Claim Missing Document
Check
Articles

Mengungkap Makna Sejarah Nama Tempat: Studi Toponimi dan Pengaruh Kolonial di Asia dalam Manuskrip Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 Sumarlina, Elis Suryani Nani; Pawestri, Wening; Darsa, Undang Ahmad; Permana, Rangga Saptya Mohamad; Sudardi, Bani; Rasyad, Abdul
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i2.29934

Abstract

The study of toponymy and colonial influences in Asia in the SN manuscript is useful for making significant contributions to the understanding of toponymy, colonial influence, and historical context in Asia, especially through the lens of the Serat Ngelmu Bumi Asia 1860 manuscript. The purpose of this study is to analyze the history of place names that have been influenced by colonialism. Which places are written in the SNBA manuscript, namely a manuscript containing the geographical conditions of the Asian continent in 1860.  The methods used in this study are literature study, philological research methods, and toponymy studies. The results of this study indicate that place names in Asia, especially those recorded in the SNBA manuscript of 1860, reflect significant colonial influence. Many place names recorded in the SNBA manuscript, such as India Depan, India Belakang, and Ceylon, show changes that occurred due to decolonization and foreign cultural influences. Changes in place names often reflect the dominance and political interests of the colonizers. The colonizers used new names or changed place names to show their power. The use of foreign languages ​​in place naming, often derived from the language of the colonizer, influences the way place names are identified and used.
Studi Sejarah dan Budaya Lombok (Tinjauan Buku) Rasyad, Abdul; Murdi, Lalu
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 1 No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v1i1.583

Abstract

Tulisan ini merupakan resensi dari buku yang berjudul “Studi Sejarah dan Budaya Lombok. Secara umum buku ini mencoba menjelaska tentang budaya masyarakat Sasak-Lombok. Masyarakat Sasak dijelaskan dalam perspektif budayanya dan menunjukkan bahwa budaya pada masyarakat Sasak masih terjaga dengan baik. Perlu menjadi catatan dalam buku ini adalah kepustakaan yang menjadi acuan. Artinya, kepustakaan yang digunakan belum begitu menunjukkan kualitas yang sesungguhnya.
Eksistensi Tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Lombok Timur (Suatu Tinjauan Sejarah Budaya) Rasyad, Abdul; Hanapi, Hanapi
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 1 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v1i2.588

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah; (1) Untuk mengetahui sejarah Tradisi Jati Suara dalam acara khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur  Kabupaten Lombok Timur; (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan Tradisi Jati Suara dalam acara khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur; dan (3) Untuk mengetahui dampak tradisi Jati Suara terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah dalam pengertian yang lebih umum adalah penelitian suatu atas masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari perspektif historis. Peneliti menggunakan metode sejarah, karena dalam penelitian ini mengkaji eksistensi tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Metode sejarah merupakan cara atau teknik dalam merekonstruksi peristiwa masa lampau melalui empat tahapan kerja, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.
Analisis Wacana Al-Qur’an Suroh Al-A’raf Ayat 25 Sebuah Fenomena Kematian Chaer, Hasanuddin; Sirulhaq, Ahmad; Rasyad, Abdul
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v4i2.4239

Abstract

Reinkarnasi adalah salah satu fenomena yang selalu menghasilkan kontroversi besar. Sementara beberapa orang berdasarkan pengalaman pribadi yakin akan kemungkinannya, beberapa yang lain langsung mengkritisi hal itu. Artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif, informasi data dari struktur wacana ayat-ayat al-Qur’an yang terkait dengan objek kajian, data tersebut dianalisis, ditafsirkan dan kemudian kami simpulkan. Tujuan artikel ini untuk mengkontekstualisasikan fenomena kematian didalam wacana al-Qur’an suroh al-A’raf ayat 25 dalam kerangka Islam ortodok dan merekonsiliasi antara dua pandangan yang berbeda Hindu dan Islam tentang reinkarnasi.
RETORIKA ALQURAN SEBAGAI PEMBELAJARAN BAHASA Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; Sirulhaq, Ahmad
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retorika adalah seni berbahasa atau ilmu meyakinkan orang lain dengan menggunakan kata-kata secara efektif dalam berbicara atau menulis. Artikel ini membahas ayat-ayat al-Qur’an yang menggunakan gaya bahasa retoris. Retorika ayat-ayat ini mempengaruhi pikiran dan hati para pendengar dan pembaca al-Qur’an. Tujuan artikel ini adalah membahas aspek-aspek retorika ayat Al-Qur’an dan menganalisis kualitas makna yang dimilikinya. Artikel ini menggunakan metode kajian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan analisis induktif yang berfokus pada makna ayat yang memberikan tambahan makna retorika yang tak dapat ditiru. Hasil penelitian menjelaskan bahwa retorika al-Qur’an memiliki peran yang sangat vital dalam mengkaji dan mencermati makna ayat dalam al-Qur’an. Hal ini dimaksudkan untuk menyingkap kualitas makna kognitif retorika al-Qur’an yang merupakan sumber wacana kebahasaan. Melalui pemahaman retorika al-Qur’an, pembaca tidak hanya menggunakan sebagai seni memahami makna ayat al-Qur’an atau meyakinkan orang lain tetapi lebih dari itu sebagai ilmu logika bahasa, filsafat, hukum dan juga agama serta argumentasi ilmiah dalam berkomunikasi. 
KATA 'SĀFĀR' DALAM PERSPEKTIF SUFI: KAJIAN TERHADAP METAFORA KONSEPTUAL GEORGE LAKOFF Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; Mari'i, Mari'i; Hidayat, Rahmat; Susanti, Pipit Aprilia; Riyanto, Andra Ade
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v8i2.22510

Abstract

This article delves deeply into the essence of the word 'Sāfār' from a Sufi perspective, utilizing the conceptual metaphor framework developed by George Lakoff. The research aims to uncover the philosophical and spiritual meanings contained within the word 'Sāfār' in the context of Sufi tradition, and how the use of conceptual metaphor can deepen our understanding of Sufi mystical journeys. Within Lakoff's "The Path Traversed-If Possible/Not Possible" conceptual framework, the article explores the dynamics between the Source Domain and the Target Domain in the metaphor of 'Sāfār'. This research applies George Lakoff's conceptual metaphor method to interpret the literal meaning of the word 'Sāfār' within the spiritual Sufi framework into a metaphorical meaning. To understand this phenomenon, the research is conducted through three stages: First, data collection, in which researchers gather literal words of 'Sāfār' from the texts of the Qur'an and Sufi manuscripts. Second, data analysis, in which researchers observe, analyze, and understand the literal meaning of the word 'Sāfār' in the Qur'anic texts, and connect it with metaphorical meanings. Third, data conclusion, where researchers understand and interpret the meaning from the source domain to the target domain of the metaphor of the word 'Sāfār' in the context of Sufi spiritual journey. Findings from this research indicate that a metaphorical understanding of the term 'Sāfār' can provide new insights and broader perspectives on spiritual, philosophical, and cognitive linguistic experiences. This is because the research highlights the complexity of dynamics between the source domain and the target domain in the process of metaphorical interpretation.
Metaphorical Symbols in Qur'anic Discourse: A Cognitive-Linguistic Analysis Chaer, Hasanuddin; Rasyad, Abdul; Sukri, Sukri; Efendi, Mahmudi; Yaqin, Lalu Nurul
Suhuf: International Journal of Islamic Studies Vol. 37 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/suhuf.v37i2.12081

Abstract

This article examines the relationship between language, thought, and religious experience in Islamic theology using George Lakoff’s cognitive linguistic framework. Focusing on theological metaphors in selected Qur’anic verses, Al-Baqarah 255 (Ayat al-Kursi), An-Nur 35, Ibrahim 24–25, Al-Hadid 13, and Ar-Ra’d 28, it applies conceptual metaphor theory to reveal how the Qur’an conveys theological and spiritual meanings through cognitive structures. The study proceeds in four stages: identifying and categorizing Qur’anic theological metaphors; analyzing their structure and function through cognitive linguistics; exploring how metaphor links language with religious thought; and interpreting the results to assess their theological significance. The findings show that Qur’anic metaphors transform abstract theological concepts into concrete, accessible ideas, deepening Muslims’ spiritual understanding. This research contributes to cognitive linguistics and religious studies by demonstrating how metaphor serves as a bridge between divine revelation and human cognition. Future studies could develop cognitive linguistic approaches for teaching theology, emphasizing metaphor as a key tool for conceptual and spiritual comprehension.
Pembelajaran Flashback Berbasis Bahan Ajar Sejarah Lokal Untuk Membentuk Kesadaran Sejarah Siswa Abdul Rasyad
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 5 No 2 (2019): Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v5i2.3261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi produk pendekatan pembelajaran flashback berbahan ajan sejarah lokal dapat menumbuhkembangkan kesadaran sejarah siswa SMA. Pada penelitian tahun ke-1 telah dihasilkan kebutuhan sekolah pada bahan ajar berbasis sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah dan bahan ajar yang memuat tentang pendekatan pembelajaran flashback berbasis bahan ajar sejarah lokal. Penelitian ini dilakukan di 3 (tiga) SMA di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dimana tahap dilakukan melalui tahapan yaitu; studi pendahuluan; pengembangan desain pendekatan pembelajaran dan bahan ajar, uji coba produk; dan diseminasi. Penelitian ini dilakuakan dengan model Penelitian Tindakan Kelas pada 3 (tiga) SMA di Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dimana dalam melakukan analisis data merujuk pada komponen yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran flashback berbasis bahan ajar sejarah lokal berada pada level baik.  Data aktivitas siswa menunjukkan 75% siswa aktif dalam pembelajaran dengan kategori baik dan dari 20 item data obeservasi yang dilakukan untuk guru menghasilkan 19 item telah dilaksanakan guru. Siswa memberikan respon yang variatif dimana analisis terhadap respon siswa menunjukkan 25% sangat setuju, 75% setuju. Data hasil kerja siswa menunjukkan bahwa terjadi peningkatan wawasan ilmu dan kesadaran sejarah serta kemampuan menjawab keterkaitan materi ajar dengan kehidupan nyata. Adapun guru memperlihatkan pemahaman baik terhadap keterkaitan antara bahan ajar dengan kemampuan menjelaskan materi dengan baik. Bahan ajar yang telah dikembangkan sangat menarik dan sangat relevan menambah wawasan guru dan siswa terutama dalam menumbuhkembangkan kesadaran sejarah siswa.
Pendidikan Agama Sebagai Branding di Media Sosial Arif Al Anang; Ahmad Husein; Abdul Rasyad
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v6i2.3273

Abstract

Pendidikan agama adalah salah satu kebutuhan spiritual masyarakat. Di era kemajuan teknologi dan sains yang begitu pesat. Pendidikan agama tidak bisa ditinggalkan masyarakat karena dengan agama masyarakat akan menjadi bermoral dalam hidup. Kemajuan suatu bangsa dan Negara dilihat dari sistem pendidikan, kemajuan pendidikan barat sudah sangat jauh meninggalkan pendidikan keagamaan di Indonesia, para modernis membuat suatu pendidikan model baru mendapat sambutan positif. Modernisasi pendidikan Islam menjadi Branding di tengah kalangan masyarakat Indonesia, Branding yang ditawarkan adalah program unggulan seperti tahfizh al-Qur’an yang dipromosikan di media sosial (faceebook).
Local Expertise the Baduy Indigenous Community as a Literacy Reference in The Millennium Era Elis Suryani Nani Sumarlina; Rangga Saptya Mohamad Permana; Undang Ahmad Darsa; Ganjar Kurnia; Abdul Rasyad
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 1 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i1.25131

Abstract

Every ethnic group has inherited local cultural wisdom from their predecessors. Similarly, the Sundanese people's riches include a wide range of great ideas, religious systems, and perspectives on life. This local wisdom can be utilized as a reference for the next generation, as it is still relevant to modern millennial life. One is related to the habits, traditions, and religious systems practiced by the Baduy traditional community. This indigenous wisdom is reflected in rituals and traditions that the community still follows and fiercely adheres to. This is inextricably linked to their belief system. Baduy society's beliefs are based on Sundanese Wiwitan teachings. The existence of these teachings is intimately related to the customs. This page also seeks to reveal the calculation and calendar system, which will serve as a reference and guideline for 'kolénjér' and 'literature' calculations. This study employs both descriptive analytical research methodologies and multidisciplinary cultural study methods, such as ethnography, social anthropology, communication, and oral traditions. The findings can disclose practices, traditions, religious systems, calculations, and calendars that have previously been hidden and unknown to individuals outside Baduy and are generally significantly different from other belief systems. The findings of this study can be used as a literacy resource for other scientific domains in a multidisciplinary context.