Aryanti Wardiyah, Aryanti
Unknown Affiliation

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan kesehatan tentang bahaya game online Novitasari, Linawati; Wardiyah, Aryanti; Kusumaningsih, Dewi; Setiawati, Setiawati; Gustiani, Dwi; Sartika, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.188

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan Game Online sendiri tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan komputer itu sendiri. Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil (Small Local Network) sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. Game Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang bahaya game online Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang bahaya game online dan ke dua setelah diberikan penyuluhan prilaku hidup sehat pasien dengan gangguan ginjal kronik menggunakan lembar bolak balik, responden diberikan tanya jawab tentang prilaku hidup sehat pasien dengan gangguan ginjal kronik. Hasil: Responden memahami tentang bahaya game online. Simpulan: responden dapat mengetahui tentang bahaya game online
Penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita Pribadi, Teguh; Romayati, Umi; Wardiyah, Aryanti; Mu’alifah, Ria; Anjeli, Riri; Ananda, Kiki Erlita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i1.256

Abstract

Introduction: One of the causes of malnutrition and stunting is the behavior and practice of parents in giving food to infants and toddlers that are not good. Good nutritional status of toddlers plays an important role for growth and development, especially during the golden period in the first five years. The results of nutritional status monitoring (PSG) in 2017 in Indonesia showed the prevalence of stunting for toddlers was 27.5%, underweight toddlers 8.0%, very thin toddlers 3.1%, underweight toddlers 22.8% and undernourished toddlers as much as 17.8%. Purpose: To increase mother’s knowledge about the nutritional status of toddlers so that they can reduce the incidence of malnutrition or less than normal toddlers. Method: The method used in this health education is carried out in several stages. The first stage is PSIK students explain about balanced nutrition in infants and toddlers using leaflets and the second after being given public education (respondents) are given a question and answer session about balanced nutrition in infants and toddlers. Results: Respondents (Community) can understand and apply balanced nutrition for infants and toddlers. Conclusion: Respondents (Community) can know and apply the balanced nutrition that should be given to infants and toddlers. Keywords: Balanced Nutrition; Nutritional Status; Toddler Pendahuluan: Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan stunting yaitu perilaku dan praktek orang tua dalam pemberian makanan pada bayi dan anak yang kurang baik. Status gizi balita yang baik sangat memegang peranan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan terutama pada tahap golden period di lima tahun pertama. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) pada tahun 2017 di Indonesia menunjukkan prevalensi stunting balita sebesar 27,5%, balita kurus 8,0%, balita sangat kurus 3,1%, balita risiko kurus 22,8% dan balita dengan gizi kurang sebanyak 17,8%. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang status gizi balita sehingga dapat menurunkan kejadian balita gizi buruk atau kurang dari normal. Metode: Metode yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan ini yaitu dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama yaitu mahasiswa PSIK menjelaskan tentang gizi seimbang pada bayi dan balita menggunakan lembar leaflet dan yang kedua setelah diberikan penyuluhan, masyarakat (responden) diberikan sesi tanya jawab tentang gizi seimbang pada bayi dan balita. Hasil: Responden (Masyarakat) bisa memahami dan menerapkan tentang gizi seimbang bagi bayi dan balita. Simpulan: Responden (Masyarakat) bisa mengetahui dan menerapkan tentang gizi seimbang yang harus diberikan bagi bayi dan balita.
Pendidikan kesehatan penatalaksanaan tersedak pada keluarga yang memiliki balita di Perumnas Wayhalim Bandar Lampung Lensi, Yufia; Wandini, Riska; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i3.361

Abstract

Background: High risk in toddlers under 5 years old is very high risk for choking. Toddlers will explore and put foreign objects into their mouths so that they can easily choke. The prevalence of choking incidents in the Wayhalim area in 2021 was 67 toddler incidents and 2 toddlers died due to choking. Meanwhile, in 2022, from January to April, the number of choking incidents was 22 cases and 1 case died due to choking. Purpose: To implement interventions and discussions and to increase knowledge of choking management in families with toddlers. Method: This activity was carried out by providing health promotion using lecture techniques. Results: The average pre-intervention knowledge was 40.4% <50.0% lower than post-intervention knowledge of 82.8%>75%. Conclusion: There was an increase before health education was carried out and after health promotion was given. Keywords: Choking; Health Education; Toddlers. Pendahuluan: Risiko tinggi pada anak usia balita kurang 5 tahun sangat berisiko tinggi untuk mengalami tersedak. Balita akan mengeksplorasi dan memasukkan benda-benda asing ke dalam mulutnya sehingga dengan mudah mengalami tersedak. Prevelensi kejadian tersedak di Wilayah Wayhalim pada tahun 2021 sebanyak 67 kejadian balita dan terdapat 2 balita meninggal dunia karena tersedak. Sedangkan pada tahun 2022 terhitung dari bulan Januari sampai bulan April angka kejadian terseak sebanyak 22 kasus dan 1 kasus meninggal disebabkan karena tersedak. Tujuan: Untuk penerapan intervensi dan pembahasan serta dapat meningkatkan pengetahuan tatalaksana tersedak pada keluarga yang memiliki balita. Metode:  Kegiatan ini dilaksanakan dengan diberikan promosi kesehatan menggunakan teknik ceramah. Hasil: Rata-rata pengetahuan pre- intervensi sebesar 40.4% <50.0% lebih rendah dibandingkan pengetahuan post intervensi sebesar 82,8% >75%. Simpulan: Ada peningkatan sebelum dilakaukan pendidikan kesehatan serta setelah diberikan promosi kesehatan.
Pengabdian pada masyarakat persiapan menuju persalinan pada ibu hamil Wardiyah, Aryanti; Adha, Adinda Wulan; Palupi, Antika; Budiarti, Budiarti; Wulandari, Hesti; Pratiwi, Liza Ayu; Nepiana, Nurul; Saputra, Raihan; Hidayat, Taufiq; Kurniawan, Yogi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v3i4.388

Abstract

Background: Childbirth is the process of expelling a fetus that occurs during pregnancy (37-42 weeks), and is a natural delivery with a posterior presentation of 18 hours without any complications. Purpose: To increase the knowledge and understanding of pregnant women and their families to prepare for childbirth. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely conducting a field survey, holding a meeting with the integrated health post to explain the activities to be carried out, preparing leaflets and posters for outreach media. Results: The initial step before the activity was carried out by the survey team who conducted observations and interviews with the integrated health post, the results of which were obtained from observations and interviews regarding the preparation of childbirth for pregnant women, namely the lack of knowledge and awareness of pregnant women to prepare for childbirth. In accordance with the results of the observation, it was obtained that the provision of health education about childbirth preparation was still poorly known by pregnant women. The implementation was carried out on December 22, 2023 at the Integrated Health Post. during the implementation, pregnant women were given education and presentation of childbirth preparation material. Conclusion: Husband involvement is known to affect pregnancy and childbirth. Husband involvement during pregnancy reduces negative attitudes towards maternal health and significantly reduces the risk of premature birth, low birth weight, and fetal growth retardation. Suggestion: Readers, especially husbands and family members, should know about the preparation of pregnant women before giving birth so that they can face and anticipate any emergencies that may arise during pregnancy. Keywords: Childbirth; Pregnant Women; Preparation. Pendahuluan: Persalinan merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi pada masa kehamilan (37- 42 minggu), dan merupakan persalinan alami dengan presentasi posterior 18 jam tanpa adanya komplikasi. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dan keluarga untuk mempersiapkan persalinan. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak posyandu untuk menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan, mempersiapkan leaflet dan poster untuk media penyuluhan. Hasil: Langkah awal sebelum kegiatan dilakukan oleh tim survey yang melakukan observasi dan wawancara dengan pihak posyandu yang hasilnya diperoleh dari observasi dan wawancara seputar persiapan persalinan ibu hamil yaitu kurangnya pengetahuan kesadaran ibu hamil untuk mempersiapkan persalinan. Sesuai dengan hasil observasi diperoleh bahwa pemberian penyuluhan kesehatan tentang persiapan persalina masih kurang diketahui oleh ibu hamil. Implementasi telah dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2023 pada Posyandu. ketika implementasi ibu hamil diberikan edukasi serta pemaparan materi persiapan persalinan. Simpulan: Keterlibatan suami diketahui mempengaruhi kehamilan dan persalinan. Keterlibatan suami selama kehamilan mengurangi sikap negatif terhadap kesehatan ibu dan secara signifikan mengurangi risiko kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan hambatan pertumbuhan janin. Saran: Hendaknya para pembaca khususnya para suami dan anggota keluarga mengetahui persiapan ibu hamil sebelum melahirkan agar dapat menghadapi dan mengantisipasi segala keadaan  darurat yang mungkin timbul pada masa kehamilan.
Pencegahan stunting di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung Wardiyah, Aryanti; Adha, Adinda Wulan; Palupi, Antika; Budiarti, Budiarti; Wulandari, Hesti; Pratiwi, Liza Ayu; Nepiana, Nurul; Saputra, Raihan; Hidayat, Taufiq; Kurniawan, Yogi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i1.390

Abstract

Background: Stunting is a condition where there is a lack of nutrition which causes the baby to be born earlier than it should be, it can be due to weight, maternal nutrition and fetal growth and development. Purpose: To improve knowledge about stunting prevention at the Kemiling Inpatient Health Center, Bandar Lampung City. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely asking permission from the head of the MBTS room to explain about stunting to the child's parents, providing media that will be used for counseling in the form of leaflets, purchasing tools and materials for implementing counseling activities. Results: The initial step before the activity was carried out by the survey team who conducted observations and interviews with the health center, the results of which were obtained from observations and interviews regarding stunting prevention, namely the lack of parental knowledge about stunting. In accordance with the results of the observation, it was obtained that the provision of health counseling about stunting prevention was still poorly known by parents. The implementation was carried out on January 2, 2024 at the Kemiling Health Center, Bandar Lampung City, when the implementation, parents were given education and presentation of childbirth preparation material. Conclusion: Stunting is a condition of chronic malnutrition due to inadequate nutritional intake and not in accordance with nutritional needs. The main factors causing stunting are: Food intake for survival. Low sanitation and environmental cleanliness can cause infectious diseases that disrupt the digestive tract. The impact of stunting is disruption of social life, disruption of the economy in the community, disruption of health, education and productivity of children in the future. In addition, stunting also results in disruption of gross and fine motor development. Keywords: Prevention; Society; Stunting. Pendahuluan: Stunting adalah kondisi dimana gizi kurang sehingga mengakibatkan bayi lahir lebih awal dari seharusnya, bisa dikarenakan berat badan, gizi ibu dan tumbuh kembang janin. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu meminta izin kepada kepala ruang mbts untuk menjelaskan tentang stunting kepada orangtua anak, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media leaflet, membeli alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Hasil: Langkah awal sebelum kegiatan dilakukan oleh tim survey yang melakukan observasi dan wawancara dengan pihak puskesmas yang hasilnya diperoleh dari observasi dan wawancara seputar pencegahan stunting yaitu kurangnya pengetahuan orangtua tentang stunting. Sesuai dengan hasil observasi diperoleh bahwa pemberian penyuluhan kesehatan tentang pencegahan stunting masih kurang diketahui oleh orangtua.  Implementasi telah dilaksanakan pada tanggal 02 Januari 2024 di Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung, ketika implementasi  orangtua diberikan edukasi serta pemaparan materi persiapan persalinan. Simpulan: Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis karena asupan gizi yang kurang dan tidak sesuai kebutuhan gizi. Faktor utama penyebab stunting adalah: Asupan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Rendahnya sanitasi dan kebersihan lingkungan dapat menyebabkan penyakit infeksi yang mengganggu saluran pencernaan. Dampak Stunting yaitu terganggunya kehidupan sosial, terganggunya ekonomi di masyarakat, mengganggu kesehatan, Pendidikan dan produktifitas anak dikemudian hari. Selain itu stunting juga mengakibatkan terganggunya perkembangan motorik kasar maupun halus.
Edukasi kejadian anemia pada ibu hamil yang memicu kegawatdaruratan maternal Wardiyah, Aryanti; Chrisanto, Eka Yudha; Zulhaida, Zulhaida; Nadira, Khoirul; Ladin, Juliawan; Sintia, Monica Bela Dwi; Rahmatika, Ida; Anjani, Ni Wayan Oktavia; Putri, Mia; Prayogo, Idfy Dwi; Sari, Yunidha Puspita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.445

Abstract

Background: Iron requirements increase during pregnancy to meet increased fetoplacental requirements, increase maternal red blood cell mass, and compensate for iron loss during birth. In more than 80% of countries worldwide, the prevalence of anemia during pregnancy exceeds 20% and is considered a major public health problem. Lampung Province, data shows that Bandar Lampung City has the highest number of cases of anemia in pregnant women, namely 1,975 cases (22.50%). Purpose: Increase the knowledge of pregnant and breastfeeding mothers regarding the prevention of anemia that triggers maternal emergencies. Method: The activity was carried out using lecture and presentation methods using leaflet media. Education was given to respondents regarding knowledge about anemia in pregnant and breastfeeding mothers, as well as regarding the prevention of anemia that can cause maternal emergencies. Results: Respondents were very enthusiastic about the material provided. In addition, several respondents who asked questions about the material on preventing anemia and were very interested in knowledge about anemia, none left the room before the community service activity was completed. One of the measures to prevent anemia is to consume foods rich in vitamins and minerals. Conclusion : Counseling activities on anemia can increase knowledge of preventing anemia in pregnant and breastfeeding mothers. Increasing knowledge will greatly help reduce the risk of several complications that endanger pregnant women and fetuses such as abortion, low birth weight and premature birth. So that indirectly it can suppress the occurrence of maternal emergencies. Keywords : Anemia; Education; Pregnant women; Prevention of anemia Pendahuluan: Kebutuhan zat besi meningkat selama kehamilan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan fetoplasenta,  meningkatkan massa sel darah merah ibu, dan  mengkompensasi kehilangan zat besi selama kelahiran. Di lebih dari 80% negara di seluruh dunia, prevalensi anemia selama kehamilan melebihi 20% dan dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama. Provinsi Lampung, data menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung memiliki jumlah kasus anemia ibu hamil tertinggi, yaitu sebanyak 1.975 kasus (22,50%). Tujuan : Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui mengenai pencegahan kejadian anemia yang memicu kegawatdaruratan maternal.  Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan presentasi menggunakan media leaflet.  Edukasi diberikan kepada responden mengenai pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil dan ibu menyusui, serta mengenai pencegahan kejadian anemia yang dapat menjadi penyebab terjadinya kegawatdaruratan maternal. Hasil: Responden sangat berantusias dengan materi yang diberikan. Selain itu, beberapa responden yang memberikan pertanyaan mengenai materi pencegahan anemia dan sangat tertarik dengan pengetahuan tentang anemia, tidak ada yang meninggalkan ruangan sebelum kegiatan pengabdian kepada masyarakat selesai dilakukan. Salah satu tindakan pencegahan anemia adalah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral.  Simpulan: Kegiatan penyuluhan tentang anemia dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan kejadian anemia pada ibu hamil dan ibu menyusui. Dengan meningkatnya pengetahuan akan sangat membantu mengurangi resiko  beberapa komplikasi yang membahayakan ibu hamil dan janin seperti abortus, berat badan lahir rendah dan persalinan prematuritas. Sehingga secara tidak langsung dapat menekan terjadinya kegawatdaruratan maternal.
Edukasi pencegahan tuberculosis (TBC) pada anak di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Setiawati, Setiawati; Juana, Rika; Alam, Rama Rajasa Ferlanda; Istawala, Anggun; Dhitya, Ray Krisna; Safitri, Hilda Meilinda; Irgi, Muhammad; Saputri, Maida; Muarif, Muhammad Syamsul; Kusumaningsih, Dewi; Wardiyah, Aryanti; Novikasari, Linawati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i3.493

Abstract

Background: Tuberculosis can be transmitted to children when active TB sufferers cough, talk, sneeze, sing, or speak without a mask or personal protective equipment. It is estimated that more than 20,000 cases of childhood tuberculosis occur in Indonesia each year. Indonesia is the country with the second highest number of tuberculosis cases in the world after India. Given that this disease is a dangerous disease, there needs to be sufficient public awareness and understanding of this disease. Purpose : Increase public knowledge about preventing TB transmission in children. Method: Implementation of activities using the lecture method, namely presenting material on preventing tuberculosis in children to participants by conducting interactive discussions. Education is also provided by providing instructions on how to prevent tuberculosis transmission in children. The supporting media used are leaflets and banner stands. Results: In this community service activity, most participants were able to answer well and understood the material presented. This program will be continued to find out how successful it is in increasing knowledge and its application in the work area of ​​the Kedaton Health Center, Bandar Lampung City. Participants were also enthusiastic about asking questions about the material provided. Conclusion: Educational activities to prevent TB transmission in children are very effective in increasing parental knowledge in protecting children from the negative impacts of tuberculosis transmission. Keywords: Children; Prevention; Tuberculosis transmission; Tuberculosis. Pendahuluan: Penyakit TBC dapat menular pada anak ketika penderita TBC aktif batuk, berbicara, bersin, bernyanyi, atau berbicara tanpa masker atau alat pelindung diri. Diperkirakan lebih dari 20.000 kasus tuberculosis anak terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus tuberculosis tertinggi kedua di dunia setelah India. Mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang berbahaya, maka perlu adanya kesadaran dan pemahaman masyarakat yang cukup terhadap penyakit ini. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penularan TB pada anak-anak. Metode: Pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah yaitu mempresentasikan materi mengenai pencegahan tuberculosis pada anak kepada para peserta dengan melakukan diskusi interaktif. Edukasi diberikan juga dengan memberikan petunjuk mengenai cara pencegahan penularan tuberculosis pada anak. Dengan media bantu yang digunakan adalah leaflet dan stand banner. Hasil: Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, sebagian besar peserta dapat menjawab dengan baik dan cukup memahami dari materi yang disampaikan. Program ini akan dilanjutkan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilannya yang adanya peningkatan pengetahuan dan penerapannya di wilayah kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung. Peserta juga berantusias melakukan tanya jawab mengenai materi yang diberikan. Simpulan: Kegiatan edukasi pencegahan penularan TB pada anak sangat efektif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam melakukan perlindungan terhadap anak dari dampak buruk penularan tuberculosis.
Asuhan keperawatan pada ibu post sectio cesarea (SC) dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pemberian ASI menggunakan pijat oksitosin Cahyanti, Anisa; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.414

Abstract

Background: Caesarean section is a surgery to give birth to a child through an incision in the abdominal wall and uterus. Problems that can arise in post-cesarean section patients such as ineffective breastfeeding. Ineffective breastfeeding is a condition where the mother and baby experience dissatisfaction or difficulty while breastfeeding (IDHS, 2017). Breast milk production can be accelerated with non-pharmacological measures, namely through oxytocin massage which can be done by massaging the area around the back (pars thoracic vertebrae). Purpose: Able to carry out nursing care for post sectio caesarea (SC) mothers with nursing problems ineffective breastfeeding using oxytocin massage in Metro City 2023. Method: Writing this final report using a descriptive research design with a case study design. Subjects used by 2 people who experienced breastfeeding nursing problems were not effective. This research was conducted in June 2023. This case study was conducted for 3 days with Oxytocin Massage for 2-3 minutes 2 times per day in the morning and evening. Results: Nursing management of ineffectiveness in breastfeeding with the application of oxytocin massage nursing actions that the author carried out for 3 days found the problem of Ineffective Breastfeeding in Postoperative Mothers with Sectio Caesarea associated with inadequate supply of breast milk in both clients resolved, all evidenced by clients Mrs. M and Mrs. A The production of breast milk is smooth and during the action the two clients are cooperative. Conclusion: There is an effect of oxytocin massage to increase milk production. Suggestion: For future researcher to examine factors that affect breast milk production in postpartum mothers such as nutrition during pregnancy and factors that affect anxiety production in postpartum mothers such as conditions after cesarean. Keywords: Oxytocin Massage; Pregnant Women; Sectio Caesarea. Pendahuluan: Seksio sesarea adalah suatu pembedahan untuk melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Masalah yang dapat muncul pada pasien post seksio sesarea seperti menyusui tidak efektif. Menyusui tidak efektif merupakan suatu kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui (SDKI, 2017). Pengeluaran ASI dapat dipercepat dengan tindakan non farmakologi,yaitu melalui pijat oksitosin yang dapat dilakukan dengan cara memijat areadisekitar punggung (vertebra pars thoratica). Tujuan: Mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu post sectio cesarea (SC) dengan masalah keperawatan ketidakefektifan pemberian ASI menggunakan pijat oksitosin di Kota Metro 2023. Metode: Pada penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus. Subjek yang digunakan 2 orang yang mengalami masalah keperawatan menyusui tidak efektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2023. Studi kasus ini dilakukan selama 3 hari dengan tindaka Pijat Oksitosin selama 2-3 menit 2 kali perhari pada pagi dan sore hari. Hasil: Pengelolaan  keperawatan ketidakefektifan  dalam  pemberian  ASI  dengan  penerapan  tindakan  keperawatan  pijat oksitosin  yang  penulis  lakukan  selama  3  hari  didapatkan  masalah  Menyusui  Tidak Efektif   Pada   Ibu   Post   Operasi   Dengan   Sectio   Caesarea berhubungan   dengan ketidakadekutan suplai ASI  pada  kedua  klien  teratasi  semua  dibuktikan  dengan klien  Ny  M dan Ny. A produksi ASI nya lancar dan selama tindakan kedua klien koperatif. Simpulan: Terdapat pengaruh pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Saran: Kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor yang mempengaruhi penegeluaran ASI pada ibu post partum seperti nutria selama hamil dan faktor yang mempengaruhi pengeluaran kecemasan pada ibu post partum seperti keadaan setelah sesar.
Faktor sosial ekonomi dengan Kejadian anemia pada remaja putri Rizka, Mahda; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v4i2.687

Abstract

Abstract Background: Anemia is a common problem among teenagers, especially young women. The cause is poor diet which has an impact on the nutritional status of the younger generation. Normal Hb levels in adolescent girls are (>12 g/dl). The incidence of anemia in adolescent girls is 29%. One of the factors causing anemia is socio-economic factors. Purpose: To determine the comparison of anemia with socioeconomic factors in adolescent girls at SMAN 7 and SMAN 14 in Kemiling, Bandar Lampung in 2024. Method: This is a quantitative study using a cross-sectional approach. The population consisted of adolescent girls from SMAN 7 and SMAN 14, totaling 261 respondents. The sampling technique used was random sampling. Results: In SMAN 14, 14.1% of students have abnormal menstrual periods and 85.9% have normal periods. In SMAN 7, 21.4% have abnormal menstrual periods and 78.6% have normal periods. In SMAN 14, 59.2% are anemic and 40.8% are non-anemic. In SMAN 7, 48.6% are anemic and 51.4% are non-anemic. In SMAN 14, 8.4% of parents have low education and 91.6% have high education; 22% of parents are unemployed and 78% are employed; 67.5% of parents have low income and 32.5% have high income. In SMAN 7, 7.1% of parents have low education and 92.9% have high education; 1.4% of parents are unemployed and 98.6% are employed; 65.7% of parents have low income and 34.3% have high income. Conclusion: In SMAN 14, out of 191 respondents, 113 (59.2%) are anemic, 175 (91.6%) have high parental education, 149 (78%) have employed parents, and 129 (67.5%) have low parental income. Low economic status leads to nutritional limitations for children.   Pendahuluan: Anemia merupakan masalah yang umum terjadi di kalangan remaja, khususnya remaja putri. Penyebabnya adalah pola makan yang buruk sehingga berdampak pada status gizi generasi muda. Kadar Hb normal pada remaja putri adalah (>12 g/dl) Kejadian anemia pada remaja putri adalah 29%. Salah satu faktor penyebab anemia adalah faktor sosial ekonomi. Tujuan: Untuk diketahuinya perbandingan Anemia dengan Faktor sosial ekonomi pada remaja putri di SMAN 7 dan SMAN 14 di Kemiling Bandar Lampung tahun 2024. Jenis penelitian yang di gunakan kuantitatif. Metode: Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah remaja putri di SMAN 7 dan SMAN 14 sejumlah 261 responden. Teknik sampling yang di gunakan random sampling. Hasil: Lama menstruasi di SMAN 14 sebanyak 14.1% tidak normal dan 85.9% normal. Sedangkan di SMAN 7 lama menstruasi 21.4% tidak normal dan 78.6% normal. Anemia di SMAN 14 sebanyak 59,2% anemia dan 40,8% tidak anemia. Sedangkan di SMAN 7 sebanyak 48.6% anemia dan 51,4% tidak anemia. Di SMAN 14 pendidikan orang tua 8,4% rendah dan 91.6% tinggi, pekerjaan orang tua 22% tidak bekerja dan 78% bekerja, pendapatan orang tua 67.5% rendah dan 32.5% tinggi. Sedangkan di SMAN 7 pendidikan orang tua 7.1% rendah dan 92.9% tinggi, pekerjaan orang tua 1.4% tidak bekerja dan 98.6% bekerja, pendapatan orang tua 65.7% rendah dan 34.3% tinggi. Simpulan: Di SMAN 14 anemia 113 responden (59.2%), pendidikan orang yang tinggi 175 responden (91.6%), pekerjaan orang tua yang bekerja 149 responden (78%), pendapatan orang tua yang rendah 129 responden (67.5%). Karena ekonomi yang rendah menyebabkan anak mengalami keterbatasan untuk mendapatkan gizi yang seharusnya.
Edukasi Pencegahan Dan Pertolongan Pertama Demam Berdarah Dengue Pada Anak Wardiyah, Aryanti; Juliawan, Ladin
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.18779

Abstract

Demam berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.Gejala demam berdarah pada anak yang menderita demam berdarah seringkali diartikan sebagai gejala pilek atau infeksi virus jenis lain. Demam berdarah dengue (DBD)  yang semakin parah pada tubuh anak karena adanya kebocoran plasma dan gejala yang terlihat seperti pembengkakan, tekanan, perut buncit, dan beberapa pendarahan spontan di beberapa bagian tubuh menimbulkan dampak negatif. Sampai saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk  demam berdarah dengue. Menjaga volume cairan  pasien sangat penting dan dilakukan sesuai pedoman hematokrit tergantung stadium penyakitnya. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini berkerjasama dengan Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung berlangsung pada Sabtu, 07 Desember 2024. Puskesmas Kemiling memberikan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu menggunakan metode sosialisasi. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan mengadakan sesi tanya jawab dengan responden yang hadir dan memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah disampaikan kepada responden.Kata Kunci : Edukasi, Demam Berdarah Dengue, Anak
Co-Authors Adha, Adinda Wulan Agung Budi Setiyawan Agustina, Marlina Alam, Rama Rajasa Ferlanda Amartya, Salsa Anastasya Ananda, Kiki Erlita Andoko Andoko, Andoko Andriyani, Veni Anggara, Respa Agustina Anjani, Ni Wayan Oktavia Anjeli, Riri Aprilia, Hanisa Aprina, Aprina Ariyansyah , Ariyansyah Aryanti, Lidya Budiarti Budiarti, Budiarti Bustami, Anita Cahyanti, Anisa Capilo, Pabio Leo Caristia, Angga Chrisanto, Eka Yudha Crista, Angga Dea, Mutia Ade Dewi Kusumaningsih DEWI SARTIKA Dhitya, Ray Krisna Dora, Miranti Dea Dwiartho, Muhammad Fiqi Eliya, Rahma Elliya, Rahma Epilasari, Epilasari Fachry Abda El Rahman Fadila, Enggar Fitri Julianti Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Gusleni, Meri Gustiani, Dwi Hesti Wulandari Hikma, Okva Hizrian, Emir Fajar Irgi, Muhammad Istawala, Anggun Jamhari Jamhari Juana, Rika Juliawan, Ladin Keswara, Umi Romayati Khairunnisa , Liyana Khoirudin, Parid Ladin, Juliawan Lathifah, Neneng Siti Lensi, Yufia Lestari, Linda Maharani, Erliana Marliyana Marliyana, Marliyana Marzuna, Marzuna Mualifah, Ria Muarif, Muhammad Syamsul Mu’alifah, Ria Nadira, Khoirul Nafisah, Nida Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novitasari, Linawati Nurfadila, Nima Oktaliana, Oktaliana Palupi, Antika Pratiwi, Liza Ayu Prayogo, Idfy Dwi Putri, Mia Rahayu Rahayu Rahmatika, Ida Ramadhani, Gita Rillyani ., Rillyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizka, Mahda Rohmah, Eis Ainun Romayati, Umi Rosa, Destiana Ryalita, Novindri Safitri, Hilda Meilinda Sahara, Amalia Saputra, Raihan Saputri, Maida Sari, nova Nurwinda Sari, Yunidha Puspita Setiawati Setiawati Setiawati Sintia, Monica Bela Dwi Slivia, Eka Sofa, Taufik Surani, Eka Sri Sutiyoko, Adi Suwares, Fara Millinia Syakilah, Siti Teguh Pribadi Trismiyana, Eka utami, deviani Velda, Ines Livia Warzati, Linda Winarno, Rudi Yati Afiyanti Yogi Kurniawan, Yogi Yuhono, Tuwi