Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

POLA STRUKTUR SINTAKSIS PADA SUBJEK EMAIL PROMOSI: KAJIAN LINGUISTIK TERHADAP KOMUNIKASI DIGITAL Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong transformasi praktik pemasaran melalui berbagai media berbasis internet, termasuk email marketing yang masih menjadi salah satu sarana komunikasi bisnis yang efektif. Terkait itu, subjek email promosi memiliki peran penting sebagai elemen pertama yang menentukan perhatian dan respons pengguna terhadap pesan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola struktur sintaktis yang digunakan pada subjek email promosi dalam komunikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain deskriptif. Data berupa 200–300 subjek email promosi berbahasa Indonesia yang dikumpulkan dari kategori Promotions pada layanan surat elektronik selama periode tiga bulan. Data dianalisis menggunakan analisis isi yang dipadukan dengan analisis sintaktis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan pola struktur yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek email promosi didominasi oleh struktur sintaktis yang ringkas dan ekonomis, meliputi frasa nominal, kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan konstruksi eliptis. Frasa nominal digunakan untuk memadatkan informasi utama, kalimat imperatif berfungsi sebagai strategi persuasi yang mendorong tindakan pengguna, kalimat interogatif dimanfaatkan untuk membangun rasa ingin tahu dan keterlibatan pengguna, sedangkan konstruksi eliptis menunjukkan penerapan prinsip ekonomi sintaktis dalam komunikasi digital. Selain itu, ditemukan pola personalisasi sintaktis melalui penggunaan nama penerima sebagai strategi membangun kedekatan interpersonal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur sintaktis pada subjek email promosi tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi perangkat persuasif yang beradaptasi dengan karakteristik komunikasi pemasaran digital yang menuntut efisiensi, perhatian, dan keterlibatan pengguna.
Stance, Syntax and Gender Identity in Indonesian Films: a Sociopragmatic and Interactional Discourse Study Tuti Wijayanti; Shafariana Shafariana; Johar Amir
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8208

Abstract

This study emmployed a descriptive qualitative method using critical discourse analysis (CDA) whitin a socio-pragmatic framework to examine syntactic constructions in contemporary Indonesian film dialogues that reflect gender ideologies. Data were collected through documentation, field notes, and purposive sampling from five gender-themed films released between 2021—2023: Yuni; Before, Now, & Then; Bismillah Kunikahi Suamimu; Budi Pekerti; and Susuk: The Curse of Beauty. Data analysis adapted Milles & Huberman’s interactive model, including data reduction, display, and conclusion drawing using Sara Mills’s CDA approach. Finding reveal that syntactic structures is contemporary Indonesian films reflect complex gender ideologies, where active, passive, imperative, and evaluative forms are used to construct female agency, powerlessness, or emotional positioning. Analysis of five films –Yuni (2021); Before, Now, & Then (2022); Bismillah Kunikahi Suamimu (2023); Budi Pekerti (2023); and Susuk: Kutukan Kecantikan (2023)– reveals that while active and motivational syntax often portrays women as agent of resistance, passive, and directive forms requently frame them as submissive or emotionally burdened. Imperatives serve both as tools of social enforcement and empowerment. Evalauative verbs and negation subtly encode internalized norms and limitations. These patterns demonstrate that syntax is ideologically loaded, not neutral. The findings have implications for gender-aware scriptwriting, curriculum development in language and media education, and media policy interventions aimed at promoting inclusive narrative practices. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatid dengan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) berbasis sosiopragmatik untuk menganalisis struktur sintaksis dalam dialog film Indonesia kontemporer yang merepresentasikan ideologi gender. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, catatan lapangan, dan purposive sampling dari lima film bertema gender yang dirilis antara tahun 2021—2023: Yuni, Before, Now, & Then, Bismillah Kunikahi Suamimu; Budi Pekerti, dan Susuk: Kutukan Kecantikan. Teknik analisis data mengadaptasi model interaksi Miles & Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan kerangka analisisi wacana Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sintaksis dalam film-film Indonesia kontemporer merepresentasikan ideologi gender yang kompleks, yang bentuk aktif, pasif, imperatif, dan evaluatifnya digunakan untuk membingkai agensi, ketidakberdayaan, atau posisi emosional tokoh perempuan. Analisis terhadap lima film –Yuni (2021); Before, Now, & Then (2022); Bismillah Kunikahi Suamimu (2023); Budi Pekerti (2023); dan Susuk: Kutukan Kecantikan (2023)– menunjukkan bahwa kalimat aktif dan motivasional sering menampilkan perempuan sebagai agen perlawanan, sedangkan bentuk pasif dan direktif kerap membingkai mereka dalam posisi tunduk atau terbebani secara emosional. Kalimat imperatif digunakan baik untuk menegakkan norma sosial maupun memberdayakan. Verba evaluatif dan negasi mengungkap norma yang terinternalisasi secara halus. Temuan ini menunjukkan bahwa sintaksis sarat ideologi dan tidak bersifat netral. Implikasinya mencakup pelatihan penulisan naskah berbasis kesadaran gender, pengembangan kurikulum bahasa dan media, serta kebijakan media yang mendorong praktik naratif yang lebih inklusif.
The Impact of Persuasive Writing Learning Model on Students’ Entrepreneurial Spirit Nurhusna Nurhusna; Muhammad Rapi; Shafariana Shafariana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7684

Abstract

This study aims to explore the impact of persuasive text writing learning models on the development of students' entrepreneurial spirit. Entrepreneurial spirit is a crucial competency in the era of globalization, encompassing creativity, innovation, and high problem-solving skills. Higher education plays a strategic role in shaping students' entrepreneurial spirit through innovative learning models. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design, involving 32 students from the education study program at Universitas Negeri Makassar. Data were collected through pretests, posttests, questionnaires, and writing tests. The instruments included an entrepreneurial spirit questionnaire and a persuasive text writing test. The results of the study (Hisrich, Peters, & Sepherd, 2017) indicate that the persuasive text writing learning model significantly improves students' writing abilities and entrepreneurial spirit. Students showed an increase in the average score from 57.56 in the pretest to 90.65 in the posttest. Analysis using the T-test showed a significant difference between the initial and final abilities of students in writing entrepreneurial-themed persuasive texts. This research confirms that persuasive text writing skills play a role in the development of entrepreneurial spirit, providing practical recommendations for lecturers and education practitioners in designing effective learning programs. These findings are expected to contribute to the development of entrepreneurship education in higher education and help students face challenges and opportunities in the work and business world. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran menulis teks persuasi terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Jiwa kewirausahaan adalah kompetensi penting di era globalisasi, mencakup kreativitas, inovasi, dan keterampilan problem solving yang tinggi. Pendidikan tinggi berperan strategis dalam membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu, melibatkan 32 mahasiswa program studi pendidikan di Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, kuesioner, dan tes menulis. Instrumen meliputi kuesioner jiwa kewirausahaan dan tes menulis teks persuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis teks persuasi meningkatkan kemampuan menulis dan jiwa kewirausahaan mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 57,56 pada pretest menjadi 90,65 pada posttest. Analisis menggunakan uji-T menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan awal dan akhir mahasiswa dalam menulis teks persuasi bertema kewirausahaan. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa keterampilan menulis teks persuasi berperan dalam pengembangan jiwa kewirausahaan, memberikan rekomendasi praktis bagi dosen dan praktisi pendidikan dalam merancang program pembelajaran yang efektif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi dan membantu mahasiswa menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja dan bisnis.
PENGUATAN KEMAMPUAN LITERASI GURU MELALUI PELATIHAN EDUKASI LITERASI SDN SAPAYA GOWA Devi Apyunita; Rahmi Mardatillah; Ade Yustina; Shafariana Shafariana; Adilah Sabir
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Namun, masih ditemukan rendahnya pemahaman guru terhadap berbagai aspek literasi, seperti literasi membaca, menulis, dan digital. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi guru melalui edukasi literasi. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan edukasi literasi mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan literasi membaca, menulis, dan digital dalam pembelajaran. Aktivitas pelatihan dan praktik mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar berbasis literasi serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS ARGUMENTASI BERBASIS DIGITAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 TAKALAR Dahri, Aisda Nabhila; Anshari; Shafariana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Verified
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61461

Abstract

Writing argumentative texts is one of the language competencies that must be mastered by Class XI senior high school students. Although digital technology has been integrated into the learning process, students still encounter various challenges in writing argumentative texts, including difficulties in expressing logical and systematic arguments, limited ability to develop ideas, suboptimal use of data to support arguments, insufficient writing practice, and low learning motivation. The use of digital platforms and media has the potential to enhance students’ writing skills by facilitating access to information and the publication of written work. This study aimed to examine the ability of Class XI students at SMA Negeri 3 Takalar to write digital-based argumentative texts and to identify the supporting and inhibiting factors influencing this ability. This study employed a descriptive quantitative approach using a purposive sampling technique. Data were collected through an argumentative writing test and a self-assessment questionnaire and were analyzed using descriptive statistics. The findings revealed that the students’ ability to write digital-based argumentative texts was categorized as highly proficient, with a combined mean score of 83.20 for the aspects of text structure and linguistic features. A total of 27 students (90%) achieved the Minimum Mastery Criterion (MMC) score of 75 or above and were classified as having met the criterion, while 3 students (10%) scored below 75 and were classified as not meeting the criterion. The mean score for the text structure aspect was 88.62, categorized as highly proficient, whereas the mean score for the linguistic features aspect was 77.78, categorized as proficient. The results of the self-assessment questionnaire indicated that the supporting factors included students’ interest in writing, teacher-supported learning motivation, internet accessibility, and the utilization of digital media. The inhibiting factors included difficulties in generating ideas and organizing logical arguments, limited time allocated for writing, and restricted internet access experienced by some students.