Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BOKASI LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Ardli, Rizqi Ahmad; ABDURRAHMAN, TATANG; MSI, basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49386

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman bawang merah pada umumnya dihadapkan pada permasalahan kondisi tanah aluvial yang cenderung mempunyai sifat fisik yang kurang baik dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu menambahkan bahan organik seperti bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK yang diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP"™S Agro, Kota Pontianak berlangsung dari Januari sampai Maret 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dengan 3 taraf (10 ton/ha, 20 ton/ha, dam 30 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian NPK dengan 3 taraf (400 kg/ha, 500 kg/ha, dan 600 kg/ha).Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi dari pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK diperoleh hanya pada pada variabel jumlah anakan 2 minggu setelah tanam (MST). Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dapat meningkatkan tinggi tanaman 2 dan 4 MST, jumlah daun 4, 6, dan 8 MST, jumlah anakan 2 dan 4 MST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan jumlah umbi. Perlakuan pupuk NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman 2, 4, 6, dan 8 MST, jumlah daun 4, 5, dan 8 MST, berat basah umbi dan jumlah umbi. Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram 20 ton/ha dan NPK 500 kg/ha dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial.Kata kunci : aluvial, baglog jamur tiram, bawang merah, bokasi, NPK.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY AKIBAT PEMBERIAN ABU JANJANG SAWIT DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Hermawan, Bobi; Abdurrahman, Tatang; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50144

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakcoy pada tanah aluvial dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian abu janjang sawit dan pupuk NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis terbaik dari abu janjang sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai dari 25 Agustus sampai 7 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu dosis abu janjang sawit dengan 3 taraf a1 (3,6 g/polybag); a2 (7,2 g/polyba); a3 (10,7 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dengan 3 taraf p1 (1,2 g/polybag); p2 (1,6 g/polybag); p3 (2 g/polybag) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi abu janjang kelapa sawit dan pupuk NPK mampu meningkatkan luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 3,6 g/polybag dan pupuk NPK dengan dosis 2 g/polybag merupakan interaksi terbaik dalam mempengaruhi berat segar tanaman sawi pakcoy. Kata Kunci : abu janjang sawit, pupuk NPK, sawi pakcoy, tanah aluvial.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR KULIT BUAH-BUAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA MERAH PADA TANAH GAMBUT Lestari, Pelagia; Abdurrahman, Tatang; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58108

Abstract

Tanaman okra merupakan tanaman sayuran yang termasuk ke dalam family Malvaceae. Salah satu faktor pembatas pemanfaatan tanah gambut untuk pengembangan tanaman okra adalah sifat kimia tanah yang tergolong rendah. Usaha untuk mengatasi kendala tersebut dengan cara pemupukan melalui penambahan pupuk organik cair kulit buah -buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair kulit buah-buahan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2021. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor dengan 5 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 100 satuan percobaan dengan beberapa konsentrasi POC kulit buah-buahan sebagai berikut: P1= 25 ml/L, P2= 45 ml/L, P3= 65 ml/L, P4= 85 ml/L, P5= 105 ml/L. Variabel yang diamati yaitu variabel tinggi tanaman, klorofil daun, volume akar, berat kering tanaman, berat per buah, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian pupuk organik cair kulit buah-buahan pada tanah gambut dengan konsentrasi 85 ml/L dapat mempercepat umur berbunga yaitu 35,5 hari dan pemberian pupuk organik cair kulit buah-buahan pada tanah gambut dengan konsentrasi 25 ml/L sampai 105 ml/L menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang sama pada tanaman okra merah.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN TANAH MINERAL PADA BERBAGAI TINGKAT KEMATANGAN TANAH GAMBUT Khairiyah, Hana Madia; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta mendapatkan dosis pemberian tanah mineral yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada berbagai tingkat kematangan tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Reformasi Gg. Matematika, Bansir Darat, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dimulai sejak tanggal 15 Oktober hingga 14 Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial sebagai rancangan dasar. Perlakuan tanah mineral terdiri dari 3 taraf yaitu m1 = 5% berat tanah gambut (400 g/polybag), m2 = 10% berat tanah gambut (800 g/polybag), m3 = 15% berat tanah gambut (1.200 g/polybag) dan tingkat kematangan gambut terdiri dari 3 taraf perlakuan g1 = fibrik, g2 = hemik, g3 = saprik, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, berat basah umbi per rumpun dan berat kering umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tanah mineral dan tingkat kematangan tanah gambut memiliki interaksi terhadap variabel jumlah daun umur 2 MST, secara mandiri tingkat kematangan tanah gambut saprik berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat segar umbi per rumpun, serta pada tingkat kematangan tanah gambut fibrik berpengaruh nyata pada jumlah daun, namun pemberian perlakuan tanah mineral secara mandiri berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan.Pemberian kedua perlakuan menunjukan bahwa ditemukan pengaruh interaksi antara pemberian tanah mineral dan tingkat kematangan tanah gambut pada jumlah daun umur 2 MST. Secara mandiri, tingkat kematangan tanah gambut saprik berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan berat segar umbi per rumpun, serta pada tingkat kematangan tanah gambut fibrik berpengaruh nyata pada jumlah daun, namun pemberian tanah mineral 5%, 10% dan 15% secara mandiri berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan.
PENGARUH PUPUK KOTORAN KAMBING DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Aldi, Januar; Abdurrahman, Tatang; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59040

Abstract

Kedelai edamame merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Kedelai edamame memiliki biji dengan rasa yang manis serta mengandung protein nabati dan gizi yang tinggi. Kedelai edamame dapat tumbuh subur dengan pemberian pupuk yang tepat. Pupuk kotoran kambing dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk NPK berfungsi sebagai penyuplai unsur hara makro untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kotoran kambing dan NPK serta mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran kambing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi, gang Matematika, Pontianak, penelitian ini berlangsung dari tanggal 5 Februari 2022 - 27 April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu pemberian pupuk kotoran kambing dan NPK. Penelitian ini terdapat 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan ada 4 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan terdapat 108 tanaman. Faktor pertama pupuk kotoran kambing (k): k1 = 10 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, k3 = 30 ton/ha. Faktor kedua pupuk NPK (p): p1 = 150 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 450 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, dan bintil akar. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa pengaruh pupuk kotoran kambing dan NPK terdapat interaksi pada variabel berat kering tanaman dan bobot polong segar per tanaman. Pemberian pupuk kotoran kambing dosis 20 ton/ha dan NPK dosis 300 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai edamame. Kata Kunci : Aluvial, Edamame, Kedelai, NPK, Pupuk Kotoran Kambing
PENGARUH NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Iswiyanto, Andi; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60354

Abstract

Edamame soybeans contain antioxidants and isoflavones. Consumption of foods rich in antioxidants is associated with strengthening the body's immune system and reducing the risk of cancer. Application of N fertilizer to stimulate overall plant growth, is part of the plant cell itself, for the synthesis of amino acids and proteins in plants and stimulates vegetative growth. P fertilizer is useful for transporting energy from metabolism in plants, stimulating flowering and fruiting, stimulating root growth, stimulating seed formation, stimulating plant cell division and enlarging cell tissue. This study aims to determine the effect of applying N and P fertilizers and the interaction of N and P fertilizers on the growth and yield of edamame soybeans on peat soils. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors which were repeated 3 times. The first factor was N fertilizer consisting of 3 levels (n1: 50 kg/ha, n2: 100 kg/ha, n3: 150 kg/ha) and P fertilizer consisting of 3 levels (p1: 150 kg/ha, p2: 200 kg /ha, p3: 250 kg/ha Observational variables observed in this study were plant height, dry weight of plants, root volume, number of pods/plant, weight of pods/plant, weight of 100 seeds.Based on the research results that the interaction of N fertilizer and P fertilizer was able to affect plant height 2 WAP, but root volume, plant dry weight, plant height 3 WAP and 4 WAP, number of pods/plant, weight of pods/plant, and weight of 100 seeds had no significant effect and the same good growth was obtained. Keywords : nitrogen, phosphorus, soya bean, edamame, peat soil
PENGARUH KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Khateha, Yubelia Madeanne; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62231

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan kantor BPP Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari Juli 2021 sampai November 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan hasil jagung pada PMK serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama penggunaan Azotobacter yang terdiri dari 2 taraf perlakuan sebagai petak utama, yaitu : a0 =tanpa Azotobacter dan a1 = dengan Azotobacter. Faktor kedua adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sebagai anak petak, yaitu k0 = tanpa kompos TKKS, k1 = kompos TKKS 3 ton/ha, k2 =kompos TKKS 6 ton/ha, dan k3 = kompos TKKS 9 ton/ha. Perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel pegamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning dan pemberian kompos TKKS dosis 6 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA RASAU JAYA Albahari, Albahari; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63233

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang strategis dan cukup penting bagi penduduk Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan utama. Kebutuhan beras seiring waktu terus meningkat sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi. Satu diantara upaya yang bisa dilakukan adalah dengan optimalisasi sumberdaya lahan yang ada dengan penggunaan varietas unggul. Berbagai varietas yang telah dikeluarkan tentu memiliki kemampuan adaptasi untuk tumbuh dan berproduksi yang berbeda terutama pada lahan non irigasi seperti lahan sawah tadah hujan. Berbagai kendala seperti ketersdiaan hara yang rendah, tingkat keasaman yang cenderung tinggi serta kondisi pengairan yang hanya berasal dari curah hujan bisa menyebabkan tanaman berproduksi tidak sesuai dengan deskripsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang memberikan pertumbuhan dan hasil padi terbaik pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dimulai pada bulan Maret hingga Juli 2022 di Desa Rasau Jaya. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor yaitu varietas yang diulang sebanyak 3 kali. Adapun taraf perlakuan varietas tersebut yaitu: v1= Inpari 22, v2 = Inpari 24, v3 = Inpari 30, = v4 Inpari 32, v5 = Cilosari, v6 = Jeliteng, v7 = varietas Baromah, v8 = varietas Sulutan. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman dan jumlah anakan maksimum umur 4, 6, 8, dan 10 MST, umur berbunga, jumlah anakan produktif, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, dan kepadatan malai. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan varietas berpengaruh terhadap variabel tinggi tanaman, umur berbunga, berat 1.000 biji, panjang malai, jumlah bulir per malai, kepadatan malai dan berat gabah kering giling per petak, namun tidak berpengaruh tehadap variabel jumlah anakan dan jumlah anakan produktif tanaman.
PENGARUH BOKASI KIRINYU DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Alfikri, Fadel; Abdurrahman, Tatang; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.64013

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleraceae var. botrytis L) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Kalimantan Barat. Pemberian bahan organik pada tanah aluvial untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan menyerapan unsur hara serta air bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi terbaik bokasi kirinyu dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian dimulai dari tanggal 13 September 2022 hingga 15 November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu : perlakuan pemberian bokasi kirinyu (a) terdiri dari 3 taraf yaitu : a1 = 10 ton/ha, a2 = 20 ton/ha, a3 = 30 ton/ha dan perlakuan pemberian pupuk kalium (b) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : b1 = 200 kg/ha, b2 = 300 kg/ha, b3 = 400 kg/ha. Masing"“masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuanya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dalam penelitian. Variabel-variabel yang diamati meliputi : jumlah daun (helai), volume akar (𝑐𝑚3), berat kering tanaman (g), berat krop (g), dan diameter krop (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi kirinyu 20 ton/ha dan pupuk kalium dosis 400 kg/ha dapat meningkatkan variabel tertinggi dibaningkan perlakuan lainnya yaitu hasil rerata volume akar 34,67 cm3, berat kering 41,30 g, berat bunga 504,44 g dan diameter bunga 18,92 cm tanaman kubis bunga pada tanah aluvial.
PENGARUH KAPUR DAN BOKASHI TKKS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Roma, Natasya Vidia; Abdurrahman, Tatang; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66493

Abstract

Kedelai Edamame merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang menjadi sumber protein nabati utama masyarakat Indonesia. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman kedelai edamame yaitu tanah podsolik merah kuning. Tanah podsolik merahkuning sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah jelek pH rendah, ketersediaan unsur hara sedikit dan kandungan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti kapur dolomit dan bokashi tandan kosong kelapa sawit. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi kapur dolomit dan bokashi tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sepakat 2, Gg. Sejahtera. Penelitian ini berlangsung dari bulan November 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama kapur terdiri dari 3 taraf yaitu d1 = 15 ton/ha setara dengan 75 g/polibag, d2 = 18 ton/ha setara dengan 90 g/polibag dan d3 = 20 ton/ha setara dengan 100 g/polibag. Faktor kedua bokashi tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 5 ton/ha setara dengan 25 g/polibag, b2 = 10 ton/ha setara dengan 50 g/polibag dan b3 = 15 ton/ha setara dengan 75 g/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian kapur dosis 18 ton/ha dan bokashi TKKS 10 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame yang terbaik pada tanah podsolik merah kuning.
Co-Authors Aditya, Tri Marta Agustina Listiawati Akbar, Aji Ali Albahari, Albahari Aldi, Januar Alfikri, Fadel Andria, Mega APRIAWAN, NOVAL Ardli, Rizqi Ahmad Aseng, Nehemia David Aslam, Fitro Al BENI, BENI Betalia, Betalia Candera, Raden Darmiasih, Tri Deo, Imanuel Martono Dini Anggorowati Dwi Zulfita Dwiantoro, Rio Eddy Santoso Edy Syahputra Elvira, Fifi Erick, Antonius Fabregas, Nicsyaen Fadjar Rianto Fatmawati, Eka Faturahman, Fadli Habilene, Adrian Hammamsyah, Harits Hariyanti, Agus Henny Sulistyowati Herawati, Henny Hermanus, Hermanus Hermawan, Bobi Iin Arianti Irianti, Agnes Tutik Purwani Iswiyanto, Andi Iwan Sasli jasmin, particia Jurianto Jurianto Juwita Juwita, Juwita Kalvin, Hero Kartini Kartini Khairiyah, Hana Madia Khateha, Yubelia Madeanne Kristi, Fiona Kristina, Yayuk Kukuh Hernowo Kurniasih, Dwining Lestari, Pelagia Lia, Jaima Oksa Mahmudi Mahmudi Manurung, Noval Martua Masulili, Agusalim Maulidi Maulidi Maulidi, Mulidi Mauludiah, Tuti Meliasari, Meliasari MSI, basuni Mulyadi Safwan Mulyadi, Adi Tegar Mulyani, Yuli Naufah, Naufah Negianto, Negianto nopebrianti, yati Nur Arifin, Nur Nurjani Patriani Patriani, Patriani PAULUS, NIKO Putu Dupa Bandem Radian Radian Radian Rahayu, Lidia Negata Rahmat Rahmat Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani RAHMIDYANI, RAHMIDYANI RAJI, NGATIMIN Ramadhan, Dicky Reldy, Reldy reno, veter bartolomeus RIARESKY, LUSIANUS AGATO Rini Susana Roma, Natasya Vidia rusima, rusima Safriadi Sagita, Tiara Putri Sanjaya, Wahyu Sari, Siska Ida Paninta Setia Budi Setiawan, Riyadi Setiono, Christianus Sihite, Yustus Lasroha Sinaga, Juanita Boru Sindy, Olivia Sipayung, Tegar Anugrah Halomoan Siti Hadijah Sopiansyah Sopiansyah, Sopiansyah SRI RAHAYU Suci, Urai Sulaiman Sulaiman Supriadi, Ardi Surachman Surachman Syahri Ramadhan, Syahri triponia, weni TRIS HARIS RAMADHAN Warganda Warganda WASI'AN, WASI'AN wasian wasian, wasian Wasi’an, Wasi’an yasma, ogei Yuaner, Yuaner Zarima, Adisty zulfita, emi