Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Deteksi dan Identifikasi Strain Wolbachia sp. secara Molekular pada Vektor Dengue Nyamuk Aedes sp. Aulia, Febby; Hasmiwati; Suchitra, Avit; Reza, Mohamad; Kadri, Husnil; Fadila, Zurayya
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i1.1620

Abstract

Latar Belakang: Wolbachia sp. merupakan bakteri endosimbion yang diketahui dapat menginfeksi berbagai serangga, termasuk vektor utama virus dengue, nyamuk Aedes sp. Infeksi Wolbachia telah terbukti menghambat replikasi virus dengue dalam tubuh nyamuk, sehingga memiliki potensi besar dalam strategi pengendalian penyakit berbasis bioteknologi Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi keberadaan Wolbachia sp. pada nyamuk Aedes sp. secara molekular menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental deskriptif untuk mengidentifikasi keberadaan Wolbachia sp. pada nyamuk Aedes sp. Penelitian ini telah dilakukan di laboratorium Parasitologi dan Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Total jumlah sampel penelitian sebanyak 100 sampel nyamuk Aedes sp. dengan masing-masing 50 nyamuk dewasa Ae. aegypti dan 50 Ae. albopictus dari 2 wilayah yang berbeda, yaitu Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok dan Pasia, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Hasil: Identifikasi DNA Wolbachia sp. Menggunakan PCR menemukan bahwa sebanyak 76 DNA sampel positif, dan sisanya sebanyak 24 sampel negative Wolbachia. Identifikasi jenis strain dari hasil sekuensing dan analisis melalui website NCBI, ditemukannya Wolbachia strain wAlbb pada nyamuk Ae. albopictus dan Wolbachia strain wMel pada nyamuk Ae. Aegypti. Wolbachia strain wAlbb dan wMel yang teridentifikasi memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan virus dengue pada penyakit DBD dan menyebabkan inkompabilitas sitoplasma pada inang. Kesimpulan: Telah ditemukan berbagai jenis strain  Wolbachia sp. Pada sampel nyamuk Aedes sp. yang didapatkan dari Koto Panjang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok dan Pasia, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang
KARAKTERISTIK PEROKOK DI KALANGAN CIVITAS AKADEMIKA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS ANDALAS Muhammad Raihan; Fenty Anggrainy; Yuniar Lestari; Miftah Irramah; Yessy Susanty Sabri; Zurayya Fadila
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v3i2.1957

Abstract

The number of smokers increases every year. It becomes the focus of the Indonesian government’s attention. Through the healthy campus program, the Indonesian Ministry of Health designated Andalas University as one of the pilot campuses, but there are still smokers on campus. Itsn’t just students who smoke, but lecturers and education staff as well. To determine the characteristics of smokers among the academic civility in Faculty of Law, Andalas University. The method used is descriptive observational with quota sampling technique. The sample consisted of 323 students, 18 lecturers, and 5 staff. Data were collected by questionnaire and analyzed with computerized program. The research results showed that 28.9% of the academic civility at Faculty of Law, Andalas University were smokers. The typical average age is 22 years, dominated by men, in general they also have families who smoke. The highest age for starting smoking is 16 years or older. Smokers are dominated by light smokers. The most commonly consumed type of cigarettes is white cigarettes, but 9.5% also use e-cigarettes. The driving force behind smoking behavior usually the social environment. The level of knowledge of academic civility is sufficient category. The conclusion obtained is that there are still smokers among the academic community, so preventive efforts should be made to reduce the number of smokers on campus.
Hubungan tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan perbedaan rerata asupan makanan ibu hamil: Studi cross-sectional pada ibu hamil di Provinsi Sumatera Barat Fristy Dwinanda Ralni; Nur Indrawati Lipoeto; Zurayya Fadila
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v15i1.2720

Abstract

Relationship between education level, employment status, and differences in average food intake among pregnant women: A cross-sectional study on pregnant women in West Sumatra Province A pregnant woman will experience weight gain. Many factors influence weight gain in pregnant women, such as level of education, employment status, and food intake. Objective: To determine the relationship between education level, employment status, and variations in average dietary intake on weight gain among pregnant women. Methods: A cross-sectional study was conducted in West Sumatra Province with 183 respondents. Data on pregnant women's weight, employment status, education level, and food intake were obtained from secondary data sources, including maternal weight measurements, sociodemographic data, and the SQ-FFQ. The analysis uses the Chi-square test and one-way ANOVA. Results: The relationship between education level and employment status with weight gain of pregnant women were obtained with values of p=0.661 and p=0.977, and the difference between the average food intake (energy, carbohydrates, protein, and fat) with the weight gain of pregnant women was obtained sequentially, with values of p=0.179, 0.568, 0.143, and 0.104. Conclusion:  There was no significant relationship between job status and education level and weight gain of pregnant women, and there was no significant average difference between food intake and weight gain of pregnant women. Keywords: education level, employment status, food intake, pregnancy weight gain
Hubungan Derajat Aktivitas LES dengan Kejadian Anemia di RS Dr. M. Djamil Alifah Amirah; Afdal Afdal; Dwitya Elvira; Efrida Efrida; Anggia Perdana Harmen; Zurayya Fadila
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i2.1453

Abstract

Latar Belakang: Lupus eritematosus sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang berhubungan dengan berbagai sistem tubuh dan berhubungan secara signifikan dengan morbiditas dan mortalitas. Anemia pada penderita LES banyak terjadi akibat penyakit kronis. Anemia dapat menggambarkan tingkat keparahan penyakit yang mendasarinya sehingga evaluasi terhadap derajat aktivitas penyakit, salah satu caranya dengan menggunakan MEX-SLEDAI dan status anemia pasien LES diperlukan untuk menentukan rencana pengawasan dan tatalaksana dari pasien tersebut. Objektif: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara derajat aktivitas penyakit dengan kejadian anemia pada pasien LES di RS Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien LES di RS Dr. M. Djamil Padang dan derajat aktivitas penyakit didapatkan berdasarkan MEX-SLEDAI. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dengan total 69 sampel. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dalam SPSS versi 29. Hasil: Hasil penelitian didapatkan mayoritas pasien LES berjenis kelamin perempuan (98,6%) dengan kelompok usia 18-25 tahun (40,6%), dan mayoritas dengan derajat aktivitas penyakit berat (53,6%). Penelitian ini didapatkan angka kejadian anemia pada derajat aktivitas penyakit ringan-sedang (87,5%) dan derajat aktivitas penyakit berat (89,2%) dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p >0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat aktivitas penyakit dengan kejadian anemia pada pasien LES di RS Dr. M. Djamil Padang.