Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil Sebagai Antihipertensi: Formulation of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Celery Extract (Apium graveolens L.) with Various Concentrations of Virgin Coconut Oil as Antihypertensive Dilla, Khaliza Natasya; Adawiyah, Rabiatul; Putri, Nabila Chanisya; Noval, Noval; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7724

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) dilaporkan memiliki efek sebagai antihipertensi. Namun pengobatan menggunakan ekstrak tanaman memiliki kelarutan dan bioavailabilitas yang kurang maksimal sehingga berpengaruh terhadap efektivitas. Upaya untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan pengembangan formulasi dengan teknik Self-Nanoemulsi Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS merupakan sediaan yang terdiri dari minyak surfaktan dan ko-surfaktan yang dapat menciptakan campuran isotropik yang stabil. Bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.) dan menganalisis pengaruh konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.). Metode yang digunakan ekstrak seledri (Apium graveolens L.) diformulasikan menjadi sediaan SNEDDS dengan variasi VCO. Evaluasi yang dilakukan meliputi pengujian organoleptis, pH, emulsification time, nilai transmitansi, ukuran partikel, distribusi partikel, zeta potensial, ketahanan, dan stabilitas. Formula SNEDDS terbaik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml), di mana hasil evaluasi memenuhi persyaratan nilai pH 5,26 (p 0,918), waktu emulsifikasi kurang dari 1 menit (p >0,05), persen transmitansi 91,2% (p 0,000), stabil pada pengujian ketahanan dan stabilitas (freeze thaw), memiliki ukuran globul 13,9 nm (p 0,020), nilai indeks polidispersitas 0,288 (p 0,000) dan zeta potensial -11,4 mV (p 0,000) dan adanya variasi konsentrasi VCO mempengaruhi transmitansi, ukuran partikel, distribusi dan nilai zeta potensial. Berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh bahwa konsentrasi VCO yang paling baik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml).
A Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes: Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kopi Aranio (Coffea canephora ) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes Rahmah, Aulia; Nastiti, Kunti; Mahdiyah, Dede; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.417

Abstract

Background: Acne is a skin disease due to chronic inflammation with complex pathogenesis, excessive bacterial colonization, and inflammation. One of the causes of acne is due to excessive sebum gland activity and is exacerbated by bacterial infection, one of the bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes. Coffee leaves are used by the community, especially in Babayau Village, Balangan Regency, South Kalimantan, to treat acne naturally and traditionally by mixing the cleaned coffee leaves with wet powder and then rubbing it evenly all over the face.         Objective: Knowing the effectiveness of coffee leaf extract (Coffea canephora) in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria, and knowing the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration against Propionibacterium acnes bacteria.                                              Methods: The type of research to test the antibacterial activity of aranio coffee leaf extract against Propionibacterium acnes bacteria was true expertimental with a post test only control group design, control group 100%, 75%, 50% and 25%, negative control using DMSO, positive control with clindamycin. Screening for antibacterial activity of aranio coffee leaf extract using the disc diffusion method and determining the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Bactericidal Concentration using the dilution method.                                                                Results: Coffee leaf extract (Coffea canphora) contains secondary metabolites, namely flavonoids, tannins, and saponins which have antibacterial activity. The antibacterial activity test of coffee leaf extract (Coffea canphora) in the disc diffusion method had an inhibition zone of 27.86 ± 2.14 while in the dilution method the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was at a concentration of 75% and did not have a Minimum Bactericidal Concentration (MBC).                                                Conclusion: Coffee leaf extract (Coffea canphora) can inhibit Propionibacterium acnes at a concentration of 75%, and cannot kill Propionibacterium acnes.                                               
P Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) dan Evaluasi Fisik Sediaan Cream Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Sun Protection Melitia, Ni Putu Nova; Audina, Mia; Mahdiyah, Dede
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.424

Abstract

Background: The skin has a very influential role in protecting the body from the external environment such as physical impact or exposure to free radicals. Skin problems often occur due to exposure to sunlight in the form of ultraviolet (UV) rays. So to maintain healthy skin, you can use sunscreen cream preparations or sun protection. rosella flower (Hibiscus sabdariffa L.) contains anthocyanin compounds which are efficacious as antioxidants which have potential as sunscreens thatare able to absorb UV-A and UV-B rays thereby reducing the intensity on the skin.Objective: To observe and analyze the differences in the results of physical evaluation and the SPF value of variations in the concentration of the active substance in sunscreen cream preparations of ethanol extract of rosella flowers (Hibiscus sabdariffa L.) as sun protection.Methods: This research is a pre-experimental study with a one-shot case study design. Sunscreen cream is formulated with different active substance concentrations of rosella flower ethanol extract, namely 9%, 10%, 11%. The evaluation included organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, emulsion type and in vitro SPF activity test. Data were analyzed using one way ANOVA.Results: The results showed that the variation of the active substance affected the differences in the results of physical evaluation on pH, spreadability, adhesion and viscosity, as well as the SPF activity test. Based on one way ANOVA statistics, the results obtained were <0.05, meaning that there was an effect of variations in the concentration of the active substance of the ethanol extract of rosella flowers. SPF value activity gets (F1)29,12,(F2)29,97(F3)29,97 in the range of 30 SPFConclusion: The results of the physical evaluation and activity testing of the SPF value of the rosella flower ethanol extract sunscreen cream had a significant difference in the results from the influence of variations in the active substance.Keywords: Rosella flower, Sun cream
Hubungan usia dan kadar hemoglobin pre transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia Eliya, Pega; Fetriyah, Umi Hanik; Wijaksono, Muhammad Arief; Mahdiyah, Dede
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/java6549

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia pada anak memerlukan transfusi darah untuk mempertahankan kadar hemoglobin sesuai target agar mengurangi resiko penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan kadar hemoglobin  pre-transfusi dengan kualitas hidup pada anak penyandang thalasemia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik cross-sectional dengan 32 sampel anak Thalasemia yang diambil melalui purposive sampling. Data kadar hemoglobin diambil dari rekam medis, sementara kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner PedsQL. Analisis data menggunakan Uji Spearman Rank.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (62,5%), rata-rata berusia 11-18 tahun, dan hampir seluruhnya dengan kadar hemoglobin Pre Transfusi dibawah rata-rata (<9,5 gr/dL) (93,8%). Hasil uji usia dengan kualitas hidup pada anak penyandang Thalasemia (p= 0,529; r= -0,116). Hasil uji kadar hemoglobin pre-transfusi dengan kualitas hidup anak (p= 0,000; r= 0,852).Kesimpulan: Usia tidak memengaruhi Hb pra-transfusi anak thalasemia. Namun, Hb yang lebih tinggi berhubungan positif dengan kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, kepatuhan jadwal transfusi disarankan untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
Hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang talasemia Alpian, Ridho; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Mahdiyah, Dede
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/sqyt1250

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan Talasemia sering mengalami penurunan kadar hemoglobin yang berdampak pada kualitas tidur dan dapat mengganggu konsentrasi serta kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menganalisa hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang Talasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 32 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner SDSC. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, berusia 6–12 tahun, dengan lama sakit talasemia ≥5 tahun, mayoritas memiliki kadar hemoglobin pra transfusi <9 g/dL dan mengalami gangguan tidur. Skor tertinggi pada subskala SDSC terdapat pada Sleep Hyperhidrosis dengan keluhan berkeringat di malam hari, diikuti Disorders of Excessive Somnolence, sementara subskala lainnya lebih rendah. Hasil uji Fisher’s Exact p = 0,004.Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur anak Talasemia. Pemantauan hemoglobin  secara berkala dan rutin transfusi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Hubungan Lama Penggunaan KB IUD Copper T380 dengan Kadar Hemoglobin pada Akseptor KB IUD: The Relationship Between Length of Use of the T380 Copper IUD and Hemoglobin Levels in IUD Acceptors Hayatun Ni'Mah; Yunita, Laurensia; Mahdiyah, Dede; Nurlathifah
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i2.872

Abstract

Intra Uterine Device (IUD) termasuk alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman jika dibandingkan dengan kontrasepsi oral seperti pil. Efektivitas IUD dalam menekan angka kematian ibu dan mengontrol pertumbuhan populasi mencapai 99,4%, dengan durasi penggunaan 3–5 tahun untuk tipe hormon dan 5–10 tahun untuk tipe tembaga. Anemia merupakan kondisi ketika kadar hb atau jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah nilai normal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara durasi penggunaan kontrasepsi IUD tipe Copper T380 dengan kadar hb pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian 16 wanita usia subur akseptor KB IUD Copper T380. Alat ukur berupa buku register KB dan alat cek HB. Menggunakan Fisher Exact dengan 0,05. Sebanyak 16 wanita usia subur menjadi responden dalam penelitian ini, dengan 31,25% merupakan pengguna IUD Copper T380 jangka panjang dan 68,75% pengguna jangka pendek. Dari keseluruhan responden, 62,5% mengalami anemia dan 37,5% tidak mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan IUD Copper T380 dengan nilai kosistensi Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024. Penggunaan KB IUD Copper T380 dalam jangka pendek disini mempengaruhi terjadi tidaknya anemia pada si akseptor dikarenakan tubuh si akseptor masih menyesuaikan dengan alat KB yang digunakan      
Research classification: Principles and applications for health research Mukti, Bayu Hari; Mahdiyah, Dede
Health Sciences International Journal Vol. 4 No. 1: February 2026
Publisher : Ananda - Health & Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71357/hsij.v4i1.87

Abstract

Background: Health research plays a crucial role in generating evidence that supports clinical practice, policy development, and public health interventions. The diversity of research types—ranging from descriptive to experimental studies—reflects the complexity of health problems and the need for appropriate methodological approaches. Objective: This review aims to provide a comprehensive overview of the classifications of health research, emphasizing their characteristics, purposes, strengths, and limitations, as well as factors that determine the choice of research design. Discussion: Health research can be classified based on purpose, design, approach, time, and population. Basic research contributes to fundamental scientific knowledge, while applied, evaluative, and developmental studies bridge theory with practical solutions. Quantitative approaches allow generalization of findings, qualitative approaches capture cultural and social meanings, and mixed methods integrate both dimensions to offer a holistic perspective. By design, studies can be descriptive, analytic observational, experimental, quasi-experimental, case studies, or action research, each serving specific contexts and questions. The choice of design is influenced by research questions, available resources, validity requirements, ethical considerations, and socio-cultural characteristics of the population. Conclusion: Understanding the diversity of health research designs is essential for producing reliable and relevant evidence. A careful selection of methods ensures that research not only contributes to scientific knowledge but also provides practical implications for improving health outcomes and informing policy decisions.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa bunge) Pada Bakteri Propionibacterium Acnes Saputri, Nur Arida; Darsono, Putri Vidiasari; Mahdiyah, Dede; Audina, Mia
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.734

Abstract

Background: Acne or acne vulgaris is an inflammatory disease that often occurs in the facial area. Usually characterized by the appearance of small reddish or yellow lumps (because they contain pus). The main organism that causes acne is Propionibacterium acnes. The growth of Propionibacterium acne bacteria can be controlled with antibacterials and plants that contain secondary metabolite compounds including flavonoids, alkaloids, saponins, steroids and tannins. One of the plants that contains secondary metabolites is calamansi orange peel. Objective: This study aims to determine the antibacterial activity of calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) against Propionibacterium acnes bacteria through MIC and KBM testing. Method: This type of research is a true experimental method with post test only with control group design. Results: Antibacterial testing using the disc diffusion method on calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) resulted in an inhibition zone of 22.02 mm, while MIC testing with concentrations of 5%, 7,5% and 10% resulted in inhibiting the growth of Propionibacterium acnes bacteria. while KBM did not produce results. The results of the Kruskal Wallis statistical test of 0.007 and Mann Whitney of 0.025 showed a p value <0.05, indicating that there was a significant difference between the extract concentration groups and there was a difference in the increase in the results of the bacterial activity test that received the extract treatment. Conclusion: Calamansi orange peel extract (Citrofortunella microcarpa Bunge) against Propionibacterium acnes bacteria has inhibitory power at concentrations of 50%, 75% and 100% but does not have killing power.  
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Bakteri Escherichia coli Azzahra, Fatimah; Darsono, Putri Vidiasari; Hidayah, Nur; Mahdiyah, Dede
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 10 No 1 (2026): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v10i1.557

Abstract

Infectious diseases are health problems that can spread from one individual to another and are dangerous if not treated. One of the bacteria that causes disease is Escherichia coli. The high rate of irrational use of antibiotics is the cause of cases of antibiotic resistance. As an alternative option, use traditional medicine from plants, namely water hyacinth (Eichhornia crassipes) which has secondary metabolite compounds that function as antibacterials. To determine the antibacterial effectiveness of water hyacinth (Eichhornia crassipes) extract in inhibiting the growth of Escherichia coli. Antibacterial activity used the well diffusion method and determination of the Minimum Inhibitory Concentration and Minimum Kill Concentration using the liquid dilution method which was analyzed statistically by the non-parametric Kruskal-Wallis Test and Mann Whitney Test. Water hyacinth extract (Eichhornia crassipes) contains secondary metabolite compounds of flavonoids, alkaloids, tannins and terpenoids showing antibacterial activity against Escherichia coli with an inhibitory zone diameter of 12.34 mm, MIC value at a concentration of 25% and does not have MBC. The results of statistical analysis show that there is a significant difference with a p value of 0.004 in Kruskal-Wallis and in Mann-Whitney it shows a p value of 0.025. Water hyacinth extract (Eichhornia crassipes) has an effect on Escherichia coli.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang Arbainah, Arbainah; Mariana, Frani; Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 3 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i3.1074

Abstract

Pendahuluan: Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil minimal 6 kali meliputi 1 (satu) kali pada trimester pertama, 2 (dua) kali pada trimester kedua, dan 3 (tiga) kali pada trimester ketiga. Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang capaian kunjungan ANC K1 sebanyak 71,6%, K4 sebanyak 60,42% dan kunjungan K6 sebanyak 48,48%, dari data ini dapat diketahui bahwa capaian kunjungan ANC jauh di bawah target dinas kesehatan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ANC K6 di UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel seluruh ibu nifas di bulan Februari-April 2024 di wilayah UPT Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang berjumlah 72 orang, diambil dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas responden kategori usia risiko rendah sebanyak 53 orang (73,6%), kategori pendidikan rendah sebanyak 40 orang (55,6%), kategori pengetahuan kurang sebanyak 38 orang (52,8%), kategori primipara sebanyak 33 orang (45,8%), dukungan suami kategori positif sebanyak 59 orang (81,9%), frekuensi kunjungan ANC K6 kategori lengkap sebanyak 37 orang (51,4%). Terdapat hubungan dengan usia (p-value 0,005 < 0,05), nilai OR sebesar 2,092, tingkat pendidikan (p-value 0,011 < 0,05), pengetahuan (p-value 0,001 < 0,05), dan dukungan suami (p-value 0,001 < 0,05). Tidak ada hubungan paritas dengan kunjungan ANC ke-6 dengan nilai signifikansi p-value 0,343 > 0,05. Simpulan: Ada hubungan antara umur, pendidikan, dan pengetahuan dengan dukungan suami pada kunjungan ANC ke-6. Tidak ada hubungan antara paritas dan kunjungan K6 ANC.
Co-Authors Achmad Jaelani Adriana Palimbo, Adriana Al Kahfi, Rina Ali Rakhman Hakim Alpian, Ridho Anita Herawati, Anita Arbainah, Arbainah Arfiah Ariani, Malisa Aryvia, Nabilla Salsa Aulia Rahmah Bamegawati, Ika Melinda Bayu Hari Mukti Budiwinata, Winarta Damayanti, Linda Meydigret Darsono , Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Dewi, Candra Ratna Dharmawan, Muhammad Rifqi Dilla, Khaliza Natasya DWI RAHMAWATI Dwi Salmarini, Desilestia Dwi Sogi Sri Redjeki Dzul Hidayani, Yunisa Eliya, Pega F. Talang, Jessica Fadhiyah Noor Anisa Fahrianti Fahrianti, Fahrianti Fakhriah, Siti Nurintan Fariana, Yuni Riska Nur Fatimah Azzahra Fatmawati Fatmawati Fitri Yuliana, Fitri Hariadi Widodo, Hariadi Hayatun Ni'Mah Hidayani, Yunisa Dzul ilhamiyah, Ilhamiyah Irawan, Angga Ismiadi, Rahmad Istiqamah Kasmayuda, Muhammad Lathifah, Nur Laurensia Yunita, Laurensia Lestari, Nisya Fitriani Lestari, Yayuk Puji Lisaura, Inggrit Windy Mariana, Frani Marselino, Doni Irawan Prancisco Maulina, Nor Mayasari, Vita Meidawati, Gusti Sophia Meldawati Melitia, Ni Putu Nova Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Mohammad Basit, Mohammad Mohtar, M. Sobirin Nastiti, Kunti Neni Widaningsih Nita Hestiyana, Nita Noval Noval , Noval Noval Noval Novita Novita Nur Hidayah Nurlathifah NURUL HIDAYAH Oktavia, Helda Priscilla, Ika Pryhandini, Dwi Sukma Puteri, Puteri Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Hernisa Trisna Putri, Nabila Chanisya Rabiatul Adawiyah Rahayyu, Rini Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmah, Lailatul Rahman, Luthfia Hidayati Rapika, Nor Ratna Sari Riani Riani, Riani Rohama, Rohama Saniah, Husnus Saputri, Nur Arida Setia Budi Sismeri Dona, Sismeri Siswahyudianto Subhannur Rahman, Subhannur Sumartila Tasalim, Rian Theana, Milka TM, M. Fajriannor Tumanggor, Agustina Hotma Uli Tuti Alawiyah Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Vidiasari Darsono, Putri Widodo, Heriadi Wijaksono, Muhammad Arief Winda Maolinda, Winda Yulianingsih, Devi Yuniarty, Stefany Yustian, Alifira Adhany Zulliati Zulliati Zulliati, Zulliati