Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Avatara

SLOGAN “FUKOKU KYOHEI” (NEGARA KAYA, MILITER KUAT) DAN KETERLIBATAN JEPANG DALAM PERANG PASIFIK 1942 - 1945 WATI, MUSTIKA; , NASUTION
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika dalam sebuah negara merupakan suatu hal yang wajar, hal ini berkaitan dengan bagaimana negara tersebut memberikan respon atas tantangan dalam kehidupan yang selalu mengalami perubahan. Pertengahan abad ke 19 merupakan titik balik bagi Jepang, pada era ini Jepang mulai berusaha untuk tumbuh menjadi sebuah negara yang modern. Modernisasi dan usaha Jepang untuk dapat menjadi kekuatan dunia dimulai pada masa Meiji, dimana masa ini terjadi setelah era pemerintahan Tokugawa yang memerintah Jepang selama lebih kurang 250 tahun tahun runtuh pada tahun 1868. Muncullah slogan ?fukoku kyohei? yang menjadi dasar bagi negara Jepang untuk melakukan modernisasi. Jepang secara besar-besaran mengimpor dan melaksanakan modernisasi di berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, kebudayaan, politik, pendidikan, telekomunikasi dan kemiliteran. Tahun 1873 pemerintah Jepang mulai melaksanakan kebijakan untuk mengirim tentara, mahasiswa, pegawai negeri dan usahawan pergi ke luar negeri untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi Barat. Dengan harapan dari apa yang mereka telah pelajari tersebut akan dapat dipakai untuk melakukan pembaharuan dalam berbagai bidang kehidupan Jepang, sehingga dikemudian hari Jepang dapat mengejar ketertinggalan mereka dari negara-negara Barat. Dalam penelitian ini membahas mengenai (1) Bagaimana latar belakang lahirnya slogan "fukoku kyohei"; (2) Bagaimana aplikasi slogan "fukoku kyohei" dalam pemerintahan Jepang?; (3) Bagaimana pengaruh slogan "fukoku kyohei" terhadap keikutsertaan Jepang dalam perang Pasifik tahun 1942-1945?. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yang terdiri dari tahap heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menjawab tentang slogan ?fukoku kyohei? sebagai sebuah pandangan hidup bangsa Jepang, yang menjadi tujuan Jepang untuk melakukan modernisasi besar-besaran. Jepang melakukan modernisasi dalam bidang ekonomi dengan meningkatkan pemasukan dalam negeri dalam sektor industri. Lalu melakukan perubahan dalam sistem pemerintahan Jepang. Dan kemudian dalam bidang militer mendirikan angkatan perang yang terdiri dari masyarakat biasa dan para samurai. Seiring dengan kemajuan yang dilakukan oleh Jepang ini menimbulkan keinginan untuk dapat melakukan ekpansi untuk mencari daerah sebagai tempat pemasaran hasil produksi dan juga mencari bahan-bahan yang dipakai untuk industri. Jepang melakukan serangan ke Cina dan mendapat pertentangan dari Rusia dan Amerika, sehingga kemudian terjadilah peristiwa Amerika mengembargo Jepang. Lalu Jepang kemudian melakukan penyerangan terhadap Amerika. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi awal Perang Pasifik 1942-1945. Akhir dari perang ini adalah kekalahan Jepang, yang ditandai dengan penyerahan Kaisar Jepang pada tahun 1945. Kata Kunci : Fukoku Kyohei, Restorasi Meiji, Perang Pasifik
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Abdul Salam M, Abdul Salam Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Abdullah Al Mukarram, Abdullah Al Agus Setiawan Ahmad Juan Anidom, Ahmad Juan Ahmad Rusyadi, Ahmad Aidha Yuliandary, Aidha Alifah, Alya Nur Amelia, Heny Aminuddin Prahatama Putra Andi Ichsan Mahardika Andriani, Rahmah Ariani, Nordinah Ariefianti, Maula Arif Sholahuddin Astuti, Riana Dwi Atiek Winarti Azizah, Nikmah Badruzsaufari Badruzsaufari Br Sinaga, Lestari Bratanata Sanjaya, Bratanata Dedeh Kurniasih Dewi Alfianti Dewi Dewantara, Dewi Dian Puspitasari Eka Puspitasari, Eka Elfa Ma’rifah, Elfa Emma Rosana Febriyanti Fahmi Fahmi Fajariah, Ismi Fauriza Choirun Nisa, Fauriza Choirun Fitri, M Riduan Gusmawati Gusmawati, Gusmawati Hadiyanti Ulfah, Hadiyanti Hakam, Ahmad Bakharzi Hasanah Hasanah Helda yulianti, Helda Hendra Wicaksono, Hendra HERLINA ARIENDHANY, HERLINA Khair, Muhammad Sa'duddien Khairiah Khairiah Lasiani, Lasiani M. Arifuddin Jamal, M. Arifuddin Maharani, Meyrika Mahdalena Br Purba, Karmelia Mahyuddin, Robith Syaifullah Mastuang Mastuang Misbah Misbah Misnawati Misnawati Muhammad Akbar Velayati, Muhammad Akbar Muhammad Zaini Mumtazah Maulida, Mumtazah Munir, Muhammad Jiddan Mishbahul Nabila, Bunga Alifia NASUTION Noor Fajriah, Noor Pamuji, Rizky prastika, miranti diah Pri Ariadi Cahya Dinata, Pri Ariadi Cahya Purba, Ribka Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmad Fauzi Rahmayanti, Putri Riski Rahmiyani, Ita Rezeki Apriliana Puteri, Rezeki Apriliana Ridho, Muhammad Hafiz Rifdatur Rahmi, Rifdatur Rizal, Khairul Rizka Maulida Rochgiyanti Rusmansyah Rusmansyah, Rusmansyah Sa'adah, Alfis Sabila, Amalia Nufus Safitri, Risma Ika Saiyidah Mahtari Salam M, Abdul Salsabila, Unik Hanifah Santana Purba, Harja Sapetrus, Frency Saputra, Novan Alkaf Bahraini Sarah Miriam, Sarah Sari, Desy Kumala Sari, Raihanah Sasmita, Fauzia Dwi Setiono, Isnaini Agus Siloam, Kristanoval Siti Kuzaimah, Siti sr Hartini, sr Sri Hartini Sri Hartini Sugeng Santoso Sukmawati Sukmawati Sulaeman, Nurul F Supriyadi Supriyadi Surya Haryandi Suryajaya Suryajaya, Suryajaya Suyidno Suyidno Syahmani Syahmani Syahrijal Syahrijal, Syahrijal Syamsiar, Syamsiar Syifa, Nuzuluna Aulia Syihabuddin Syihabuddin Theo Jhoni Hartanto, Theo Jhoni Triwulandari, Diah Wardiyono, Wardiyono Winda Ariani, Winda Wiranda, Nurruddin Yani, Arlin Dwi Yasmine Khairunnisa Yogo Dwi Prasetyo Yunita Arianie Zainuddin, Zainuddin Zakiati, Elsa Zannah, Miftahul