Claim Missing Document
Check
Articles

Role Of Youth Information Centers And Counseling In Minimizing Premature Wedding Events Putri, Hernisa Trisna; Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede; TM, M. Fajriannor
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14346

Abstract

Latar Belakang: Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) adalah suatu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe, yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memebrikan pelayanan informasi dan konseling kepada remaja salah satunya upaya pendewasaan usia perwakinan untuk meminimalkan kejadian dari pernikahan usia dini. Kejadian pernikahan usia 15-19 tahun pada tahun 2018 Barito Kuala menduduki peringkat tertinggi sedangkan pada tahun 2022 barito Kuala menduduki peringkat ke 12.Tujuan: Mengetahui peranan Pusat Informasi Konseling remaja (PIK R) dalam meminimalkan kejadian pernikahan usia dini di Barito Kuala.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian sebanyak lima orang informan utama dan empat orang informan triangulasi. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan analisis isi.Hasil: Pernikahan usia dini yang terjadi di Barito Kuala masih sering terjadi dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya yaitu pengetahuan, pergaulan, orang tua dan kebiasaan turun-temurun. Peran dari PIK R sendiri sudah cukup baik, namun SDM untuk PIK masih kurang, sehingga pelayanan yang diberikan masih sangat terbatas.Simpulan: Pusat Informasi Konseling Remaja di Barito Kuala berperan dalam meminimalkan kejadian pernikahan di usia dini.Saran: Diharapkan untuk meningkatkan promosi PIK R di kalangan remaja, agar peranan dari PIK R sendiri bisa terjalankan dengan baik Kata Kunci: pernikahan usia dini, Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R), remaja ABSTRACT Background: The youth counseling information center (PIK R) is a vessel developed in genre, run of, by, and for youth to provide information services and counseling to youth, one of which is an  effort to increase the age of the delegation to minimize incidents of premature marriage. The incidence of a 15-19 - year - old wedding in 2018 named Barito Kuala finished its high rating by 2022; Barito Kuala received its 12th.Objective: Knowing the role of the youth counseling information center (PIK R) in minimizing youth wedding events in Barito Kuala.Methods: Qualitative descriptive methods, Informant in research as many as five key informant and four persons informant triangulation. Data collection USES in-depth interviews with content analysis.Results: Early marriage that takes place in barito Kuala Lumpur is not uncommon with some factors affecting his knowledge, associations, parents, and past customs. Whereas the role of the PIK R itself was good enough, however, because human resources for PIK R were so small that service was still so limited.Conclusion: The role of the youth counseling information center in Barito Kuala plays in minimizing premature marriage events.Suggestion: It is hoped to enhance the PIK R promotion among teenagers, so that the role of PIK R properly carried out. Keywords: youth,  Youth Counseling Information Center (PIK R), Youth marriage, 
The Effect of Administering A Combination of Bay Leaf Boiled Water and Honey on Decreasing Mean Arterial Pressure (MAP) in Prelaines with Hypertension Rapika, Nor; Tasalim, Rian; Mahdiyah, Dede; Redjeki, Dwi Sogi Sri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S4 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS4.4241

Abstract

Hypertension is often referred to as a "silent killer" because it often arises without symptoms. Data from the World Health Organization (WHO) in 2022 that there are around 1.56 billion people around the world suffering from hypertension and it is estimated that the prevalence of hypertension will continue to increase from year to year. In Gambut District, Banjar Regency is the area with the highest incidence of hypertension from year to year. There are 2 ways of hypertension management, namely pharmacological management and non-pharmacological management. One example of non-pharmacological management is by giving a combination of bay leaf decoction water and honey. Objective to determine the effect of a combination of bay leaf and honey boiled water on the reduction of Mean Arterial Pressure (MAP) value in elderly people with hypertension in the working area of the Peat Health Center. This study used a quantitative method with a Pre-Experimental research design Two Group Pretest-Posttest Design. The number of samples was 30 respondents using the purposive sampling technique, which was tested by the Wilcoxon statistical test. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference in MAP values between before and after the intervention of a combination of bay leaf and honey boiled water. There was an effect of giving a combination of bay leaf decoction and honey on MAP value.
Midwifery Project Semangat Baramian (Seduh Hangat Bayam Merah Anti Anemia) Olahan Bahan Alam Di Puskesmas Teluk Dalam Kota Banjarmasin Lestari, Nisya Fitriani; Palimbo, Adriana; Mahdiyah, Dede
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.566

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan  masalah nasional karena mencerminkan  kesejahteraan sosial ekonomi  dan berdampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada ibu hamil disebut dapat menimbulkan bahaya bagi ibu dan anak, sehingga semua tenaga medis perlu memberikan perhatian serius terhadap anemia. Anemia pada ibu hamil disebut potencial danger for mother of child (potensial membahayakan bagi ibu dan anak). Ibu hamil mampu melakukan upaya pencegahan untuk menurunkan risiko kejadian anemia dalam masa kehamilan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal bayam merah yang dikeringkan, diolah menjadi serbuk dan diseduh sebagai minuman yang kaya zat besi. Kegiatan dilakukan dengan sasaran Ibu hamil diwilayah kerja puskesmas teluk dalam. Berdasarkan hasil pengkajian data serta permasalahan yang diangkat, lalu dilaksanakan midwifery project penyuluhan memanfaatkan bahan pangan lokal Bayam Merah yang dikeringkan dan diolah menjadi seduhan hangat untuk cegah anemia. Hasil kegiatan pengabdian ini dihadiri > 50% target peserta sebanyak 25 orang dan mendapat apresiasi positif dari aparat pemerintah maupun dari pihak Puskesmas yang saat pelaksanaan kegiatan ikut berhadir. Peserta juga sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir terlihat tanya jawab dari peserta saat penyuluhan cara pengolahan bayam merah sebagai seduhan anti anemia. Data pengetahuan peserta sesudah diberikan edukasi mengenai pencegahan anemia dalam kategori baik (89,6%), dalam kategori cukup (10,4%). Hal ini dapat diartikan ada peningkatan  yang signifikan untuk pengetahuan sesudah dilakukan edukasi pencegahan anemia. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil  mengenai perbaikan pola makan dan kebiasaan untuk mencegah anemia dengan makanan atau minuman tinggi zat besi dengan memanfaatkan bahan alam yang ada disekitar.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Biji Rotan Manau (Calamus manan Miq.) Terhadap Salmonella typhi dan Candida albicans Mahdiyah, Dede; Maulina, Nor; Hakim, Ali Rakhman; Mukti, Bayu Hari
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i2.23122

Abstract

AbstrakDemam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kandidiasis oral merupakan infeksi yang disebabkan oleh fungi Candida albicans yang banyak terdapat pada mukosa rongga mulut. Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau (Calamus manan Miq.) terhadap S. typhi dan C. albicans. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining antimikroba ekstrak biji rotan manau menggunakan metode well-diffusion. Identifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi dan C. albicans untuk melihat Minimum Inhibitory Concentration (MIC) menggunakan metode broth dilution, sedangkan untuk melihat Minimum Bactericidal Concentration (MBC) terhadap S. typhi dan Minimum Fungisidal Concentration (MFC) terhadap C. albicans menggunakan metode solid dilution. Hasil skrining antimikroba didapatkan zona hambat pada ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi sebesar 21,39 mm dan terhadap C. albicans sebesar 16,14 mm. Nilai MIC ekstrak biji rotan manau pada konsentrasi 50% terhadap S. typhi dan C. albicans, sedangkan untuk MBC terhadap S. typhi maupun MFC terhadap C. albicans dari ekstrak biji rotan manau tidak ditemukan karena pada media padat masih ditemukannya pertumbuhan mikroba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan sebagai temuan awal senyawa potensi antimikroba dari ekstrak biji rotan manau terhadap bakteri dan fungi.AbstractTyphoid fever is an acute febrile illness caused by infection with the bacterium Salmonella typhi. Oral candidiasis is an infection caused by the fungus Candida albicans which is abundant in the oral mucosa. The purpose of this study was to identify the antimicrobial activity of rattan manau seed extract (Calamus manan Miq.) against the bacteria Salmonella typhi and the fungus C. albicans. The extraction method used is the maceration method. Antimicrobial screening of rattan manau seed extract using the well-diffusion method. Identification of antimicrobial activity of rattan manau seed extract against S. typhi bacteria and C. albicans fungi to see Minimum Inhibitory Concentration (MIC) using the broth dilution method, while to see Minimum Bactericidal Concentration (MBC) against S. typhi bacteria and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) against the fungus C. albicans using the solid dilution method. The results of antimicrobial screening showed that the inhibition zone in the extract of rattan manau against S. typhi was 21.39 mm and against C. albicans was 16.14 mm. The MIC value of rattan manau seed extract was obtained at a concentration of 50% against S. typhi bacteria and C. albicans fungi, while for MBC against S. typhi and MFC against C. albicans from rattan manau seed extract not found because in solid media microbial growth is still found. The results of this study are expected to be a reference for further research as initial findings of antimicrobial potential compounds from the extract of manau rattan seeds against bacteria and fungi.
Isolation and Identification of Marine Bacteria in Raja Ampat Islands West Papua Producing Antibacterial Against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus Mahdiyah, Dede; Dharmawan, Muhammad Rifqi; Noval, Noval
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 4 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i4.3908

Abstract

Indonesia's vast archipelago harbors a wealth of natural resources, including marine bacteria with potential antibacterial properties. Given the increasing prevalence of antibiotic resistance, particularly against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus, there is a pressing need to explore alternative antimicrobial agents. This study aimed to isolate and characterize marine bacteria with antibacterial activity and evaluate their efficacy against S. typhi and S. aureus. Isolation of marine bacteria was conducted using the spread plate method. Antibacterial activity screening of the secondary metabolites was performed using the well diffusion method. Minimum inhibitory concentration (MIC) was determined using the dilution method, while minimum bactericidal concentration (MBC) was determined using the spread plate method. Seven bacterial isolates were obtained, all identified as Gram-negative bacilli. The secondary metabolites of these marine bacteria demonstrated antibacterial activity against both S. typhi and S. aureus, with inhibition zones of 8.50 mm and 8.46 mm, respectively. The MIC for both bacteria was determined to be 1500 μg/mL. Statistical analysis revealed a significant difference in antibacterial activity between the isolates (Kruskal-Wallis Test, p-value = 0.007) and between S. typhi and S. aureus (Mann-Whitney Test, p-value = 0.025). While the secondary metabolites exhibited antibacterial activity against both bacteria, they did not demonstrate bactericidal activity as measured by the MBC test.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA DARING TERHADAP KEBERHASILAN KONSELING PADA IBU MENYUSUI DI MASA PANDEMI COVID-19 Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.881

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riskesdas 2018 mengatakan pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% dibawah target Renstra Kemenkes tahun 2018 yaitu 40%. Konseling menyusui merupakan intervensi yang efektif kepada masyarakat untuk meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif dan menyusui. Konseling menyusui dengan menggunakan media daring dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti komunikasi secara tatap muka selama masa pandemi Covid-19.Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas penggunaan media daring terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi Covid-19.Metode: Penelitian menggunakan analitik kuantitatif dan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah ibu menyusui yang melakukan konseling berjumlah 94 orang dan sampel berjumlah 30 orang pada masing-masing kelompok berdasarkan kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney dan nilai efektivitas dengan Uji Regresi Sederhana.Hasil: Dari hasil uji Mann Withney diperoleh nilai p- value 0,010 0,05 dengan kesimpulan terdapat perbedaan pada median keberhasilan konseling pada kelompok kasus (media online) dengan kelompok kontrol (media offline). Berdasarkan uji regresi koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,577, artinya pengaruh media online terhadap keberhasilan konseling sebesar 57,7%, sedangkan 42,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Simpulan: Penggunaan media daring cukup efektif digunakan terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi covid-19. Komunikasi elektronik berpotensi memberikan kesempatan tambahan bagi konselor untuk menginformasikan, meyakinkan, mendorong dan mendukung ibu menyusui terutama pada proses konselingBackground: The results of the 2018 Riskesdas stated that breastfeeding for infants aged 0-5 months in Indonesia was 37.3% below the 2018 Ministry of Health Strategic Plan target of 40%. Breastfeeding counseling is an effective intervention for the community to increase the rate of exclusive breastfeeding and breastfeeding. Breastfeeding counseling using online media can be used as an alternative to face-to-face communication during the Covid-19 pandemic.Objective: To identify the effectiveness of using online media on the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic.Methods: This study used quantitative analytic and case control design with a retrospective approach. The population was 94 breastfeeding mothers who conducted counseling and a sample of 30 people in each group based on inclusion criteria with probability sampling techniques. The data were analyzed using the Mann Whitney test and the effectiveness value with the Simple Regression Test.Results: From the results of the Mann Withney test, it was obtained a p-value of 0.010 0.05, with the conclusion that there was a difference in the median of successful counseling in the case group (online media) and the control group (offline media). Based on the regression test the coefficient of determination (R Square) is 0.577, meaning that the effect of online media on the success of counseling is 57.7%, while 42.3% is influenced by other factors.Conclusion: The use of online media is quite effective in the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic. Electronic communication has the potential to provide additional opportunities for counselors to inform, convince, encourage and support breastfeeding mothers, especially in the counseling process.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jintan Hitam (Niggella Sativa) Dan Minyak Lavender (Lavandulla) Untuk Menghilangkan Stres Riani, Riani; Budi, Setia; Mahdiyah, Dede
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan masalah umum yang sering terjadi di masyarakat, stres bisa dialami semua orang, kondisi stress yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Kondisi ini dapat diatasi, salah satunya adalah dengan menggunakan lilin aromaterapi. Lilin Aromaterapi adalah alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi yang akan menghasilkan aroma dari beberapa tetes minyak atsiri yang dapat minimbulkan rasa tenang, mengurangi serta menghilangkan rasa stres. Minyak atsiri yang digunakan dalam formulasi lilin aromaterapi antara lain minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla). Mengidentifikasi formulasi sediaan lilin aromaterapi dan mengevaluasi fisik sediaan lilin aromaterapi dari minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla). Metode penelitian eksperimental dengan rancangan one-shot case study. Minyak atsiri diformulasikan menjadi tiga formulasi dan selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji ketahan aroma, dan uji kesukaan (Hedonic). Pada sedian lilin aromaterapi dari minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla) didapatkan 3 formulasi dimana formulasi I, II dan III telah sesuai dengan standar lilin aromaterapi berdasarkan SNI. Hasil evaluasi terdapat pengaruh variasi konsentrasi minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla) terhadap hasil evaluasi fisik sediaan lilin aromaterapi. Pada uji kesukaan (Hedonic) formulasi III yang paling disukai responden. Sediaan lilin aromaterapi dari ketiga formulasi telah memenuhi persyaratan organoleptik, titik leleh, waktu bakar, dan ketahanan aroma dan hasil evaluasi menunjukkan formula III merupakan formulasi yang paling optimal.
Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa di Masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Rahman, Subhannur; Al Kahfi, Rina; Herawati, Anita; Mahdiyah, Dede; Vidiasari Darsono, Putri; F. Talang, Jessica
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v1i1.6

Abstract

Dampak dari paska bencana banjir yang masih dirasakan oleh masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk masih dirasakan sampai dengan saat ini. Beberapa permasalahan kesehatan jiwa yang ditemukan dari hasil pemeriksaan deteksi dini kesehatan jiwa (SRQ 29) ditemukan sebagian besar masyarakat setempat mengalami masalah kesehatan jiwa seperti kecemasan dan depresi, sebagian kecil ada yang mengalami gejala psikotik akut dan PTSD. Pihak Desa masih belum menemukan cara ataupun solusi yang tepat yang bisa mereka gunakan untuk mengendalikan dan mencegahan masalah kesehatan jiwa yang muncul paska bencana banjir. Rasa ketakutan dan kecemasan terkadang sering muncul dari setiap warganya. Sehingga mereka merasa perlu adanya upaya yang tepat yang bisa dilakukan antara Pihak Penyedia Bantuan  dan Aparat Desa Paku Alam untuk bisa bersama-sama menanggulangi permasalahan jiwa yang mereka tidak sadari. Deteksi  dini  kesehatan  jiwa pada individu yang beresiko penting  untuk  dilakukan dalam  rangka  meningkatkan  derajat  kesehatan mental  individu  dan upaya pencegahan permasalahan kesehatan jiwa sedini mungkin. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Fokus Group Discussion (FGD) dengan memberikan edukasi, deteksi dini dan simulasi pencegahan masalahan kesehatan jiwa pen kepada Masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk. Jumlah Masyarakat yang dijadikan sasaran kegiatan ini berjumlah 30 orang. Secara keseluruhan hasil dari kegiatan ini didapatkan masyarakat Desa Paku Alam mengerti tentang tata cara pencegahan masalah kesehatan jiwa.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Balita di UPT Puskesmas Kurun: Factors Associated with Completeness of Advanced Toddler Immunization at UPT Puskesmas Kurun Yuniarty, Stefany; Priscilla, Ika; Mahdiyah, Dede; Salmarini, Desilestia Dwi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5579

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan kekebalan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Imunisasi lanjutan balita diperlukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang menurun di usia 15 bulan sehingga dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi anak, dengan memberikan 1 dosis DPT-HB-Hib dan Campak Rubella kepada anak usia 18-24 bulan. Rendahnya cakupan imunisasi lanjutan pada balita di UPT Puskesmas Kurun dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan balita di UPT Puskesmas Kurun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel secara simple random sampling dengan jumlah 56 responden pada Juli 2023. Analisis yang digunakan adalah univariat serta analisis bivariat menggunakan uji chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya balita yang tidak lengkap imunisasi lanjutan yaitu 23 orang (41,1%). Ibu dengan kelengkapan imunisasi balita lengkap mayoritas memiliki pendidikan yang tinggi, persepsi yang positif serta mendapat dukungan dari keluarga, begitu pula sebaliknya. Uji chi-square menunjukkan p value < 0,05 untuk setiap faktor yakni persepsi ibu, tingkat pendidikan ibu dan dukungan keluarga. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi ibu, tingkat pendidikan ibu dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan balita di UPT Puskesmas Kurun. Komunikasi informasi edukasi yang efektif kepada orang tua dan keluarga terkait pentingnya imunisasi lanjutan serta kebermanfaatannya sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program imunisasi rutin di waktu yang akan datang.
Penetapan Kadar Flavonoid Eksrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Berdasarkan Variasi Ukuran Partikel Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS: Determination of Flavonoid Content of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Based on Particle Size Variations Using UV-Vis Spectrophotometry Method Oktavia, Helda; Rohama, Rohama; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7204

Abstract

Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan salah satu tanaman herbal yang terdapat di Indonesia. Secara empiris tanaman daun sungkai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mengobati sakit gigi dan penurun demam. Selain itu, juga digunakan untuk mengobati malaria. Metabolit sekunder yang paling banyak diketahui pada tumbuhan adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai penurun demam (antipiretik), pereda nyeri (analgetik), dan antiinflamasi. Faktor yang dapat mempengaruhi ekstraksi salah satunya ukuran partikel. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Pada Penelitian Ini menggunakan Metode deskriptif observasional hanya mendeskripsi penetapan kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna hijau kehitaman menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada ekstrak daun sungkai dengan ukuran partikel mesh 40 didapatkan sebesar 3,636 mg QE/g dan pada ukuran partikel mesh 80 didapatkan sebesar 4,090 mg QE/g. kadar flavonoid tertinggi yaitu pada ukuran partikel mesh 80. dapat disimpulkan hasil penetapan kadar flavonoid dari daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan sampel ukuran partikel mesh 80 yaitu lebih tinggi sebesar 4,090 mg QE/g dibandingkan ukuran partikel 40 sebesar 3,636 mg QE/g.
Co-Authors Achmad Jaelani Adriana Palimbo, Adriana Al Kahfi, Rina Ali Rakhman Hakim Alpian, Ridho Anita Herawati, Anita Arfiah Ariani, Malisa Aryvia, Nabilla Salsa Aulia Rahmah Bamegawati, Ika Melinda Bayu Hari Mukti Budiwinata, Winarta Damayanti, Linda Meydigret Darsono , Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Dewi, Candra Ratna Dharmawan, Muhammad Rifqi Dilla, Khaliza Natasya DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dzul Hidayani, Yunisa Eliya, Pega F. Talang, Jessica Fadhiyah Noor Anisa Fahrianti Fahrianti, Fahrianti Fakhriah, Siti Nurintan Fariana, Yuni Riska Nur Fatmawati Fatmawati Fitri Yuliana, Fitri Hariadi Widodo, Hariadi Hayatun Ni'Mah Hidayani, Yunisa Dzul ilhamiyah, Ilhamiyah Irawan, Angga Ismiadi, Rahmad Istiqamah Kasmayuda, Muhammad Lathifah, Nur Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Nisya Fitriani Lestari, Yayuk Puji Lisaura, Inggrit Windy Marselino, Doni Irawan Prancisco Maulina, Nor Mayasari, Vita Meidawati, Gusti Sophia Meldawati Melitia, Ni Putu Nova Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mohammad Basit, Mohammad Mohtar, M. Sobirin Nastiti, Kunti Nita Hestiyana, Nita Noval Noval , Noval Noval Noval Novita Novita Nur Hidayah Nurdin, Fauji Nurlathifah NURUL HIDAYAH Oktavia, Helda Priscilla, Ika Pryhandini, Dwi Sukma Puteri, Puteri Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Hernisa Trisna Putri, Nabila Chanisya Rabiatul Adawiyah Rahayyu, Rini Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Lailatul Rahman, Luthfia Hidayati Rapika, Nor Ratna Sari Riani Riani, Riani Rohama, Rohama Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida Setia Budi Sismeri Dona, Sismeri Subhannur Rahman, Subhannur Sumartila Tasalim, Rian Theana, Milka TM, M. Fajriannor Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Vidiasari Darsono, Putri Widaningsih, Neni Widodo, Heriadi Wijaksono, Muhammad Arief Winda Maolinda, Winda Yulianingsih, Devi Yuniarty, Stefany Yustian, Alifira Adhany Zulliati Zulliati Zulliati, Zulliati