Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Antibakteri Sediaan Sirup Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocotum Ruiz & Pav) Terhadap Bakteri Salmonella typhii: Antibacterial Activity of Red Betel Leaf Extract Syrup (Piper crocatum Ruiz & Pav) Against Salmonella Typhii Bacteria Damayanti, Linda Meydigret; Mahdiyah, Dede; Noval, Noval; Nastiti, Kunti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7232

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit menular yang tersebar di seluruh dunia dan sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan terbesar di negara berkembang dan tropis. Insiden penyakit ini masih sangat tinggi dengan lebih dari 700 kasus berakhir dengan kematian. Bakteri Salmonella typhii masuk melalui mulut ke dalam saluran pencernaan. Daun sirih merah (Piper crocatum) memiliki senyawa kimia yang bermanfaat antara lain alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi. Uji aktivitas antibakteri banyak dilakukan langsung pada ekstrak tumbuhan, belum ada uji pada bentuk sediaan seperti larutan sirup. Sirup juga sediaan cair yang dapat digunakan oleh hampir semua usia, cepat diabsorpsi, sehingga cepat menimbulkan efek. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas dari sediaan sirup ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) terhadap bakteri Salmonella typhii. Penelitian ini menggunakan metode true experimental dengan rancangan post test only with control group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sirup ekstrak daun sirih merah konsentrasi 5 %, 10 % dan 15 %. Evaluasi sirup meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH. Kontrol positif yang digunakan adalah kloramfenikol dan kontrol negatif yang digunakan adalah sediaan sirup tanpa ekstrak. Sediaan sirup ekstrak daun sirih merah memiliki diameter zona hambat sebesar 32,19 mm. KHM pada konsentrasi 10% dengan nilai signifikansi 0,018 namun tidak memiliki nilai KBM. Sediaan sirup ekstrak daun sirih merah telah memenuhi evaluasi organoleptis, homogenitas, pH. Sirup ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) memiliki daya hambat minimum terhadap Salmonella typhii pada konsentrasi 10%.
Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil Sebagai Antihipertensi: Formulation of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Celery Extract (Apium graveolens L.) with Various Concentrations of Virgin Coconut Oil as Antihypertensive Dilla, Khaliza Natasya; Adawiyah, Rabiatul; Putri, Nabila Chanisya; Noval, Noval; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7724

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) dilaporkan memiliki efek sebagai antihipertensi. Namun pengobatan menggunakan ekstrak tanaman memiliki kelarutan dan bioavailabilitas yang kurang maksimal sehingga berpengaruh terhadap efektivitas. Upaya untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan pengembangan formulasi dengan teknik Self-Nanoemulsi Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS merupakan sediaan yang terdiri dari minyak surfaktan dan ko-surfaktan yang dapat menciptakan campuran isotropik yang stabil. Bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.) dan menganalisis pengaruh konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.). Metode yang digunakan ekstrak seledri (Apium graveolens L.) diformulasikan menjadi sediaan SNEDDS dengan variasi VCO. Evaluasi yang dilakukan meliputi pengujian organoleptis, pH, emulsification time, nilai transmitansi, ukuran partikel, distribusi partikel, zeta potensial, ketahanan, dan stabilitas. Formula SNEDDS terbaik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml), di mana hasil evaluasi memenuhi persyaratan nilai pH 5,26 (p 0,918), waktu emulsifikasi kurang dari 1 menit (p >0,05), persen transmitansi 91,2% (p 0,000), stabil pada pengujian ketahanan dan stabilitas (freeze thaw), memiliki ukuran globul 13,9 nm (p 0,020), nilai indeks polidispersitas 0,288 (p 0,000) dan zeta potensial -11,4 mV (p 0,000) dan adanya variasi konsentrasi VCO mempengaruhi transmitansi, ukuran partikel, distribusi dan nilai zeta potensial. Berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh bahwa konsentrasi VCO yang paling baik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml).
A Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes: Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Rahmah, Aulia; Nastiti, Kunti; Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.417

Abstract

Background: Acne is a skin disease due to chronic inflammation with complex pathogenesis, excessive bacterial colonization, and inflammation. One of the causes of acne is due to excessive sebum gland activity and is exacerbated by bacterial infection, one of the bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes. Coffee leaves are used by the community, especially in Babayau Village, Balangan Regency, South Kalimantan, to treat acne naturally and traditionally by mixing the cleaned coffee leaves with wet powder and then rubbing it evenly all over the face.         Objective: Knowing the effectiveness of coffee leaf extract (Coffea canephora) in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria, and knowing the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration against Propionibacterium acnes bacteria.                                              Methods: The type of research to test the antibacterial activity of aranio coffee leaf extract against Propionibacterium acnes bacteria was true expertimental with a post test only control group design, control group 100%, 75%, 50% and 25%, negative control using DMSO, positive control with clindamycin. Screening for antibacterial activity of aranio coffee leaf extract using the disc diffusion method and determining the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration using the dilution method.                                                                Results: Coffee leaf extract (Coffea canphora) contains secondary metabolites, namely flavonoids, tannins, and saponins which have antibacterial activity. The antibacterial activity test of coffee leaf extract (Coffea canphora) in the disc diffusion method had an inhibition zone of 27.86 ± 2.14 while in the dilution method the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was at a concentration of 75% and did not have a Minimum Bactericidal Concentration (MBC).                                                Conclusion: Coffee leaf extract (Coffea canphora) can inhibit Propionibacterium acnes at a concentration of 75%, and cannot kill Propionibacterium acnes.                                               
P Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) dan Evaluasi Fisik Sediaan Cream Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Sun Protection Melitia, Ni Putu Nova; Audina, Mia; Mahdiyah, Dede
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.424

Abstract

Background: The skin has a very influential role in protecting the body from the external environment such as physical impact or exposure to free radicals. Skin problems often occur due to exposure to sunlight in the form of ultraviolet (UV) rays. So to maintain healthy skin, you can use sunscreen cream preparations or sun protection. rosella flower (Hibiscus sabdariffa L.) contains anthocyanin compounds which are efficacious as antioxidants which have potential as sunscreens thatare able to absorb UV-A and UV-B rays thereby reducing the intensity on the skin.Objective: To observe and analyze the differences in the results of physical evaluation and the SPF value of variations in the concentration of the active substance in sunscreen cream preparations of ethanol extract of rosella flowers (Hibiscus sabdariffa L.) as sun protection.Methods: This research is a pre-experimental study with a one-shot case study design. Sunscreen cream is formulated with different active substance concentrations of rosella flower ethanol extract, namely 9%, 10%, 11%. The evaluation included organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, emulsion type and in vitro SPF activity test. Data were analyzed using one way ANOVA.Results: The results showed that the variation of the active substance affected the differences in the results of physical evaluation on pH, spreadability, adhesion and viscosity, as well as the SPF activity test. Based on one way ANOVA statistics, the results obtained were <0.05, meaning that there was an effect of variations in the concentration of the active substance of the ethanol extract of rosella flowers. SPF value activity gets (F1)29,12,(F2)29,97(F3)29,97 in the range of 30 SPFConclusion: The results of the physical evaluation and activity testing of the SPF value of the rosella flower ethanol extract sunscreen cream had a significant difference in the results from the influence of variations in the active substance.Keywords: Rosella flower, Sun cream
Hubungan usia dan kadar hemoglobin pre transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia Eliya, Pega; Fetriyah, Umi Hanik; Wijaksono, Muhammad Arief; Mahdiyah, Dede
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/java6549

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia pada anak memerlukan transfusi darah untuk mempertahankan kadar hemoglobin sesuai target agar mengurangi resiko penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan kadar hemoglobin  pre-transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik cross-sectional dengan 32 sampel anak Thalasemia yang diambil melalui purposive sampling. Data kadar hemoglobin diambil dari rekam medis, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner PedsQL. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (62,5%), rata-rata berusia 11-18 tahun, dan hampir seluruhnya dengan kadar hemoglobin Pre Transfusi dibawah rata-rata (<9,5 gr/dL) (93,8%). Hasil uji usia dengan kualitas hidup pada anak penyandang Thalasemia (p= 0,529; r= -0,116). Hasil uji kadar hemoglobin pre-transfusi dengan kualitas hidup anak (p= 0,000; r= 0,852).Kesimpulan: Usia tidak memengaruhi Hb pra-transfusi anak thalasemia. Namun, Hb yang lebih tinggi berhubungan positif dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, kepatuhan jadwal transfusi disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
Hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang talasemia Alpian, Ridho; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Mahdiyah, Dede
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/sqyt1250

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan Talasemia sering mengalami penurunan kadar hemoglobin yang berdampak pada kualitas tidur dan dapat mengganggu konsentrasi serta kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menganalisa hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang Talasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 32 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner SDSC. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, berusia 6–12 tahun, dengan lama sakit talasemia ≥5 tahun, mayoritas memiliki kadar hemoglobin pra transfusi <9 g/dL dan mengalami gangguan tidur. Skor tertinggi pada subskala SDSC terdapat pada Sleep Hyperhidrosis dengan keluhan berkeringat di malam hari, diikuti Disorders of Excessive Somnolence, sementara subskala lainnya lebih rendah. Hasil uji Fisher’s Exact p = 0,004.Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur anak Talasemia. Pemantauan hemoglobin  secara berkala dan rutin transfusi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Hubungan Lama Penggunaan KB IUD Copper T380 dengan Kadar Hemoglobin pada Akseptor KB IUD: The Relationship Between Length of Use of the T380 Copper IUD and Hemoglobin Levels in IUD Acceptors Hayatun Ni'Mah; Yunita, Laurensia; Mahdiyah, Dede; Nurlathifah
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.872

Abstract

Intra Uterine Device (IUD) termasuk alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman jika dibandingkan dengan kontrasepsi oral seperti pil. Efektivitas IUD dalam menekan angka kematian ibu dan mengontrol pertumbuhan populasi mencapai 99,4%, dengan durasi penggunaan 3–5 tahun untuk tipe hormon dan 5–10 tahun untuk tipe tembaga. Anemia merupakan kondisi ketika kadar hb atau jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah nilai normal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara durasi penggunaan kontrasepsi IUD tipe Copper T380 dengan kadar hb pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian 16 wanita usia subur akseptor KB IUD Copper T380. Alat ukur berupa buku register KB dan alat cek HB. Menggunakan Fisher Exact dengan 0,05. Sebanyak 16 wanita usia subur menjadi responden dalam penelitian ini, dengan 31,25% merupakan pengguna IUD Copper T380 jangka panjang dan 68,75% pengguna jangka pendek. Dari keseluruhan responden, 62,5% mengalami anemia dan 37,5% tidak mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan IUD Copper T380 dengan nilai kosistensi Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024. Penggunaan KB IUD Copper T380 dalam jangka pendek disini mempengaruhi terjadi tidaknya anemia pada si akseptor dikarenakan tubuh si akseptor masih menyesuaikan dengan alat KB yang digunakan      
Research classification: Principles and applications for health research Mukti, Bayu Hari; Mahdiyah, Dede
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.87

Abstract

Background: Health research plays a crucial role in generating evidence that supports clinical practice, policy development, and public health interventions. The diversity of research types—ranging from descriptive to experimental studies—reflects the complexity of health problems and the need for appropriate methodological approaches. Objective: This review aims to provide a comprehensive overview of the classifications of health research, emphasizing their characteristics, purposes, strengths, and limitations, as well as factors that determine the choice of research design. Discussion: Health research can be classified based on purpose, design, approach, time, and population. Basic research contributes to fundamental scientific knowledge, while applied, evaluative, and developmental studies bridge theory with practical solutions. Quantitative approaches allow generalization of findings, qualitative approaches capture cultural and social meanings, and mixed methods integrate both dimensions to offer a holistic perspective. By design, studies can be descriptive, analytic observational, experimental, quasi-experimental, case studies, or action research, each serving specific contexts and questions. The choice of design is influenced by research questions, available resources, validity requirements, ethical considerations, and socio-cultural characteristics of the population. Conclusion: Understanding the diversity of health research designs is essential for producing reliable and relevant evidence. A careful selection of methods ensures that research not only contributes to scientific knowledge but also provides practical implications for improving health outcomes and informing policy decisions.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa bunge) Pada Bakteri Propionibacterium Acnes Saputri, Nur Arida; Darsono, Putri Vidiasari; Mahdiyah, Dede; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.734

Abstract

Latar Belakang: Jerawat atau acne vulgaris merupakan penyakit peradangan yang sering terjadi di area wajah. Biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna kemerahan atau kuning (karena mengandung nanah). Organisme utama yang menyebabkan jerawat adalah Propionibacterium acnes. Pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne dapat dikendalikan dengan antibakteri dan tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin. Salah satu tumbuhan yang mengandung metabolit sekunder adalah kulit jeruk kalamansi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstak kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa Bunge) terhadap bakteri Propionibacterium acnes melalui pengujian KHM dan KBM. Metode: Jenis penelitian ini adalah metode true experimental dengan post test only with control group design. Hasil: Pengujian antibakteri dengan metode difusi cakram terhadap ekstak kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa Bunge) didapatkan hasil yaitu zona hambat sebesar 22,02 mm, sedangkan pengujian KHM dengan konsentrasi 5%, 7,5% dan 10% didapatkan hasil menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, sedangkan KBM tidak didapatkan hasil. Hasil uji statistik kruskal wallis 0,007 dan mann whitney 0,025 menunjukkan nilai p<0,05, menyatakan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok konsentrasi ekstrak dan terdapat perbedaan peningkatan hasil uji aktivitas bakteri yang mendapatkan perlakuan ekstrak. Simpulan: Ekstak kulit jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa Bunge) terhadap bakteri Propionibacterium acnes memiliki daya hambat pada konsentrasi 50%, 75% dan 100% namun tidak memiliki daya bunuh.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Clay Mask Stick Ekstrak Daun Paku Sarang Burung (Asplenium nidus) sebagai Antijerawat terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Lisaura, Inggrit Windy; Budi, Setia; Mahdiyah, Dede; Noval , Noval
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6198

Abstract

Jerawat (Acne vulgaris) merupakan masalah kulit yang banyak dialami dan dapat menimbulkan gangguan psikologis. Salah satu bakteri penyebab jerawat adalah Staphylococcus aureus, yang semakin resisten terhadap antibiotik. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif alami seperti ekstrak daun paku sarang burung (Asplenium nidus), yang diketahui mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, dan terpenoid dengan potensi antibakteri. Mengetahui pengaruh variasi formulasi konsentrasi ekstrak daun Asplenium nidus terhadap evaluasi fisik sediaan clay mask stick dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak (45%, 60%, dan 75%) dan diuji melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, waktu kering, iritasi, serta uji antibakteri metode difusi cakram, KHM, dan KBM. Seluruh formulasi menunjukkan hasil evaluasi fisik yang memenuhi syarat dan aman digunakan. Formulasi II (60%) dinilai paling optimal secara fisik. Uji antibakteri menunjukkan bahwa Formulasi III (75%) memiliki zona hambat terbesar (17,53 mm) dan lebih tinggi dibanding kontrol positif (klindamisin). KHM menunjukkan bahwa ketiga konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan S. aureus, namun hasil uji KBM tidak menunjukkan efek bakterisidal melainkan ekstrak Asplenium nidus lebih berpotensial sebagai agen antibakteri topikal yang bersifat bakteriostatik Ekstrak daun paku sarang burung (Asplenium nidus) berpotensi sebagai antibakteri topikal dalam sediaan clay mask stick, dengan Formulasi II (60%) sebagai formulasi optimal berdasarkan keseimbangan antara sifat fisik dan aktivitas antibakteri.
Co-Authors Achmad Jaelani Adriana Palimbo, Adriana Al Kahfi, Rina Ali Rakhman Hakim Alpian, Ridho Anita Herawati, Anita Arfiah Ariani, Malisa Aryvia, Nabilla Salsa Aulia Rahmah Bamegawati, Ika Melinda Bayu Hari Mukti Budiwinata, Winarta Damayanti, Linda Meydigret Darsono , Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Dewi, Candra Ratna Dharmawan, Muhammad Rifqi Dilla, Khaliza Natasya DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dzul Hidayani, Yunisa Eliya, Pega F. Talang, Jessica Fadhiyah Noor Anisa Fahrianti Fahrianti, Fahrianti Fakhriah, Siti Nurintan Fariana, Yuni Riska Nur Fatmawati Fatmawati Fitri Yuliana, Fitri Hariadi Widodo, Hariadi Hayatun Ni'Mah Hidayani, Yunisa Dzul ilhamiyah, Ilhamiyah Irawan, Angga Ismiadi, Rahmad Istiqamah Kasmayuda, Muhammad Lathifah, Nur Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Nisya Fitriani Lestari, Yayuk Puji Lisaura, Inggrit Windy Marselino, Doni Irawan Prancisco Maulina, Nor Mayasari, Vita Meidawati, Gusti Sophia Meldawati Melitia, Ni Putu Nova Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mohammad Basit, Mohammad Mohtar, M. Sobirin Nastiti, Kunti Nita Hestiyana, Nita Noval Noval , Noval Noval Noval Novita Novita Nur Hidayah Nurdin, Fauji Nurlathifah NURUL HIDAYAH Oktavia, Helda Priscilla, Ika Pryhandini, Dwi Sukma Puteri, Puteri Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Hernisa Trisna Putri, Nabila Chanisya Rabiatul Adawiyah Rahayyu, Rini Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Lailatul Rahman, Luthfia Hidayati Rapika, Nor Ratna Sari Riani Riani, Riani Rohama, Rohama Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida Setia Budi Sismeri Dona, Sismeri Subhannur Rahman, Subhannur Sumartila Tasalim, Rian Theana, Milka TM, M. Fajriannor Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Vidiasari Darsono, Putri Widaningsih, Neni Widodo, Heriadi Wijaksono, Muhammad Arief Winda Maolinda, Winda Yulianingsih, Devi Yuniarty, Stefany Yustian, Alifira Adhany Zulliati Zulliati Zulliati, Zulliati