p-Index From 2021 - 2026
6.191
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN BUDAYA LITERASI DI MEDIA SOSIAL DALAM PANDANGAN ISLAM Gunawan, Gunawan; Sainun, Sainun; Gazali, Gazali
FIKRAH Vol 8 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Ibn Khaldun University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/fikrah.v8i1.20607

Abstract

In the era of science and technology, the use of social media can hardly be limited because it crosses space, time and place very quickly, so that the Islamic ummah is increasingly faced with various problems, both those that directly touch Islamic teachings and other problems that are still related to Islam and these problems require instruments of resolution. and one of those instruments is Islamic teachings/law. One of the problems that is currently widespread is the use of social media to spread hoaxes and hate speech which has an impact on national instability, social media such as FB, WA, Instagram, Twitter and so on which make it easier to meet in cyberspace. To ensure that there is no negative impact on the use of social media, a literacy culture is needed for all social media users, because by strengthening literacy culture, I, you and all of us will be able to filter and select every news spread by irresponsible people.
PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU BRAND LOKAL PRAYERKIDS Nurulita, Sifa; Gazali, Gazali; Hutagalung, Dhaniel
JUBISMA Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Bisnis Manajemen dan Akuntansi
Publisher : LPPM UNIVERSITAS INSAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/jubisma.v7i2.223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh persepsi harga terhadap keputusan pembelian, (2) pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian, dan (3) pengaruh persepsi harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian sepatu brand lokal Prayerkids. Subjek penelitian ini adalah konsumen dengan jumlah responden sebanyak 97 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara kuantitatif dengan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif, inferensial, skala Likert, serta sampling technique. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi harga (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai sig 0,000 < 0,05 dan thitung 17,953 > ttabel 1,985, (2) kualitas produk (X2) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai sig 0,001 < 0,05 dan thitung 17,676 > ttabel 1,985, (3) hasil uji simultan F diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05 dan Fhitung 214,317 > Ftabel 3,09. Dengan demikian, persepsi harga (X1) dan kualitas produk (X2) secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepatu Prayerkids
Kontrol Sosial Tokoh Adat dan Agama dalam Pemanfaatan Gor sebagai Ruang Publik di Nagari Koto Padang Kabupaten Dharmasraya Pratiwi, Desi Dwi; Hanani, Silfia; Kamal, Muhiddinur; Gazali, Gazali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perilaku menyimpang berupa mesum dan balap liar di GOR Dharmasraya. Faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang di GOR tersebut karena bangunan yang ada di GOR kurang memadai serta lemahnya kontrol sosial dari tokoh adat dan tokoh agama. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan GOR sebagai ruang publik, bentuk-bentuk kontrol sosial tokoh adat dan tokoh agama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu 2 (dua) tokoh adat dan 3 (tiga) tokoh agama. Sedangkan informan pendukung yaitu 4 (empat) yang terdiri dari tiga pedagang kaki lima dan Wali Nagari Koto Padang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data dilakukan dengan reduksi data penyajian data, penarikan kesimpulan, teknik keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan kecermatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontrol sosial dari tokoh adat dan agama yaitu kontrol sosial preventif dan represif. Kontrol sosial preventif yaitu tokoh adat membuat aturan di GOR sedangkan tokoh agama mebuat kegiatan keagamaan di masjid seperti tahlinan, pengajian rutin dan pembentukkan remaja masjid. Sedangkan kontrol sosial represif tokoh adat dan agama memberikan sanksi berupa sanksi ekonomi kepada pelaku yang melanggar aturan yang sudah dibuat.
Dynamics of Moderatism in the Kalam Thought: From Classical to Contemporary Burhanuddin, Nunu; Hendri, Novi; Gazali, Gazali
Islamic Thought Review Vol. 1 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/itr.v1i2.7406

Abstract

Moderatism is an essential foundation for religious expression among religious people in various fields of life, both in understanding and application. As part of the religious community, Mutakallimin from the classical to contemporary eras have provided valuable experiences for other Muslims. This paper aims to explore the experiences of the Mutakallimin regarding moderatism in the classical and contemporary eras. The writing method in this study uses literary methods and approaches to classical and contemporary Islamic literature. The results of the study explain that the Mutakallimin has demonstrated moderatism experiments marked by the emergence of the Khawarij Ibadiyah sect, Moderate Murjiah, Moderate Shia, the Mu'tazilah conception of rationality, the balance between Jabariyah and Qadariyah which is explored in the face of Asy'ariyah and Maturidiyah, as well as contemporary Kalam reform models which are based on theocentric and anthropocentric Kalam domains.
The Effect of Religiosity and Service Quality on Job Satisfaction: A Case Study of MSME Employees Amri, Whan Augustin Ainul; Asbari, Masduki; Gazali, Gazali; Novitasari, Dewiana; PURWANTO, AGUS
International Journal of Social and Management Studies Vol. 2 No. 1 (2021): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.162 KB) | DOI: 10.5555/ijosmas.v2i1.7

Abstract

This study aims to analyze the effect of religiosity and service quality on job satisfaction in micro, small and medium enterprise (MSME) industry employees by taking a sample of 120 employees from ten MSME industries in Indonesia. The data collection method used a questionnaire. The analysis method uses Structural Equation Modeling (SEM), Smart PLS v.3.0. The results showed that religiosity had a positive and significant effect on service quality. Religiosity has a positive and significant effect on employee job satisfaction, and service quality has a positive and significant effect on employee job satisfaction. Research results can be used as a basis for improving and maintaining employee job satisfaction in MSME industries through increasing religiosity and service quality of company employees.
Konsep Insan Kamil Abdul Karim Al-Jili Dan Relevansinya Terhadap Krisis Moral Kontemporer Novela, Devina; Gazali, Gazali
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i1.2537

Abstract

ABSTRAK Krisis moral yang melanda era kontemporer ditandai oleh merosotnya standar etika, dominasi budaya materialistik dan hedonistik, serta menurunnya kualitas spiritual dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini memicu disorientasi moral yang mengakar, terutama di kalangan generasi muda. Dalam situasi demikian, pemikiran Abdul Karim al-Jili tentang Insan Kamil menjadi relevan sebagai tawaran alternatif yang bersifat filosofis sekaligus spiritual. Al-Jili dipilih sebagai objek kajian karena ia merupakan salah satu tokoh sufi-filosof yang secara sistematis dan mendalam menguraikan konsep insan kamil dalam karya monumentalnya al-Insan al-Kamil fi Ma‘rifat al-Awakhir wa al-Awa’il. Artikel ini bertujuan untuk mengulas konsep insan kamil dalam pemikiran al-Jili secara mendalam, serta menganalisis relevansi nilai-nilainya sebagai solusi etis atas krisis moral kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini mengkaji secara komprehensif karya utama al-Jili tersebut dan mengaitkannya dengan fenomena krisis moral dewasa ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa insan kamil merupakan sosok yang mencapai kesempurnaan spiritual melalui proses tajalli dan kesadaran terhadap sifat-sifat Ilahi. Nilai-nilai utama seperti kejujuran, ihsan, tawadhu’, zuhud, dan tanggung jawab yang terkandung dalam konsep tersebut terbukti memiliki relevansi tinggi dalam pembentukan karakter manusia modern yang kokoh secara etis dan spiritual. Dengan demikian, konsep insan kamil dapat menjadi solusi alternatif untuk mengatasi disorientasi moral dan membangun masyarakat yang lebih beradab dan berakar pada nilai-nilai ilahiah.
Epistemologi Debat Tahafut: Rekonstruksi Argumen Ibnu Rusyd atas Kesalahan Logis Al-Ghazali: 1. Genealogi Debat Tahafut dan Kerangka Epistemologis Efendi, Yonaldo; Gazali, Gazali
JURNAL ILMIAH FALSAFAH: Jurnal Kajian Filsafat, Teologi dan Humaniora Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH FALSAFAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/jif.v12i1.4685

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur epistemologis dalam perdebatan klasik antara Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd sebagaimana tercermin dalam Tahafut al-Falasifah dan Tahafut at-Tahafut. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Ibnu Rusyd merekonstruksi argumen filosofisnya dalam menanggapi kesalahan logis dan metodologis yang ia identifikasi dalam kritik Al-Ghazali terhadap filsafat Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah teks primer dari kedua karya tersebut serta literatur akademik terbaru sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan melalui pendekatan epistemologis dan logis yang berfokus pada tiga isu sentral dalam perdebatan, yaitu kekekalan alam, pengetahuan Tuhan terhadap hal-hal partikular, dan kebangkitan jasmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jawaban Ibnu Rusyd disusun melalui kerangka demonstratif (burhān) untuk meluruskan category mistake, equivocation, serta penyempitan makna doktrin filosofis yang dilakukan Al-Ghazali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi Ibnu Rusyd tidak hanya mempertahankan legitimasi rasionalitas dalam tradisi Islam, tetapi juga membangun sintesis yang harmonis antara akal dan wahyu. Temuan ini memperlihatkan relevansi kerangka epistemologis Ibnu Rusyd bagi perkembangan diskursus rasionalitas Islam kontemporer.
Islamic Reform in Minangkabau: The Integration of Theology, Reason, and Science in the Thought of Abdul Karim Amrullah Gazali, Gazali; Hadi, Rahmad Tri; Burhanuddin, Nunu; Ahmad, Ahmad
KALAM Vol 19 No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/20251925207

Abstract

This article examines the dynamics of Islamic reform in Minangkabau through an analysis of the thought of Abdul Karim Amrullah, focusing on how he conceptualized the integration of theology, rationality, and scientific knowledge within his reformist project. While global scholarship on Islamic reform and the relationship between religion and science has largely focused on Middle Eastern thinkers, the intellectual contributions of Southeast Asian Muslim scholars remain relatively underexplored. Addressing this gap, the study investigates how Abdul Karim Amrullah articulated an epistemological framework that harmonizes revelation, reason, and science. The findings reveal that Abdul Karim Amrullah understood theology, rationality, and science as complementary rather than competing sources of knowledge. Grounded in the principle of tawḥīd, revelation functions as the ultimate normative authority, while reason operates as a divinely endowed faculty for interpreting both sacred texts and the natural world. Scientific inquiry, in this perspective, becomes a means of contemplating āyāt kawniyyah and strengthening religious consciousness. The study argues that Islamic reform in Minangkabau was not merely a movement of religious purification but also a project of epistemological reconstruction that sought to integrate theology, rational reasoning, and modern scientific knowledge. By situating Abdul Karim Amrullah’s thought within broader debates on Islam and science, the article highlights the contribution of Southeast Asian Islamic intellectual traditions to contemporary discussions on Islamic modernization.
Nasab Anak Di Luar Perkawinan dalam Penetapan Pengadilan Agama di Indonesia Husni, Syukriya; Gazali, Gazali; Syahriani, Fadilla; Husni, Nidaul; Mulyani, Fini Fajri
AL-IMAM: Journal on Islamic Studies, Civilization and Learning Societies Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : IDRIS Darulfunun Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58764/j.im.2024.5.61

Abstract

In the context of family law, the nasab of children outside of marriage has grown to be a complicated legal and social issue in many nations, including Indonesia. With a particular emphasis on the ruling of the Pengadilan Agama Talu Number 173/Pdt.P/2021/PA.Talu, this article examines the question of the nasab of children born outside of marriage within the context of a Religious Court ruling. In order to determine the nasab of children born outside of marriage, this article employs both national legal requirements and the principles of Islamic law. We also examine the Talu Religious Court's ruling, which is the major point of interest. The analysis covers the legal factors, justifications, and ratio decidendi that the Religious Court used to reach its decision. It is critical to comprehend how the Religious Court developed legal principles, interpreted legal authorities, and considered the decision's social ramifications. The piece also looks at how the Talu Religious Court's ruling may affect family courts and society at large. The paper concludes by summarizing the consequences of the Talu Religious Court's ruling regarding the determination of the nasab of unmarried children and illustrating how legal perspectives have evolved in this area. This article may offer legal professionals, academics, and the general public new perspectives on the problem of the nasab of children born outside of marriage and the function of Religious Courts in governing and adjudicating such matters. In order to safeguard children's rights and preserve a harmony between religious norms and legal requirements in the country, more research in this field is required to determine the long-term effects of such rulings.
Islamic Ecospirituality and Artificial Intelligence: Toward Ecodigital Awareness in Climate Change Communication Efendi, Efendi; Suratman, Junizar; Gazali, Gazali; Harlis, Syukri Alfauzi; Hadi, Rahmad Tri; Efendi, Salsa Hamidah; Muhammad Idris
KALAM Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/202620131093

Abstract

The global environmental crisis reflects not only ecological degradation but also a moral and spiritual rupture in the human–nature relationship. While artificial intelligence (AI) enhances environmental monitoring, prediction, and communication, it remains largely technocratic and insufficient to foster transformative ecological consciousness. Conversely, eco-spirituality provides ethical depth and moral responsibility but lacks scalable mechanisms for broad societal impact. This study proposes eco-digital consciousness as an integrative framework that synthesizes AI-driven technological mediation with eco-spiritual ethical foundations. Using a conceptual qualitative design, the research combines critical discourse analysis with a multidisciplinary literature review across environmental philosophy, Islamic eco-theology, digital communication, and AI in climate governance. Findings show that AI improves cognitive accessibility and personalized engagement through real-time data and adaptive systems, while eco-spirituality enhances affective depth and ethical orientation. Their integration produces ecological narratives that are cognitively accessible, emotionally resonant, and ethically compelling, shifting environmental communication from information transmission to consciousness transformation. The study conceptualizes eco-digital consciousness across three dimensions: cognitive-digital awareness, affective-spiritual internalization, and ethical-behavioral transformation. It also identifies key shifts in green campaigns, from mass communication to personalization, from awareness to transformation, and from nudging to ethical commitment. Despite AI’s potential, its ethical limitations require eco-spirituality as normative guidance. This framework offers a holistic paradigm for advancing environmental communication and sustainability. [Krisis lingkungan global tidak hanya mencerminkan degradasi ekologis, tetapi juga menunjukkan keretakan moral dan spiritual dalam hubungan manusia dengan alam. Meskipun kecerdasan buatan (AI) meningkatkan pemantauan, prediksi, dan komunikasi lingkungan, pendekatannya masih bersifat teknokratis dan belum mampu mendorong kesadaran ekologis yang transformatif. Sebaliknya, ekospiritualitas memberikan kedalaman etis dan tanggung jawab moral, namun belum memiliki mekanisme yang skalabel untuk menjangkau masyarakat luas. Penelitian ini mengajukan eco-digital consciousness sebagai kerangka integratif yang mensintesis mediasi teknologi berbasis AI dengan fondasi etika ekospiritualitas. Dengan pendekatan kualitatif konseptual, penelitian ini menggabungkan analisis wacana kritis dan tinjauan pustaka multidisipliner yang mencakup filsafat lingkungan, ekoteologi Islam, komunikasi digital, serta AI dalam tata kelola iklim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI meningkatkan aksesibilitas kognitif dan keterlibatan personal melalui data real-time dan sistem adaptif, sementara ekospiritualitas memperkuat kedalaman afektif dan orientasi etis. Integrasi keduanya menghasilkan narasi ekologis yang mudah dipahami, beresonansi secara emosional, dan kuat secara etis, sehingga menggeser komunikasi lingkungan dari penyampaian informasi menuju transformasi kesadaran. Konsep ini mencakup tiga dimensi: kesadaran kognitif-digital, internalisasi afektif-spiritual, dan transformasi etis-perilaku. Meskipun AI memiliki keterbatasan etis, ekospiritualitas berperan sebagai panduan normatif. Kerangka ini menawarkan paradigma holistik bagi komunikasi lingkungan dan keberlanjutan.]
Co-Authors Adriatin, Adriatin AGUS PURWANTO Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Fauji, Ahmad Al-Hasni, Fariz Alfian, Nurul Amar, Siti Salama Amri, Whan Augustin Ainul Amril Amril Asbari, Masduki Asrianti, Asrianti Azhari Azhari Basuki, Sucipto Budi Haryanto Bustaram, Isnain Dewi, Wulan Rahma Djaja, Herman Duski Samad Efendi Efendi Efendi, Salsa Hamidah Efendi, Yonaldo Erick Fernando B311087192 Fatimawali . Fauzy Muldani Rachmat, Imam Furqon, Muhammad Amir Gunawan Gunawan Habibi, Nursyaikhairul Hakim, Nur Hakim, Rachman Harlis, Syukri Alfauzi Hendri, Novi Husni, Nidaul Husni, Syukriya Hutagalung, Dhaniel Idris Idris Imran Imran Istajib Kulla Himmy’azz Jumiran, Jumiran Juniati Juniati kadir, surni Kamaruddin Kamaruddin Karnawi Kamar, Karnawi Kumoro, Dwi Ferdiyatmoko Cahya Kusuma, Adriani Lalu Muhammad Nurul Wathani M. Yogi Riyantama Isjoni Mahera, Kadek Adi Mainjoe, Nurul Hikma Vilia Maribunti, Irfo Marzuki Marzuki Moh. Tahir Mudinillah, Adam Muh. Tahir Muhamad, Gunawan Muhammad Idris Muhiddinur Kamal Mulyani, Fini Fajri Muspaida Muspaida Nandi, Riri Apriana N. Napitupulu, Bonar Novela, Devina Novitasari, Dewiana Nunu Burhanuddin Nuraini Nuraini Nurul Hidayati Nurulita, Sifa Pebrina, Erni Taruli Pramudita, Reti Alit Pratiwi, Desi Dwi Putri, Devi Lestari Pramitha Putri, Endrika Widdia Putri, Yesi Eka Rachmat, Imam Muldani Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmad Tri Hadi Rahmawati, Aprilia Ramadhan, Nurul Risal, Zef Rizfie, Muhammad Dala Rohmaniyah, Rohmaniyah Rosdiana, Dina Rosdiana, Dina Roslawa, Roslawa Sainun, Sainun Saputri, Rahma Eka Silfia Hanani Silitonga, Nelson Sri Dewi Astuti A Sukriyah, Sukriyah Suputra, Gusti Ketut Alit Suratman, Junizar Sutardi, Didi Syafrizal Syafrizal Syahadatina, Rika Syahriani, Fadilla Syaifadi, Febryan Syamsuddin Syamsuddin Tahir, Moh Talla, Tamrin Usi Susanti WINANTI, WINANTI Wiyono, Nuri Zainurrafiqi Zainurrafiqi