Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI PERSPEKTIF KONSTRUKTIVISME SOSIAL VYGOTSKY DI SMPN 01 BULULAWANG Gumilang, Mochammad Galih; Trisakti, Trisakti; Yanuartuti, Setyo
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26075

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Seni Budaya di SMPN 01 Bululawang melalui perspektif konstruktivisme sosial Vygotsky. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru Seni Budaya, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kompetensi Seni Budaya di sekolah tersebut disusun secara berjenjang sesuai dengan konsep Zona Perkembangan Proksimal (ZPD). Lebih lanjut, di dalam kegiatan belajar mengajar ditemukan penerapan prinsip-prinsip konstruktivisme sosial melalui interaksi, pembimbingan bertahap (scaffolding), serta penggunaan alat mediasi budaya dalam bentuk bahan ajar sederhana. Namun, efektivitas implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan sarana prasarana, rendahnya apresiasi mata pelajaran seni dari berbagai pihak, serta kesenjangan pemahaman konseptual siswa. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan gambaran dinamika pembelajaran Seni Budaya dalam transisi Kurikulum Merdeka dan menawarkan perspektif teoretis untuk pengembangan praktik pembelajaran yang kontekstual.
Implementasi Kurikulum Merdeka Pendekatan “Deep Learning” dalam Pembelajaran Ilustrasi Digital di SMA Emil Tegar Salas Efendi; Yanuartuti, Setyo; Suryandoko, Welly; Sabri, Indar
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i1.6570

Abstract

The Merdeka Curriculum at this time has carried a new approach, namely deep learning that focuses on three principles: full of awareness, meaningful, and encouraging. This paper aims to describe the implementation of the Independent Curriculum with a Deep Learning approach on digital illustration drawing materials at SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya. The focus of the study is directed to the planning, learning process, and assessment applied by fine arts teachers in grade XII phase F. Writing uses a qualitative method with a case study approach through interview, observation, and documentation techniques. The results of the writing show that teachers have been able to translate the in-depth learning framework that includes the dimensions of graduate profiles, learning principles, learning experiences, and learning frameworks into digital illustration learning activities in a systematic manner. The learning plan is prepared through the determination of the element of "creating", with the selection of materials that are relevant to the needs of the times, and has been integrated with digital media in the form of the Ibis Paint application. The learning process takes place through seven stages ranging from introduction, materials, concept design, sketching, digitization, printing, to reflection. Each stage demonstrates the application of the principles of deep learning: mindful, meaningful, and exhilarating. Assessments are carried out authentically through initial, formative, and summative assessments that emphasize the process and progress of student learning.
Classical Guitar Learning At Gracia Music Course Kediri Putra A.I.M, Ega; Yanuartuti, Setyo
Journal of Pedagogi Vol. 1 No. 4 (2024): Journal of Pedagogi - August
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/f28ef465

Abstract

This study aims to describe the background of Gracia Music Course, the classical guitar learning process conducted, the teaching methods applied by the instructor, and the assessment system in place. This research uses a descriptive qualitative method with the object of the study being classical guitar learning at Gracia Music Course, specifically grade 2 attended by Garvin with instructor Paulus Rudy. The research was conducted at Perumahan Puri Indah Blok A No. 01, Pare, Kediri. Primary data sources were obtained from the founder and instructor, while secondary data included documents and digital references. Data was collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed using data collection, reduction, presentation, and conclusion techniques. The results show that Gracia Music Course was established to provide quality music education with a focus on classical instruments. The learning process is systematically and structurally designed, encompassing preliminary, core, and closing stages. The teaching methods include lectures, demonstrations, Q&A sessions, and drills. Evaluation is conducted on a micro scale at each meeting and on a macro scale every two months through grade advancement exams. The assessment system covers cognitive, affective, and psychomotor aspects to ensure students' mastery of the material.
Pelatihan Penerapan Pembelajaran Mendalam dalam Penyusunan Perangkat Ajar Seni Budaya bagi Guru SMP Se-Kota Blitar Sabri, Indar; Yanuartuti, Setyo; Djatiprambudi, Djuli; Yuwana, Setya; Handayaningrum, Warih; Basri, Syaiful Qadar; Muhammad, Anbie Haldini
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21317

Abstract

Pendahuluan: Guru seni budaya di Kota Blitar masih menghadapi keterbatasan dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada keterlibatan aktif siswa dan higher order thinking skills (HOTS). Berdasarkan asesmen diagnostik awal, hanya 3 dari 26 guru (11,53%) yang memiliki pemahaman yang sesuai dengan konsep pembelajaran mendalam. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi di beberapa sekolah mitra dan rendahnya kemampuan menyusun perangkat pembelajaran inovatif turut menjadi hambatan utama. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya MGMP Kota Blitar dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam melalui pelatihan tiga hari dan pendampingan reflektif. Metode: Blended Learning dan pendampingan reflektif berbasis model coaching for reflective teaching. Hasil: Setelah pelatihan, sebanyak 46,15% berhasil menyusun perangkat pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran mendalam, berpusat pada siswa, HOTS, asesment autentik, dan ruang refleksi belajar. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman awal guru serta mendorong sebagian peserta menyusun perangkat pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif siswa.
ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MELALUI PERSPEKTIF KONSTRUKTIVISME SOSIAL VYGOTSKY DI SMPN 01 BULULAWANG Gumilang, Mochammad Galih; Trisakti, Trisakti; Yanuartuti, Setyo
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.26075

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Seni Budaya di SMPN 01 Bululawang melalui perspektif konstruktivisme sosial Vygotsky. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru Seni Budaya, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kompetensi Seni Budaya di sekolah tersebut disusun secara berjenjang sesuai dengan konsep Zona Perkembangan Proksimal (ZPD). Lebih lanjut, di dalam kegiatan belajar mengajar ditemukan penerapan prinsip-prinsip konstruktivisme sosial melalui interaksi, pembimbingan bertahap (scaffolding), serta penggunaan alat mediasi budaya dalam bentuk bahan ajar sederhana. Namun, efektivitas implementasinya masih terhambat oleh keterbatasan sarana prasarana, rendahnya apresiasi mata pelajaran seni dari berbagai pihak, serta kesenjangan pemahaman konseptual siswa. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan gambaran dinamika pembelajaran Seni Budaya dalam transisi Kurikulum Merdeka dan menawarkan perspektif teoretis untuk pengembangan praktik pembelajaran yang kontekstual.
Traditional Dance Training as An Effort to Introduce Indonesian Culture to Thai Students Trisakti, Trisakti; Yanuartuti, Setyo; Anggoro, Raden Roro Maha Kalyana Mitta
Javanologi: International Journal of Javanese Studies Vol 8, No 1 (2024): Javanologi Volume 8 No. 1: December
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v8i1.95192

Abstract

Traditional dance training activities for Thai students specifically aim to introduce Indonesian arts and culture on the international stage. This activity is motivated by the important role of relations between universities and society, especially people abroad. Community Service which uses traditional dance as an object of training material has an important role as an effort to preserve traditional or local culture, respect traditional values, and develop local cultural potential, especially in traditional arts. The dance training which was attended by 12 (twelve) universities in Thailand with 166 training participants was held at the Bangkok Indonesian School Sports Building in Thailand. The aim of traditional dance training is to introduce Indonesian culture to Thai students. Traditional dance training methods use demonstration and practice methods.