p-Index From 2021 - 2026
6.936
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi Jurnal Kesehatan Andalas Global Medical and Health Communication Widya Cipta : Jurnal Sekretari dan Manajemen Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan JURNAL AKUNTANSI, EKONOMI dan MANAJEMEN BISNIS Buletin Farmatera Warta Penelitian Perhubungan Majalah Kedokteran Andalas Majalah Patologi Indonesia Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Health and Medical Journal Andalas obstetrics and gynecology journal Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Jurnal Abdi: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) ANALISIS - SCIENTIFIC JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND ACCOUNTING Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Food Scientia: Journal of Food Science and Technology Jurnal Studi Inovasi Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jurnal Kelola : Jurnal Ilmu Sosial Jurnal Transportasi Multimoda Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia (JIKSI) Indonesian Journal of Cancer Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan International Journal of Application on Economics and Business Jurnal Pandu Husada Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia (JOKLI) Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Jurnal Riset Ilmiah Medicina Biomedica Journal Jurnal Maitreyawira Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan Warta Penelitian Perhubungan Frontiers on Healthcare Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal pandu husada

Sari Buah Kurma (Phoenix dactylifera) Efektif Terhadap Waktu Pembekuan Darah pada Mencit Jantan (Mus musculus L.) yang Diberi Aspirin Nanda, Cici Bayu; Yenita, Yenita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i1.21390

Abstract

Abstrak : Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan buah yang sudah sangat akrab dengan kehidupan masyarakat, terutama bagi kaum muslim. sari buah kurma banyak digunakan oleh pasien yang menderita demam berdarah karena buah ini dipercaya dapat mengurangi risiko perdarahan spontan dengan cara memperpendek waktu perdarahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya dosis efektif dari sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dalam meningkatkan pembekuan darah pada mencit jantan (Mus musculus L.) yang diberi aspirin. Penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian “post test with control group design” serta simple randomized sampling” menggunakan sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dan diberi aspirin. Sampel yang digunakan adalah mencit jantan (Mus musculus L) sebanyak 35 ekor mencit yang terbagi atas 7 kelompok. Analisa data menggunakan uji normalitas , repeated ANOVA , dan post hoc Tukey. Terdapat perbedaan sari buah kurma (Phoenix dactylifera) yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dan  aspirin  pada  tiap  kelompok  perlakuan  dengan  nilai p=0,030(p0.05). Kesimpulan penelitian ini  adalah  sari buah kurma (Phoenix dactylifera) efektif dalam pembekuan darah.Abstrak : Kurma (Phoenix dactylifera) merupakan buah yang sudah sangat akrab dengan kehidupan masyarakat, terutama bagi kaum muslim. sari buah kurma banyak digunakan oleh pasien yang menderita demam berdarah karena buah ini dipercaya dapat mengurangi risiko perdarahan spontan dengan cara memperpendek waktu perdarahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya dosis efektif dari sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dalam meningkatkan pembekuan darah pada mencit jantan (Mus musculus L.) yang diberi aspirin. Penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian “post test with control group design” serta simple randomized sampling” menggunakan sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dan diberi aspirin. Sampel yang digunakan adalah mencit jantan (Mus musculus L) sebanyak 35 ekor mencit yang terbagi atas 7 kelompok. Analisa data menggunakan uji normalitas , repeated ANOVA , dan post hoc Tukey. Terdapat perbedaan sari buah kurma (Phoenix dactylifera) yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian sari buah kurma (Phoenix dactylifera) dan  aspirin  pada  tiap  kelompok  perlakuan  dengan  nilai p=0,030(p0.05). Kesimpulan penelitian ini  adalah  sari buah kurma (Phoenix dactylifera) efektif dalam pembekuan darah.
Pemberian Daun Pepaya (Carica papaya L.) dan Jahe Emprit (Zingiber officinale Rosc.) Efektif Menurunkan Tingkat Keparahan Dismenorea Kurniawan, Rizky; Yenita, Yenita
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i1.21554

Abstract

Abstrak: Lebih dari 50% wanita menstruasi di seluruh dunia dilaporkan menderita dismenorea, dengan 10-20% diantaranya mengalami nyeri hebat. Dilaporkan beberapa wanita dengan dismenorea primer tidak merespons pengobatan terhadap NSAID dan memiliki kontraindikasi terhadap obat-obatan ini. Oleh karena itu, para peneliti telah mencari berbagai pengobatan alternatif untuk mengurangi gejala dismenorea, salah satunya adalah dengan daun pepaya dan jahe emprit. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas pemberian Daun Pepaya dan Jahe emprit terhadap nyeri haid pada wanita dengan dismenorea. Penelitian ini berjenis kuasi eksperimental dengan rancangan desain pre-post-test control group design. Subjek penelitian berjumlah 21 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Hasil dari ketiga kelompok yang diberikan daun pepaya, jahe emprit dan asam mefenamat ketiganya mengalami penurunan nyeri yang berbeda signifikan. Perbedaan dari ketiga kelompok tersebut dibuktikan dengan pengujian One Way ANOVA didapatkan nilai P = 0.007. Pada akhir pengobatan, tingkat keparahan dismenorea menurun pada semua kelompok, dengan perbedaan yang signifikan. Tidak ada efek samping yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian Daun Pepaya dan Jahe Emprit efektif dalam menurunkan tingkat keparahan dismenorea primer pada wanita yang mengalami dismenorea primer.
Co-Authors Adelia Rachmita, Prima Adrial Adrial, Adrial Afdol Rahmadi Afriani Agus Arijanto Aldestra, Yudha Anggrainy, Fenty Anindita, Reza Yoga Aswiyanti Asri Aswiyanti, Asri Azzahra Saidah Ramadhani C. Catur Widayati Cintalia, Meivina Daan Khambri Daan, Khambri Dariyani, Nuriz Defrin Defrin Dharmaji Chowmas Dini Andri Utami Effendi, Hernita Etriyel Myh Fereshti Lailani Fika Tri Anggraini Hardian, Sonny Hardisman Harsby, Carmiyana Puja Hasmiwati Hendriani, Intania Dwiputri henny Mulyani Henny, Mulyani Herawati, Destiana Herdiansyah, Januar Hermafasya, Ayu Octarin Hidayat, Nur Latifah Alfaina Husna Yetti Husna, Yetty Ida Rahmah Burhan Iftahillah Ismet Ismet, Ismet Isra Thristy Johan Kurnianda Ketang Wiyono Khambri , Daan Latifah, Iklil Leonard, Randy liana, nana M.Yoga Sefia Nurindra Maisa, Kamilah Nada Mayorita, Pamelia Meilinda Meilinda Monika Muhammad Fajar Musyarifah, Zulda Nanda, Cici Bayu Nita Afriani Noza Hilbertina, Noza Noza, Hilbertina Nur Aristiani, Prita Nurfadly, Nurfadly Nursasi, Harnah Pasaribu, Ummi Rachmi Pemuda, Haris Purnamawati Hellen Widjaja Putri, Ratih Elsa R. Zuryati Nizar Rahman , Sukri Rahmatina B Herman Ratih Kusumawardani Ratna Purwaningsih Ria Oktavia Ria Oktavia Rizanda Machmud Rizky Kurniawan Rustam, Rony Salmiah Agus Salmiah Agus Saputra, Rizki Sari, Rini Purnama Sembiring, Ranggi Heryagung Septia Haryani Setiadi, Fredrick Setiawati, Yessy Sofie, Femmy Sondang, Nora Sophian, Alfi Sri Utaminingsih Suchitra, Avit Suryati Suryati Susetyowati Syamel Muhammad Syamsiar, Syamsiar Tofrizal Triani, Ririn Agus Utami, Dini Andri Vitro Darma Yusra Wijaya, Septihani Michella Wildanur, Sri Yadi Sutikno Yaslinda Yaunin Yulistini, Yulistini Yuniar Lestari Yusrawati Yusrawati Zulfiqar, Yevri