Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

SINTAKSIS DAN REPRESENTASI PSIKOLOGIS TOKOH: KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT DALAM NOVEL ALMOND KARYA SOHN WON PYUNG Shafariana; Johar Amir; Ambo Dalle; Tuti Wijayanti; Atikah Nurul Asda
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/nk46ht35

Abstract

Thus study aims to examine how complex sentences with subordination are used in the Indonesian-translated version of Almond, a novel by Sohn Won-Pyung, as a linguistic device to represent the psychological condition of the main character, Yoonjae, who suffers from alexithymia. Yoonjae is portrayed as an individual with difficulty identifying and expressing emotions, which significantly affects how he interacts with the world and conveys his inner experiences. In this context, the structure and form of language become crucial, as syntactic choices can function as representattions of emotional conflict that is not explicitly articulated. The study employs a qualitative-descriptive approach with a syntactic analysis method, combined with stylistic interpretation within a pyscholinguistic framework. Data were collected through documentation involving intensive reading of the novel and annotation of all complex sentences with subordination. The sentences were then analyzed based on types of subordinate clause relationships, including temporal, causal, conditional, and concessive relations. Form thw analysis of 187 complex sentences identified in the corpus data, six key finding were obtained. First, subordinated complex with emotional impairment (alexithymia). Second, the most frequent type of subordination is causal (33,29%), indicating a tendency for the caracter to rationalize experiences rather than respond affectively. Third, temporal and concessive structures play important roles in developing emotionally delayed and ambivalent narratives. Fourth, the syntactic complexity of the character’s language increases in the line with the development of his emotional sensitivity. At the beginning of the story, the sentence structures tend to be simple and informative, but the envolve into more refelective and complex forms as the character begins to recognize and engage with emotional experiences. Fifth, the sentence structure serves as an indicator of the character’s inner transformation, from emotionally flat to reflective and eventually empathetic. Sixth, syntax in this novel is note merely a structural element but also a strategic stylistic and representational tool used to subtly convey psychological dynamics. These finding suggest that syntax plays a crucial role in constructing and expressing a character’s psychological condition through an implicit strategy. Thus, complex sentences with subordination in Almond serve not only as grammatical structures but alos as effective linguistic tools that mirror the affective dynamics experienced by the protagonist, offering readers access to a nuanced and envolving emotional interior in literary narrative.
POLA STRUKTUR SINTAKSIS PADA SUBJEK EMAIL PROMOSI: KAJIAN LINGUISTIK TERHADAP KOMUNIKASI DIGITAL Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong transformasi praktik pemasaran melalui berbagai media berbasis internet, termasuk email marketing yang masih menjadi salah satu sarana komunikasi bisnis yang efektif. Terkait itu, subjek email promosi memiliki peran penting sebagai elemen pertama yang menentukan perhatian dan respons pengguna terhadap pesan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pola struktur sintaktis yang digunakan pada subjek email promosi dalam komunikasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) dengan desain deskriptif. Data berupa 200–300 subjek email promosi berbahasa Indonesia yang dikumpulkan dari kategori Promotions pada layanan surat elektronik selama periode tiga bulan. Data dianalisis menggunakan analisis isi yang dipadukan dengan analisis sintaktis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan pola struktur yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek email promosi didominasi oleh struktur sintaktis yang ringkas dan ekonomis, meliputi frasa nominal, kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan konstruksi eliptis. Frasa nominal digunakan untuk memadatkan informasi utama, kalimat imperatif berfungsi sebagai strategi persuasi yang mendorong tindakan pengguna, kalimat interogatif dimanfaatkan untuk membangun rasa ingin tahu dan keterlibatan pengguna, sedangkan konstruksi eliptis menunjukkan penerapan prinsip ekonomi sintaktis dalam komunikasi digital. Selain itu, ditemukan pola personalisasi sintaktis melalui penggunaan nama penerima sebagai strategi membangun kedekatan interpersonal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur sintaktis pada subjek email promosi tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi perangkat persuasif yang beradaptasi dengan karakteristik komunikasi pemasaran digital yang menuntut efisiensi, perhatian, dan keterlibatan pengguna.
Stance, Syntax and Gender Identity in Indonesian Films: a Sociopragmatic and Interactional Discourse Study Tuti Wijayanti; Shafariana Shafariana; Johar Amir
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8208

Abstract

This study emmployed a descriptive qualitative method using critical discourse analysis (CDA) whitin a socio-pragmatic framework to examine syntactic constructions in contemporary Indonesian film dialogues that reflect gender ideologies. Data were collected through documentation, field notes, and purposive sampling from five gender-themed films released between 2021—2023: Yuni; Before, Now, & Then; Bismillah Kunikahi Suamimu; Budi Pekerti; and Susuk: The Curse of Beauty. Data analysis adapted Milles & Huberman’s interactive model, including data reduction, display, and conclusion drawing using Sara Mills’s CDA approach. Finding reveal that syntactic structures is contemporary Indonesian films reflect complex gender ideologies, where active, passive, imperative, and evaluative forms are used to construct female agency, powerlessness, or emotional positioning. Analysis of five films –Yuni (2021); Before, Now, & Then (2022); Bismillah Kunikahi Suamimu (2023); Budi Pekerti (2023); and Susuk: Kutukan Kecantikan (2023)– reveals that while active and motivational syntax often portrays women as agent of resistance, passive, and directive forms requently frame them as submissive or emotionally burdened. Imperatives serve both as tools of social enforcement and empowerment. Evalauative verbs and negation subtly encode internalized norms and limitations. These patterns demonstrate that syntax is ideologically loaded, not neutral. The findings have implications for gender-aware scriptwriting, curriculum development in language and media education, and media policy interventions aimed at promoting inclusive narrative practices. Abstrak Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatid dengan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) berbasis sosiopragmatik untuk menganalisis struktur sintaksis dalam dialog film Indonesia kontemporer yang merepresentasikan ideologi gender. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, catatan lapangan, dan purposive sampling dari lima film bertema gender yang dirilis antara tahun 2021—2023: Yuni, Before, Now, & Then, Bismillah Kunikahi Suamimu; Budi Pekerti, dan Susuk: Kutukan Kecantikan. Teknik analisis data mengadaptasi model interaksi Miles & Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan kerangka analisisi wacana Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sintaksis dalam film-film Indonesia kontemporer merepresentasikan ideologi gender yang kompleks, yang bentuk aktif, pasif, imperatif, dan evaluatifnya digunakan untuk membingkai agensi, ketidakberdayaan, atau posisi emosional tokoh perempuan. Analisis terhadap lima film –Yuni (2021); Before, Now, & Then (2022); Bismillah Kunikahi Suamimu (2023); Budi Pekerti (2023); dan Susuk: Kutukan Kecantikan (2023)– menunjukkan bahwa kalimat aktif dan motivasional sering menampilkan perempuan sebagai agen perlawanan, sedangkan bentuk pasif dan direktif kerap membingkai mereka dalam posisi tunduk atau terbebani secara emosional. Kalimat imperatif digunakan baik untuk menegakkan norma sosial maupun memberdayakan. Verba evaluatif dan negasi mengungkap norma yang terinternalisasi secara halus. Temuan ini menunjukkan bahwa sintaksis sarat ideologi dan tidak bersifat netral. Implikasinya mencakup pelatihan penulisan naskah berbasis kesadaran gender, pengembangan kurikulum bahasa dan media, serta kebijakan media yang mendorong praktik naratif yang lebih inklusif.
The Impact of Persuasive Writing Learning Model on Students’ Entrepreneurial Spirit Nurhusna Nurhusna; Muhammad Rapi; Shafariana Shafariana
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7684

Abstract

This study aims to explore the impact of persuasive text writing learning models on the development of students' entrepreneurial spirit. Entrepreneurial spirit is a crucial competency in the era of globalization, encompassing creativity, innovation, and high problem-solving skills. Higher education plays a strategic role in shaping students' entrepreneurial spirit through innovative learning models. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design, involving 32 students from the education study program at Universitas Negeri Makassar. Data were collected through pretests, posttests, questionnaires, and writing tests. The instruments included an entrepreneurial spirit questionnaire and a persuasive text writing test. The results of the study (Hisrich, Peters, & Sepherd, 2017) indicate that the persuasive text writing learning model significantly improves students' writing abilities and entrepreneurial spirit. Students showed an increase in the average score from 57.56 in the pretest to 90.65 in the posttest. Analysis using the T-test showed a significant difference between the initial and final abilities of students in writing entrepreneurial-themed persuasive texts. This research confirms that persuasive text writing skills play a role in the development of entrepreneurial spirit, providing practical recommendations for lecturers and education practitioners in designing effective learning programs. These findings are expected to contribute to the development of entrepreneurship education in higher education and help students face challenges and opportunities in the work and business world. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model pembelajaran menulis teks persuasi terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Jiwa kewirausahaan adalah kompetensi penting di era globalisasi, mencakup kreativitas, inovasi, dan keterampilan problem solving yang tinggi. Pendidikan tinggi berperan strategis dalam membentuk jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu, melibatkan 32 mahasiswa program studi pendidikan di Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, kuesioner, dan tes menulis. Instrumen meliputi kuesioner jiwa kewirausahaan dan tes menulis teks persuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran menulis teks persuasi meningkatkan kemampuan menulis dan jiwa kewirausahaan mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 57,56 pada pretest menjadi 90,65 pada posttest. Analisis menggunakan uji-T menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan awal dan akhir mahasiswa dalam menulis teks persuasi bertema kewirausahaan. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa keterampilan menulis teks persuasi berperan dalam pengembangan jiwa kewirausahaan, memberikan rekomendasi praktis bagi dosen dan praktisi pendidikan dalam merancang program pembelajaran yang efektif. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi dan membantu mahasiswa menghadapi tantangan dan peluang di dunia kerja dan bisnis.