Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Carbon Storage Potential of Talang Forest in Pinggir District, Bengkalis Regency, Riau Province Pebriandi; Defri Yoza; Wishnu Sukmantoro; Evi Sribudiani; Viny Volcherina Darlis; Sonia Somadona; Nur Suhada; Niskan Walid Masruri; Ahmad Baiquni Rangkuti
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.7.2.85-91

Abstract

The Indonesian government is committed to reducing carbon and greenhouse gas emissions through the Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030 scheme. Efforts that can be made to support the FOLU Net-Sink 2030 is by knowing the carbon storage potential in a forest area. This research aims to calculate the amount of potential biomass carbon storage in the talang forest. The methods used in this research are non-destructive sampling and destructive sampling. The method with destructive sampling for seedlings, understorey and litters, while for saplings, poles, trees and necromass with non-destructive sampling method. The calculation results showed that carbon stocks were trees (77.76 tons/ha), poles (9.56 tons/ha), saplings (7.99 tons/ha), seedlings and understorey (0.65 tons/ha), litters (1.20 tons/ha) and necromass (2.39 tons/ha). Aboveground carbon storage in the talang forest was found to be 99.56 tons/ha. The total aboveground carbon storage potential of the gutter forest was 7,933 tons of carbon.
Ethnobotany of Sterculia foetida L. Samawa Ethnic Communities in Sumbawa Regency, West Nusa Tenggara Arya Arismaya Metananda; Ervizal AM Zuhud; Agus Hikmat; Nurul Qomar; Defri Yoza; Niskan Walid Masruri; Viny Volcherina Darlis
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.6.2.30-43

Abstract

Sterculia foetida L. is multipurpose plant which began endangered. Information on ethnobotanical studies or knowledge and use of this species is still limited. This research is structured to answer this problem. By using the method of interviewing community leaders in Sumbawa, this study found that local wisdom related to Sterculia foetida L. is quite diverse. Good knowledge as well as the use of Sterculia foetida L. found among others for food, medicine, bio-fuel, jewelry, building materials, traditional ceremonies, handicrafts, traditional games and environmental services. Information on the benefits of Sterculia foetida L. should be disseminated. It is hoped that the ethnobotanical study of Sterculia foetida L. can be a good start to support Sterculia foetida L. conservation in the future.
Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos Cair Ramah Lingkungan di Desa Binuang Kampar, Provinsi Riau Pebriandi, Pebriandi; Masruri, Niskan Walid; Suhada, Nur; Yunita, Imelda; Kurniawan, M Andry; Hasnah, Nur; Herlon, Meki
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 04 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i04.1055

Abstract

Penyuluhan mengenai pembuatan pupuk kompos cair memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap praktik pertanian berkelanjutan. Tulisan ini membahas hasil dari kegiatan penyuluhan pembuatan pupuk kompos cair di Desa Binuang Kampar, Provinsi Riau. Metode penyuluhan yang digunakan meliputi pemberian materi, demonstrasi praktik, dan diskusi interaktif dengan masyarakat. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pupuk kompos cair, serta dampak positifnya terhadap lingkungan dan pertanian lokal.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Objek Ekowisata Mangrove di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak Hakmi, Azizul; Qomar, Nurul; Masruri, Niskan Walid
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.9.2.%p

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir serta berpotensi dikembangkan sebagai objek ekowisata yang berkelanjutan. Di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, keberadaan hutan mangrove menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pengelolaan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan objek ekowisata mangrove. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi literatur. Penelitian dilakukan di tiga kampung: Kayu Ara Permai, Mengkapan, dan Sungai Rawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat meliputi kontribusi pemikiran, tenaga, harta benda, dan keterampilan, namun belum merata. Kampung Kayu Ara Permai menunjukkan partisipasi lebih aktif karena dukungan dari pihak luar dan keterlibatan internal. Sementara itu, keterbatasan pengetahuan, minimnya fasilitas, dan kurangnya pendampingan menjadi penghambat utama di dua kampung lainnya. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan mitra untuk memperkuat pengelolaan ekowisata mangrove secara berkelanjutan.
Sosialisasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Kehutanan Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Sebagai Persiapan Pra Kerja Lestari, Ika; Somadona, Sonia; Darlis, Viny Volcherina; Sribudiani, Evi; Qomar, Nurul; Pebriandi, Pebriandi; Irfani, Ewi; Oktorini, Yossi; Mardiansyah, M. Mardiansyah; Yoza, Defri; Suhada, Nur; Masruri, Niskan Walid; Metananda, Arya Arismaya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6329

Abstract

Pekerjaan di bidang kehutanan tergolong berisiko tinggi, baik terhadap kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya penerapan K3 di sektor ini. Sayangnya, pemahaman mengenai K3 masih sangat minim, baik dari segi edukasi, pelatihan, maupun sosialisasi di lingkungan kerja kehutanan. Siswa SMK Kehutanan, sebagai calon tenaga kerja masa depan, perlu dibekali sejak dini dengan pengetahuan menyeluruh tentang pentingnya K3. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman awal kepada siswa, khususnya di SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru, agar mereka memiliki kesiapan bekerja secara sehat, aman, dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan Pendidikan. Kegiatan diimplementasikan melalui sosialisasi K3 yang mencakup tiga tahapan utama: prasosialisasi, sosialisasi, dan pascasosialisasi. Materi disampaikan melalui metode posko dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif. Terdapat empat fokus materi yang diberikan, yaitu: (1) K3 di bidang kehutanan, (2) alasan pentingnya K3, (3) alat pelindung diri (APD) yang digunakan dalam kehutanan, dan (4) perancangan praktik kerja kehutanan yang sesuai dengan standar K3. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 20 indikator yang telah ditentukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 49% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan berlangsung. Ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai pentingnya perlindungan diri dan keselamatan kerja sejak dini, khususnya dalam sektor kehutanan.
Application of the continuous green-t (CGT) intersection concept at signalized intersection to support sustainable mobility in peatland area Rizqy Ridho Prakasa; Dika Meilisan; Edi Yusuf Adiman; Niskan Walid Masruri; Novreta Ersyi Darfia; Randhi Saily; Intan Monica MG; Vinka Lyona; Benny Hamdi Rhoma Putra; Safridatul Audah; Soewignjo Agus Nugroho
Journal of Infrastructure Planning and Engineering Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Master Program of Infrastructure and Environmental Engineering, Postgraduate Program, Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jipe.5.1.2026.43-50

Abstract

The signalized intersection of Jl. HR. Soebrantas – Jl. SM. Amin is one of the congestion-prone intersections in Pekanbaru City, particularly due to its location in a peatland area. Peatland conditions, which are characterized by low bearing capacity and high compressibility, limit extensive physical expansion of road infrastructure. At the same time, this intersection serves as a key connector between major activity centers, including educational institutions, offices, commercial areas, and residential zones, resulting in significant traffic congestion and long queues, especially during peak hours. To address these challenges, this study proposes the implementation of a Continuous Green-T (CGT) intersection design as an operational and geometric solution that minimizes the need for large-scale infrastructure modification. The objective of this study is to evaluate the performance of the intersection after the implementation of the CGT design using microscopic traffic simulation with VISSIM. The analysis results indicate that the existing condition has an average delay of 62.5 seconds (Level of Service/LOS F), while the implementation of CGT reduces the average delay to 19.3 seconds (LOS C). This demonstrates that the CGT design is effective in reducing intersection delay by 43.2 seconds and improving the Level of Service from F to C, making it a suitable approach for traffic management in physically constrained environments such as peatland areas.
Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Relawan Peduli Api (MRPA) dalam Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Riau Ika Lestari; Nurul Qomar; Erwanda Trio Bintan Sabri; Gandhiko Mohta; M. Mardhiansyah; Evi Sribudiani; Defri Yoza; Yossi Oktorini; Nur Suhada; Niskan Walid Masruri; Arya Arismaya Metananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.429

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan masalah tahunan yang sering terjadi di Provinsi Riau. Hal ini menyebabkan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Universitas Riau sebagai Mahasiswa Relawan Peduli Api (MRPA) dalam mitigasi dan penanggulangan karhutla. Metode yang digunakan meliputi pelaksanaan talkshow dengan narasumber ahli dari berbagai instansi, pengenalan alat-alat pemadam kebakaran, serta simulasi pemadaman kebakaran oleh tim pemadam kebakaran yang melibatkan 202 mahasiswa. Keberhasilan kegiatan dinilai berdasarkan keterlaksanaan pelatihan, antusiasme peserta, serta kemampuan peserta mengikuti tahapan simulasi yang diberikan. Kesimpulannya, kolaborasi lintas sektor berhasil membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang cukup untuk penanganan karhutla di Riau, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab dan partisipasi aktif dalam pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan pada Mahasiswa Relawan Peduli Api (MRPA).
Keanekaragaman Burung pada Berbagai Tipe Vegetasi di Resort Aikmel, Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat Anesha Allasselcida; Dinda Tri Agustina; Niskan Walid Masruri; Viny Volcherina Darlis; Lefdi Agung Nugraha; Hanifah Ikhsani
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.10.1.%p

Abstract

Birds are important components of ecosystems whose diversity is strongly influenced by habitat conditions, vegetation structure, and food availability. This study aimed to analyze bird diversity across different vegetation types in Aikmel Resort, Mount Rinjani National Park, including primary dryland forest, secondary dryland forest, savanna, and post-encroachment areas (PKTI). Bird observations were conducted using the point count method with a 50 m observation radius at 20 sampling points. Analyses included species encounters, diversity index, species richness, dominance, and species similarity among vegetation types. A total of 503 individuals representing 22 species and 16 families were recorded during the study. The PKTI area showed the highest number of individuals (250 individuals; 13 species), whereas the savanna had the lowest (42 individuals; 8 species). Primary dryland forest exhibited the highest diversity index (  = 2,14), likely due to its dense canopy cover and more complex vegetation structure. Secondary dryland forest had the highest species richness index (  = 2,43), while the savanna was dominated by Collocalia linchi. The highest species similarity index was observed between primary and secondary dryland forests (0,35). Differences in vegetation structure and habitat complexity influenced bird composition and diversity across vegetation types. These findings highlight the importance of habitat heterogeneity in supporting bird conservation within Mount Rinjani National Park.
Penerapan FGD dan GIS dalam Perencanaan Cetak Sawah Partisipatif di Lahan Rawa Pasang Surut Kabupaten Pelalawan Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Rifai, Ahmad; Mustaqim, Mustaqim; Suhada, Nur; Metananda, Arya A.; Masruri, Niskan Walid; Irawan, Joni; Khoiri, Amrul; Juliano, Gian; Gusviani, Annisa Azzahra; Sandria, Nofri; Sapitri, Sapitri; Sulistiowati, Siti Intan; Hamidi, Rasyid; Jali, , M. Ridho; Ilham, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v5i1.362

Abstract

Ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan akibat alih fungsi lahan sawah, khususnya di Provinsi Riau yang didominasi perkebunan kelapa sawit. Kabupaten Pelalawan, Desa Pulau Muda, menjadi lokasi prioritas program cetak sawah dengan potensi lahan rawa yang belum optimal dimanfaatkan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas survey investigasi dan desain (SID), yang sering terkendala oleh rendahnya partisipasi petani dan keterbatasan akurasi data spasial. Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan metode Focus Group Discussion (FGD) dan Geographic Information System (GIS) dalam proses SID untuk menghasilkan desain yang partisipatif dan presisi. Metode yang digunakan meliputi analisis GIS berbasis overlay peta tematik, pemetaan UAV dengan sistem Post Processed Kinematic (PPK) dan FGD yang melibatkan kelompok tani dan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan integrasi GIS dan FGD menghasilkan desain cetak sawah seluas 750 ha yang sesuai dengan kondisi biofisik dan sosial. Sebanyak 509 calon petani tervalidasi, kesepakatan batas lahan, pembagian petak, dan perencanaan infrastruktur pendukung. Pendekatan ini meningkatkan akurasi desain, legitimasi sosial, dan peluang keberhasilan implementasi program.
Development strategy for ecotourism management based on feasibility analysis of tourist attraction objects and perception of visitors and local communities Sugeng Prayitno Harianto; niskan walid masruri; Gunardi Djoko Winarno; Machya Kartika Tsani; Trio Santoso
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d210235

Abstract

Abstract. Harianto SP, Masruri NW, Winarno GD, Tsani MK, Santoso T. 2020. Development strategy for ecotourism management based on feasibility analysis of tourist attraction objects and perception of visitors and local communities. Biodiversitas 21: 689-698. Liwa Botanic Gardens (LBG), Lampung, Indonesia ecotourism development must be carried out as an effort to develop nature tourism with the most careful consideration in its management, without temporary benefits orientation, and the doers must have benchmarks in the process of sustainable development so that the next generation can utilize it in their time. This study aims to determine the management conditions and potential of Tourist Attraction Object (TAO) that have been operating — knowing the perceptions of tourists and local people. The method used is (i) scoring; (ii) assessing the perception of satisfaction of tourists and local people; (iii) doing intensive interviews with area managers and community leaders; (iv) identifying problems using the SWOT matrix; (v) constructing a development strategy. Data collection techniques with accidental sampling method with a total of 130 respondents based on tourist visits at the time of the study. The management of the LBG was previously managed by the Forestry Service until 2016, and in 2017 the management was handed over to the West Lampung Research and Development Agency (Balitbang). The results showed that overall, TAO gets a feasibility rating to be developed. The perception of tourists is quite satisfied with the attractions offered and the services of the manager. The community is satisfied with the ongoing management. The community wants are always to be involved in the development process. Researchers give advice on the examination of the management and marketing system in introducing the LBG to increase local and foreign tourist visitors.
Co-Authors Afandi Afandi Agus Hikmat AGUS SETIAWAN Ahmad Baiquni Ahmad Baiquni Rangkuti Ahmad Rifai Al-Reza, Dimaz Danang Amrul Khoiri Anesha Allasselcida Ari Kusuma Basri Arya Arismaya Metananda Arya Arismaya Metananda Arya Arismaya Metananda Bainah Sari Dewi Benny Hamdi Rhoma Putra Bunga Choirunnisa Cahyani, Putri Christine Wulandari Christine Wulandari Defri Yoza Dian Aprianto Dian Aprianto Dika Meilisan Dinda Tri Agustina Edi Yusuf Adiman Ervizal AM Zuhud Erwanda Trio Bintan Sabri Evi Sribudiani Ewi Irfani Gandhiko Mohta Gian Juliano Gunardi Djoko Winarno Gusmalinda, Rita Gusviani, Annisa Azzahra Hakmi, Azizul Hamidi, M. Rasyid Hamidi, Rasyid Hanifah Ikhsani Hasnah, Nur Hero Marhaento Ika Lestari Ika Lestari Ika Lestari, Ika Imelda Yunita Imelda Yunita Intan Monica MG Irwan Sukri Banuwa Jali, , M. Ridho Joni Irawan, Joni Kaharuddin Kurniawan, M Andry M Andry Kurniawan Machya Kartika Tsani Mardiansyah, M. Mardiansyah Meki Herlon Metananda, Arya A. Metananda, Arya Arismaya Mhd Andry Kurniawan Muhamad Muhammad Ilham Muhammad Mardhiansyah Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Nofri Sandria Novreta Ersyi Darfia Nugraha, Lefdi Agung Nur Hasnah Nur Hasnah AR Nur Suhada, Nur Nurul Qomar Pebriandi, Pebriandi Pramana Angga Putri Cahyani Rahmadini Payla Juarsa Randhi Saily Rangkuti, Rangkuti Rizqy Ridho Prakasa Safridatul Audah Sanjaya, Purba Sapitri Sapitri, Sapitri SISPA PEBRIAN Siti Rohimah Soewignjo Agus Nugroho Somadona, Sonia Sugeng Prayitno Harianto Sulistiowati, Siti Intan Surnayanti Surnayanti Susi Indriyani Trio Santoso Vinka Lyona Viny Volcherina Darlis Wan Muhammad Yunus, Wan Muhammad Wishnu Sukmantoro Yossi Oktorini Zulhamid Ridho