p-Index From 2021 - 2026
8.129
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Wanprestasi Developer dalam Jual Beli Kavling: Hilangnya Kepastian Hukum bagi Konsumen: Developer’s Default in Land Lot Sales: The Loss of Legal Certainty for Consumers Ade Irawan; Choirihi, Muchammad; Kukuh Sudarmanto; Zaenal Arifin
Journal Juridisch Vol. 3 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jj.v3i2.11504

Abstract

This study aims to analyze the forms of legal liability that developers must fulfill toward buyers of land lots situated on legally problematic land and examine the legal protection measures available to buyers in addressing such issues. The research is motivated by developers' growing practice of land lot sales that often lack guarantees of legal certainty, particularly when the land object is subject to administrative or legal disputes. This study uses a normative and sociological approach to explore the relationship between developers’ legal obligations and consumer protection in property transactions. The findings indicate that developers are legally required to fulfill contractual performance and provide restitution or compensation in breach cases, as stipulated in the Civil Code and the Consumer Protection Law. On the other hand, buyers are entitled to seek remedies through litigation and non-litigation channels, including the Consumer Dispute Settlement Board (BPSK). Developers’ liability is repressive and preventive, emphasizing the need to ensure the legality and dispute-free status of the land object before marketing. The implications of this study highlight the importance of strengthening regulatory frameworks, enhancing government oversight, and promoting consumer legal literacy to achieve legal certainty and fairness in property transactions.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban hukum yang harus dipenuhi oleh developer terhadap pembeli kavling tanah pada objek yang bermasalah secara hukum, serta menelaah upaya perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada pembeli dalam menghadapi permasalahan tersebut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya praktik jual beli kavling tanah oleh developer tanpa jaminan kepastian hukum, terutama ketika objek tanah masih berstatus sengketa administratif maupun yuridis. Penelitian menggunakan pendekatan normatif dan sosiologis untuk mengidentifikasi hubungan antara kewajiban hukum developer dan perlindungan hak-hak konsumen. Temuan menunjukkan bahwa developer berkewajiban memenuhi prestasi sesuai perjanjian pengikatan jual beli serta memberikan restitusi dan kompensasi apabila terjadi wanprestasi, sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Pembeli berhak menempuh upaya hukum melalui jalur litigasi maupun non-litigasi, termasuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Pertanggungjawaban hukum developer bersifat tidak hanya represif tetapi juga preventif, dengan memastikan legalitas dan bebas sengketa atas objek tanah sebelum dipasarkan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan regulasi, peningkatan pengawasan pemerintah, dan pemberdayaan konsumen melalui literasi hukum guna mewujudkan kepastian hukum serta keadilan dalam transaksi properti.
Restorative Justice dalam Hukum Ketenagakerjaan: Jalan Baru Perlindungan bagi Pekerja Harian: Restorative Justice in Labor Law: A New Path of Protection for Daily Workers Mahendra Hakim; Aisyah Nurhalizah; Endah Pujiastuti; Zaenal Arifin
Journal Juridisch Vol. 3 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jj.v3i2.12122

Abstract

This study examines the legal protection afforded to workers under Daily Work Agreements (Perjanjian Kerja Harian or PKH) in relation to compensation entitlement. The research is grounded in the growing vulnerability of PKH workers, who frequently lose their normative rights due to regulatory ambiguities exploited by employers. The urgency of this issue lies in the necessity to reinterpret labor law norms to achieve justice and fairness for daily workers. Employing a normative juridical method with statutory, conceptual, and comparative approaches supported by literature analysis, this study explores the alignment between legal doctrine and labor practices. The findings reveal that PKH workers continuously employed are de facto entitled to compensation equivalent to that of fixed-term contract workers (PKWT), yet many employers intentionally disregard this obligation. The novelty of this research lies in introducing restorative justice into labor law discourse, positioning compensation not merely as an administrative requirement but as a mechanism to restore workers’ rights and rebalance unequal industrial relations. The study concludes that progressive reinterpretation of labor regulations is essential, supported by the assertiveness of industrial relations judges in enforcing substantive justice. Strengthening labor inspection mechanisms, ensuring transparent PKH documentation, and enhancing workers’ legal literacy are crucial to achieving equitable and sustainable labor protection.   Penelitian ini mengkaji bentuk perlindungan hukum bagi pekerja dengan Perjanjian Kerja Harian (PKH) terkait hak atas kompensasi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya kerentanan pekerja PKH yang kerap kehilangan hak normatifnya akibat celah regulasi yang dimanfaatkan oleh pemberi kerja. Urgensi penelitian terletak pada perlunya penafsiran ulang terhadap norma hukum ketenagakerjaan untuk mewujudkan keadilan dan keseimbangan bagi pekerja harian. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan tinjauan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif yang didukung oleh studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja PKH yang dipekerjakan secara terus-menerus pada hakikatnya (de facto) berhak atas kompensasi yang setara dengan pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), namun banyak pemberi kerja yang dengan sengaja mengabaikan kewajiban tersebut. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan konsep restorative justice dalam hukum ketenagakerjaan, yang menempatkan kompensasi bukan semata sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai instrumen pemulihan hak dan penyeimbang relasi industrial yang timpang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reinterpretasi progresif terhadap regulasi ketenagakerjaan perlu dilakukan, disertai keberanian hakim hubungan industrial dalam menegakkan keadilan substantif. Penguatan mekanisme pengawasan ketenagakerjaan, transparansi dokumentasi PKH, serta peningkatan literasi hukum pekerja menjadi langkah penting untuk mewujudkan perlindungan ketenagakerjaan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Determinasi Kinerja Karyawan Berbasis Lingkungan Kerja, Kompensasi, dan Keterampilan Kerja: Kasus PT Indonesia Morowali Industrial Park Siadi Siadi; Mansyur Ramly; Zaenal Arifin
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimak.v4i2.4730

Abstract

This associative study aims to analyze the influence of work environment, compensation, and work skills on employee performance at PT Indonesia Morowali Industrial Park. This study involved 100 employees of PT Indonesia Morowali Industrial Park who were selected using the Slovin formula. Data collection was carried out using an instrument in the form of a questionnaire, the answers of which were evaluated using a Likert scale. The data that had been obtained were then analyzed using a multiple linear regression approach to determine the relationship between the variables studied. The results of the study suggest that the work environment has a positive and significant effect on employee performance. Likewise, compensation has a positive and significant impact on employee performance. Furthermore, work skills have a positive and significant effect on improving employee performance. Following up on these findings, management is advised to strategically focus attention on the work environment, compensation, and skills development through a supportive work climate, fair compensation, and ongoing training to improve employee performance and company competitiveness.
Identifikasi Faktor Risiko Melalui Finnish Diabetes Risk Score Sebagai Prediktor Risiko Terjadinya Diabetes Mellitus Tipe 2 Zaenal Arifin; Ilham; Baiq Ruli Fatmawati; Hapipah; Istianah
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v11i1.2023.453

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia yang kasusnya terus mengalami peningkatan. Upaya pengendalian faktor risiko sejak dini dapat mencegah terjadinya diabetes melitus dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi  dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang menjadi prediktor terjadinya diabetes mellitus di masa yang akan datang. Pengambilan data dalam penelitisn ini menggunakan instrumen Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang telah tervalidasi yang terdiri dari delapan komponen yaitu usia, indeks masa tubuh, lingkar pinggang, aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, penggunaan obat antihipertensi, riwayat kadar glukosa darah dan riwayat diabetes mellitus dalam keluarga. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 repsonden. Hasil dari identifikasi faktor risiko dengan menggunakan FINDRISC terhadap  30 responden didapatkan hasil sebagai berikut responden dengan kategori rendah sebanyak 12 orang  (40%), responden pada kategori sedikit meningkat yaitu sebanyak 13 orang (43,3%),  responden dengan kategori menengah sebanyak 2 orang (6,66%) dan responden dengan kategori tinggi sebanyak 3 orang (10%). Berdasarkan hasil tersebut dapat menjadi perhatian dan kewaspaan dari responden untuk melakukan upaya pencegahan sedini mungkin guna menghindari terjadinya diabetes mellitus dan komplikasi diabetes mellitus pada 10 tahun mendatang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA PUTRA KELAS V SDN PEUSAR TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Dicky Cahyadi; H. Yusep Mulyana; Zaenal Arifin
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 9 No 2 (2025): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar shooting dalam permainan sepak bola pada siswa putra kelas V SDN Peusar pelajaran 2024/2025. Penulis mencoba menerapkan salah satu model pembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut yaitu model pembelajaran inkuiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besarnya pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar shooting dalam permainan sepak bola pada siswa putra kelas V SDN Peusar tahun pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah model eksperimen dengan memberikan perlakuan pembelajaran inkuiri dalam permainan sepak bola dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri pada sampel penelitian. Adapun yang menjadi sampel penelitian adalah 12 orang siswa putra kelasV SDN Peusar. Instrumen yang digunakan adalah tes shooting dalam permainan sepak bola. Berdasar hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: 1. model pembelajaran inkuiri memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar shooting dalam permainan sepak bola pada siswa putra kelas V SDN Peusar tahun pelajaran 2024/2025. dan 2. model pembelajaran inkuiri memiliki pengaruh cukup besar terhadap hasil belajar shooting dalam permainan sepak bola pada siswa putra kelas V SDN Peusar tahun pelajaran 2024/2025. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata tes awal 11,67 dengan simpangan baku 4,29 sedangkan nilai rata-rata tes akhir 15,00 dengan simpangan baku 4,34. Hal tersebut menunjukkan bahwa besarnya pengaruh yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata yang dicapai oleh sampel setelah mendapat perlakukan berupa penerapan model pembelajaran Inkuiri dalam pembelajaran shooting dalam permainan sepak bola sebesar 3,33 dengan simpangan baku 2.14. Sedangkan untuk uji Wilcoxonnya diperoleh W hitung 0 dan w tabel 13. Sehingga berdasarkan kriteria pengujian diperoleh hasil Ho ditolak. Adapun peningkatannya 35% berada pada klasifikasi sedang.
ANALISIS PENGARUH KETRAMPILAN KEWIRAUSAHAAN DAN JIWA KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING: (Studi pada Universitas Muria Kudus) Zaenal Arifin; Sukirman, Sukirman; Nurul Rizka
Jurnal Ilmiah Ekonomika & Sains Vol 3 No 1 (2022): JIESA: Jurnal Ilmiah Ekonomika & Sains: Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jiesa.v3i1.350

Abstract

Mahasiswa yang sebagai salah satu kelas intelektual di masyarakat sudah seharusnya menjadi pelopor dalam mengembangkan semangat kewirausahaan. Seiring dengan berkembangnya arus globalisasi, kewirausaan juga semakin menjadi perhatian penting dalam menghadapi tantangan globalisasi yaitu kompetisi ekonomi global dalam hal kreativitas dan inovasi. Hal ini disebabkan karena organisasi - organisasi yang terampil sukses menghasilkan ide-ide baru, akan mendapatkan keunggulan bersaing dan tidak akan tertinggal di pasar dunia yang terus berubah dengan cepat. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analis AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ketrampilan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. (2) Jiwa kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. (3) Ketrampilan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. (4) Jiwa kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berwirausaha. (5) Motivasi berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. (6) Ketrampilan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha melalui motivasi berwirausaha.
TAFSIR GENDER DAN PERAN PENDIDIKAN ISLAM BAGI PEREMPUAN DI ZAMAN KOLONIAL Nasri, Ulyan; Nasirin; M. Mizanul Haq; Undiadi; Nurdiah; Zaenal Arifin; Multazam Hajras
GAHWA Vol. 3 No. 2 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v3i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji skrip emansipasi perempuan melalui tafsir gender dan peran pendidikan Islam pada masa kolonial di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-kritis dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap arsip, karya tokoh, dan literatur sejarah. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola tafsir dan strategi pendidikan yang digunakan tokoh-tokoh Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Rahmah el-Yunusiyyah di Padang Panjang, dan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Lombok—yang mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI)—telah menyusun skrip emansipasi berbasis Islam melalui pendidikan bagi perempuan. Mereka menafsirkan ajaran Islam secara progresif dan kontekstual sebagai basis perjuangan kesetaraan. Kesimpulannya, pendidikan Islam pada masa kolonial bukan hanya sarana dakwah, tetapi juga alat pemberdayaan perempuan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reinterpretasi ajaran Islam yang inklusif untuk mendukung perjuangan gender masa kini. Emansipasi perempuan Muslim bukanlah produk Barat semata, tetapi bagian dari khazanah perjuangan Islam Nusantara.
Wanita, Keluarga dan Hak Asasi Manusia dalam Islam Zaenal Arifin; Moh. Romli
Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD) Vol. 2 No. 2 (2024): Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Prof Gayus Lumbuun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61234/ahd.v2i2.71

Abstract

There are two relationship among three elements of woman, household ang human right in Islam. First relationship reflecting the woman between household and carrier. A woman (wife) has right and opportunity to realize her carrier with on necaligence of function and consequences (in household) as also man/husband is obliged to carry on his function as social people/member who permanently paying attention to function of his family/household. Furthermore, second relationship reflecting the woman with her human right such as no difference of man and woman are merely to worship Allah. Almighty, right to divorce husband and the others relating to the human right.
Otonomi dan Pembangunan Daerah; Sebuah Kajian Teoritis Zaenal Arifin; Nuno Guil Hermino Pacheco Magno
Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD) Vol. 2 No. 2 (2024): Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Prof Gayus Lumbuun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61234/ahd.v2i2.72

Abstract

Regional development and autonomy is two achievement today. The aim and effort of development can be realized well, it is necessarily needed that regional development also endeavor to develop and strengthening regional government. Most important development element to rise regional autonomy, that is institutional capacity and preparation of manpower provided espedially apparatuses of regional government and local finance to exploit income recources of own region. Enchaneement of institutional structure of regional government is necessarily implemented trought: (I) development of structure and functional position, (II) ranking of carrier and duty which is needed and (III) simplication of government for relationship of development in region strata I and II. The other viewpoint, grassroots democracy will rise when democracy is supported by hearted participation of people and based on consciousness of right and obligation as citizen of a state in Unity which favorably enchancement of own initiative and knowing national diversity.
Makna Sentralisasi, Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Medebewin dalam Otonomi Daerah di Indonesia Zaenal Arifin; Drajat Wahyu Sasongko
Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD) Vol. 2 No. 2 (2024): Advokasi Hukum & Demokrasi (AHD)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Prof Gayus Lumbuun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61234/ahd.v2i2.73

Abstract

All this time latter, there is tendency that the interpretation of regional or local autonomy is used by the concerned authority to launch manpower of arrogance over his local power to against central government psychologically. Meanwhile he arises vested interest of the powerful authority where people would be sacrificed. So this problem must be expressed in mind by every official either in region or in central government because the existence of regional/local autonomy merely for people, not opportunity to disintegrate unitary state of Republic of Indonesia, but constitutes responsive reality of unifotmily and regional/local sources and resources which must be utilized in mazimum either for advancement or development regionally and actually in frame of unity of Indonesia.
Co-Authors A. Nurul Azizah Ar Ade Irawan Agan Sutanto Ah. Fawaid Ah. Fawaid Ahmad Badi' Ahmad Fatikhul Udin Aisyah Nurhalizah Akbar Dafi Isworo Putra Amalia Amalia Amar, Saiful Ambar Murnawati Amelia Fadilah Amelia Fadilah Anas Hidayat Andi Achmad Zulkarnaen Aries Jehan Tamamy Arif Rahindra Arry Dwi Syahputra Ary Tara Rosita Asep Muladi Asmana, Arezqi Tunggal Asokawati, Dewinta Atsqbit, Aqid Attar Aulia, Chanda Babun Suharto Bahmid Bahrul Baik Heni Rispawati Baiq Rulli Fatmawati Baiq Rully Fatmawati Choirihi, Muchammad Christina Diah Wijayanti Dadang Budi H Dede Monika Dewi Nursukma Purqoti Di Angelo Fellest Hyaning Sabda Dian Istiana Dian Istiana Dian Kasoni Dian Septiandani Dicky Cahyadi Drajat Wahyu Sasongko Endah Pujiastuti Endang Setyowati Farsya Azzahra Fatmawati, Baiq Ruli Gunawan Setiadi Guntur Marsudi H. Yusep Mulyana Hadi Wuryandanu Hapipah Harir, Moh Harum Silvia Kusuma Putri Helmy Rahadian Heriawan Herlina, Siskha Maya IG Ngurah Rai Artika ILHAM Illman Imam Maksum Imanuel Kurniawan Arif Soetedjo ISTIANAH Jalaluddin Jamali, Raihan Hafidz Kadi Sukarna Kasnaeny Karim Kukuh Sudarmanto Liesnaningsih Liesnaningsih Lolita Endang Susilowati M. Mizanul Haq Mahendra Hakim Mahrup Maman Suparman Mansur Ma’Shum Mansyur Ramly Mansyur, Masykur H. Mas Rara Tri Retno Herryani Megawati Mennix Hamonangan Miftah Arifin Mochamad Haris Candra Purnama Moh Thamsir Moh. Romli Mohammad Aulia Muaffa, Aulia Muhamad Maimun Muhammad Ary Rafly Alif Muhammad Junaidi Muhammad Rizalul Wahid Muhammad Zul Efendi Manurung Multazam Hajras N. Fathurrohman Nanggara Ricky Ardian Nasirin Niken Astuti, Niken Nuno Guil Hermino Pacheco Magno Nunung Nuryani Nurdiah Nurdiana Handayani Nurlathifah, Nailah Nurul Rizka Puri Pratami Ardina Ningrum Purqoti, Dewi Nur Rahmat Kurniawan RAHMAT ZUBANDI THAHIR Ramdhania, Nur Aisyah Risyda Aini Khoerunnisa Rohmat Taufiq Rusiana, Harlina Putri Saharul Alim Siadi Siadi Siti Wahyuni Soegianto Soegianto Soegianto, Soegianto Sri Utaminingsih St. Sukmawati S. Sukirman Sukirman Sukrisno, Wijayono Hadi SULISTIYANI SULISTIYANI Supriyadi Supriyadi Supriyadi Sutowo, Shahaby SUTRISNO Syaifuddin Zuhri Syauqi Amani Syifa Tiara Selvia Putri Tisna Amijaya Umminingsih Undiadi Utomo, Atok Dadyo Yeyen Yor Hananta Zainul Muttaqin Zuliardi, Zuliardi