Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL Faturahman, Fadli; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.24119

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman.
PENGARUH JUMLAH BIBIT DAN PUPUK N, P, K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI HITAM DI TANAH ALUVIAL Faturahman, Fadli; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.845 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24233

Abstract

Padi hitam merupakan salah satu jenis padi yang terdapat di Provinsi Kalimantan Barat Khususnya desa Senakin diketahui memiliki kandungan antosianin dan mengandung pigmen lebih baik dari beras merah dan beras putih serta baik untuk kesehatan manusia. Dewasa ini produksi padi di Kalimantan Barat mengalami penurunan akibat berbagai kendala, diantaranya penerapan budidaya padi yan kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil padi hitam di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu jumlah bibit (bibit/polybag) sebanyak 4 taraf (b1=1; b2=5; b3=10; b4=20), Faktor kedua yaitu pupuk N, P, K (dosis anjuran) sebanyak 3 taraf (p1=0,5; p2=1; p3=1,5). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing unit perlakuan terdiri dari 3 sampel. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, berat gabah permalai. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi interaksi jumlah bibit dan pupuk N, P, K terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai. Jumlah bibit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan variabel pengamatan lainnya. Pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai dan jumlah gabah per malai, namun berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman.
Pengaruh Kompos Daun Matoa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Petsai (Brassica chinensis L.) Pada Tanah Aluvial / The Effect of Matoa Leaf Compost to Growth and Yield of Chinese Cabbage on Alluvial Soil rusima, rusima; hadijah, siti; abdurrahman, tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.835 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24302

Abstract

The Effect of Matoa Leaf Compost to Growth and Yield of Chinese Cabbage on Alluvial Soil Rusima (1), Siti Hadijah (2), Tatang Abdurrahman (2) (1) Students Faculty of Agriculture and (2) Lecturers Faculty of Agriculture University Tanjungpura Pontianak ABSTRACTThis research aimed to determine the effect of matoa leaf compost to growth and yield of chinese cabbage on alluvial soil. The research at the experimental garden in Faculty of Agriculture University Tanjungpura Pontianak, which taken 1,5 months, it was conducted on the 28th March 2017 to 11th Mei 2017. The research used a completely randomized design (CRD), which consists of a single factor, with six treatments, four replications and three samples of plant. The treatments in the research are: m1 (matoa leaf compost 92 g/polybag), m2 (matoa leaf compost 315 g/polybag), m3 (matoa leaf compost 539 g/polybag), m4 (matoa leaf compost 762 g/polybag), m5 (matoa leaf compost 986 g/polybag), dan m6 (matoa leaf compost 1.210 g/polybag). The variables observed in this research included the total leaf area, leaf chlorophyll, root volume, plant fresh weight, and dry weight of plant. The results showed that the matoa leaf compost treatment gave the same response to variables of root volume, leaf chlorophyll, and dry weight. Matoa leaf compost had a real response to total leaf area and fresh weight, dose 539 g/polybag is an effective dose to increase the growth and yield of chinese cabbage plant on alluvial soil. Keywords: Alluvial, Chinese Cabbage, Matoa Leaf Compost.
PENGARUH BOKASI ECENG GONDOK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Rahmat, Rahmat; Abdurrahman, Tatang; Patriani, Patriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26367

Abstract

The research was aimed to study and determine the influence and dosage of the best water hyacinth compost on the growth and yield of shallot on red yellow podzolic soil. The research was carried out in Kalimas village, sub-district of Sungai Kakap, district of Kubu Raya from 20 July to 20 September 2017. This research used Completely Randomizied Design with five levels of water hyacinth compost treatment with five repetitions. Treatments consisted of m1=160g/polybag compost water hyacinth equivalent to 5 tons/ha, m2=320g/polybag compost water hyacinth equivalent to 10 tons/ha, m3=480g/polybag compost water hyacinth equivalent to 15 tons/ha, m4=640g/polybag compost water hyacinth equivalent to 20 tons/ha, m5=800g/polybag compost water hyacinth equivalent to 25 tons/ha. Observational variables were plant height, number of leaves, number of leaves/bulbs, number of bulbs, fresh weight /bulbs, fresh weight of bulbs, and dry weigh of bulbs per hill. The results showed that bengir water hyacinth compost had significant effect on plant height and leaf number at age 6 MST dan 8 MST, number of leaf/bulbs, number of bulbs and number of bulbs count, whereas in variable of plant height and number of leaf at age 2 MST and 4 MST, fresh weight/bulbs, fresh weight of bulbs and weight dry bulbs winds have no real effect. Based on the result of the research, it is concluded that the best dosage of hyacinth compost provision which can increase the growht and yield of shallot plant in red yellow podzolic soil is 640 g/polybag or equal to 20 ton/ha of organic material with yield of 5,38 ton/ha.Keywords : Red yellow podzolic soil, water hyacinth compost, shallot.
THE EFFECT OF PALM OIL ASH AND CHICKEN MANURE ON GROWTH AND YIELD ON DAYAK ONION IN PEAT SOIL jasmin, particia; hadijah, siti; abdurrahman, tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.32781

Abstract

The aim of this study was to obtain the best dose of the effect of palm oil ash and chicken manure interaction as well as the best dosage of single factor palm oil ash and chicken manure on growth and yield of dayak onion in peat soil. This research was conducted from October 21, 2018 to January 21, 2019 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used the Factorial method with a completely randomized design (CRD) pattern with 2 treatment factors. The first factor was the provision of palm oil ash consisting of two levels, namely 109.50 g and 138.85 g. The second factor was the provision of chicken manure consisting of 3 levels, namely 40 g, 60 g, and 80 g. The variables observed in this study were plant height, number of leaves, number of tillers, number of tubers, fresh weight of tubers and weight of dry tubers.The results showed that there was no interaction between the administration of palm oil ash and chicken manure to all the observed variables of dayak onion plants. The administration of palm oil ash gives the same results on all observation variables of onion dayak plants. Providing chicken manure can affect the number of tillers. The best dose of chicken manure is 60 g / polybag, equivalent to 15 tons / ha. The effect of effective combination occurs on the administration of palm oil ash doses of 109,50 g / polybag and chicken manure dose of 60 g / polybag.Keywords : chicken manure, dayak onion, palm oil ash, peat soil
Uji Berbagai Varietas Cabai Merah Pada Tanah Alluvial Deo, Imanuel Martono; Budi, Setia; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38630

Abstract

The aim of this research is to find out the best variety to the growth and yield of red chillies on alluvial soil. The research was conducted from 16 march to 12 june 2019 in Jl. Siaga, Gg. Siaga Setia,Kubu Raya. The study used a completely randomized design (CRD) method in which the application of variety on red chillies as a single factor. The research consists of 4 treatments with 6 replications and each replication consisted of 4 sample plants. The treatment in question is p1 = Hot Beauty Variety, p2 = Hot Chilli Variety, p3 = Gada F1 Variety dan p4 = Passion Variety. The observed variables in this study are plant height, root volume, the number of fruit per plant, diameter of fruit per plant and weight of fruit per plant. Results of the research shows that variety of Gada f1 and hot chilli variety are able to provide the best tolerance if compared to the hot beauty variety and passion in alluvial soil and environmental plants, their products are not yet out of the product. Keywords : red chili, , variety. alluvial soil
PENGARUH ABU KAYU DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA MEDIA GAMBUT Kristi, Fiona; Hadijah, Siti; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Penelitian dimulai dari bulan Juli sampai Oktober 2020 berlokasi di lahan milik KEP"™S Agro Jalan Sungai Raya Dalam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor abu kayu (A) dan faktor pupuk kandang ayam (P). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Faktor pertama adalah abu kayu terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 310 g/polybag setara dengan 17 ton/ha, a2 = 432 g/polybag setara dengan 24 ton/ha, a3 = 552 g/polybag setara dengan 31 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf yaitu p1 = 175 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2 = 350 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, p3 = 525 g/polybag setara dengan 30 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat per buah dan berat buah per tanaman.Berdasarkan hasil penelitian bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian abu kayu dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Akan tetapi, dengan perlakuan kombinasi abu kayu 310 g/polybag setara dengan 17 ton/ha dan pupuk kandang ayam 175 g/polybag setara dengan 10 ton/ha sudah cukup efisien untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat pada media gambut. Kata kunci: abu kayu, media gambut, pupuk kandang ayam, tomat
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG PUYUH DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Rahayu, Lidia Negata; Abdurrahman, Tatang; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP"™S (Kampung English Poernama) Agro Jl. Sungai Raya Dalam, sejak dari tanggal 31 Juli sampai 8 Oktober 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang puyuh (P), terdiri dari 3 taraf, yaitu p1=300 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2=450g/polybag setara dengan 15 ton/ha, p3=600 g/polybag setara dengan 20 ton/ha dan faktor kedua adalah abu kayu (A), terdiri dari 3 taraf, yaitu a1=8 g/polybag setara dengan 1,6 ton/ha, a2=16 g/polybag setara denga 3,2 ton/ha, a3=24 g/polybag setara dengan 4,8 ton/haHasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu dapat meningkatkan volume akar, berat kering tanaman, panjang buah dan diameter buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 1, 2, 3 minggu setelah tanam dan jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah. Pemberian pupuk kandang puyuh dengan dosis 15 ton/ha setara dengan 450 g/polybag dan abu kayu dosis 3,2 ton/ha setara dengan 16 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci : abu kayu, podsolik merah kuning, pupuk kandang puyuh, terung ungu
PENGARUH DOSIS DAN LAMA INKUBASI PUPUK HIJAU KIRINYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING reno, veter bartolomeus; safwan, mulyadi; abdurrahman, tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.46700

Abstract

Peningkatan produksi bawang daun pada tanah podsolik merah kuning dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi pertumbuhan tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian kombinasi pupuk hijau kirinyu dan lama inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis dan lama inkubasi pupuk kirinyu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah podsilok merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas tanjungpura Pontianak. Waktu penelitian dari 12 April sampai 27 Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian kombinasi dosis dan lama inkubasi pupuk hijau kirinyu yang diulang sebanyak 3 kali, dan terdiri dari 3 tanaman sampel sehingga tanaman sampel seluruhnya yaitu 81 tanaman.. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k2 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k3 (375 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu); k4 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k5 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k6 (750 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu); k7 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 2 minggu); k8 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 3 minggu); k9 (1125 g/polybag pupuk hijau kirinyu diinkubasi 4 minggu Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi dosis dan lama inkubasi pupuk hijau kirinyu memberikan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakkan, volume akar, dan berat segar tanaman.
PENGARUH BOKASI LIMBAH SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Darmiasih, Tri; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokasi limbah sagu terhadap pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 30 Agustus 2018 sampai dengan 15 November 2018 di Desa kuala Ambawang Parit Masigi satu Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 15 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 60 g/tanaman, k2 = 22.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 90 g/tanaman , k3= 30 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 120 g/tanaman, k4 = 37.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 150 g/tanaman, k5=45 ton/ha boksi limbah sagu setara dengan180 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, berat segar tanaman dan berat kering total tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi limbah sagu dengan 45 ton/ha setara dengan dosis180 merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah tangkai daun seledri pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci: bokasi limbah sagu, podsolik merah kuning, seledri.
Co-Authors Aditya, Tri Marta Agustina Listiawati Akbar, Aji Ali Albahari, Albahari Aldi, Januar Alfikri, Fadel Andria, Mega APRIAWAN, NOVAL Ardli, Rizqi Ahmad Aseng, Nehemia David Aslam, Fitro Al BENI, BENI Betalia, Betalia Candera, Raden Darmiasih, Tri Deo, Imanuel Martono Dini Anggorowati Dwi Zulfita Dwiantoro, Rio Eddy Santoso Edy Syahputra Elvira, Fifi Erick, Antonius Fabregas, Nicsyaen Fadjar Rianto Fatmawati, Eka Faturahman, Fadli Habilene, Adrian Hammamsyah, Harits Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herawati, Henny Hermanus, Hermanus Hermawan, Bobi Iin Arianti Irianti, Agnes Tutik Purwani Iswiyanto, Andi Iwan Sasli jasmin, particia Jurianto Jurianto Juwita Juwita, Juwita Kalvin, Hero Kartini Kartini Khairiyah, Hana Madia Khateha, Yubelia Madeanne Kristi, Fiona Kristina, Yayuk Kukuh Hernowo Kurniasih, Dwining Lestari, Pelagia Lia, Jaima Oksa Mahmudi Mahmudi Manurung, Noval Martua Masulili, Agusalim Maulidi Maulidi Maulidi, Mulidi Mauludiah, Tuti Meliasari, Meliasari MSI, basuni Mulyadi Safwan Mulyadi, Adi Tegar Mulyani, Yuli Naufah, Naufah Negianto, Negianto nopebrianti, yati Nur Arifin, Nur Nurjani Patriani Patriani, Patriani PAULUS, NIKO Putu Dupa Bandem Radian Radian Radian Rahayu, Lidia Negata Rahmat Rahmat Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani RAHMIDYANI, RAHMIDYANI RAJI, NGATIMIN Ramadhan, Dicky Reldy, Reldy reno, veter bartolomeus RIARESKY, LUSIANUS AGATO Rini Susana Roma, Natasya Vidia rusima, rusima Safriadi Sagita, Tiara Putri Sanjaya, Wahyu Sari, Siska Ida Paninta Setia Budi Setiawan, Riyadi Setiono, Christianus Sihite, Yustus Lasroha Sinaga, Juanita Boru Sindy, Olivia Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siti Hadijah Sopiansyah Sopiansyah, Sopiansyah SRI RAHAYU Suci, Urai Sulaiman Sulaiman Supriadi, Ardi Surachman Surachman Syahri Ramadhan, Syahri triponia, weni TRIS HARIS RAMADHAN Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yuaner, Yuaner Zarima, Adisty zulfita, emi