Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Bullwhip Effect dalam Sistem Rantai Pasok pada Produk LL-SR Rosalina Sari; Muhammad Adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.706 KB)

Abstract

PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah perusahaan pertama dan terbesar sebagai produsen Polyethylene (PE) di Indonesia. PE adalah salah satu polimer yang paling banyak digunakan untuk membuat berbagai produk plastik dari film kemasan dan wadah untuk komponen dan sejumlah industri. Salah satu produk unggulan yang ada di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah produk LL-SR. Produk LL-SR merupakan produk yang paling diminati oleh perusahaan karena proses pembuatannya menggunakan Etylen yang langsung dapat digunakan sehingga biaya produksinya lebih rendah daripada produk lain. Yang melatarbelakangi penelitian di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah adanya fenomena Bullwhip Effect yaitu terjadi fluktuasi  antara  order dan demand, persaingan pasar, dan Forecast yang dilalukan untuk target penjualan pada produk LL-SR. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai Bullwhip Effect, menentukan peyebab utama terjadinya Bullwhip Effect dan menentukan usulan perbaikan order dan demand produk LL-SR. Penelitian ini dimulai dengan menghitung Bullwhip Effect pada dua eselon. Metode yang digunakan dalam peneleitian ini adalah Metode simulasi diskrit. Hasil penelitian ini yaitu Nilai Bullwhip Effect pada eselon 1 (Supplier dan PPIC) = 1.22 dan eselon 2 (PPIC dan distributor)= 0.78. Nilai tersebut menunjukan terjadinya bullwhip effect pada eselon 1 sedang eselon 2 tidak terjadi. Penyebab dominan adanya Bullwhip Effect adalah kenaikan harga material, persaingan pasar, forecast dilakukan untuk target penjualan dan peramalan permintaan masih belum mendekati akurat. Rancangan perbaikan yang diusulkan adalah melakukan karja sama long term dengan pihak supplier dan distributor sehingga mendapatkan jaminan harga yang tetap dan berkelanjutan. 
Usulan Penjadwalan Program Roll Design Kategori Program Tipis Pada Pabrik Hot Strip Mill Untuk Meminimasi Tardiness Nur Andriyani; Muhammad Adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri baja yang memproduksi berbagai macam produk-produk baja. Salah satunya adalah lembaran baja panas (hot rolled coil). Produk tersebut memiliki kapasitas produksi paling tinggi yaitu sebesar 2 juta ton pertahun. Produk tersebut merupakan hasil produk dari pabrik Hot Strip Mill (HSM). Berbeda dengan penjadwalan biasanya, pabrik Hot Strip Mill memproduksi order berdasarkan program roll design yang telah disusun berdasarkan tebal dan lebar coil. Pabrik HSM tidak bisa memproduksi sembarangan, karena job-job yang akan dikerjakan harus dibentuk program roll design dengan mengurutkan job-job sesuai dengan batasan coffin shape yaitu dengan adanya pengelompokkan (grouping job) ke dalam 9 group berdasarkan karakteristik tebal dan lebar coil. Latar belakang dari penelitian ini, didapati banyaknya order yang terlambat, terlihat dari jumlah tardiness yang cukup besar yaitu sebanyak 237 hari selama periode 1-7 Mei 2013. Hal inilah yang menjadi titik permasalahan bagaimana perusahaan dapat membuat jadwal dengan baik sesuai batasan-batasan yang ada di dalam program roll design, yang mampu meminimasi tardiness. Oleh sebab itu pada tahapan grouping job pada penelitian ini dilakukan modifikasi grouping job, yaitu pengurutan job sesuai dengan duedate yang tercepat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurutkan job tersebut adalah dengan metode Earliest Due Date (EDD). Dari latar belakang yang ada maka tujuan penelitian ini yaitu meminimasi tardiness pada pabrik HSM dengan menggunakan modifikasi grouping job yang akan dibandingkan dengan penjadwalan existing. Hasil penelitian inidibuktikan bahwa penjadwalan pada pabrik Hot Strip Mill dengan menggunakan metode modifikasi grouping job ini, dapat meminimalkan total tardiness dari 237 hari yang terlambat pada jadwal existing menjadi 95 hari pada jadwal usulan, dengan persentase penurunan sebesar 57%.
Usulan Lean Manufacturing System untuk Mereduksi Waste Dan Efisiensi Biaya Produksi Di PT. ABC Divisi Slab Steel Plant 1 Aan Maulana; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.601 KB)

Abstract

Dalam dunia industri yang kompetitif setiap perusahaan harus dapat bersaing dengan memberikan produk yang unggul dengan harga yang kompetitif serta harus dapat memenuhi permintaan pasar. PT. ABC merupakan perusahaan baja milik negara (BUMN) yang beroperasi sejak tahun 1970, dalam proses bisnisnya PT. ABC merupakan perusahaan hulu hilir dengan memiliki beberapa divisi. Penelitian ini dilakukan di divisi slab steel plant 1, dari hasil pengamatan dan diskusi diketahui bahwa dalam proses produksi yang dilakukan divisi slab steel plant 1 terdapat aktivitas yang mengindikasikan kedalam waste seperti waktu menunggu PT. PBH ganti slagpot, buang slag dan delay operasi, hal tersebut menyebabkan waktu produksi menjadi lebih panjang serta biaya produksi menjadi lebih tinggi. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui faktor penyebab waste dominan, membuat usulan untuk mereduksi waste yang dominan, menghitung perbandingan biaya sebelum dan sesudah reduksi waste dominan. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan konsep lean dengan metode value stream mapping. Langkah yang dilakukan adalah membuat big picture mapping, membuat process activity mapping, melakukan perhitungan process activity mapping, pengkategorian aktivitas, analisa sebab akibat dengan diagram fishbone dan melakukan usulan perbaikan. Dari hasil pengolahan data diketahui faktor penyebab terjadinya waste dominan adalah operator kurang memahami SOP, konsumsi oksigen tinggi, slag bersifat asam, daya angkat crash berkurang, antri crash, ukuran grafit tidak standard dan metalisasi rendah. Usulan perbaikan yang dilakukan adalah melakukan process control dan modifikasi injector grafit. Biaya waste yang dikeluarkan oleh perusahaan pada bulan Oktober tahun 2013 adalah Rp. 87.121.999,- setelah dilakukan reduksi waste dominan biaya tersebut menjadi Rp.0,-.
Analisa Line Balancing Dengan Metode Genetika Algoritma Pada Lintasan Produksi Di PT. X Theresa Novita Sari; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.671 KB)

Abstract

Keseimbangan lintasan dalam aliran proses produksi tidak jarang masih kurang mendapatkan perhatian dalam suatu industri, padahal suatu industri perlu memperhatikan keseimbangan proses produksi dan produktifitas kerja. PT. X adalah industri garment, di dalam PT. X banyak lini produksi yang mengerjakan aktivitas produksi yang berbeda-beda, dengan adanya perbedaan aktivitas kerja maka masalah kelebihan atau kekurangan waktu produksi dapat berpengaruh pada keseimbangan arus produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai cycle time dan mendapatkan jumlah stasiun kerja baru yang seimbang untuk proses produksi di PT. X dan merekomendasikan usulan urutan proses produksi. Oleh karena itu dibutuhkan analisa line balancing, adapun penelitian ini menggunakan metode genetika algoritma. Hasil yang didapatkan nilai cycle time sebesar 1,510 dan jumlah stasiun kerja baru sebanyak 13. Usulan urutan proses produksi yang di berikan di dapatkan dari hasil iterasi kesepuluh dengan nilai line efisiensi sebesar 74,74 % dan nilai balance delay sebesar 25,26 %. Adapun urutan prosesnya ialah task 1, 2, 3, 7 dan 8 digabungkan menjadi satu stasiun kerja untuk stasiun kerja pertama, selanjutnya task 5 dan 6 digabungkan sebagai stasiun kerja kedua, task 4 menjadi stasiun kerja ketiga, task 9 dan 10 menjadi stasiun kerja keempat, task 12, 11, dan 13 untuk stasiun kerja kelima, task 14, 15, 17, 16, 18, dan 20 untuk stasiun kerja keenam, task 23, 19, 22, dan 21 untuk stasiun kerja ketujuh, task 25 dan 24 untuk stasiun kerja kedelapan, task 28, 27, dan 26 untuk stasiun kerja kesembilan, task 29, 38, dan 31 untuk stasiun kerja kesepuluh, task 30, dan 37 untuk stasiun kerja kesebelas, task 35, 33, 36, dan 34 untuk stasiun kerja keduabelas, dan penggabungan terakhir dalam line usulan ini ialah task 39 dan 32.
Usulan Layout Perkantoran Baru Menggunakan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan Di PT. Krakatau Bandar Samudera Fauzan Hamdani; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.399 KB)

Abstract

PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa dan merupakan pelabuhan terdalam di Indonesia yang disiapkan untuk menangani segala jenis cargo baik curah kering, curah cair maupun container. Pekerjaan yang dilakukan oleh setiap departemen memiliki keterkaitan satu sama lain, dimana letak dari satu departemen dengan departemen yang berhubungan harus saling berdekatan, sehingga layout dalam suatu perkantoran harus tertata dengan rapih. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat kedekatan, bobot jarak yang optimal dan perancangan layout pekantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera. Perancangan layout ini menggunakan metode Activity Relationship Chart dan blocplan. Perancangan layout ini juga memperhatikan flow bisnis dari perusahaan. Hasil dari penelitian ini berupa layout baru untuk perkantoran di PT. Krakatau Bandar Samudera. Layout ini mempunyai bobot jarak terkecil dari satu departemen ke departemen yang lain. Setelah dilakukan perancangan ulang layout perkantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera bahwa bobot jarak yang optimal adalah 492268,2 dengan penurunan sebesar 48,4 %. Usulan perkantoran baru mempunyai dimensi panjang sebesar 80,1 meter, dimensi lebar 57 meter sehingga luas nya adalah 4.564 m2. Dengan luas perkantoran utama yaitu 1.854 m2, luas pelayanan personil kantor adalah 1169 m2 dan allowance gang sebesar 51 %.
Analisis Proses Produksi Container Accu Menggunakan Metode Lean Manufacturing Pada PT.Presisi Cimanggis Makmur (PCM) Bummy Prakoso; Evi Febianti; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.13 KB)

Abstract

PT.Presisi Cimanggis Makmur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufacture. Perusahaan ini masih menggunakan system make to stock. Usahan yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen salah satunya dengan meminimasi waste. Waste yang sering terjadi pada proses produksi container accu adalah defect product. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pemborosan yang sering terjadi di lantai produksi, mengidentifikasi penyebab-penyebab terjadinya waste, dan memberikan usulan perbaikan untuk penyelesaian masalah waste yang ada. Penelitian ini menggunakan metode lean manufacturing dengan analysis menggunakan metode fault tree analysis (FTA). Pemborosan yang sering terjadi pada proses produksi container accu pada perusahaan setelah dilakukan wawancara dan perhitungan dengan pembobotan maka di ketahui waste yang sering muncul adalah defect product dengan bobot 20,95%,. Kemudian, Dari hasil identifikasi penyebab terjadinya waste pada proses pembuatan container accu menggunakan fault tree analysis (FTA), maka diketahui faktor atau akar masalah terjadinya defect tersebut adalah mold atau cetakan ditempatkan pada mesin yang salah, tidak ada jadwal maintenance, kurangnya pelatihan pada teknisi, kurangnya pengawasan, sisa material lain dalam nozzle, banyak variasi bahan baku, dan penurunan kualitas bahan baku. Setelah dilakukan brainstorming dengan kepala produksi untuk perbaikan yang dapat dilakukan untuk perusahaan, maka didapatkan kegiatan yang waktunya dapat direduksi diantaranya pada proses transportasi dari gudang penyimpanan menuju gedung produksi waktu yang dapat di pangkas sebesar 16 detik, proses transportasi ke mesin mold, dan proses perpindaha operator dengan pengurangan waktu selama 10 detik yang semua kegiatan tersebut digolongkan dalam NNVA (Necessary but Non Value Added). Peningkatan process cycle efficiency (PCE) setelah perbaikan adalah 15% dari sistem eksisting.
USULAN PERENCANAAN PRODUKSI PADA PRODUK SLAB BAJA DENGAN MENGGUNAKAN GOAL PROGRAMMING DI PT. XYZ Melinda Trianita; Lely Helina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.632 KB)

Abstract

Goal Programming adalah salah satu model matematis yang dipandang sesuai digunakan untuk menyelesaikan masalah multi tujuan karena melalui variabel deviasinya, goal programming secara otomatis menangkap informasi tentang pencapaian relatif dari tujuan yang ada. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur dan menggunakan sistem make to order. Perusahaan ini memproduksi besi dan baja berkualitas salah satu produknya adalah slab baja. Slab baja yang diproduksi terdiri dari slab baja yang mengandung alloy dan tanpa alloy. Pada masing-masing slab tersebut terdapat grade yang menunjukan kandungan bahan pada setiap slabnya. Pada penelitian ini produk yang dibahas adalah slab baja tanpa alloy karena slab tersebut adalah slab yang merupakan mayoritas produk dipesan oleh konsumen. Penelitian difokuskan pada slab tanpa alloy dengan tiga grade yaitu slab grade low, garde medium dan grade high. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah slab yang diproduksi sendiri lebih mahal biaya produksinya dibanding slab import dari perusahaan lain karena perbandingannya berkisar sekitar 40% dari harga PT. XYZ. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua fungsi tujuan tercapai. Keuntungan yang sesuai target, permintaan produksi terpenuhi, dan jumlah import berkurang.
Usulan Perencanaan Agregat Produksi Pipa Baja Spiral Dan Longitudinal Di PT.XYZ Arif Saptiyadi; Evi Febianti; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2102.652 KB)

Abstract

PT.XYZ adalah perusahaan bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi berbagai macam pipa baja yaitu pipa baja spiral dan longitudinal. Rencana produksi di perusahaan PT.XYZ selama ini hanya berdasarkan jumlah pesanan yang ada tanpa memperhitungkan optimalisasi faktor produksi yang digunakan diantaranya persediaan barang jadi, penggunaan jam kerja regular dan lembur.Tidak memiliki perencanaan persediaan barang jadi yang cukup baik dapat menimbulkan ongkos biaya simpan semakin besar, penyempitan gudang penyimpanan, dan dapat menimbulkan kerusakan barang jadi. Serta penggunaan jam kerja yang kurang optimal dapat menimbulkan ongkos penggunaan jam kerja semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan pipa baja serta membuat rencana agregat produksi secara keseluruhan, baik persedian barang jadi dan penggunaan jam kerja regular dan lembur yang optimal sehingga dapat memenuhi permintaan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada dengan biaya total minimum. Metode yang digunakan adalah perencanaan agregat menggunakan model linear programming. Berdasarkan hasil peramalan didapat jumlah permintaan peramalan pipa baja spiral dan longitudinal sebesar 3747,47 ton dan 2015,72 ton setiap periodenya. Dengan total permintaan sebesar 69158,28 ton selama 12 periode.Dan hasil perencanaan agregat didapatkan jumlah persediaan barang jadi pipa baja spiral dan longitudinal yang optimal 1969,18 jam dan 709,26 jam, jam kerja reguler 18492,76 jam dan 5598,16 jam, jam kerja lembur 551,88 jam dan 743,29 jam. Biaya total yang optimal untuk memenuhi jumlah permintaan pipa baja spiral dan longitudinal sebesar Rp. 270.243.700,78 dan Rp. 97.616.711,20. Dengan biaya keseluruhan sebesar Rp. 367.860.411,98.
Pengembangan Algoritma Programa Pembatas untuk Penjadwalan Job-Shop Bobby Kurniawan
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 20, No 1 (2021): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.20.1.44302

Abstract

This research addressed the job-shop scheduling problem in a manufacturing company. The objective is to minimize the makespan. Constraint programming approach is developed to solve the problem. The result obtained from constraint programming is better than that of currently applied by the company. The constraint programming approach is also tested on several randomly generated instances.
Penjadwalan Flexible Job Shop: Studi Kasus PT. X Bobby Kurniawan; Ade Irman S M
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 14, No 1 (2015): PERFORMA Vol. 14 No 1, Maret 2015
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.151 KB) | DOI: 10.20961/performa.14.1.11016

Abstract

Flexible Manufacturing System (FMS) is characterized by process and routing flexibility which gives several machines in the facility has more than one process capabilities. However, high investment is needed to implement FMS. As a consequence, equipment on FMS must be operated in full utilization to overcome the fixed cost incurred. Furthermore, customers want their product delivered on time. Hence, good planning and scheduling play important role to achieve these goals. The resource allocation problem in FMS to fulfill customers’ satisfaction can be modeled by Flexible Job Shop Problem (FJSP) using lateness criteria. Mixed integer programming is used to solve the Flexible Job Shop problem.
Co-Authors Aan Maulana Abdullah, Muhammad Hasyim Achmad Bahauddin Achmad, Dinda Zivarulia Ade Irman Ade Irman Ade Irman S M Ade Irman S. Mutaqin Ade Irman Saeful Mutaqin Ade Irman Saeful Mutaqin Ade Irman, Ade Adrian Rizki Pratama Aji Munaji Alamsyah, Muhamad Rizki alfin, alfin Amelia, Khayrani Anggraeni, Shanti Kirana Ani Umyati Ani Umyati Anis Fuad Anting Wulandari Arif Saptiyadi Arina, Faula Ary Kurniati Asep Ridwan Atia Sonda Atin Sumihartati Bagya Alif bakri, khoirul Bummy Prakoso Dewantari, Nustin M. Dewantari, Nustin Merdiana Dyah L. Trenggonowati Dyah L. Trenggonowati Dyah Lintang Trenggonowati Eka Dede Sutrisna Endang Suhendi, Endang Erik Maulana Eriyani, Eni Evi Febianti Evi Febianti Evi Febianti Evi Febianti Evi Febianti Fadhela Ara Salma Fathimah, Eva Aurelia Fauzan Hamdani Fauzan Isnan Rosep Febrianti, Violetta Andrean Fellek Getu Tadesse Fellek Getu Tadesse Fellek Getu Tadesse Ferdinant, Putro Ferro Friskayani, I Gusti Ayu Gemilang, Raihan Gunawan, Akbar Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hafidh Aulia Muhammad Hartono Hartono Herlina, Lely Intan Nauroh Irman, Ade Jayawarsa, A.A. Ketut K Kulsum Kiki Dwi Safitri Kulsum Kulsum kulsum kulsum Lady, Lovely Lely Helina Lely Herlina Lely Herlina Lely Herlina Liza, Fitri Lovely Lady M. adha Ilhami Melinda Trianita Mubarak, Hafair Muhammad Adha Ilhami Muhammad Adha Ilhami Muharni, Yusraini Muharni, Yusraini N. Nurjanah Nadienda Erwidia Putri Nur Andriyani Nuraida Wahyuni Nustin Merdiana Dewantari Pamulatsih, Wening Putiri Bhuana Katili Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Qothrunnada, Haniyah Rahmayetty Rahmayetty Ratna Ekawati Restu Wigati, Restu Rosalina Sari Rozalina, Alda Salsabila, Farah Saptiyadi, Arif Setiawan Adi Nugroho Shanti Kirana Anggraeni Sonda, Atia Syaifulloh Syaifulloh, Syaifulloh Teresia Febriarti Theresa Novita Sari Totong - Trenggonowati, Dyah L. Trenggonowati, Dyah Lintang Triwin R. Ambarwaty ulfah, Maria Ulfah, Maria Ummi, Nurul Utami Damayanti Wulandari, Anting Yanuar Sutanto Yayan Hary Yadi Yusraini Muharni Yusraini Muharni