Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kemandirian Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Kecamatan Harau Marshela, Cici; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15130

Abstract

Pembelajaran mandiri idealnya merupakan kegiatan yang lebih didorong oleh kemauan, tanggung jawab, dan rasa kreativitas individu ketika mempertimbangkan peluang dan pengalaman yang signifikan. Hal ini akan memungkinkan seseorang menjadi lebih percaya diri, mandiri, memiliki motivasi diri, dan mampu mengembangkan pribadi. sikap, informasi, dan teknik pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan belajar siswa karena ada masalah belajar yang serius pada periode siswa kelak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang mengkaji tingkat stres belajar siswa. Siswa kelas VII, VIII, dan IX dari SMP Negeri 1 Kecamatan Harau yang berjumlah 946 siswa menjadi populasi dalam penelitian ini.Adapun sampelnya dengan menggunakan metode stratified random sampling sebanyak 90 siswa. Alat pengumpul data survei ini menggunakan antena. Hasil penelitian menunjukkan persentase siswa yang mempelajari indikator dengan benar adalah sebagai berikut: 62% siswa berada pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman tertinggi; 64% siswa pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman tertinggi; 57% siswa pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman paling rendah; dan 57% siswa pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman tertinggi. Sebaliknya, persentase siswa yang berada pada kategori “duduk” secara keseluruhan adalah sebesar 60,99% yang menunjukkan bahwa seluruh siswa di SMP Negeri 1 Kecamatan Harau sedang aktif belajar. Tingkat ideal yang harus dicapai seorang siswa adalah 64–100% keberhasilan kemandirian belajar Sementara itu, mayoritas pegawai SMP Negeri 1 Kecamatan Harau diperkirakan akan berada pada tingkat tinggi dan sangat tinggi jika rasio per indikator terbaru dapat dicapai.
Dampak Penggunaan Aplikasi Instagram pada Perubahan Perilaku Belajar Siswa di SMA Negeri 3 Payakumbuh Utami, Della Tri; Afrinaldi, Afrinaldi; Yusri, Fadhilla; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya siswa yang bermain Instagram pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung dan hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi siswa saat belajar dikelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan aplikasi Instagram pada perubahan perilaku belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Payakumbuh. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan secara sistematis mengenai fakta-fakta yang ditemukan dilapangan berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada dua yaitu informan kunci yaitu siswa kelas XI, sedangkan informan pendukung yaitu guru yang mengajar di kelas XI, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menelaah data yang ada, lalu mengadakan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan tahap akhir dari analisis data ini adalah dengan mengadakan keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pemgamatan trianggulasi. Dari penelitian yang dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut: Dampak penggunaan aplikasi instagram pada peubahan perilaku belajar siswa yaitu: 1) Perilaku belajar dalam mengikuti pembelajaran, siswa menjadi kurang konsentrasi ketika belajar dan merasa malas dalam belajar. Selain itu siswa menjadi lalai dalam mengerjakan tugas sehingga menjadi ketinggalan pelajaran. 2) Perilaku belajar dalam mengulangi pelajaran, ada siswa yang membuka aplikasi instagram saat guru dan siswa lain sedang mengulangi materi pelajaran minggu lalu. 3) Perilaku belajar dalam membaca buku, tidak semua siswa membaca buku sebelum pembelajaran dimulai. 4) Perilaku belajar dalam mengunjungi perpustakaan, aplikasi Instagram tidak digunakan siswa untuk mencari informasi atau materi pelajaran melainkan untuk mencari informasi tentang hal-hal diluar pelajaran seperti gaya pakaian dan olahraga. 5) Perilaku belajar dalam menghadapi ujian, siswa untuk mengikuti ujian siswa akan mengurangi bermain aplikasi Instagram.
Hubungan antara Kelekatan Orang Tua dan Anak dengan Kedisplinan Siswa di SMA N 3 Bukittinggi Koto, Widya Mardhotillah; Santosa, Budi; Rahmi, Alfi; Yarni, Linda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi dilapangan yang berkaitan dengan kelekatan orang tua dan kedisiplinan siswa seperti: masih ada siswa masih tidak mematuhi peraturan sekolah, masih ada siswa memiliki disiplin rendah akan cenderung seenaknya saja, masih ada siswa yang membolos disekolah, dan sering berada diluar kelas atau luar sekolah pada saat jam pelajaran, masih ada siswa yang kurang mendapatkan komunikasi yang hangat, cinta, dan peratian dari orang tua dan masih ada siswa yang kurang terbuka kepada orang tua terhadap masalah yang ada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hubungan antara Kelekatan Orang tua dengan Kedisiplinan Siswa kelas XI.F di SMA N 3 Bukittinggi. 2) mengetahui seberapa besar hubungan antar kelekatan orang tua dan dengan kedisplinan siswa kelas XI.F di SMA N 3 Bukittinggi. Penelitian ini tergolong pada penelitian kuantitatif korelasional yaitu menghubungkan dua buah variabel yang berbeda. Populasi yang diambil dalam penelitian yaitu siswa kelas XI.F yang berjumlah 342 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah proportional random sampling agar pengambilan sampel per kelas merata sesuai dengan jumlah siswa per kelasnya, dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala pengukuran kelekatan orang tua dan anak dan skala pengukuran kedisplinan siswa. Analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian yaitu teknik analisis korelasi Rank Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil penelitian mengenai kelekatan orang tua dan anak dengan kedisplinan siswa di SMA N 3 Bukittinggi menunjukkan hasil uji korelasi menggunakan Rank Spearman’s Rho diketahui nilai signifikansi 0.000 < 0.005 maka Ho ditolak, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan orang tua dan anak dengan kedisiplinan siswa di SMA N 3 Bukittinggi. Koefisien korelasi sebesar 0.398 dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi berada pada tingkat hubungan rendah karena berada pada interval koefisien 0.20-0.399. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hubungan/korelasi antara kelekatan orang tua dan anak dengan kedisiplinan siswa di SMA N 3 Bukittinggi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN PKN DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DI SD Rahmi, Alfi
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2013): (Januari-Juli) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v1i1.267

Abstract

Problems in Citizenship Education learning the teacher is still dominated by the teacher as a source of information. In addition, teachers are less precise in selecting and using learning models and teachers rarely have discussions. For that researchers took Model Cooperative Learning type Group Investigation (GI) in the hope of improving learning outcomes Civics. This type of research is used classroom action research. The study used a qualitative approach and quantitative approach. The results of this study indicate that the learning outcomes of students has increased. First cycle average result was 66.65 cognitive, and the affective is 63.6. And the second cycle increases the average being 81.9 and cognitive aspects of the affective aspect of 80.9. From the research done it can be concluded that by using a model of Cooperative Learning Group type investigation (GI) can improve student learning outcomes in the classroom teaching Civics at V SDN 20 Tigo Suku Paninjauan District. Tanah Datar. Kata Kunci: hasil belajar; PKn; group investigation (GI)
Exploration of Spirituality in Islamic Education: Perspectives on Gender Equality and Minority Rights Januar, Januar; Rahmi, Alfi
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisma.v8i1.8286

Abstract

This research aims to explore the exploration of spirituality, gender equality, minority rights in the context of Islamic education, and the integration of spirituality. This research uses a qualitative approach, and data collection techniques, namely interviews and document analysis. Qualitative data was analyzed using a thematic analysis approach by triangulating the data to increase validity. The research results show that the role of spirituality in education is the main pillar in forming a holistic individual. The integration of spiritual values in the curriculum forms students who are academically intelligent and morally responsible. Spirituality gives rise to empathy, tolerance, and justice, forming the basis of positive character. Spirituality-based Islamic education guides students to understand themselves and their environment in depth. Gender equality challenges involve unequal access and gender-based violence. Women's involvement in decision-making needs to be increased. Public awareness and policy support are key to creating a just society. Gender equality initiatives in Islamic education emphasize equal access and the development of social skills. Identification of minority rights demands recognition of language, culture, and protection of fundamental rights. Steps towards inclusive education include awareness, policy changes, human resource development, parental involvement, and continuous evaluation. The integration of spirituality, gender equality, and minority rights creates an inclusive and holistic system, empowering all learners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksplorasi spiritualitas, kesetaraan gender, hak minoritas dalam konteks pendidikan Islam, dan integrasi spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data, yaitu wawancara dan analisis dokumen. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik dengan melakukan triangulasi data untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran spiritualitas dalam pendidikan menjadi pilar utama membentuk individu holistik. Integrasi nilai-nilai spiritual dalam kurikulum membentuk siswa cerdas secara akademis dan bertanggung jawab moral. Spiritualitas memunculkan empati, toleransi, dan keadilan, membentuk dasar karakter positif. Pendidikan Islam berbasis spiritualitas memandu siswa memahami diri dan lingkungan secara mendalam. Tantangan kesetaraan gender melibatkan ketidaksetaraan akses dan kekerasan berbasis gender. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan perlu ditingkatkan. Kesadaran masyarakat dan dukungan kebijakan kunci dalam menciptakan masyarakat adil. Inisiatif kesetaraan gender dalam pendidikan Islam menekankan akses setara dan pengembangan keterampilan sosial. Identifikasi hak minoritas menuntut pengakuan bahasa, budaya, dan perlindungan hak fundamental. Langkah menuju pendidikan inklusif mencakup kesadaran, perubahan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, keterlibatan orang tua, dan evaluasi terus-menerus. Integrasi spiritualitas, kesetaraan gender, dan hak minoritas menciptakan sistem inklusif dan holistik, memberdayakan semua peserta didik.
Peran Guru Bimbingan Konseling dan Pembina Ekstrakurikuler An-Nisa’ dalam Pembentukan Kepribadian Muslimah Halima, Anita; Syam, Hidayani; Rahmi, Alfi; Santoso, Budi; Pratama, Andy Riski
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i1.87

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengulas peran guru bimbingan dan konseling serta pembina ekstrakurikuler dalam membentuk kepribadian siswi Muslimah di lingkungan pendidikan, khususnya dalam aspek ajaran agama, perilaku, dan pola berpakaian sesuai syariat Islam Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan di MAN Lima Puluh Kota data dikumpulkan dalam bentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya peneliti akan mengolah data dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam menanamkan nilai-nilai tersebut, namun masih terdapat tantangan seperti kurangnya konsistensi siswi dalam melaksanakan ajaran agama dan tata cara berpakaian yang sesuai syariat. Guru bimbingan konseling, dan pembina ekstrakurikuler memberikan teguran, contoh perilaku baik, dan materi agama sebagai bentuk bimbingan, namun masih diperlukan langkah lebih lanjut untuk meningkatkan konsistensi dan efektivitas dalam membentuk kepribadian siswi. Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti pentingnya peran guru-guru tersebut dalam membentuk kepribadian siswi sesuai nilai-nilai Islam, meski masih diperlukan langkah-langkah tambahan untuk mencapai konsistensi dan konsolidasi nilai-nilai tersebut. ABSTRACT This study reviews the role of guidance and counseling teachers and extracurricular coaches in shaping the personality of Muslim female students in an educational environment, especially in the aspects of religious teachings, behavior, and dress patterns according to Islamic law. The research method used is descriptive qualitative with a field approach at MAN Lima Puluh Kota. Data is collected in the form of observation, interviews, and documentation, then researchers will process the data using analytical descriptive data analysis techniques. The results showed that efforts have been made in instilling these values, but there are still challenges such as the lack of consistency of students in carrying out religious teachings and dressing according to sharia. Counseling guidance teachers and extracurricular coaches provide reprimands, examples of good behavior, and religious material as a form of guidance, but further steps are still needed to improve consistency and effectiveness in shaping the personality of female students. In conclusion, this study highlights the importance of the role of these teachers in shaping the personality of female students according to Islamic values, although additional steps are still needed to achieve consistency and consolidation of these values.
Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Mahasiswa BK dalam Penyelesaian Studi Wandari, Silvi; Yarni, Linda; Rahmi, Alfi; Syam, Hidayani
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v4i1.94

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengkaji kondisi psikologis mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam menyelesaikan studi mereka. Mahasiswa sering mengalami tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kelelahan dalam proses penyusunan skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk mengukur faktor-faktor psikologis tersebut, termasuk motivasi, kecemasan, konsep diri, aspirasi, sikap, persepsi, ingatan, perhatian, kesiapan, marah, dan takut. Data dikumpulkan dari seluruh populasi mahasiswa BK angkatan 2016, 2017, dan 2018 melalui kuesioner dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologis mahasiswa berada pada kategori Sangat Baik, dengan rata-rata keseluruhan persentase skor sebesar 90%. Faktor psikologis internal seperti motivasi dan kecerdasan, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial dari keluarga dan teman, berperan signifikan dalam penyelesaian studi mahasiswa. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis mahasiswa untuk mendukung keberhasilan akademis mereka. ABSTRACT This study examines the psychological condition of students of the Guidance and Counseling (BK) Study Program at UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi in completing their studies. Students often experience psychological pressure such as stress, anxiety, and fatigue in the process of preparing a thesis. This study uses descriptive quantitative methods to measure these psychological factors, including motivation, anxiety, self-concept, aspiration, attitude, perception, memory, attention, readiness, anger, and fear. Data were collected from the entire population of counseling students in 2016, 2017, and 2018 through a questionnaire with a Likert scale. The results showed that the psychological condition of students was in a very high category, with an overall average percentage score of 90%. Internal psychological factors such as motivation and intelligence, as well as external factors such as social support from family and friends, play a significant role in student study completion. The findings underscore the importance of paying attention to students' psychological state to support their academic success.
Stress Akademik Siswa Dalam Menjalani Pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung Ikhsan, Wildana; Rahmi, Alfi; Aprison, Wedra; Yusri, Fadhilla
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi mengenai permasalahan dalam belajar siswa terkait stress akademik siswa dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung, diantaranya respon pada pemikiran, perilaku, respon tubuh dan perasaan. Adapun permasalahan yang ditemukan yaitu stress akademik siswa tidak mengerjakan tugas yang gurunya berikan, siswa berbicara dengan temannya saat belajar, siswa tidur  di dalam kelas, siswa sakit kepala dan siswa melamun di kelas. Adapun rumusan masalah bagaimana gambaran stress akademik siswa kelas VIII dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung. Tujuan penelitian ini ialah mencari tahu gambaran yang jelas mengenai stress akademik siswa kelas VIII dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung. Jenis penelitian yang dilakukan ialah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Populasi yang diteliti yakni 230 siswa, seluruh kelas VIII SMPN 2 Lubuk Basung. Sedangkan sampel yang diteliti berjumlah 70 siswa serta cara memperolehnya menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode skala dengan instrument skala likert dengan jumlah instrument terdiri dari 24 item pernyataan serta telah dilakukan uji validasi dan reabilitas. Teknik analisis data dilakukan melalui Microsoft Excel dengan rumus persentase.  Hasil penelitiannya menyimpulkan bahwa secara keseluruhan stress akademik siswa dalam menjalani pembelajaran di SMPN 2 Lubuk Basung berada kategori tinggi yaitu 67,2%. Diantaranya indikator pemikiran dengan persentase skor sebesar 63,8% berada kategori tinggi, indikator perilaku dengan pesentase sebesar 73,6% berada kategori tinggi, indikator respon tubuh dengan persentase sebesar 65,8% berada kategori tinggi dan indikator perasaan dengan persentase sebesar 65,3% berada kategori tinggi. Perihal tersebut membuktikan siswa kelas VIII sudah jelas sekali mengalami stress akademik yang tinggi dalam proses pembelajarannya.
Faktor Penyebab Ketidakharmonisan Keluarga di Jorong Mungka Tengah Kecamatan Mungka Atrinovia, Nur Afni; Rahmi, Alfi; Yarni, Linda; Pasila Putra, Dodi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8145

Abstract

Problematika pada rumah tangga ialah sebuah kondisi saat rumah tangga terdapat masalah, tidak sesuainya pemikiran antar pasangan menyebabkan timbulnya masalah pada rumah tangga. kehidupan pada pernikahan juga selalu berubah dengan adanya pasang dan surut, hal tersebut dinamakan dinamika perkawinan serta terdapat beragam hal yang mampu mempengaruhi dinamika perkawinan, banyak perkawinan yang cenderung menjadi kurang harmonis dikarenakan suami istri tak memiliki kesiapan untuk berperan sebagai pasangan yang baik. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif yakni dalam rangka melakukan penguraian, pembuatan deskripsi serta penggambaran dengan seakurat mungkin terkait faktor penyebab ketidakharmonisan dalam keluarga di Jorong Mungka Tengah Kecamatan Mungka. Informan kunci informan kunci pada penelitian ini ialah 3 pasangan suami istri yang ada di Jorong Mungka Tengah, sedangkan informan pendukungnya yaitu pihak ketiga dari pasangan tersebut, yaitu orang tua atau anak dari pasangan suami istri tersebut. Metode dalam mengumpulkan datanya yaitu lewat wawancara. Teknik analisis datanya melalui display data, reduksi data, verifikasi data serta juga dilakukan analisis melalui aplikasi atlas.TI .9. kebasahan data yang peneliti gunakan melalui triangulasi sumber dalam mengetahu kredibel tidaknya data melalui pengecekan data lewat adanya wawancara. Dari penelitian ini diperoleh hasil faktor yang mampu menyebabkan ketidakharmonisan dalam keluarga di Jorong Mungka Tengah Kecamatan Mungka yakni : 1). Kurangnya ataupun putusnya komunikasi di antara anggota keluarga. 2). Sikap egosentrisme. 3). permasalahan ekonomi . 4). Kesibukan 5). Permasalahan pendidikan. 6). Permasalahan perselingkuhan 7). Jauh dari agama.  
Peran Guru Bimbingan Konseling Dalam Membimbing Peserta Didik Slow Learner Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kinali Pasaman Barat Elti, Yasni; Rahmi, Alfi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10148

Abstract

Latar belakang penelitian ini berdasarkan fenomena yang terjadi di SMAN 2 Kinali yaitu terdapatnya anak yang mengalami slow learner di sekolah, yang mengakibatkan individu tersebut lamban dalam belajar, sehingga memiliki daya tangkap yang rendah, merespon apa yang disampaikan oleh guru dalam proses pembelajaran juga lama. Dimana jika itu terus berlanjut individu akan mendapatkan nilai yang tidak mencapai KKM dan akan tinggal kelas. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan kunci 1 orang guru bimbingan dan konseling, 1 orang wali kelas, 4 orang guru mata pelajaran dan 9 orang siswa di SMAN 2 Kinali. Data dikumpulkan melalui Observasi, wawancara dan Dokumentasi . Teknik analisis data yaitu reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran yang sudah dijalankan oleh guru bimbingan dan konseling di SMAN 2 Kinali, yaitu : 1) Kognitif, 2) Bahasa, 3) Aspek fisik, 4) Emosi. Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa guru bimbingan dan konseling di SMAN 2 Kinali sudah berupaya memberikan bantuan dalam menangani peserta didik slow learner.