Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antimikroba Ekstrak Biji Rotan Manau (Calamus manan Miq.) Terhadap Salmonella typhi dan Candida albicans Mahdiyah, Dede; Maulina, Nor; Hakim, Ali Rakhman; Mukti, Bayu Hari
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 17 No. 2 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i2.23122

Abstract

AbstrakDemam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kandidiasis oral merupakan infeksi yang disebabkan oleh fungi Candida albicans yang banyak terdapat pada mukosa rongga mulut. Tujuan dari penelitian yaitu mengidentifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau (Calamus manan Miq.) terhadap S. typhi dan C. albicans. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Skrining antimikroba ekstrak biji rotan manau menggunakan metode well-diffusion. Identifikasi aktivitas antimikroba ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi dan C. albicans untuk melihat Minimum Inhibitory Concentration (MIC) menggunakan metode broth dilution, sedangkan untuk melihat Minimum Bactericidal Concentration (MBC) terhadap S. typhi dan Minimum Fungisidal Concentration (MFC) terhadap C. albicans menggunakan metode solid dilution. Hasil skrining antimikroba didapatkan zona hambat pada ekstrak biji rotan manau terhadap S. typhi sebesar 21,39 mm dan terhadap C. albicans sebesar 16,14 mm. Nilai MIC ekstrak biji rotan manau pada konsentrasi 50% terhadap S. typhi dan C. albicans, sedangkan untuk MBC terhadap S. typhi maupun MFC terhadap C. albicans dari ekstrak biji rotan manau tidak ditemukan karena pada media padat masih ditemukannya pertumbuhan mikroba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan sebagai temuan awal senyawa potensi antimikroba dari ekstrak biji rotan manau terhadap bakteri dan fungi.AbstractTyphoid fever is an acute febrile illness caused by infection with the bacterium Salmonella typhi. Oral candidiasis is an infection caused by the fungus Candida albicans which is abundant in the oral mucosa. The purpose of this study was to identify the antimicrobial activity of rattan manau seed extract (Calamus manan Miq.) against the bacteria Salmonella typhi and the fungus C. albicans. The extraction method used is the maceration method. Antimicrobial screening of rattan manau seed extract using the well-diffusion method. Identification of antimicrobial activity of rattan manau seed extract against S. typhi bacteria and C. albicans fungi to see Minimum Inhibitory Concentration (MIC) using the broth dilution method, while to see Minimum Bactericidal Concentration (MBC) against S. typhi bacteria and Minimum Fungicidal Concentration (MFC) against the fungus C. albicans using the solid dilution method. The results of antimicrobial screening showed that the inhibition zone in the extract of rattan manau against S. typhi was 21.39 mm and against C. albicans was 16.14 mm. The MIC value of rattan manau seed extract was obtained at a concentration of 50% against S. typhi bacteria and C. albicans fungi, while for MBC against S. typhi and MFC against C. albicans from rattan manau seed extract not found because in solid media microbial growth is still found. The results of this study are expected to be a reference for further research as initial findings of antimicrobial potential compounds from the extract of manau rattan seeds against bacteria and fungi.
Isolation and Identification of Marine Bacteria in Raja Ampat Islands West Papua Producing Antibacterial Against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus Mahdiyah, Dede; Dharmawan, Muhammad Rifqi; Noval, Noval
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 7 No. 4 (2024): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v7i4.3908

Abstract

Indonesia's vast archipelago harbors a wealth of natural resources, including marine bacteria with potential antibacterial properties. Given the increasing prevalence of antibiotic resistance, particularly against Salmonella typhi and Staphylococcus aureus, there is a pressing need to explore alternative antimicrobial agents. This study aimed to isolate and characterize marine bacteria with antibacterial activity and evaluate their efficacy against S. typhi and S. aureus. Isolation of marine bacteria was conducted using the spread plate method. Antibacterial activity screening of the secondary metabolites was performed using the well diffusion method. Minimum inhibitory concentration (MIC) was determined using the dilution method, while minimum bactericidal concentration (MBC) was determined using the spread plate method. Seven bacterial isolates were obtained, all identified as Gram-negative bacilli. The secondary metabolites of these marine bacteria demonstrated antibacterial activity against both S. typhi and S. aureus, with inhibition zones of 8.50 mm and 8.46 mm, respectively. The MIC for both bacteria was determined to be 1500 μg/mL. Statistical analysis revealed a significant difference in antibacterial activity between the isolates (Kruskal-Wallis Test, p-value = 0.007) and between S. typhi and S. aureus (Mann-Whitney Test, p-value = 0.025). While the secondary metabolites exhibited antibacterial activity against both bacteria, they did not demonstrate bactericidal activity as measured by the MBC test.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA DARING TERHADAP KEBERHASILAN KONSELING PADA IBU MENYUSUI DI MASA PANDEMI COVID-19 Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.881

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riskesdas 2018 mengatakan pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% dibawah target Renstra Kemenkes tahun 2018 yaitu 40%. Konseling menyusui merupakan intervensi yang efektif kepada masyarakat untuk meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif dan menyusui. Konseling menyusui dengan menggunakan media daring dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti komunikasi secara tatap muka selama masa pandemi Covid-19.Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas penggunaan media daring terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi Covid-19.Metode: Penelitian menggunakan analitik kuantitatif dan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah ibu menyusui yang melakukan konseling berjumlah 94 orang dan sampel berjumlah 30 orang pada masing-masing kelompok berdasarkan kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney dan nilai efektivitas dengan Uji Regresi Sederhana.Hasil: Dari hasil uji Mann Withney diperoleh nilai p- value 0,010 0,05 dengan kesimpulan terdapat perbedaan pada median keberhasilan konseling pada kelompok kasus (media online) dengan kelompok kontrol (media offline). Berdasarkan uji regresi koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,577, artinya pengaruh media online terhadap keberhasilan konseling sebesar 57,7%, sedangkan 42,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Simpulan: Penggunaan media daring cukup efektif digunakan terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi covid-19. Komunikasi elektronik berpotensi memberikan kesempatan tambahan bagi konselor untuk menginformasikan, meyakinkan, mendorong dan mendukung ibu menyusui terutama pada proses konselingBackground: The results of the 2018 Riskesdas stated that breastfeeding for infants aged 0-5 months in Indonesia was 37.3% below the 2018 Ministry of Health Strategic Plan target of 40%. Breastfeeding counseling is an effective intervention for the community to increase the rate of exclusive breastfeeding and breastfeeding. Breastfeeding counseling using online media can be used as an alternative to face-to-face communication during the Covid-19 pandemic.Objective: To identify the effectiveness of using online media on the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic.Methods: This study used quantitative analytic and case control design with a retrospective approach. The population was 94 breastfeeding mothers who conducted counseling and a sample of 30 people in each group based on inclusion criteria with probability sampling techniques. The data were analyzed using the Mann Whitney test and the effectiveness value with the Simple Regression Test.Results: From the results of the Mann Withney test, it was obtained a p-value of 0.010 0.05, with the conclusion that there was a difference in the median of successful counseling in the case group (online media) and the control group (offline media). Based on the regression test the coefficient of determination (R Square) is 0.577, meaning that the effect of online media on the success of counseling is 57.7%, while 42.3% is influenced by other factors.Conclusion: The use of online media is quite effective in the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic. Electronic communication has the potential to provide additional opportunities for counselors to inform, convince, encourage and support breastfeeding mothers, especially in the counseling process.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jintan Hitam (Niggella Sativa) Dan Minyak Lavender (Lavandulla) Untuk Menghilangkan Stres Riani, Riani; Budi, Setia; Mahdiyah, Dede
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan masalah umum yang sering terjadi di masyarakat, stres bisa dialami semua orang, kondisi stress yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Kondisi ini dapat diatasi, salah satunya adalah dengan menggunakan lilin aromaterapi. Lilin Aromaterapi adalah alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi yang akan menghasilkan aroma dari beberapa tetes minyak atsiri yang dapat minimbulkan rasa tenang, mengurangi serta menghilangkan rasa stres. Minyak atsiri yang digunakan dalam formulasi lilin aromaterapi antara lain minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla). Mengidentifikasi formulasi sediaan lilin aromaterapi dan mengevaluasi fisik sediaan lilin aromaterapi dari minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla). Metode penelitian eksperimental dengan rancangan one-shot case study. Minyak atsiri diformulasikan menjadi tiga formulasi dan selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, uji titik leleh, uji waktu bakar, uji ketahan aroma, dan uji kesukaan (Hedonic). Pada sedian lilin aromaterapi dari minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla) didapatkan 3 formulasi dimana formulasi I, II dan III telah sesuai dengan standar lilin aromaterapi berdasarkan SNI. Hasil evaluasi terdapat pengaruh variasi konsentrasi minyak jintan hitam (nigella sativa) dan minyak lavender (lavandulla) terhadap hasil evaluasi fisik sediaan lilin aromaterapi. Pada uji kesukaan (Hedonic) formulasi III yang paling disukai responden. Sediaan lilin aromaterapi dari ketiga formulasi telah memenuhi persyaratan organoleptik, titik leleh, waktu bakar, dan ketahanan aroma dan hasil evaluasi menunjukkan formula III merupakan formulasi yang paling optimal.
Deteksi Dini Masalah Kesehatan Jiwa di Masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk Rahman, Subhannur; Al Kahfi, Rina; Herawati, Anita; Mahdiyah, Dede; Vidiasari Darsono, Putri; F. Talang, Jessica
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v1i1.6

Abstract

Dampak dari paska bencana banjir yang masih dirasakan oleh masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk masih dirasakan sampai dengan saat ini. Beberapa permasalahan kesehatan jiwa yang ditemukan dari hasil pemeriksaan deteksi dini kesehatan jiwa (SRQ 29) ditemukan sebagian besar masyarakat setempat mengalami masalah kesehatan jiwa seperti kecemasan dan depresi, sebagian kecil ada yang mengalami gejala psikotik akut dan PTSD. Pihak Desa masih belum menemukan cara ataupun solusi yang tepat yang bisa mereka gunakan untuk mengendalikan dan mencegahan masalah kesehatan jiwa yang muncul paska bencana banjir. Rasa ketakutan dan kecemasan terkadang sering muncul dari setiap warganya. Sehingga mereka merasa perlu adanya upaya yang tepat yang bisa dilakukan antara Pihak Penyedia Bantuan  dan Aparat Desa Paku Alam untuk bisa bersama-sama menanggulangi permasalahan jiwa yang mereka tidak sadari. Deteksi  dini  kesehatan  jiwa pada individu yang beresiko penting  untuk  dilakukan dalam  rangka  meningkatkan  derajat  kesehatan mental  individu  dan upaya pencegahan permasalahan kesehatan jiwa sedini mungkin. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Fokus Group Discussion (FGD) dengan memberikan edukasi, deteksi dini dan simulasi pencegahan masalahan kesehatan jiwa pen kepada Masyarakat Desa Paku Alam Kecamatan Sungai Tabuk. Jumlah Masyarakat yang dijadikan sasaran kegiatan ini berjumlah 30 orang. Secara keseluruhan hasil dari kegiatan ini didapatkan masyarakat Desa Paku Alam mengerti tentang tata cara pencegahan masalah kesehatan jiwa.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Balita di UPT Puskesmas Kurun: Factors Associated with Completeness of Advanced Toddler Immunization at UPT Puskesmas Kurun Yuniarty, Stefany; Priscilla, Ika; Mahdiyah, Dede; Salmarini, Desilestia Dwi
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.5579

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memberikan kekebalan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Imunisasi lanjutan balita diperlukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang menurun di usia 15 bulan sehingga dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi anak, dengan memberikan 1 dosis DPT-HB-Hib dan Campak Rubella kepada anak usia 18-24 bulan. Rendahnya cakupan imunisasi lanjutan pada balita di UPT Puskesmas Kurun dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi lanjutan balita di UPT Puskesmas Kurun. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel secara simple random sampling dengan jumlah 56 responden pada Juli 2023. Analisis yang digunakan adalah univariat serta analisis bivariat menggunakan uji chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya balita yang tidak lengkap imunisasi lanjutan yaitu 23 orang (41,1%). Ibu dengan kelengkapan imunisasi balita lengkap mayoritas memiliki pendidikan yang tinggi, persepsi yang positif serta mendapat dukungan dari keluarga, begitu pula sebaliknya. Uji chi-square menunjukkan p value < 0,05 untuk setiap faktor yakni persepsi ibu, tingkat pendidikan ibu dan dukungan keluarga. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi ibu, tingkat pendidikan ibu dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi lanjutan balita di UPT Puskesmas Kurun. Komunikasi informasi edukasi yang efektif kepada orang tua dan keluarga terkait pentingnya imunisasi lanjutan serta kebermanfaatannya sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program imunisasi rutin di waktu yang akan datang.
Penetapan Kadar Flavonoid Eksrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Berdasarkan Variasi Ukuran Partikel Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-VIS: Determination of Flavonoid Content of Sungkai Leaf Extract (Peronema canescens Jack) Based on Particle Size Variations Using UV-Vis Spectrophotometry Method Oktavia, Helda; Rohama, Rohama; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7204

Abstract

Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) merupakan salah satu tanaman herbal yang terdapat di Indonesia. Secara empiris tanaman daun sungkai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai mengobati sakit gigi dan penurun demam. Selain itu, juga digunakan untuk mengobati malaria. Metabolit sekunder yang paling banyak diketahui pada tumbuhan adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai penurun demam (antipiretik), pereda nyeri (analgetik), dan antiinflamasi. Faktor yang dapat mempengaruhi ekstraksi salah satunya ukuran partikel. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Pada Penelitian Ini menggunakan Metode deskriptif observasional hanya mendeskripsi penetapan kadar flavonoid ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack) berdasarkan variasi ukuran partikel mesh 40 dan 80. Hasil analisis kualitatif senyawa flavonoid dengan reaksi warna hijau kehitaman menunjukkan positif mengandung senyawa flavonoid. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid pada ekstrak daun sungkai dengan ukuran partikel mesh 40 didapatkan sebesar 3,636 mg QE/g dan pada ukuran partikel mesh 80 didapatkan sebesar 4,090 mg QE/g. kadar flavonoid tertinggi yaitu pada ukuran partikel mesh 80. dapat disimpulkan hasil penetapan kadar flavonoid dari daun sungkai (Peronema canescens Jack) dengan sampel ukuran partikel mesh 80 yaitu lebih tinggi sebesar 4,090 mg QE/g dibandingkan ukuran partikel 40 sebesar 3,636 mg QE/g.
Aktivitas Antibakteri Sediaan Sirup Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocotum Ruiz & Pav) Terhadap Bakteri Salmonella typhii: Antibacterial Activity of Red Betel Leaf Extract Syrup (Piper crocatum Ruiz & Pav) Against Salmonella Typhii Bacteria Damayanti, Linda Meydigret; Mahdiyah, Dede; Noval, Noval; Nastiti, Kunti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7232

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit menular yang tersebar di seluruh dunia dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan terbesar di negara berkembang dan tropis. Insiden penyakit ini masih sangat tinggi dengan lebih dari 700 kasus berakhir dengan kematian. Bakteri Salmonella typhii masuk melalui mulut ke dalam saluran pencernaan. Daun sirih merah (Piper crocatum) memiliki senyawa kimia yang bermanfaat antara lain alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Uji aktivitas antibakteri banyak dilakukan langsung pada ekstrak tumbuhan, belum ada uji pada bentuk sediaan seperti larutan sirup. Sirup juga sediaan cair yang dapat digunakan oleh hampir semua usia, cepat diabsorpsi, sehingga cepat menimbulkan efek. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas dari sediaan sirup ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) terhadap bakteri Salmonella typhii. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan post test only with control group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sirup ekstrak daun sirih merah konsentrasi 5 %, 10 % dan 15 %. Evaluasi sirup meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol dan kontrol negatif yang digunakan adalah sediaan sirup tanpa ekstrak. Sediaan sirup ekstrak daun sirih merah memiliki diameter zona hambat sebesar 32,19 mm. KHM pada konsentrasi 10% dengan nilai signifikansi 0,018 namun tidak memiliki nilai KBM. Sediaan sirup ekstrak daun sirih merah telah memenuhi evaluasi organoleptis, homogenitas, pH. Sirup ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) memiliki daya hambat minimum terhadap Salmonella typhii pada konsentrasi 10%.
Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil Sebagai Antihipertensi: Formulation of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Celery Extract (Apium graveolens L.) with Various Concentrations of Virgin Coconut Oil as Antihypertensive Dilla, Khaliza Natasya; Adawiyah, Rabiatul; Putri, Nabila Chanisya; Noval, Noval; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7724

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) dilaporkan memiliki efek sebagai antihipertensi. Namun pengobatan menggunakan ekstrak tanaman memiliki kelarutan dan bioavailabilitas yang kurang maksimal sehingga berpengaruh terhadap efektivitas. Upaya untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan pengembangan formulasi dengan teknik Self-Nanoemulsi Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS merupakan sediaan yang terdiri dari minyak surfaktan dan ko-surfaktan yang dapat menciptakan campuran isotropik yang stabil. Bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.) dan menganalisis pengaruh konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.). Metode yang digunakan ekstrak seledri (Apium graveolens L.) diformulasikan menjadi sediaan SNEDDS dengan variasi VCO. Evaluasi yang dilakukan meliputi pengujian organoleptis, pH, emulsification time, nilai transmitansi, ukuran partikel, distribusi partikel, zeta potensial, ketahanan, dan stabilitas. Formula SNEDDS terbaik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml), di mana hasil evaluasi memenuhi persyaratan nilai pH 5,26 (p 0,918), waktu emulsifikasi kurang dari 1 menit (p >0,05), persen transmitansi 91,2% (p 0,000), stabil pada pengujian ketahanan dan stabilitas (freeze thaw), memiliki ukuran globul 13,9 nm (p 0,020), nilai indeks polidispersitas 0,288 (p 0,000) dan zeta potensial -11,4 mV (p 0,000) dan adanya variasi konsentrasi VCO mempengaruhi transmitansi, ukuran partikel, distribusi dan nilai zeta potensial. Berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh bahwa konsentrasi VCO yang paling baik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml).
A Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes: Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Rahmah, Aulia; Nastiti, Kunti; Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.417

Abstract

Background: Acne is a skin disease due to chronic inflammation with complex pathogenesis, excessive bacterial colonization, and inflammation. One of the causes of acne is due to excessive sebum gland activity and is exacerbated by bacterial infection, one of the bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes. Coffee leaves are used by the community, especially in Babayau Village, Balangan Regency, South Kalimantan, to treat acne naturally and traditionally by mixing the cleaned coffee leaves with wet powder and then rubbing it evenly all over the face.         Objective: Knowing the effectiveness of coffee leaf extract (Coffea canephora) in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria, and knowing the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration against Propionibacterium acnes bacteria.                                              Methods: The type of research to test the antibacterial activity of aranio coffee leaf extract against Propionibacterium acnes bacteria was true expertimental with a post test only control group design, control group 100%, 75%, 50% and 25%, negative control using DMSO, positive control with clindamycin. Screening for antibacterial activity of aranio coffee leaf extract using the disc diffusion method and determining the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration using the dilution method.                                                                Results: Coffee leaf extract (Coffea canphora) contains secondary metabolites, namely flavonoids, tannins, and saponins which have antibacterial activity. The antibacterial activity test of coffee leaf extract (Coffea canphora) in the disc diffusion method had an inhibition zone of 27.86 ± 2.14 while in the dilution method the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was at a concentration of 75% and did not have a Minimum Bactericidal Concentration (MBC).                                                Conclusion: Coffee leaf extract (Coffea canphora) can inhibit Propionibacterium acnes at a concentration of 75%, and cannot kill Propionibacterium acnes.                                               
Co-Authors Achmad Jaelani Adriana Palimbo, Adriana Al Kahfi, Rina Ali Rakhman Hakim Alpian, Ridho Anita Herawati, Anita Arfiah Ariani, Malisa Aryvia, Nabilla Salsa Aulia Rahmah Bamegawati, Ika Melinda Bayu Hari Mukti Budiwinata, Winarta Damayanti, Linda Meydigret Dewi, Candra Ratna Dharmawan, Muhammad Rifqi Dilla, Khaliza Natasya DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dzul Hidayani, Yunisa Eliya, Pega F. Talang, Jessica Fadhiyah Noor Anisa Fahrianti Fahrianti, Fahrianti Fakhriah, Siti Nurintan Fariana, Yuni Riska Nur Fatimah Azzahra Fatmawati Fatmawati Fitri Yuliana, Fitri Hariadi Widodo, Hariadi Hayatun Ni'Mah Hidayani, Yunisa Dzul Ilhamiyah Irawan, Angga Ismiadi, Rahmad Istiqamah Kasmayuda, Muhammad Lathifah, Nur Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Nisya Fitriani Lestari, Yayuk Puji Lisaura, Inggrit Windy Marselino, Doni Irawan Prancisco Maulina, Nor Mayasari, Vita Meidawati, Gusti Sophia Meldawati Melitia, Ni Putu Nova Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mohammad Basit, Mohammad Mohtar, M. Sobirin Nastiti, Kunti Neni Widaningsih Nita Hestiyana, Nita Noval Noval , Noval Noval Noval Novita Novita Nur Hidayah Nurlathifah NURUL HIDAYAH Oktavia, Helda Priscilla, Ika Puteri, Puteri Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Hernisa Trisna Putri, Nabila Chanisya Rabiatul Adawiyah Rahayyu, Rini Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Lailatul Rahman, Luthfia Hidayati Rapika, Nor Ratna Sari Riani Riani, Riani Rohama, Rohama Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida Setia Budi Sismeri Dona, Sismeri Subhannur Rahman, Subhannur Sumartila Tasalim, Rian Theana, Milka TM, M. Fajriannor Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Widodo, Heriadi Wijaksono, Muhammad Arief Winda Maolinda, Winda Yulianingsih, Devi Yuniarty, Stefany Yustian, Alifira Adhany Zulliati Zulliati Zulliati, Zulliati