p-Index From 2021 - 2026
5.794
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kreatif Tadulako Online JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pembaharuan Hukum Perspektif : Jurnal Ekonomi dan Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika IJBE (Integrated Journal of Business and Economics) JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora al-Afkar, Journal For Islamic Studies Jurnal Kolaboratif Sains JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI FIKRAH Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Aktiva : Jurnal Akuntansi dan Investasi Living Islam: Journal of Islamic Discourses EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Jurnal Eduscience (JES) Creative Research Management Journal Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS) JURNAL AL-AQIDAH Proceeding International Seminar of Islamic Studies AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Mudabbir: Journal Research and Education Studies International Journal of Contemporary Islamic Law and Society SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi Jurnal Ilmiah Falsafah IIJSE Islamic Thought Review Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Public Resource Innovation Management and Excellence (PRIME)
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies

The Existence and Contribution of Sufism in Resolving Religious Conflicts Efendi, Efendi; Putri, Endrika Widdia; Amril, Amril; Gazali, Gazali
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v7i2.7022

Abstract

Abstract This article aims to explore the existence of sufism and its contribution to resolving religious conflicts. As part of Islamic science, sufism is an esoteric dimension of Islamic teachings that discusses aspects of spirituality. In this context, sufism is used as an approach to achieve peace of mind for its followers. This article uses qualitative methods and literature studies.Datas are collected from various books and other scientific articles analyzed using exploratory, interpretive, and analytical methods. The research results show that the history of the development of sufism has always experienced dynamics and ups and downs. Differences in views always accompany its development between those who recognize and reject sufism as an Islamic science. The struggle between Sunni and Falsafi Sufism cannot be avoided. However, this is not a real problem because the main problem is not the material differences of Sunni and Falsafi Sufism, but rather the political, power, economic, and social intrigue accompanying it. Despite this arrangement, sufism continues to exist to this day and has given rise to the latest developments such as perennial sufism. Perennial sufism is an approach used in sufism to build harmony among humans. In this context, the perennial approach in sufism can be used to resolve religious conflicts. In other words, perennial sufism has contributed as an approach to reducing religious conflict in the modern era with the spirit of religion and the values of tolerance contained in it. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi tasawuf dan konstribusinya bagi penyelesaian konflik keagamaan. Sebagai bagian dari ilmu keislaman, tasawuf merupakan dimensi esoteris ajaran Islam yang membahas aspek spritualitas. Dalam konteks ini, tasawuf dijadikan sebagai pendekatan untuk meraih ketenangan jiwa pengikutnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, sehingga data-data bersumber dari berbagai buku dan artikel-artikel ilmiah lainnya yang dianalisis dengan metode eksploratif, interpretatif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah perkembangan tasawuf selalu mengalami dinamika dan pasang surut. Perbedaan pandangan senantiasa mengiringi perkembangannya antara yang mengakui serta menolak tasawuf sebagai keilmuan Islam. Pergulatan antara tasawuf sunni dan falsafi tidak dapat dihindarkan. Hal demikian bukan masalah, karena permasalahan pokok bukan pada materi tasawuf sunni dan falsafi, melainkan intrik politik, kekuasaan, ekonomi dan sosial yang mengiringinya. Terlepas dari pengaturan itu, tasawuf tetap eksis hingga hari ini dan memunculkan perkembangan terbaru seperti tasawuf perenial. Tasawuf perenial adalah sebuah pendekatan yang digunakan dalam tasawuf untuk membangun harmonisasi sesama manusia. Dalam konteks ini pendekatan perenial dalam tasawuf dapat dijadikan sebagai bentuk penyelesaian konflik keagamaan. Dengan kata lain, tasawuf perenial memiliki kontribusi sebagai salah satu pendekatan dalam meredakan konflik keagamaan pada era modern dengan spirit agama dan nilai- nilai-nilai toleransi yang terkandung padanya.
The Existence and Contribution of Sufism in Resolving Religious Conflicts Efendi, Efendi; Putri, Endrika Widdia; Amril, Amril; Gazali, Gazali
Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/it.v7i2.7022

Abstract

Abstract This article aims to explore the existence of sufism and its contribution to resolving religious conflicts. As part of Islamic science, sufism is an esoteric dimension of Islamic teachings that discusses aspects of spirituality. In this context, sufism is used as an approach to achieve peace of mind for its followers. This article uses qualitative methods and literature studies.Datas are collected from various books and other scientific articles analyzed using exploratory, interpretive, and analytical methods. The research results show that the history of the development of sufism has always experienced dynamics and ups and downs. Differences in views always accompany its development between those who recognize and reject sufism as an Islamic science. The struggle between Sunni and Falsafi Sufism cannot be avoided. However, this is not a real problem because the main problem is not the material differences of Sunni and Falsafi Sufism, but rather the political, power, economic, and social intrigue accompanying it. Despite this arrangement, sufism continues to exist to this day and has given rise to the latest developments such as perennial sufism. Perennial sufism is an approach used in sufism to build harmony among humans. In this context, the perennial approach in sufism can be used to resolve religious conflicts. In other words, perennial sufism has contributed as an approach to reducing religious conflict in the modern era with the spirit of religion and the values of tolerance contained in it. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi tasawuf dan konstribusinya bagi penyelesaian konflik keagamaan. Sebagai bagian dari ilmu keislaman, tasawuf merupakan dimensi esoteris ajaran Islam yang membahas aspek spritualitas. Dalam konteks ini, tasawuf dijadikan sebagai pendekatan untuk meraih ketenangan jiwa pengikutnya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, sehingga data-data bersumber dari berbagai buku dan artikel-artikel ilmiah lainnya yang dianalisis dengan metode eksploratif, interpretatif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah perkembangan tasawuf selalu mengalami dinamika dan pasang surut. Perbedaan pandangan senantiasa mengiringi perkembangannya antara yang mengakui serta menolak tasawuf sebagai keilmuan Islam. Pergulatan antara tasawuf sunni dan falsafi tidak dapat dihindarkan. Hal demikian bukan masalah, karena permasalahan pokok bukan pada materi tasawuf sunni dan falsafi, melainkan intrik politik, kekuasaan, ekonomi dan sosial yang mengiringinya. Terlepas dari pengaturan itu, tasawuf tetap eksis hingga hari ini dan memunculkan perkembangan terbaru seperti tasawuf perenial. Tasawuf perenial adalah sebuah pendekatan yang digunakan dalam tasawuf untuk membangun harmonisasi sesama manusia. Dalam konteks ini pendekatan perenial dalam tasawuf dapat dijadikan sebagai bentuk penyelesaian konflik keagamaan. Dengan kata lain, tasawuf perenial memiliki kontribusi sebagai salah satu pendekatan dalam meredakan konflik keagamaan pada era modern dengan spirit agama dan nilai- nilai-nilai toleransi yang terkandung padanya.
Co-Authors Adi Gunawan, Adi Adriatin, Adriatin AGUS PURWANTO Ahmad Ahmad Fauji, Ahmad Al-Hasni, Fariz Alfian, Nurul Alias, Muh Amar, Siti Salama Amri, Whan Augustin Ainul Amril Amril Asbari, Masduki Asrianti, Asrianti Azhari Azhari Basuki, Sucipto Budi Haryanto Bustaram, Isnain Dewi, Wulan Rahma Djaja, Herman Duski Samad Efendi Efendi Efendi, Yonaldo Erick Fernando B311087192 Fatimawali . Fauzy Muldani Rachmat, Imam Furqon, Muhammad Amir Gunawan Gunawan Habibi, Nursyaikhairul Hakim, Nur Hakim, Rachman Hendri, Novi Hutagalung, Dhaniel I Made Ardana I Wayan Lasmawan Idris Idris Imran Imran Ismayanti, Iin Istajib Kulla Himmy’azz Jumiran, Jumiran Juniati Juniati kadir, surni Kamaruddin Kamaruddin Karnawi Kamar, Karnawi Kumoro, Dwi Ferdiyatmoko Cahya Kusuma, Adriani Lalu Muhammad Nurul Wathani M. Yogi Riyantama Isjoni Mahera, Kadek Adi Mainjoe, Nurul Hikma Vilia Maribunti, Irfo Marzuki Marzuki Moh. Tahir Mudinillah, Adam Muh. Tahir Muhamad, Gunawan Muhiddinur Kamal Muspaida Muspaida Nadir Nadir, Nadir Nandi, Riri Apriana N. Napitupulu, Bonar Novela, Devina Novitasari, Dewiana Nunu Burhanuddin Nuraini Nuraini Nurul Hidayati Nurulita, Sifa Nuzulul Qurnain, Nuzulul Pebrina, Erni Taruli Pramudita, Reti Alit Pratiwi, Desi Dwi Putri, Devi Lestari Pramitha Putri, Endrika Widdia Putri, Yesi Eka Rachmat, Imam Muldani Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmad Tri Hadi Rahmawati, Aprilia Ramadhan, Nurul Risal, Zef Risma Jaya, Andi Rizfie, Muhammad Dala Rohmaniyah, Rohmaniyah Rosdiana, Dina Roslawa, Roslawa Rusliana Rusliana, Rusliana Sainun, Sainun Saputri, Rahma Eka Silfia Hanani Silitonga, Nelson Sri Dewi Astuti A Sukriyah, Sukriyah Supriyanto Supriyanto Suputra, Gusti Ketut Alit Sutardi, Didi Syafrizal Syafrizal Syahadatina, Rika Syaifadi, Febryan Syamsuddin Syamsuddin Tahir, Moh Talla, Tamrin Usi Susanti WINANTI, WINANTI Wiyono, Nuri Zainurrafiqi Zainurrafiqi