Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Gender Siswa Di SMP Negeri 1 Tanjung Raya Mutiasari, Hatika; Rahmi, Alfi; Putra, Dodi Pasila; Arif, M.
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 6 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i6.20081

Abstract

Penelitian ini berawal dari adanya siswa yang kurang paham dengan gendernya yaitu belum memerankan dirinya sesuai gender dalam kehidupan dimana ada siswa yang gaya berbicara, pakaian dan sikapnya belum menunjukan sesuai gender. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bimbingan kelompok terhadap perilaku gender siswa. Ruang lingkup dalam penelitian ini untuk melihat perilaku gender siswa pada kelas IX. Penelitian ini adalah penelitian Pre Ekperimen model one group pretest-postest design, populasi adalah siswa kelas IX berjumlah 104 orang, sedangkan sampel penelitian adalah 10 orang. Pengambilan sampel siswa menggunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan angket yang disebar dan berdasarkan saran dari guru bk. Instrument pengumpulan data adalah skala likert. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Z (wilcoxon) memperlihatkan perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Diketahui hasil uji wilcoxon Sig p-value sebesar 0,009 < ? (? =0,05) yang artinya Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara bimbingan kelompok terhadap perilaku gender siswa. Kata kunci: Bimbingan Kelompok, Perilaku Gender
Kesiapan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan dalam Menghadapi Dunia Kerja di SMK Negeri 1 Bukittinggi Mulia, Nazilatul; Rahmi, Alfi; Afrinaldi, Afrinaldi; Yusri, Fadhilla
YASIN Vol 3 No 2 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v3i2.940

Abstract

Lack of knowledge about the world of work, the lack of students who work according to the program of expertise, some students follow friends in choosing majors, are not too sure whether the chosen major is correct or not, and still lack knowledge or training about the world of work. The research objective was to determine the readiness of vocational high school students to face the world of work at SMK Negeri 1 Bukittinggi. The research sample comprised 40 respondents, 21 class XII TITL students, and 19 T.GEO students. This type of research is the quantitative descriptive method of field research (field research). Quantitative descriptive is research that seeks to describe or describe a phenomenon or event that is happening. The population of this study amounted to 498 students. The technique for collecting data is a questionnaire/questionnaire with a Likert scale measurement scale. The sampling technique used random sampling. Data analysis techniques use descriptive quantitative methods. From all the data, it can be concluded that the overall average score is 57.7% with a standard deviation of 0.58 which is classified as in the medium category. Based on the research that has been done, it is known that students' readiness to face the world of work is moderate. Hopefully, this research can be used as material for future consideration in vocational schools to prepare students to face the world of work.
Kerjasama Guru BK dan Guru Mata Pelajaran dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa di SMP Negeri 02 Mungka Pertama, Momon Satria; Rahmi, Alfi
ALSYS Vol 3 No 4 (2023): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v3i4.1298

Abstract

Students behave unsupportively such as skipping class, lack of motivation and doing assignments. The collaboration between the BK teacher and the subject teacher only occurs regarding data such as academic grades or student achievement, students experience learning difficulties. The purpose of this study was to obtain information about the description of the forms of cooperation between the guidance counselor and subject teachers in overcoming student learning difficulties at SMP Negeri 02 Mungka. This research is descriptive qualitative, the sampling technique used is purposive sampling. The key informants were 1 counseling teacher and 2 subject teachers and supporting informants were students of SMP Negeri 02 Mungka. Data collection techniques with interviews and documentation. The analysis technique used is data reduction, data presentation, data verification, drawing conclusions. The data validation technique is data triangulation. The results showed that the form of cooperation between guidance and counseling teachers and subject teachers in helping to overcome learning difficulties was more in providing student data from guidance counselors and subject teachers in the form of written data regarding student values and behavior. It can be concluded that this collaboration depends on the problems faced by students and the frequency is also greater at the stages of student data collection, data processing and evaluation. The author's suggestion is that the Bk teacher and subject teachers should be more active in collaboration and open communication so that efforts are made to minimize learning difficulties in students.
Konsep Perkembangan Anak Usia Dini Menurut Perspektif Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah Taufik, M.; Rahmi, Alfi
ANWARUL Vol 3 No 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v3i5.1442

Abstract

The research problem refers to the concept presented by Ibn Qoyyim Al-Jauziyyah regarding Early Childhood Development in the book Only For You My Son, a translation of the book Tuhfatul Maudud Bi Ahkamil Maulud with the aim of knowing how early childhood development according to Ibn Qoyyim Al-Jauziyyah from physical aspects includes the condition of body structure, gross motor skills and fine motor skills. This type of research is library research, collecting data from primary and secondary data sources, data analysis techniques using deductive methods. Based on the researcher's analysis, the results are: 1) The concept of early childhood development according to Ibn Qoyyim Al-Jauziyyah is a process of increasing maturity and psychological function that needs to be considered from various aspects. 2) Characteristics of early childhood development. On the physical aspect which includes body structure, namely the hardening of the baby's bones starting in the early years, the muscles develop slowly during infancy. Gross motor skills aged 0-3 months can hold their head and body upright. Age 3-6 months can lift his head, tilt his body. Age 6-9 months can sit alone and crawl. Fine motor skills aged 0-3 months have a finger grasping reflex when the palm is touched. Age 3-6 months can move toys from right hand to left hand. Psychological development includes religious aspects, introducing the phrase Tawhid La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah and motivating children to be diligent in worship, which will have a good influence on their psychological development. Then the moral aspect by keeping children from moral damage such as lying, stealing, clothing that violates the rules of religious values, and the social aspect by keeping children from being lazy so that there is no social interaction, which will have a bad effect on their social development.
Penerapan Teknik Simulation Games dalam Bimbingan Kelompok untuk Mengembangkan Konsentrasi Belajar Remaja di Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung Saputra, Herman; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2492

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya remaja yang kurang dalam konsentrasi belajar, dimana remaja merasa kurang bisa konsentrasi di dalam belajar kerena terganggu oleh hal-hal seperti meribut didalam belajar, susanan kelas yang tidak nyaman dan hal-hal yang mengganggu terhadap konsentrasi di dalam belajar sehingga siswa tidak focus dalam belajar. Dari hasil pengamatan di nagari sungai dareh kecamatan pulau punjung terdapat indikasi adanya masalah terkait konsentrasi belajar remaja. Kemampuan konsentrasi belajar remaja dalam hal ini dapat di tingkatkan dengan menggunakan tekik simulatio games dalam bimbingan kelompok dengan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbebedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan konsentrasi belajar remaja di nagari sungai dareh kecamatan pulau punjung.Penelitian ini adalah penelitian Pre Ekperimen model One Group Pretest Posttest Design, populasi adalah remaja nagari Sungai Dareh, sedangkan sampel penelitian adalah 10 orang remaja yang terindikasi masalah konsentrasi belajar berdasarkan teknik pusposive sampling dan hasil dari pretest. Instrument pengumpulan data adalah skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan persyaratan analisis data menggunakan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 25.Hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil nilai uji Z (wilcoxon) menunjukkan perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon diperoleh nilai signifikan p-value sebesar 0,005. Berdasarkan ketentuan yang berlaku. Diketahui hasil uji wilcoxon Sig p-value sebesar 0,005 < ? (? =0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon dapat disimpulkan bahwa konsentrasi belajar meningkat setelah diberikan perlakuan yaitu dengan Penerapan Teknik Simulation Games Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Mengembangkan Konsentrasi Belajar Remaja Di Nagari Sungai Dareh Kecamatan Pulau Punjung.
Analisis Masalah Hubungan Sosial Remaja Berdasarkan Aumumum di Jorong Puar Datar Kenagarian Kototinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten 50 Kota Septiani, Mirna; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2683

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya remaja yang mengalami masalah hubungan sosial di masyarakat. Remaja yang kurang mampu menyesuaikan diri dengan baik, kurang mampu bergaul, suka menyendiri, jarang berkomunikasi, pendiam, kesulitan dalam menjalin hubungan sosial, apalagi mengembangkan hubungan sosial.Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AnalisisMasalah Hubugan Sosial Berdasarkan Aum Umum. Adapun tujuan penelitian ini adalah bagaimana hubungan sosial remaja di Jorong Puar Datar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif“penelitian deskriptif adalah penelitian yang memaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai suatu gejala yang ada yaitu keadaan, gejala menurut apa adanya pada saat penelitian. Lokasi penelitian Jorong Puar Datar Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten 50 Kota. Informan penelitian terbagi 2 yaitu informan kunci remaja dan informan pendukung teman sebaya dan angota masyarakat. Teknik pengumpulan data berupa wawancara. Sebelum wawancara dilakukan validasitentang pedoman wawancara hubungan sosial remaja berdasarkan Aum Umum dengan dosen setelah itu baru melakukan wawancara dengan informan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa di Jorong Puar Datar hubungan sosial remaja berdasarkan Aum Umum yang paling banyak dialami oleh remaja adalah Item pernyataan nomor 011 tidak menyukai atau tidak disukai seseorang, Item pernyataan nomor 012 “mengalami masalah dibicarakan oleh orang lain atau diperolok oleh orang lain”. Item pernyataan nomor 014 mempunyai kawan yang kurang disukai oleh orang lain. Item Pernyataan nomor 015 tidak mempunyai kawan akrab, hubungan sosial terbatas atau terisolir atau kurang pandai terhadap orang lain. Item pernyataan nomor 081 kurang pandai memimpin. Item pernyataan nomor 082 sangat tidak menyukai atau membenci seseorang. Item 084 rapuh dalam berteman. Item pernyataan nomor 085 tidak dianggap penting, diremahkan oleh orang lain. Item pernyataan nomor 117, canggung atau tidak lancar dalam berkomunikasi dengan orang lain. Item pernyataan nomor 118 tidak lincah, kaku, kurang luwes dalam bergaul. Item pernyataan nomor item 051 lingkungan sosial tempat tinggal tidak menyenangkan.
Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Mengatasi Perilaku Pornografi pada Siswa di SMP Negeri 1 Palupuh Kabupaten Agam Saputri, Esa Yusni; Putra, Dodi Pasila; Deswalantri, Deswalantri; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3577

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini yaitu masalah yang berkaitan dengan perilaku menyimpang yaitu handphone siswa yang berisi gambar dan vidio porno, diketahui dengan riwayat pencarian di smartphone yang mereka miliki. Mereka menyimpan situs vidio pornografi dan melihatnya saat tidak ada guru. Terdapat siswa yang tidak bisa membatasi pergaulannya dengan lawan jenis dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja upaya guru bimbingan dan konseling mengatasi perilaku pornografi pada siswa di SMP Negeri 1 Palupuh Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tulisan atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci guru bimbingan dan konseling, informam pendukung enam orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling mengatasi perilaku pornografi pada siswa yaitu menggunakan upaya kuratif. Upaya kuratif ialah suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan pengobatan untuk mengatasi suatu masalah yang terjadi. Didalam upaya kuratif terdapat fungsi pengentasan dimana fungsi pengentasan merupakan usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah melalui layanan bimbingan dan konseling dengan tujuan agar perilaku menyimpang tidak terjadi lagi. Upaya kuratif diberikan melalui layanan dasar dengan strategi konseling perorangan, memberikan hukuman yang mendidik kepada siswa dan melakukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
Efektivitas Bimbingan dan Konseling Islam untuk Meningkatkan Self Control Korban Penyalahgunaan Narkotika di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Rantauprapat Rahayu, Nuraini Putri; Santosa, Budi; Kamal, Muhiddinur; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3580

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah masih adanya narapidana yang belum mampu dalam mengontrol diri dari segala hal, gejala yang menunjukan masih perlunya bimbingan dan konseling Islam untuk meningkatkan self control korban penyalahgunaan narkotika di lembaga permasyarakatan kelas II A Rantauprapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konseling islam efektif dalam meningkatkan self control korban penyalahgunaan narkotika di Lembaga Pemasyarakatan kelas II A Rantauprapat. Populasi dalam penelitian ini adalah narapidana kelas II A Rantauprapat yang berjumlah 10 orang. Sedangkan untuk pengambilan sampel penulis mengambil keseluruhan populasi yaitu 10 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket. Setelah data terkumpul lalu dianalisa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi. Untuk menganalisanya penulis menggunakan teknik product moment dan SPSS 20. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon diperoleh nilai significancep-value 0,004 berdasrkan ketentuan yang berlaku diketahui hasil uji Wilcoxon sig p-value 0,089>? (0,05) yang artinya Ha ditolak. Berdasarkan hasi uji Wilcoxon di atas maka disimpulkan bahwa Ha diterima Ho ditolak sehingga Layanan Bimbingan dan Konseling Islam Untuk Meningkatkan self control Korban Penyalahgunaan Narkotika mencapai perubahan setelah diberikan perlakuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Rantauprapat.
Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Efektivitas Belajar Siswa di SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya Hawla, Nur Afni; Afrinaldi, Afrinaldi; Kamal, Muhiddinur; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3717

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rasa cemas, sedih, merasa rendah diri, pemarah, ragu (bimbang) semua hal tersebut sangat berpengaruh terhadap efektivitas belajar siswa dan tidak terlepas juga siswa sering lupa atau kurang konsentrasi dalam belajar, dan juga prilaku siswa sangat dipengaruhi oleh suasana hatinya, ada sebagian siswa yang memiliki permasalahan diluar sekolah yaitu dalam keluarga dan lingkungan masyarakat, sehingga kurangnya semangat dalam belajar dan menurunnya efektivitas belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh kesehatan Mental Terhadap Efektivitas Belajar Siswa di SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya, dengan menggunakan statistical package for the social sciences (SPSS). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dalam penelitian ini peneliti ingin meneliti apakah ada Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Efektivitas belajar Siswa di SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya dengan populasi yang berjumlah 25 siswa, maka penulis mengambil sampel dengan jumlah 100% dari populasi sehingga jumlah sampelnya adalah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji korelasi diperoleh sebesar 0,748 dengan signifikan 0,000. Hal tersebut berarti ada korelasi positif antara kesehatan mental dengan efektivitas belajar siswa dengan tingkat hubungan baik karena P < 0,05 (0,000 < 0,05). Sedangkan uji T (Hipotesis) Thitung sebesar 15.465 sedangkan Ttabel sebesar 2.069 artinya 15.466 > 2.069, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh kesehatan mental terhadap efektivitas belajar siswa di SMAN 2 Koto Baru Dharmasraya. Dilihat dari pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental ada kaitannya terhadap efektivitas belajar siswa. semakin banyak permasalahan yang dihadapi siswa maka akan berpengaruh kepada mental siswa tersebut dan secara tidak langsung akan mempengaruhi efektivitas belajar siswa.
Efektivitas Teknik Role Playing dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa MAN 2 Bukittinggi Rahayu Rizal, Suci Dwi; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4128

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya peserta didik yang kurang terampil dalam sosialnya di mana ada siswa yang pediam jika tidak di ajak bicara terlebih dahulu ia tidak akan memulai pembicaraan, siswa yang pemalu, tidak saling menyapa, tidak perduli dengan lingkuangan sekiatarnya dan emosian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah efektifitas teknik role playing dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa MAN 2 Bukittinggi. Tujuan akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbebedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan tekik role playing untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa MAN 2 Bukittinggi. Penelitian ini adalah penelitian Pre Ekperimen model the static group comparation desigen, populasi adalah siswa IPA 1dan IPA 2 sebanyak 80 orang , sedangkan sampel penelitian adalah 10 orang kelompok eksperimen dengan pemberian metode teknik role playing dan 10 orang kelompok kontrol dengan metode diskusi. Pengambilan sampel siswa yang terindikasi masalah keterampilan sosial berdasarkan teknik random sampling dimana peneliti mengambil secara acak dari populasi yang sudah melakukan uji normalitas, homogenitas dan linear. Instrument pengumpulan data adalah skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan persyaratan analisis data menggunakan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil nilai uji Z (wilcoxon) menunjukkan perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon diperoleh nilai signifikan p-value sebesar 0,005. Berdasarkan ketentuan yang berlaku. Diketahui hasil uji wilcoxon Sig p-value sebesar 0,005 < ? (? =0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial meningkat setelah diberikan perlakuan yaitu layanan bimbingan kelompok dengan mengunakan teknik role playing.