Claim Missing Document
Check
Articles

Saluang Dendang Sirompak dalam Tradisi Ritual Magis di Payakumbuh: Satuan Kajian Karakteristik Musikal Ediwar, Ediwar; Hanefi, Hanefi; Minawati, Rosta; Yulika, Febri
PANGGUNG Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i4.1369

Abstract

Saluang dan Dendang Sirompak merupakan bagian tidak terpisahkan dari pertunjukan Sirompak.Pertunjukan difungsikan untuk mempengaruhi orang lain melalui kekuatan magi. Tradisi ba-Sirompak diidentifikasi sebuah komposisi musik bersifat free rhythm. Mantera disajikan melaluikalimat yang disusun untuk mendatangkan kekuatan gaib. Ba-sirompak difungsikan untuk‘mengguna-gunai’ wanita secara ilmu kebatinan (magis). Penelitian ini dilakukan denganmenggunakan metode kualitatif, yaitu data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dandokumentasi. Dalam pengumpulan data digunakan tiga tahap penelitian. yaitu: Pertama,studi kapustakaan untuk mengumpulkan bahan tertulis yang diperlukan sesuai masalah yangditeliti. Kedua, penelitian lapangan untuk mungumpulkan data dengan teknik observasidan wawancara langsung secara mandalam, dengan difokuskan pada rekonstruksi ritual Basirompak.;Ketiga, pengolahan data, dilakukan berupa transkripsi music dalam bentuk notasi,deskripsi, dan analisis data yang siap dijadikan laporan. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui karakteristik musical Saluang Dendang Sirompak dengan mengkaji unsur-unsurmusikal pada pusaran motif, frase, dan periode melodis.Kata Kunci: Ba-sirompak, Karakter musikal, Ritual Magi.
Pendidikan Karakter Berbasis Adat dan Budaya Minangkabau Yulika, Febri; Mulyadi, Mulyadi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v9i1.4212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Adat dan Syara’ Sebagai Landasan Filosofis Pendidikan Karakter bagi peserta didik di Minangkabau. Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang dapat dijadikan model dan pola penanaman nilai serta pembinaan karakter, yaitu ”Baso Basi, Raso Pareso, dan Adat Salingka Nagari”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data terdiri dari 1) studi pustaka, observasi, wawancara. Setelah data terkumpul, data tersebut dianalisis secara sistematis dengan metode straregi analisis kualitatif kedalam tulisan ilmiah. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. Akan tetapi, karena manusia hidup dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu, maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan.
The ethnoecology of the Malay sacred myth through narratives of Kampung Tua Nongsa in Batam Arianto, Tomi; Adrias, Adrias; Septriani, Septriani; Yulika, Febri
Studies in English Language and Education Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i1.19006

Abstract

The condition of the Malays is significantly marginalized due to the migration and the rapid industrial development in Batam, Indonesia. However, the Malay sacred myth is still sustained as a local wisdom for the Malay generations. Therefore, this study aims to analyze the ethnoecology behind the story of the sacred myth of Bumbum, Puak, and Batu Belah as a representation of environmental Malay local wisdom in Kampong Tua Nongsa, Batam. Within the conceptual framework of ethnoecology as a bridge to understanding the relationship between literature in the form of folklore and the culture of society, this qualitative research collected data through observation by being directly involved in the community and in-depth interviews with 21 informants including the key jury of the sacred places, community advice, community leaders, village officials, and the younger generation of Malay people in Kampong Tua Nongsa. Data analysis was carried out by comparing, reconfirming, classifying, and interpreting the data with an ethnoecology approach. The results showed that there were three important ethnoecological representations: (1) the ecological ties between forests and humans in the sacred Bumbum, (2) the reflection of the wise king in the sacred of Puak, and (3) the sea as the central life of nature in the sacred of Batu Belah. Sacred site prohibitions reveal deep connections between human behavior and nature, emphasizing ethical considerations; these stories highlight cultural values, insights for heritage preservation, and solutions for environmental challenges within an ethnoecological framework, stressing the importance of ethics in human-nature interactions.
Makna Media Kampanye Bagi Pemilih Pasangan Mahyeldi Dan Audy Joinaldy Pada Pilkada Sumatera Barat Tahun 2020 Ilham, Muhammad; Minawati, Rosta; Yulika, Febri
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v8i1.2827

Abstract

Penelitian ini tentang“Makna Media Kampanye Bagi Pemilih Pasangan Mahyeldi Dan Audy Joinaldy Pada Pilkada Sumatera Barat Tahun 2020”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis media kampanye pasangan Mahyeldi dan Audy Joinaldy pada pilkada Sumatera Barat tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan analisis teori desain komunikasi visual, SWOT dan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama, media kampanye menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya mendapatkan raihan suara terbanyak, terutama dalam mengkomunikasikan pesan dan tujuan personal branding kepada para pemilih. Adanya logo khusus (MA) pada media kampanye sebagai personal branding kedua pasang calon menjadi daya tarik tersendiri dalam proses kampanye yang dilakukan. Logo MA (Mahyeldy Audy) selalu muncul dalam setiap media kampanye yang dipublikasikan seperti spanduk, baliho, umbul-umbul dan media kampanye lainnya; Kedua, terdapatnya bentuk media utama dan media pendukung, saling berkaitan serta konsisten bentuk media kampanye yang digunakan. Media utama seperti logo, adanya keunikan simple, sederhana, elegant, identitas minangkabau, serta menarik perhatian sedangkan media pendukung seperti baliho, umbul-umbul, spanduk saling konsisten, keseragaman, unik dari segi figure atau foto, tagine, ikon logo, tipografi, dan warna. Makna media terdapat dari segi beberapa pandangan diantaranya komunikasi politik, antropologi politik, sosiologi politik dan lainnya.
VALUE CONSTRUCTION OF MANYANDA TRADITIONAL AT NAGARI TALANG, SOLOK DISTRICT Rizki, Muhammad; Yulika, Febri
Journal of Learning on History and Social Sciences Vol. 1 No. 6 (2024): European Journal of Learning on History and Social Sciences
Publisher : PT. Antis International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61796/ejlhss.v1i6.663

Abstract

This research aims to examine the construction of values in the Manyanda tradition. The type of research used in this research is a qualitative research method with a case study approach. The data collection techniques used in this research are through observation, interviews and documentation. The research results obtained from the field are as follows: The Manyanda tradition is a valuable tradition in the lives of the people of Nagari Talang, Solok District as one part of the traditional death procession. It has existed for a long time as part of the social structure of society, and still survives today. However, based on findings in the field, there are a number of differences in perception between various groups in understanding the value construction of the Manyanda tradition. The Nagari elite such as traditional elders, niniak mamak, cadiak pandai and bundo kanduang have different understandings from society in general, especially among the younger generation. There is a shift in the value of the manyanda tradition from a social obligation as a form of replacing the position of a person who dies socially to just being a traditional obligation. This difference in understanding and perception has an impact on a shift in the meaning of the manyanda tradition for the community at Nagari Talang
Co-Authors A Admiral Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid Abdul Majid, Abdul Majid Adrias Adrias Agung Eko Budi Waspada Ahmad Akmal Amalia, Nazhifah Anak Agung Istri Agung Citrawati Andri Maijar Apriliana Apriliana Aprisia, Siska Ardi Rahmad Arianto, Tomi Asril Asril Azhari Akmal Tarigan Benny Ridwan Benny Ridwan Dewi, Susi Fitria Dharsono Dharsono Dharsono Sony Kartika Edi Satria Ediwar Ediwar Elisabeth, Noprita Endrizal Erlina Pantja Sulistijaningtijas Ermagusti Ermagusti Febrian Martha Frastica, Yuliana Garaika Hakim, Atthoriq Chairul Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi Hanefi, Hanefi Haq, Chairul Hasnah Anita Putri, Hasnah Anita Putri Ibnu Sina ikhsan, Dipo Ikhwanuddin Harahap Ilham, Muhamad Indra Maulana Intan Tursina Iswandi Syahputra Iswandi Syahputra Ivo Ramadhani Jelly Jelly Kartika, Dharsono Sony Masta, Putri Khairina Mauladi, Muhammad Farhan Mirda Aryadi Miswar, Vanesha Muhammad Ilham Muhammad Rizki MULYADI Mulyadi Mulyadi Mutia Kahanna Nofi Rahmanita Nofialdi Nofialdi Nofialdi, Nofialdi Nurhayati Nurhayati Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Nursyirwan Panjaitan, Sri Wahyuni Putra, Diki Pratama Rahmatika, Safara Fitri Rahmawati, Mila Rahmi Rahmi Rahmi, Hijratur Reza Sastra Wijaya Rosta Minawati Sakti, Reza Ginandha Selvi Kasman Septriani, Septriani Siregar, Fatahuddin Aziz Siregar, Fatahuddin Aziz Siska Aprisia Sri Wahyuni Susas Rita Loravianti Syafwandi Syafwandi Taufik Akbar Twidi Ramadhani Ulfa Putrinilam Sari Waspada, Agung Eko Budi Widia Fithri Wijaya, Reza Sastra Wirdanengsih, Wirdanengsih Wisnu Prastawa Yetty Oktayanty Yulimarni Yulimarni