Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Pengujian Efek Tonikum Sarang Burung Walet Putih (Aerodramus fuchipagus) Pada Mencit Putih Jantan Dengan Metode Ketahanan Lama Waktu Berenang Dita Ayulia Dwi Sandi; Satrio Wibowo Rahmatullah
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5735

Abstract

Sarang walet Putih (SBW) (Aerodramus fuchipagus) merupakan salah satu sumber daya alam hayati asal Indonesia. Sarang walet putih (Aerodramus fuchipagus) tidak hanya banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai makanan yang bergizi, tetapi juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat. Salah satu khasiat yang dipercayai oleh masyarakat adalah efek tonikum (meningkatkan stamina/mengatasi kelelahan). Tujuan penelitian ini adalah membuktikan efek tonikum sarang burung wallet dengan metode ketahanan lama waktu berenang. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 5 yaitu kontrol negatif (akuadest), kontrol positif (kafein) dan kelompok SBW Do I 75 mg/40 g BB, Do II 100 mg/40 g BB dan Do III 150 mg/40 g BB. Hewan uji menggunakan mencit putih jantan dan tiap kelompok perlakuan menggunakan 3 mencit. Pada metode ketahanan lama waktu berenang mencit diberikan perlakuan sesuai masing-masing kelompok, 30 menit kemudian dibiarkan berenang didalam baskom berisi air, dan dicatat lama waktu berenang. Hasil penelitian berupa waktu ketahanan berenang paling lama dimiliki oleh kelompok kontorl positif (43.04 menit), SBW Do III (35.46 menit), SBW Do II (24.16 menit), SBW Do I (15.25 menit) dan kontrol negatif (5.49 menit). Hasil analisis dengan kruskal-wallis nilai sig. 0,01 sehingga ada pengaruh kelompok perlakuan terhadap lama waktu berenang yang dihasilkan. Hasil analisis lanjutan dengan mann-whitney menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan kontrol positif (kafein) dengan kelompok perlakuan sarang burung wallet putih (Aerodramus fuchipagus) dosis 150 mg/40 g BB untuk lama waktu berenang yang dihasilkan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah sarang burung wallet putih (Aerodramus fuchipagus) dosis 150 mg/40 g BB berpotensi sebagai tonikum. Kata kunci : Sarang burung wallet putih, Aerodramus fuchipagus, tonikum
FORMULASI DAN EVALUASI GEL HAND SANITIZER DARI MINYAK ATSIRI BUNGA LILI (Lilium auratum) Febrianti, Dwi Rizki; Kumalasari, Eka; Niah, Rakhmadhan; Ariani, Novia; Supomo, Supomo; Sandi, Dita Ayulia Dwi
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.13822

Abstract

Minyak atsiri bunga lili (lilium auratum) dapat berpotensi sebagai antibakteri dengan memformulasikan dalam bentuk sediaan gel hand sanitizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan sediaan gel antiseptik (Hand sanitizer) minyak atsiri bunga lili dengan berbagai konsentrasi gelling agent carbopol 940 yang mempunyai sifat fisik yang baik dan memenuhi syarat. Carbopol 940 divariasikan dengan konsentrasi 0,667 % dan 1,334% dari total formula. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Formula diuji sifat fisiknya, seperti uji organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan dari kedua formula dengan variasi konsentrasi gelling agent carbopol 940 yaitu 0,667 % dan 1,334% memenuhi syarat uji sifat fisik. Didapatkan hasil formula yang mempunyai sifat fisik yang memenuhi standar uji sifat fisik adalah formula II dengan konsentrasi Carbopol 940 1,334%. Kata Kunci : Lilium Auratum, Hand Sanitizer, Carbopol 940, Uji Sifat Fisik, Antibakteri The essential oil of lili (Lilium auratum) can potentially be antibacterial by formulating in the form of hand sanitizer gel preparations. This study is to determine the preparation of antiseptic gel (Hand sanitizer) of lilies essential oil with various concentrations of gelling agent carbophol 940 which has good physical properties and qualifies. Carbophol 940 with a variation in concentration of 0.667% and 1.334% with experimental methods conducted trials on formulations so that a product of hand sanitizer gel preparations of lilies essential oil that has good physical properties and qualifies. The results of the research showed that from the two formulas with variations in the concentration of the gelling agent Carbopol 940, namely 0.667% and 1.334%, it met the requirements. The resulting formula which had good physical properties was formula II with the amount of Carbopol 1.334%.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol 96% Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa) Secara In Vivo Khalid, Ega Rezkyan; Putra, Aditya Maulana Perdana; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Akbar, Nabila Hadiah; Muslimawati, Khoirunnisa; Sari, Okta Muthia
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i1.21737

Abstract

Diabetes Melitus (DM) telah menjadi permasalahan global dan termasuk ke dalam penyakit yang paling umum di dunia. Pengobatan menggunakan herbal merupakan salah satu solusi untuk mengatasi diabetes dan tumbuhan bungur (Lagerstroemia speciosa) merupakan herbal yang dapat mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya aktivitas antidiabetes dan menentukan dosis yang memiliki efek antidiabetes terbesar pada ekstrak etanol 96% L. speciosa secara in vivo menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Mencit diambil darahnya pada menit ke-0 dan diberikan larutan uji sesuai kelompoknya, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (metformin), dan kelompok dosis terpilih (75 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 125 mg/kgBB). Setelah 30 menit, diberikan larutan dekstrosa dan diambil darah mencit untuk diuji menggunakan pada menit ke-10, 20, 30, 45, 60, 90, dan 120 setelah pemberian dekstrosa. Hasil menunjukkan penurunan glukosa darah pada menit ke-20-30 pada seluruh kelompok perlakuan ekstrak dan kontrol positif, dimana kelompok dosis 125 mg/kgBB ekstrak L. Speciosa (159 ± 35,46) menghasilkan penurunan kadar glukosa yang tidak jauh berbeda dengan penurunan yang terjadi pada kelompok metformin (150,4 ± 46,42). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kadar glukosa darah kelompok perlakuan pada menit ke-30 terdapat perbedaan bermakna dengan kontrol negatif (Sig. <0,05) dan tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (Sig. ≥0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah Hasil uji Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) menunjukkan adanya aktivitas antidiabetes oleh ekstrak etanol 96% daun L. speciosa yang ditandai dengan adanya penurunan kadar glukosa darah pada mencit, efek antidiabetes terbesar pada ekstrak etanol 96% daun L. speciosa dengan dosis 125 mg/kgBB.
Comparison Of HbA1c Levels in Type II Diabetes Mellitus Patients Receiving A Combination of Oral Hypoglycemic Drugs and Insulin Degludec-Aspart Versus Insulin Degludec-Aspart Monotherapy Wati, Helmina; Ramadhani, Syahrizal; Sandi, Dita Ayulia Dwi; Rusida, Esty Restiana; Raffyqurrahman, Muhammad
Jurnal Pharmascience Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v12i2.22242

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kelebihan glukosa yang disebabkan oleh menurunnya kinerja insulin dalam tubuh. Kriteria utama dalam manajemen glukosa darah adalah kadar HbA1c. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe II yang mendapatkan terapi kombinasi obat hipoglikemik oral dan insulin degludec-aspart dibandingkan dengan pasien yang menerima monoterapi insulin degludec-aspart. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu cross-sectional secara retrospektif pada bulan Januari-Desember 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 66 pasien yang dibagi menjadi 2 kelompok. Nilai HbA1c yang diperoleh dari bulan pertama hingga bulan ketiga dianalisis secara statistik menggunakan independent sample t-test dengan uji SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar HbA1c pada kombinasi terapi obat hipoglikemik oral + insulin degludec-aspart sebelum dan sesudah dengan selisih nilai ± SD sebesar (1,565 ± 1,10)% dan penurunan nilai HbA1c ± SD pada monoterapi insulin degludec-aspart sebelum dan sesudah dengan selisih nilai (1,05 ± 0,74)% dengan nilai p (<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan penurunan nilai HbA1c pada kedua kelompok dengan nilai p (<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi oral lebih efektif daripada monoterapi.  Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, HbA1c, Insulin Degludec-Aspart, Obat Hipoglikemik Oral, Kombinasi Terapi. Type II diabetes mellitus is a condition marked by hyperglycemia due to reduced effectiveness of insulin within the body.The main criterion in blood glucose management is HbA1c level. The objective of this research was to assess the difference in HbA1c levels between type 2 diabetes patients treated with a combination of oral hypoglycemic agents and insulin degludec-aspart versus insulin degludec-aspart alone. This research method uses a retrospective cross-sectional research design in January-December 2023 with a total sample of 66 patients divided into 2 groups. HbA1c values collected from the first to the third month were analyzed using the independent sample t-test in SPSS version 21. The Medical Research Ethics Commission of Ulin Banjarmasin Regional General Hospital South Kalimantan has approved this study. HbA1c levels in the combination of oral hypoglycemic drug therapy and insulin degludec-aspart pre- and post- with a difference in ± SD value of (1.565 ± 1.10)% decrease and a decrease in HbA1c ± SD value in insulin degludec-aspart mono-therapy pre- and post- with a difference in value (1.05 ± 0.74)% with a p-value (<0.05).This study concludes that the reduction in HbA1c levels between the two groups differs significantly, as indicated by a p-value of less than 0.05. This implies that the use of oral combination is more effective than mono-therapy.
Co-Authors Ade Syarif Hakim Ahmad Nazar Winarto Akbar, Depy Oktapian Akbar, Nabila Hadiah Akhmad Junaidi Amali, Dzikra Aulia Aminuyati Andini, Rizka Syawal Angelina Ayu Dela Anggi Fridewini Anggi Fridewini Anna Khumaira Sari Ariani, Novia Arnida Arnida Arnida Arnida Astuti, Karunita Ika Azzahra, Meilinda Putri Damayanti Rumondang Butar Butar Dania, Sri Rahmah Daniel Wisnugroho DENI SETIAWAN Deni Setiawan Diah Aulia Rosanti Difa Intannia Djoko Wahyono Dyah Anggraeni Eka Fitri Susiani Eka Kumalasari Endah Puwarastuti Endang Kurniasih Fadhilah, Nur Aina Fatimatuz Zahra Febrianti, Dwi Rizki Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Guntur Kurniawan Hafizah, Noor Hayati, Farida Hayatun Izma Helmina Wati Helsawati Helsawati Helsawati Helsawati Helsawati Hendrya Legenda Herliana Dewi Herlina, Reza Herningtyas Nautika Lingga Humaidy, Mizan I Ketut Adnyana Ike Anggraeni Isnaini, Nazhifah Isnani , Nazhipah Izma, Hayatun Jenah, Rina Astiyani Khairunnisa Khalid, Ega Rezkyan Khoerul Anwar Khoirunnisa Muslimawati Liling Triyasmono LINDA WAHYUNI Mahendra, Rachul Ridho Mia Fitriana Mochammad Maulidie Alfiannor Saputera Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Rasyid, Muhammad Muhammad Ridho Maulana Musfirah, Yaumi Nadya Rahmi Nadya Rahmi Nahdha Nahdha Nahdha Nasya Hafizah Nazhipah Isnani Niah, Rakhmadhan Noor Hafizah Noor Hafizah Nur Rizki Nurbidayah Nurrahma, Ika Maulida Nurrahmah, Ika Maulida Nurul Mardiati Okta Muthia Sari Pratiwi Wikaningtyas Prima Happy Ratnapuri Putra, Aditya Maulana Perdana Rachul Ridho Mahendra Raffyqurrahman, Muhammad Rahman, Muhammad Arief Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmi Hidayati Rahmi Hidayati Rahmi Muthia Redanti, Hema Novita Revi Kunmariana Rina Astiyani Jenah Rina Astiyani Jenah Rochani, Hardina Rosanti, Diah Aulia Rusida, Esty Restiana Safitri, Nur Haifa Sari, Okta Muthia Sari, Sindwi Rinanda Sari, Sri Oktaviani Setiawan, Muhammad Irwan Sindwi Rinanda Sari Siti Bahzah Sri Oktaviana Sari Supomo Supomo Susiani, Eka Fitri Swandari Paramita Syahrizal Ramadhani Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Vebruati Wikaningtyas, Pratiwi Yaumi Musfirah Yaumi Musfirah Yaumi Musfirah Yusmein Uyun Yusrinie Wasiaturrahmah Yustin Ari Prihandini