Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Sinergi AI dalam Literasi Akademik: Eksplorasi Grammarly dan ChatGPT dalam Penguatan Struktur dan Gaya Bahasa Teks Persuasif Mahasiswa Nurhusna, Nurhusna; Shafariana, Shafariana; Herdiani, Rizki
Nuances of Indonesian Language Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v6i2.1614

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the synergy between Grammarly and ChatGPT in improving students’ persuasive writing skills, particularly in terms of argumentative structure and stylistic expression. The research is grounded in the current challenge of academic literacy in the era of artificial intelligence (AI), which requires students not only to write with linguistic accuracy but also to convey ideas persuasively and coherently. A mixed-method approach was employed through a quasi-experimental design combined with a perception survey. The participants consisted of 56 students from a language education program who engaged in AI-assisted writing instruction. Quantitative data were obtained from pretest and posttest writing assessments, while qualitative data were collected through open-ended questionnaires and reflective interviews. Data analysis involved paired-sample t-tests and thematic analysis. The findings revealed a significant improvement in students’ writing performance after utilizing Grammarly and ChatGPT. The average score for structural organization increased from 71.0 to 81.7, while the stylistic aspect improved from 69.3 to 81.9. Students reported that Grammarly helped them identify and correct linguistic errors and enhance their language awareness, whereas ChatGPT supported idea generation, argument development, and rhetorical variation. The synergy between these tools fostered a more reflective and self-regulated writing process, consistent with the theoretical frameworks of AI-mediated learning and social constructivism. Theoretically, this research reinforces the concepts of formative feedback and Cognitive Apprenticeship in academic writing instruction. Pedagogically, the findings indicate that integrating AI technology can serve as an innovative strategy for teaching writing, provided that it is accompanied by ethical guidance and reflective supervision from instructors. Thus, the synergy between Grammarly and ChatGPT not only enhances students’ writing quality but also transforms the way they learn to write critically, creatively, and responsibly in the digital literacy era.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Canva bagi Guru SMA Negeri 5 Takalar Astuti, Sri Dewi; Umsyani, Rizma Aulia; Wulandari, Rizky Ika; Baco, Rizki Hidayah; Shafariana, Shafariana
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v3i2.328

Abstract

Pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis Canca bagi guru SMA Negeri 5 Takalar dilaksanakan untuk menjawab rendahnya literasi teknologi guru, yakni hanya sekitar 10% dari 71 guru yang memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya teknologi pembelajaran serta keterampilan teknis dalam merancang media digital yang kreatif dan interaktif. Pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pengenalan fitur Canva, demonstrasi pembuatan media, dan praktik mandiri dengan pendampingan intensif. Keberhasilan pelatihan ditunjukkan oleh 100% guru dari 17 guru sebagai peserta berhasil menyelesaikan media pembelajaran digital; seluruh karya mendapat skor baik hingga sangat baik (26—30); terdapat peningkatan 85—95% dalam pemahaman fitur desain digital; guru mampu menghasilkan media dengan kriteria desain pedagogis yang baik; dan tingkat antusiasme dan partisipasi guru sangat tinggi sepanjang pelatihan. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri digital dan kesiapan guru untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan dampak signifikan terhadap penguatan kompetensi abad ke-21 dan menjadi solusi terhadap rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran di SMA Negeri 5 Takalar.
PENGUATAN KEMAMPUAN LITERASI GURU MELALUI PELATIHAN EDUKASI LITERASI SDN SAPAYA GOWA Apyunita, Devi; Mardatillah, Rahmi; Yustina, Ade; Shafariana, Shafariana; Sabir, Adilah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi guru merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Namun, masih ditemukan rendahnya pemahaman guru terhadap berbagai aspek literasi, seperti literasi membaca, menulis, dan digital. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi literasi guru melalui edukasi literasi. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan edukasi literasi mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan literasi membaca, menulis, dan digital dalam pembelajaran. Aktivitas pelatihan dan praktik mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar berbasis literasi serta memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini efektif dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru.
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM BAGI GURU PAPUA TENGAH UNTUK MENDUKUNG PENDIDIKAN BERKUALITAS DI WILAYAH 3T Asdah, Atikah Nurul; Safitri, Nur Anita Syamsi; Shafariana; Apyunita, Devi; Risaldi, Dedi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 03 (2026): MEI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru melalui pendampingan implementasi pembelajaran mendalam di Papua Tengah sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan berkualitas di wilayah 3T. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman guru terkait implementasi pembelajaran mendalam, dominasi pembelajaran berpusat pada guru, serta keterbatasan dalam menyusun aktivitas pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan WhatsApp Group dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis pendampingan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, pelatihan konsep deep learning, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi pembelajaran, serta evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terkait pembelajaran mendalam, terutama pada aspek pengembangan aktivitas berpikir kritis, pembelajaran kontekstual, asesmen reflektif, dan keterlibatan aktif peserta didik. Guru juga menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang lebih kontekstual dan berorientasi pada pengalaman belajar peserta didik. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perubahan perspektif pedagogis guru serta mendukung penguatan kualitas pembelajaran di Papua Tengah. Program pendampingan berbasis praktik dan refleksi dinilai efektif dalam membantu guru mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara lebih aplikatif dan berkelanjutan di wilayah 3T.
Workshop Penulisan Artikel pada Jurnal Internasional Bereputasi bersama Editor Internasional sebagai Upaya Peningkatan IKU Perguruan Tinggi Yusri Yusri; Ruhul Kudus; Surya Anantatama Sembiring; Shafariana Shafariana; Fauziah Bachtiar
PENGABDI PENGABDI: VOL. 7, NO.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v7i1.85455

Abstract

Abstrak. Publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung peningkatan kualitas akademik dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Namun, masih banyak dosen yang menghadapi berbagai kendala dalam proses penulisan dan publikasi artikel ilmiah internasional, seperti kesulitan memahami standar jurnal, proses editorial, dan strategi publikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas dosen dalam menulis artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi melalui workshop bersama editor jurnal internasional. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim IKU Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar secara daring melalui Zoom Meeting dalam tiga kali pertemuan dengan durasi kurang lebih dua jam pada setiap sesi. Workshop menghadirkan tiga narasumber internasional, yaitu Dr. Patrick Blessinger, Candace Conte, dan Prof. Jason Turner. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan pembahasan manuskrip peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai strategi publikasi internasional, proses editorial, teknik merespons reviewer, serta pentingnya kesesuaian artikel dengan scope jurnal. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan menghasilkan draft artikel ilmiah yang siap dikembangkan untuk publikasi internasional. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan budaya publikasi akademik dan mendukung pencapaian IKU perguruan tinggi, khususnya pada aspek publikasi internasional bereputasi.Kata Kunci: workshop, publikasi internasional, jurnal bereputasi, editor jurnal, IKU perguruan tinggi.
PRAKTIK CAMPUR KODE DAN BAHASA SLANG PADA KOLOM KOMENTAR TIKTOK: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK DIGITAL GENERASI Z: CODE MIXING AND SLANG PRACTICES IN TIKTOK COMMENT COLUMN: A DIGITAL SOCIOLINGUISTIC STUDY OF GENERATION Z Atikah Nurul Asdah; Shafariana
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 3 (2026): FEBRUARI-MARET TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i3.5204

Abstract

Perkembangan media sosial digital memengaruhi pola komunikasi masyarakat, khususnya Generasi Z dalam penggunaan bahasa pada ruang virtual. TikTok menjadi salah satu platform yang memperlihatkan dinamika penggunaan campur kode dan bahasa slang melalui interaksi pada kolom komentar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk praktik campur kode dan bahasa slang serta menganalisis fungsi sosial penggunaan bahasa dalam komunikasi digital Generasi Z pada kolom komentar TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian berasal dari kolom komentar TikTok yang memiliki tingkat interaksi tinggi. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung campur kode dan bahasa slang. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, catat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik campur kode pada komentar TikTok didominasi penggunaan unsur bahasa Inggris seperti if he want he would, work life balance, dan success. Sementara itu, bahasa slang tampak pada penggunaan bentuk informal seperti lo, jir, gimana, dan yah. Penggunaan campur kode dan bahasa slang memiliki fungsi sebagai sarana ekspresi emosional, solidaritas sosial, humor digital, serta representasi identitas Generasi Z dalam ruang media sosial. Penelitian ini juga menemukan adanya transformasi fungsi beberapa kosakata formal menjadi bahasa populer digital dalam komunikasi virtual. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolom komentar TikTok menjadi ruang berkembangnya variasi bahasa digital yang dipengaruhi budaya internet, tren media sosial, dan globalisasi bahasa.
EMOJI SEBAGAI PENGGANTI UNSUR SINTAKSIS DALAM KOMUNIKASI DIGITAL: KAJIAN STRUKTUR DAN FUNGSI PADA MEDIA SOSIAL: EMOJI AS A SUBSTITUTE FOR SYNTAXIC ELEMENTS IN DIGITAL COMMUNICATION: A STUDY OF STRUCTURE AND FUNCTION ON SOCIAL MEDIA Shafariana; Johar Amir; Ambo Dalle; Tuti Wijayanti; Abdul Haliq
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5236

Abstract

Perkembangan komunikasi digital telah mendorong penggunaan emoji tidak hanya sebagai penanda emosi, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan makna dalam interaksi media sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penggunaan emoji sebagai pengganti unsur sintaksis dalam komunikasi digital berbahasa Indonesia, mengidentifikasi jenis unsur sintaksis yang dapat digantikan oleh emoji, serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam membangun makna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan rancangan analisis isi. Data berupa komentar, unggahan, dan tuturan digital yang mengandung emoji pada platform Instagram, TikTok, X, dan WhatsApp. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan metode simak-catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emoji memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar penanda emosi. Emoji ditemukan berfungsi sebagai pengganti tuturan verbal utuh, pengganti nomina, pengganti predikat, serta pengganti frasa atau klausa. Selain itu, emoji juga berfungsi sebagai penanda nada ujaran yang membantu pembaca memahami sikap, maksud, dan tujuan komunikatif penutur. Temuan ini menunjukkan bahwa emoji telah mengalami perluasan fungsi dari simbol visual dan afektif menjadi sumber daya semiotik yang memiliki peran sintaktis dan pragmatis dalam komunikasi digital. Penelitian ini memperlihatkan bahwa batas antara bahasa verbal dan simbol visual semakin kabur seiring berkembangnya praktik komunikasi multimodal di media sosial. Dengan demikian, emoji dapat dipahami sebagai bagian dari sistem komunikasi digital yang berkontribusi dalam pembentukan struktur dan makna bahasa kontemporer.
SINTAKSIS DALAM BAHASA INDONESIA BERSPEKTIF GENDER: KAJIAN PADA NARASI FILM INDONESIA KONTEMPORER Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri; Tuti Wijayanti
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84576

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran konstruksi sintaksis dalam merepresentasikan dan menegosiasikan ideologi gender dalam dialog film Indonesia kontemporer. Berbeda dari kajian sebelumnya yang berfokus pada aspek leksikal, tematik, dan naratif, penelitian ini menempatkan sintaksis sebagai unit analisis utama untuk memahami relasi kuasa dan posisi gender pada tataran mikro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis berbasis gender. Data berupa dialog dari lima film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui klasifikasi dan interpretasi pola sintaksis, meliputi kalimat aktif, pasif, imperatif, serta variasi negatif dan interogatif. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi sintaksis membentuk pola sistematis dalam representasi gender. Kalimat aktif mendominasi dan menempatkan perempuan sebagai agen, meskipun sering bersifat terbatas. Kalimat pasif mengaburkan agen dan merepresentasikan subordinasi, sedangkan kalimat imperatif mencerminkan relasi kuasa yang dominatif maupun negosiatif. Secara lintas film, ditemukan tiga tipologi representasi: progresif, konservatif, dan ambivalen, yang menunjukkan kompleksitas konteks. Temuan ini menegaskan sintaksis sebagai perangkat ideologis sekaligus menunjukkan pergeseran menuju pendekatan kontekstual dan dialektis.
PENDEKATAN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS AKADEMIK: PEMANFAATAN DAN TINGKAT LITERASI MAHASISWA Abdul Haliq; Shafariana Shafariana
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84271

Abstract

This study aims to describe the use of a digital literacy approach in academic writing learning and the level of student digital literacy in academic writing. The research method used is descriptive qualitative. The research subjects were lecturers and students enrolled in the scientific writing course at the Department of Indonesian Language and Literature. Data collection techniques used questionnaires, interviews, and documentation. The research instrument was a digital literacy questionnaire developed based on Bawden's (2008) digital literacy theory. The results showed that academic writing learning utilizes four aspects of digital literacy: digital competence, knowledge of information background, main skills, and attitudes and perspectives. Furthermore, the level of student digital literacy is generally in the very high and high categories. This indicates that students have very good digital literacy skills for use in academic essay writing learning using various technological devices and applications, both for learning and for writing development more specifically.
REPRESENTASI NILAI FORMAL TEKS FAKTUAL PADA BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA FASE D KURIKULUM MERDEKA; MODEL NORMAN FAIRLOUGH Johar Amir; Ambo Dalle; Shafariana; Tuti Wijayanti
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/2kjgty24

Abstract

This research is motivated by the importance of textbooks as a strategic medium in shaping students' values, character, and way of thinking in the implementation of the Merdeka Curriculum. Factual texts in Phase D Indonesian language textbooks not only convey information, but also represent formal values ​​related to experiential, relational, and expressive aspects. This study aims to identify and analyze the representation of formal values ​​in vocabulary and grammar in factual texts in Phase D Indonesian language textbooks using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis approach. Data collection methods were carried out through documentation, reading, and note-taking techniques for factual texts in textbooks for grades VII, VIII, and IX. Data analysis used Fairclough's three-dimensional model which includes text analysis, discourse practices, and socio-cultural practices. The results of the study indicate that experiential, relational, and expressive values ​​are represented through variations in vocabulary such as synonyms, antonyms, hyponyms, as well as the use of formal and informal language, and through grammatical structures such as active, passive, and modal sentences. Qualitatively, factual texts contain ideological content that reflects values ​​of discipline, religiosity, modernity, and social awareness. Quantitatively, the use of experiential and expressive vocabulary is more dominant than relational vocabulary. These findings indicate that factual texts in textbooks are not neutral but play a role in shaping students' critical awareness and social values.