p-Index From 2021 - 2026
5.613
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bestari Media Komunikasi FPIPS El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman JIE (Journal of Islamic Education) Al-Hayat: Journal of Islamic Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Anterior Jurnal J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Journal on Education Istawa: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal PAI Raden Fatah Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan Discovery : Jurnal Ilmu Pengetahuan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Al Marhalah International Journal Reglement & Society (IJRS) Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Ilomata International Journal of Social Science Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Civil Officium: Journal of Empirical Studies on Social Science Jurnal Paris Langkis Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan International Journal of Advanced Multidisciplinary TARBIYATUNA : Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Law and Society Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Integration of Islamic Educational Principles in Inclusive Curriculum for Children with Disabilities Novanto, Riza Awal; Arifin, Syamsul; Ishomuddin, Ishomuddin
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6164

Abstract

This study explores the integration of Islamic educational values into an inclusive curriculum framework for children with disabilities, aiming to promote fair, comprehensive, and transformative education. As Indonesia increasingly recognizes the importance of inclusive education, there is a growing need for approaches that address not only academic but also spiritual and social dimensions. Employing a literature review methodology, the research analyzes scholarly articles, books, and official reports sourced from databases such as Google Scholar, JSTOR, and ProQuest. The analysis identifies three essential components for designing an inclusive curriculum grounded in Islamic values: (1) academic content tailored to the diverse needs of students with disabilities, (2) reinforcement of core Islamic principles such as patience, justice, empathy, and inclusiveness, and (3) pedagogical strategies that promote active participation and equity in the learning environment. While challenges such as limited resources and social stigma persist, opportunities exist in the form of teacher training, cross-sector collaboration, and supportive educational policies. The study underscores the potential of Islamic values to serve as a foundational framework for inclusive curriculum development in Indonesia, contributing to a more holistic and equitable educational system.
PEMBAHARUAN KELEMBAGAAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM ERA MODERNISASI Hendra, Hendra; Ishomuddin, Ishomuddin; Faridi, Faridi
Tajdid Vol 7 No 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2430

Abstract

Tantangan dan peluang yang dihadapi oleh perguruan tinggi keagamaan Islam dalam menghadapi era modernisasi. Perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia perlu melakukan pembaruan kelembagaan agar dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain kurikulum yang belum dikembangkan berdasarkan landasan sejarah dan khazanah keilmuan IHE, paradigma keilmuan yang cenderung dikotomis, dan kendala administratif dan birokratis dalam transformasi institusi. Selain itu, perguruan tinggi keagamaan Islam perlu mengembangkan budaya multikultural yang inklusif dan mendorong toleransi antar mahasiswa dengan latar belakang agama dan pemahaman yang berbeda. Artikel ini juga membahas strategi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam untuk memperkuat kelembagaan, seperti membangun budaya organisasi kompetitif, mempertimbangkan strategi pemasaran yang tepat, dan memperhatikan faktor internal dan eksternal lembaga dalam menentukan strategi keunggulan daya saing. Pembaruan kelembagaan perguruan tinggi keagamaan Islam diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
TRANSFORMASI MUTU MADRASAH, MENAKAR PELUANG DAN TANTANGAN DI TENGAH DINAMIKA OTONOMI PENDIDIKAN anwar, aep; Arifin, Syamsul; Ishomuddin; Yuliyanti
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v12i2.11841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara rinci perubahan kualitas madrasah dalam konteks pelaksanaan kebijakan otonomi pendidikan di Indonesia. Kebijakan ini memberikan keleluasaan yang lebih besar bagi lembaga pendidikan, termasuk madrasah, dalam mengatur sumber daya manusia, menyusun kurikulum, serta merencanakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa secara mandiri. Konteks ini memberikan kesempatan bagi madrasah untuk melaksanakan berbagai jenis inovasi, baik dalam manajemen lembaga maupun dalam pengembangan kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini menerapkan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber yang relevan, termasuk hasil riset dan dokumen kebijakan. Hasil studi menunjukkan bahwa madrasah berada dalam posisi strategis untuk berinovasi, terutama dengan memperkuat kepemimpinan, meningkatkan profesionalisme pengajar, dan mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kemajuan zaman. Akan tetapi, proses perubahan ini masih menghadapi sejumlah tantangan baik struktural maupun teknis. Dengan demikian, perbaikan kualitas madrasah di waktu otonomi pendidikan memerlukan strategi kolaboratif dan adaptif yang melibatkan kerjasama antara pemerintah, pengelola madrasah, pendidik, dan masyarakat agar otonomi pendidikan dapat berfungsi secara efektif dan berkelanjutan.
FILSAFAT PENDIDIKAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS: KRITIK PERENNIALIS TERHADAP SEKULARISASI PENDIDIKAN Anugrah Giffari; Hironimus Dafa; Ishomuddin
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i2.4489

Abstract

This article investigates the perennialist philosophical critique by Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the secularization of education, which is identified as the source of the modern educational crisis, a crisis marked by pragmatism and the erosion of values. This research analyzes Al-Attas's body of work to unveil his critique. The findings show that Al-Attas perceives secularization not just as a political process, but rather as a philosophical program that leads to the desacralization of nature and the despiritualization of man. The most damaging consequence in education is the "loss of adab," defined as the failure to acknowledge the hierarchy of reality and knowledge, resulting in epistemological and ethical chaos. To solve this, Al-Attas offers the project of the "Islamization of Contemporary Knowledge." Its objective is to re-embed knowledge within the Islamic worldview (ru’yat al-Isl?m li al-wuj?d), aspiring to cultivate the "Man of Adab" (al-ins?n al-adab?). This article concludes that Al-Attas's philosophy offers a strong theoretical framework to diagnose the crisis in education and to propose a restorative solution that is rooted in the Islamic intellectual tradition and consistent with the principles of perennial universalism. His perspective is pertinent to tackling the challenges of contemporary education, which lacks spiritual and ethical dimensions.
Bullying Di Perguruan Tinggi Sebagai Isu Kontemporer Pendidikan: (Studi Kasus Kematian Mahasiswa Universitas Udayana) Sholihah; Abdullah Hilmi Azzuhdy; Ishomuddin; Siti Lailatul Qomariyah; Ali Mukhammad Abrori
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3801

Abstract

Perundungan di lembaga pendidikan tinggi merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada kesehatan mental, psikologis, dan keselamatan pribadi mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk meneliti fenomena perundungan di universitas melalui studi kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana, yang diduga menjadi korban perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berdasarkan analisis dokumen, termasuk laporan berita online, konten media sosial, dan dokumen resmi institusi. Temuan menunjukkan bahwa perundungan di pendidikan tinggi bermanifestasi dalam bentuk tekanan verbal, psikologis, dan sosial, yang diperkuat oleh budaya berbasis senioritas dan sistem pencegahan kampus yang tidak memadai. Dampak perundungan meluas melampaui kerugian psikologis dan akademis bagi korban, mencerminkan kegagalan struktural yang lebih luas di dalam lembaga pendidikan untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan anti-perundungan, pembentukan mekanisme pencegahan yang aman, dan promosi pendidikan karakter humanistik di lembaga pendidikan tinggi.
COEXISTENCE AND INTEGRATION: AN ANALYSIS OF SOCIAL DYNAMICS BETWEEN MUHAMMADIYAH AND NU IN RURAL AREAS Amrulloh, Muh Zakki; Ishomuddin; M. Rondi; Mardiansyah A., Jefri
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6862

Abstract

The topic of coexistence and integration between Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama (NU) in rural areas is highly relevant in the Indonesian social context. These two largest Islamic organizations play an important role as pillars of social harmony, especially in areas vulnerable to social change due to modernization and globalization. This study aims to analyze the social dynamics between Muhammadiyah and NU in rural areas, focusing on coexistence and integration as efforts to strengthen community solidarity. The method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through in-depth interviews, participant observation, and analysis of relevant documents. Data triangulation is used to validate the findings. The results show that coexistence between Muhammadiyah and NU is achieved through collaboration in social activities such as education and health, despite the challenges posed by ideological differences. The contribution of this study is to provide a practical model for building harmony among groups in rural areas, applicable to social policy. This study concludes that this coexistence has positive implications for Indonesia's social stability and suggests that further research using quantitative surveys is needed to measure the long-term impact of this integration.
MODEL OF MUALLAF DEVELOPMENT BASED ON LOCAL WISDOM IN MUSLIM MINORITY VILLAGES: A CASE STUDY OF NGADAS VILLAGE, EAST JAVA Jefri Mardiansyah A; Ishomuddin; Romelah; Muh. Zakki Amrulloh
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6903

Abstract

This research examines a model of muallaf development based on local wisdom within a Muslim minority community, with a case study in Ngadas Village, Poncokusumo District, Malang Regency. This village has a unique socio-religious character, where Muslims are a minority group, mostly increasing through conversion due to marriage and social interaction. This condition necessitates a development pattern that is not only doctrinal but also adaptive to local culture and interreligious relations. This research uses a qualitative approach with a case study design. Data was collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed interactively through condensation, presentation, and conclusion drawing with data triangulation. The results show that muallaf development is carried out through a non-directive community-based model that integrates local wisdom into socio-religious traditions, such as tahlilan, Friday prayers, and daily interactions. This model contributes to strengthening the Islamic identity of muallaf and maintaining social harmony, although it still faces limitations in resources and development planning.
INTEGRASI KONTEN LOKAL DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: DINAMIKA, TANTANGAN, DAN PELUANG DI ERA KONTEMPORER Hironimus Dapa; Anugrah Giffari; Ishomuddin
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/60dat794

Abstract

The development of a local content-based curriculum for Islamic Religious Education (PAI) has become a crucial discourse in educational reform. This article analyzes the evolution, dynamics, and implications of integrating local content into the PAI curriculum through a systematic literature review. Findings indicate that the integration of local wisdom, supported by policies like the Kurikulum Merdeka (Emancipated Curriculum), significantly enhances educational relevance, student engagement, and character formation. Modern PAI curricula are also beginning to respond to contemporary issues such as social cohesion through multicultural education, environmental awareness, and digital literacy grounded in Islamic values. Despite these advancements, educators face significant challenges, including resource limitations, training needs, and the complexities of assessment. This article concludes that the success of this curriculum localization hinges on collaborative synergy among policymakers, educators, and the community. Furthermore, innovative teaching approaches are essential to shape students with robust identities, rooted in local culture, yet prepared to meet global challenges.
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Literasi Digital untuk Mencegah Radikalisme Online pada Siswa SMA Anugrah Giffari; Hironimus Dafa; Ishomuddin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/d7fg4r43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis literasi digital sebagai upaya preventif terhadap radikalisme online pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur sistematis, wawancara mendalam dengan 15 guru PAI, Focus Group Discussion (FGD) dengan 30 siswa SMA, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis literasi digital yang dikembangkan mencakup lima komponen utama: (1) integrasi kewargaan digital dengan nilai-nilai Islam, (2) pengembangan berpikir kritis terhadap konten online, (3) penguatan karakter berbasis moderasi beragama, (4) pemanfaatan teknologi edukatif, dan (5) keterlibatan orang tua dan komunitas. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka kerja komprehensif bagi pengembang kurikulum dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran PAI untuk mencegah radikalisme online di kalangan siswa SMA.    
Pengembangan Bahan ajar Ubuidiyah Berbasis Kontekstual Kelas Wustho di Ponpes Raudlatul Ulum 1 Ishomuddin, Ishomuddin; Husni, M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1071

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kontekstual pada materi ubudiyah kelas 2 di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1. Latar belakang kegiatan ini adalah kebutuhan akan bahan ajar yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan ajaran ibadah dengan kehidupan nyata santri. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan bahan ajar, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi produk. Bahan ajar yang dikembangkan mencakup materi wudhu’, tayammum, shalat, serta najis dan cara menyucikannya, dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan keterkaitan antara konsep keagamaan dan praktik keseharian santri di lingkungan pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kontekstual ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktik ibadah santri secara signifikan, ditandai dengan peningkatan skor hasil belajar dan antusiasme dalam kegiatan praktik ubudiyah. Selain itu, ustadz dan santri memberikan respon positif terhadap kemudahan penggunaan dan relevansi konteks bahan ajar. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual terbukti efektif dalam memperkuat pembelajaran ubudiyah yang bermakna, aplikatif, dan sesuai dengan karakteristik pendidikan pesantren.