p-Index From 2021 - 2026
11.352
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penyuluhan Jurnal Manajemen dan Agribisnis Sosiohumaniora Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa) Jurnal Social Economic of Agriculture Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Forum Agribisnis AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Jurnal Wilayah dan Lingkungan Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal) Jurnal Agribisnis Terpadu JEPA (Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Pertanian Agros JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH JURNAL PERTANIAN Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian J-Dinamika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Agri Wiralodra GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Agristan AGRITEKH (Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pangan) Gunung Djati Conference Series Journal of Business on Hospitality and Tourism Jurnal Manusia dan Lingkungan paradigma agribisnis Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Jurnal Agrisep paradigma agribisnis Jurnal Pertanian Agros Global Review of Tourism and Social Sciences
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Mangga dalam Pemilihan Pasar di Kabupaten Indramayu Rani Andriani; Elly Rasmikayati; Gema Wibawa Mukti; Sri Fatimah
Jurnal Penyuluhan Vol. 15 No. 2 (2019): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.21 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v15i2.27736

Abstract

Increasing domestic demand for mangoes in recent years has increased rapidly, not only in terms of quantity but also in terms of quality of mango, especially for modern markets. But only a small part of the mango which could entered the modern market. Understanding of farmers' access to markets is needed to increase farmers' capacity as an effort to improve farmers' welfare. The purpose of this research were to: 1) Analyze socioeconomic characteristics of mango farmers in Indramayu Regency; 2) Analyze the mango marketing channelin Indramayu District; 3) Analyze the factors that influence the decision of mango farmers in market selection in Indramayu District. This research is a quantitative research with 130 mango farmers who were taken by using multi stage random sampling. Data were analyzed descriptively as well as logistic regression analysis. The results showed that most of the farmers were in productive age, had completed primary school education, had <100 trees, never participated in the activity, did not join to farmers group and partnership in marketing. Most farmers market their crops to collecting traders. The level of education of farmers, frequency of extension activities, access to information about mango’s market, quality requirements, the percentage of mango of goodquality and the attachment of farmers to certain financing sources are the factors that significantly influence the farmer's decision in choosing the market. The role of farmer groups is needed to collect farmers in marketing their crops with profitable systems for farmers.
Adaptation Behavior of Mango Farmers to Climate Change Dhany Esperanza; Gilangsari Putri; Elly Rasmikayati; Sara Qanti; Yuyun Yuwariah
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 15 No. 3 (2018): JMA Vol. 15 No. 3, November 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.264 KB) | DOI: 10.17358/jma.15.3.268

Abstract

The continuing climate change phenomenon causes disruption to agricultural sector including seasonal fruits such as mangoes. To anticipate the negative effects of climate change, the farmers adapt themselves in order to maintain their mango farming. The dynamics of mango farmers related to the adaptation of agribusiness strategy due to climate change occur at the level of production/cultivation and marketing. The objectives of this study are to: (1) Identify the factors that influence the behavior of mango farmers' adaptation as an effort to minimize the risks due to climate change; (2) Describe the adaptation behavior of mango farmers based on interactions among the factors that influence the adaptation by using causal loop diagrams. The results showed that the adaptation behavior of mango farmers was constructed on 37 variables from 8 categories, namely, climate change, production, marketing, income, financing, productivity, information adoption, and innovation. Adaptation behavior of mango farmers to climate change arises not only as the farmers’ effort to maintain the mango farming they run but also to maintain their lives. The use of growth regulator and pesticides are shortcuts taken by farmers to increase production without realizing the side effects that can arise and accumulate in the long term. The income variable is the leverage point of the behavior pattern that is reflected in the causal loop diagram. Small changes in income will cause major changes in the overall system described.Keywords: climate change, mango farmer, system thinking, causal loop diagram, system archetypes
Kajian Pembandingan Preferensi Konsumen pada Dua Kedai Kopi di Cibinong, Kabupaten Bogor Bobby Rachmat Saefudin; Alvi Nurin Deanier; Elly Rasmikayati
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Agrovital Volume 5, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v5i1.637

Abstract

Bisnis kedai kopi merupakan salah satu usaha pemasaran agribisnis yang sedang berkembang cukup pesat di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor seiring meningkatnya konsumsi kopi serta adanya perubahan gaya hidup masyarakat. Penjualan di kedai kopi dengan lokasi usaha lebih strategis merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan penjualan dibandingkan pada lokasi usaha yang kurang strategis. Namun kenyataannya, Jigana Coffee Shop yang lokasinya strategis justru pengunjungnya sedikit dan mengalami tren penurunan penjualan, sedangkan Kedai Kopi Inspirasi yang lokasinya kurang begitu strategis justru lebih ramai pengunjung dan penjualannya cenderung meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan membandingkan profil perusahaan Jigana Coffee Shop dan Kedai Kopi Inspirasi serta preferensi konsumen pada kedua kedai kopi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey terhadap sampel 27 orang konsumen Jigana Coffee Shop dan 45 orang konsumen Kedai Kopi Inspirasi serta wawancara dengan pemilik dan karyawan kedua kedai kopi. Alat analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, statistika deskriptif dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari struktur perusahaan, suasana bekerja dan deskripsi pekerjaan dari kedua kedai kopi ini cenderung sama. Hanya saja pemilik Kedai Kopi Inspirasi mempunyai visi dan misi selain mengenalkan dan meningkatkan konsumsi kopi masyarakat juga membuka lapangan kerja bagi orang yang putus sekolah agar bisa tetap berpenghasilan dan belajar lebih dalam mengenai kopi. Sementara itu, dari hasil uji Mann-Whitney U dapat disimpulkan bahwa banyaknya pengunjung dan meningkatnya penjualan di Kedai Kopi Inspirasi tidak terlepas dari faktor keterjangkauan harga, kelengkapan fasilitas dan suasana kedai yang tidak kalah dari Jigana Coffee Shop. 
STUDI POLA DAN DERAJAT KEMITRAAN PEMASARAN MANGGA ANTARA PETANI MANGGA DENGAN UD WULAN JAYA Elly Rasmikayati; Yudistira Haikal Arisyi; Bobby Rachmat Saefudin; Fitri Awaliyah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i1.4567

Abstract

Kemitraan mangga seyogyanya dapat meningkatkan kesejahteraan petani mangga, namun sering kali kesepakatan kemitraan antara petani dan perusahaan mitra yang tertuang dalam kontrak belum berfungsi dengan baik dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan derajat kemitraan pemasaran mangga antara petani mangga dengan perusahaan mitra. Objek penelitian adalah hubungan kemitraan antara petani mangga dengan UD Wulan Jaya sebagai perusahaan mitra eksportir mangga di Kecamatan Singdangkasih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survey. Data dianalisis dengan menggunakan pedoman penetapan tingkat hubungan kemitraan usaha pertanian berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian nomor 944/Kpts/OT.210/10/97 Tanggal 13 Oktober 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang diterapkan oleh UD Wulan Jaya dengan petani mitra adalah pola KOA dengan derajat kemitraan sebesar 721 yang menyatakan bahwa kemitraan berada pada tingkat Madya.
Behavioral Dynamics of Farmers and First Buyer in Marketing Mangoes in Sedong District, Cirebon Regency, West Java Aurelia Fadhilah Sari; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i1.4072

Abstract

Mango marketing will be profitable for farmers if they are free to determine one of the first buyers in the market and get the maximum profit. But in reality, most mango farmers have a high dependence on selling their crops to middlemen. This is due to farmers' limitations on market information and access to capital. This research aimed at describe variation of first buyers for mango farmers and farmer's behavior in selling mango crops to first buyer parties. This research was conducted by survey research method. Respondents in this study were 50 mango farmers in Sedong District, Cirebon Regency. The data was analyzed using descriptive statistics and crosstabulation analysis. The results show that the variation of first buyers for mango farmers in Sedong District were a) 1 direction: wholesalers, middlemen/traders b) 2 directions: wholesalers, traditional markets; middlemen/traders, traditional markets; middlemen/traders, wholesalers, dan c) 3 directions: wholesalers, exporters, retailers; middlemen/traders, wholesalers, traditional markets. There are mango farmers who have sold to modern retailers, but have stopped doing partnerships because they are unable to fulfill the quality requirements set by modern retailers. However, majority of mango farmers (72%) in Sedong District still sell mango crops to middleman/traders.
CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS: FAKTOR-FAKTOR PENENTU AGRIBISNIS MANGGA DI KABUPATEN MAJALENGKA BERDASARKAN PENGUASAAN LAHANNYA Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.865 KB) | DOI: 10.33512/jat.v11i1.5088

Abstract

Mango farmers in Majalengka Regency who have narrow land tenure tend to market their mangrove production only to traditional markets. Even if they are able to improve their agribusiness behavior, even smallholder farmers should have the opportunity to market mango production to the modern market which includes supermarkets and exports that will increase farmers' income. The purpose of this paper are: 1) To analyze the characteristics of mango farmers in Majalengka Regency; and 2) Analyzing the determinants of mango agribusiness in Majalengka Regency based on their land tenure. The research method used survey techniques in Majalengka District as one of the centers of mango production in West Java. The sample of farmers determined using 130 stratification sampling techniques. Data analysis techniques carried out using descriptive statistical analysis, and confirmatory factor analysis. The results of the study show that the proportion of farmers with narrow land tenure is 43 people (33.08%) while 87 people (66.92%) are mango farmers who are cultivating medium and wide land. Farmers who have narrow land tenure have a more homogeneous age than farmers whose land area is medium and wide, but more heterogeneous in terms of mango farming experience. The level of education of farmers with narrow land is lower than that of farmers whose land area is medium and wide. Factors that determine mango agribusiness in Majalengka Regency for farmers with narrow mastery, all significant factors are social factors, economic factors, technological factors, resource factors, institutional factors and cultural factors. Whereas for farmers with medium and broad mastery, significant factors are social factors, technological factors, resource factors and institutional factors, while economic factors and cultural factors are not significant.
AGRIBUSINESS BEHAVIOR OF MANGO FARMERS IN THE DISTRICT OF PANYINGKIRAN MAJALENGKA REGENCYBASED ON MANGO OWNERSHIP Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Hendrik Johannes Nadapdap; Fitri Awaliyah
Sosiohumaniora Vol 22, No 2 (2020): SOSIOHUMANIORA, JULY 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v22i2.25472

Abstract

Mango varieties of Arumanis and GedongGincu is one of the horticultural commodities that are superior to Indonesian exports. The high local and international demand also makes the consumers preference of mango higher. Nevertheless, the development of mango agribusiness related to behavior of agribusiness farmers and the amount of mango trees is still not optimal. This study aims to determine the relationship between the agribusiness behavior of mango farmers and the number of mango trees. The method used in this study is a survey method with descriptive statistical and Chi-Square analysis tools. The results showed that the majority of mango farmers in Panyingkiran sub-district, Majalengka regency are farmers with narrow land (0.1-1 Ha) with the status of privately land. Farmers with privately status is command <50 mango trees on their land, while farmers who control > 200 mango trees are farmers with rental tree status. Farmers with little, medium, and large amounts of mango trees use private capital to cultivate mangoes and easily gain access to farm credit. The farmer makes the middleman as the final market destination and uses a cash payment system in buying and selling transactions. There are 6 variables of agribusiness behavior of mango farmers in Panyingkiran District, Majalengka Regency, which have a good and significant relationship with mastery of the number of mango trees, namely access to farm credit, application of off season technology, percent of good quality yields (grade A / B), determinants selling prices, payment systems and membership in farmer groups.
KAJIAN POTENSI DAN KENDALA DALAM PROSES USAHATANI DAN PEMASARAN MANGGA DI KABUPATEN INDRAMAYU Elly Rasmikayati
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.47 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.15859

Abstract

Mangga merupakan salah satu buah favorit yang selalu dicari oleh konsumen namun sulit didapatkan di pasar. Padahal, respon konsumen terhadap buah mangga adalah peluang bisnis yang dapat dimaksimalkan oleh petani mangga terutama di Kabupaten Indramayu sebagai sentra produksi mangga terbesar di Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis karakteristik proses usahatani dan pemasaran mangga di Kabupaten Indramayu dan juga menjelaskan kendala dan potensi dalam memenuhi ketersediaan mangga sepanjang tahun. Survey dilakukan di Kabupaten Indramayu sebagai salah satu sentra produksi mangga di Jawa Barat terhadap 130 petani yang dipilih menggunakan teknik sampling acak sederhana. Data dianalisis menggunakan alat analisis kuantitatif descriptive statistics analysis dan Chi-Square yang dipadukan dengan analisis data kualitatif berupa wawancara dengan para responden. Penelitian ini menemukan bahwa proporsi petani yang penguasaan pohon mangganya terbatas adalah 56% sedangkan sisanya 44% adalah petani mangga yang jumlah pohonnya lebih banyak. Petani yang kepemilikan pohon mangganya terbatas cenderung mengusahakan mangga dengan seadanya, sebaliknya petani yang jumlah penguasaan pohonnya besar cenderung lebih serius dan intensif baik dalam proses usahatani mangga maupun dalam segi pemasaran mangganya. Potensi yg dapat menjadi modal pengembangan usahatani mangga dan pemasaran mangga adalah pengalaman bertani mangga dan kemudahan pinjaman modal, terutama dari perbankan, sehingga sangat berpotensi bagi para petani untuk dapat meningkatkan meningkatkan kontinuitas produktvitas dan kualitas mangganya. Sedangkan kendala yang terjadi adalah akses pinjaman modal untuk petani kecil yang relatif masih sulit, faktor curah hujan yang tinggi, biaya pemeliharaan yang semakin mahal, dan masih terbatasnya industri pengolahan mangga di Indramayu. 
KARAKTERISTIK PETANI DAN PROFIL USAHATANI UBI JALAR DI KECAMATAN ARJASARI, KABUPATEN BANDUNG Hepi Hapsari; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin
Sosiohumaniora Vol 21, No 3 (2019): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4569.684 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v21i3.21288

Abstract

Ubi jalar merupakan salah satu sumberdaya hayati unggulan yang berdaya saing industri karena permintaan untuk ekspor yang tinggi. Namun demikian, kajian agribisnis ubi jalar dari sudut pandang sosial ekonomi di tingkat petaninya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis karakteristik individu petani ubi jalar; dan 2) Memahami karakteristik usahatani ubi jalar ditinjau dari penggunaan benih ubi jalar, status kepemilikan lahan, pola tanam ubi jalar, penggunaan pupuk dan pestisida serta hasil produksi dan sistem pemasaran ubi jalar.Penelitian ini berlokasi di Kec. Arjasari, Kab. Bandung. Metode penelitian menggunakan metodesurveydengan teknik Simple Random Sampling. Alat análisis data yang digunakan adalah descriptive statistics analysis yang diperkaya denganhasil Focus Discussion Group (FGD). Hasil penelitian didapatkan bahwa petani ubi jalar di Kec. Arjasari, rata-rata berusia 51 tahun dengan pekerjaan utamanya adalah bertani ubi jalar. Mayoritas petani ubi jalar memiliki tingkat pendidikan rendah (SD dan tidak tamat SD) dengan kepemilikan lahan seluas 0,11-0,5 Ha yang merupakan warisan turun-temurun. Petani menanam ubi jalar varietas kuningan putih (AC Putih) dan ubi ungu. Pemupukan biasanya hanya dilakukan sekali yaitu pada saat tanaman berusia sekitar 2 bulan dengan sistem pembukaan tanah. Rata-rata produksi ubi jalar petani adalah 250-300 kg /100 m2. Tujuan pasar petani responden yakni bandar dengan sistem pembayaran tunai maupun tebasan. Kegiatan pascapanen seperti penyortiran dilakukan oleh petani dan bandar bersamaan saat berlangsungnya transaksi. 
WILLINGNESS TO PAY KONSUMEN BERAS ORGANIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN KESEDIAAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR LEBIH Yulia Sari; Elly Rasmikayati; Bobby Rachmat Saefudin; Tuti Karyani; Sulistyodewi Nur Wiyono
Forum Agribisnis Vol 10 No 1 (2020): FA VOL 10 NO 1 MARET 2020
Publisher : Magister Science of Agribusiness, Department of Agribusiness, FEM-IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/fagb.10.1.46-57

Abstract

Increased public concern and awareness of health and environment, is expected to significantly increase organic rice consumers. Thus, it can be consumed and reached by more people. The objectives of the study were to identify the characteristics of organic rice consumers, measure willingness to pay of organic rice consumers and analyze the factors related to the willingness to pay of organic rice consumers. The method used in this study is a survey method with descriptive statistical analysis and the Contingent Valuation Method (CVM). The numbers of research respondents were 51 people consisting of organic rice consumers in Warung Sehat 1000 Kebun (W1000K) as much 18 people and consumers of organic rice in several other places joined in the Indonesian Organic Community as much 33 people. The results showed that consumers were willing to pay up to 10% higher than the price offered for organic rice types of pandan wangi, menthik susu, red rice and brown rice sold in W1000K. Even in some other places, consumers are willing to pay for those rice at prices higher up to 22% of the offered price. While for organic rice type of black rice, consumers are willing to pay 9%-11% lower than the price offered. Factors related to consumers' willingness to pay more for organic rice are health (67%), food security (45%), impact on the environment (43%), knowledge of organic rice (39%), easy access to get rice (37%), service (33%), quality (25%), packaging (24%), price (20%), and lifestyle (18%).
Co-Authors AD Rachmah AD Rachmah AD Rachmah, AD Rachmah Adi Nugraha Agriani Hermita Sadeli Ahmad Choibar Tridakusumah Ai Sri Hartati Akbar Adiputra Irawan Alifia, Salma Alvi Nurin Deanier Alvi Nurin Deaniera Alvi Nurin Deaniera Amallia Ridhatillah Andraeni, Nabila Sukma Anjelia, Serly Anne Charina Anton Eisa Putra Arisyi, Yudistira Haikal Asep Faisal Augustiani, Ayu Andira Aurelia Fadhilah Sari Aurelia Fadhilah Sari Azizah, Mentari Nur Bambang Yudi Ariadi Bayu Utomo Sumarsah, Muhammad Nugroho Bobby Rachmat Saefudin Bobby Rachmat Saefudin Briani Fahriah Ramadhani Purnomo Dhany Esperanza Dhany Esperanza Dika Supyandi Dika Supyandi Dina Dwirayani Dini Rochdiani Djuwendah, Endah SP. Dwirayani, Dina Eddy Renaldi Eka Purna Yudha Elfadina, Ellisa Agri Eliana Wulandari Ellisa Agri Elfadina Elwinda, Derifa Shafa Endah Djuwendah Endah Djuwendah Ernah, Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Fahira, Difa Rizki Faujiah, Sifa Fellingga Cahayu Garwa Widadari Budoyo Fitri Awaliyah Fitriana Wati Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gema Wibawa Mukti Gilangsari Putri Gunardi Judawinata Hanifatur Aziz Nur Ishmah Hanipradja, R.A. Sukma Ayu Hendrik Johannes Nadapdap Hendrik Nadapdap Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Indah Oktavia Halim Irawan, Akbar Adiputra K, Maman Haeruman Kevin Marsa Tilano Khairuna Utami Kuswarini Kusno Lies Sulistyowati Lucyana Trimo Lucyana Trimo Lucyana Trimo, Lucyana Mahra Arari Heryanto Mentari Nur Azizah Mentari Nur Azizah Minar, Jeane Felicia Nolly Mochamad Dafa Zikriawan Purnama Mufti Helmi Mufti Helmi Muhammad Nugroho Bayu Utomo Sumarsah Nisrina Guzmarani Nur Halimah Amir Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurisa Asrienda Shafira O Hasbiansyah Pandi Pardian Rachmah, Alisabela Dhiya Raden Ajeng Sukma Ayu Hanipradja Rahmah, Ulya Rahman Syakur Rani Andriani Rani Andriani Budi Kusumo Resa Ana Dina Riky Rizkiansyah Risyad M. Ikhsan Ronnie Susman Natawidjaja Sara Qanti Serly Anjelia SETIAWAN, IWAN Shintiya Devi Siregar Sintia Afriyanti Sintia Afriyanti Sintia Afriyanti Siti Tari Syamsiah Sri Fatimah Sri Fatimah Sri Fatimah Sulistyodewi Nur Wiyono Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Trisna Insan Noor Tuhpawana Priatna Sendjaja Tuti Karyani Waqi, Lutfi Ahmad Wati, Fitriana widyarina Ramadhani Widyarina Ramadhani Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat Yayat Sukayat, Yayat Yayi Suryo Prabandari Yohana Esfrensa Millenia Indah Simatupang Yomitha Faradina Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yudistira Haikal Arisyi Yulia Sari Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuniar Dianti Fauziah Yuyun Yuwariah Zikriawan Purnama, Mochamad Dafa Zumi Saidah