Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Bimbingan Kelompok dengan Teknik Group Exercise untuk Meningkatkan Interaksi Sosial pada Siswa di SMPN 03 Sungai Pua Anggarini, Desi; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4148

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena adanya indikasi siswa yang suka menyendiri baik dalam bermain dan enggan berkomunikasi dengan teman-teman lainnya, emosian yang mengakibatkan pertengkaran hingga adu fisik antar siswa, dan terdapat juga siswa yang berkomunikasi dengan guru dengan menggunakan bahasa yang kurang sopan. Tujuan akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan interaksi sosial pada siswa kelas VII3 di SMPN 03 Sugai Pua. Bimbingan kelompok dengan teknik group exercise yaitu diterapkan pada sesi pertengahan pada bimbingan kelompok untuk meningkatkan interaksi sosial siswa. Metode penelitian ini adalah Ekperimen model One Group Pretest Posttest Design. Populasi adalah siswa kelas VII3 di SMPN 03 Sungai Pua yang berjumlah 19 orang, kemudian diambil sampel penelitian yaitu 10 orang siswa yang diambil berdasarkan teknik random sampling. Data diolah dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22 menggunakan uji Wilcoxon. Diketahui hasil uji wilcoxon Sig p-value sebesar 0,005 < ? (? =0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial berpengaruh setelah diberikan perlakuan yaitu layanan bimbingan kelompok. Adapun hasil penelitian yang telah diketahui dari hasil nilai uji Z (wilcoxon) menunjukkan perbedaan antara nilai pretest dan posttest. Dari hasil perhitungan uji wilcoxon diperoleh nilai signifikan p-value sebesar 0,005. Berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus di SMA N 2 Bukittinggi Mahandi, Fadhilla Aqmara; Rahmi, Alfi; Iswantir, Iswantir; Syam, Hidayani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4201

Abstract

Latar belakang penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang ditemui dilokasi penelitian yaitu anak berkebutuhan khusus sangat sulit untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan guru. Anak berkebutuhan khusus sulit mengungkapkan kemauan mereka kepada orang lain. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Reasearch) dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini penulis lakukan di SMA N 2 Bukittinggi dan informan dalam penelitian ini adalah anak berkebutan khusus, guru BK dan teman sebaya yang berada dilingkungan SMA N 2 Bukittinggi. Dalam pengumpulan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara, AUM Umum, AUM PTSDL dan Sosiometri. Sedangkan didalam pembahasannya digunakan metoda kualitatif deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan secara sistematis.Dari hasil penelitian yang penulis lakukan tentang interaksi sosial anak berkebutuhan khusus di SMA N 2 Bukittinggi menunjukkan kontak sosial dan komunikasi lima orang siswa berkebutuhan khsusus. Aspek-aspek interaksi sosial ABK Tunadaksa terpenuhi dengan baik. Anak berkebutuhan khusus Slowlearner kurang memenuhi beberapa indikator kontak sosial dan komunikasi seperti terbuka, memberi dukungan dan menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan karena tidak dapat berkomunikasi dengan jelas. Anak berkebutuhan khusus Tunagrahita tidak memenuhi aspek interaksi sosial sepeti percakapan yang tidak nyambung, kalimat yang tidak jelas, ABK terlalu pendiam, tidak dapat bekerjasama dengan baik, tidak terbuka, kurang memiliki empati, sulit mendukung teman dan tidak dapat menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Anak berkebutuhan khusus yang memilki gangguan Asperger mengakibatkan kesulitan untuk membangun kontak sosial dan komunikasi yang baik dengan teman dan guru dan mengakibatkan aspek interaksi sosial tidak terjalankan dengan baik. Anak berkebutuhan khusus Autis sulit untuk berkomunikasi dan aspek dalam aspek-aspek interaksi sosial tidak berjalan dengan baik.
Peranan Keluarga Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Pasca Pembelajaran Daring Putri, Suci Mulia; Rahmi, Alfi
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Educativo: Jurnal Pendidikan
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.84 KB) | DOI: 10.56248/educativo.v2i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan keluarga dalam meningkatkan motivasi belajar anak pasca pembelajaran daring di Jorong Bulaan Kamba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu berusaha untuk menguraikan, membuat deskripsi dan gambaran secara akurat tentang bagaimana peranan keluarga dalam meningkatkan motivasi belajar anak pasca pembelajaran daring. Informan kunci adalah orang tua dan informan pendukungnya adalah anak di Jorong Bulaan Kamba. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa orang tua di Jorong Bulaan Kamba telah memenuhi semua perannya dalam meningkatkan motivasi belajar anak, yaitu : 1). Orang tua sebagai pendidik dalam keluarga berperan sebagai pemelihara, pendidik, pembina, dan pelatih, 2). Orang tua sebagai fasilitator yaitu sebagai penyedia sarana dan prasarana, 3). Orang tua sebagai motivator, yaitu orang tua memberikan dukungan, penghargaan, hukuman dan juga membantu mengatasi kesulitan belajar anak, 4). Orang tua sebagai director yaitu membantu dan membimbing anak dalam pelajaran. Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa keluarga di Jorong Bulaan Kamba telah memenuhi perannya dalam meningkatkan motivasi belajar anak.
Upaya Guru Bimbingan Dan Konseling Mendiagnosis Kesulitan Belajar Pada Siswa Underachiever Khairani, Isna; Rahmi, Alfi
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Educativo: Jurnal Pendidikan
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.043 KB) | DOI: 10.56248/educativo.v2i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam mendiagnosis kesulitan belajar pada siswa underachiever di SMPN 3 Lembah Melintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan. Sesuai dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diperoleh yang bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru bimbingan dan konseling mendiagnosis kesulitan belajar pada siswa underachiver di SMPN 3 Lembah Melintang. Informan kunci guru bimbingan dan konseling, informan pendukung guru wali kelas dan 3 siswa underachiever kelas VIII. Keabsahan data yang digunakan dengan triangulasi data dengan menggunakan triangulasi sumber untuk menguji kreadibilitas data yang dilakukan dengan cara mencek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Penelitian ini menyimpulkan upaya guru Bimbingan dan Konseling dalam mendiagnosis kesulitan belajar pada siswa underachiever, yaitu: 1). Pengumpulan data yang meliputi: kegiatan observasi, kunjungan rumah, case study, case history, daftar pribadi, tugas anak, tugas kelompok dan melakukan tes IQ maupun tes pribadi, 2). Pengolahan data yang meliputi: identifikasi kasus, membandingkan antara kasus, membandingkan dengan hasil tes, menarik kesimpulan, 3). Diagnosis yang meliputi: jenis kesulitan, faktor umum, faktor utama, 4). Prognosis yang meliputi: bentuk treatment, bahan atau materinya, metode atau strategi, alat-alat bantu, waktu atau jadwal, 5). Treatment yang meliputi: bimbingan belajar, bimbingan pribadi, bimbingan kelompok, bimbingan orang tua, dan remedial teaching, dan 6). Evaluasi.
Case Study of Learning Difficulty Class III Students at SDN 06 Batu Taba, Ampek Angkek Sub-District Ananda, Dea; Rahmi, Alfi; Sabarrudin, Sabarrudin
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 1 No 1 (2023): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.284 KB) | DOI: 10.58578/mikailalsys.v1i1.1037

Abstract

Diagnosis of learning difficulties is the process of determining the problem of students' inability to learn by examining the background causes by analyzing the symptoms of learning difficulties or barriers that appear. The purpose of this study is to identify the location of learning difficulties experienced by students and the provision of treatment. The type of research used in this research is a qualitative case study in nature. The key informants in this study were students with the initials S and supporting informants, namely the school principal, who was also a class III homeroom teacher, class II teacher, and parents of students. Data collection techniques were carried out using non-test methods, namely observation, interviews, general problem-solving tools, problem-solving tool PTSDL, Sociometry, and format of mastery of learning material difficulties. The data analysis technique is data triangulation. This study found that one student with the initial S experienced learning difficulties in mathematics and Arts and Culture and Skills. After being given counseling services in the form of remedial learning, students with the initial S experienced an increase in subject mastery.
Success of the Establishment Stage in Group Counseling Oktari, Melandi; Lestari, Ayu; Rahmi, Alfi; Oktarini, Ira; Sabarrudin, Sabarrudin
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 1 No 1 (2023): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.115 KB) | DOI: 10.58578/mikailalsys.v1i1.1038

Abstract

Group counseling is a strategy in guidance and counseling that is assistance provided by utilizing group dynamics by discussing a personal problem of the group members. The formation stage is the initial stage which is very influential in further activities. At this stage, the formation of a group structure marks it. This research aims to discover the proper steps to take in the formation stage of group counseling. The research method is library research, which uses library data expansion methods, reading and recording, and processing research materials. The study results revealed that the group leader's Role in the formation stage dramatically determines the success of group counseling activities. It is hoped that the group leader is genuinely active and can ask, answer, feel, provide feedback, and control the group's game to create good dynamics.
Pengaruh Persiapan Karir terhadap Kematangan Karir Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Rahmah, Miftahul; Rahmi, Alfi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i4.6962

Abstract

Tuntutan pada pekerjaan semakin meningkat sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas Untuk itu individu harus mengembangkan dirinya agar mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan disekitarnya sehingga akan memiliki kesiapan untuk bersaing dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Seberapa besar pengaruh persiapan karir terhadap kematangan karir siswa MAN 3 Agam Plus Keterampilan. Penelitian ini menggunakan metode regresi dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data yang bersifat angka yang nantinya diolah dengan metode statistik untuk interprestasi datanya. Hasil dari penelitian yang dilakukan pada 74 orang siswa MAN 3 Agam Plus Keterampilan bahwa; persiapan karir mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka akan mempengaruhi hasil belajar pendidikan agama islam sebesar 0.430. Tetapi, apabila tidak adanya variabel tersebut maka nilai kematangan karir siswa sebesar 44,715. 2) persiapan karir berpengaruh secara signifikan terhadap kematangan karir siswa di MAN 3 Agam dan signifikan < 0,05 (0,000 < 0,05), Maka Ha diterima H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persiapan karir berpengaruh secara signifikan terhadap kematangan karir siswa MAN 3 Agam Plus Keterampilan. Hasil analisis koefisien determinan dengan nilai sebesar 0,172 menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel kesehatan mental adalah sebesar 1,72%, artinya persiapan karir mempunyai pengaruh terhadap kematangan karir 1,72 %, sedangkan sisanya sebesar 98,28% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian yang peneliti lakukan ini. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kematangan karir siswa di MAN 3 Agam Plus Keterampilan yaitu persiapan karir. persiapan karir seseorang dapat mempengaruhi kematangan karir
Perilaku Remaja Awal yang Mengalami Sibling Rivalry dalam Keluarga di Kanagarian Koto Baru III Jorong Anggraini, Putri Nadila; Rahmi, Alfi
ARZUSIN Vol 3 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v3i1.830

Abstract

Aggressive behavior of early adolescents who experience sibling rivalry can grow in families with more than one child as stated by Bakwin H that sibling competition is more intense in small families (families with fewer children) compared to families with many children. . The aim is to find out the behavior of early adolescents who experience sibling rivalry in the family at Kanagarian Koto Baru III, Jorong. The research method is descriptive qualitative, key informants are 5 early adolescents who experience sibling rivalry and supporting informants 5 parents of early adolescents who experience sibling rivalry in the family. Data collection techniques through observation and interviews. Data analysis techniques with data reduction, data display, and data verification. The validity of the data used with data triangulation with source triangulation. The results of the study: 1) Verbal is a form of negative behavior in the form of words or verbally with the aim of hurting the victim (ridicule, insult, and yell). 2) Physical is a form of negative behavior in the form of physical assault aimed at injuring, harming, injuring, or damaging other people's objects (hitting, kicking, pushing, biting, and throwing), 3) Expression of anger is a form of behavior that its nature is hidden in the feelings of other people but the effect can be seen in actions that hurt other people (anger and annoyance). 4) Hostility is an invisible behavior, namely negative attitudes or feelings towards other people (jealousy and envy).
Exploration of Spirituality in Islamic Education: Perspectives on Gender Equality and Minority Rights Januar, Januar; Rahmi, Alfi
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisma.v8i1.8286

Abstract

This research aims to explore the exploration of spirituality, gender equality, minority rights in the context of Islamic education, and the integration of spirituality. This research uses a qualitative approach, and data collection techniques, namely interviews and document analysis. Qualitative data was analyzed using a thematic analysis approach by triangulating the data to increase validity. The research results show that the role of spirituality in education is the main pillar in forming a holistic individual. The integration of spiritual values in the curriculum forms students who are academically intelligent and morally responsible. Spirituality gives rise to empathy, tolerance, and justice, forming the basis of positive character. Spirituality-based Islamic education guides students to understand themselves and their environment in depth. Gender equality challenges involve unequal access and gender-based violence. Women's involvement in decision-making needs to be increased. Public awareness and policy support are key to creating a just society. Gender equality initiatives in Islamic education emphasize equal access and the development of social skills. Identification of minority rights demands recognition of language, culture, and protection of fundamental rights. Steps towards inclusive education include awareness, policy changes, human resource development, parental involvement, and continuous evaluation. The integration of spirituality, gender equality, and minority rights creates an inclusive and holistic system, empowering all learners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksplorasi spiritualitas, kesetaraan gender, hak minoritas dalam konteks pendidikan Islam, dan integrasi spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data, yaitu wawancara dan analisis dokumen. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik dengan melakukan triangulasi data untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran spiritualitas dalam pendidikan menjadi pilar utama membentuk individu holistik. Integrasi nilai-nilai spiritual dalam kurikulum membentuk siswa cerdas secara akademis dan bertanggung jawab moral. Spiritualitas memunculkan empati, toleransi, dan keadilan, membentuk dasar karakter positif. Pendidikan Islam berbasis spiritualitas memandu siswa memahami diri dan lingkungan secara mendalam. Tantangan kesetaraan gender melibatkan ketidaksetaraan akses dan kekerasan berbasis gender. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan perlu ditingkatkan. Kesadaran masyarakat dan dukungan kebijakan kunci dalam menciptakan masyarakat adil. Inisiatif kesetaraan gender dalam pendidikan Islam menekankan akses setara dan pengembangan keterampilan sosial. Identifikasi hak minoritas menuntut pengakuan bahasa, budaya, dan perlindungan hak fundamental. Langkah menuju pendidikan inklusif mencakup kesadaran, perubahan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, keterlibatan orang tua, dan evaluasi terus-menerus. Integrasi spiritualitas, kesetaraan gender, dan hak minoritas menciptakan sistem inklusif dan holistik, memberdayakan semua peserta didik.
Student Anxiety In Online Learning During The Covid-19 Pandemic Putri, Fiona Adipa; Yarni, Linda; Rahmi, Alfi; Santosa, Budi
Jurnal Konseling Komprehensif: Kajian Teori dan Praktik Bimbingan dan Konseling Vol. 11, No. 2: November 2024
Publisher : diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya Jl. Palembang Prabumulih KM 3.2 Palembang-Indonesia Email: jkk@fkip.unsri.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jkk.v11i2.112

Abstract

This research is motivated by the things that students feel in online learning during the pandemic (Covid-19) such as nervousness, excessive sweating, sweaty palms, dry mouth, frequent nightmares, palpitations, difficulty concentrating, feeling anxious, feeling inadequate, restless, having trouble sleeping at night, irritability, which are some of the things that happen when someone experiences anxiety. The purpose of this study was to determine the anxiety felt by third semester students of the Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sjech M. DjamilDjambekBukittinggi while doing online learning during the pandemic (Covid-19). This study used field research in a qualitative descriptive form, the key informants were third semester counseling guidance students and the supporting informants were the students' parents. The data collection technique used was interview using snowball sampling. Data processing using the method of data reduction, data presentation, and data verification. Based on the results of the study, it can be concluded that the student anxiety in online learning during the pandemic (Covid-19) at UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi are from the family environment, from the social environment, difficult internet networks, studying while working, limited learning media, inability to complate assignments and limited access and resources.