Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Profilaksis Terhadap Kejadian Infeksi Luka Operasi Pada Pasien Bedah Digestif di Salah Satu Rumah Sakit Tipe B Kabupaten Sleman Dhannia Fitratiara; Ika Puspitasari; Titik Nuryastuti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.63691

Abstract

Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah penyebab infeksi nosokomial yang sering terjadi pada luka bekas sayatan setelah operasi. Penggunaan antibiotik profilaksis bedah dapat efektif mengurangi tingkat ILO dengan pemilihan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis, mengetahui angka kejadian ILO, mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis terhadap kejadian ILO, dan mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian ILO pada pasien bedah digestif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif-analitik dengan desain cross sectional melibatkan pasien bedah digestif yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat inap selama periode 1 Januari-31 Desember 2019 di salah satu RS tipe B Kabupaten Sleman. Terdapat 110 pasien menjalani bedah digestif yang masuk dalam kriteria inklusi pada penelitian ini. Rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan metode Gyssens (kategori 0) pada penelitian ini sebesar 20,9% (23 pasien). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketidakrasionalan penggunaan antibiotik profilaksis dengan kejadian ILO (P=0,712). Faktor risiko ILO yang teridentifikasi berdasarkan analisis bivariat adalah komorbiditas, prosedur operasi bersamaan, dan sifat operasi. Sedangkan analisis multivariat menunjukkan bahwa prosedur operasi bersamaan memiliki hubungan yang bermakna dengan angka kejadian ILO. Individu dengan prosedur operasi bersamaan memiliki risiko hampir 8 kali lebih tinggi untuk mengalami ILO (OR 7,625; CI 95% 1,370-42,423; p = 0,020).
Effective Empiric Antimicrobial Therapy of Bacterial Meningitis and Encephalitis Diyan Ajeng Rossetyowati; Ika Puspita Sari; Tri Murti Andayani; Titik Nuryastuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.13257

Abstract

Bacterial meningitis-encephalitis (ME) management therapy is critical to appropriately manage clinical outcomes. This study aims to provide recommendations on appropriate empiric antimicrobial to support the healing period and reduce the risk of disease severity. A cross-sectional study, including inpatients without comorbid diagnosed with bacterial ME, was conducted, and records of antimicrobial prescriptions were obtained. Sociodemographic, clinical (diagnostic), and pharmacological (antimicrobial) variables were assessed. Through multivariate analysis, variables associated with the use of antimicrobials for bacterial infections were identified. A total of 45 patients with ME. The patients, who were from surrounding Center Java and Yogyakarta, had a mean age of 11.27 ± 16.93 years and a male predominance of 56.9% (n = 23). The most frequent bacterial infections were caused by: S. haemolyticus and S. epidermidis (25.93%). A total of 100% the patients (n = 45) received a prescription for empiric antibiotics, predominantly 3rd generation cephalosporin e.c ceftriaxone (35.56%) and cefotaxime (13.33%). Empiric antimicrobials are frequently prescribed for the first management of bacterial ME, are considered an inappropriate practice due to a lack of clinical benefits, increased generation of antimicrobial resistance, and risk of adverse reactions due to the use of medications that patients do not require. Drug utilization studies are a great tool for monitoring how antimicrobial is being used and planning interventions to improve their use.
Multidrug-resistant Klebsiella pneumoniae from clinical isolates at dr. Soeradji Tirtonegoro central hospital Klaten Handi Virawan; Titik Nuryastuti; Hera Nirwati
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 11, No 2, (2020)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol11.Iss2.art3

Abstract

Background: Klebsiella pneumoniae is a Gram-negative bacterium that often causes nosocomial infections. Use of broad-spectrum antibiotics as an empiric therapy has contributed to increases of K. Pneumoniae strains that are resistant to antibiotics. Therefore, a test on antibiotic susceptibility of K. pneumoniae is needed as a guide in treating a definitive therapy. Objective: This study aimed to measure the percentages of multidrug-resistant (MDR) of K. pneumoniae and its susceptibility at dr. Soeradji Tirtonegoro Central Hospital, Klaten, Central Java in 2017. Methods: This study was a descriptive study using secondary data at the Clinical Microbiology Laboratorium of dr. Soeradji Tirtonegoro Central Hospital, Klaten. The K. pneumoniae was isolated from patients hospitalized in the hospital from January 1, 2017, to December 31 2017. Identifications of the K. pneumoniae were conducted by a colony morphology observation, a gram staining, and a biochemical test. The test of antibiotics susceptibility used Kirby-Bauer method based on Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). The data were analyzed by univariate analysis.Results: In 2017, there were 213 K. pneumoniae isolates from various clinical samples. Among them, 122 isolates were MDR K. pneumoniae (57.28%). The majority of MDR K. pneumoniae were resistant to a wide range of antibiotics. The MDR K. pneumoniae had only a good sensitivity to meropenem (98.43%), amikacin (93.75%), nitrofurantoin (88.89%), and fosfomycin (88.89%). In contrast, all non-MDR K. pneumoniae had good sensitivity to all tested antibiotics, except to ampicillin.Conclusion: The percentage of MDR K. pneumoniae isolates at the dr. Soeradji Tirtonegoro Cental in 2017 was 57%. Meropenem and amikacin could be considered as empirical therapies to cure an MDR K. pneumoniae infection. 
Analisis laik sehat dan kualitas mikrobiologi air minum isi ulang di Majalengka Iman Iman; Titik Nuryastuti; Lucky Herawati
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 5 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.683 KB) | DOI: 10.22146/bkm.7606

Abstract

Tujuan: Penelitian untuk mengetahui hubungan laik sehat dengan kualitas mikrobiologi air minum isi ulang.Metode: Jenis penelitian  adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel terikat adalah kualitas mikrobiologi air minum isi ulang. Variabel bebas adalah laik sehat dan sub variabel-variabelnya yaitu kualitas air baku, peralatan dan proses pengolahan, perilaku operator, dan sanitasi bangunan depot air minum isi ulang.Hasil: Terdapat 29 DAMIU (50,88%) kategori LS, 28 DAMIU (49,12%) kategori TLS. Kualitas air baku, terdapat 1 DAMIU (1,75%) kategori MS, 56 DAMIU (98,25%) kategori TLS. Peralatan dan proses pengolahan, terdapat 29 DAMIU  (50,88%) kategori MS, 28 DAMIU (49,12%) kategori TMS. Perilaku operator, terdapat 3 DAMIU (5,26%) kategori MS, 54 DAMIU (94,74%) kategori TMS. Sanitasi bangunan terdapat 10 DAMIU (17,54%) kategori MS, 47 DAMIU (82,46%) kategori TMS. Kualitas mikrobiologi Coliform air minum isi ulang terdapat 26 DAMIU (45,61%) kategori MS, 31 DAMIU (54,39%) kategori TMS. Kualitas mikrobiologi Escerichia coli air minum isi ulang terdapat 29 DAMIU (50,88%) kategori MS, 28 DAMIU (49,12%) kategori TMS.Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan (p=0,000), antara Laik sehat dengan kualitas mikrobiologi Coliform dan Escherichia coli air minum isi ulang. Tidak ada hubungan yang signifikan (1,000) antara kualitas air baku dengan kualitas mikrobiologi Coliform (p=1,000) dan Escherichia coli (p=0,491). Ada hubungan yang signifikan (p=0,000) antara peralatan dan proses pengolahan dengan kualitas mikrobiologi Coliform dan Escherichia coli. Tidak ada hubungan yang signifikan antara perilaku operator dengan kualitas mikrobiologi Coliform (p=0,587) dan Escherichia coli  (p=0,611). Tidak ada hubungan yang signifikan antara sanitasi bangunan dengan kualitas mikrobiologi Coliform (p=1,000) dan Escherichia coli (p=0,504).
Angka kuman di ruang rawat inap RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Tina Amnah Ningsih; Susi Iravati; Titik Nuryastuti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 6 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.3 KB) | DOI: 10.22146/bkm.8763

Abstract

The number of bacteria in the inpatient rooms of RSUD Dr. M. Haulussy Ambon HospitalPurpose The purpose of this study was to determine the total number of germs and identify factors related to the number of germs in the inpatient wards of RSUD dr. M. Haulussy Ambon Hospital.MethodsThis observational study used a cross-sectional design. The space objects used for samples were internal wards, surgical wards, and neurological wards of RSUD. Dr. M. Haulussy Ambon.ResultsThe temperature had a significant relationship with the number of morning air germs. Lighting had a significant relationship with the numbers of germs in the afternoon air and on the afternoon floor.ConclusionsThis study showed that the number of germs in the air, on the walls, and floors in the hospital wards of Dr. M. Haulussy Ambon did not fulfil the requirements according to Kepmenkes no. 1204/Menkes/SK/X/2004. It is necessary to improve the quality of temperature and lighting in order to reduce the number of germs in hospital wards.
The influence of physical environmental factors of Bima stilt house on pulmonary tuberculosis of Acid Fast Bacillii positive in Bima, Province of West Nusa Tenggara Elya Antariksana Bachmida; Yusrizal Djam’an Saleh; Titik Nuryastuti
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.821 KB) | DOI: 10.22146/bkm.12812

Abstract

Physical environment factors of stilt houses affecting incidence of pulmonary tuberculosis in the district of Bima, West Nusa TenggaraPurposeThis research aimed to determine factors in the physical environment of typical houses on stilts affecting the incidence of pulmonary tuberculosis acid fast bacilli positive in the district of Bima, West Nusa Tenggara. MethodsThis study used a matched case control design to examine the relationship between specific effects with certain risk factors. There were 76 total respondents, with 38 in the case group and 38 in the control group. ResultsBivariate analysis showed that residential density (p=0.001; OR= 5.7), lighting in bedroom (p=0.029; OR=32), nutritional status (p=0.029; OR=3.2) were statistically associated with the incidence of smear-positive pulmonary tuberculosis at typical stilt houses in Bima. The most dominant risk factor in the incidence of smear-positive pulmonary tuberculosis in typical Bima stilts houses was the residential density.ConclusionResidential density, natural lighting in bedrooms were not risk factors, while malnutrition status increased the probability for prevalence of pulmonary tuberculosis acid fast bacilli positive in houses on stilts typical in the district of Bima.
Bacteriological quality of drinking water and public health inspection of refill depots: finding workable strategies to control the quality Ishak Nurlang; Titik Nuryastuti; Mubasysyir Hasanbasri
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.937 KB) | DOI: 10.22146/bkm.33939

Abstract

Purpose: Water refill depots have increased in all areas of Indonesia. Many studies have reported concerns about the bacteriological quality of drinking water at refill depots. However, limited studies have focused on ensuring the safety and quality of drinking water in refill depots, particularly for small-scale depots. This paper examines water microbiological quality at the refill depots and their depot production inspections from the local public health authority.Method: This survey used  60% of depots (47 out of 77 depots in the district) from April 4th to May 31st, 2016, in the North Luwu District of Central Sulawesi. Water samples were taken for E. coli and coliform examination. In-depth interviews were conducted with environmental health officers at the local health authority, depot owners, and workers.Results: Almost half of the total depots (49%) failed to meet the hygiene standard. Site observation found that depots were with poor sanitation and poor water handling. Depot owners found the cost of two times a year of the bacteriological examination was too expensive, including the transportation cost of water samples to the available closest laboratory in the provincial capital.Conclusion: Depots with non-standard bacteriological quality were still high. Supervision of the depot by the district health office was very loose. Efforts to advocate the district health office to take a more assertive position are critical. Community organizations and refill water depot associations should be involved so that public health interests get attention from the local government.
Prevalensi Bakteri Resisten Karbapenem di RSUP Dr. Sardjito Periode Januari-Agustus 2020 Firdhani Satia Primasari; Ika Puspitasari; Titik Nuryastuti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.65823

Abstract

Salah satu kasus resistensi yang memerlukan perhatian khusus saat ini adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik golongan karbapenem. Adanya resistensi terhadap penggunaan antibiotik karbapenem dan belum ditemukannya antibiotik baru menjadikan cakupan pilihan antibiotik menjadi cukup sulit. Banyak negara telah melaporkan kejadian resistensi bakteri karbapenem dan jumlahnya terus mengalami peningkatan. Di Indonesia, data tersebut masih sangat minim dan belum banyak yang mengkaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya prevalensi dari tiga macam bakteri, yaitu Pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter baumannii, dan Enterobacterales spp yang resisten terhadap antibiotik karbapenem. Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif yang mengambil data hasil uji sensitivitas isolat Pseudomonas aeruginosa, Acinetobacter baumannii, dan Enterobacterales (Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli) periode Januari-Agustus 2020. Prevalensi dihitung dengan membandingkan jumlah bakteri yang resisten karbapenem terhadap total isolat bakteri yang ada. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa prevalensi dari ketiga macam bakteri tersebut fluktuatif tiap bulannya. Di mana didapatkan pola bahwa antara bulan April-Mei prevalensi ketiga bakteri resisten karbapenem tersebut mengalami penunurunan kemudian untuk mengalami peningkatan untuk Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii.  Prevalensi bakteri resisten karbapenem tertinggi ditemukan pada Acinetobacter baumannii dengan rentang prevalensi antara 46,43%-70%, diikuti Pseudomonas aeruginosa dengan prevalensi sebesar 12,82%-23,33%, dan Enterobacterales dengan prevalensi 0,73%-8,24%.
Kontaminasi Bakteri Pada Pencampuran Sediaan Intravena dan Lingkungan Pencampuran Sediaan Intravena di Rumah Sakit Meilia Nhadia Amalia; Fita Rahmawati; Titik Nuryastuti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 4 (2022): in press
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i4.66407

Abstract

Pencampuran sediaan intravena yang tidak dilakukan secara aseptik berisiko tinggi menyebabkan infeksi nosokomial karena adanya kontaminasi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri yang mengontaminasi sediaan intravena dan lingkungan pencampuran sediaan intravena. Penelitian ini dilakukan di RS Akademik UGM menggunakan desain cross sectional. Sejumlah 9 sampel uji kontaminasi bakteri yang terdiri dari 3 sampel sediaan intravena yang dicampurkan personel dari dua ruangan bangsal perawatan dan area Laminar Air Flow (LAF), sebanyak 4 sampel berupa bakteri dari swab telapak tangan dan mukosa hidung dari dua personel sebelum melakukan cuci tangan, dan 2 sampel berupa bakteri dari swab lingkungan pencampuran sediaan intravena. Kontaminasi bakteri dilihat melalui uji sterilitas metode inokulasi langsung dan identifikasi bakteri menggunakan reagen kit Analytical Profile Index (API) untuk bakteri gram negatif dan BBL Crystal untuk bakteri gram positif. Hasil penelitian ini tidak terdapat kontaminasi bakteri pada sediaan pencampuran intravena yang diuji sterilitasnya. Hasil swab tangan kedua personel ditemukan bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil swab mukosa hidung personel ditemukan bakteri Corynebacterium spp., Klebsiella pneumoniae, Kytococcus sedentarius, dan Staphylococcus epidermidis. Hasil swab lingkungan pada bangsal perawatan ditemukan bakteri Kytococcus sedentarius dan Staphylococcus epidermidis sedangkan di area clean room tidak ditemukan bakteri. Kontaminasi bakteri yang ditemukan bersifat patogen dan non patogen sehingga kebersihan personel maupun lingkungan perlu diperhatikan dalam proses pencampuran sediaan intravena
Evaluasi Kesesuaian Antibiotik Empiris Terhadap Clinical Outcome pada Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di RSUD Sijunjung, Sumatera Barat Yeli Trimayanti; Titik Nuryastuti; Nunung Yuniarti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v18i3.67901

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan kondisi ditemukannya mikroorganisme dalam jumlah sangat banyak pada urin sehingga menimbulkan infeksi pada saluran kemih. Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi pada pengobatan infeksi menimbulkan permasalahan, terutama resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik salah satunya disebabkan oleh peresepan antibiotik yang tidak sesuai yang dapat mempengaruhi clinical outcome pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antibiotik empiris yang digunakan terhadap clinical outcome pada pasien ISK di rawat inap RSUD Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif-analitik dengan desain cohort retrospektif. Subjek penelitian pasien dewasa dengan ISK di rawat inap RSUD Sijunjung periode Januari 2018 - Desember 2019.  Dari 90 pasien ISK (121 regimen antibiotik) yang memenuhi kriteria inklusi. Pemberian antibiotik yang sesuai ditemukan sebanyak 67,77% (82 regimen) dan yang tidak sesuai 32,23% (39 regimen) yaitu 29,75% (36 regimen) dengan durasi pemberian terlalu singkat, 1,65% (2 regimen) interval tidak tepat dan 0,83% (1 regimen) dosis kurang. Hasil analisis dengan uji Fisher hubungan kesesuaian penggunaan antibiotik empiris terhadap clinical outcome pada pasien ISK di rawat inap RSUD Sijunjung tidak menunjukkan hasil yang bermakna secara statistik dengan nilai probabilitas 0,057 (p > 0,05) yang berarti kesesuaian terapi antibiotik empiris pada pasien ISK tidak berhubungan dengan clinical outcome pasien.
Co-Authors . Mursiti Abu Tholib Aman Ade Christanti Putri Sidabutar Afdina Melya Ganes Febiyanti Aisyah Nur Sapriati Altaufik Ngani Amaia, Devika N. Amalia Setyati Aman, Alia Hanifa Aminy, Sayyidah A. Andi Ameilia Sari Riandika Anggraeni, Nuniek Annisa Aulia Savitri Annisa Somaningtyas Anton Pratama Apriyanto, Muchammad Arief Nurrochmad As, Musdalifa Atikana, Akhirta Atthobari Avanilla Fany Septyasari Bastiaan P. Krom, Bastiaan Bastian P. Krom Cicilia Widhi Astuti Cindy Elvionita Daru Estiningsih Dessy Kurnia Sari Devi Artami Susetiati Dewi Purbaningsih Dhannia Fitratiara Diah Susanti Diyan Ajeng Rossetyowati Diyan Ajeng Rossetyowati Djoko Wahyono Djoko Wahyono Dwi Utami Anjarwati Dwikisworo Setyowireni Edwin W. Daniwijaya Eggi Arguni Elya Antariksana Bachmida Emi Rusdiyati Endang Estriningsih Ervina Damayanti Estiningsih, Daru Estriningsih, Endang Firdhani Satia Primasari Fita Rahmawati Fita Rahmawati Galang Ridha Allatief Hakim, Mohamad Saifudin Hamzah, Hasyrul Hananun Zharfa Hanifah Handi Virawan Hardyanto Soebono Henk J. Busscher Henk J. Busscher, Henk J. Henny C. van der Mei Henny C. van der Mei, Henny C. Hera Nirwati IKA PUSPITA SARI Ika Puspita Sari Ika Puspita Sari Ika Puspita Sari Ika Puspita Sari Ika Puspita Sari Ika Puspita Sari Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ika Puspitasari Ilma Tazkiya Iman Iman Ishak SKM., MPH IWAN DWIPRAHASTO Kholidah, Siti Nurhayati Kris Kurniawan Kuwat Triyana LINDA SUKMARINI Linda, Vitia Ajeng Nur Lucky Herawati Luthvia Annisa Marselinus Edwin Widyanto Daniwijaya Maulidia, Faiqoh Nur Maulidiah, Rizka Mawarti, Yuli Meilia Nhadia Amalia Mubasysyir Hasanbasri Mujahidah, Mujahidah Mukhriani, Mukhriani Munifah Wahyuddin Mursiti, Mustofa, Handry Darussalam, Titik Nuryastuti, Mursiti, Mustofa Mustofa Nanang Munif Yasin Ni Luh Putu Vidya Paramita Niken Puspitasari Ning Rintiswati Nunung Yuniarti Nunung Yuniarti Nurkhalika, Rachmi Nurpagino, Bombong Prameshwara, Almarissa Ajeng Praseno Praseno Pratama, Anton Prawarni, Vidyadhari Puspa Prayoga, Muhammad Bagas Pujilestari, Dwi PUSPITA LISDIYANTI Qonita Imma Irfani Rachma Dewi Isnaini Putri Rahmawati, Fita Rakhmat Ari Wibowo Rebriarina Hapsari Retno Wahyuningrum Rina Triasih Ritmaleni, Ritmaleni Rizal Fauzi Rizka Humardewayanti Asdie Rizka Humardewayanti Asdie Rizqi Nurul Khasanah Roel Kuijer Roel Kuijer, Roel SAMUEL BUDI Sapriati, Aisyah Nur Setiawati, Setiawati SHANTI RATNAKOMALA Subagus Wahyuono Supriyati Susi Iravati Sylvia Utami Tunjung Pratiwi Takushi Kaneko Tatang Irianti Tina Amnah Ningsih Titi Ira Pangestuti Tri Murti Andayani Tri Murti Andayani Tri Wibawa Triana Hertiani Tristina Devi Azzahra Untari, Febriana Vera Olfiana Wahyuddin, Munifah Wihda Yanuar Wihda Yanuar Yanuar, Wihda Yeli Trimayanti Yolanda Pitra Kusumadewi Yusrizal Djam’an Saleh ZULLIES IKAWATI