Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pola Asuh Orangtua dengan Kematangan Karir Siswa di MAN 2 Bukittinggi Hidayat, Robi; Rahmi, Alfi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 2 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.511 KB) | DOI: 10.31004/irje.v2i2.294

Abstract

This research was motivated by the observations of researchers who found that there were students who had unfriendly parenting, such as parents who were too neglectful or tended to reject emotionally or ignore the physical needs of their children. One of them is that there are students who are doubtful in choosing theircareers. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting patterns and career maturity in students at MAN 2 Bukittinggi. The type of research used in this study is a quantitative approach, the research design used in this study is the correlational method. Based on the research results obtainedr_hitung = 0.564, then the hypothesis is accepted which states that there is a significant relationship between parenting and student career maturity, it means H_0 is rejected. This is because r_count = 0.564 which is in the coefficient interval 0.40-0.599 so that the level of correlation between the two variables is included in the medium category. . With a positive r value, which means that if that parenting has increased or decreased, it will also be followed by an increase or decrease in career maturity. From the correlation value obtainedpreviously that parenting style contributed 31.8% to career maturity. This figure shows that 31.8% career maturity is determined by parents and the rest is determined by other factors.
Self Management Siswa dalam Belajar Online di SMAN 1 Kuantan Hilir Al-Qadri, Arif; Rahmi, Alfi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 2 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.816 KB) | DOI: 10.31004/irje.v2i2.309

Abstract

This research is motivated by the problems that occur in students at SMA 1 Kuantan Hilir in theonline learning process. The problems in question are related to self-management, such as selfmotivation, self-organization, self management and self-development, such as time management, place setting and great interest in learning. The purpose of this study was to determine the level of mastery of students' self management in online learning.The type of research conducted is descriptive quantitative research by describing, describing and interpreting events in accordance with the facts obtained, the results are in the form of numbers. The population in this study was 88 students, the samples taken were all of the number of students in class XI IPS using total sampling technique. The results of the study obtained that self management of students in online learning atSMA 1 Kuantan Hilir was based on 4 indicators, three of which were in the medium category witha percentage of 50% and one of them was in the low category with a percentage of 33.33%.Therefore, the indicator in the low category is the self-compilation indicator, this is due to theassumption/thought among students that the learning process that occurs during the Covid-19pandemic is not what they want. This means that the school must understand all the limitationsthat exist, especially those experienced by students. The impact of this, students hope that the teacher continues to give the best (value) to them so that they do not feel disadvantaged. Students do not try to organize themselves (organization/management) of independent learning to compensate for the shortcomings that exist during the learning process.
Parental Social Support as a Predictor of Student Career Adaptability Rahmi, Alfi; Firman, Firman; Afdal, Afdal
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 8 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v8i1.6106

Abstract

This study aims to describe the form of social support that students receive from their parents as a form of social support in choosing students' future careers. Facing the transition to the world of work, students face various problems entering the world of work. Social support, especially from parents, will assist students in overcoming difficulties of confusion in choosing a career, lack of information obtained, and strengthening skills in entering the world of work. This type of research is descriptive quantitative with percentage data analysis techniques. The population is Guidance and Counseling final-year students, totaling 95 people with a total sampling technique. The results of the study illustrate that 65 respondents received social support in the high category, 12 respondents were included in the very high category, 13 respondents were included in the sufficient category and 5 respondents received low social support from their parents. Of the five aspects of social support, emotional support is the highest with an average score of 20.21, appreciation support 20.47, instrument support 19.96, information support 18.98, and social network support 15.26. There needs to be an increase in social support in the aspect of social networking from parents because it will provide broad opportunities for students to enter the world of work later.
Pengaruh Perlakuan Bimbingan Kelompok terhadap Remaja dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan di Jorong Subarang Silviana, Dina; Rahmi, Alfi; Yusri, Fadhilla; Syawaluddin, Syawaluddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13679

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapat remaja di jorong subarang memang sangatlah kurang memahami arti kebersihan lingkungan, walaupun di adakan dengan bersosialisasi dengan gotong royong bersama tetapi remaja masih ada juga kurang memperhatikan tentang kebersihan tersebut. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah teknik bimbingan kelompok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman remaja dalam menjaga kebersihan lingkungan di Jorong Subarang. Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan strategi bimbingan kelompok terhadap pemahaman remaja dalam menjaga kebersihan lingkungan di Jorong Subarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design, populasi adalah Remaja di Jorong Subarang sedangkan sampel penelitian adalah 10 orang remaja yang terindekasi masalah pemahaman dalam menjaga kebersihan lingkungan berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil pretest. Instrumen pengumpulan data adalah skala likert. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon, sedangkan persyaratan analisis data menggunakan uji hipotesis menggunakan SPSS versi 26. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai z sebesar -2,805 dengan nilai sig. P-value sebesar 0,005< ? (? = 0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pemahaman remaja dalam menjaga kebersihan lingkungan di Jorong Subarang.
Profil Minat Karir dalam Perspektif Holland pada Siswa SMAN 1 Pantai Cermin Agustin, Mutia Rafika; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15006

Abstract

Adapun yang melatar belakangi penulis tertarik untuk membuat penelitian ini adalah menjadi siswa pada tingkat SLTA merupakan masa mereka untuk mengeksplor minat karir. Minat karir perlu diketahui sejak masa ini, agar dapat merancang masa depan yang baik. Teori Holland dapat membantu siswa untuk melihat minat karir mereka. Holland membagi minat karir dalam enam tipe kepribadian yang dikenal dengan istilah RIASEC. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui minat karir siswa SMAN 1 Pantai Cermin apabila dilihat dalam perspektif Holland. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yaitu penelitian yang hanya memaparkan situasi atau peristiwa. Penelitian deskriptif tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat sebuah prediksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan instrumen Self Directed Search (SDS). Self Directed Search (SDS) merupakan pendekatan terhadap penaksiran minat-minat karir. Self Directed Search digunakan membuat perencanaan karir jangka panjang, mempersiapkan aktivitas secara professional dan merencanakan karir yang melibatkan pendidikan di perguruan tinggi. Hasil penelitian minat karir dalam perspektif Holland siswa SMAN 1 Pantai cermin yaitu Pada tipe realistik diketahui rata-ratanya 1,84, dengan angka persentase 36,85% dan standar deviasi 1,46, dimana tipe realistik tergolong pada kategori rendah. Kemudian pada tipe investigatif diketahui rata-ratanya 3,70, dengan angka persentase 61,66% dan standar deviasi 1,82, dimana tipe investigatif tergolong pada kategori tinggi. Pada tipe Artistik diketahui rata-ratanya 1,79, dengan angka persentase 44,64% dan standar deviasi 1,29, dimana tipe artistik tergolong pada kategori sedang. Lalu pada tipe sosial diketahui rata-ratanya 4,70, dengan angka persentase 52,22% dan standar deviasi 2,25, dimana tipe artistik tergolong pada kategori sedang. Sementara itu, pada tipe enterprising diketahui rata-ratanya 7,64, dengan angka persentase 69,48% dan standar deviasi 2,43, dimana tipe enterprising tergolong pada kategori tinggi. Terakhir pada tipe konvensional diketahui rata-ratanya 6,90, dengan angka persentase 69,00% dan standar deviasi 2,38, dimana tipe konvensional tergolong pada kategori tinggi.
Tingkat Kemandirian Belajar Siswa di SMP Negeri 1 Kecamatan Harau Marshela, Cici; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15130

Abstract

Pembelajaran mandiri idealnya merupakan kegiatan yang lebih didorong oleh kemauan, tanggung jawab, dan rasa kreativitas individu ketika mempertimbangkan peluang dan pengalaman yang signifikan. Hal ini akan memungkinkan seseorang menjadi lebih percaya diri, mandiri, memiliki motivasi diri, dan mampu mengembangkan pribadi. sikap, informasi, dan teknik pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan belajar siswa karena ada masalah belajar yang serius pada periode siswa kelak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang mengkaji tingkat stres belajar siswa. Siswa kelas VII, VIII, dan IX dari SMP Negeri 1 Kecamatan Harau yang berjumlah 946 siswa menjadi populasi dalam penelitian ini.Adapun sampelnya dengan menggunakan metode stratified random sampling sebanyak 90 siswa. Alat pengumpul data survei ini menggunakan antena. Hasil penelitian menunjukkan persentase siswa yang mempelajari indikator dengan benar adalah sebagai berikut: 62% siswa berada pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman tertinggi; 64% siswa pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman tertinggi; 57% siswa pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman paling rendah; dan 57% siswa pada kategori indikator dengan tingkat pemahaman tertinggi. Sebaliknya, persentase siswa yang berada pada kategori “duduk” secara keseluruhan adalah sebesar 60,99% yang menunjukkan bahwa seluruh siswa di SMP Negeri 1 Kecamatan Harau sedang aktif belajar. Tingkat ideal yang harus dicapai seorang siswa adalah 64–100% keberhasilan kemandirian belajar Sementara itu, mayoritas pegawai SMP Negeri 1 Kecamatan Harau diperkirakan akan berada pada tingkat tinggi dan sangat tinggi jika rasio per indikator terbaru dapat dicapai.
Dampak Penggunaan Aplikasi Instagram pada Perubahan Perilaku Belajar Siswa di SMA Negeri 3 Payakumbuh Utami, Della Tri; Afrinaldi, Afrinaldi; Yusri, Fadhilla; Rahmi, Alfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya siswa yang bermain Instagram pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung dan hal tersebut dapat mengganggu konsentrasi siswa saat belajar dikelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan aplikasi Instagram pada perubahan perilaku belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Payakumbuh. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan secara sistematis mengenai fakta-fakta yang ditemukan dilapangan berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada dua yaitu informan kunci yaitu siswa kelas XI, sedangkan informan pendukung yaitu guru yang mengajar di kelas XI, dan prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menelaah data yang ada, lalu mengadakan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan tahap akhir dari analisis data ini adalah dengan mengadakan keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pemgamatan trianggulasi. Dari penelitian yang dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai berikut: Dampak penggunaan aplikasi instagram pada peubahan perilaku belajar siswa yaitu: 1) Perilaku belajar dalam mengikuti pembelajaran, siswa menjadi kurang konsentrasi ketika belajar dan merasa malas dalam belajar. Selain itu siswa menjadi lalai dalam mengerjakan tugas sehingga menjadi ketinggalan pelajaran. 2) Perilaku belajar dalam mengulangi pelajaran, ada siswa yang membuka aplikasi instagram saat guru dan siswa lain sedang mengulangi materi pelajaran minggu lalu. 3) Perilaku belajar dalam membaca buku, tidak semua siswa membaca buku sebelum pembelajaran dimulai. 4) Perilaku belajar dalam mengunjungi perpustakaan, aplikasi Instagram tidak digunakan siswa untuk mencari informasi atau materi pelajaran melainkan untuk mencari informasi tentang hal-hal diluar pelajaran seperti gaya pakaian dan olahraga. 5) Perilaku belajar dalam menghadapi ujian, siswa untuk mengikuti ujian siswa akan mengurangi bermain aplikasi Instagram.
Hubungan antara Kelekatan Orang Tua dan Anak dengan Kedisplinan Siswa di SMA N 3 Bukittinggi Koto, Widya Mardhotillah; Santosa, Budi; Rahmi, Alfi; Yarni, Linda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi dilapangan yang berkaitan dengan kelekatan orang tua dan kedisiplinan siswa seperti: masih ada siswa masih tidak mematuhi peraturan sekolah, masih ada siswa memiliki disiplin rendah akan cenderung seenaknya saja, masih ada siswa yang membolos disekolah, dan sering berada diluar kelas atau luar sekolah pada saat jam pelajaran, masih ada siswa yang kurang mendapatkan komunikasi yang hangat, cinta, dan peratian dari orang tua dan masih ada siswa yang kurang terbuka kepada orang tua terhadap masalah yang ada di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui hubungan antara Kelekatan Orang tua dengan Kedisiplinan Siswa kelas XI.F di SMA N 3 Bukittinggi. 2) mengetahui seberapa besar hubungan antar kelekatan orang tua dan dengan kedisplinan siswa kelas XI.F di SMA N 3 Bukittinggi. Penelitian ini tergolong pada penelitian kuantitatif korelasional yaitu menghubungkan dua buah variabel yang berbeda. Populasi yang diambil dalam penelitian yaitu siswa kelas XI.F yang berjumlah 342 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah proportional random sampling agar pengambilan sampel per kelas merata sesuai dengan jumlah siswa per kelasnya, dengan jumlah sampel sebanyak 77 orang siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala pengukuran kelekatan orang tua dan anak dan skala pengukuran kedisplinan siswa. Analisis data yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian yaitu teknik analisis korelasi Rank Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil penelitian mengenai kelekatan orang tua dan anak dengan kedisplinan siswa di SMA N 3 Bukittinggi menunjukkan hasil uji korelasi menggunakan Rank Spearman’s Rho diketahui nilai signifikansi 0.000 < 0.005 maka Ho ditolak, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kelekatan orang tua dan anak dengan kedisiplinan siswa di SMA N 3 Bukittinggi. Koefisien korelasi sebesar 0.398 dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi berada pada tingkat hubungan rendah karena berada pada interval koefisien 0.20-0.399. Berdasarkan penelitian tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hubungan/korelasi antara kelekatan orang tua dan anak dengan kedisiplinan siswa di SMA N 3 Bukittinggi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN PKN DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DI SD Rahmi, Alfi
e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2013): (Januari-Juli) e-JIPSD
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/e-jipsd.v1i1.267

Abstract

Problems in Citizenship Education learning the teacher is still dominated by the teacher as a source of information. In addition, teachers are less precise in selecting and using learning models and teachers rarely have discussions. For that researchers took Model Cooperative Learning type Group Investigation (GI) in the hope of improving learning outcomes Civics. This type of research is used classroom action research. The study used a qualitative approach and quantitative approach. The results of this study indicate that the learning outcomes of students has increased. First cycle average result was 66.65 cognitive, and the affective is 63.6. And the second cycle increases the average being 81.9 and cognitive aspects of the affective aspect of 80.9. From the research done it can be concluded that by using a model of Cooperative Learning Group type investigation (GI) can improve student learning outcomes in the classroom teaching Civics at V SDN 20 Tigo Suku Paninjauan District. Tanah Datar. Kata Kunci: hasil belajar; PKn; group investigation (GI)
Exploration of Spirituality in Islamic Education: Perspectives on Gender Equality and Minority Rights Januar, Januar; Rahmi, Alfi
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisma.v8i1.8286

Abstract

This research aims to explore the exploration of spirituality, gender equality, minority rights in the context of Islamic education, and the integration of spirituality. This research uses a qualitative approach, and data collection techniques, namely interviews and document analysis. Qualitative data was analyzed using a thematic analysis approach by triangulating the data to increase validity. The research results show that the role of spirituality in education is the main pillar in forming a holistic individual. The integration of spiritual values in the curriculum forms students who are academically intelligent and morally responsible. Spirituality gives rise to empathy, tolerance, and justice, forming the basis of positive character. Spirituality-based Islamic education guides students to understand themselves and their environment in depth. Gender equality challenges involve unequal access and gender-based violence. Women's involvement in decision-making needs to be increased. Public awareness and policy support are key to creating a just society. Gender equality initiatives in Islamic education emphasize equal access and the development of social skills. Identification of minority rights demands recognition of language, culture, and protection of fundamental rights. Steps towards inclusive education include awareness, policy changes, human resource development, parental involvement, and continuous evaluation. The integration of spirituality, gender equality, and minority rights creates an inclusive and holistic system, empowering all learners. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksplorasi spiritualitas, kesetaraan gender, hak minoritas dalam konteks pendidikan Islam, dan integrasi spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data, yaitu wawancara dan analisis dokumen. Data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik dengan melakukan triangulasi data untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran spiritualitas dalam pendidikan menjadi pilar utama membentuk individu holistik. Integrasi nilai-nilai spiritual dalam kurikulum membentuk siswa cerdas secara akademis dan bertanggung jawab moral. Spiritualitas memunculkan empati, toleransi, dan keadilan, membentuk dasar karakter positif. Pendidikan Islam berbasis spiritualitas memandu siswa memahami diri dan lingkungan secara mendalam. Tantangan kesetaraan gender melibatkan ketidaksetaraan akses dan kekerasan berbasis gender. Keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan perlu ditingkatkan. Kesadaran masyarakat dan dukungan kebijakan kunci dalam menciptakan masyarakat adil. Inisiatif kesetaraan gender dalam pendidikan Islam menekankan akses setara dan pengembangan keterampilan sosial. Identifikasi hak minoritas menuntut pengakuan bahasa, budaya, dan perlindungan hak fundamental. Langkah menuju pendidikan inklusif mencakup kesadaran, perubahan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, keterlibatan orang tua, dan evaluasi terus-menerus. Integrasi spiritualitas, kesetaraan gender, dan hak minoritas menciptakan sistem inklusif dan holistik, memberdayakan semua peserta didik.