Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Treffinger untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Ari Widiyanto; Reviandari Widyatiningtyas; Elly Retnaningrum
INTERMATHZO Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.25 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menguji efektivitas model pembelajaran Treffinger pada mata pelajaran matematika dalam upaya meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Populasi penelitian ini ialah siswa SMK Negeri 3 Bandung. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, sampel telah ditentukan yaitu kelas X- Ak 1 untuk kelas eksperimen dan kelas X-Ak 2 untuk kelas kontrol sebagai objek penelitian. Jumlah siswa masing masing kelas yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdiri atas 35 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu dengan membuat desain RPP sebanyak tiga kali pertemuan untuk masing- masing kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji anova dan uji-t menunjukkan bahwa model pembelajaran Treffinger memiliki keunggulan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan pembelajaran Treffinger secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Keunggulan itu baik dilihat dari masing masing indikator kemampuan pemecahan masalah siswa yang semakin baik setelah diberikan perlakuan. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada guru matematika untuk menggunakan model pembelajaran Treffinger sebagai salah satu alternatif model dalam mata pelajaran matematika sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran matematika, khususnya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Team Asssisted Individualization Terhadap Peningkatan Kemampuan Analisis Matematis Siswa SMA Wiwik Rohmiyati; Reviandari Widyatiningtyas; Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.588 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan analisis matematis siswa SMA setelah penerapan model pembelajaran kooperatif Team Asssisted Individualization. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian yaitu desain kelompok kontrol non-ekivalen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t melalui program SPSS 22.0 for Windows yaitu dengan menggunakan Independent Sample t-Tes. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, bahwa terdapat peningkatan kemampuan analisis matematis siswa pada kelas yang memperoleh model pembelajaran kooperatif Team Asssisted Individualization sebesar 0,70 dengan kategori peningkatan yang tinggi. Selain itu, peningkatan kemampuan analisis pada kelas yang memperoleh model pembelajaran kooperatif Team Asssisted Individualization lebih baik dari pada siswa kelas kontrol yang memperoleh model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajan kooperatif Team Asssisted Individualization dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan analisis matematis siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis Siswa SMA Kelas XI Eva Lisnawati; Reviandari Widyatiningtyas; Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.696 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa SMA melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI SMA Negeri 11 Bandung. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 31 siswa dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 32 siswa. Sampel dipilih secara purposive sampling. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian kontrol non-ekivalen. Adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian, berupa soal-soal kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dan instrument non tes yang berupa lembar observasi pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Analisis data kuantitatif menggunakan software SPSS versi 22 dengan menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs dan uji Man-Whitney test, sedangkan lembar observasi untuk menggambarkan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa, dan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih dari model pembelajaran Koperatif Learning.
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMK Fany Septian; Reviandari Widyatiningtyas
INTERMATHZO Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.322 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMK dengan menggunakan model Reciprocal Teaching. Metode penelitian ini adalah kuasi ekperimen. Populasi dalam penelitian ini seluruh kelas X SMK jurusan multimedia di SMK 3 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Sampel dalam penelitian ini sebanyak dua kelas, satu kelas ekperimen dan kelas kontrol, siswa kelas X MM 2 yang berjumlah 36 sebagai kelas ekperimen dan X MM 3 yang berumlah 36 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes uraian untuk mengetes kemampuan berpikir kritis matematis. Analisis data penelitian ini dilakukan menggunakan Sofware SPSS 24 Windows. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Reciprocal Teaching lebih baik dari model konvensional.
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMK Desya Megawati Purnama; Reviandari Widyatiningtyas; Mochamad Rasyid Ridha
INTERMATHZO Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1760.725 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa SMK setelah penerapan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa pada kelas yang memperoleh model pembelajaran Learning Cycle 5E dengan kategori peningkatan yang tinggi. Selain itu, peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran Learning Cycle 5E lebih baik daripada peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajaran Learning Cycle 5E dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Penggunaan model pembelajaran Learning Cycle 5E ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan aspek penelitian yang lain pada kajian yang lebih luas.
Penerapan Model Pembelajaran Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Review (SQ4R) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Widi Nurul Wukupyanti; Reviandari Widyatiningtyas
INTERMATHZO Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.469 KB)

Abstract

Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan konsep matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran SQ4R dan apakah peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran model SQ4R lebih baik dari pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuasi eksperimen, dengan desain eksperimen kotrol pretes-postes. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SMP Kemala Bhayangkari dengan sampel kelas VIIA yang berjumlah 21 dan kelas VIIB yang berjumlah 20. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis yang pembelajarannya menggunakan model SQ4R, dan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran SQ4R lebih baik dari pembelajaran konvensional.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Contextual Teaching and Learning (CTL) Verawati Triyani; Reviandari Widyatiningtyas; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.984 KB)

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis sangatlah diperlukan siswa dalam memecahkan suatu permasalahan matematika. Namun kemampuan dalam pemecahan masalah matematis siswa ternyata masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena jarang di latihnya kemampuan pemecahan masalah siswa saat proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP melalui model pembelajan Contextual Teaching and Learning (CTL). Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Berdasarkan hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan bahwa model CTL dapat Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh model pembelajaran CTL lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajan CTL dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMK Wandy Hanggara; Reviandari Widyatiningtyas; Irmawan
INTERMATHZO Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.703 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis sangat penting untuk ditingkatkan. Namun sayangnya fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis masih rendah berdasarkan hasil observasi peneliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMK Jurusan Pemasaran di SMK N 3 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitannya adalah siswa kelas X BDP 1 yang berjumlah 32 orang sebagai kelas kontrol dan siswa kelas X BDP 2 yang berjumlah 35 orang sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa soal-soal uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS 24 for windows. Berdasarkan analisis data, didapatkan kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif meningkat dengan kategori cukup efektif dan kemampuan berpikir kritis siswa yang mendapat model pembelajaran Inkuiri dengan Strategi Konflik Kognitif lebih baik daripada siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional.
The Instrumental Role of Social Media as A Functional Means in The Development of Character Education Everhard Markiano Solissa; Al Ghazali Al Ghazali; Reviandari Widyatiningtyas; Elly Retnaningrum; Jolanda Dessye Parinussa
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10677

Abstract

This research aims to determine the instrumental role of social media as a functional means of developing character education. The method used in this research was qualitative. Data collection techniques used in this research were literature studies and documentation. The data collected was then analyzed descriptively qualitatively. The results of this research indicated that the instrumental role of social media is a functional means of developing character education, which plays a role in shaping the character of students who are skilled in understanding information. In the context of character education, the ability to understand information is to shape the character of students who think critically. Another role of social media in the development of character education is to form honest, open, transparent and courageous characters. Character education learning that is built is to teach students to dare to convey the truth of an event through social media. Another role of social media is to shape the character of tolerance. To teach a tolerant character to students, the teacher can do this by inviting them to look for and watch social media that contains tolerance. The development of character education with social media can be done by asking students to spread tolerance through words through their respective accounts.
Multicultural-Based Character Education in An Effort to Maintain The Spirit of Unity and Oneness of Indonesia Reviandari Widyatiningtyas; Rini Werdiningsih; Annisah Annisah; Maulida Cindy Magdalena; Umul Khasanah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11676

Abstract

Permasalahan yang paling sering muncul dari keragaman Indonesia adalah konflik yang levelnya bukan hanya pada tataran daerah, tetapi sudah mulai mengancam integrasi bangsa. Berulang kali Indonesia dilanda konflik yang arahnya memecah belah semangat persatuan dan kesatuan masyarakatnya. Keragaman suku, ras, agama, perbedaan bahasa dan nilai-nilai hidup yang terjadi di Indonesia sering berbuntut berbagai konflik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan karakter berbasis multikultur dalam upaya merawat semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakan dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diianalisis dengan mendalam untuk disajikan secara deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pendidikan karakter berbasis multikultur dalam upaya merawat semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dilakukan melalui penanaman nilai-nilai karakter dalam diri warga negara, seperti toleransi, sopan, ramah dan santun, demokratis, semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme, cinta tanah air, bersahabat/komunikatif, dan cinta damai.
Co-Authors Adlin Adlin Agung Cahya Gumelar Agung Cahya Gumilar Agung Gumilar Ahmad Hariyadi Ahmad Hariyadi, Ahmad Al Ghazali Al Ghazali Aldi Bastiatul Fawait Fawait Alek Andika Alek Andika Ambulani, Nur Annisah Annisah Anzari, Tiara Ari Widiyanto Astuti, Nadya Bayu Aji Prayoga Bella Anantha Sritumini Desya Megawati Purnama Dewi Nurrizki Dewi Rahmawati Widyaningsih Diharjo, Nugroho Noto Dina Nurdiana Fazrin Dwipriyoko, Estiyan Elly Retnaningrum Elly Retnaningrum Eva Lisnawati Fany Septian Farid Soleh Nurdin Fathoni, Fauziah Gaidha Febrian, Wenny Desty Gandariani, Titis Gumelar, Agung Cahya Gumilar, Agung Cahya Halimatusa’diah, Ima Hersiyati Palayukan I Gede Sujana Ima Halimatusa'diah Indrayadi Indrayadi Irmawan Irmawan Irmawan Irmawan Irmawan, , Iwan Gunawan Iwan Gunawan Janes Sinaga Jie, Lie Jixiong, Cai Jolanda Dessye Parinussa Jozua Sabandar Jozua Sabandar Juita Lusiana Sinambela Lestari, Meirina Lestari, Puji Budi Lisnawati, Cucu Lisnawati, Cucu Mardikawati, Budi Mariam, Popon marthen Tapilouw Marthen Tapilouw Marzuki Maulida Cindy Magdalena Meirina Lestari Mochamad Rasyid Ridha Moh. Solehuddin Muhajir Musa Musa, Muhajir Nisa Srinita Novidawaty Tambunan Nur Patria Pujitama Sari Nurdin, Farid Soleh Nurhalizah, Siti Nurrizki, Dewi Nursyam, Aisyah Nurzaima Nurzaima Nuzul Tenriana Ory Syafari Jamel Sutiyan Prayoga, Bayu Aji Puji Budilestari Rahman, Sidiq Aulia Rahmawati, Lailia Rauza Sukma Rita Retnaningrum, Elly Retnaningrum, Elly Rika Widya Sukmana Rini Werdiningsih Rita Zahara Rita Zahara, Rita Rohartati, Sri Rohartati, Sri Rukiyanto Rukiyanto, Rukiyanto Saifullah Saifullah Sappaile , Baso Intang Sapulete, Heppy Sari, Ade Risna Sartipa, Dewi Seftiani, Winni Setyawan, Gogor Christstmass Sitepu, Ediaman Siti Anah Kunyanti Siti Nurhalizah Solehuddin, Moh. Solissa, Everhard Markiano Srinita, Nisa Sritumini, Bella Anantha Sugisman Suharni Suharni Sukmana, Rika Widya Syaban, Mumun Syafa'at Ariful Huda Tiara Anzari Umul Khasanah Utari Sumarmo Utari Sumarmo Verawati Triyani Wandy Hanggara Warlim Warlim Widarman, Agung Widi Nurul Wukupyanti Widiyanto, Ari Widyaningsih, Dewi Rahmawati Widyarahman, Shelya Regina Wiwik Rohmiyati Yaya S. Kusumah Yaya S. Kusumah Yuhanifah, Yuyun Yuyun Yuhanifah Zou, Guijiao