Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Pemanfaatan Batubara Menggunakan Asam Fospat Tunggal Menjadi Karbon Aktif di Formasi Pulau Balang dan Formasi Balikpapan di Kota Samarinda Putri, Agita Kendari; Winarno, Agus; Pontus, Albertus Juvensius; Devy, Shalaho Dina; Nugroho, Windhu
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i1.12959

Abstract

Batubara merupakan salah satu komoditas bahan tambang yang jumlahnya melimpah di Indonesia, tetapi untuk pemanfaatan batubara sebagai karbon aktif relatif tinggi dalam dunia industri Indonesia. Batubara Bituminus sangat berpotensi jika dimanfaatkan sebagai karbon aktif karena mempunyai kandungan Fixed Carbon cukup tinggi, yaitu sekitar 54%-80%. Proses pembuatan karbon aktif dilakukan dengan cara karbonisasi menggunakan bahan aktifasi kimia (H3PO4) dan akuades. Perbandingan yang digunakan adalah 50 g batubara, dengan konsentrasi molaritas yang berbeda yaitu 1M; 1,5M dan 2M dengan masing-masing 100 ml larutan asam fospat.Karbon aktif yang dihasilkan dari proses karbonisasi akan diuji kandungan air, kadar abu, kadar zat terbang, dan karbon aktif murni pada sampel setiap formasi.Hasil analisis uji karbon aktif pada batubara diperoleh yaitu pada uji kadar air sampel FPB1 23,0347%, FPB2 21,6975, FPB3 22,7728%, FB1 22,9148, FB2 25,5351, FB3 28,5954, FKB1 25,2824%, FKB2 26,2235% dan FKB3 17,2911% .Pada uji kadar abu sampel FPB1 7,5725, FPB2 6,8703, FPB3 5,1709, FB1 16,8405, FB2 7,1604, FB3 3,9695%, FKB1 6,9336%,FKB2 9,3561 dan FKB3 11,6932%. Pada uji zat terbang sampel FPB1 23,7277%, FPB2 20,0113%, FPB3 267661%, FB1 23,7610%, FB2 18,6258%, FB317,7130%, FKB1 22,1996%, FKB2 19,5844% dan FKB3 25,9126. Pada uji karbon aktif murni sampel FPB1 45,6651%, FPB2 51,4209%, FPB3 45,2909%, FB1 36,4837%, FB2 48,6787%, FB3 49,7221%, FKB1 45,5842%, FKB2 44,8270%, dan FKB3 32,3417%. Kata Kunci: Asam Fospat, Batubara, Formasi, Karbonisasi dan Karbon Aktif
Efektivitas Penggunaan Arang Batang Eceng Gondok dalam Penurunan Kadar Logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) pada Air Asam Tambang PT. Anugerah Krida Utama Jaba, Yafet; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Devy, Shalaho Dina; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i2.13316

Abstract

Air asam tambang (AAT) merupakan permasalahan lingkungan yang membutuhkan penanganan yang efektif karena dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat serta dapat merusak lingkungan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan arang aktif eceng gondok dalam menurunkan kadar logam besi (Fe) dan mangan (Mn) pada PT Anugerah Krida Utama. Penelitian dilakukan melalui metode adsorpsi dengan menggunakan arang aktif eceng gondok tanpa aktivasi dan aktivasi kimia yang divariasikan dengan perbedaan penggunaan massa yaitu 1, 2, 3, dan 5 gram dengan waktu kontak 60 menit, untuk ukuran 100 mesh serta kecepatan pengadukan 100 rpm. Hasil dari perlakuan digunakan untuk mengamati pengaruh massa arang aktif yang digunakan terhadap hasil penurunan kadar logam. Pengukuran kadar logam Fe dan Mn dilakukan sebelum dan setelah perlakuan konsentrasi awal logam Fe (90,57) dan konsentrasi awal logam Mn (31,516 mg/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah arang aktif eceng gondok yang semakin bertambah mampu menurunkan kadar logam  Fe dan Mn pada AAT. Hasil penurunan logam Fe terbaik pada arang aktif tanpa aktivasi sebesar 0,1827mg/L dan logam Mn sebesar 20,138 mg/L hal ini dipengaruhi ketidak stabilan ikatan adsorben dengan ion logam, penyerapan antara adsorben itu sendiri yang memperebutkan dinding pori pada adsorben dan juga dinding pori yang tidak luas, sedangkan pada arang aktif aktivasi kimia penurunan logam Fe terbaik sebesar 0,2285 mg/L dan logam Mn sebesar 1,160 mg/L.
Studi Klasifikasi Sifat Tahan Lekang Batuserpih Formasi Balikpapan dan Formasi Pulaubalang di Samarinda Sitepu, Joe Vandame; Oktaviani, Revia; Hasan, Harjuni; Trides, Tommy; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i1.11427

Abstract

AbstrakBatuserpih merupakan batuan sedimen yang sangat banyak di lapisan kulit bumi. Penelitian tentang batuserpih akhir – akhir ini semakin banyak dilakukan, karena banyaknya infrastruktur yang berada di atas batuserpih dengan komposisi yang rumit, bertekstur sangat halus dan sulit diamati. Batuserpih umumnya memliki daya tahan rendah, namun beberapa batuserpih memiliki daya tahan yang tinggi. Oleh sebab itu sangat diperlukan pengujian terhadap daya tahan batuserpih, salah satu metode untuk menguji ketahanan batuan adalah uji sifat tahan lekang (Id2). Pada pengujian sifat tahan lekang (Id2) batuserpih Formasi Balikpapan didapatkan 19,36% sampai 53,48%. Berdasarkan nilai tersebut maka batuserpih formasi Balikpapan memiliki ketahan sangat rendah hingga rendah. Sedangkan nilai Id² pada formasi Pulaubalang 29,15% sampai 62,48%, sehingga klasifikasi ketahanannya rendah hingga menengah.Kata Kunci : batuserpih, sifat tahan lekang
Analisis Penurunan Muka Tanah (Subsidens) Menggunakan Metode Numerik Di Terowongan Endportal PLTA Kerinci Merangin, Provinsi Jambi. Jawil, Anshar Abdullah; Saputra, Apriadi; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i1.16186

Abstract

Indonesia mempunyai banyak potensi energi baru terbarukan, seperti tenaga air, panas bumi, biomassa, tenaga bayu dan surya yang bersih dan ramah lingkungan. Salah satu potensi energi baru terbarukan yaitu PLTA Kerinci Merangin yang berada di kabupaten kerinci, provinsi jambi. Pada konstruksinya PLTA ini menggunakan terowongan sepanjang 12 km sebagai jalur air (waterway) dengan beda elevasi awal terowongan sampai akhir terowongan End Portal adalah 400 meter dan ditargetkan akan menghasilkan tenaga listrik berkapasitas 350 MW (4 X 87,5 MW). Salah satu permasalahan yang di hadapi adalah terowongan merupakan terowongan dangkal (burden ± 35 M), dengan massa batuan yang terkekarkan (jointed rock). Kompleksitas yang terjadi di terowongan Endportal tersebut sangat memungkinkan terjadinya subsidens. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemodelan numerik dengan menggunakan perangkat lunak phase2. Hasil pemodelan didapatkan tiga model yaitu model 1 kondisi terowongan tanpa penyangga dengan meperhitungkan faktor kegempaan didapatkan nilai subsiden maksimum sebesar 60,58 mm. kemudian model 2 terowongan dengan penyangga shotcrete, wiremesh dan rockbolt subsiden maksimum sebesar 57,13 mm. dan model 3 terowongan dengan penyangga shotcrete, wiremesh, rockbolt dan h-beam subsiden maksimum sebesar 47,83 mm. Dari hasil numerik pada penelitian dan dengan mempertimpangkan anjuran SNI 8460:2017 yang membatasi batas subsiden < 50 mm maka yang memenuhi kriteria adalah kondisi terowongan dengan penyangga shotcrete, wiremesh, rockbolt dan H- Beam. Kata Kunci: Subsidens, Metode Numerik, PLTA Kerinci.
Analisis Penurunan Muka Tanah (Subsidens) Menggunakan Metode Empirik Di Terowongan Penstock Sta 10+150 PLTA Kerinci Merangin, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Jawil, Anshar Abdullah; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2023
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v11i1.11455

Abstract

Analisis subsidens pada penelitian ini dilakukan di pembangunan terowongan pentstock PLTA Kerinci Merangin sta 10+150. Kedalaman terowongan di lokasi penelitian berkisar ± 35 m sehingga termasuk kategori terowongan dangkal dengan batuan penyusun terowongan yaitu batu sabak (foliated metamorphic rock) dengan kondisi massa batuan tergolong batuan terkekarkan dengan nilai RMR berkisar 23. Memprediksi adanya subsidens pada penelitian ini dilakukan untuk menilai dan mengetahui rekomendasi akibat resiko  penurunan muka tanah berdasarkan SNI 8460:2017. Perhitungan nilai subsidens menggunakan metode empirik Peck (Peck, 1969) dengan menggunakan data primer berupa koordinat berdasarkan lokasi sta, identifikasi massa batuan dan geometri terowongan sedangkan data sekunder berupa peta kontur dimaksudkan untuk mengetahui jarak kedalaman terowongan. Perhitungan subsidens menggunakan metode peck memerlukan titik inclination (i) berdasarkan rekomendasi Mair (1993), dan rasio penurunan muka tanah VL didapatkan dari table hasil penelitian Goldsapand (1993). Berdasarkan hasil penelitian diketahui besaran nilai subsidens maksimum adalah 0,97 mm dan tepat berada pada titik pusat terowongan. Selanjutnya nilai i atau titik inflection 17,5 m dari sumbu terowongan dengan nilai subsidens 0,11 mm dan daerah pengaruh maksimum pada jarak 20,6 m dari sumbu terowongan. Berdasarkan table SNI 8460:2017 subsidens di daerah penelitian masuk dalam kategori 1 dengan rekomendasi berdasarkan 
Studi Tingkat Erodibilitas Tanah Pada EX Disposal Pit A1 PT Kintan Putri Mandiri Subcon PT Anugerah Krida Utama Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Putri Pebrian; Windhu Nugroho; Agus Winarno; Shalaho Dina Devy; Albertus Juvensius Pontus
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2024): April: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sip
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v2i2.231

Abstract

Soil is an important component in the natural environment which has an important role in supporting human life and the ecosystem as a whole. One key aspect of soil properties is its erodibility, which determines how susceptible the soil is to erosion. This research aims to assess the level of soil erodibility in the disposal area, which is the location where overburden is deposited in coal mines. Soil erodibility is influenced by a number of factors, including texture, structure, organic matter content, and soil permeability. Laboratory analysis methods are used to measure soil erodibility from samples taken from the disposal area. The results of this research provide a deeper understanding of the potential for erosion in disposal areas and provide a basis for the development of effective erosion control strategies to minimize environmental and mine operational impacts. These findings are important for the coal mining industry in managing the environment sustainably and ensuring the continuity of their operations.
Analisis Faktor Keamanan Dan Probabilitas Kelongsoran Lereng Di Jalan Batu Besaung Kelurahan Sempaja Utara Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur Enggar Salsabilla Pramesty; Revia Okatviani; Albertus Juvensius Pontus
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 2 No. 3 (2024): Juli: Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v2i3.416

Abstract

A slope is an area of ​​morphology that has a certain geometry, namely the highest and lowest parts and has the potential for landslides if it is in an unstable condition (Wesley & Pranyoto, 2010 in Khodijah, et al, 2022). A slope can be composed of soil, rock, or both. Slope stability is influenced by slope geometry, physical and mechanical characteristics of the slope-forming material, water (hydrology and hydrogeology), rock weak plane structure (location, direction, frequency, mechanical characteristics), natural stresses in the rock mass, local stress concentrations, vibrations ( natural: earthquakes; and human actions: effects of blasting, effects of heavy equipment passing by), climate, the results of mine workers' actions, and thermic effects (Moshab, 1997 in Arif, 2016).
Analisis Hubungan Nilai Rebound Schmidt Hammer Dengan Nilai Uniaxial Compressive Strength (UCS) Pada Batupasir Formasi Balikpapan Dan Pulaubalang Roberto Firson Pappang; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus : Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v2i4.415

Abstract

Uniaxial Compressive Strength is a test method to classify the strength and characterization of intact rock. Where it is important information in determining the strength and characteristics of a rock obtained by testing using the UCS tool. In this research, an alternative is made in determining the UCS value precisely and easily, namely by using the schmidt hammer test and compressive strength test. Therefore, this research aims to obtain the correlation value between the results of the compressive strength test and the schmidt hammer test on sandstone. Based on the results of observations and calculations that have been carried out, it can be concluded that the compressive strength value in the Balikpapan formation is lower than the compressive strength value in the Pulaubalang formation where the compressive strength value in the Balikpapan formation is 3.3 MPa-4.3 MPa, while the compressive strength value in the Pulaubalang formation is 4.3-5.57 MPa. The rebound number in the Balikpapan formation is lower than the rebound number in the Pulaubalang formation, where the rebound number in the Balikpapan formation is 16-17.8, while the rebound number in the Pulaubalang formation is 18-22.3. The correlation of the uniaxial compressive strength value with the rebound number of the schmidt hammer shows a positive linear correlation between the UCS value and the rebound number of the schmidt hammer, in this case it can be seen that when the uniaxial compressive strength value is higher, the rebound number of the schmidt hammer is also higher.
Pemanfaatan Limbah Hasil Pembakaran Batubara Faba (Fly Ash dan Bottom Ash) PLTU Menjadi Paving Block Dian Isnandar; Harjuni Hasan; Albertus Juvensius Pontus; Agus Winarno; Windhu Nugroho
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 2 No. 4 (2024): Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v2i4.603

Abstract

Water absorption test and compressive strength test were conducted to determine the quality standards of paving blocks. This research was conducted by using a mixture of fly ash, bottom ash and cement. The tests carried out in this study were water absorption test and compressive strength test using 3 compositions of 5%, 8% and 12%. In each composition using 3 samples for testing. Tests were carried out with a vulnerable time between 7 days, 14 days and 28 days. The highest water absorption results in the 8% composition with water absorption of 1.467%. The highest compressive strength results in the 8% composition with a compressive strength of 10.479 Mpa.
Optimalisasi Pola Peledakan Dan Delay Peledakan Terhadap Ground Vibration Akibat Aktivitas Peledakan Di Pit Blok Osor Timur Pt. Kartika Selabumi Mining Kabupaten Kutai Kartanegara L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v12i2.17843

Abstract

Blasting adalah salah satu dari kegiatan penambangan yang bertujuan untuk melepaskan batuan dari batuan induknya. Peledakan akan menimbulkan sejumlah bahaya yang salah satunya adalah ground vibration. Selama ini ground vibration dianggap sebagai waste energy yang dapat merusak dan menjadi atensi terhadap lingkungan dan area sekitar.Sehingga pada lokasi penelitian di Pit Blok Osor Timur yang dekat dengan perkampungan dengan jarak kurang lebih 300-700 m sangat pentung dilakukan pengukuran tingkat getaran yang mengarah ke perkampungan sehingga didapatkan hasil getaran yang ditimbulkan dari hasil proses peledakan yang dilakukan. Data diperoleh dengan pengambilan data lapangan dan sekunder. Hasil analisis dan simulasi pola echelon dengan waktu tunda yang digunakan adalah 67 ms surface delay dan control delay surface 176 ms dengan isian 36 kg menghasilkan nilai PPV 0,279 mm/s dengan jarak 500 m. Hubungan nilai scaled distance dan PPV aktual di lapangan dengan regresi power didapatkan nilai K = 47148 dan e = -2,399 dan pola row by row dengan waktu tunda 394 ms control surface delay, 176 ms surface delay, dan 67 ms surface delay dengan isian 36 kg menghasilkan nilai PPV 0,542 mm/s dengan jarak 500 m. Hubungan nilai scaled distance nya mendapatkan nilai K = 2047,2 dan e = -1,787. Rekomendasi untuk perusahaan adalah menggunakan pola echelon denggan adalah 67 ms surface delay dan control delay surface 176 ms
Co-Authors A. Agus Mantri Abdul Malik Afdal Jamil Tanjung Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ahmad Akmal Muhyiddin Aisyatur Ridho Akbar Ilham Akbar Nazaruddin Amarullah Amarullah Anakta Hartanta sebayang Anandyta Suci Ramdani Apriadi Saputra Ardhan Ismail Ardian Saputra Arie Prasetya Arie Arsuwendi Arsuwendi Dian Isnandar Dina Devy, Shalaho Djuwita Dela Safitri Eghi Eghi Elsa Amanda Putri Enggar Salsabilla Pramesty Ery Budiman Fajar Ramadhan Firman Firman Firman Firman Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Haviluddin Haviluddin Henny Magdalena Indaswati Indaswati Indra Ariani, Indra Irianta Ibo Sembiring Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Jawil, Anshar Abdullah Jhony Maxi Harjadi Koeshadi Sasmito L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Masayu Widiastuti Melki Marten Mochamad Gaharu Dida Devedo Moh. Widzar Fahmi Widzar Muh. Iskandar Rahman Muhammad Rahul Shidiq Muhammad Rofy Fauzan Musodiq Musodiq Natasya Amanda Putri Nugroh, Windhu Nugroho, Windhu Nur Aqsa Syahban Irwan Nur, Al Maida Pranajiwa Putri Pebrian Putri, Agita Kendari Rafael Bonardy Gultom Rahmat Rahman Respati, Lucia Litha Rety Winonazada Rety Winonazada Revia Okatviani Revia Oktaviani Revia Oktaviani Revia Revia Oktaviani Rexy Maulana Riskianto, Achmad Riyan Pradika, Muhamad Roberto Firson Pappang Roland Fatar Fernados Sirait Ronald Alvin Ifnie, Jones Sakdillah Sakdillah Sakdillah Sakdillah Satria Bekti, Nanda Shalaho Dina Devi Shalaho Dina Devy Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sitepu, Joe Vandame Sokisha, Sokkia Suhari, Josh Immanuel Stevano Thomas , Anita oktoviana L.P.G.M. Tommy Aria Pradana Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa Wahyu Garini, Andini Dwi Weggie Atanasius Tonapa William William William William windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Wiradhana, Ni Made Ayu Dwi Kartika Yolanda, Agnes Yuana Saputra