Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Legitimasi Perlindungan Hukum Tidak Tertulis dalam Sistem Hukum Indonesia: Dasar Konstitusional, Yurisprudensi, dan Batas Penerapannya Setiadi, Wicipto; Sadiawati, Diani
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 23, No 1 (2026): Jurnal Legislasi Indonesia - Maret 2026
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v23i1.1724

Abstract

Perlindungan hukum dalam negara hukum pada umumnya dipahami bersumber dari hukum tertulis. Namun, dalam praktik ketatanegaraan dan peradilan di Indonesia, hukum tidak tertulis seperti hukum adat, kebiasaan, dan nilai keadilan yang hidup dalam masyarakat tetap berperan dalam memberikan perlindungan hukum. Artikel ini bertujuan menganalisis legitimasi perlindungan hukum tidak tertulis dalam sistem hukum Indonesia serta menjelaskan batas penerapannya dalam praktik hukum dan peradilan. Penelitian ini menggunakan metode hukum doktrinal dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis didasarkan pada teori living law Eugen Ehrlich yang diperkaya dengan teori nilai hukum Gustav Radbruch, teori keadilan John Rawls, dan teori hukum progresif Satjipto Rahardjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum tidak tertulis memiliki legitimasi konstitusional, yuridis, dan sosiologis sebagaimana tercermin dalam Pasal 18B ayat (2), Pasal 28I ayat (3), dan Pasal 32 ayat (1) UUD 1945, serta diperkuat oleh Pasal 5 ayat (1) UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan praktik peradilan melalui putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi. Namun, penerapannya dibatasi pada norma yang masih hidup dalam masyarakat, diakui secara sosial, serta tidak bertentangan dengan konstitusi, hak asasi manusia, dan peraturan perundang-undangan.
Co-Authors Achmad, Mustafid Milanto Agustanti, Rosalia Dika Aji Lukman Ibrahim Akbar, Sahda Saraswati Akhdan, Fariz Ridhanus Akmal Zaki Amanda, Nur Septiana Ariapramuda, Cassis Merinthia Aryaputri, Aqila Shafiqa Asy Syakur, Muhammad Zidan Azzahra, Kesya Fadhilah Baehaqi Bernadin Dwi M Bilqis, Audrey Azka Daffa Anant, Muhammad Dermawan, Kayla Daffanya Putri Edward Benedictus Roring Elizabet Devi Permatasari Faiz Aryaputra Falevi, Yunizar Farisa, Pawit Fadila Rika Fattah, Akhmad Kautsar Febriansyah, Raafid Gayo, Anggie Artha Gema Permana Rahman Geraldine, Mohammad AL'Rainier Gumilar, Egi Rivaldi Gutama, Alma Florydia Hammamtio, Hammamtio Handar Subhandi Bakhtiar Hanggawan, Miftah Farid Hanum, Syanaya Karina Haryanto, Imam Hasanah, Nur Rizkiah Hulu, Samuel Arthur Ivander Athala, Mas Moreno Julius, Tambok Kaharuddin Laily Hanifah Livia Haris Lutecia Zahra Maharani Wibisono M. Rizki Yudha Prawira Marasabessy, Masita Maula, Putri Ni'matul Mega, Irena Puspa Muhammad fauzan Muhammad Naufal Akbar Muthia Sakti Nafis, Abdul Haris Naue, Atiek Pratiwi Putri Nouval Arofah, Muhammad Novyana, Hilda Nurchalik, Ivan Nurhalizah, Aisyah Permatasari, Elizabet Devi Prihantono, Pradipta Pritha Maya Savitri Rianda Dirkareshza Ribka Arthauli Rosita Miladmahesi Sahara, Melian Sahidin, Sultoni Ajie Salman Alfarisi Salsabila Yasmin Qanita Siantar, Bernard Sindak Pangihutan Lumban Sinaga, Exal Sintha Fransiske Simanungkalit Siti Helmyati Suharyati Suharyati Suherman Suherman Supriyadi, Mohammad Wangsit Taufiqurrohman Syahuri Thalia Salma Putri Kamilah Tobing, Vania Athalia Lumban YUDI NUR SUPRIADI Zaifa, Gilang Abi