Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN PENYAKIT KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Kadek Sintyadewi; Made Rismawan; Nadya Treesna Wulansari
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.313

Abstract

Pendahuluan: Cacingan merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pada tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah. Infeksi cacing STH merupakan infeksi nematoda usus yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia, terutama pada anak-anak. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan penyakit kecacingan pada siswa SDN 11 Kesiman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI sebanyak 121 responden dengan jumlah responden sebanyak 105 orang. Teknik pengambilan sampel dalam pada penelitian ini adalah simple random sampling dengan menggunakan lembar kuesioner sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis diperoleh nilai p sebesar 0,185 tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian cacingan dalam 6 bulan terakhir di SDN 11 Kesiman. Simpulan: Dari 105 siswa sebagian besar memiliki perilaku cuci tangan pakai sabun dalam kategori cukup dan sebagian besar tidak mengalami cacingan selama enam bulan terakhir.
Edukasi dan Pelatihan Pemanfaatan Buah Lokal dalam Produksi Teh Kombucha sebagai Inovasi Minuman Probiotik Nadya Treesna Wulansari; Anak Agung Istri Mas Padmiswari; I Gusti Agung Yogi Rabani RS1; Ni Wayan Kesari Dharmapatni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 4 No. 1 (2026): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v4i1.83

Abstract

Teh kombucha merupakan salah satu minuman probiotik yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penyakit. Namun, kesadaran remaja sekolah terhadap pentingnya konsumsi pangan sehat masih rendah, diperparah oleh pola makan yang kurang seimbang. Indonesia dikenal sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi, dimana menyimpan kekayaan sumber daya hayati, termasuk tanaman yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Buah lokal yang memiliki potensi tinggi adalah kulit buah jeruk siam Kintamani (Citrus nobilis) dan salak Bali (Salaca zalacca). Edukasi ini bertujuan mengenalkan kepada remaja tentang buah-buah lokal yang berpotensi sebagai teh kombucha sekaligus mengenalkan proses pembuatannya. Siswa akan diperkenalkan pada konsep dasar probiotik, potensi bioaktif buah lokal seperti salak Bali, kulit jeruk siam Kintamani, serta teknik fermentasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi pre-test, pemberian edukasi dan pelatihan pembuatan teh kombucha serta post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan. Berdasarkan hasil pretest, hanya 20,87% siswa yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 91,67%. Siswa dengan kategori cukup menurun dari 70,83% menjadi 8,33%, dan tidak ada yang tergolong kurang setelah mendapatkan edukasi dan pelatihan. Kata Kunci: buah lokal, edukasi, pelatihan, teh kombucha
Edukasi Masyarakat tentang Manfaat Antioksidan dari Daun Pegagan dan Daun Mint sebagai Upaya Pencegahan Stres Oksidatif dan Peningkatan Kesehatan Padmiswari Anak Agung; Nadya treesna wulansari; Kadek buja harditya
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v7i2.513

Abstract

This community service program aimed to enhance public knowledge of the antioxidant benefits of Centella asiatica (pegagan) and Mentha sp. (mint) as a preventive effort against oxidative stress. Conducted in Guwang Village, Gianyar Regency, the activity involved 50 participants from the general public and housewives. The program consisted of three stages: problem identification, scientific education through interactive lectures and discussions, and evaluation using pre- and post-tests. Results showed a 31% increase in participants’ knowledge regarding antioxidant functions, benefits of pegagan and mint, and healthy lifestyle practices. The program effectively linked research findings with practical community education, promoting local herbal utilization for health and economic potential.
Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gangguan Neurologi sebagai Upaya Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Saraf pada Masyarakat Padmiswari Anak Agung; Nadya Treesna Wulansari; Kadek Buja Harditya
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v7i2.514

Abstract

Neurological disorders are a major cause of disability worldwide, yet public awareness of early prevention remains low. This community service program aimed to improve knowledge and awareness of neurological health through education and screening activities in Guwang Village, Gianyar Regency. Fifty community members participated in blood pressure checks, reflex and coordination tests, and educational sessions on neurological disease prevention. The program was carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Results showed that 36% of participants had hypertension and 22% showed mild neurological symptoms. Post-education assessments revealed a 30.8% increase in knowledge, indicating improved awareness and preventive behavior. This program effectively strengthened community understanding of neurological health and encouraged early detection efforts.
STUDI GAYA HIDUP MAHASISWA TERKAIT FAKTOR RISIKO PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) Ni Wayan Kesari Dharmapatni; Ida Ayu Manik Damayanti; Nadya Treesna Wulansari; Ni Wayan Sukma Antari
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 9 No. 2 (2024): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronik (PGK) telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus berkembang. Tidak hanya pada lanjut usia, kasus PGK di kalangan dewasa muda telah meningkat selama beberapa tahun terakhir di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya pergeseran gaya hidup di kalangan generasi muda. Beberapa aspek gaya hidup ditemukan menjadi faktor risiko tinggi untuk terjadinya PGK.   Metode : Penelitian ini menggunakan design descriptive analitic dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui survei kuesioner dan pengukuran antropometri, tekanan darah, dan gula darah sewaktu (GDS) terhadap 316 responden dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji univariat.   Hasil : Dari total 316 responden mayoritas merupakan laki-laki (54.7%), memiliki IMT normal (48.1%), tekanan darah sistolik normal (46.8%), tekanan darah diastolik normal (61.1%), dan GDS normal (100%). Berdasarkan gaya hidup, lebih dari setengah responden tidak merokok (50.6%) dan konsumsi makanan tinggi gula (50.6%). Responden juga konsumsi makanan tinggi garam (56%), olahan/berminyak (61.4%), sayur/buah (74.4%) tetapi tidak setiap hari. Selain itu, responden melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit perhari (60.1%) dan tidak minum alkohol satu bulan terakhir (88%).   Kesimpulan : Gaya hidup mahasiswa saat ini menunjukkan berbagai tantangan yang berkaitan dengan kesehatan. Pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol merupakan faktor-faktor utama yang memengaruhi kesehatan mahasiswa. Untuk itu, perlu ditingkatkan kembali penyebaran informasi kesehatan dikampus dan menyediakan fasilitas olah raga yang mendukung. 
Co-Authors A A Istri Mas Padwismari A.A Istri Mas Padmiswari A.A. Istri Mas, Padmiswari A.A.Istri Mas Padmiswari AA Istri Mas Padmiswari Adiana, I Nengah Agustini, Ni Komang Tri Anak Agung Istri Mas Padmiswari Aristadewi, Ida Ayu Mas Artha, I Wayan Oktapratama Asthadi Mahendra Bhandesa, Asthadi Mahendra Ayu, Ni Kadek Dwieka Jayanthi Gandamayu, Ida Bagus Maha Gede Surya Indrawan Gede, Surya Indrawan Gst Ayu Dwina Mastryagung I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Yogi Rabani RS1 I Gusti Ayu Puja Astuti Dewi I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara I Putu Agus Endra Susanta I Putu Gede Sutrisna . Ida Ayu Ary Widnyani, Ida Ayu Ary Ida Ayu Manik Damayanti Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Ary Widnyani Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Separsa Kusuma IGA Rai Rahayuni Istri Mas Padmiswari Anak Agung Januraheni, Ni Luh Putu Juli Marjati Kadek Buja Harditya Kadek Maya Cyntia Dewi Kadek Vira Praftini Komang Rosa Tri Anggaraeni Komang Sri Ariani Lestari, Ni Komang Mei Kumala Dewi Luh Ami Yuliantika Luh Yenny Armayanti Made Rismawan Meitini Proborini Wahyuni Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sutini Ni Komang Mei Kumala Dewi Lestari Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Raningsih Ni Putu Kamaryati Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukma Antari Ni Wayan Sukma Antari, Ni Wayan Sukma Antari Padmiswari Anak Agung Padmiswari, A.A Istri Mas Padmiswari, A.A. Istri Mas Parut, Anselmus Aristo Praftini, Kadek Vira Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya Purnama Dewi, Sagung Mirah Purwahyuni, Ni Made Putra, Anak Agung Ngurah Dwi Ariesta Wijaya Putu Indrayoni Putu Rima Sintyadewi Rabani, I Gusti Agung Yogi Raningsih, Ni Made Sanjiwani, Ni Made Gita Ayu Septianingsih, Ni Luh Rika Sri Ariani Sri Dewi Megayanti Strisanti, Ida Ayu Suptika Suarnadi, Ni Komang Suryati, Ni Wayan Novi Susanta, I Putu Agus Endra Sutrisna, Putu Gede Suweca, I Gede Swari, Ni Putu Widya Candra Wicaksana, IGA Tresna Widiatmaja, Gusti Panji Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji Widnyani, Ida Ayu Putu Ary Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Wijaya Putra, A.A. Ngurah Dwi Ariesta Yan Ramona