Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Bridging Exercise Terhadap Perubahan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di RSUD Toto Kabila: Pengaruh Bridging Exercise Terhadap Perubahan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Di RSUD Toto Kabila Nurul Fitrah Akadji; Nasrun Pakaya; Andi Mursyidah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.8281

Abstract

Stroke merupkan penyebab utama kecacatan yang berdampak pada kelemahan otot dan gangguan mobilitas. Data menunjukkan prevalensi stroke terus meningkat di Indonesia, sehingga diperlukan rehabilitasi yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup. Salah satu interfensi non-farmakologis adalah Bridging exercise, yaitu latihan sederhana yang bertujuan untuk mempekuat otot sekitar panggul dan tulang belakang serta meningkatkan stabilitas tubuh pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-experimental dengan rancangan Two-group pre-test post-test control group design. Varibel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen Bridging Exercise dan variabel dependen perubahan kekuatan otot. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden (15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur kekuatan otot adalah Manual Muscle Test (MMT) dan uji Wilcoxon untuk analisa data dengan hasil nilai p-value <0,05 yang artinya ada pengaruh antara Bridging exercise terhadap perubahan kekuatan otot pada pasien stroke di RSUD Toto Kabila. Kesimpulannya terdapat pengaruh yang signifikan antara Bridging exercise terhadap perubahan kekuatan otot pada pasien stroke di RSUD Toto Kabila. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Instansi RSUD Toto Kabila dalam menerapkan intervensi ini sebagai bagian dari program rehabilitsi untuk mempercepat pemulihan fungsi motorik pasien stroke.
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruangan Hemodialisa RSUD Dr. M.M Dunda Limboto: The Relationship Between Coping Mechanisms and Anxiety Levels in Chronic Kidney Failure Patients in the Hemodialysis Ward of Dr. M.M Dunda Limboto Regional Hospital Saskia Kumadji; Nasrun Pakaya; Gusti Pandi Liputo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8376

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan gangguan pada fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, sehingga kemampuan ginjal gagal untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan terjadinya peningkatan kadar urea dalam darah dan terjadi penurunan laju filtrasi glomerulus. Salah satu terapi pengganti ginjal adalah hemodialisa, Hemodialisa (HD) atau sering disebut cuci darah adalah proses pembersihan darah dari sampah sisa metabolisme dan cairan yang berlebih oleh bantuan ginjal buatan dari mesin hemodialisa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisa RSUD Dr. M.M Dunda Limboto. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 67 responden dengan besar sampel 40 responden dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Sperman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil p-value = 0.000 yang lebih kecil dari a = 0,05 berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjla kronik di ruang hemodialisa RSUD Dr. M.M Dunda Limboto.
Peran Health Belief Model Dalam Meningkatkan Kesadaran Dan Perubahan Perilaku Pada Pasien Hipertensi: The Role of the Health Belief Model in Increasing Awareness and Behavioral Change in Hypertension Patients Nurlatifah Zakaria; Nasrun Pakaya; Nur Ayun R. Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8451

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak diderita bukan hanya oleh usia lanjut saja, hipertensi juga menyerang orang dewasa. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah pasien hipertensi ialah dengan tindakan manajemen hipertensi yang efektif salah satunya yaitu dengan menjalani pola hidup yang sehat. Tujuan Penelitian ini yaitu Untuk mengetahui gambaran penerapan Health Belief Model pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian ini digunakan untuk mengetahui gambaran penerapan health belief model pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan tehnik Cluster sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 2253 orang dan sampel sebanyak 107 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan gambaran penerapan Health Belief Model pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kabila yaitu Perceived susceptibility atau tingkat kerentanan yang dirasakan yaitu pada kategori kurang sebanyak 56 responden (52.3%), Perceived severity atau keparahan yang dirasakan yaitu pada kategori kurangs ebanyak 44 responden (41.4%), Perceived benefits atau manfaat yang dirasakan yaitu pada kategori baik sebanyak 59 responden (55.1%), Perceived barrier atau hambatan yang dirasakan yaitu pada kategori baik sebanyak 47 responden (43.9%),Self-efficacy atau kepercayaan diri sendiri yaitu pada kategori baik sebanyak 61 responden (57%), Cues to action atau isyarat untuk bertindak yaitu pada kategori baik sebanyak 49 responden (45.8%). Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi tenaga kesehatan serta bisa menjadi sumber informasi tambahan untuk meningkatkan pelayanan dan juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penyusunan program penyuluhan atau promosi kesehatan hipertensi.
Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Penanganan Awal Pada Pasien Stroke: The Relationship Between Knowledge and Family Support and Initial Treatment for Stroke Patients Nur Mawadah Djano; Nasrun Pakaya; Gusti Pandi Liputo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8453

Abstract

Stroke menyebabkan terjadinya peningkatan prevelensi angka kematian diindonesia disebabkan karena penyumbatan diotak. Kondisi ini memerlukan dukungan keluarga yang mencakup bantuan, perhatian, dan keterlibatan dalam proses pemulihan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan tindakan penanganan awal stroke. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelasi dengan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 76 responden dengan besar sampel 30 responden dengan teknik pengambilan sampel Accidental Sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk pengetahuan keluarga terdapat sebanyak 16 responden (53%) kategori sedang, untuk dukungan keluarga didapatkan sebanyak 19 responden (63%) kategori baik, dan penanganan awal diperoleh dengan masing-masing kategori sebanyak 15 responden (50%). Hasil uji statistic diperoleh hasil p-value 0.000 (p<0.05) dimana terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga dengan penanganan awal pada pasien stroke dan hasil Chi-square diperoleh nilai p-value 0.008 (p<0.05) sehingga dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan penanganan awal pada pasien stroke. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat adanya hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan penanganan awal pada pasien stroke
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Rehabilitasi Dengan Kemandirian Pasien Pasca Stroke Di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo: The Relationship Between Family Support and Rehabilitation Compliance with Post-Stroke Patient Independence at the Kinesia Clinic, Gorontalo City Rehabilitation Center Meyrin Hasan; Nasrun Pakaya; Ita Sulistiani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8466

Abstract

Seiring setiap tahunnya penderita stroke mengalami peningkatan, menjadikan permasalahan yang timbul setelah mengalami penyakit stroke tingkat ketergantungan terhadap orang lain semakin meningkat, sehingga dalam melakukan aktivitas sehari-hari menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan rehabilitasi dengan kemandirian pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yangdigunakan adalah survey analitik dengan desaincross sectionaldengan jumlah sampel 30 responden menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji spearman rank dengan instrument penelitian kuesioner dukungan keluarga, kuesioner kepatuhan rehabilitasi serta kuesioner kemandirian. Hasil analisis univariat dukungan keluarga baik 19 responden (63,3%), dukungan keluarga kurang baik 11 responden (36,7%). Untuk tingkat kepatuhan rehabilitasi tinggi 21 responden (70%), pada tingkat rendah 9 responden (30%). Kemandirian tingkat mandiri 16 responden (43,3%), kemandirian sedang 10 responden (33,4%), kemandirian berat 4 responden (13,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian, dan hubungan kepatuhan rehabilitasi dengan kemandirian berdasarkan hasil uji statistic menggunakan sperman rho menghasilkan p value = 0,019 dan 0,000 atau dengan kata lain nilai p<0,05. Maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pasien, dan kepatuhan rehabilitasi dengan tingkat kemandirian pasien pasca stroke di Klinik Kinesia Sentra Rehabilitasi Kota Gorontalo.Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi serta pengetahuan kepada keluarga dan pasien.
Hubungan Kepatuhan Minum Obat ARV dengan Kualitas Hidup Penderita HIV/AIDS Nur Alifta Manopo; Nasrun Pakaya; Nirwanto K. Rahim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8471

Abstract

HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan global yang berdampak besar terhadap kualitas hidup penderitanya. pengobatan antiretroviral (ARV) merupakan terapi utama untuk menekan laju perkembangan virus. Namun, efektivitas terapi sangat bergantung pada tingkat kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat secara teratur. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menginfeksi sisitem imun manusia terutama sel CD4, sel limfosit T dan makrofag virus ini akan menyebabkan rusaknya fungsi dan sistem imun manusia. Sedangkan Acqired Immunodeficiency Syndrome atau yang dikenal sebagi AIDS adalah sekumpulan gejala yang bersamaan dengan infeksi atau sindrom yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh pada manusia yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup penderita HIV/AIDS. Menggunakan metode desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling.sampel berjumlah 35 penderita HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV di RSUD Toto Kabila dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 17 responden (48.6%) memeiliki kepatuhan kategori sedang,sementara sebanyak 8 responden memiliki kepatuhan tinggi (22.9%). Selain itu, sebanyak 29 orang (82.9%) memiliki kualitas hidup baik dan sebanyak 6 orang (17.1%) memiliki kualitas hidup buruk. Berdasarkan uji likelhood ratio menunjukan adanya hubungan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup penderita HIV/AIDS dengan p value 0.043(p < 0.05) Diharapkan penelitian ini menjadi masukan terhadap Pihak rumah sakit d dalam upaya kepatuhan terhadap ARV dengan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien.
Non-Pharmacological Therapy to Reduce Pain Intensity in Patients Pakaya, Nasrun; Hadjarati, Hartono; Abdulkadir, Widy Susanti; Duhe, Edy Dharma Putra; Liputo, Gusti Pandi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i4.4805

Abstract

Pain is still the main problem for patients being treated in the treatment room. To overcome pain, analgesic drugs are often given. Even though the first step to help reduce pain can be to use non-pharmacological therapy. This study aims to see effect of non pharmacological therapy in reducing patient pain levels. The type of research is a quasi experiment with a one-group pre-test and post-test design approach. Sampling using accidental sampling technique over a period of 1 month obtained 50 respondents who matched the characteristics of the respondents in the research. Overall non- pharmacological therapy (beson relaxation, murotal, guide imagery, zikr, warm compresses, and hypnosis techniques) can reduce pain intensity in respondents who experience pain. Pain management in patients does not always involve immediate administration of medication. Non-pharmacological measures must always be prioritized to treat pain. Non-pharmacological therapy has been proven to be able to overcome or reduce pain levels.
Personal Agency Enhancing Model in Prevention of Diabetic Foot Ulcer Nasrun Pakaya; K Kusnanto; Hari Basuki Notobroto; Rika Subarniati Triyoga
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1533.993 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.762

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is an increase in blood sugar levels which can cause complications.. Uncontrolled diabetes can cause various complain in patients. Objective: Analyzing the characteristics of respondents with psychosocial, the characteristics of respondents with the personal agency, and psychosocial with the personal agency for the prevention of diabetic foot ulcer. Method: The design used was a cross-sectional study with simple random sampling using psychosocial instruments and the personal agency for diabetic foot ulcer prevention with a total of 329 respondents from the age of 30 to 75. The data were analyzed using SEM-PLS software. Results: 221 patients had no history of diabetes, and most of them had good knowledge, 4 respondents experienced severe stress, mostly with high perceived control (52.3%), low self-efficacy (53.2%), and low personal agency (51.1%).There is no relationship between the characteristics of the respondent and the personal agency.There is no relationshipbetween the psychosocial with the personal agency.There is a relationship between psychosocial with the personal agency for preventing diabetic foot ulcer. Conclusion: The variables of knowledge and stress have a large direct contribution to the improvement of the personal agency for diabetic foot ulcer prevention.
Identification of Work Stress Levels on New Nurses Pakaya, Nasrun; Dulahu, Wirda Y
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i4.3319

Abstract

Reality Shock is a phenomenon that appears in new nurses as a result of a reaction to self-expectations when in a new work situation, which requires time to adapt well to the work environment, to deal with conflicts that will occur in the work environment. When entering a new work environment, nurses are faced with various problems including a lack of confidence in providing nursing care, an inability to think critically, and a lack of clinical ability. Job stress will reduce the performance of nurses, if this happens over a long period it will cause nurses to experience turnover intention. Based on the above, the researchers identified the level of work stress on new nurses which is the basis of research to minimize stress levels and improve the performance of new nurses. The method in this study is a survey in the form of a questionnaire to new nurses who work in 4 government agencies in Gorontalo Province. The number of respondents in this study was 98 respondents which was taken by the total sampling method. The results showed that most of the new nurses experienced work stress in the heavy category, namely 67 respondents (68.4%) while the nurses with mild work stress category were 31 people (31.6%). Based on this research, it can be concluded that new nurses are vulnerable to work stress, so it is hoped that a new nurse coaching program is needed to minimize the incidence of work stress.
Motivation Study with Prevention of Diabetic Foot Injuries in Gorontalo Province Pakaya, Nasrun; Y Dulahu, Wirdha; Aswad, Ahmad
Journal of Health Education Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The World Health Organization (WHO) survey results show that the number of people with diabetes mellitus in Indonesia is ranked the 4th largest globally. Diabetic ulcers are one of the complications that are often found in people with diabetes. Patients with Type II DM need high motivation in carrying out their therapy because the therapy undergone causes boredom, especially when there has been a complication in the form of diabetic ulcers. The purpose of this study is to determine the relationship between intrinsic and extrinsic motivation and actions to prevent diabetic foot injuries, which includes the use of drugs, diet, physical activity, and monitoring of diabetic patients in Gorontalo Province.Methods: This study used a cross-sectional design with a sample of 287 respondents. Data collection instrument in the form of a questionnaire with bivariate analysis using the Chi-Square statistical testResults: The Chi-Square statistical test showed a relationship between motivation and diabetic foot injury prevention measures, both intrinsic motivation and extrinsic motivation, with p-value = 0.000 (α = 0.05).Conclusion: There was a relationship between intrinsic and extrinsic motivation and the prevention of foot wounds in people with diabetes in Gorontalo Province. This research is expected to increase motivation so that diabetic foot injuries can be prevented optimally.
Co-Authors Abdi Dzul Ikram Hasanuddin Agung Dwi Laksono Agus Ishak Agustina A. Seran Andi Mursyidah Anggriani Eka Putri Nento Anita Dewi Prahastuti Sujoso Ariani H. Hutuba Arsyad, Ananda Putri Gusti Astrit Lamadi Aswad, Ahmad Ayu Thirta Lestari Cindy Puspita Sari Haji Jafar Dinastri Andari S. Atma Edy Dharma Putra Duhe Fajar Oktavian Hulukati Fatra Lapagulu Fazriah Nurul Hamzah Febriyanti Umar Gusti Pandi Liputo Hairun Nisya A.Mamente Hari Basuki Notobroto HARTONO HADJARATI Hiola, Dewi Suryaningsi Hunawa, Rachmawaty Dirham Hunawa, Rahmawati Husain, Filsa Ibrahim Sulemen Iin Pratiwi Adjami Ika Wulansari Ilyas Ibrahim Indra Irwan Irwan Ismail, Mirta Della Ita Sulistiani Jerawati Yunus Jerwati Yunus Jerwati Yunus Juna, Mersilan K Kusnanto La Ode Aman Langoni, Anggriyani Liputo, Gusti Pandi Maharani, Adinda Mahmud, Ismivanti Marasabessy, Nur Baharia Masruroh - Meiti Yolanda Mery Adriany Yunus Meyrin Hasan Mihrawaty Antu Mihrawaty S. Antu Mihrawaty Suleman Antu Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis Mohamad Aprianto Paneo Mohamad, Rini Wahyuni Muhammad Rizaldi Kaharu Nikmatur Rohmah Nirwanto K. Rahim Nistain Kune Novita Angraeni Nur Alifta Manopo Nur Ayun R. Yusuf Nur Fitriah Jumatrin Nur Mawadah Djano Nur Syukriani Yusuf Nurdiana Djamaluddin Nurlatifah Zakaria Nurul Fitrah Akadji Oktia Woro Kasmini Handayani Pakaya, Midyan K. Pinoi, Ersavira S. Prameswari, Arawindah Rika Subarniati Triyoga Salawali, Siti Hajar Saskia Kumadji Sitti Fatimah Meylandari Arsad Sitti Fatimah Meylandri Arsad Stevani Mbuinga Suleman Ibrahim Sulistiani, Ita Sumiyati Moo Suryaningsih, Dewi Susan Monoarfa Widy Susanti Abdulkadir Wirda Y Dulahu Y Dulahu, Wirdha Yusuf, Muh. Nur Syukriani Yusuf, Nur Ayun R. Zainuddin Zainuddin Zainuddin, Zainuddin Zulkifli B. Pomalango