Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) TERHADAP PENIALAIAN ORGANOLEPTIK MIE WIKAU MAOMBO Maslin, Shintya; Wahyuni, Sri; Ansharullah, Ansharullah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.431 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i5.3747

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the effect of the addition of seaweed slurry and xanthan gum on theorganoleptic assessment of wikau maombo noodles.The study used a completely randomized design (CRD) with six treatments of combination of wikau maombo flour, seaweed, and xanthan gum (wikau maombo flour : wheatflour : seaweed : xanthan gum) M1=60% : 37% : 2% : 1%, M2=60% : 35% : 4% : 1%, M3= 60% : 33% : 6% : 1%,M4= 60% : 31% : 8% : 1%, M5= 60% : 29% : 10% : 1%, and M6= 98% : 2%.The organoleptic assessment resultsshow that in the aspects of color, aroma, taste, and texture, the best treatment was obtained at M1 with a score of4.68 (really like) in color quality rating, 4.70 (really like) in aroma, 4.56 (really like) in taste, and 4.63 (really like) intexture. Meanwhile, the sensory test results show that the best treatment was obtained at M1, which had a yellowwhitecolor, interesting aroma, and chewy texture. Therefore, it can be concluded that the addition of seaweedslurry and xanthan gum had a significant effect on the organoleptic assessment of wikau maombo noodles. Keywords: Wikau maombo, seaweed, organoleptic, wet noodle. ABSTRAK  Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh penambahan bubur rumput laut dan xanthan gumterhadap penilaian organoleptik mie wikau maombo. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian iniadalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang merupakan kombinasi proporsi antara tepungwikau maombo, rumput laut dan xanthan gum (tepung wikau maombo : terigu : rumput laut : xanthan gum )M1=60% : 37% : 2% :  1%, M2= 60% : 35% : 4% : 1%, M3= 60% : 33% : 6% : 1%, M4= 60% : 31% : 8% : 1% , M5=60% : 29% : 10% : 1%, M6= 98% : 2%.  Hasil penilaian organoleptik menunjukkan penilaian hedonik warna,aroma, rasa dan tekstur, perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan M1 = (60 g wikau maombo, 37 g terigu , 2 grumput laut  dan 1 g xhantan gum) dengan nilai organoleptik warna 4,68 (sangat suka), aroma 4,70 (sangat suka),rasa 4,56 (sangat suka) dan tekstur 4,63 (sangat suka). Hasil penilaian uji sensorik warna, aroma dan teksturmenunjukkan penilaian terbaik diperoleh pada perlakuan M1 dengan penilaian organoleptik warna mendapatkankualifikasi (putih kekuningan), aroma (menarik) dan tekstur (kenyal). Sehingga dapat disimpulkan bahwaPenambahan bubur rumput laut dan xanthan gum berpengaruh sangat nyata terhadap penilaian organoleptikproduk mie basah wikau maombo.Kata Kunci : Wikau maombo, rumput laut, organoleptik, mie basah.
APLIKASI EDIBLE COATING BERBASIS PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN FILTRAT JAHE UNTUK MENINGKATKAN DAYA SIMPAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) Erviani, Uni; Ansharullah, Ansharullah; wahab, djukrana
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.677 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i6.3869

Abstract

ABSTRACT  Red chili pepper is a horticulture crop with a high price in the market and is needed in large quantities, but it has a short shelflife. Therefore, we used edible coating to extend shelf life and maintain the quality at room temperature, as well as theaddition of filtrate ginger as an antimicrobial to prolong the shelf life. This study used a completely randomized design (CRD),with five treatments of ginger filtrate concentration, which were J0 (0%), J1 (1%), J3 (3%), J5 (5%), and J7 (7%) with triplereplications. The samples were stored for 3, 6, 9, 12 and 15 days. The samples then tested with sensory tests (color, texture,and aroma) and vitamin C analysis during storage. The results show that there was a decrease of sensory quality in red chilipepper during storage using edible coating and the addition of ginger filtrate, but it was not as significant as the samplewithout the addition of ginger filtrate. The best result was obtained by the J7 sample (7% ginger filtrate) in the sensory test(color, texture, and aroma) during storage. This sample also had the lowest decrease of vitamin C levels during storagecompared to the red chili peppers without edible coating and ginger filtrate.  Keywords: Edible coating, sago starch, ginger filtrate.  ABSTRAK  Cabai merah merupakan tanaman holtikultura yang memiliki harga cukup tinggi di pasaran dan dibutuhkan dalam jumlahyang besar namun memiliki umur simpan yang singkat sehingga perlu adanya penanganan lebih lanjut yaitu denganmenggunakan edible coating untuk memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu pada suhu ruang, sertapenambahan filtrat jahe sebagai antimikroba agar memperpanjang masa simpan. Penelitian ini menggunakan rancanganacak lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan  J0 (0%), J1 (1%), J3 (3%), J5 (5%) dan J7 (7%) filtrat jahe dengan 3 kali ulangan,buah disimpan selama 3, 6, 9, 12 dan 15 hari. Metode pengujian yang dilakukan yaitu uji sensori meliputi (warna, tekstur danaroma) serta uji kadar vitamin C selama penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terjadi penurunan mutu sensoripada buah cabai merah selama penyimpanan menggunakan edible coating dengan penambahan filtrat jahe, namunpenurunan mutu   sensori cabai merah  tidak sesignifikan dibandingkan tanpa penambahan filtrat jahe. Perlakuan J7 yaitupenambahan filtrat jahe 7% memberikan hasil yang lebih baik terhadap uji sensori ( warna, tekstur dan arom) selamapenyimpanan dibandingkan dengan penambahn 0%.  Selain itu hasil uji kadar vitamin C perlakuan terbaik J7 (7%) selamapenyimpanan memiliki penurunan yang tidak sesignifikan cabai merah  yang tanpa menggunakan edible coating denganpenambahan filtrat Jahe selama peyimpanan. Kata kunci: Edible coating, pati sagu, filtrat jahe.
PENGARUH PENAMBAHAN FILTRAT DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb) TERHADAP KUALITAS FISIKO KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY RUMPUT LAUT (E. cottonii) Rahman, Wasti La; Ansharullah, Ansharullah; wahab, djukrana
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 6 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.031 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i6.3875

Abstract

ABSTRACT  This study aimed to determine the effect of addition of pandanus leaf filtrate to organoleptic characteristics andphysicochemical properties of seaweed jelly candy. This research used Completely Randomized Design (CRD) that theconcentration of pandan leaf filtrate (10, 20, 30 and 40%). The addition of 40% pandanus leaf filtrate was the most preferredtreatment of panelists with rating scores on color, texture, aroma and taste of 3.56, 3.46, 3.50 and 3.72, respectively. Thephysicochemical properties of jelly candy include moisture content, ash content, glucose and pH respectively 19.64%,0.789%, 8.983% and 5.43. Physical test result that the viscosity showed significant effect. Candy jelly with the addition ofpandan leaf filtrate has fulfilled the quality requirements of jelly candy so it has a good enough acceptance and  favored bypanelists. Keywords: Seaweed, Candy jelly, Pandanus Leaf. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filtrat daun pandan terhadap karakteristik organoleptik dansifat fisikokimia permen jelly rumput laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu konsentrasipenambahan filtrat daun pandan (10, 20, 30 dan 40%). Penambahan filtrat daun pandan 40% merupakan perlakuan yangpaling disukai panelis dengan skor penilaian terhadap warna, tekstur, aroma dan rasa berturut-turut sebesar 3.56, 3,46, 3.50dan 3.72. Sifat fisikokimia permen jelly meliputi kadar air, kadar abu, glukosa dan pH berturut-turut sebesar 19.64%, 0.789%,8,983% dan 5,43. Hasil uji fisik yaitu kekenyalan menunjukan berpengaruh yang nyata. Permen jelly dengan penambahanfiltrat daun pandan telah memenuhi syarat mutu permen jelly sehingga memiliki daya terima yang cukup baik dan disukaioleh panelis. Kata kunci: Rumput laut, permen jelly, daun pandan.
PENGARUH PENAMBAHAN PASTA UWI UNGU (DISCOREA ALATA L) TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN FISIKO KIMIA ES KRIM Awaliah, Reski; Ansharullah, Ansharullah; MASHUNI, MASHUNI
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.601 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v3i1.3974

Abstract

ABSTRACT The objective of the study was to observe the organoleptic assessment of ice cream added with purple yam paste. Thisstudy used a completely randomized design of one factor with three treatments, i.e., P1= 270 g purple yam paste, P2 = 315g purple yam paste, and P3 = 360 g purple yam paste. The treatments were repeated three times, then continued with leastsignificant difference test. The best result for organoleptic assessment was obtained by the sample with 270 g purple yampaste, 52 g full cream milk, 35 g whipping cream, 0.4 g salt, and 46 g sugar. The favorite rating scores of color, aroma,taste, and texture were 2.60 (like), 3.85 (like), 3.77 (like), and 3.39 (like). The ice cream sample required 23 minutes to bemelt. The nutritional values were 0.4 fat content (%db), and 3.79 protein (%db), with storage temperature of -4oC. Theresults show that the ice cream was accepted by panelists; therefore, it was expected to be favorable to the widercommunity as a product without artificial additives. Keywords: Purple yam Ice cream ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penilaian karakteristik organoleptik es krim dengan penambahan pasta uwi ungu.Penelitian ini menggunakan desain rangcangan acak lengkap (RAL) kemudian dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT),dimana perlakuan sebanyak 3 dengan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari P1 = pasta uwi ungu 270 g, P2 =pasta uwi ungu 315 g, dan  P3= pasta uwi ungu 360.  Hasil penilaian organoleptik menunjukkan bahwa pada ujiorganoleptik  terpilih oleh panelis terdapat pada komposisi pasta uwi 360 g, susu full cream 52 g, whipping cream 35 g,garam 0,4 g, dan gula 46 g. Dengan skor penilaian terhadap warna 2,60% (disukai), aroma 3,85% (disukai), rasa 3,77%(disukai), tekstur 3,39% (disukai) dan pada uji sifat fisik kecepatan meleleh pada es krim selama 23 menit. Nilai gizi: kadarlemak 0,4 (%db), dan kadar protein 3.79 (%db), dengan suhu penyimpanan -4oC. Hasil penelitian menunjukan bahwaproduk  es krim uwi ungu disukai dan diterima oleh panelis sehingga diharapkan dapat menjadi produk es krim yangditerima secara luas dan menjadi pangan fungsional tanpa mengandung bahan tambahan pangan sintetis. Kata kunci:  Es krim uwi ungu  PENDAHULUAN
ANALISIS PENILAIAN ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI KUE TRADISIONAL BAGEA SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) Hasriani, Eva; Ansharullah, Ansharullah; Rejeki, Sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.581 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v3i1.3979

Abstract

ABSTRACT This study aimed to investigate the effect of substitution of purple sweet potato starch on the organoleptic characteristics andnutritional value of bagea cake. This research used Completely Randomized Design (CRD) with one factor (variationconcentration of purple sweet potato) of 10%, 20%, 30%, 40%. Organoleptic analysis including color, aroma, texture andtaste was carried out in this study. Nutritional content analysis including water content, ash, fat, protein and carbohydratewas also done. The results showed that the substitution treatment of purple sweet potato starch had a very significant effecton organoleptic color, aroma, taste and texture. The substitution treatment of purple sweet potato flour of 20% was the mostpreferred treatment of panelists with the score of favorite assessment on the color, aroma, texture and taste of 3.78 (ratherlike), 4.02 (like), 3.63 (rather like) and 3.83 (rather like). Nutritional content including water content, ash, fat, protein andcarbohydrate were 7.87%, 2.61%, 23.78%, 5.16% and 60.55%, respectively. Bagea cake with purple sweet potato floursubstitution had nutritional value according to standard and had a good enough acceptance and was favored by panelists. Keywords:  Bagea cake, sago flour, purple sweet potato flour. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu terhadap karakteristik organoleptik dannilai gizi kue bagea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasitepung ubi jalar ungu (10%, 20%, 30%, 40%).  Analisis organoleptik meliputi warna, aroma, tekstur dan rasa telah dilakukanpada penelitian ini. Analisis kandungan gizi meliputi kadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat juga telah dilakukanpada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan substitusi tepung ubi jalar ungu berpengaruh sangatnyata terhadap organoleptik warna, aroma, rasa dan tekstur. Perlakuan substitusi tepung ubi jalar ungu 20% merupakanperlakuan yang paling disukai panelis dengan skor penilaian kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa berturutturutsebesar  3.78 (agak suka), 4.02 (suka), 3.63 ( agak suka) dan 3.83 (agak suka). Analisis kandungan gizi meliputikadar air, abu, lemak, protein dan karbohidrat berturut-turut sebesar 7.87%, 2.61%, 23.78%, 5.16% dan 60.55%. Kuebagea dengan substitusi tepung ubi jalar ungu memiliki nilai gizi sesuai standar dan memiliki daya terima yang cukup baikserta disukai oleh panelis. Kata kunci: Kue bagea, tepung sagu, ubi jalar ungu.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) TERHADAP LAMA PENYIMPANAN SUSU KEDELAI mondo, Firdawati; ansharullah, ansharullah; tamrin, tamrin
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.878 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i2.2594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun secang terhadap lamapenyimpanan susu kedelai. Penambahan kayu secang pada susu kedelai dapat dijadikan sebagai alternatif bahanpengawet alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas penambahan ekstrak kayu secang dengan variasi konsentrasi yaitu 0 %  (K0), 0.09 %(K1), 0.14 % (K2), 0.18 % (K3) dan 0.23 %  (K4). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kayu secang mempunyai pengaruh sangat nyata terhadaporganoleptik warna, kekentalan dan total mikroba tetapi tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap organoleptik rasa dan aroma. Kata kunci: susu kedelai, ekstrak kayu secang, masa penyimpanan.
PENGARUH PENGGUNAAN SIRUP GLUKOSA TERHADAP KARAKTERISTIKORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI KUE NASTAR KEJU Febrianti, Febrianti; karimuna, La; ansharullah, ansharullah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 2 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.571 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i2.2608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sirup glukosa sagu terhadap karakteristikorganoleptik dan nilai gizi kue nastar keju. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yangterdiri atas lima perlakuan yaitu substitusi gula pasir : sirup glukosa (100%:0% (P0) ; 75%:5% (P1) ; 50%:50%(P2) ; 25%:75% (P3) ; 0%:100% (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan sirup glukosasagu berpengaruh sangat nyata terhadap penilaian organoleptik dan kandungan nutrisi kue nastar keju.Perlakuan penggunaan gula pasir 50% dan sirup glukosa 50% merupakan perlakuan yang paling disukai panelisdengan skor penilaian kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa berturut-turut sebesar  4.00 (suka),3.95 (suka), 3.95 (suka) dan 4.22 (suka). Sedangkan berdasarkan analisis kandungan nutrisi meliputi kadar air,abu, lemak, protein dan kadar glukosa berturut-turut sebesar 4.25%, 0.97%, 13.52%, 2.42 % dan 68.44%. Kata kunci: gula pasir, kue nastar keju, sirup glukosa.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS TAHU TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAN ORGANOLEPTIK ROTI MANIS Ayunir, Maysuci; ansharullah, ansharullah; Hermanto, Hermanto
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.161 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i3.2629

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ampas tahu terhadap sifatorganoleptik dan nilai gizi roti manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuanterdiri dari  tepung ampas tahu:tepung terigu yaitu 0 %:100 % (A0); 3 %:97 % (A1); 6 %:94 % (A2) ; 9 %:91 % (A3); 12%:88 % (A4 ) dan 15 %:85 % (A5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel A1 merupakan perlakuan yang palingdisukai panelis dengan skor penilaian kesukaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa berturut-turut sebesar 3,56(suka), 3,33 (agak suka), 3,43 (agak suka) dan 3,31 (agak suka). Sedangkan komposisi kimia meliputi kadar air, kadar abu,kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan kadar serat berturut-turut sebesar 18,2 %, 1,9 %, 12,6 %, 13,1 %, 56,5 % dan 1,83 %. Kata Kunci: Ampas tahu, roti manis, tepung ampas tahu.
PENGARUH SUBSTITUSI BUBUK KAKAO DALAM FORMULASI TEPUNG SAGU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT SAGU Oktaviani, Endang; ansharullah, ansharullah; rejeki, sri
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 3, No 4 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v3i4.5169

Abstract

ABSTRACT                The purpose of the study was to determine the effect of substitution of cocoa powder in sago flour formulation on the organoleptic characteristics of sago biscuits and the physicochemical properties (water absorption, moisture content, ash content, fat content, protein content, carbohydrate content) of the biscuits produced favored by panelists, and to find out the antioxidant activity of sago biscuits. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments namely E0 (100 grams of sago flour: 0 gram of cocoa powder), E1 (90 grams of sago flour: 10 grams of cocoa powder), E2 (80 grams of sago flour: 20 grams of cocoa powder), E3 (70 grams of sago flour: 30 grams of cocoa powder). The products most preferred by panelists was the E1 treatment (90 grams of sago flour formulation, and 10 grams of cocoa powder) with favorite rating scores of color, texture, aroma, and taste reached 3.59 (like), 3.81 (like), 3.86 (like), and 3.68 (like), respectively. The preferred biscuits contained 4.75% moisture content, 1.34% ash content, 5.28% fat content, 3.11% protein content, 85.55% carbohydrate content, and water absorption capacity of 114.63%. The highest antioxidant activity was found in E3 treatment with the IC50 value of 80.33 µg/mL. Sago flour and cocoa powder in biscuit making affected the chemical composition of biscuit products significantly. The addition of cocoa powder on the sago flour can increase the nutritional value of biscuits. The organoleptic assessment results show that the biscuits were preferred by panelists.Keywords:Biscuit, sago flour, cocoa powder. ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi bubuk kakao dalam formulasi tepung sagu, terhadap karakteristik organoleptik biskuit sagu dan sifat fisikokimia (daya serap air, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat,) dari produk biskuit yang disukai panelis, serta untuk mengetahui aktivitas antioksidan biskuit sagu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu  E0 (Tepung sagu 100 gram : Bubuk kakao 0 gram), E1 (Tepung sagu 90 gram : Bubuk kakao 10 gram), E2 (Tepung sagu 80 gram : Bubuk kakao 20 gram), E3 (Tepung sagu 70 gram : Bubuk kakao 30 gram). Hasil penilaian organoleptik formulasi tepung sagu, dan bubuk kakao pada produk biskuit yang disukai panelis terdapat pada perlakuan E1 (formulasi tepung sagu 90 gram, dan bubuk kakao 10 gram) dengan skor penilaian kesukaan warna 3,59% (suka), tekstur 3,81% (suka), aroma 3,86% (suka) dan rasa 3,68% (suka). Biskuit pada perlakuan E1 mengandung kadar air sebesar 4,75%, kadar abu sebesar 1,34%, kadar lemak sebesar 5,28%, kadar protein sebesar 3,11%, kadar karbohidrat sebesar 85,55%, dan daya serap air sebesar 114,63%. Aktivitas antioksidan tertinggi terdapat pada perlakuan E3 dengan nilai IC50 sebesar 80,33 µg/mL. Berdasarkan hasil penilaian organoleptik produk biskuit sagu dari formulasi tepung sagu dan bubuk kakao dapat diterima (disukai) oleh panelis. Formulasi tepung sagu dan bubuk kakao pada pembuatan biskuit memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komposisi kimia produk biskuit. Oleh karena itu penggunaan tepung sagu yang diformulasi dengan bubuk kakao dapat meningkatkan nilai gizi produk biskuit.Kata kunci :Biskuit, tepung sagu, bubuk kakao 
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN FISIKOKIMIA SARI WORTEL, TEPUNG UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP MIE BASAH Satriadin, Satriadin; Ansharullah, Ansharullah; Asyik, Nur
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 2, No 5 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PANGAN
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.082 KB) | DOI: 10.33772/jstp.v2i5.3738

Abstract

ABSTRACT This study aimed to determine the effect of carrot extract, sweet potato flour and wheat flour to organoleptic andphysicochemical characteristics of wet noodles. The results showed that the best treatment of wet noodle product was P5sample (carrot juice of 20%, white sweet potato flour of 35% and wheat flour of 45%) with an average preferences of color of3.65% (rather like), aroma of 3.53% (like), texture of 3.72% (rather like), taste of 3.55% (rather like). Moisture, ash, proteincontents and water absorption in the P5 sample were 60.94%, 1.53%, 0.83% and 10.34%, respectively. So it can beconcluded that the best treatment of carrot extract, sweet potato flour and wheat flour on the production of wet noodle were20% : 35% and 45%. Keywords : Wet noodles, carrot extract, sweet potato flour, organoleptic.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sari wortel, tepung ubi jalar dan tepung terigu terhadapkarakteristik organoleptik dan fisikokimia mie basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik produk miebasah yaitu P5 (sari wortel 20%, tepung ubi jalar 35% dan tepung terigu 45%) dengan rata-rata kesukaan terhadap warnasebesar 3.65% (Agak suka), aroma sebesar 3.53% (Agak suka), tekstur sebesar 3.72% (Agak suka), rasa sebesar 3.55%(Agak suka). Kadar air, abu, protein dan daya serap air pada sampel P5 berturut-turut sebesar 60.94%, 1.53%, 0.83% dan10.34%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik perbandingan sari wortel, tepung ubi jalar dan tepung terigu pada pembuatan mie basah yakni 20% : 35% dan 45%. Kata kunci: Mie basah, sari wortel, ubi jalar putih, organoleptik.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Wilhan Juliatmaja ABDU RAHMAN BACO, ABDU RAHMAN Abdul Kasim Abdul Kasim Abdul Madiki Achmad Noerkhaerin Putra ADRIANI ADRIANI Afa, Musadia Agusriyadin, Agusriyadin Ainun, Poppy alim, Usman Amelda Amelda Aminah Sagista Amirudin, Adinda Oktavia Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anas, Adnan Andi Bahrun andi Dahlan ANDI KHAERUNI Anggraini, Sinta Angri, Evi Yuningsih Annisah Amaliah Aretzy, Alfia Asnani Asnani Asniar Asniar Aspira, Aspira Asranudin Asranudin, Asranudin Asri, Ahmad Aulia, Alung Magfira Auliana, Rana Ayunir, Maysuci Azhar Bafadal Budiarti, Asri Eka cengceng, cengceng Cerlyn, Cerlyn Damayanti, Rusna DEWI SARTIKA Dila, Muhammad Efendi, Sarina Elfira Hamidsu Erni Erni Erviani, Uni Fatmasari Fatmasari Fazira, Rahmi Febrianti Febrianti Fikram Firoh, Aji Mustaq Frisandi, Angga Angrullah Gata, Getwin Gusnawati, Gusnawati Haerul, Andi Haider, Mohamad Hajiana, Hajiana Halida Rusdin HALIMATUSSADIYAH -, HALIMATUSSADIYAH Hamzah, Hidayat Eka Putra Hardianti Hardianti, Hardianti Hariati, N Harsyam, Diah Islamyati Hasriamin, Hasriamin Hayastika, Hayastika Helviani, Helviani Herman, Sriyana Hermanto Hermanto Hidayati Hidayati Holuke, Solodius HS, Gusnawati Husni, Ratu Asri Octavianny Ibrahim, Moh Nuh Ibrahim, Moh. Nuh Indriany, Iin Trisni Irianto, Fitri Amelia Irmawati Irmawati Isamu, Kobajashi T Isamu, Kobajashi Togo Jamhari Jamhari jufri, Nurnashriana Jurnal Pepadu Kadir Kadir Kusumawati, Resky La Aba La Aba La Karimuna La Ode Liaumin Azim La Ode Nafiu La Rianda Lakawa, Stefiana Yunisa Lestari, Mawadda Sri Lestari, Wa Ode Mazwin Lestari, Yuyun Dwi Majido, Rusni Mariani L Marsuki Iswandi Mashuni Mashuni Maslin, Shintya MAULIDIYAH -, MAULIDIYAH Mekuo, Febrianto Nur Meliani, Sri Minaula, Magnalia Miranti, Misra mondo, Firdawati Muh Syukri Sadimantara, Muh Syukri Muh. Obi Kasmin Muhammad Agus Muljanto Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Natsir Muhammad Nurdin Muhammad Nurdin Muhtar Amin Musfiroh, Dinda Aisyah Musrin Musrin Muzuni, Muzuni nufusi, hayatun Nur Asyik Nur Asyik, Nur Nur Muhammad Abdillah Saenuddin Nur Salam Nurlin Nurlin, Nurlin Nursafani, Nursafani Nursalam Nursalam Nursalam, Nursalam Nurwahida Nurwahida, Nurwahida Oktaviani, Endang Ongga, Sarfin Paramita Idris, Sindy Pratna Patadjai, Andi Besse Pratiwi, Ariana R, St Rahmi Radhiansyah, Muhammad Rahayu Rahayu Rahayu, Dwi Novita Rahman, Siti Ayu Rahman, Wasti La Ramadhani, Dwirizqa Tiara Rani, Wa rekapangan, Asfianty Reski Awaliah, Reski Restu Libriani RH. Fitri Faradilla RH. Fitri Faradilla Rina Pratiwi Pudja I. A Rinda, Rinda Risman Risman Rosnavin, Rosnavin Rosniatin, Rosniatin Rustan, Novani Dwiyanti S Siswanto Sadimantara, Muhammad Syukri sadimantara, muhammad syukri Saenuddin, Nur Muhammad Abdillah Safitri, Febriani Safitri, Neli Elika Sain Salin, Emilia Samsia, Samsia Santi, Resy Maya Saputra, Ipran Saputra, Zaldi Dwi Sari J, Yesti Sari, Alan Mayang Sari, Elvina Sari, Lilis Ratna Sarina, Wa Ode Sarinah, Sitti Sarma, Irfan Santosa Sartia Sartina, Sartina Satriadin, Satriadin Sitti Aida Adha Taridala Sitti Aida Adha Taridala Sri Damayanti Sri Rejeki Sri Rejeki Sri Wahyuni SrI Wahyuni Sri Wahyuni Sumarni Sumarni Susanto, Eki Tri Suwarjoyowirayatno, Suwarjoyowirayatno Tambunan, Kartini Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Tamrin Taridala, Aisyah Ainun Mataomehe Taswin Taufiq R, Muhammad Umar, Muhammad Isfan Utami, Andi Pratiwi Vatma, Ona Sri Wahab, Djukrana Widyanti, Andi Wiranty, Effy yanti, Lilma Yuda Arjawa, I Made Adi Yuli Purbaningsih Yundari, Yundari Yuningsih Angri, Evi Alva Yuningsih, Salmawati Yunita, Selvi Yuspitasari, Gian Zarnila, Zarnila