Claim Missing Document
Check
Articles

Algoritma memetic untuk penjadwalan multi-tujuan flow-shop memperhitungkan konsumpsi energi Bobby Kurniawan; Atia Sonda; Ade Irman; Evi Febianti; Kulsum Kulsum; Lely Herlina; Muhammad Adha Ilhami; Yusraini Muharni; Fellek Getu Tadesse; Hadi Setiawan
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v7i2.14211

Abstract

Energi sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Saat ini, sumber energi masih didominasi oleh sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) yang dapat habis seiring dengan waktu. Industri manufaktur, sebagai salah satu sektor yang mengkonsumsi energi dalam jumlah besar, dituntut untuk dapat melakukan konservasi energi dalam kegiatan operasionalnya. Penjadwalan dapat digunakan sebagai metode konservasi energi. Penelitian ini membahas penjadwalan banyak tujuan flow-shop untuk meminimasi biaya pemakaian listrik dan total tardiness. Kecepatan mesin dapat diubah untuk mengurangi atau menambah waktu proses sebuah job. Apabila waktu proses sebuah job dikurangi, maka job dapat selesai lebih cepat. Akan tetapi, mengurangi waktu proses sebuah job memerlukan energi yang lebih banyak. Oleh karena itu, akan muncul trade-off antara total tardiness dan konsumsi energi. Algoritma memetic multi-obyektif (MOMA) dikembangkan untuk memecahkan masalah multi-tujuan. Percobaan numerik dilakukan untuk mengevaluasi performansi MOMA menggunakan masalah yang dibangkitkan secara acak. Hasil dari percobaan numerik menunjukkan bahwa MOMA efektif dalam menyelesaikan masalah penjadwalan multi-tujuan flow-shop.
Measurement of effectiveness of food processing machine through overall equipment effectiveness (OEE) Evi Febianti; Kiki Dwi Safitri; Kulsum Kulsum; Bobby Kurniawan; Putro Ferro Ferdinant; Hadi Setiawan
Journal Industrial Servicess Vol 8, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v8i1.14076

Abstract

Machinery and equipment are critical facilities for the sustainability of production. The company needs to conduct intensive evaluation and maintenance of production machinery to maintain engine performance to work optimally. PT. XYZ is a manufacturing company engaged in food producers in Indonesia. The problem that often occurs is a breakdown of the production machine. This causes the company to be unable to meet the production target so that the company's productivity decreases. The method used is Overall Equipment Effectiveness (OEE) to determine how effective the machine is on Kuroma PC-211 machines and proposed repairs. This study aims to determine the value of Overall Equipment Effectiveness (OEE), find out the causes of six big losses, and provide suggestions for improvement. The results showed the average percentage availability rate on Kuroma PC-211 machines was 84.40%, performance rate with 93.23%, quality rate with 98.59%, and OEE with 77.53% percentage.
Perancangan Ulang Fasilitas Produksi Menggunakan 2-OptAlgorithm Di PT. XYZ Setiawan Adi Nugroho; Evi Febianti; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.277 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan peusahaan yang memproduksi besi baja profil dan tulangan dengan kegunaan sebagai baja beton dan pembangunan konstruksi, untuk dapat meraih keunggulan di tengah kondisi persaingan bisnis yang semakin ketat.Salah satu faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan jangka panjang adalah pengukuran kinerja perusahaan.Selama ini perusahaan mempunyai kinerja yang kurang baik, karena tidak terfokuskan sepenuhnya untuk memanfaatkan fasilitas produksi dengan baik.Tujuan perancangan ini adalah mendapatkan tata letak alternatif untuk fasilitas produksi di area Roll Turning Shop yang baik dari segi teknis dan efisien untuk keperluan produksi dan mendapatkan tata letak mesin yang optimum untuk proses produksi di PT.XYZ. Faktor yang terjadi dalam permasalahan ini adanya jarak yang sangat jauh dari aktivitas pekerjaan antar masing-masing fasilitas, dimana penempatan mesin Auxilary ke tempat area produksi Barmill,Sectionmill dan Mekanik Perawatan yang berjarak 2 km, hal ini menjadi hambatan dalam proses pengiriman spare-part ke divisi tersebut. Yakni merelokasi mesin auxiliary ke Departemen Roll Turning Shop dengan menggunakan metode ABSmodel 2 dengan 2-OPT meupakan solusi terbaik untuk memberikan usulan layout tata letak mesin di PT XYZ. Pengolahan data menghasilkan tata letak usulan yang lebih efektif dan efesien dengan menggunakan metode tersebut hasil perhitungan dari solusi awal hasil yang diperoleh total biaya perpindahan dari layout awal sebesar Z* 851500. Setelah mengalami 1 kali iterasi menggunakan Absmodel 2, makaperubahan 2 departemen mesin, diperoleh layout baru stasiun 2 dengan nilai Z* optimum sebesar 825500, maka mencari nilai optimum kembali dengan mendapatkan nilai Z* optimum 802750 yaitu terdapat pertukaran area pekerjaan las dengan mesin press, serta menjadi layout baru usulan stasiun 3. kemudian kembali menukarkan semua posisi antar mesin agar mendapatkan nilai yang optimum sebagai acuan mendapatkan posisi mesin yang ideal dari segi efisiensi, dan di dapat nilai Z* sebesar 767000 dengan , bahwa stasiun 4 merupakan penempatan mesin yang sangat ideal berdasarkan kedekatan antar mesin dan jarak tempuh material yang akan dibuat sebagai spare-part yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dinas produksi dan perawatan di PT XYZ.
Usulan Penjadwalan Perawatan Mesin Dengan Mempertimbangkan Reliability Block Diagram Pada Unit Stand CPL Di PT Krakatau Steel Aji Munaji; M. adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.281 KB)

Abstract

Jadwal perawatan yang tepat diperlukan untuk menghindari terjadinya breakdown dan juga untuk mempertahankan keandalan (reliabilitas) mesin sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya kegagalan saat mesin bekerja. Untuk itu perlu dilakukan penentuan penjadwalan yang tepat untuk mencegah terjadinya breakdown dan mepertahankan keandalan mesin. Penelitian ini diterapkan pada sebuah perusahan yang bergerak dalam bidang produksi baja dengan jenis baja yang diproduksi adalah Cold Rolled Coil (CRC) dan Cold Rolled Sheet (CRS). Yang menjadi objek penelitian adalah unit stand CPL karena sering terjadinya downtime berdasarkan historis perusahaan. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah menentukan reliabilitas setiap mesin pada stand CPL, menentukan reliabilitas sistem dengan reliability block diagram (RBD), dan menentukan jadwal perawatan untuk setiap mesin pada unit stand CPL. Metode yang digunakan adalah Reliability Block Diagram (RBD), metode ini dipakai untuk menganalisa reliabilitas sistem yang menjadi objek penelitian dan menentukan penjadwalan perawatan mesin, selain itu juga menggunakan model simulasi diskrit untuk membuat model dari sistem nyata dan mengetahui waktu rata-rata antar keusakan mesin (MTBF). Hasil yang didapat untuk reliabilitas setiap mesin adalah untuk mesin uncoiler 36%, mesin shearing 36,8%, mesin welder 36,8%, mesin pickling tank 36,8%, mesin rinsing section 36,8%, mesin drying 36,8%, mesin side trimmer 27,9% dan mesin recoiler 23,7%. Untuk nilai reliabilitas sistem berdasarkan reliability block diagram (RBD) adalah 72%. Jadwal perawatan terencana untuk mesin uncoiler setiap 29 hari, mesin shearing dan drying setiap 36 hari, mesin welder setiap 4 hari, mesin pickling tank setiap 29 hari, mesin rinsing section setiap 45 hari, mesin side trimmer setiap 10 hari, dan mesin recoiler setiap 10 hari. Dengan periode penjadwalan yang diusulkan diharapkan mampu meningkatkan reliabilitas sistem awal 72% menjadi 80%.
Usulan Perencanaan Perawatan Mesin Coldsaw Dengan Metode Reliability Centered Maintenance Dan Reliability Block Diagram (Study kasus : PT. Krakatau Wajatama) Erik Maulana; M. Adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.748 KB)

Abstract

PT. Krakatau Wajatama merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi baja profil dan baja tulangan. Produksi perusahaan ini terus-menerus. Maka dari itu perlu adanya upaya sistem maintenance yang baik untuk menjaga kehandalan mesin. Mesin Coldsaw adalah objek yang diteliti karena memiliki waktu downtime terbesar. Tujuan penelitian ini menentukan komponen critical, menentukan pola distribusi komponen mesin coldsaw, menentukan nilai reliability mesin coldsaw, menentukan interval waktu perawatan guna meningkatkan kehandalan 85%, menentukan faktor kegagalan mesin dengan metode FMEA, dan menentukan kebijakan perawatan mesin dengan metode RCM. Data yang didapat diolah menggunakan Metode FMEA, RCM , RBD, lalu disimulasikan pada kalender tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan komponen kritis berdasarkan downtime terbesar adalah komponen Plate Sliding dengan waktu 11,5 jam. Faktor penyebab kegagalan diperoleh dari metode FMEA, dan kebijakan yang diambil berdasarkan Decision Worksheet. Reliability komponen Plate sliding sebesar 23,75%, reliability komponen Translation sebesar 26,71%, reliability komponen roll table sebesar 31,84%, reliability stopper sebesar 36,79%, dan reliability V-Belt sebesar 50,00%. Nilai RBD eksisting mesin Coldsaw sebesar 37,43%. Diusulkan jadwal Preventive maintenance guna meningkatkan reliability 85%, sehingga komponen Plate sliding 27,06% dengan usulan 60 hari, komponen Translation 34,67% dengan usulan 20 hari, komponen Roll Table 39,81% dengan usulan 15 hari, komponen Stopper 85,07% dengan usulan 9 hari, dan komponen V-Belt 61,43% dengan usulan 90 hari.
Aplikasi Lean Manufacturing pada Proses Bongkar Muat dan Pengiriman Cargo Coal dengan Pendekatan Simulasi (Studi Kasus di PT. XYZ) Teresia Febriarti; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.488 KB)

Abstract

 PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelabuhan. Salah satu kegiatannya adalah bongkar muat dan pengiriman cargo coal dari PT. XYZ ke PT. ABC. Waktu total yang disepakati untuk menyelesaikan proses bongkar muat dan proses pengiriman dari PT. XYZ ke PT. ABC sebesar 48 jam atau 2 hari. Namun pada kenyataannya, kesepakatan antara PT. XYZ dan PT. ABC tidak sesuai target untuk proses bongkar muat dan proses pengiriman cargo coal dikarenakan waktu total untuk proses bongkar muat dan pengiriman cargo coal sebesar 63,99 jam atau lebih dari 2 hari. Keterlambatan pengiriman tersebut sangat merugikan PT. XYZ. Dalam keterlambatan tersebut dapat dipastikan ada hambatan-hambatan yaitu waste (pemborosan) yang banyak terjadi baik dalam proses bongkar muat coal dan proses pengiriman sampai kepada pemilik barang. Tujuan penelitian ini adalah merancang simulasi eksisting pada proses bongkar muat dan proses pengiriman coal dari PT. XYZ ke PT. ABC, mengidentifikasi aktivitas-aktivitas value added (VA), non value added (NVA) dan necessary but non value added (NNVA) yang terdapat pada proses bongkar muat dan proses pengiriman cargo coal dan menentukan usulan perbaikan guna meminimasi takt time agar sesuai dengan target perusahaan. Metode yang digunakan adalah simulasi dan penerapan lean pada proses bongkar muat dan pengiriman cargo coal PT. XYZ ke PT. ABC. Kondisi proses bongkar muat dan pengiriman cargo coal digambarkan dalam Big Picture Mapping, kemudian mengidentifikasi waste dan dilakukan pemetaan menggunakan Diagram Aktivitas Proses dan dilakukan simulasi sebagai usulan perbaikan. Berdasarkan pengolahan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan antara system eksisting dan system nyata,untuk aktivitas value added yaitu proses bongkar muat, penimbangan dan pembongkaran, untuk non value added yaitu trouble gate hopper #5, waiting truck dan meal time operator, dan necessary but non value added yaitu stop disch rain, waiting frontloader, cleaning dan sailing. Sementara dari hasil simulasi diperoleh bahwa usulan perbaikan yang dipilih adalah skenario 1 yaitu dengan penambahan shipunloader pada dermaga 1.4. Waktu yang dibutuhkan sebesar 53,16 jam.
Identifikasi Dan Reduksi Waste Pada Proses Produksi Job Shop Dengan Pendekatan Lean Menufacturing (Studi Kasus: PT. Barata Indonesia UUM Cilegon) Hafidh Aulia Muhammad; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.007 KB)

Abstract

Perkembangan manufaktur kelas dunia menantang setiap  perusahaan untuk mengembangkan perusahaannya. Hal ini menyebabkan pelaku industri harus mampu mengikuti perkembangan agar mampu berkompetisi. Untuk menciptakan industri manufaktur yang mampu bersaing dan berkembang PT. Barata Indonesia UUM Cilegon dengan cara menerapkan industri yang bersifat lean thinking. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi dan mengeleminasi waste (pemborosan) yang terjadi melalui perbaikan dan pengembangan yang berkelanjutan. Penyelesaian penelitian ini dengan pendekatan lean manufacture dengan metode value network mapping. Langkah dalam value network mapping adalah segmentasi produk menggunakan P-$ analysis, identifikasi product family menggunakan cluster analysis, mengidentifikasi aliran produksi dengan value network mapping yang terdiri dari perhitungan waktu produksi, visualisasi aliran operasi, informasi aliran proses, dan penggambaran value network mapping, identifikasi value added, non value added, necessary non value added, dan waste dilakukan brainstorming dengan pihak perusahaan, dan perbaikan dilakukan penerapan 5R dan pembuatan SOP. Hasil dari penelitian ini didapatkan waiting waste pada aktivitas-aktivitas produksi dengan waktu 45180 detik, inventory waste dengan waktu 5443256 detik, transportation dengan waktu 227671 detik, dan motion dengan waktu 68400 detik. Transportation dan motion waste aktivitas-aktivitas yang terkategori necessary non value added, waiting dan inventory waste aktivitas-aktivitas yang terkategori non value added. Implementasi 5R pada waste yang terkategori non value added yang mempengaruhi perubahan waktu pada waiting waste penurunan sebesar 8489 detik, dan inventory waste terjadi penurunan sebesar 15863 detik. Usulan pembuatan SOP agar lebih efektif terhadap penurunan waktu dari inventory waste. Dengan usulan-usulan tersebut diharapkan perusahaan dapat mereduksi waste dengan continuous improvement.
Penjadwalan Produk Painted di PT. ABC Dengan Algoritma Branch and Bound & Neighborhood Search Untuk Meminimasi Mean Flow Time Ary Kurniati; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.864 KB)

Abstract

PT. ABC adalah perusahaan manufaktur yang bergerak pada pelapisan metal (ZINCALUME®) dan pelapisan cat (COLORBOND®). Pembuatan kedua produk tersebut melewati plan produksi yang dinamakan Metal Coating Line 2 (MCL 2), produk pelapisan cat atau painted yang paling banyak diminta oleh konsumen khususnya di MCL 2. Sehingga dibutuhkan waktu pengerjaan produk yang cepat dengan cara menjadwalkan produk secara tepat. Latar belakang penelitian adalah PT. ABC belum dapat memenuhi semua order konsumen dikarenakan mesin MCL 2 masih bersifat baru sehingga menyebabkan bottleneck pada proses welder dan surface khususnya produk painted maka diperlukan penjadwalan yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah algoritma branch and bound dan neighborhood seearch. Tujuan penelitian untuk meminimasi mean flow time pada MCL 2 dengan menggunakan algoritma branch and bound dan neighborhood search, yang akan dibandingkan dengan penjadwalan eksisiting pada perusahaan. Kondisi penjadwalan eksisting pada perusahaan yaitu FCFS (First Come First Served) dimana order yang datang terlebih dahulu, akan diproses pada plan produksi. Pada penjadwalan ini, dibagi menjadi dua batch dengan dimensi yang berbeda-beda, dikarenakan pada perusahaannya, menetapkan sistem sequencing dengan ukuran yang lebih kecil, yang terlebih dahulu diproses. Sistem batch-nya terbagi menjadi dua dimensi yaitu batch pertama dengan dimensi 0,20 x 914mm dan batch kedua dengan dimensi 0,25 x 914mm. Hasil penelitian didapatkan, mean flow time pada batch 0,20 x 914mm dengan algoritma branch and bound dan neighborhood search adalah 18,42 jam dengan urutan job pada branch and bound adalah job 14- job 21- job 20- job 11- job 15 – job 8- job 3 –job 4- job 9- job 7, sedangkan dengan neighborhood search, urutan yang dihasilkan yaitu job 14- job 20- job 21- job 11- job 15 – job 8- job 3 –job 4- job 9- job 7 sedangkan nilai eksisting 43,23 jam. Sementara untuk batch 0,25 x 914mm, dengan menggunakan kedua algoritma, didapatkan nilai 147,13 jam dengan urutan yang berbeda pada masing-masing algoritmanya, dibandingkan nilai eksisting 182,76 jam. Pada algoritma branch and bound, urutan job nya adalah job 6- job 18- job 2- job 22- job 5- job 10- job 19- job 16- job 12- job 1- job 23- job 17- job 13. Sedangkan variasi jadwal dengan algoritma neighborhood search yaitu job 6- job 18- job 2- job 22- job 5- job 10- job 19- job 12- job 16- job 1- job 17- job 23- job 13. Penurunan mean flow time antara kondisi eksiting dengan menggunakan algoritma branch and bound dan neighborhood search, pada batch 0,20 x 914 mm dan 0,25 x 914 mm sebesar 57% dan 19%.
Usulan Perbaikan Pengecekan Status Order pada Proses Bisnis Produksi Coil di Divisi CRM Ade Irman Saeful Mutaqin S; Bobby Kurniawan; Eka Dede Sutrisna
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.545 KB)

Abstract

Divisi Cold Rolling Mill (CRM) merupakan salah satu divisi di PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yang memproduksi baja lembaran dingin dengan ketebalan 0.200 mm sampai dengan 3.000 mm. Salah satu proses bisnis di divisi CRM adalah controlling yang difokuskan pada pengecekan status order. Pengecekan status order di divisi CRM harus menggunakan dua sistem, yaitu PCS dan SAPsehingga memerlukan langkah kerja yang panjang serta waktu siklus yang relative lama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan pada proses pengecekan status order di divisi CRM. Pengolahan data menggunakan software foxbase dengan mengambil data dari PCS dan SAP.Pada penelitian ini diketahui bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan waktu siklus menjadi lama, diantaranya penggunaan dua sistem serta beberapa update yang masih manual. Pengecekan status order usulan mengeliminasi beberapa langkah kerja dari pengecekan status order eksisteingserta mengganti beberapa langkah kerja dengan langkah kerja yang lebih efektif. Hasil penelitiandidapat bahwa terdapat penurunan jumlah langkah kerja, dari 12 langkah kerja pada proses pengecekan status order eksisting menjdi 9 langkah kerja pada pengecekan status order usulan, begitu juga dengan waktu siklus terdapat penurunan dari 54 menit pada pengecekan status ordereksisting menjadi 32 menit pada pengecekan status order usulan.   
Usulan Penjadwalan Program Roll Design Kategori Program Tipis Pada Pabrik Hot Strip Mill Untuk Meminimasi Tardiness Nur Andriyani; Muhammad Adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.806 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri baja yang memproduksi berbagai macam produk-produk baja. Salah satunya adalah lembaran baja panas (hot rolled coil). Produk tersebut memiliki kapasitas produksi paling tinggi yaitu sebesar 2 juta ton pertahun. Produk tersebut merupakan hasil produk dari pabrik Hot Strip Mill (HSM). Berbeda dengan penjadwalan biasanya, pabrik Hot Strip Mill memproduksi order berdasarkan program roll design yang telah disusun berdasarkan tebal dan lebar coil. Pabrik HSM tidak bisa memproduksi sembarangan, karena job-job yang akan dikerjakan harus dibentuk program roll design dengan mengurutkan job-job sesuai dengan batasan coffin shape yaitu dengan adanya pengelompokkan (grouping job) ke dalam 9 group berdasarkan karakteristik tebal dan lebar coil. Latar belakang dari penelitian ini, didapati banyaknya order yang terlambat, terlihat dari jumlah tardiness yang cukup besar yaitu sebanyak 237 hari selama periode 1-7 Mei 2013. Hal inilah yang menjadi titik permasalahan bagaimana perusahaan dapat membuat jadwal dengan baik sesuai batasan-batasan yang ada di dalam program roll design, yang mampu meminimasi tardiness. Oleh sebab itu pada tahapan grouping job pada penelitian ini dilakukan modifikasi grouping job, yaitu pengurutan job sesuai dengan duedate yang tercepat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurutkan job tersebut adalah dengan metode Earliest Due Date (EDD). Dari latar belakang yang ada maka tujuan penelitian ini yaitu meminimasi tardiness pada pabrik HSM dengan menggunakan modifikasi grouping job yang akan dibandingkan dengan penjadwalan existing. Hasil penelitian inidibuktikan bahwa penjadwalan pada pabrik Hot Strip Mill dengan menggunakan metode modifikasi grouping job ini, dapat meminimalkan total tardiness dari 237 hari yang terlambat pada jadwal existing menjadi 95 hari pada jadwal usulan, dengan persentase penurunan sebesar 57%.
Co-Authors Aan Maulana Abdullah, Muhammad Hasyim Achmad Bahauddin Achmad, Dinda Zivarulia Ade Irman Ade Irman Ade Irman S M Ade Irman S. Mutaqin Ade Irman Saeful Mutaqin Ade Irman Saeful Mutaqin Ade Irman, Ade Adrian Rizki Pratama Aji Munaji Alamsyah, Muhamad Rizki alfin, alfin Amelia, Khayrani Anggraeni, Shanti Kirana Ani Umyati Ani Umyati Anis Fuad Anting Wulandari Arif Saptiyadi Arina, Faula Ary Kurniati Asep Ridwan Atia Sonda Atin Sumihartati Bagya Alif bakri, khoirul Bummy Prakoso Dewantari, Nustin M. Dewantari, Nustin Merdiana Dyah L. Trenggonowati Dyah L. Trenggonowati Dyah Lintang Trenggonowati Eka Dede Sutrisna Endang Suhendi, Endang Erik Maulana Eriyani, Eni Evi Febianti Evi Febianti Evi Febianti Evi Febianti Evi Febianti Fadhela Ara Salma Fathimah, Eva Aurelia Fauzan Hamdani Fauzan Isnan Rosep Febrianti, Violetta Andrean Fellek Getu Tadesse Fellek Getu Tadesse Fellek Getu Tadesse Ferdinant, Putro Ferro Friskayani, I Gusti Ayu Gemilang, Raihan Gunawan, Akbar Hadi Setiawan Hadi Setiawan Hafidh Aulia Muhammad Hartono Hartono Herlina, Lely Intan Nauroh Irman, Ade Jayawarsa, A.A. Ketut K Kulsum Kiki Dwi Safitri kulsum kulsum Kulsum Kulsum Lady, Lovely Lely Helina Lely Herlina Lely Herlina Lely Herlina Liza, Fitri Lovely Lady M. adha Ilhami Melinda Trianita Mubarak, Hafair Muhammad Adha Ilhami Muhammad Adha Ilhami Muharni, Yusraini Muharni, Yusraini N. Nurjanah Nadienda Erwidia Putri Nur Andriyani Nuraida Wahyuni Nustin Merdiana Dewantari Pamulatsih, Wening Putiri Bhuana Katili Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Qothrunnada, Haniyah Rahmayetty Rahmayetty Ratna Ekawati Restu Wigati, Restu Rosalina Sari Rozalina, Alda Salsabila, Farah Saptiyadi, Arif Setiawan Adi Nugroho Shanti Kirana Anggraeni Sonda, Atia Syaifulloh Syaifulloh, Syaifulloh Teresia Febriarti Theresa Novita Sari Totong - Trenggonowati, Dyah L. Trenggonowati, Dyah Lintang Triwin R. Ambarwaty Ulfah, Maria ulfah, Maria Ummi, Nurul Utami Damayanti Wulandari, Anting Yanuar Sutanto Yayan Hary Yadi Yusraini Muharni Yusraini Muharni