Articles
Peningkatan Pengetahuan Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Masyarakat Resiko Tinggi Melalui Pendidikan Kesehatan
Purqoti, Dewi Nur;
Baiq Rulli Fatmawati;
Zaenal arifin;
Ilham;
Zuliardi;
Harlina putri Rusiana
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LOSARI DIGITAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53860/losari.v4i2.108
Penyakit tidak menular (PTM) berdampak luas terhadap kesehatan dan sosial ekonomi, dan salah satu diantaranya adalah masalah biaya perawatan yang lebih tinggi. Selain itu PTM menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Beberapa penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian secara global diantaranya adalah diabetes mellitus, penyakit kardiovaskuler, kanker, dan penyakit pernafasan kronis. Menurut WHO PTM menjadi penyebab utama kematian di dunia, dimana pada tahun 2016 sebanyak 71% kematian disebabkan oleh penyakit tidak menular. Berdasarkan jenis penyakit penyebab kematian diantaranya adalah penyakit kardiovaskuler (31%), kanker (16%), penyakit pernafasan kronik (7%) dan diabetes mellitus (3%)(WHO, 2018). Data WHO juga menunjukan bahwa angka kematian akibat penyakit tidak menular di wilayah Asia Tenggara cukup tinggi yaitu sekitar 23% jika dibandingkan dengan negara eropa (17%) dan amerika (15%) Metode: Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pemberian pendidikan kesehatan tentang penyakit tidak menular dengan cara Ceramah dan membagikan leflet setelah itu dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi.. Simpulan: dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kesehatan dengan metode ceramah dan membagikan leflet dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular, sehingga masyarakat diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan terhadap PTM itu sendiri.
PERGESERAN PARADIGMA PESANTREN
Zaenal Arifin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 22 No. 1 (2011): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v22i1.57
Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang berperan penting dalam melestarikan dan mengembangkan ilmu-ilmu keislaman. Selain itu, pesantren berperan dalam pembentukan karakteristik umat Islam Indonesia. Pesantren dianggap sebagai semacam local genius karena keunggulannya dalam transmisi keilmuan maupun pelestarian tradisi. Selama Orde Baru, pesantren bersaing dengan sekolah-sekolah yang diakui oleh pemerintah. Selain itu, pola kehidupan manusia modern juga turut serta mempengaruhi eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional. Untuk mempertahankan eksistensinya, pesantren melakukan beberapa perubahan yang dianggap perlu, namun tetap menjaga tradisi-tradisi warisan masa lalu. Perubahan-perubahan yang dilakukan pesantren mencakup kurikulum, sistem pendidikan, dan orientasi pendidikannya.
PERILAKU KEPEMIMPINAN TRADISIONAL PESANTREN
Zaenal Arifin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.176
Kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari kata ‘kekuasaan’, karena kekuasaan merupakan modal untuk menjadi pemimpin. Arti kepemimpinan itu sendiri adalah proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuai dengan kehendak pemimpin. Sementara perilaku kepemimpinan dapat dikategorikan pada 2 (dua) kategori, yaitu perilaku yang perhatiannya pada hasil produksi, dan perilaku yang perhatiannya cenderung pada sumber daya manusia. Perilaku kepemimpinan tradisional atau yang sering disebut sebagai gaya kepemimpinan otoriter adalah perilaku kepemimpinan yang seringkali memberi lingkup yang sangat sempit terhadap kebebasan, kreatifitas dan inisiatif bawahan. Pihak bawahan selalu melakukan apa yang difatwakan oleh atasannya, pendapat dan inisiatif bawahan hampir tidak ada. Dan sekiranya bawahan mempunyai inisiatif dan potensi tinggi ia hanya cukup untuk menjalankan fatwa kiai.Sistem organisasi yang dicantumkan dalam bentuk formal tidak seluruhnya berpengaruh terhadap mekanisme kerja sehari-hari. Pemetaan sistem administrasi didominasi oleh fatwa kiai dan sangat jarang bersumber dari tugas dan fungsi jabatan yang ditetapkan dalam organisasi. Sifat hubungan kiai dan kariawan bawah dalam gaya kepemimpinan jenis ini menunjukkan tanda-tanda kekerabatan
EDUKASI DIIT YANG TEPAT UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA LANSIA DI DESA NARMADA LOMBOK BARAT
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Zaenal Arifin;
Istiana, Dian;
Fatmawati, Baiq Rulli;
Ilham;
Zuliardi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59024/jpma.v2i1.614
Non-communicable diseases (NCDs) are currently the biggest cause of death. According to WHO, NCDs are the leading cause of death in the world, where in 2016 as many as 71% of deaths were caused by non-communicable diseases. Based on the type of disease causes of death include cardiovascular disease (31%), cancer (16%), chronic respiratory disease (7%) and diabetes mellitus (3%).WHO data also shows that the mortality rate due to non-communicable diseases in the Southeast Asian region is quite high, which is around 23% when compared to European countries (17%) and America (15%), proper control of diit can reduce the incidence of NCDs. Method: This method of community service is carried out in the form of providing education about the right diit for non-communicable disease control by means of lectures and distributing leflets followed by questions and answers and discussion. Conclusion: from the results of the service, it can be concluded that the education provided can increase public knowledge about non-communicable diseases, so that the community is expected to be able to prevent and handle NCDs themselves with the right diit arrangements
EDUKASI PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA KASUS DM DI PUSKESMAS KARANG TALIWANG
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Dian Istiana;
Zaenal Arifin;
Baiq Ruli Fatmawati;
Ilham Ilham
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59024/jpma.v2i2.698
. Diabetes mellitus (DM) is one of the non-communicable diseases that are commonly found in society today, this disease has increased the number of cases very rapidly from year to year. Therefore, one intervention is needed to prevent and control DM, one of which is how to control blood sugar levels so that complications do not easily occur. Method: This community service method is carried out in the form of providing health education about controlling blood sugar levels and preventing complications in DM cases by means of lectures and distributing leflets after that followed by questions and answers and discussions. Results and Conclusions: from the results of the service, it can be concluded that Health Education with lecture methods and distributing leflets can increase public knowledge about controlling blood sugar levels and preventing DM complications, so that the community is expected to be able to implement blood sugar level control and prevention of complications in the DM case itself.
Munasabah Al-Qur'an with Textual Relation Approach Salwa M.S. El-Awwa: a Study of Surah Al-Qiyamah
Imam Maksum;
Zaenal Arifin;
Yor Hananta
JIE (Journal of Islamic Education) Vol. 9 No. 2 (2024): JIE: (Journal of Islamic Education) July-December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bangil in collaboration with Letiges & Association of Muslim Community in ASEAN (AMCA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52615/jie.v9i2.449
The qur'an is the word of Allah that has a mutually supportive relationship to convey divine messages with a complex arrangement and structure and is full of wisdom. The approach used by Salwa M.S. el-Awwa provides a new perspective on understanding munasabah by emphasizing the importance of in-depth textual analysis to find patterns and relationships between verses. This article describes El-Awwa's thoughts on understanding the meaning between verses through a rational textual approach. This study uses a qualitative approach with a library research method to analyze and understand the concept of munasabah in the qur'an, especially in surah al-qiyamah, using a textual relational approach developed by Salwa M.S. El-Awwa. Data collection techniques use two main methods. First, a literature review includes collecting and reviewing books, articles, and scientific works related to munasabah, a textual relational approach, and surah al-qiyamah, including the works of Salwa M.S. El-Awwa and other academic references. Second, a review of tafsir works, namely reviewing classical and contemporary tafsir. The results of this study refer to the al-qiyamah verse, which can be concluded that pragmatically, this verse explains how serious the consequences are for people who close themselves off from the Prophet's call
ANALISIS PENGARUH KETRAMPILAN KEWIRAUSAHAAN DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING: (Studi pada Universitas Muria Kudus)
Zaenal Arifin;
Sukirman, Sukirman;
Nurul Rizka
Jurnal Ilmiah Ekonomika & Sains Vol 3 No 1 (2022): JIESA: Jurnal Ilmiah Ekonomika & Sains: Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54066/jiesa.v3i1.350
Mahasiswa yang sebagai salah satu kelas intelektual di masyarakat sudah seharusnya menjadi pelopor dalam mengembangkan semangat kewirausahaan. Seiring dengan berkembangnya arus globalisasi, kewirausaan juga semakin menjadi perhatian penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yaitu kompetisi ekonomi global dalam hal kreativitas dan inovasi. Hal ini disebabkan karena organisasi - organisasi yang terampil sukses menghasilkan ide-ide baru, akan mendapatkan keunggulan bersaing dan tidak akan tertinggal di pasar dunia yang terus berubah dengan cepat. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analis AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ketrampilan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. (2) Jiwa kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. (3) Ketrampilan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. (4) Jiwa kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. (5) Motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. (6) Ketrampilan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha melalui motivasi berwirausaha.
PENERAPAN PRINSIP GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH di KOTA SURABAYA
Mas Rara Tri Retno Herryani;
Zaenal Arifin
Dinamika Hukum & Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): DINAMIKA HUKUM DAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300 KB)
|
DOI: 10.30737/dhm.v6i1.4667
ABSTRAKPertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya juga dipengaruhi oleh industriindustri asing terutama dalam property seperti dibangunnya Gedung pencakarlangit, mall, apartemen, plaza dan hodtel berbintang di setiap tahunnya. Sehinggasebagai kota besar, Kota Surabaya memiliki banyak permasalahan terutamamengenai lingkungan. Penelitian dilaksanakan melalui metode studi kepustakaanyaitu pendekatan normatif empirik yang menggabungkan data daripada bahanhukum primer berupa regulasi yang ada dengan kejadian-kejadian Hukum dankekuasaan merupakan dua hal yang berbeda namun saling mempengaruhi satu samalain. Konsep Good Environmental Governance menurut Nur Faisah dan Andi LuhurPrianto yaitu bagaimana kita mengelola dan berinteraksi dengan lingkungan dalambingkai konseptual. Environmental Governance menitikberatkan pada kebutuhanuntuk memahami dan mengelola adanya hubungan timbal balik atau feedbackekosistem anatara dengan sistem social. Di dalam Undang-Undang N0.32 tahun2004 tentang Pemerintahan Daerah juga menyatakan bahwa salah satu urusanpemerintah daerah provinsi dan Kabupaten/Kota adalah penegendalian lingkunganhidup termasuk permasalahan sampah.Kata Kunci : Prinsip, Good Environmental, Governance.
Penatalaksanaan Anestesi pada Operasi Orif E.C Fraktur Ankle pada Pasien dengan Fraktur Servikal
Zaenal Arifin;
IG Ngurah Rai Artika
Jurnal Komplikasi Anestesi Vol 1 No 2 (2014): Volume 1 Number 4 (2014)
Publisher : This journal is published by the Department of Anesthesiology and Intensive Therapy of Faculty of Medicine, Public Health and Nursing, in collaboration with the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy , Yogyakarta Special Region Br
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/jka.v1i2.5538
Latar Belakang. Fraktur cervical kira-kira terjadi ada 5-10% pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat dalam keadaan tidak sadar. Kebanyakan fraktur cervical tersebut terjadi pada 2 level. Sepertiga dari fraktur terjadi pada level C2 dan 2/3 lainnya terjadi pada level C6 atau C7.Kasus. Dilaporkan penatalaksanaan anestesi pada operasi ORIF terhadap seorang laki-laki umur 22 tahun dengan fraktur terbuka bimaleoler dari ankle kiri, dengan oedem cerebri dan fraktur cervical IV. Anestesi dilakuan dengan teknik blok saraf perifer yaitu kombinasi blok nervus femoralis dan blok nervus sciatik distal. Pada blok nerfus femoralis digunakan obat anetesi local berupa lidocaine 1% 20 cc dan pada blok nervus sciatik distal diberikan obat anestesi local berupa bupivacaine 0,5% isobaric 25 cc.Operasi berlangsung selama 3 jam 20 menit. Durante operasi hemodinamik stabil. Tekanan darah sistolik berkisar 100-125 mmHg, diastolic 65-80 mmHg, frekuensi jantung 70-95 x/menit. Perdarahan sekitar 100 cc dan urine output 200 cc. Post operasi pasien kembali ke bangsal
Analisis Komputasi Paralel pada Image Encoding Framework untuk Konversi Citra Data Deret Waktu Sistem Kontrol Industri
Helmy Rahadian;
Muhammad Rizalul Wahid;
Zaenal Arifin
Jurnal Teknologi Elektro Vol 22 No 2 (2023): (Juli - Desember) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/MITE.2023.v22i02.P06
Sensors in industrial control systems send a series of data each time, known as time series data, to the controller. The data contains important information for the controller to determine the control signal for the actuator. The appearance of anomalies in time series data can be detected using the Convolutional Neural Network (CNN) method utilizing image encoding techniques such as Gramian Angular Field (GAF) and Markov Transition Field (MTF). This technique converts time series data into images through data preparation, encoding, and conversion. Dividing extensive data into many smaller segments requires repeated encoding and conversion processes. Repeated processes that are done serially take a long time, which slows down the detection of anomalies and the responses that must be taken. This research applies parallel computation with Joblib and Mpire libraries on the GAF and MTF image encoding provided by the Python-based pyts library. The n_jobs configuration determines the number of CPU logical cores used to execute the program. According to the number of CPU logic cores of the computer, applying the value of n_jobs = 8 can save an average processing time of 63% (Joblib) and 49% (Mpire), which theoretically will be able to detect anomalies that occur at least every 62.73 ms (Joblib) and 86.20 ms (Mpire) compared to 167.51 ms in serial computing.