Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan pencegahan stunting pada pasangan usia subur melalui penyuluhan kesehatan di Desa Bube Baru Kabupaten Bone Bolango Nasrun Pakaya; Ika Wulansari; Abdi Dzul Ikram Hasanuddin
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.666

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang prioritas untuk diselesaikan di negara kita. Meskipun tren stunting terus menurun, namun angkanya masih di atas standar world health organization (WHO) yang menargetkan di bawah 20%. Di Gorontalo, angka stunting masih jauh di atas pencapaian nasional yakni berkisar pada 29% pada tahun 2021. Beragam upaya perlu dilakukan dengan melibatkan kerjasama lintas sektor untuk berkontribusi pada penurunan angka stunting ini. Meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada masyarakat, khususnya pada pasangan usia subur merupakan salah satu strategi yang dipandang efektif. Hal ini dapat dicapai, diantaranya melalui penyuluhan kesehatan yang intens dan menarik. Berbekal dengan pengetahuan ini, diharapkan pasangan usia subur dapat menerapkannya secara langsung pada anak yang dilahirkan dan bisa berdampak pada menurunnya kejadian stunting. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur mengenai pencegahan stunting di Desa Bube Baru Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini dilakukan dengan cara penyuluhan kepada 30 pasangan usia subur di wilayah tersebut. Penilaian tingkat pengetahuan pencegahan stunting dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan melalui kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perubahan persepsi pengetahun yang terjadi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan dari skor persepsi pengetahuan pasangan usia subur yang bermakna pada semua dimensi pertanyaan, baik definisi stunting, gejala stunting, penyebab stunting, faktor resiko stunting, dampak stunting, dan pencegahan stunting (semua p <0,05). Pada kesimpulannya, kegiatan penyuluhan pencegahan stunting pada pasangan usia subur di desa ini telah terlaksana dengan baik yang bisa diamati pada perbaikan persepsi pengetahuan yang dicapai
Deteksi Dini dan Edukasi Pengobatan Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dumati Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo: Early Detection and Education on Early Treatment of Non-Communicable Diseases in Dumati Village, Telaga Biru District, Gorontalo Regency Wirda Y Dulahu; Nasrun Pakaya; Mihrawaty S. Antu; Rini Wahyuni Mohamad
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4268

Abstract

Peningkatan beban Penyakit Tidak Menular (PTM) sejalan dengan meningkatnya faktor risiko yang meliputi meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh atau obesitas, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan merokok serta alcohol. Masalah yang ada di masyarakat adalah pola perilaku hidup yang tidak sehat sehingga meningkatkan angka kejadian PTM. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode pendampingan Meliput Skrining dan Pendataan Awal Penyakit tidak menular (PTM), Diseminasi awal, Edukasi Isi piringku berhubungan dengan salah satu faktor penyebab dari PTM, Demonstrasi makanan sehat dan penyuluhan stress, Senam lansia dan pemeriksaan kesehatan seta pemberian makanan sehat, Penyuluhan upaya berhenti merokok, dan Diseminasi Akhir. Tujuan pengabdian ini untuk melakukan deteksi dini dan pemberian Edukasi awal untuk mencegah dan mengurangi masalah Penyakit Tidak Menular di Desa Dumati. Hasil pelaksanaan kembali di lakukan Diseminasi Akhir untuk membahas hasil program desa bersama dengan aparat dan masyarakat desa. Evaluasi melalui penilaian keberhasilan kegiatan dengan adanya antusiasme masyarakat dalam mengikuti program-program yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan peningkatan pengetahuan yang dievaluasi secara lisan oleh masyarakat terkait topik-topik yang disampaikan.
Gardening Therapy With Boiled Water, Ice Cubes, Chewing Gum Reduces Thirst In Ckd Patients: Literature Review. Pakaya, Nasrun; Husain, Filsa; Zainuddin, Zainuddin
Jambura Nursing Journal Vol 6, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v6i2.25479

Abstract

Chronic kidney failure occurs due to a failure in the body's ability to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance resulting in uremia or retention of urea and other nitrogenous waste in the blood. The research aims to synthesize literature about gargling therapy with boiled water, ice cube therapy, and chewing gum to reduce thirst in CKD patients. The method used is content analysis with a literature search from 2020 to 2023 using the keywords Ice Cubes, gargling, chewing gum, CKD To reduce thirst by using ice there were 6 journals, 4 journals using chewing gum, and 1 journal using boiled water. All articles show that there is an effect of gargling therapy with boiled water, ice cube therapy, and chewing gum to reduce thirst in CKD patients. The literature study shows that the use of ice cubes has the most effect on reducing thirst in CKD patients, however, gargling therapy with boiled water and chewing gum are other alternatives.
INTERVENSI KEPERAWATAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF, AKUPRESSUR, DAN BENSON TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II LITERATUR REVIEW Pakaya, Nasrun; Prameswari, Arawindah; Suleman, Ibrahim; Suryaningsih, Dewi; Hunawa, Rahmawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.31894

Abstract

Diabetes  mellitus  merupakan  penyakit  tidak menular dengan  karakteristik  kadar  glukosa  darah yang  tinggi  (hiperglikemik)  yang  terjadi  karena  kelainan  sekresi  insulin,  kerja  insulin  ataupun  keduanya. Tujuan studi literature ini adalah untuk mensintesis bukti-bukti atau literature tentang  Intervensi Keperawatan Relaksasi Otot Progresif, Akupressur, dan Benson Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Penelitian ini menggunakan desain Literature Review yang menganalisis jurnal dan artikel dari tahun 2020 hingga 2023 tentang terapi nonfarmakologis, yaitu intervensi relaksasi otot progresif, relaksasi Benson, dan akupresur untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Literasi dicari menggunakan empat kata kunci: relaksasi otot progresif, akupresur, Benson, dan Diabetes Mellitus Tipe II. Dari total 10 jurnal yang diidentifikasi, 60% berasal dari Research Gate, sementara 20% masing-masing berasal dari Science Direct dan Google Scholar. Artikel dinilai berdasarkan relevansi intervensi terhadap penurunan kadar glukosa darah, dan analisis menunjukkan pola temuan serta efektivitas dari metode yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi relaksasi otot progresif (PMR) berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Alternatif lainnya adalah terapi akupresur dan relaksasi Benson. Ketiga intervensi nonfarmakologis ini terbukti efektif. PMR mengurangi ketegangan otot dan hormon stres, relaksasi Benson menurunkan stres fisik dan psikologis, sedangkan akupresur merangsang titik-titik tubuh untuk meningkatkan produksi insulin dan mempercepat penggunaan glukosa, sehingga menurunkan kadar gula darah dengan baik.
Health Service Seeking Behavior in Suburban Communities Pakaya, Nasrun; Hadjarati, Hartono; Abdulkadir, Widy Susanti; Duhe, Edy Dharma Putra; Handayani, Oktia Woro Kasmini; Budiono, Irwan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.50330

Abstract

Health problems in Indonesia today are the low health status of the community, among others, marked by high maternal mortality rates and infant mortality rates, on the other hand the use of health services is an important factor in determining health, which is influenced by geographical, economic and social aspects. The purpose of the study was to analyze the relationship between health service access factors and the determination of decisions on choosing family health services in suburban communities in Java and Outside Java. The method with a quantitative approach and support from qualitative data. The instrument consists of a questionnaire related to access to health services (geographic access, economic access, social access) related to the choice of health services. The population of families in the Sub-urban areas of Semarang and Gorontalo. Samples were taken using the accidental sampling technique, as many as 100 families. Data analysis with univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of the study obtained significant differences in the decision to choose health services between the suburban communities of Semarang (Java) and Gorontalo (Outside Java), with a t-value of 4.284 and a sig value of 0.000. The difference lies in economic access. The choice of health services in suburban families in Java is more oriented towards choosing medical services such as hospitals and community health centers, while outside Java there are still quite a lot of families who choose traditional medicine as their health services.
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS TILONGKABILA Juna, Mersilan; Pakaya, Nasrun; Sulistiani, Ita
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 5 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v11i5.10708

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab utama masalah kesehatan global.Tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dianggap sebagai hipertensi.Sehingga dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, seperti sakit kepala/pusing, mual/muntah, sakit tengkuk, kelelahan, lemes gelisa, dan sesak nafas. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi, yaitu fakor yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin dan keturunan (genetik) dan faktor yang dapat diubah yaitu obesitas, merokok, pola makan, kebiasaan olahraga, stress dan alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan adnya hubugan antara pola makan dengan kejadian hipertensi di puskesmas tilongkabila.Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional.Populasi terdiri dari 150 pasien hipertensi di Puskesmas Tilongkabila dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Acidental Sampling dan didapatkan sampel sebanyak 110.Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 110 responden terdapat 53 (28,2%) orang dengan pola makan baik, sedangkan 57 (71,8%) orang dengan pola makan tidak baik. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji chi square dan didapatkan hasil sebesar p value 0.003 (p value < 0.005) hal tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi di puskesmas tilongkabila. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pengaruh pola makan terhadap kesehatan, khususnya dalam pencegahan hipertensi, serta menjadi dasar bagi upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola makan yang sehat.
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KOTA BARAT Mahmud, Ismivanti; Pakaya, Nasrun; Yusuf, Muh. Nur Syukriani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v12i1.10841

Abstract

Kadar gula yang tidak terkontrol pada penderita diabetes mellitus akan mengalami komplikasi jika tidak mendapat pengobatan dan perawatan yang baik, salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum merupakan luka kronis yang sulit disembuhkan akibat kelainan saraf (neuropati) dan kelainan pembuluh darah pada kaki. Tindakan pencegahan yang tidak dilakukan dengan tepat akan mempengaruhi kualitas kesehatan pasien DM. Motivasi memiliki peran penting terhadap keberhasilan pasien dalam mencegah ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi dengan tindakan pencegahan Ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus Di Puskesmas Kota Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam Penelitian terdiri dari 106 pasien DM yang tidak menderita ulkus diabetikum di Puskesmas Kota Barat, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman rho dengan instrument penelitian yaitu kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 106 responden memiliki motivasi baik dan pencegahan baik yaitu 28 responden dan memiliki motivasi kurang dan pencegahan kurang yaitu 11 responden. Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa terdapat hubungan antara motivasi dengan tindakan pencegahan ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus Di Puskesmas Kota Barat dengan nilai (p-value=0,000).
HUBUNGAN PERAN FAMILY CAREGIVER DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN SELF-CARE PASIEN PASCA STROKE DI KLINIK KINESIA SENTRA REHABILITASI KOTA GORONTALO Ismail, Mirta Della; Pakaya, Nasrun; Hiola, Dewi Suryaningsi; Pomalango, Zulkifli B.; Indra
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 4 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v13i4.11422

Abstract

WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa stroke masih menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan serta menjadi masalah kesehatan dunia yang signifikan. Kondisi ini sering kali berdampak pada tingkat kemandirian self-care seperti makan/minum, mandi, berpakaian, penggunaan toilet termasuk mengontrol buang air kecil dan besar, berpindah, dan berjalan serta naik turun tangga sehingga hal tersebut membuat penderita stroke memiliki ketergantungan yang meningkat pada orang lain, terutama family caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran family caregiver dengan tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien pasca stroke yang datang berkunjung ke Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 responden dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan peran family caregiver dalam kategori cukup 39 responden (43,3%), kategori baik 29 responden (32,2%), kategori sedang 22 responden (24,4%). Berdasarkan tingkat kemandirian self-care dalam kategori mandiri 52 responden (57,8%), ketergantungan sebagian 36 responden (40,0%), ketergantungan total 2 responden (2,2%). Kesimpulan terdapat hubungan antara peran family caregiver dengan tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo menggunakan uji rank spearman dengan hasil p-value = 0,000 (p-value <0,05). Keterlibatan keluarga dalam memberikan peran seperti latihan fisik, kepatuhan program pengobatan, kebutuhan nutrisi maupun dukungan emosional memiliki dampak positif terhadap tingkat kemandirian self-care pasien pasca stroke. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kesadaran kepada keluarga tentang pentingnya sebuah peran family caregiver dalam merawat pasien pasca stroke.
THE CORRELATION BETWEEN FAMILY SUPPORT AND DEPRESSION LEVELS ON DIABETES MELLITUS PATIENTS AT BOTUPINGGE PUBLIC HEALTH CENTER Pakaya, Midyan K.; Sulistiani, Ita; Yusuf, Nur Ayun R.; Pakaya, Nasrun; Zainuddin, Zainuddin
Medical and Health Journal Vol 4 No 2 (2025): February
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mhj.2025.4.2.14752

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a long-term disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or the body cannot use insulin efficiently. People with DM will face various changes in their lives, such as diet, exercise, blood sugar control, and others, which must be carried out continuously. These sudden changes in lifestyle can trigger negative psychological reactions in people with DM, such as irritability, feelings of uselessness, and increased anxiety that can lead to depression. Some steps that can be taken to reduce the level of depression in people with DM include the use of medication, modality therapy, and adequate system support, especially from the family. This study aims to determine the relationship between family support and the level of depression in patients with diabetes mellitus in the Botupingge Health Center working area. The study used a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach, data were collected from 72 DM patients in the Botupingge Health Center work area using the Proportional Simple Random Sampling sampling technique. The results showed that there was a significant relationship between family support and the level of depression in DM patients in the Botupingge Health Center work area with the results of the Spearman rank test 0.000 (p-value <0.05). It is hoped that it can be used as a reperence for further researchers to conduct further research by using this method.
PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP ACTYVITY OF DAILY LIVING (ADL) PADA PASIEN PASCA STROKE DI PUSKESMAS KOTA BARAT Arsyad, Ananda Putri Gusti; Pakaya, Nasrun; Liputo, Gusti Pandi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i2.11887

Abstract

Stroke merupakan serangan mendadak pada jaringan otak yang menyebabkan kematian jaringan otot, dan merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh latihan Range of Motion (ROM) terhadap Activity Daily Living Pada Pasien Stroke di Puskesmas Kota Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pra-eksperiment dan pendekatan pre-test and post-test berbasis kelompok. Sampel pada penelitian ini sebanyak 45 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan latihan Range of Motion (ROM) terdapat pasien dengan ketergantungan ringan sebanyak 7 responden (23,3%), pasien dengan ketergantungan sedang sebanyak 17 responden (56,7%), dan pasien dengan ketergantungan berat sebanyak 6 responden (20%). Sedangkan setelah diberikan latihan Range of Motion (ROM) terdapat pasien yang mengalami peningkatan ketergantungan ringan menjadi mandiri sebanyak 7 responden (23,3%), Pasien yang mengalami peningkatan dari ketergantungan sedang menjadi ringan sebanyak 21 responden (70%), Pasien yang mengalami peningkatan ketergantungan dari berat menjadi sedang sebanyak 2 responden (6,7%). Kesimpulan terdapat pengaruh latihan range of motion terhadap activity of daily living (ADL) pada pasien pasca stroke di Puskesmas Kota Barat. Hasil statistik uji menggunakan uji paired t-test diperoleh nilai sig sebesar 0,000 < α (α = 0,05). Pemberian latihan range of motion (ROM) yang dilakukan selama 7 hari dengan durasi 10-15 menit dapat meningkatkan fungsi motorik. Rom dapat meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga meningkatkan pasokan oksigen dan nutrisi.
Co-Authors Abdi Dzul Ikram Hasanuddin Agung Dwi Laksono Agus Ishak Agustina A. Seran Andi Mursyidah Anggriani Eka Putri Nento Anita Dewi Prahastuti Sujoso Ariani H. Hutuba Arsyad, Ananda Putri Gusti Astrit Lamadi Aswad, Ahmad Ayu Thirta Lestari Cindy Puspita Sari Haji Jafar Dinastri Andari S. Atma Edy Dharma Putra Duhe Fajar Oktavian Hulukati Fatra Lapagulu Fazriah Nurul Hamzah Febriyanti Umar Gusti Pandi Liputo Hairun Nisya A.Mamente Hari Basuki Notobroto HARTONO HADJARATI Hiola, Dewi Suryaningsi Hunawa, Rachmawaty Dirham Hunawa, Rahmawati Husain, Filsa Ibrahim Sulemen Iin Pratiwi Adjami Ika Wulansari Ilyas Ibrahim Indra Irwan Irwan Ismail, Mirta Della Ita Sulistiani Jerawati Yunus Jerwati Yunus Jerwati Yunus Juna, Mersilan K Kusnanto La Ode Aman Langoni, Anggriyani Liputo, Gusti Pandi Maharani, Adinda Mahmud, Ismivanti Marasabessy, Nur Baharia Masruroh - Meiti Yolanda Mery Adriany Yunus Meyrin Hasan Mihrawaty Antu Mihrawaty S. Antu Mihrawaty Suleman Antu Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis Mohamad Aprianto Paneo Mohamad, Rini Wahyuni Muhammad Rizaldi Kaharu Nikmatur Rohmah Nirwanto K. Rahim Nistain Kune Novita Angraeni Nur Alifta Manopo Nur Ayun R. Yusuf Nur Fitriah Jumatrin Nur Mawadah Djano Nur Syukriani Yusuf Nurdiana Djamaluddin Nurlatifah Zakaria Nurul Fitrah Akadji Oktia Woro Kasmini Handayani Pakaya, Midyan K. Pinoi, Ersavira S. Prameswari, Arawindah Rika Subarniati Triyoga Salawali, Siti Hajar Saskia Kumadji Sitti Fatimah Meylandari Arsad Sitti Fatimah Meylandri Arsad Stevani Mbuinga Suleman Ibrahim Sulistiani, Ita Sumiyati Moo Suryaningsih, Dewi Susan Monoarfa Widy Susanti Abdulkadir Wirda Y Dulahu Y Dulahu, Wirdha Yusuf, Muh. Nur Syukriani Yusuf, Nur Ayun R. Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zulkifli B. Pomalango