Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Lama Pengasapan dan Penyimpanan Terhadap Organoleptik Daging Itik Isran Husain; Harapin Hafid; Restu Libriani
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 2 (2022): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i2.25070

Abstract

Daging merupakan komoditi peternakan yang mempunyai nilai gizi baik yang sering dikonsumsi dan banyak digemari oleh masyarakat. Daging juga merupakan bahan pangan hewani yang mudah mengalami kerusakan. Upaya penanganan dan pengawetan dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan melakukan pengasapan. Pengasapan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan daging menggunakan kombinasi antara penggunaan panas dan zat kimia yang dihasilkan dari pembakaran dari bahan pengasap seperti kayu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengasapan dan penyimpanan terhadap organoleptik daging itik dengan waktu yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kendari dengan menggunakan daging itik yang diperoleh dari desa uepai dengan bahan pengasap menggunakan tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengap (RAL) faktorial 3x2 dengan faktor pertama dengan lama pengasapan yang terdiri dari pengasapan selama 3 jam (A1), pengasapan selama 5 jam (A2) dan pengasapan selama 7 jam (A3), dan faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri dari penyimpanan 1 minggu dan penyimpanan 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap sifat organoleptik daging itik yang meliputi, aroma, tekstur, rasa, warna, keempukan dan penerimaan umum.
Pengaruh Suhu Kandang Yang Berbeda Terhadap Ukuran-Ukuran Tubuh Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Periode Starter Arya Adit Pratama; Restu Libriani; Muh Amrullah Pagala
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i1.46994

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu kandang yang berbeda terhadap ukuran-ukuran tubuh ayam kampung unggul balitnak (KUB) periode starter. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: P1 = Suhu kandang 31-31,5°C, P2 = Suhu kandang 33-33,5°C, P3 = Suhu kandang 35-35,5°C, P4 = Suhu kandang 37-37,5°C. Parameter yang dievaluasi adalah (a) Panjang rentang sayap. (b) Panjang punggung. (c) Panjang femur (d) Panjang tibia (e) Panjang shank (f) Panjang lingkar dada . Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh suhu kandang yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap rataan lingkar dada (5,68 – 7,28 cm), panjang femur (1,94 – 2,69 cm), panjang tibia (2,84 – 3,85 cm), panjang shank (1,46 – 2,11 cm), tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang punggung (5,09 - 5,66 cm), dan panjang rentang sayap (3,96 – 5,35 cm) ayam KUB fase starter. Kata Kunci : Ayam KUB, Suhu, Ukuran Tubuh, Fase Starter. Abstract: This study aims to analyze the effect of different cage temperatures on the Body Sizes of Balitnak superior native chickens (KUB) in the starter period. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 replications so that there were 16 experimental units. The treatments applied were as follows: P1 = cage temperature 31-31.5°C, P2 = cage temperature 33-33.5°C, P3 = cage temperature 35-35.5°C, P4 = cage temperature 37-37 .5°C Parameters evaluated are (a) Wing span length. (b) Back length. (c) Femur length (d) Tibia length (e) Shank length (f) Chest girth length . The results showed that the effect of different cage temperatures had a significant effect on the average chest circumference (5.68 – 7.28 cm), femur length (1.94 – 2.69 cm), tibia length (2.84 – 3.85 cm), shank length (1.46 – 2.11 cm), but no effect on back length (5.09 – 5.66 cm), and wing span length (3.96 – 5.35 cm) of KUB phase chickens starter. Keywords: KUB Chicken, Temperature, Body Size, Starter Phase.
Identifikasi dan Prevalensi Penyakit Cacing Saluran Pencernaan pada Ternak Kambing Jawa Randu di Peternakan Rakyat Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari Wa Ode Jasnia; Takdir Saili; Restu Libriani; Purnaning Dhian Isnaeni
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 4, No 4 (2022):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v4i4.28703

Abstract

Abstrak. Pola pemeliharaan secara semi intensif pada peternakan rakyat yang dekat dengan pembuangan sampah semantara warga diduga memiliki peluang tersebarnya penyakit parasitik yang disebabkan oleh cacing saluran pencernaan sehingga dilakukan penelitian mengenai identifikasi dan prevalensi penyakit cacing saluran pencernaan pada ternak kambing Jawa randu di Peternakan rakyat Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis telur cacing saluran pencernaan dan mengevaluasi tingkat prevalensi penyakit cacing saluran pencernaan pada ternak kambing Jawa randu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2021 yamg berlokasi di Peternakan rakyat Kelurahan Bonggoeya Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari dan di Laboratorium Unit Fisiologi, Reproduksi dan Kesehatan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo. Metode sedimentasi digunakan untuk menganalisis 54 sampel feses kambing Jawa randu yang terdiri atas 25 sampel feses kambing umur >1 tahun dan 29 sampel feses kambing umur <1 tahum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada 8 jenis cacing saluran pencernaan yang terdapat pada sampel feses yang dianalisis, yaitu Fasciola sp, Paramphistomum sp, Strongyle sp, Eurytrema pancreaticum, Ascaris lumbricoides, Trichuris sp, Haemonchus sp dan Oestertagia sp. Tingkat prevalensi penyakit cacing saluran pencernaan pada kambing Jawa randu berdasarkan sampel feses yang diteliti adalah 57,41% dengan sebaran 72,00 % terdapat pada sample feses kambing Jawa randu umur >1 tahun sedangkan 44,82 % terdapat pada sampel feses kambing Jawa randu umur <1 tahun.Kata Kunci : Cacing, Feses, Kambing, Jawa Randu, Prevalensi
Identifikasi dan Prevalensi Parasit Cacing Saluran Pencernaan Pada Ternak Sapi yang Digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Puuwatu Kota Kendari Patrecia Dwita Koty; Takdir Saili; Purnaning Dhian Isnaeni; Restu Libriani
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 4 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i4.16938

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis cacing saluran pencernaan danprevalensi penyakit kecacingan pada ternak sapi yang digembalakan di TPAS Puuwatu KotaKendari. Sebanyak 50 sampel feses sapi diidentifikasi dengan menggunakan metode apung(Flotation methode). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jenis parasit cacing saluranpencernaan sapi yang digebalakan di TPAS Puuwatu Kota Kendari adalah tipe Oesophagustomumsp. sebanyak 6%, Strongyle sp., 12%, Eurytrema pancreaticum 4%, Paramphistomum sp. 4% dantelur cacing dari jenis Fasiola sp. sebanyak 4%. Selain itu, juga ditemukan bahwa prevalensipenyakit kecacingan di TPAS Puuwatu Kota Kendari adalah sebesar 30%. Kesimpulan penelitianini adalah sapi-sapi yang digembalakan pada TPAS Puuwatu Kota Kendari terjangkiti penyakitcacing dengan rataan tingkat prevalensi yang cukup tinggi.
Nilai Gizi Duck Nugget dengan Penambahan Tepung Jagung yang Berbeda Awal Awal; Restu Libriani; Harapin Hafid
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 2 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i2.29856

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertjuan untuk menganalisis nilai gizi nugget daging itik dengan penambahan tepung jagung dengan persentase yang berbeda. Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 kali ulangan ulangan meliputi P0= control (tepung terigu), P1= tepung jaguang 10%, P2= tepung jagung 20%, P3= tepung jagung 30%. Parameter pengukuran pada penelitian ini adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar Protein dan Kadar Lemak. Penelitian ini ditabulasi dalam Ms. excel dan di analisis menggunakan SPSS 16 untuk melihat perlakuan jenis filler nugget. Apabila berpengaruh nyata maka di lanjutkan dengan uji beda nyata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan tepung jagung dengan persentase berbeda tidak berpengarun nyata (P>0,05). Kata Kunci: Daging itik, nilai gizi, Nugget, tepung jagung
PENERAPAN GOOD FARMING PRACTICE ASPEK KESEHATAN DAN BIOSEKURITI PADA PETERNAKAN BROILER DI KOTA KENDARI Wiziarti Wiziarti; Nur Santy Asminaya; Restu Libriani
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 1 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.1.8-17

Abstract

Good Farming Practice (GFP) merupakan pedoman budidaya ternak yang baik agar performa produksi ternak optimal dan penyebaran penyakit dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penerapan GFP pada aspek kesehatan dan biosekuriti di peternakan ayam broiler di Kecamatan Abeli, Nambo dan Poasia Kota Kendari. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi peternakan ayam broiler meliputi jarak peternakan dengan tempat pemotongan ayam serta ancaman secara fisik, kimia dan biologi sangat sesuai dengan standar GFP. Akan tetapi jarak peternakan dengan pemukiman penduduk berada pada kategori cukup sesuai di Kecamatan Abeli, sangat sesuai di Kecamatan Nambo dan tidak sesuai di Kecamatan Poasia.Penerapan biosekuriti meliputi: biosekuriti pada unggas sakit, unggas mati, pengendalian lalu lintas ternak dan masa istirahat kandang belum sesuai dengan standar GFP sedangkan sanitasi kandang, kebersihan kandang, kebersihan peralatan dan pergantian litter sudah sangat sesuai dengan standar GFP. Tindakan pengendalian penyakit meliputi: vaksinasi, pemberian vitamin dan obat-obatan serta feed additive belum memenuhi standar GFP. Kesimpulan penelitian adalah lokasi peternakan ayam broiler secara umum sudah sesuai dengan GFP. Akan tetapi, penerapan biosekuriti dan pengendalian penyakit pada ayam broiler belum sesuai dengan GFP. ABSTRACT Good Farming Practice (GFP) is a guideline for good livestock farming so that livestock production performance is optimal and the spread of disease can be reduced. This study aims to evaluate the application of GFP on health and biosecurity aspects in broiler chicken farms in Abeli, Nambo and Poasia Districts, Kendari City. The location of the study was determined by purposive sampling. The data obtained were tabulated and analyzed using qualitative descriptive methods. The results showed that the location of broiler chicken farms including the distance of the farm to the chicken slaughterhouse and physical, chemical and biological threats were very much in accordance with GFP standards. However, the distance of the farm to residential areas was in the category of quite appropriate in Abeli ​​District, very appropriate in Nambo District and not appropriate in Poasia District. The application of biosecurity includes: biosecurity on sick poultry, dead poultry, livestock traffic control and cage rest periods have not been in accordance with GFP standards while cage sanitation, cage cleanliness, equipment cleanliness and litter changes have been very much in accordance with GFP standards. Disease control measures include: vaccination, provision of vitamins and medicines and feed additives have not met GFP standards. The conclusion of the study is that the location of broiler chicken farms in general is in accordance with GFP. However, the implementation of biosecurity and disease control in broiler chickens is not in accordance with GFP.
Co-Authors . Rahman Abda Abda Abdul Rizal Ahmad Fajar Amiluddin Indi Andi Amriyana Dea Andini Sulfitrana Andini Sulfitrana Ansharullah ansharullah Apriliani Apriliani Arbyin Pratiwi Ariani, Wa Ode Rachmasari Arya Adit Pratama AS Aku, AS Asma Bio Kimestri Astriana Napirah Awal Awal Azhari, Sri Ayu Dea, Andi Amriyana Dedem Sutopo Deki Zulkarnain Dewi S, Rachmita Dewi, Fitria Eko Supraptono Elvira, Ilian Fadli Ma’mun Pancar Fajriani Suaib, Yermia Nur Fauzia, Sri Fitria Dewi Fitria Dewi Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih Fitrianingsih G Gerhana G. Gerhana Hamdan Has Hapzi Ali Harapin Hafid H. I Putu Cahyadi Putra, I Putu Cahyadi Irma wati Isnaeni, Purnaning Dhian Isran Husain Jabudin, La Ode Jurnal Pepadu Kusuma, Putu Nara L, Mariani L, Mariani. La Malesi La Ode Abdul Malik Fajar La Ode Arsad Sani La Ode Muhamad Munadi La Ode Nafiu Lombanu Lombanu Lombanu, Lombanu Malesi, Rahman La Mariani L Muh. Rusdin Muhammad Amrullah Pagala Muhammad Iqbal Kusumabaka Rianse Musram Abadi Nichlah Rifqiyah Nugrawaty, Andi Laila Nur Santy Asminaya Nur Santy Asminaya Nurhayu . Nurhayu Nurhayu Nursafani, Nursafani Patrecia Dwita Koty Prasanjaya, Putu Nara Pratama, Arya Adit Pratiwi, Arbyin Purnaning Dhian Purnaning Dhian Isnaeni Purnaning Dhian Isnaeni Putu Nara Kusuma Prasanjaya Putu Nara Prasanjaya Putu Sutarya Qurniawati Qurniawati Rahman Rahman RH. Fitri Faradilla RH. Fitri Faradilla Rina Astarika, Rina Rodia Syamwil Rusli Badaruddin Sri Rejeki Sri Rejeki Sri Wahyuni Surahmanto Sutarya, Putu TAKDIR SAILI Takzim, Faris Tamrin Tamrin Titah Aprilia Toba, Racmita Dewi S. Trisna Wijaya W. Kurniawan Wa Laili Salido Wa Ode Jasnia Wa Ode Jasnia Wiziarti Wiziarti Yamin Yaddi Yundari, Yundari