sampling, dan diberikan intervensi berupa psikoedukasi melalui lima video TikTok yang membahas tentang gejala, dampak, dan teknik manajemen kecemasan. Intervensi berlangsung selama 7 hari dengan pre-test dan post-test menggunakan skala kecemasan. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan penurunan kecemasan yang signifikan dari skor pre-test sebesar 78,61% menjadi 55,86% pada post-test (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis TikTok efektif dalam mengurangi kecemasan pada mahasiswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan TikTok sebagai media intervensi kesehatan mental yang mudah diakses dan relevan bagi generasi mahasiswa. Diharapkan penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi pengaruh berkelanjutan dari penggunaan TikTok dalam psikoedukasi mental bagi audiens yang lebih luas.
Analisis Perilaku Membolos Siswa dan Penanganannya Hisma, Sabbi; Fahmi, Ainul; Suarja, Septya; Anuar, Arman Bin; Marhani, Marhani
Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/japkp.v5i2.33023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku membolos siswa, faktor yang mempengaruhinya, dan strategi penanganan yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) di SMAN 9 Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua siswa sering terlambat dan tidak mengikuti mata pelajaran pertama akibat kurangnya kontrol diri dan pengaruh negatif teman sebaya. Selain itu, kurangnya pengawasan orang tua juga berperan penting. Guru BK menerapkan teknik kontrak perilaku dalam pendekatan behavioristik sebagai strategi penanganan. Intervensi ini berhasil mengurangi frekuensi membolos, yang dibuktikan dengan peningkatan kehadiran dan prestasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik kontrak perilaku efektif dan dapat diadaptasi di sekolah lain untuk menangani perilaku serupa.
Memahami perilaku kemandirian belajar Siswa melalui perspektif Human Agency: Sintesis perspektif Human Agency Alfaiz, Alfaiz; Kadafi, Asroful; Yuzarion, Yuzarion; Aulia, Rahmadianti; Suarja, Septya; Mulyani, Rila Rahma; Chandra, Yasrial; Adison, Joni
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.6761

Abstract

Human agency adalah konsep bahwa seorang individu memiliki kompetensi dalam perencanaan, disiplin, realisasi dan mengevaluasi perilaku mereka sendiri dalam keadaan hidup termasuk dalam pembelajaran. Ini telah dipelajari dalam pendidikan dengan empat sifat inti seperti sengaja, pemikiran, reaktivitas diri, dan reflektifitas diri membentuk individu sebagai aktor, bukan reaktor. Hal ini dapat digunakan untuk memahami pembelajaran mandiri siswa, karena konsep pembelajaran mandiri memiliki kesadaran diri secara sengaja. Jika individu selalu bergantung pada lingkungannya, itu karena ia tidak memiliki agen dalam keadaan hidupnya. Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2012, telah menemukan bahwa seorang siswa memiliki kurang otonom dalam belajar, dan juga dari survei yang dilakukan pada 2017-2019 ditemukan bahwa 61,50% siswa di 4 sekolah menengah atas memiliki pembelajaran mandiri yang lebih rendah. Fenomena ini mempengaruhi perilaku selingkuh dan menunda-nunda mereka. Pada artikel ini akan membahas kondisi siswa dalam belajar dan memberikan rekomendasi baru dalam perspektif tentang intervensi alternatif dalam praktik bimbingan dan konseling tentang agensi manusia untuk membentuk dan memahami perilaku belajar mandiri dan juga sifat internalisasi agensi manusia dalam proses konseling dalam konteks dalam belajar.Abstract: Human agency is a concept that an individual has a competencies in planning, discipline, realization and evaluate their own behavior in life circumstance including in learning. It has been studied in education with four core properties such intentionally, forethought, self-reactiveness, and self-reflectiveness shape an individual as an actor, not a reactor. It can be used to understanding a student autonomous learning, because the concept of autonomous learning has a self-cognition purposely. If individual always depends on their environment, that because he does not have an agentic in his life circumstance. According a latest research that conducts in 2012, has found that a student has a lack of autonomous in learning, and also from survey that conduct in 2017-2019 it’s found that 61,50% students in 4 senior high school has lower autonomous learning. This phenomena influence to their cheating and procrastination behavior. On this article will discuss a student’s condition in learning and gives a new recommendation in perspective about alternative intervention in guidance and counseling practice about the human agency to shape and understanding an autonomous learning behavior and also internalization properties of human agency in counseling process in the context in learning.
Implementasi Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Self Convidence Siswa Sekolah Menengah Atas Hamka, Raoda; Suarja, Septya; Pribadi, Imam
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v14i4.11005

Abstract

This research aims to increase self-confidence (self-confidence) students of SMA Negeri 10 Luwu through group guidance services with techniques role playing. The method used was classroom action research (PTK) which was carried out in two cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection stages. The subjects of this research were 10 class XI students who were identified as having self-confidence low. The research results show that the implementation of group guidance services using techniques role playing effective in improving self-confidence student. Students begin to show courage in expressing opinions, active participation, and increased independence during the guidance process. Although there are several obstacles, overall the results of this study show a significant increase in self-confidence students after two cycles of implementation.
Marital interaction value-based counseling as a strategy to build muslim family resilience Zainuri, Muhammad Irham; Pajarianto, Hadi; Anuar, Arman Bin; Suarja, Septya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1157000

Abstract

This research was conducted to evaluate Marital Interaction Value-Based Counseling as A Strategy To Build Muslim Family Resilience (Case Study In Palopo City). Using a descriptive qualitative approach, in-depth interviews were conducted with five married couples aged 25-45 years to explore their experiences and perceptions related to relational values ​​that support resilient family functioning. Thematic analysis identified six main dimensions, namely: commitment, empathy, effective communication, trust, emotional support, and acceptance. These themes reflect key processes in the Family Resilience Framework and are in line with the principles of constructive marital communication. These findings indicate that the integration of marital values ​​into structured counseling is relevant and effective in increasing the adaptive capacity of couples. In addition, it is perceived as an acceptable, applicable, and beneficial intervention. This study contributes to the development of contextual and family resilience-based counseling interventions, and offers practical implications for counselors in Family and Marriage Counseling Service settings.
GAMBARAN GEJALA PSIKOSOMATIS PADA SANTRI TAHFIDZ DI PESANTREN NIZAMUDDIN PALOPO Athiyyah, Ayumi; Suarja, Septya; Kadir, Abdul; Fahmi, Ainul
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 8 No. 5 (2025): Vol 8, No 5 September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v8i5.28118

Abstract

This study aims to describe the psychosomatic symptoms experienced by tahfidz students at Pesantren Nizamuddin Palopo and analyze the factors and implications for the learning process in pesantren education. Tahfidz students face high cognitive and emotional loads in the process of memorizing the Qur'an, which can trigger psychosomatic symptoms such as migraines, sleep disorders and other physical complaints without clear medical causes. This study used a qualitative research method with a phenomenological approach.  The informants in the study were 5 female students of tahfidz Nizamuddin Palopo. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results showed that there were tahfidz students who experienced psychosomatic symptoms related to the pressure of memorizing the Al-Qu'an, stress and anxiety as well as negative feelings and thoughts. The psychosomatic symptoms experienced by tahfidz students are symptoms in the head and gastrointestinal parts, symptoms of fatigue and sleep disturbances and symptoms in the chest and frequency changes. The novelty of this research is that it focuses on tahfidz students, which is a group involved in memorizing the Al-Qur'an. The findings show the importance of integrating a psychopedagogical approach in the tahfidz curriculum and coaching students, in order to create a healthy and sustainable learning environment. This research contributes to the development of a more holistic education, by considering mental health aspects as an integral part of the Islamic education process.