Claim Missing Document
Check
Articles

MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Joan Siswoyo; Sudirman Husin; Rahmat Prayogi
Education Language and Arts (ELA) Vol. 2 No. 1 April (2023): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini merupakan deskriptif kuantitatif, dengan metode survei, adapun teknik pengambilan datanya menggunakan kuisioner atau angket. Survei adalah suatu proses untuk mengumpulkan data (satu atau beberapa variabel) dari anggotapopulasi. Skor yang diperoleh dari kuisioner atau angket kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Populasi dalam pengabdian ini yaitu seluruh siswa kelas VII SMP negeri 20Bandar Lampung yang berjumlah 39 siswa. Sedangkan sampel pengabdian ini, peneliti mengambil seluruh populasi yang adamenjadi sampel dalam pengabdian ini yakni berjumlah 39 orang siswa. Instrumen yangdipakai dalam pengabdian ini adalah angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil analisis menunjukan bahwa minat siswa kelas VII SMP negeri 20 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2022/2023 dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani dalam kategori tinggi, hal ini diketahui dari hasil pengolahan data diketahui ada 22 siswa (56,4%)dalam kategori tinggi, kemudian sebanyak 14 siswa (35,9%) dalam kategori rendah, selanjutnya dalam kategori sangat rendah ada 1 siswa (2,6%).   This service is a quantitative descriptive, with a survey method, while the data collection technique uses a questionnaire or questionnaire. Survey is a process to collect data (one or several variables) from members of the population. Scores obtained from questionnaires or questionnaires are then analyzed using quantitative descriptive statistical techniques as outlined in the form of percentages. The population in this service is all grade VII students of SMP Negeri 20 Bandar Lampung, totaling 39 students. While the sample of this service, the researchers took the entire population as a sample in this service, which amounted to 39 students. The instrument used in this service is a questionnaire. While the data analysis technique uses the percentage formula. The results of the analysis show that the interest of class VII students of SMP Negeri 20 Bandar Lampung in the 2022/2023 academic year in participating in physical education learning is in the high category, it is known from the results of data processing that there are 22 students (56.4%) in the high category, then as many as 14 students (35.9%) were in the low category, then in the very low category there was 1 student (2.6%).
PELATIHAN PENULISAN SURAT DINAS BAGI GURU TK PEMBINA KOTABUMI Rahmat Prayogi; Munaris Munaris; Siti Samhati; Sudirman Husin
Education Language and Arts (ELA) Vol. 2 No. 1 April (2023): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan berkomunikasi melalui tulisan yang berwujud surat perlu dilakukan secara cermat. Hal ini disebabkan paparan dalam surat tidak didukung konteks yang memperjelas pembicaraan. Agar tujuan tersebut dapat terealisasi diperlukan peningkatan kompetensi melalui keterampilan berbahasa yang dilakukan oleh guru. Metode yang digunakan dalam pelatihan menulis surat dinas bagi guru TK Pembina adalah ceramah, demonstransi, dan praktik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan; (1) bentuk kesalahan berbahasa Indonesia yang ditemukan pada surat dinas guru TK Pembina di antaranya kesalahan dalam bidang morfologi, sintaksis, diksi, dan ejaan; (2) bentuk kesalahan berbahasa yang paling banyak dilakukan oleh guru TK Pembina adalah kesalahan ejaan; (3) faktor-faktor penyebab kesalahan berbahasa Indonesia yang terjadi pada guru di TK Pembina, yaitu: a) motivasi dan sikap berbahasa guru tergolong rendah, b) belum adanya pelatihan penulisan surat dinas dari pemerintah, dan c) guru belum terbiasa memanfaatkan komputer atau laptop dalam pendukung penulisan surat dinas. Communication activities through writing in the form of letters must be done carefully. This is because the explanation in the letter is not supported by a context that clarifies the conversation. For this goal to be realized, it is necessary to increase competence through language skills carried out by the teacher. The methods used in the official letter-writing training for Kindergarten Trustee teachers are lectures, demonstrations, and practice. Based on the results of the research and discussion that have been discussed previously, it can be concluded; (1) the forms of errors in the Indonesian language found in the official letter of the Kindergarten Supervisor teacher include errors in morphology, syntax, diction, and spelling; (2) the most common forms of language errors made by the Kindergarten teachers are spelling errors; (3) the factors that cause errors in the Indonesian language that occur in teachers in TK Pembina, namely: a) the motivation and attitude of the teacher's language are low, b) there is no training in writing official letters from the government, and c) the teacher is not used to using computers or laptop in support of official letter writing.
ANALISIS PENGGUNAAN KATA KETERANGAN DALAM ARTIKEL PADA KOLOM OPINI SURAT KABAR HARIAN KOMPAS Rahmat Prayogi; Bambang Riadi; Rian Andri Prasetya
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 Apr (2021): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.824 KB)

Abstract

The problem of this research is about the use of adverb in the opinion article of Kompas newspaper. The aim of this research is to describe the use of adverb in opinion articles of Kompas. The method of this research is a qualitative research. The data sources of this research is an opinion article of Kompas. The results of this research shows that the use of adverb is exist in the opinion article of Kompas. It is used productively by the writer with the purpose is for broadening the sentence and clarifying the writer intention. An adverb in opinion article of Kompas.Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan kata keterangan pada artikel opini surat kabar Kompas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan kata keterangan pada artikel opini surat kabar Kompas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah artikel opini yang terdapat dalam surat kabar Kompas. Hasil penelitian ini menunjukkan pada artikel opini surat kabar Kompas terdapat penggunaan kata keterangan yang digunakan secara produktif oleh penulis dengan tujuan untuk memperluas kalimat dan memperjelas maksud penulis. Kata keterangan pada artikel opini surat kabar Kompas. Key words: adverb, article, learningDOI Artikel: https://doi.org/10.23960/J-Simbol/v9i1.2021.1
PENINGKATAN PENGGUNAAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA BAGI GURU-GURU SMK 2 MEI BANDAR LAMPUNG I Wayan Ardi Sumarta; Rahmat Prayogi; Muharsyam Dwi Anantama
Education Language and Arts (ELA) Vol. 1 No. 2 September (2022): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu guru-guru dalam menggunakan prinsip kesantunan dalam pembelajaran, menambah wawasan guru-guru mengenai penerapan prinsip-prinsip kesantunan, melatih guru-guru dalam menggunakan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, pelatihan penggunaan prinsip kesantunan ini akan menerapkan maksim dalam kesantunan berbahasa dimana seluruh peserta pelatihan dapat belajar melalui pengalamannya sehingga tujuan yang telah direncanakan dapat diperoleh secara optimal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan pemberian tugas. Tempat pelatihan ini akan dilaksanakan di SMK 2 Mei Bandarlampung. Evaluasi dalam peatihan ini dilakukan pada tahap awal pelatihan, pada saat proses pelatihan berlangsung, dan ketika pelatihan berakhir. Pada tahap awal pelatihan, para peserta diberikan tes awal. Evaluasi selama proses pelatihan berlangsung dapat diketahui kemampuan guru dalam menggunakan prinsip kesantunan. Pelatihan dianggap berhasil karena lebih dari 90% peserta aktif selama proses pelatihan. Selanjutnya evaluasi pada akhir pelatihan, para peserta diberi tugas membuat bentuk-bentuk percakapan yang melibatkan maksim-maksim dalam prinsip kesantunan berbahasa kemudian dipraktikan dalam bentuk peer teaching. This community service aims to assist teachers in using politeness principles in learning, increase teachers' insight into the application of politeness principles, and train teachers in using politeness principles in learning activities. Furthermore, qualifying on politeness principles will apply maxims in language politeness where all trainees can learn through their experiences to obtain the planned goals optimally. The methods used in this training are lectures, questions and answers, discussions, demonstrations, and assignments. The place of this training will be held at SMK 2 Mei Bandar Lampung. This training is evaluated initially, during the training process, and when the internship ends. In the early stages of the training, the participants were given a pre-test. Evaluation during the training process can be seen in the teacher's ability to use the principle of politeness. The training was successful because more than 90% of the participants were active during the training process. Then in the evaluation at the end of the training, the participants were tasked with making forms of conversation involving maxims in the politeness principle and then practising them in the form of peer teaching.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA MELALUI PEMAHAMAN RANAH KESANTUNAN SEBAGAI UPAYA MENGHINDARI KEJAHATAN BERBAHASA I Wayan Ardi Sumarta; Rahmat Prayogi; Muharsyam Dwi Anantama
Education Language and Arts (ELA) Vol. 2 No. 1 April (2023): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu para siswa SMA N 1 Sekampung Udik dalam menerapkan kesantunan berbahasa sebagai upaya menghindari kejahatan berbahasa, mempererat tali persahabatan, dan menghindari bentrok yang berawal dari kesalahan berbahasa. Selanjutnya, pelatihan penerapan kesantunan berbahasa di lingkungan sekolah ini memberikan wawasan dan budaya santun berbahasa baik dengan guru dan utamana bersama teman secara optimal. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Tempat pelatihan ini akan dilaksanakan di SMA N 1 Sekampung Udik. Evaluasi dalam pelatihan ini dilakukan pada tahap awal pelatihan, pada saat proses pelatihan berlangsung, dan ketika pelatihan berakhir. This community service aims to help students of SMA N 1 Sekampung Udik apply language politeness to avoid language crimes, strengthen friendship ties, and avoid clashes that start from language errors. Furthermore, training in applying politeness in the school environment provides insight and the culture of language politeness both with teachers and especially with friends optimally. The methods used in this training are lectures, questions, and answers, discussions, and demonstrations. The place of this training will be held at SMA N 1 Sekampung Udik. This training is evaluated at the initial stage of the movement, during the training process, and when the activity ends.
Ikon, Indeks, dan Simbol dalam Cerpen Tiga Cerita tentang Lidah Karya Guntur Alam Rahmat Prayogi; Dewi Ratnaningsih
Edukasi Lingua Sastra Vol 18 No 2 (2020): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.704 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v18i2.303

Abstract

This article discusses icons, indexes, and symbols in a short story. The semiotic approach is used as a literary approach to discuss this. The short story to be analyzed is the short story Three Stories About the tongue by Guntur Alam. The titles are (1) the death of the bitter tongue, (2) the tongue which tells of jurai; (3) Storyteller Tongue Wars. Each story title will be analyzed using icon, index, and symbol theory. Following is the explanation of the analysis results of the three story titles. Study of icons, indexes, and symbols in the death of the bitter tongue. The icon in the story of the death of the bitter tongue can be seen from the word "bitter tongue", the index can be seen from the incident "the death of the character Mak Yun", and the symbol can be seen from the people's actions, namely distrust of the medical world. Study of icons, indices, and symbols in Tongues that tell the story of jurai. The word Ebok is an icon of a father figure who has passed away. The index can be seen from the condition / fact that the father of my character is a bad person (has two wives). Symbols can be seen from the word sharp nosed, dark skin, bridesmaids, curly hair with thick lips are symbols of someone who is hedonistic. Study of icons, indexes and symbols in the Storyteller's Tongue War. The word coffee shop or coffee shop is an icon of the setting where the tongue war took place. The index was marked on the incident of the tongue war between Cik lam and Cik Mim. Symbol seen from the word grunt which means to breathe hard which indicates a heartbeat that is also beating fast (anger).
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Kerangka Lesson Study Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dewi Ratnaningsih; Irawan Suprapto; Rahmat Prayogi
Edukasi Lingua Sastra Vol 20 No 1 (2022): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v20i1.500

Abstract

Lesson Study is considered effective to be used to improve the quality of learning. Lesson Study implementation can be assisted by the application of problem-based learning model (PBL). Through PBL students' critical thinking skills can be improved. The purpose of the research in this article is to increase students' critical thinking skills within the framework of Lesson Study through a problem-based learning model. The method used in this research is a qualitative-quantitative method with the type of action research. Qualitative data were obtained from observation sheets, while quantitative data were obtained from student learning outcomes. The success of research based on qualitative data if 80% of the implementation of learning is in accordance with the learning scenario, while the success of quantitative data is obtained if at least 65% of students get good grades. Based on the results of the research, 80% of learning activities are in accordance with the learning scenario, while students who score in a good category are 71.42%, which means more than 65%. From the learning process, several findings were obtained. The findings are: (1) the didactic challenge is a mandatory thing that must be presented in the implementation of learning; (2) didactic challenges must be contextual; (3) problem-based learning improves students' critical thinking skills.
POLA ALIH TUTUR PADA PODCAST YOUTUBE SULE CHANNEL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA di SMA Rahmat Prayogi; Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto; Nur Halimah
Edukasi Lingua Sastra Vol 20 No 2 (2022): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/elsa.v20i2.534

Abstract

The problem discussed in this study is the pattern of speech transfer on the YouTube Podcast Sule Channel and its implications for learning Indonesian in high school. The method used is descriptive qualitative method. The research data source is a YouTube video on the Sule Channel Podcast program with a total duration of 70 minutes 55 seconds. The results of the study indicate that there is a pattern of speakers' speech switching in the YouTube Sule Channel Podcast which is carried out by obtaining, stealing, seizing, replacing, creating, and continuing. The most pattern of speech transfer is the pattern of transfer of speech by means of obtaining, while the pattern of transfer of the least is by way of replacing. The overall research results are 425 data. The context of the manner and tone used by speakers and speech partners in conveying the contents of the utterance is in a serious context, while the communication channel is carried out face-to-face. Meanwhile, the norm used in speech events is mutual respect. The results of this study can be implied in the form of learning scenarios and details of lesson plans for learning Indonesian language debate material for class X SMA. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah pola alih tutur percakapan pada Podcast YouTube Sule Channel dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa video YouTube dalam acara Podcast Sule Channel dengan jumlah durasi 70 menit 55 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola alih tutur narasumber dalam Podcast YouTube Sule Channel yang dilakukan dengan cara memperoleh, mencuri, merebut, mengganti, menciptakan, dan melanjutkan. Pola alih tutur terbanyak ialah pola alih tutur dengan cara memperoleh, sedangkan pola alih tutur tersedikit ialah dengan cara mengganti. Hasil penelitian keseluruhan sebanyak 425 data. Konteks cara dan nada yang digunakan penutur dan mitra tutur dalam penyampaikan isi ujaran ialah dengan konteks serius, sedangkan saluran komunikasinya dilakukan dengan tatap muka langsung. Sementara itu, norma yang digunakan dalam peristiwa tutur ialah saling menghargai Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan dalam bentuk skenario pembelajaran dan rincian RPP untuk pembelajaran bahasa Indonesia materi debat kelas X SMA.
Analisis Gaya Bahasa Pada Puisi "Ziarah" dan "Selamat Tidur" Karya Joko Pinurbo Irma Bela Oktaviana; Dewi Nur Azizah; Nahdliyya Izzatul Mutammimah; Rahmat Prayogi
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 14 No. 1 (2022): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v14i1.3683

Abstract

Penelitian ini berisi pembahasan mengenai gaya bahasa atau majas yang terdapat dalam puisi yang berjudul “Ziarah” dan “Selamat Tidur” karya Joko Pinurbo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat pada puisi “ziarah” dan “Selamat Tidur” karya Joko Pinurbo. Dari hasil penelitian ini, pembaca diharapkan dapat mengetahui isi dari makna dalam puisi melalui diksi dan gaya bahasa yang terdapat pada puisi. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat agar pembaca dapat dengan mudah memahami puisi dan maknanya. Analisis ini mencari gaya bahasa yang digunakan pengarang puisi agar pembaca dapat mengetahui bahasa yang digunakan oleh pengarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi yang dilakukan secara rinci. Ditemukan beberapa jenis majas seperti majas alegori, majas paralelisme, majas alusi, majas metonimia dan majas personifikasi, sarkasme, pleonasme dan majas ironi. Dari hasil pembahasan terdapat gaya Bahasa dalam puisi ziarah dan selamat tidur karya joko pinurbo terdapat dua majas personifikasi, dua majas alegori, satu majas metonimia, satu majas paralelisme, dua majas alusi,satu majas sarkasme, satu majas pleonasme, dan satu majas epitet disertai dengan frasa yang sangat menarik.Gaya Bahasa serta diksi yang terdapat dalam puisi ini sebagai pendukung khayalan atau imajinasi penulis dalam puisi tersebut. Dari hasil penelitian ini, pembaca diharapkan dapat mengetahui isi dari makna dalam puisi melalui diksi dan gaya bahasa yang terdapat pada puisi. Kata Kunci : Gaya Bahasa, Joko Pinurbo, Puisi
PELATIHAN PENYUSUNAN RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY SOCIAL COMPLEXITY Bambang Riadi; Rian Andri Andri Prasetya; Rahmat Prayogi; Iing Sunarti
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.053 KB)

Abstract

Survey awal pada guru-guru di Kecamatan Bangkunat Belimbing menunjukkan bahwa mereka belum memberdayakan keterampilan berpikir kreatif dan kritis (CCT) melalui pembelajaran. Oleh karena itu, Guru-guru tersebut perlu memperoleh informasi (melalui pelatihan) mengenai penyusunan perencanaan pembelajaran (RPP) menggunakan model pembelajaran Inquiry Social Complexity. Pelatihan ini dilaksanakan di SMPN 4 Krui dengan jumlah peserta sebanyak 46 orang yang terdiri dari guru SD, SMP, SMA, dan SMK. Selanjutnya, pelatihan ini menerapkan pelatihan aktif dengan ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, dan pemberian tugas. Keberhasilan kegiatan ini diukur dari proses maupun hasil pelatihan. Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa para peserta pelatihan telah mampu memahami dan menyusun RPP berbasis model pembelajaran Inquiry Social Complexity.Kata Kunci: Pelatihan, creative dan critical thingking (CCT) skill, Perencanaan Pembelajaran, Inquiry Social Complexity.Doi: http://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v2i1.1-6
Co-Authors Abadi, Rizky Agung Achyari, Asrul Adelio Alvaro Aditama, Haryuda Afni, Vernia Nur Agustina , Dhita Aulia Ahmad Mu'is Ainunnisa, Aisyahvira Salwa Alfanny Pratama Fauzy Alfina Fistalita Ali Mustofa Ali Mustofa Alvindra, Alya Putri Amalia, Romaisya Amelia, Elda Anggraini, Dwi Susi Anggraini, Sabryna Annajar, M. Naufal Ardana, Rafli Dwi Aulia, Miya Aulia, Sindy Azarine Kayla Balqis, Syira Amanah Bambang Riadi Betnawati Betnawati, Betnawati Budiman , Ahmad Arif Celshy Audrielia Rahman Daffa Hibban Bahrisy Damayanti, Dwi Defi, Dini Ananda Delta Anggraeni Delvina Maulhy Azahra Hulu Destiana, Nindy Dewi Nur Azizah Dewi Ratnaningsih Dhaivina Gustiani Putri Dhalimah, Septia Diah Ayu Dwi Agustiana Putri Edi Suyanto Eka Sofia Agustina Eka Sofia Agustina Elly Nur Fatimah Fajri, Egi Gusti Al Faktiah, Harummi Fauzi , Irfan Felisa, Nadia Fifi Mutia Sari Filmansah, Een Firnanda, M. Evan Fitri Nur Hidayah Harummi Fakhtiah Hayati, Dwi Herga , Rafa Maritza Heru Prasetyo Hidayatullah, Maikel Humaira, Fannisa I Wayan Ardi Sumarta I Wayan Mustika Iqbal Hilal Irawan Suprapto Irawan, Putri Calista Irma Bela Oktaviana Jane, Cinta Adinda Nur Jimny, Zahra Adellia Dewi Khairunnisa, Arsy Khairunnisa, Dinda Ferika Khotman, Desy Rahmawati Kouri Asyiah Kurniawan, Aldo Kurniawan, Rizaldi Yosep Kurniawati Kurniawati Kusuma, Nirma Fadia Lailatul Hidayati Latifah, Umun Lesti Susanti Lisna, Nova Maharani , Syifa Maharani, Salwa Pramesti Maharani, Serlia Marlisa, Ani Mawardi, Raisya Thania Meirita, S.Pd., M.Pd., Siska Melia Pitriyani Meyriska, Alya Selsa Mila Sari Mildawati, Arini Monica, Rosa Dina Muhammad Fuad Muhammad, Ulul Azmi Muharidha, Suharti Muharsyam Dwi Anantama Mulyanto Widodo Mulyanto Widodo Munandar, Muhammad Rafi Munaris Munaris . Mustika , I Wayan Nabila Trya Nabila, Julia Putri Nadila Ayu Putri Naewa Puarada, Friska Dewi Nahdliyya Izzatul Mutammimah Nanalia Nur Halimah Nur Hikmawati Adinda Nur, Darma Devanza Nurjanah, Vivi Baity Nurlaksana Eko Rusminto Nurlaksana Eko Rusminto Nurlelawati, Nurlelawati Prasetyo, Nereus Eko Purwoko, Agus Puspita, Citra Putri, Claudiana Omega Putri, Della Eka Putri, Meilinda Tiara Putri, Shelvia Putri, Shulamid Shania Permata Putri, Tania Aurellia Rahmatika, Zidny Rizka Rahmawati, Annisa Az-Zahra Ramadhany, Nurul Astry Rani Oktavia Ratu, Puja Bidi Razak, Oca Yuliza Reihan Franige Restiani, Kharisma Reza, Muhammad Arfa Riadi , Bambang Riadi, Bambang Rian Andri Andri Prasetya Rian Andri Prasetya Riansyah, Zadra Riskika, Septia Ronalta, Ratna Rahayu Sabilla Mukhtar, Amalia Safei Soleh Safitri, Dwi Rahma Safitri, Reni Septi Sagita, Hardi Sahmega, Bagus Salsabila, Atha Nabitha Salsabila, Elsya salsabila, safira Sanah Riah Saputra, Deni wahyu Saputra, Dira Sari, Arivia Tri Novita Sari, Ima Permata Septia Uswatun Hasanah Shantiya, Dela Sintia, Nindi Siswoyo, Joan Siti Hasanah HS Siti Samhati Soleh, Safei Solina Solina Sudirman Husin Sulistiyanti Khalizah Sumarti Sumarti Sumarti Sunarti, Iing Syah, Nur Irwan Syaiful Kiram Syifa Athiyyatus Zuhro Tiara Brilliant Triyani, Riska Sukma Ubaidillah, Muhammad Umun Latifah Utami, Annisa Widya Utari, Marya Utari, Marza Utari Wahyuni, Lena Wibowo, Duta Inovasi Yani, Mira Fitri Yanti, Dewi Yulianita, Dea Yunisa, Aulia Yustiana, Berlianna Asih Zafira, Dhiya Ulhaq ZR, Mutiara Ananda