Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 3 Clara Rizkina Agustin; Yogi Ageng Sri Legowo
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.9307

Abstract

Mathematics instruction at the elementary school level often encounters obstacles related to limited student involvement, underdeveloped teamwork skills, and inadequate critical thinking abilities, which ultimately affect learning achievement. These challenges were observed among third-grade students at Batursari 5 Elementary School. To address this situation, the Student Team Achievement Divisions (STAD) Cooperative Learning model was applied, emphasizing structured collaboration within diverse student groups. This study aimed to investigate the impact of the STAD model on students’ mathematics learning outcomes. An experimental approach with a one-group pretest–posttest design was employed. The participants consisted of 25 students from class IIIA. Data were obtained through a 20-item mathematics achievement test. Data analysis involved descriptive statistical techniques and inferential analysis using a paired sample t-test. The results indicated an improvement in the average score from 71.20 prior to treatment to 80.56 after the implementation of the STAD model. Statistical testing yielded a significance value of 0.000 at the 0.05 level, confirming a significant difference between pretest and posttest results. These findings suggest that the application of the STAD Cooperative Learning model effectively enhances students’ mathematics learning outcomes. ABSTRAKPembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait partisipasi siswa yang belum optimal, kemampuan kolaborasi yang kurang terasah, serta rendahnya pengembangan berpikir kritis dan sikap ilmiah. Kondisi tersebut ditemukan pada siswa kelas III SD Negeri Batursari 5 dan berdampak pada capaian hasil belajar matematika. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan model Cooperative Learning tipe Student Team Achievement Divisions (STAD), yang menekankan pembelajaran melalui kerja kelompok heterogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model STAD terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan eksperimen menggunakan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas IIIA. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar matematika sebanyak 20 soal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji inferensial berupa paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata siswa dari 71,20 sebelum perlakuan menjadi 80,56 setelah penerapan model STAD. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi 0,000 pada taraf 0,05, yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas III.
Etnopedagogi: Potensi Story Telling dengan Tema Pahlawan dalam Pengembangan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Indonesia Waskito Aji; Yogi Ageng Sri Legowo
Academy of Education Journal Vol. 15 No. 1 (2024): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v15i1.2002

Abstract

Masih Proses
Analisis Kemampuan Digital Siswa Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kota Salatiga Yogi Ageng Sri Legowo; Sega Satriya
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 10, No 01 (2022): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/waspada.v10i01.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan digital siswa di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kota Salatiga. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif atau penelitian yang akan menggambarkan tentang kemampuan digital siswa di Sekolah Dasar Negeri Dukuh 03 Kota Salatiga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengisian angket dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) ketersediaan perangkat digital siswa SD Negeri Dukuh 03 tidak semua siswa memiliki perangkat digital, hanya 82,21% siswa telah memiliki sendiri atau memiliki dan bergantian dengan orang tua; (2) 59 (92,19%) siswa mengaku sudah mampu menggunakan perangkat digital secara mandiri di mana 95,31% dapat melakukan penelusuran (browsing) di internet, 85,94% siswa dapat membaca dan menulis melalui aplikasi/ website, 87,50% siswa dapat mengakses dan men-download aplikasi dari internet, dan 84,38% siswa dapat memahami video pembelajaran/tutorial dari internet; (3) respons siswa terhadap pembelajaran berbasis aplikasi/ website masih rendah, hanya 42 (65,63%) siswa yang dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, namun 22 (34,38%) siswa lain kurang memahami pembelajaran.Kata Kunci: kemampuan digital, literasi digital, siswa SD
Pengaruh Intensitas Penggunaan Handphone terhadap Kemampuan Literasi Digital Siswa di SD Negeri Susukan 01 Ungaran Kusuma Permatasari; Yogi Ageng Sri Legowo; Ridha Sarwana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4752

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh intensitas penggunaan smartphone terhadap kompetensi dasar Kecerdasan Buatan siswa sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional eksploratif digunakan. Partisipan terdiri dari 99 siswa kelas dua dan lima dari SD Negeri Susukan 01 Ungaran, yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel total. Data intensitas penggunaan smartphone dikumpulkan melalui fitur Kesejahteraan Digital dan Waktu Layar, sedangkan kompetensi dasar AI siswa diukur menggunakan tes yang dikembangkan peneliti berdasarkan indikator kompetensi AI untuk siswa sekolah dasar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara intensitas penggunaan smartphone dan kompetensi dasar AI (r = -0,055; p = 0,585). Selanjutnya, analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa intensitas penggunaan smartphone tidak secara signifikan memengaruhi kompetensi dasar AI siswa (F = 0,300; p = 0,585), dengan kontribusi hanya 0,3% (R² = 0,003). Temuan ini menunjukkan bahwa durasi penggunaan smartphone bukanlah faktor utama yang memengaruhi kompetensi dasar Kecerdasan Buatan siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, kualitas pengalaman pembelajaran digital harus mendapat perhatian lebih besar daripada kuantitas penggunaan teknologi.