p-Index From 2021 - 2026
7.637
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Jurnal Kesehatan Masyarakat Program Kreativitas Mahasiswa - Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN (Journal of Environmental Health) Jurnal Biometrika dan Kependudukan (Journal of Biometrics and Population) The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Islamic Guidance and Counseling Journal Jurnal Kesehatan Medical Technology and Public Health Journal Community Development Journal Human Care Journal Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Lebesgue : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika dan Statistika Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology Jurnal Promotif Preventif Window of Public Health Journal Journal of Health Community Service Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat KESANS : International Journal of Health and Science KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Journal of Comprehensive Science Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sosial dan Sains Journal of Public Health Concerns Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Jurnal Multidisiplin Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Pengetahuan Kader terhadap Orientasi Rumah Data Kependudukan Disurabaya Rahmawati, Guines Ayu; Ibad, Mursyidul; Hariani, Etty Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Data Kependudukan dan Informasi Keluarga sendiri adalah kegiatan kelompok kegiatan (Poktan) masyarakat yang melaksanakan kegiatan pengumpulan, verifikasi, analisis, penyajian serta pemanfaatan data kependudukan dan keluarga serta pembangunan di tingkat desa/kelurahan. Pengumpulan data yang dilakukan oleh kader-kader terlatih itu sebagai bagian dari self service statistic yang dilakukan BKKBN untuk penggarapan dilapanagan untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, atau menciptakan masyarakat “sadar data” perlu terus dilakukan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional one group pretest and post tets dengan tujuan untuk memperoleh Gambaran tingkat pengetahuan kader terhadap orientasi rumah data kependudukan. Oleh karna itu kami dari pihak BKKBN memberikan fasilitas pendampingan dan pelatihan rumah dataku secara terus hingga masa yang akan datang.
Literature Review: Mikroplastik Pada Berbagai Jenis Kerang Serta Dampak Terhadap Kesehatan Lutfi, Muhammad; Yekti Pulih Asih, Akas; Wijaya, Satria; Ibad, Mursyidul
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i5.351

Abstract

Seiring dengan meningkatnya sampah plastik yang dihasilkan, keberadaan mikroplastik dalam rantai makanan menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik masuk ke dalam rantai makanan manusia. Kerang sebagai salah satu biota yang hidup di dasar perairan juga sangat rentan terhadap paparan mikroplastik. Kontaminasi mikroplastik pada manusia dapat menyebabkan masalah pencernaan, sirkulasi, reproduksi dan respirasi. Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah traditional literature review. Sumber data yang digunakan berasal dari google scholar dan reseachgate dalam rentang waktu 2017-2021. Artikel literature review yang diperoleh dilakukan screening dengan kriteria yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan screening didapatkan sebanyak 10 artikel rujukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 6 artikel menyatakan bahwa ditemukan keberadaan dan bentuk mikroplastik dalam kerang. Empat menyatakan terdapat dampak kesehatan mikroplastik terhadap manusia. Kesimpulan yang dapat diambil dari literature review ini adalah mikroplastik memberikan dampak kesehatan jangka panjang pada manusia. Mikroplastik memiliki sifat carrier zat aditif yang dapat menyebabkan kanker. Namun belum ditemukan penelitian mengenai dampak nyata mikroplastik yang menyebabkan kematian.
PELATIHAN SURVEILANS BERBASIS DIGITAL UNTUK DETEKSI KESEHATAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN BURHANUL HIDAYAH Handayani, Dwi; Ibad, Mursyidul; Sulistiyani, Endang; Pratiwi, Dera Intan Cahya; Riski, Siti Tasya Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35025

Abstract

Perkembangan pondok pesantren saat ini semakin meningkat, sehingga tantangan masalah kesehatan yang dihadapi juga semakin kompleks dan ketersediaan informasi kesehatan pondok pesantren sangat terbatas. Pondok Pesantren Burhanul Hidayah merupakan pondok pesantren modern yang belum menerapkan surveilans-respon untuk pemantauan risiko kesehatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada kader santri dalam menerapakan surveilans-respon berbasis digital untuk untuk deteksi dini kondisi kesehatan santri. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Technology Development dan pendekatan edukatif. Target luaran yang ingin dicapai yaitu peningkatan pengetahuan tentang pemantauan risiko kesehatan di pondok pesantren, keterampilan dalam menerapkan surveilans-respon berbasis digital. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh kader santri husada. Hasil kegiatan menunjukkan 82,4% pengetahuannya meningkat terkait deteksi dini penyakit menular di pondok pesantren. Pelaksanaan pelatihan penggunaan aplikasi surveilans berbasis digital menunjukkan bahwa kader santri tidak terlalu banyak mengalami kesulitan, karena kader santri husada sudah familiar dengan penggunakan teknologi komputer. Pelatihan surveilans respon berbasis digital bagi kader santri husada di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penyediaan data atau informasi kesehatan santri. Hal ini perlu dilakukan secara rutin dan terus menerus sebagai upaya deteksi dini. Dan perlu adanya sosialisasi yang lebih luas ke pondok pesantren lain serta pendampingan yang berkelanjutan terkait penerapan surveilans-respon berbasis digital sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di pondok pesantren
Program APAR (Awareness, Preparedness, Action, Response) sebagai Upaya Penguatan Keselamatan, Kesehatan dan Kesiapsiagaan Santri terhadap Bahaya Kebakaran di Pondok Pesantren Jabal Noer, Sidoarjo Lutfiya, Indah; Damayanti, Ratih; Tyas, Anestasia Pangestu Mei; Ibad, Mursyidul; Dwicahyo, Herman Bagus; Rohmah, Shofiyatur
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 6, No 3 (2025): November 2025
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v6i3.25039

Abstract

Kebakaran merupakan ancaman serius di lingkungan pondok pesantren akibat padatnya hunian santri dan keterbatasan fasilitas keselamatan. Pondok Pesantren Jabal Noer di Sidoarjo, Jawa Timur, pernah mengalami kebakaran pada tahun 2019 akibat korsleting listrik, yang menunjukkan tingginya kerentanan terhadap bahaya tersebut. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menilai efektivitas intervensi terstruktur dengan pendekatan APAR (Awareness, Preparedness, Action, Response) dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 dengan melibatkan 27 peserta, sebagian besar santri (96,3%), berusia di atas 15 tahun (51,8%), dan mayoritas perempuan (63%). Intervensi meliputi koordinasi dan asesmen kebutuhan, pembentukan tim tanggap darurat kebakaran, penyediaan fasilitas keselamatan (alat pemadam api ringan, detektor asap, jalur evakuasi, dan alarm), serta pelatihan manajemen kebakaran, penggunaan APAR, dan simulasi evakuasi. Nilai rata-rata pre-test sebesar 62,22 ± 32,26 meningkat signifikan menjadi 90,37 ± 14,00 pada post-test (p = 0,003). Sebanyak 26 santri dan 1 petugas keamanan dilatih serta ditetapkan sebagai tim tanggap darurat kebakaran. Peningkatan ini sejalan dengan teori perubahan perilaku yang menekankan persepsi risiko dan efikasi diri. Program ini terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan direkomendasikan sebagai model replikasi bagi pesantren lain untuk memperkuat budaya keselamatan dan ketangguhan menghadapi kebakaran
Kegiatan peningkatan pengetahuan dan kemampuan kesiapsiagaan darurat bencana di Pondok Pesantren Lutfiya, Indah; Damayanti, Ratih; Tyas, Anestasia Pangestu Mei; Dwicahyo, Herman Bagus; Rohmah, Shofiyatur; Ibad, Mursyidul
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i9.1727

Abstract

Background: Islamic boarding schools (pesantren), as boarding Islamic educational institutions, play a strategic role in shaping the character of their students (students). However, they face serious challenges related to disaster risks, particularly earthquakes and fires, due to overcrowding and a lack of mitigation systems. Jabal Noer Islamic Boarding School in Sidoarjo, located in an earthquake-prone zone and home to hundreds of teenage students, exhibits low levels of emergency preparedness, including first aid knowledge and skills. Given this high vulnerability, educational interventions in the form of emergency response and first aid training involving the entire Islamic boarding school community are needed to strengthen disaster response capacity and create a safe and prepared learning environment. Purpose: To improve the knowledge and skills of students within Islamic boarding schools in disaster preparedness in the face of emergencies. Method: The activity was held on July 21, 22, and 23, and August 2, 2025, at the Jabal Noer Islamic Boarding School, Geluran Taman, Sidoarjo Regency, East Java. Twenty-six participants, consisting of students and one security guard, were involved. The material was delivered through focus group discussions (FGDs) between D4 K3 lecturers and the boarding school administrators, who also formed the SIGAP cadre. Knowledge and skills were measured using a questionnaire, assessing participants' attendance, practical simulation skills, and students' socio-cultural involvement in the boarding school environment. A descriptive and quantitative evaluation was conducted by assessing the level of change in knowledge and skills before and after the educational activities (pre-test) and after the educational activities (post-test). Results: Data obtained showed that the level of knowledge and skills of participants before the educational activities (pre-test) achieved an average score of 24.8 points with a standard deviation of 16.86, while the level of knowledge and skills of participants after the educational activities (post-test) achieved an average score of 74.0 points with a standard deviation of 16.07. The intervention improved participants' ability to practice basic skills such as cardiopulmonary resuscitation and minor injury management. The intervention also successfully formed SIGAP cadres and provided safety facilities, which overall strengthened the preparedness of the Islamic boarding school environment. Conclusion: This community service activity successfully increased disaster preparedness capacity through the formation of SIGAP cadres and first aid training. The increased knowledge and skills of SIGAP cadres also made a positive contribution and strengthened the institution in disaster response, injury management, earthquake and fire preparedness, and disaster impact prevention. Suggestion: SIGAP cadres are expected to conduct routine training and periodic simulations. It is also hoped that educational activities and training in disaster preparedness can be integrated into the extracurricular curriculum through collaboration with external institutions such as the Indonesian Red Cross and the Regional Disaster Management Agency. Keywords: Disaster; Emergency preparedness; First aid; Islamic boarding schools Pendahuluan: Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berasrama memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter santri, namun menghadapi tantangan serius terkait risiko bencana, khususnya gempa bumi dan kebakaran, akibat kepadatan hunian dan minimnya sistem mitigasi. Pondok Pesantren Jabal Noer di Sidoarjo, yang berada di zona rawan gempa dan dihuni oleh ratusan santri remaja, menunjukkan rendahnya kesiapsiagaan darurat, termasuk pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Mengingat tingginya kerentanan tersebut, diperlukan intervensi edukatif berupa pelatihan tanggap darurat dan P3K yang melibatkan seluruh komunitas pesantren guna memperkuat kapasitas respon bencana, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan siaga. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kesiapsiagaan bencana pada santri di lingkungan Pondok Pesantren dalam menghadapi darurat bencana. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 21, 22, 23 Juli dan 2 Agustus 2025 di Pondok Pesantren Jabal Noer, Geluran Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Melibatkan 26 peserta yang terdiri dari santri dan satu petugas keamanan Pondok Pesantren. Materi disampaikan melalui focus group discussion (FGD) antara Dosen D4 K3 dan pengasuh pondok pesantren yang sekaligus membentuk kader SIGAP. Pengukuran tingkat pengetahuan dan kemampuan menggunakan media kuesioner dengan memberikan penilaian dari aspek kehadiran peserta, keterampilan praktis simulasi, dan keterlibatan sosial budaya santri di lingkungan pesantren. Sebagai evaluasi secara deskriptif dan kuantitatif adalah dengan melihat tingkat perubahan pengetahuan dan kemampuan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Hasil: Mendapatkan data bahwa tingkat pengetahuan dan kemampuan peserta sebelum kegiatan edukasi (pre-test) mendapatkan rerata skor 24.8 poin dengan standar deviasi 16.86, sedangkan tingkat pengetahuan dan kemampuan peserta sesudah kegiatan edukasi (post-test) mendapatkan rerata skor 74.0 poin dengan standar deviasi 16.07. Meningkatkan kemampuan peserta dalam mempraktikkan keterampilan dasar seperti resusitasi jantung paru dan penanganan cedera ringan. Intervensi juga berhasil membentuk kader SIGAP dan menyediakan fasilitas keselamatan, yang secara keseluruhan memperkuat kesiapsiagaan lingkungan pesantren. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana melalui pembentukan kader SIGAP dan pelatihan pertolongan pertama (P3K). Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan kader SIGAP juga memberikan kontribusi yang positif dan memperkuat institusi dalam menghadapi bencana, penanganan cedera, potensi gempa, kebakaran dan pencegahan dampak bencana. Saran: Diharapkan kader SIGAP melakukan pelatihan rutin dan simulasi berkala. Diharapkan juga kegiatan edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana dapat di integrasikan ke dalam kurikulum ekstrakurikuler dengan melakukan kolaborasi pada lembaga eksternal seperti PMI dan BPBD.
Perbedaan Masalah Kesehatan Pada Santri di Pesantren Tradisional dan Pesantren Modern Handayani, Dwi; Muna, Kuuni Ulfah Naila El; Ibad, Mursyidul; Komalasari, Eva; Seti, Sulfa
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v6i4.393

Abstract

The annual increase in the number of students from diverse backgrounds in Islamic boarding schools is inevitable. Generally, pesantren are categorized into two types: traditional (salafi) and modern (khalafi). These differences extend beyond the learning system to facilities and access to external environments, which may influence students’ health. This study aimed to analyze differences in health problems (nutritional status, clean and healthy living behavior/PHBS, symptoms of scabies, and suspected tuberculosis) among students in traditional and modern pesantren. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population comprised students from two modern pesantren (An-Nur and Al-Jihad) and two traditional pesantren (Adurriyah and Darul Ubudiyah Raudlatul Muta’alimin). A purposive sampling technique was applied, yielding 154 participants, consisting of 78 students from modern pesantren and 76 students from traditional pesantren. Data were collected through interviews and anthropometric measurements to assess nutritional status. Bivariate analysis was performed to identify differences in health problems between the two types of pesantren, using chi-square and Mann-Whitney tests. Results showed that students in traditional pesantren were 15.6 times more likely to be suspected of tuberculosis compared to those in modern pesantren (OR 15.6). The proportion of undernutrition was 25% in traditional pesantren and 23.1% in modern pesantren. The mean PHBS score was higher in modern pesantren (8.94) compared to traditional pesantren (7.37). These findings highlight the need for strengthened health education, regular medical check-ups, and improved sanitation facilities in pesantren.
Co-Authors Abdul Hakim Z. F. Abdul Hakim Zakkiy Fasya Adelia Ratri Mahenda Adlina Nadhilah Nurdini Agustina Afif Kurniawan Afridah, Wiwik Agung Dwi Laksono AgungDwi Laksono Agus Aan Adriansyah Aini, Fathiyah Nur Akmalina Ziadati Sukmaningtyas Al Khowwas, Ibrahim Al-Khowwas, Ibrahim Alfin Nur Faridhotul Khasanah Ali Imron Ambiyak, Bharokatul Anestasia Pangestu Mei Tyas Angga Delima Sari Astutik, Erni Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi Bintari , Tri Wahyuni Bintari, Tri Wahyuni Budhi Setianto Danya Ainur Rosya Dayu Satriya Wibawa Dedik Sulistiawan Dian Kusuma Dinnya Yesica Tandy Diyah Herowati Dwi Handayani Dwi Handayani Dwi Handayani Edza Aria Wikurendra Endang Sulistiyani Eni Purwaningsih Erfant, Anggie Mahadewi Eva Komalasari Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatimatul Azkiyatuz Zahro Febie Trisna Suryani Fifi Khoirul Fitriyah Handayani , Dwi Hariani, Etty Dwi Hario Megatsari Herdiantri Sufriyana Herman Bagus Dwicahyo Iftitahur Rohmah IM. Hambali Iqbal Firdaus Iqbal Isyrofi , Atik Qurrota A Yunin Al Ivan Adriansyah Nugroho Jauharoh, Indi Aula Junaedi , M. Dwinanda Kardina, Rizki Nurmalya Kuuni Ulfah Naila El Muna Leonny Charisso Lestari, Marselli Widya Lukman Hakim Lutfiya, Indah Lutfiya, Indah Mardiyono Mardiyono Marta Bela Kartika Maulidatul Hasanah Maulidatul Hasanah Moch. Sahri Muhammad Lutfi Muslihati Nada, Ahfiatin Novera Herdiani, Novera Nuke Amalia Nuke Chesti Nur Faridhotul Khasanah, Alfin Nur Hidayah Nur Hidayah Nur Masruroh Nur Masruroh Nur Muhammad Ali Al Faizi Nur Muhammad Ali Al-Faizi Odilia Ika Auliya Prasetya, Tofan Agung Eka Pratiwi, Dera Intan Cahya Pulih Asih, Akas Yekti Putri, Sherlyna Qothrunnada, Novelia Rahmawati, Guines Ayu Rahmawati, Nur Anisah Ratih Damayanti Ratriwardhani, Ratna Ayu Rifky Dwi Aditya Iryawan Riski, Siti Tasya Putri Rita Damayanti Rizal Efendi Rohmah, Shofiyatur Ryan Rizky Bikatofani Salsabila, Anmay Shofa Nur Saraswati Dewi Karina Satriya Wijaya Sebayang, Susy Katikana Seti, Sulfa Shofi Futri Pratiwi Shofiyah Ajeng Sekar Arum Silale, Ar Rumaisha Putri Silviana Ramadina Siti Rahayu Nadhiroh Sukamto Sukamto Sulistiyani, Endang Syafiuddin, Achmad Tamara Nur Budiarti Ula Mir'aatunnas Pratiwi Vivi Iftitah Illaeni Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yekti Pulih Asih, Akas Yenny Wulandari Zahrotu Romadhon Zakaria, Achmad Zulfan