Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Aroma Terapi Bitter Orange Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post-Op Fraktur Di RSUD. Dr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Andi Prayoga; Eka Yudha Chrisanto; Rika Yulendasari; Dennti Kurniasih
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1492

Abstract

Latar Belakang: Fraktur didefinisikan sebagai hilangnya kontinuitas tulang atau tulang rawan secara keseluruhan atau sebagian. Fraktur yang terjadi lengkap atau tidak akan ditunjukkan oleh kekuatan serta tenaga fisik yang ada pada tulang tersebut dan jaringan lunak di sekitarnya. Penatalaksanaan fraktur sering kali memerlukan tindakan bedah seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dan pemasangan platina untuk memperbaiki posisi tulang, Proses ini menyebabkan pasien mengalami nyeri akut. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat diberikan pada pasien pascaoperasi fraktur adalah aromaterapi bitter orange. Prevalensi fraktur 5,5%, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara yang mengalami kejadian fraktur terbanyak sebesar 1,3 juta setiap tahunnya. Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post-op fraktur di RSUDDr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 249 pasien post op fraktur di RSUD.Dr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung, dengan jumlah sample 15 partisipan. Pengambilan sample menggunakan teknik acidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji independen t-test. Hasil: Distribusi frekuesni usia responden 20-30 tahun (60%), 31-40 tahun (40%), jenis kelamin didapatkan laki-laki (70%), perempuan (30%), pendidikan SMP (10%), SMA (65%), DIII (15%), S1 (10%). Nilai rata-rata intensitas nyeri pre test sebesar 5,70 dengan standar devisiasi 0,470 dan post test sebesar 3,80 dengan standar devisiasi 0,768. p value 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aroma terapi bitter orange sebelum dan sesudah diberikan terhadap intensitas nyeri pada pasien post op fraktur. Saran meningkatkan edukasi dan pelatihan kepada perawat agar intervensi bitter orange dapat diterapkan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.
Efektivitas Terapi Guide Imagery Relaxation Dan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Ringan Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2026 Maharani Puspitasari; Rika Yulendasari; Eka Yudha Chrisanto
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1495

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala ringan merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan yaitu terapi Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing. Kedua terapi tersebut mampu memberikan efek relaksasi, meningkatkan pelepasan hormon endorfin, serta membantu menurunkan persepsi nyeri pada pasien cedera kepala ringan. Tujuan: Diketahui perbedaan efektifitas terapi Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing terhadap penurunan nyeri pada pasien cedera kepala ringan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok terapi guided imagery relaxation, kelompok terapi slow deep breathing, dan kelompok kontrol, masing-masing 10 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS),dengan durasi intervensi selama 15 menit pada kelompok Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Kruskal-Wallis dan uji Post Hoc (Man Whitney). Hasil: Hasil Analisa data bivariat Berdasarkan hasil uji kruskal-wallis diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0,000 (p <0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (GIR, SDB, dan Kontrol), dengan kelompok Slow Deep breathing intervensi yang paling efektif. Kesimpulan: Terapi Guide Imagery relaxation dan Slow Deep Breathing Efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien cedera kepala ringan, dengan efektivitas terbaik ditunjukkan oleh kelompok Slow Deep Breathing.
Efektivitas Pemberian Terapi Buteyko Terhadap Perubahan Status Pernapasan Pada Pasien Asma Bronchial Di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Bandar Lampung Tahun 2025 Eka Trismiyana; Walenda Pitri Novidia Sari; Rika Yulendasari
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol. 14 No. 1 (2026): JKPBL Vol 14 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v14i1.414

Abstract

Introduction: Asthma is a clinical disease characterized by recurrent bronchial narrowing; however, this condition is reversible, and increased ventilation occurs between episodes of normal bronchial constriction. The Buteyko breathing technique is a breathing method that involves nasal breathing. This technique is used to reduce shortness of breath experienced by patients with bronchial asthma. According to data from Riskesda Lampung Province in 2023, approximately 1.6% of cases were asthma, and Lampung ranked 4th with a recurrence rate of 64.7% .Objective: To determine the effectiveness of Buteyko therapy on changes in respiratory status in patients with bronchial asthma in the working area of Puskesmas Kemiling, Bandar Lampung, in 2025. Method: This quantitative study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population included all asthma patients diagnosed between January and October 2024, totaling 221 patients. The sample size, calculated using Slovin’s formula, was 23 respondents. Non-probability sampling with convenience sampling was applied. Results: The average respiratory rate of asthma patients before Buteyko therapy was 23.28 ± 1.410. After receiving Buteyko therapy, the average respiratory rate decreased to 16.23 ± 1.756. The paired t-test showed a significant difference in respiratory rates before and after the intervention (p = 0.000). Conclusion: Buteyko therapy has a significant effect in reducing shortness of breath in asthma patients in the working area of Puskesmas Kemiling, Bandar Lampung. The respiratory rate decreased from 23–28 before the intervention to 16–23 after the intervention. Recommendation: It is recommended that respondents better understand the importance of performing Buteyko therapy to help alleviate asthma symptoms.
Pemberian Rebusan Moringa Oleifera Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di Desa Trans Srimulyo Lampung Tengah Tahun 2026 Okva Hikma Kesumasari; Eka Yudha Chrisanto; Rika Yulendasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1350

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi kronis yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah seseorang meningkat karena tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau sama sekali tidak dapat memproduksi insulin, atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif. Pemberian rebusan Moringa Oleifera ini bertujuan untuk membantu menurunkann kadar gula darah pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien diabetes melitus dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Intervensi yang diberikan berupa pemberian rebusan daun moringa oleifera sebanyak 1 kali sehari pada pagi hari selama 4 hari berturut-turut. Pengukuran dilakukan menggunakan pemeriksaan g serta observasi tanda dan gejala hiperglikemia sebelum dan sesudah intervensi. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kedua pasien setelah pemberian rebusan moringa oleifera. Pada Ny. S kadar gula darah sewaktu menurun dari 287 mg/dL menjadi 265 mg/dL, sedangkan pada Ny. W menurun dari 235 mg/dL menjadi 198 mg/dL.
Penyuluhan kesehatan tentang tuberculosis (TB paru) Rika Yulendasari; Renggo Prasetyo; Indah Sari; Lisa Yuliana Sari; Fransisca Melyana
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i3.202

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis is a disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which is an aerobic bacteria that can live mainly in the lungs or in various other organs of the body that have high partial pressure of oxygen. These germs also have a high fat content in their cell membranes, causing these bacteria to become resistant to acids and the growth of these germs takes place slowly. Purpose: Respondents can know and understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Methods: The implementation of the method used in this community service is carried out in 2 stages, namely the first nursing professional student explaining about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) and secondly after being given counseling, respondents are given questions and answers about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Result: Respondents know about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). Conclusion: Respondents can understand about pulmonary tuberculosis (pulmonary TB).   Pendahuluan: Tuberkulosis Paru adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yakni kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru atau diberbagai organ tubuh yang lainnya  yang mempunyai tekanan parsial oksigen yang tinggi. Kuman ini juga mempunyai kandungan lemak yang tinggi pada membran selnya sehingga menyebabkan bakteri ini menjadi tahan terhadap asam dan pertumbuhan dari kumannya berlangsung dengan lambat. Tujuan:Responden dapat mengetahui dan memahami tentang tuberculosis paru (TB paru). Metode:Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang tuberculosis paru (TB paru) dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan tanya jawab tentang tuberculosis paru (TB paru) Hasil: Responden mengetahui tentang tuberculosis paru (TB paru). Simpulan: Responden dapat memahami tentang tuberculosis paru (TB paru).
Co-Authors Adhani, Neisa Affandi, Muhammad Ainur Rahma Aknes Yulyanto Al Khairul Rizwan Alam, Rama Rajasa Ferlanda Alisah Rahmah Hidayah Alisah Rahmah Hidayah Amartya, Salwa Anastasya Andi Apriyansyah Andi Prayoga Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Antika Palupi Apriana Wulandari Asep Rahmad Hidayat Asep Rahmat Hidayat Aulia Rahayu, Adiah Ayu, Seftiliani Putri Ayu, Shinta Arini Bambang Hirawan Bayhaqy, Aqsol Benny Gustian Budiarti Budiarti Chelda Ernita Chrisanto, Eka Yudha Cindy Desmonika Crisanto, Eka Yudha Dennti Kurniasih Derista Hartati Desi Risnarita Dewi Kusumaningsih Dewi Puspitasari Dhinny Novryanthi Dita Amita Dita Resi Andrianti Djamaludin, Djunizar Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaudin Edita Revine Siahaan Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Eka Yuhda Chrisanto Elda Warina Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erin Eca Lorenza Erpiyana, Refsi Eva Listiyo Putri Eva Maryana Fernalia Fernalia Fitri Julianti Fransisca Melyana Gunawan, M. Ricko Gustini Gustini Haris Safari Helmawati Helmawati Hepi Leo Saputra Herlinda Herlinda Herliza Herliza Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Ida Rahmatika Indah Sari Insia Insia Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Jemy Sundoro Jovanka Trinita Saragih Kartika Sari Wijayaningsih Keswara, Umi Romayati Khairul Rizwan, Al Khoidar Amirus Kurniasih, Dennti Lia, Melina Eka Lidya Arianti Lina, Mia Nurar Linawati Linawati Linawati Novikasari Lisa Yuliana Sari Lolita Sary M Kelvin Alvaredo M. Arifki Zainaro Maharani Puspitasari Mahda Afsani Mahdi Antoni Marlina Agustina Martina Eka Santi Megah Rachmawati Mia Nurar Lina Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Firdaus Nanda Ferdianto Nirwanto Nirwanto Nova Andriyani Nova Liana Novikasari, Linawati Novikasari, Linawati Nurhamdan Arif, Idan Okva Hikma Kesumasari Pradisca, Rima Ary Prasetya, Bustamil Ibnu Prasetyo, Renggo Prima Dian Furqoni Putri Yolanda Utama Rachmawati, Yessy Rahayu Rahayu Rahmah Hidayah, Alisah Redia Indira Putrianti Refsi Erpiyana Renggo Prasetyo Renggo Prasetyo Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Rima Ary Radisca Riswan Hadi Rita Purnama Rita Purnama Romadon, Ali Tomas Samsul Mubarok Sari, Mentari Permata Sastria Handayani Seftiliani Putri Ayu Setiawati Setiawati Setiawati Setiawati Shinta Arini Ayu Silvia, Andi Bunga Slamet Widodo Slamet Widodo Soimah, Fitri Sri Hartati Sumbara Sumbara Taufiq Hidayat Taufiq Sofa Teguh Pribadi Triyono Triyono Triyono Triyono Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Ulandari, Putri Umsani Umsani Umsani, Umsani Vitarostiawati Vitarostiawati Wahid Tri Wahyudi Walenda Pitri Novidia Sari Yessy Rachmawati Yogi Kurniawan, Yogi