p-Index From 2021 - 2026
12.515
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penyuluhan Jurnal Manajemen dan Agribisnis Sosiohumaniora Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa) Jurnal Social Economic of Agriculture Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Forum Agribisnis AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Jurnal Wilayah dan Lingkungan Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Jurnal Agribisnis Terpadu JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Pertanian Agros JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH JURNAL PERTANIAN Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Agri Wiralodra GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Agristan AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Gunung Djati Conference Series Journal of Business on Hospitality and Tourism Jurnal Manusia dan Lingkungan paradigma agribisnis Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Jurnal Agrisep paradigma agribisnis Jurnal Pertanian Agros Global Review of Tourism and Social Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

DESKRIPSI DAN KORELASI ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU KONSUMEN MINUMAN FERMENTASI Rasmikayati, Elly; Wiyono, Sulistyodewi Nur; Saefudin, Bobby Rachmat
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 1 (2025): EDISI JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i1.52

Abstract

Fermented drinks are healthy drinks that play an important role in culture and tradition in Indonesia. Drinks that have health benefits have become a trend due to increasing public awareness of health. However, there is limited public knowledge about fermented beverage products which have an important role in shaping a person's consumption behavior. This study aims to describe and analyze the correlation between knowledge and behavior of fermented beverage consumer. The research method uses a survey method to 56 fermented drink consumers from the results of simple random sampling techniques. Data analysis uses descriptive statistics and chi square tests. The results of the study include showing a significant correlation between knowledge of the benefits of fermented beverage, knowledge of many types of fermented beverage, and knowledge of the lack of fermentation in consumer knowledge variables with reasons for consuming fermented beverage and many brands of fermented beverage consumed in consumption behavior variables.
POTENSI DAN KENDALA YANG DIHADAPI PETANI MANGGA DALAM MENGAKSES LEMBAGA PEMASARAN (STUDI KASUS DI KECAMATAN GREGED KABUPATEN CIREBON) Rasmikayati, Elly; Azizah, Mentari Nur; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2233

Abstract

Kabupaten Cirebon memiliki potensi besar dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi mangganya namun trennya berfluktuatif dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah masalah sulitnya petani mengakses lembaga pemasaran mangga yang lebih bersaing dalam harga jual mangganya seperti pasar induk, pasar modern atau pasar ekspor. Kecamatan Greged yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Beber dan Kecamatan Astanajapura merupakan kecamatan yang paling berpotensi dalam pengembangan agribisnis mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala petani dalam mengakses lembaga pemasaran di Kecamatan Greged. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat analisis data yaitu analisis statistika deskriptif dan analisis crosstabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi petani manga di Kec. Greged dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya mudahnya akses mendapatkan Informasi Pemasaran, system pembayaran tunai, pengetahuan mengenai informasi harga jual manga di pasar, kendali penentuan harga yang sudah banyak ditentukan oleh pihak petani dari pada pembeli, kemudahan syarat mengakses pasar dan sudah tersedianya sarana transportasi. Sedangkan kendala yang dihadapi petani mangga dalam mengakses lembaga pemasaran diantaranya cara penjual manga yang masih banyak dilakukan petani melalui perantara dan pembeli mangga yang sebagian besar masih ke pedagang pengepul atau bandar. Lebih lanjut, kebijakan revitalisasi kelembagaan mangga terutama lembaga kelompok tani harus dilakukan agar lembaga ini lebih berperan dalam memasarkan hasil mangga dari para petani. Selain itu petani harus lebih didorong untuk mampu menjual hasil panennya ke pasar secara langsung baik pasar tradisional, pasar induk, pasar modern maupun pasar ekspor. Kata Kunci: Akses Petani, Lembaga Pemasaran, Petani Mangga, Kelompok Tani.
PERILAKU AGRIBISNIS PETANI MANGGA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT Rasmikayati, Elly; Saefudin, Bobby Rachmat; Nadapdap, Hendrik; Supriyadi, Supriyadi
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3154

Abstract

Agribisnis hendaknya menjadi budaya dalam mengelola perusahaan agribisnis maka otomatis pendapatan dan kesejahteraan petani pun akan meningkat. Namun demikian, masih rendahnya kualitas dan kuantitas hasil produksi mangga yang disebabkan teknologi yang masih sederhana dan perilaku petani yang sulit untuk mengikuti arahan penyuluh pertanian dalam kegiatan agribisnis mangganya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis perilaku agribisnis petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat pada semua subsistem agribisnisnya. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebanyakan petani mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka menggunakan sumber modal sendiri dalam usahatani, sumber saprotan membeli sendiri, memiliki tenaga kerja 1 orang dari keluarga sendiri dan 0-3 orang selain dari keluarga, menerapkan teknologi off season, pengendalian OPT menggunakan pestisida dan perangkap hama, memiliki hasil panen dengan kualitas grade A dan B berkisar 50-70%, dan produktivitas mangga 100 – 300 kg/pohon. Mayoritas petani menggunakan lahan kebun/ladang untuk bertanam mangga dan menjual hasil panen ke pedagang pengumpul/tengkulak, jarak ke pasar < 10 km, dan penetapan harga jual mangga hampir 90% oleh pembeli. Kata Kunci: Perilaku Agribisnis, Sistem Agribisnis, Petani Mangga.  
FENOMENA PERALIHAN USAHATANI MANGGA KE PADI DI KECAMATAN SEDONG, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT Saefudin, Bobby Rachmat; Rasmikayati, Elly; Dwirayani, Dina; Awaliyah, Fitri; AD Rachmah, AD Rachmah
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3156

Abstract

Mangga merupakan jenis buah yang diminati oleh konsumen, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga agribisnis mangga seharusnya dapat memberikan keuntungan yang besar bagi petani mangga. Namun demikian, saat ini banyak petani mangga di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon mulai meninggalkan usahatani mangga dan beralih ke usahatani padi. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah menganalisis perbedaan karakteristik petani yang bertahan dalam usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi dan mengkaji penyebab petani memutuskan untuk tetap bertahan pada usahatani mangga atau beralih ke usahatani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kepada sampel petani di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon yang terdiri dari 30 orang petani yang melakukan usahatani mangga dan pernah melakukan usahatani padi dan 35 orang untuk petani mangga yang beralih ke padi. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan produktivitas mangga, penggunaan teknologi off season, status penguasaan lahan mangga, luas lahan mangga, pendapatan usahatani mangga dan keanggotaan kelompok tani mangga antara petani mangga yang bertahan di usahatani mangga dan yang beralih ke usahatani padi. Petani mangga yang bertahan umumnya merupakan petani skala besar dan memiliki tingkat adopsi yang tinggi. Petani mangga yang beralih ke padi uumnya merupakan petani skala kecil dengan tingkat adopsi teknologi yang rendah. Sementara itu, pendapatan yang tinggi menjadi alasan petani untuk tetap melanjutkan usahatani mangga. Namun disisi lain, keterbatasan modal merupakan alasan terbesar dibalik keputusan petani mangga yang beralih ke usahatani padi.  Kata Kunci: Peralihan Usahatani, Alih Usahatani, Petani Mangga, Usahatani Padi.  
Karakteristik Individu Dan Usahatani Petani Mangga Yang Melakukan Kemitraan Pemasaran Di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Majalengka Rasmikayati, Elly; Budi Kusumo, Rani Andriani; Sukayat, Yayat; Arisyi, Yudistira Haikal; Saefudin, Bobby Rachmat
Paradigma Agribisnis Vol 3 No 1 (2020): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v3i1.3544

Abstract

Petani mangga di Kecamatan Sindang Kasih, Kabupaten Majalengka sudah cukup lama melakukan kemitraan dengan UD Wulan Jaya sebagai upaya menjangkau pemasaran mangga yang lebih luas hingga pasar ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik individu dan usahatani petani yang bermitra dengan UD Wulan Jaya dan menggali bagaimana harapan petani dalam pelaksanaan kemitraan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan metoda survey kepada petani mangga yang bermitra aktif dengan UD Wulan Jaya menggunakan manga, Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik individu petani mangga yang bermitra dengan UD Wulan Jaya mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia 46-64 tahun, berpendidikan SD, pekerjaan utamanya usahatani mangga, Pendapatan dari berusahatani mangga umumnya berkisar 11 juta hingga 32 juta rupiah per tahun. Mayoritas dari mereka sudah cukup berpengalaman dalam berusahatani mangga dan mangga semua petani menggunakan modal pribadi mereka sebagai sumber modal usahatani mangga. Sementara itu untuk karakteristik usahatani mangga umumnya dilakukan di luas lahan sedang yang berstatus lahan milik atau sewa. Jumlah pohon mangga yang mereka kuasai umumnya dibawah 150 pohon tetapi ada juga yang di atas 600 pohon, sedangkan produktivitas mangga per pohonnya umumnya dibawah 100 kg. Harapan para petani mangga terkait kemitraan ini adalah dikembangkannya mangga, pengolahan mangga dan pengembangan pola kemitraan yang lebih informatif dan terbuka. Kata kunci: karakteristik petani; karakteristik usahatani; kemitraan pemasaran mangga; petani mangga, pasar ekspor
Edukasi Olah Makan dan Olah Minum untuk Menggapai Sehat Rohani dan Jasmani (SEROJA) Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13815

Abstract

Masyarakat khususnya ibu rumah tangga seyogyanya sudah memahami dan melakukan pola makan dan minum yang benar dan tepat agar menjadikan keluarganya sehat jasmani dan Rohani. Tetapi kenyataannya banyak keluarga yang pola makan dan minumnya tidak diatur, sehingga mereka menjadi rentan untuk terkena penyakit ringan atau penyakit berat dalam jangka waktu yang lebih lama. Pengabdian Masyarakat “Sosialisasi Olah Makan dan Olah Minum untuk Menggapai Sehat Jasmani dan Rohani (SEROJA)” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu di Desa Cipacing, tentang pentingnya hidup sehat dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Metode yang digunakan dalam aksi sosial ini mencakup sosialisasi dan praktik olah makan dan olah minum, dengan fokus pada urutan makan yang benar dan menyehatkan serta cara dan waktu minum yang tepat. Metode yang dilaksanakan melewati beberapa tahap, mulai dari perencanaan, administrasi kegiatan, dan penyusunan materi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan presentasi materi teori tentang makan dan minum yang sehat dan benar, kemudian sesi tanya jawab, praktek langsung olah makan dan olah minum oleh peserta, dan penutupan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan tingginya antusiasme dari ibu-ibu dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka cukup terkejut dalam mengikuti materi, serta praktek olah makan dan minum, dikarenakan porsi nasi yang biasanya dimakan oleh ibu-ibu menjadi berkurang sekitar 50% dari biasanya. Hal lainnya Ketika minumnya diatur, ibu-ibu juga langsung merasakan bahwa perutnya tidak kembung. Kedepannya Pengetahuan yang diberikan mengenai pengaturan makan dan minum ini dapat diimplementasikan oleh ibu-ibu dan keluarganya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga keluarga ibu-ibu dapat menggapai sehat Rohani dan jasmani (SEROJA) dan mudah merasa bahagia.
Penyuluhan Perluasan Pemilihan Pasar Mangga Melalui Identifikasi Potensi dan Kendala Dalam Usahataninya Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah; Saefudin, Bobby Rachmat
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13818

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultur unggulan Indonesia. Potensi tersebut seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petaninya, juga dengan produksi yang berlimpah seharusnya mereka dapat melakukan pemilihan pasar bagi mangganya dengan lebih bebas.  Tetapi kenyataannya akses pasar para petani masih terbatas, bahkan di pasar ekspor mangga Indonesia masih sangat minim. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mengindentifikasi Potensi dan kendala dalam pemasaran mangga di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan informasi tersebut adalah dengan metode FGD. Metode yang dilaksanakan melewati beberapa tahap, mulai dari perencanaan, administrasi kegiatan, dan pengumpulan informasi. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukan tingginya antusiasme dari para petani mangga dalam mengikuti rangkaian kegiatan, yang ditunjukan dengan banyaknya partisipan dalam kegiatan FGD ini. Kemudahan dalam mendapat modal usaha, terbiasanya menggunakan Teknik budidaya mangga dan persentase mangga yang berkualitas tinggi merupakan Potensi dari usahatani mangga di Kecamatan Panyingkiran.  Sedangkan kendala yang sering  dihadapi petaninya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga biaya pemeliharan tanaman mangga menjadi mahal dan kualitas mangga menjadi tidak terkontrol. Diharapakan dengan mengetahui potensi dan kendala yang dihadapi, para petani dapat melakukan pemilihan pasar yang lebih luas, tidak hanya tengkulak, bandar, atau pasar tradisional tapi dapat memasarkan mangga juga ke bandar besar, supermarket, pasar luar provinsi dan eksport.
DESKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS DAN KEUNTUNGAN USAHATANI KENTANG JAWA BARAT Rasmikayati, Elly; Sukayat, Yayat; Saefudin, Bobby Rachmat
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3795

Abstract

Potatoes are a superior commodity in the Indonesian agricultural sector in supporting food security, but there has been a continuous decline in the planting area and potato harvest area in West Java over the past 8 years. The objects of this research were 500 potato farmers in West Java. These respondents were selected using a 2-stage stratified sampling technique. The data used in this research are primary and secondary data. The primary data collection tool in this research is a survey. The aim of this research is to describe the factors that influence potato farming. In the research, it was found that education, productivity, capital, and land area varied in the level of success of farming. Then, the use of varieties, fertilizers and pesticides is also related to fluctuations in farmers' potato yields. Likewise with credit and land area that has an irrigation system. Furthermore, potato farmers are able to produce 15 to 25 tons of potatoes per hectare, with a planting frequency of twice a year. The first buyers of farmers' potatoes are generally dealers (64%). Even though the farmers who sell to modern markets are still limited (13 people), the profits are higher compared to farmers who sell to traditional markets. Keywords: Potato Farming, West Java Potato Farming, Determinants INTISARIKentang merupakan komoditas sektor pertanian Indonesia yang unggul dalam mendukung ketahanan pangan namun terdapat penurunan luas areal tanam dan luas panen kentang di Jawa Barat secara terus menerus selama 8 tahun ke belakang. Objek pada  penelitian ini adalah 500 petani kentang di Jawa Barat, responden tersebut dipilih menggunakan teknik sampling stratifikasi 2 tahap. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Alat pengumpulan data primer pada penelitian ini adalah survey. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani ketang. Pada penelitian didapat bahwa pendidikan, produktivitas, permodalan, dan luas lahan dengan bervariasinya tingkat keberhasilan usahatani. Kemudian, penggunaan varietas, pupuk dan pestisida juga berkaitan dengan berfluktuasinya hasil kentang petani. Demikian juga halnya dengan kredit dan luas lahan yang memiliki sistem pengairan. Selanjutnya, petani kentang mampu menghasilkan kentang sebanyak 15 sampai dengan 25 ton per hektar, dengan frekuensi tanam dua kali setahun. Pembeli pertama kentang petani umumnya adalah bandar (64%). Walaupun petani yang menjual ke pasar modern masih terbatas (13 orang), tetapi keuntungannya lebih tinggi dibandingkan dengan petani yang menjual ke pasar tradisional. Kata kunci: Usahatani Kentang, Pertanian Kentang Jawa Barat, Determinan
Tata kelola agroeduwisata di kampung Pasir Angling dan taman Bincarung, desa Suntenjaya Endah Djuwendah; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; O Hasbiansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23590

Abstract

Abstrak Agroeduwisata perpaduan antara konsep agrowisata dan edukasi. Agroeduwisata merupakan salah satu potensi ekonomi kreatif dibidang pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kampung Pasir Angling  desa Suntenjaya  memiliki  panorama  keindahan alam sehingga cocok untuk dikembangkan menjadi desa  agroeduwisata. Terdapat dua kelompok sadar wisata (Pokdawis) yang mengelola agroeduwisata di Kampung  Pasir Angling  yaitu Pokdarwis Pasir Angling dan Pokdarwis Taman Bincarung.  Namun, keberadaan  dua  Pokdarwis  malah memunculkan permasalahan  berupa kurangnya  komunikasi dan kerjasama dalam pengelolaan wisata di Kampung Pasir Angling. Berdasarkan hal tersebut tujuan pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dan kendala dalam pengembangan agroeduwisata dan menganalisa sistem tata Kelola wisata di Kampung Pasir Angling. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberdayaan partisipatif  dengan teknis  wawancara, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan  dan pendampingan yang melibatkan peran serta mitra secara aktif, pengabdian ini melibatkan Pokdarwis, karang taruna dan  kelompok usaha bersama (KUB)  kuliner. Secara umum tata kelola wisata di Kampung Pasir Angling sudah baik terlihat dengan adanya atribut wisata berupa tanda penunjuk arah, papan denah wisata, dan arah evakuasi bencana. Selain itu, Pengabdian ini berhasil mengidentifikasikan potensi dan kendala yang dihadapi Pokdarwis dalam pengelolaan agroeduwisata. Berdasarkan hasil identifikasi kendala yang dihadapi oleh dua Pokdarwis tersebut adalah komunikasi yang kurang lancar  antar pihak pengelola serta kurangnya alat bantu komunikasi. Sedangkan kendala yang dihadapi Pokdarwis Taman Bincarung adalah rendahnya partisipasi  masyarakat dalam  pengembangan  wisata  Buper Taman Bincarung karena belum jelasnya aturan dan perizinan  pengelolaan wisata  Taman Bincarung yang belum selesai. Harapannya hasil pengabdian ini dapat menjadi acuan pihak Kampung Pasir Angling dalam mengembangkan agroeduwisatanya. Kata kunci: agroeduwisata; desa wisata; kendala; pokdarwis; tata kelola Abstract Agroedu Tourism The Combination of the Concept of Agro -Tourism and Education. Agroeduism is one of the potential of the creative economy in the field of agriculture that can improve the welfare of its people. Kampung Pasir Angling Suntenjaya Village has a panoramic view of natural beauty so it is suitable to be developed into an agroedu tourism village. There are two Tourism Awareness Groups (Pokdawis) that manage agroeduism in the angling sand village, namely pokdarwis sand angling and pokdarwis park bincarung. Howver, the existence of two pokdarwis actually raised problem in the form of lack of communication and cooperation in the management of tourism in Kampung Pasir Angling. Based on this, the purpose of this service is to identify the potential and obstacles in the development of agroeduism and analyze the tourism governance system in Kampung Pasir Angling. The method used in this service is participatory empowerment with interview technical, focus group discussion (FGD), counseling and assistance involving the participation of partners actively, this service involves pokdarwis, Youth Organization and Culinary Joint Business Group (CUB). In General, Tourism Governance in Kampung Pasir Angling has been like well with the presence of tourist attributes in the form of directions, tourist planning boards, and the direction of disaster evacuation. In addition, this dedication succeeded in identifying the potential and obstacles faced by pokdarwis in agroeduism management. Based on the results of the identification of the constraints faced by the two pokdarwis are substandard communication between the managers and the lack of communication aids. While the obstacles faced by Pokdarwis Taman Bincarung are the Low Participation of the Community in the Development of Taman Taman Tourism because the rules and licensing of Bincarung Park Tourism Management are not finished finished. It is hoped that the results of this service can be a reference for the angling sand village in developing its agroeduwis. Keywords: agro-education; tourism village; constraint; pokdarwis; governance
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP MINUMAN FERMENTASI: STUDI KOMPARATIF ANTAR KELOMPOK UMUR Rasmikayati, Elly; Yudha, Eka Purna; Saefudin, Bobby Rachmat
Jurnal Pertanian Agros Vol 28 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v28i1.162

Abstract

Fermented beverages have become increasingly popular as functional products that offer health benefits, particularly in improving digestive function and enhancing body immunity. However, the successful marketing of these products largely depends on understanding consumer preferences, which may vary according to demographic characteristics, especially across different age groups. This study aims to analyze the differences in consumer preferences for five key attributes of fermented beverages—taste, price, packaging, packaging volume, and serving temperature—across four age categories: children, adolescents, adults, and the elderly. The research employed a quantitative survey method involving 145 respondents. Data were analyzed using frequency distribution tables, boxplot analysis, and the Kruskal–Wallis test. The results revealed that, in general, consumers preferred sweet and sour tastes in balanced proportions, favored products priced above Rp 10,000, and tended to prefer plastic packaging, although interest in glass packaging has begun to emerge. The most preferred packaging volume was 100–250 ml, and cold serving temperature remained the dominant preference. Statistical tests showed significant differences in preferences for price, packaging, and serving temperature across age groups (p < 0.05). Children preferred lower prices, plastic packaging, and cold beverages, whereas adults and the elderly showed a stronger preference for glass packaging, larger volumes, and warmer serving temperatures. Conversely, no significant differences were found in taste and packaging volume preferences (p > 0.05).
Co-Authors AD Rachmah AD Rachmah AD Rachmah, AD Rachmah Adi Nugraha Agriani Hermita Sadeli Ahmad Choibar Tridakusumah Ai Sri Hartati Akbar Adiputra Irawan Alifia, Salma Alvi Nurin Deanier Alvi Nurin Deaniera Alvi Nurin Deaniera Amallia Ridhatillah Andraeni, Nabila Sukma Anjelia, Serly Anne Charina Anton Eisa Putra Arisyi, Yudistira Haikal Asep Faisal Augustiani, Ayu Andira Aurelia Fadhilah Sari Aurelia Fadhilah Sari Azizah, Mentari Nur Bambang Yudi Ariadi Bayu Utomo Sumarsah, Muhammad Nugroho Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Briani Fahriah Ramadhani Purnomo Damanik, Marisa Sara Derifa Shafa Elwinda Dhany Esperanza Dhany Esperanza Dika Supyandi Dika Supyandi Dika Supyandi Dina Dwirayani Dini Rochdiani Dwirayani, Dina Eddy Renaldi Eka Purna Yudha Elfadina, Ellisa Agri Eliana Wulandari Ellisa Agri Elfadina Endah Djuwendah Erna Rachmawati Erna Rachmawati Ernah Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Fahira, Difa Rizki Faujiah, Sifa Fellingga Cahayu Garwa Widadari Budoyo Fitri Awaliyah Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Gilangsari Putri Gunardi Judawinata Halim, Indah Oktavia Hanifatur Aziz Nur Ishmah Hanipradja, R.A. Sukma Ayu Hendrik Johannes Nadapdap Hendrik Nadapdap Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Irawan, Akbar Adiputra K, Maman Haeruman Kevin Marsa Tilano Khairuna Utami Kuswarini Kusno Lies Sulistyowati Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Mahra Arari Heryanto Mentari Nur Azizah Mentari Nur Azizah Minar, Jeane Felicia Nolly Mochamad Dafa Zikriawan Purnama Mufti Helmi Mufti Helmi Muhammad Nugroho Bayu Utomo Sumarsah Nisrina Guzmarani Nur Halimah Amir Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurisa Asrienda Shafira O Hasbiansyah Pandi Pardian Rachmah, Alisabela Dhiya Raden Ajeng Sukma Ayu Hanipradja Rahmah, Ulya Rahman Syakur Rani Andriani Rani Andriani Budi Kusumo Resa Ana Dina Riky Rizkiansyah Risyad M. Ikhsan Ronnie Susman Natawidjaja Sara Qanti Serly Anjelia SETIAWAN, IWAN Shintiya Devi Siregar Sintia Afriyanti Sintia Afriyanti Sintia Afriyanti Siti Tari Syamsiah Sri Fatimah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Trisna Insan Noor Tuhpawana Priatna Sendjaja Tuti Karyani Waqi, Lutfi Ahmad Wati, Fitriana Widyarina Ramadhani widyarina Ramadhani Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat, Yayat Yayi Suryo Prabandari Yohana Esfrensa Millenia Indah Simatupang Yomitha Faradina Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yulia Sari Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuyun Yuwariah Zikriawan Purnama, Mochamad Dafa Zumi Saidah