p-Index From 2021 - 2026
8.834
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera BASASTRA Lingua Cultura KEMBARA Jurnal Gramatika Holistik: Journal For Islamic Social Sciences AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Bindo Sastra RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Lentera (Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Indonesia) Deiksis Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA) Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Jurnal Sasindo Unpam Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Nuances of Indonesian Language Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Jurnal Guru Indonesia Jurnal Tradisi Lisan Nusantara WIDYANTARA ANUFA Literature Research Journal (LRJ) Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Aksara Indonesian Language Education and Literature Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Moral dalam Film “Menjelang Ajal” Karya Hadrah Daeng Ratu Nurdiansyah, Dea Ananda; Mulyaningsih, Indrya
Literature Research Journal Vol 3, No 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v3i1.1210

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai moral yang terkandung dalam film “Menjelang Ajal” karya Hadrah Daeng Ratu. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode kualitatif. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif untuk mendapatkan informasi, gambaran analisis mengenai nilai-nilai moral yang ada dalam film “Menjelang Ajal” karya Hadrah Daeng Ratu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik menyimak kemudian mencatat nilai-nilai moral yang ada pada film “Menjelang Ajal”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral yang terkandung dalam film “Menjelang Ajal” karya Hadrah Daeng Ratu terdapat empat nilai moral, yaitu tanggung jawab, kasih sayang, pantang menyerah, kesabaran dan tolong-menolong.Moral Values in the Film “Menjelang Ajal” by Hadrah Daeng RatuThe purpose of this research is to determine the moral values contained in the film "Menjelang Ajal" by Hadrah Daeng Ratu. The type of method used in this research is a qualitative method. Researchers used descriptive analysis methods to obtain information, analytical descriptions of the moral values contained in the film "Menjelang Ajal" by Hadrah Daeng Ratu. The data collection technique used was using listening techniques and then recording the moral values in the film “Menjelang Ajal”. The results of this research show that the moral values contained in the film “Menjelang Ajal”by Hadrah Daeng Ratu contain four moral values, namely responsibility, compassion, never giving up, patience and helping.
Representasi Kearifan Lokal pada Novel Sang Maha Sentana Karya Filiananur: Kajian Sosiologi Sastra Kartika, Lia; Rahmaniah, Nuraini Fitri; Lestari, Winda Apriya; Mulyaningsih, Indrya
Literature Research Journal Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i2.891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis kearifan lokal yang terdapat pada novel Sang Maha Sentana karya Filiananur dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data unsur kearifan lokal pada novel berjudul Sang Maha Sentana karya Filiananur berbentuk kutipan kalimat pada tuturan para tokoh dan narasi dari penulis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah menggunakan teknik baca dan catat. Langkah-langkah penelitian sebagai berikut: 1) Membaca data penelitian secara berulang-ulang, 2) Membaca dan menelaah berbagai literatur dan dokumen untuk memastikan kecukupan referensi, 3) Melakukan pengamatan secara cermat dan teliti sesuai aspek-aspek sosiologi sastra Ian Watt, dan 4) Menarik kesimpulan. Data penelitian ini dianalisis sesuai dengan aspek-aspek sosiologi sastra Ian Watt. Hasil temuan penelitian diharapkan mampu berkontribusi pada literatur umum mengenai sosiologi sastra, menjadi alat untuk melestarikan kearifan lokal, dan sebagai media pembelajaran khususnya untuk pelajaran bahasa Indonesia bagi siswa, guru, dan lembaga pendidikan.Representation of Local Wisdom in Filiananur's Novel Sang Maha Sentana: A Study of Literary Sociology This study aims to describe the form and type of local wisdom contained in the novel Sang Maha Sentana by Filiananur using a descriptive qualitative method. The data of local wisdom elements in the novel Sang Maha Sentana by Filiananur are in the form of quotations from the characters' speech sentences and narratives from the author. The data collection technique for this research is using reading and note-taking techniques. The research steps are as follows: 1) reading the research data repeatedly, 2) reading and reviewing various literature and documents to ensure the adequacy of references, 3) making careful and thorough observations according to Ian Watt's aspects of literary sociology, and 4) drawing conclusions. The data in this research analyzed according to Ian Watt's aspects of literary sociology. The research findings are expected to contribute to the general literature on literary sociology, become a tool to preserve local wisdom, and as a learning medium, especially for Indonesian language lessons for students, teachers, and educational institutions.
Representasi Etika dalam Film Pendek "Tilik" Dengan Pendekatan Sosiologi Sastra Putri, Raihany; Mulyaningsih, Indrya
Literature Research Journal Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/lrj.v2i1.787

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan aspek etika tokoh Yu Ning dalam film “Tilik”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam artikel ini, penulis menganalisis aspek etika yang muncul dari tokoh Yu Ning menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra membantu penulis dalam melihat karakter Yu Ning sebagai representasi masyarakat serta budaya di mana film ini diatur. Penulis menggali tindakan, motivasi, dan interaksi sosial tokoh ini dengan menggunakan kerangka etika. Dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, artikel ini memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang aspek-etika yang muncul dari tokoh Yu Ning dalam film pendek "Tilik". Implikasi penelitian ini adalah menggarisbawahi pentingnya analisis karakter dalam konteks nilai dan etika yang melekat pada masyarakat di mana mereka ada. Representation of Ethics in the Short Film "Tilik" with a Literary Sociology ApproachThis research was conducted with the aim of describing the ethical aspects of the character Yu Ning in the film "Tilik". The research method used is descriptive qualitative. In this article, the author analyzes the ethical aspects that emerge from the character Yu Ning using a literary sociology approach. The literary sociology approach helps the author see the character Yu Ning as a representation of the society and culture in which the film is set. The author explores the actions, motivations and social interactions of this character using an ethical framework. By using a literary sociology approach, this article provides a deeper insight into the ethical aspects that emerge from the character Yu Ning in the short film "Tilik". The implication of this research is to underline the importance of analyzing characters in the context of the values and ethics inherent in the society in which they exist.   
Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan Yani Septiani; Itaristanti Itaristanti; Indrya Mulyaningsih
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2020): DEIKSIS: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v7i1.2219

Abstract

Abstrak. Nama merupakan suatu hal yang sangat diperlukan sebagai identitas atau penanda. Nama atau penanda tidak hanya digunakan untuk nama seseorang, tetapi juga untuk nama suatu wilayah/ tempat. Penamaan suatu tempat merupakan bagian dari kajian toponimi atau asal-usul penamaan tempat. Zaman sekarang hanya sedikit masyarakat yang mengetahui asal muasal desa dan budaya yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, adanya penelitian ini diharapkan masyarakat dapat menyadari pentingnya sebuah sejarah. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsikan bentuk dan makna, serta faktor yang memengaruhi penamaan desa yang berada di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode wawancara. Selanjutnya menggunakan teknik cakap semuka, teknik pancing, teknik rekam dan teknik catat, kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan memiliki 24 desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penamaan desa di Kecamatan Ciawigebang merupakan bentuk komposisi/ gabungan dari dua sampai tiga kata. Selain itu, dalam penamaan desa juga menggunakan afiksasi atau penambahan imbuhan, seperti Desa Pamijahan, Karangkamulyan, dan Kapandayan. penamaan desa itu memiliki makna yang berhubungan dengan pimpinan, harapan masyarakat setempat, kebiasaan penduduk, letak, keadaan lingkungan hidup yang dikeramatkan, dan sejarah yang ada di desa setempat. aktor yang memengaruhi penamaan desa-desa di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, yaitu faktor sosial, lingkungan hidup, sejarah, letak dan geografis. Kata kunci: toponimi, asal-usul, desa, penamaan
Kebiasaan Berbahasa di Media Sosial: Kajian Psikolinguistik Indrya Mulyaningsih
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1237.106--115

Abstract

This study aims to explain the use of language in social media using a psycholinguistic approach. This descriptive qualitative research data is taken from the comment`s column of Ria Ricis's TikTok account. The time for data collection is throughout 2021. Data was collected through listening to various texts and then recorded on data cards. The validity of the data through triangulation of theory, data sources, and methods. Data were analyzed using the distribution method with advanced techniques for direct elements. The results showed that the habit of turning over, abbreviating, removing syllables and acronyms was done in informal situations. The reasons for doing these four things are because they are group characteristics, have closeness, and so that they are fast. As a result, language on social media tends to be disobedient. In fact, in addition to the non-formal variety, one must also master the formal variety.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplanasikan penggunaan bahasa di media sosial dengan menggunakan pendekatan Psikolinguistik. Data penelitian kualitatif deskriptif ini diambil dari kolom komentar akun TikTok Ria Ricis. Pengumpulan data dilaksanakan sepanjang tahun 2021. Data dikumpulkan dengan menyimak berbagai teks lalu dicatat di kartu data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teori, sumber data, dan metode. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik lanjutan bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membalik, menyingkat, menghilangkan suku kata, dan pengakroniman dilakukan dalam situasi tidak resmi. Dilakukannya keempat hal tersebut untuk mencirikan kelompok, menandakan kedekatan, dan mengefisienkan waktu dan ruang. Dengan demikian, bahasa di media sosial cenderung tidak taat kaidah. Padahal, selain ragam nonformal, seseorang juga harus menguasai ragam formal.
Pengembangan Media Pembelajaran Menulis Teks Ceramah Berbasis Internet Bagi Siswa Kelas XI Nurasiah, Desi; Khuzaemah, Emah; Mulyaningsih, Indrya
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.253 KB) | DOI: 10.29240/estetik.v3i2.1756

Abstract

Learning media includes alternative options that can represent what is less capable teachers speak through language, so that product embodiment can be expressed with the presence of learning media. This research aimed to produce an Internet-based learning medium that could help students write lecture texts according to aspects and proper linguistic structure. The text structure of the lecture included correct sentences, effectiveness of sentences, and punctuations. This research applied R&D (Research and Development) with a descriptive analysis technique. The development steps on the research included the preliminary stages or the analyses of students’ needs and characteristics, the implementation stage of development (design draft) and the validation test phase by expert lecturers. The data were collected using observations with observation sheets as the instrument and documentation with data cards as the instrument. Observation sheets and data cards were deployed to determine students' writing mistakes on the effectiveness of the students' sentences and punctuations. Based on the error, it was needed the supporting tool through media Blogger Kahoot. Blogger Kahoot media referred to two tools having an association in the learning process. It represented a Blogger media as the material delivery and a Kahoot media as the evaluation stage. BloggerKahoot media had been validated by expert lecturers with the eligibility of content, language eligibility, presentation eligibility, and grafapia eligibility.  The results of the validation demonstrated that the Blogger Kahoot learning media was worthy to use
Abreviasi Respons Netizen Terhadap Postingan Akun Instagram @sandyk_sk Wahyuni, Sri; Zaki, Reza Muamar; Mulyaningsih, Indrya
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2025): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bahasa.v7i1.1175

Abstract

The aim of this research is to describe the use of abbreviations based on the types found in the comments column of the Instagram account @sandyk_sk. This research is a type of qualitative descriptive research with semantic matching analysis techniques. The data collection technique is carried out using the recording method, namely recording every comment that contains abbreviations, then classifying them based on type it. The validity of the data was tested using source theory. The data source used in this research is the Instagram account @sandyk_sk. The data analysis technique uses semantic analysis, namely researchers will analyze the meaning of abbreviations according to context. Based on the results obtained, the abbreviation of netizen responses to @sandyk_sk's post was used, namely a total of 18 data. The types found in the comments column of the Instagram account @sandyk_sk are, 7 data abbreviations, 5 data acronyms, 4 data fragments, 1 data contractions, and 1 data symbols. Semantic equivalent analysis reveals that abbreviations not only shorten communication, but also become part of digital expression and culture. This research shows that abbreviation supports fast communication on social media without losing the meaning of the message.Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan abreviasi berdasarkan jenis yang terdapat dalam kolom komentar akun Instagram @sandyk_sk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis padan semantik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan, yaitu mencatat setiap komentar yang mengandung abreviasi, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan jenisnya. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teori sumber. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, akun instagram @sandyk_sk. Teknik analisis data menggunakan analisis semantik yaitu peneliti akan menganalisis makna dari abreviasi sesuai dengan konteks. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penggunaan abreviasi respon netizen terhadap postingan @sandyk_sk diperoleh 18 data. Adapun jenis-jenis abreviasi yang ditemukan dalam kolom komentar akun Instagram @sandyk_sk yaitu berupa singkatan tujuh data, akronim lima data, penggalan empat data, kontraksi satu data, dan lambang satu data. Analisis padan semantik mengungkap bahwa abreviasi tidak hanya mempersingkat komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekspresi dan budaya digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa abreviasi mendukung komunikasi cepat di media sosial tanpa menghilangkan makna pesan.
Indonesian in the Vortex of Policy Change Final Project: Challenges and Strategies for Maintaining Academic Competence Mulyaningsih, Indrya; Munsi, Mia Fatimatul; Rochmansyah, Bagaskara Nur
Jurnal Gramatika Vol 11, No 1 (2025): Spring Issue (April-September)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2025.v11i1.9268

Abstract

This study aims to: 1) analyze the implications of the policy on students' competence in using scientific Indonesian, and 2) evaluate the impact of eliminating the thesis as a medium for developing academic writing. Data were collected through interviews, questionnaires, and  document analysis at 9 universities ranked in the top 25 according to Time Higher Education  (THE) for the June 2023 period. This study reveals that the policy of eliminating the obligation  to write a thesis in Permendikbudristek No. 53/2023 has the potential to reduce students'  competence in mastering scientific Indonesian. Indonesian remains important as the main medium in developing critical thinking skills, scientific argumentation, and academic communication in various forms of alternative final assignments, such as projects, prototypes, or other innovative works. Good and correct mastery of Indonesian remains an important pillar in ensuring the quality of learning outcomes and student contributions in the academic and professional world. The implication is that it is necessary for the Directorate General of Higher Education to prepare technical implementation guidelines that regulate: 1) minimum language content standards for all types of final assignments, 2) validation mechanisms for Indonesian language competency, for example with the Indonesian Language Proficiency Test (UKBI), and 3) allocation of special credits for academic writing training so that mastery of Indonesian remains the foundation of academic competency for university graduates.
Collaboration, Creativity, and Technology: Analysis of The Needs of Innovative Models in Drama Appreciation Learning Nuryanto, Tato; Nuryatin, Agus; Nugroho, Yusro Edy; Mulyaningsih, Indrya
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4787.41-55

Abstract

The background of this study is based on the limitations of conventional teaching methods that are passive and do not involve students in creative practices. This study aims to explain the need for a learning model that integrates collaborative writing practices, especially in the Drama Appreciation Course. This study employs a qualitative method with a case study approach, involving 95 students from the Indonesian Language Study Program at the Syekh Nurjati State Islamic University of Cyber Cirebon. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results of the study indicate that collaborative learning has been proven to enrich the process of writing drama scripts through the multidisciplinary exchange of ideas, experiments, and more complex character development. Group dynamics in collaborative writing train students in effective communication, negotiation, and conflict management. Technology integration not only facilitates the creative process but also prepares students to face the realities of the modern performing arts industry. Practical implications for institutions, the need to develop lecturer training modules, and supporting infrastructure using digital platforms or collaborative studios. Implications for the curriculum, the need to develop assessment rubrics that recognize individual contributions in teamwork. AbstrakLatar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan metode pengajaran konvensional yang pasif dan kurang melibatkan mahasiswa dalam praktik kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplanasikan kebutuhan model pembelajaran yang mengintegrasikan praktik penulisan kolaboratif, khususnya pada Mata Kuliah Apresiasi Drama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 95 mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif terbukti memperkaya proses penulisan naskah drama melalui pertukaran ide multidisiplin, eksperimen dan pengembangan karakter yang lebih kompleks. Dinamika kelompok dalam penulisan kolaboratif melatih mahasiswa dalam komunikasi efektif, negosiasi, dan manajemen konflik. Integrasi teknologi tidak hanya mempermudah proses kreatif, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi realitas industri seni pertunjukkan modern. Implikasi praktis bagi institusi, perlunya pengembangan modul pelatihan dosen dan infrastruktur pendukung dengan menggunakan platform digital atau studio kolaboratif. Implikasi bagi kurikulum, perlunya penyusunan rubrik penilaian yang mengakui kontribusi individu dalam kerja tim.
Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Fahira, Dima Azharul; Mulyaningsih, Indrya; Nuryanto, Tato
Anufa Ikaprobsi Vol 3 No 1 (2025): Juni
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/anufa.v3i1.136

Abstract

Keterampilan menulis teks negosiasi merupakan salah satu kompetensi penting dalam kurikulum bahasa Indonesia, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa SMA masih mengalami kesulitan dalam menyusun teks yang logis, persuasif, dan koheren. Masalah ini berakar pada rendahnya motivasi, dominasi metode konvensional, serta minimnya model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap keterampilan menulis teks negosiasi siswa kelas X di SMA IT Akmala Sabila. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan dua kelas sebagai sampel, masing-masing terdiri dari 30 siswa. Data dikumpulkan melalui tes menulis, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan TGT mengalami peningkatan signifikan dalam kualitas tulisan, meliputi struktur teks, kelogisan argumen, serta kohesi dan koherensi. Wawancara dan observasi juga mengonfirmasi bahwa TGT mampu meningkatkan motivasi intrinsik, keberanian berpendapat, serta partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model TGT efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks negosiasi dan layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoretis pada kajian pembelajaran kooperatif serta manfaat praktis bagi guru dalam menemukan pendekatan inovatif yang relevan dengan kebutuhan siswa abad ke-21. Interviews and observations also confirmed that TGT was able to increase intrinsic motivation, courage to express opinions, and active student participation in learning. Thus, this study concluded that the TGT model was effective in improving negotiation text writing skills and was suitable as an alternative Indonesian language learning strategy. This study also contributes theoretically to the study of cooperative learning and provides practical benefits for teachers in finding innovative approaches that are relevant to the needs of 21st-century students.
Co-Authors Adella Samrotul Hasanah adriani, Ninda Afiati, Laksmita Nur Agus Nuryatin Aji Septiaji Al Chazim, Agus Khumaedy Alfarabi Maulana Aliyah, Himatun Amaliyah, Fitri Nur Amelia, Intan Ayu Asrizal Wahdan Wilsa Ayu Fauziyah Ayu Fauziyah, Ayu Ayu Intan Sari Ayuningrum, Sylpia Aziz, Abdel Bagaskara Nur Rochmansyah Bambang Eko Hari Cahyono Budhi Setiawan Cahyono, Bambang Eko Hari Cerianing Putri Pratiwi Cheysa Luthfiah Cut Novianti Rachmi, Cut Novianti Dasapta Erwin Irawan, Dasapta Erwin Deny Juanda Puradimaja Devi Devi Devi Devi, Devi Diana Yuliani Putri Emah Khuzaemah Endi Rohendi Fahira, Dima Azharul Farist, Zakarial Fauziyah, Ayu Febri Nugroho Firda Aulia Rahmah Fitri Nur Amaliyah Fitrotul Muayyanah Hari Bakti Mardikantoro Hayyin Shofiyatin Herawati, Lilik Hidayat, Wahyu Hikmah Uswatun Ummi Iim Mughafiroh Ita ristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti Itaristanti, Itaristanti Itaristanti, Itaristanti Juneman Abraham Kamaluddin, Udin Khalimatussa'diyah Khalim Khoirunnisa, Kharisma Kurniawan Kurniawan Layalin, Nida Lestari, Thita Siti Lestari, Winda Apriya Lia Kartika, Lia Lita Fatmawati Luthfiah, Cheysa M. Adil Fadhli Maharani, Intan Suci Maman Suryaman Maramis, Maya Revita Mia Fatimatul Munsi Miftahulkhairah Anwar Mitra Djamal Mochammad Tanzil Multazam Mohammad Ali Zahidin Mohammad Fauziddin Mohammad Rohmadi Mughofiroh, Iim Muhammad Ali Zabidin Mukti, Rino Rakhmata Nana Priajana Nasa, Arifin Nina Nurfiana Ninda adriani Noor Fadillah Nur Alviya, Siti Risna Nurasiah, Desi Nurdiansyah, Dea Ananda Nurjannah, Rima Nurpadillah, Veni Nursahida, Kayla Suci Nurul Azmi Nuryanto, Tato Panji Kuncoro Hadi Perempuan Fitri Ayu Ayu Petrus Jacob Pattiasina Putri, Dini Aoulia Putri, Raihany Putri, Widya Amalia Rahmaniah, Nuraini Fitri Rianto Rianto Rianto Rina Maulindah Ririen Wardiani ristanti, Ita Rizki Ananda Rohmadi, Mohammad Rostiyati, Rostiyati Royan Nur Fahmi Sarwiji Suwandi Senjaya, Sonia Shofuroh Shofuroh Silpiah Silpiah Siriporn Maneechukate Siti Komariyah Siti Syarifah Sparisoma Viridi Sri Uswati, Tati Sri Wahyuni Suherli Kusmana Suwandi, Sarwiji Syifanaya, Raissa Tati Sri Uswati Tati Sri Uswati Tato Nuryanto Tato Nuryanto, Tato Vismania S. Damaianti, Vismania S. Yani Septiani Yani Septiani Yundari, Yundari Yusro Edy Nugroho Zaki, Reza Muamar Zulva Azhar Aulia Ulhaq