p-Index From 2021 - 2026
5.458
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bestari Media Komunikasi FPIPS El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman Al-Hayat: Journal of Islamic Education Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Anterior Jurnal J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Journal on Education Istawa: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal PAI Raden Fatah Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Geneologi PAI : Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan Discovery : Jurnal Ilmu Pengetahuan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Al Marhalah International Journal Reglement & Society (IJRS) Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Ilomata International Journal of Social Science Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Civil Officium: Journal of Empirical Studies on Social Science Jurnal Paris Langkis Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka ALSYS : Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan International Journal of Advanced Multidisciplinary Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Law and Society Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Al I'tibar Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Bullying Di Perguruan Tinggi Sebagai Isu Kontemporer Pendidikan: (Studi Kasus Kematian Mahasiswa Universitas Udayana) Sholihah; Abdullah Hilmi Azzuhdy; Ishomuddin; Siti Lailatul Qomariyah; Ali Mukhammad Abrori
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3801

Abstract

Perundungan di lembaga pendidikan tinggi merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada kesehatan mental, psikologis, dan keselamatan pribadi mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk meneliti fenomena perundungan di universitas melalui studi kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, seorang mahasiswa Universitas Udayana, yang diduga menjadi korban perundungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus berdasarkan analisis dokumen, termasuk laporan berita online, konten media sosial, dan dokumen resmi institusi. Temuan menunjukkan bahwa perundungan di pendidikan tinggi bermanifestasi dalam bentuk tekanan verbal, psikologis, dan sosial, yang diperkuat oleh budaya berbasis senioritas dan sistem pencegahan kampus yang tidak memadai. Dampak perundungan meluas melampaui kerugian psikologis dan akademis bagi korban, mencerminkan kegagalan struktural yang lebih luas di dalam lembaga pendidikan untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan anti-perundungan, pembentukan mekanisme pencegahan yang aman, dan promosi pendidikan karakter humanistik di lembaga pendidikan tinggi.
INTEGRASI KONTEN LOKAL DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: DINAMIKA, TANTANGAN, DAN PELUANG DI ERA KONTEMPORER Hironimus Dapa; Anugrah Giffari; Ishomuddin
Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Almarhalah
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Marhalah Al Ulya Bekasi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/60dat794

Abstract

The development of a local content-based curriculum for Islamic Religious Education (PAI) has become a crucial discourse in educational reform. This article analyzes the evolution, dynamics, and implications of integrating local content into the PAI curriculum through a systematic literature review. Findings indicate that the integration of local wisdom, supported by policies like the Kurikulum Merdeka (Emancipated Curriculum), significantly enhances educational relevance, student engagement, and character formation. Modern PAI curricula are also beginning to respond to contemporary issues such as social cohesion through multicultural education, environmental awareness, and digital literacy grounded in Islamic values. Despite these advancements, educators face significant challenges, including resource limitations, training needs, and the complexities of assessment. This article concludes that the success of this curriculum localization hinges on collaborative synergy among policymakers, educators, and the community. Furthermore, innovative teaching approaches are essential to shape students with robust identities, rooted in local culture, yet prepared to meet global challenges.
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Literasi Digital untuk Mencegah Radikalisme Online pada Siswa SMA Anugrah Giffari; Hironimus Dafa; Ishomuddin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 13 No 1 (2026): Al I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/d7fg4r43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis literasi digital sebagai upaya preventif terhadap radikalisme online pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur sistematis, wawancara mendalam dengan 15 guru PAI, Focus Group Discussion (FGD) dengan 30 siswa SMA, dan validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI berbasis literasi digital yang dikembangkan mencakup lima komponen utama: (1) integrasi kewargaan digital dengan nilai-nilai Islam, (2) pengembangan berpikir kritis terhadap konten online, (3) penguatan karakter berbasis moderasi beragama, (4) pemanfaatan teknologi edukatif, dan (5) keterlibatan orang tua dan komunitas. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 87,5% dengan kategori sangat layak. Implikasi penelitian ini memberikan kerangka kerja komprehensif bagi pengembang kurikulum dan praktisi pendidikan dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam pembelajaran PAI untuk mencegah radikalisme online di kalangan siswa SMA.    
Pengembangan Bahan ajar Ubuidiyah Berbasis Kontekstual Kelas Wustho di Ponpes Raudlatul Ulum 1 Ishomuddin, Ishomuddin; Husni, M
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1071

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kontekstual pada materi ubudiyah kelas 2 di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1. Latar belakang kegiatan ini adalah kebutuhan akan bahan ajar yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga mampu mengaitkan ajaran ibadah dengan kehidupan nyata santri. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan bahan ajar, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi produk. Bahan ajar yang dikembangkan mencakup materi wudhu’, tayammum, shalat, serta najis dan cara menyucikannya, dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang menekankan keterkaitan antara konsep keagamaan dan praktik keseharian santri di lingkungan pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis kontekstual ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktik ibadah santri secara signifikan, ditandai dengan peningkatan skor hasil belajar dan antusiasme dalam kegiatan praktik ubudiyah. Selain itu, ustadz dan santri memberikan respon positif terhadap kemudahan penggunaan dan relevansi konteks bahan ajar. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual terbukti efektif dalam memperkuat pembelajaran ubudiyah yang bermakna, aplikatif, dan sesuai dengan karakteristik pendidikan pesantren.
TAHFIZH AL-QUR'AN LEARNING MODEL AT THE ABDULLAH WA SALMA SUMBAWA ISLAMIC BOARDING SCHOOL Abdul Hakim; Khozin; Ishomuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41116

Abstract

This study focuses on the structure of the Qur'anic tahfizh learning model, as well as the factors that facilitate and hinder its implementation. The research was carried out through a qualitative approach with a case study at the Abdullah Wa Salma Islamic Boarding School in Sumbawa. Data collection was carried out by means of in-depth interviews, direct observation involving researchers, and document studies. The collected data was then analyzed using interactive analysis techniques from Miles and Huberman. The results of the study revealed that the learning model applied was a combined modification that systematically combined the methods of halaqah, takrir, simā’i, and independent murāja’ah. The success of this model is supported by the positive role of the ustadz as an example and the existence of a structured coaching system. However, there are obstacles in the form of differences in motivation between students and lack of time to do murāja’ah together. This study concludes that the adaptive tahfizh learning model has proven to be relevant and effective in producing qualified Qur'an memorizers, as well as making contributions both theoretically through the synthesis of adaptive tahfizh learning models and practically.
THE CONSTRUCTIVIST APPROACH IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION: A THEORETICAL ANALYSIS AND PEDAGOGICAL IMPLICATIONS: Pendekatan Konstruktivisme dalam Pendidikan Agama Islam: Analisis Teoretis dan Implikasi Pedagogis Rahma, Raysa; Ishomuddin; Zuliana
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7300

Abstract

The constructivist approach has become a learning paradigm that has received widespread attention in various educational disciplines, including Islamic Religious Education (IRE). Although there have been many empirical studies in general education, theoretical studies that analyze the relationship between constructivism and the epistemology and pedagogy of IRE in depth are still limited. This article aims to theoretically analyze the constructivist approach in the context of Islamic Religious Education and examine its pedagogical implications for the planning, implementation, and evaluation of IRP learning. This study uses the library research method with content analysis and literature synthesis from national and international journal articles published between 2016 and 2025. The results of the study show that constructivism provides a strong conceptual foundation for developing student-centered, dialogical, reflective, and contextual Islamic Religious Education learning. Its pedagogical implications include changing the role of teachers to facilitators, using active learning strategies such as problem-based learning and reflective discussions, and evaluations that assess the cognitive, affective, and reflective aspects of students. This article recommends the integration of constructivism principles into the curriculum and learning practices of Islamic Religious Education at various levels of education as an effort to enrich the integrity of religious learning.
Role of Principal Leadership in The Digital Era in Building Student Character Resmayanti, Ima; Khozin, Khozin; Ishomuddin, Ishomuddin
Jurnal Likhitaprajna Vol 28 No 1 (2026): April 2026
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v28i1.947

Abstract

Era digitalisasi telah menggeser paradigma pendidikan tradisional menuju ekosistem berbasis teknologi yang kompleks, yang menuntut kepemimpinan sekolah untuk adaptif namun tetap memegang teguh nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo dalam menghadapi tantangan digitalisasi guna memperkuat karakter siswa. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan value-based digital leadership dengan mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) sekolah sebagai alat efisiensi sekaligus pengawasan. Pembentukan karakter dilakukan melalui sinergi antara kebijakan digital dan bimbingan religius yang menekankan pada etika bermedia sosial. Kendala teknis seperti keterbatasan akses internet siswa dan kompetensi guru diatasi melalui program pelatihan berkelanjutan dan kolaborasi dengan orang tua. Kesimpulannya, kepemimpinan digital yang efektif adalah yang mampu menyeimbangkan inovasi teknologi dengan nilai-nilai spiritualitas (akhlak). Kata Kunci: Kepemimpinan Digital, Kepala Sekolah, Pembentukan Karakter, Era Society 5.0.
Integration of Islamic Educational Principles in Inclusive Curriculum for Children with Disabilities Novanto, Riza Awal; Arifin, Syamsul; Ishomuddin, Ishomuddin
ALSYS Vol 5 No 4 (2025): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i4.6164

Abstract

This study explores the integration of Islamic educational values into an inclusive curriculum framework for children with disabilities, aiming to promote fair, comprehensive, and transformative education. As Indonesia increasingly recognizes the importance of inclusive education, there is a growing need for approaches that address not only academic but also spiritual and social dimensions. Employing a literature review methodology, the research analyzes scholarly articles, books, and official reports sourced from databases such as Google Scholar, JSTOR, and ProQuest. The analysis identifies three essential components for designing an inclusive curriculum grounded in Islamic values: (1) academic content tailored to the diverse needs of students with disabilities, (2) reinforcement of core Islamic principles such as patience, justice, empathy, and inclusiveness, and (3) pedagogical strategies that promote active participation and equity in the learning environment. While challenges such as limited resources and social stigma persist, opportunities exist in the form of teacher training, cross-sector collaboration, and supportive educational policies. The study underscores the potential of Islamic values to serve as a foundational framework for inclusive curriculum development in Indonesia, contributing to a more holistic and equitable educational system.