Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL PELEPAH NIPAH (NYPA FRUTICANS. WURMB) TERHADAP KADAR GLIKOGEN HATI TIKUS DIABETES JANTAN GALUR WISTAR Wicahyo, Septian Maulid; Raharjo, Danang; Fadilla, Fitri Hansa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45638

Abstract

Definisi diabetes melitus yakni suatu penyakit menyerang metabolisme melalui kondisi glukosa darah yang mana melebihi batasan normal ataupun hiperglikemia. Tumbuhan nipah (N. fruticans) umumnya dimanfaatkan menjadi bahan obat tradisional misalnya obat sakit perut, diabetes serta obat penurun panas dalam bagi kalangan masyarakat. Glikogen yakni cadangan karbohidrat berwujud glukosa pada dalam tubuh yang mana dijadikan bahan bakar ataupun sumber energi. Tujuan penelitian ini guna menemukan dampak atas perbedaan dosis ekstrak etanol etanol pelepah nipah akan terjadinya peningkatan glikogen hati tikus diabetes. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Sampel yang dimanfaatkan pada penelitian berikut yakni tikus jantan galur wistar yang diklasifikasikan enam kelompok, yakni tikus normal, kontrol negatif, kontrol positif, dosis 125 mg/kg, dosis 250 mg/kg, dan dosis 500 mg/kg. Glikogen hati tikus di uji menggunakan spektrofotometer, dan data diuji dengan menggunakan SPSS yaitu uji normalitas, homogenitas, one way anova, tukey dan duncan. Temuan hasil penelitian menegaskan bahwasanya pelepah nipah memiliki efek terhadap glikogen hati, dengan dosis 500 mg/kg dapat meningkatkan glikogen hati tikus. Ekstrak etanol pelepah nipah menunjukkan efek yang signifikan dalam menurunkan glikogen hati pada tikus diabetes
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETANOL SERTA FRAKSI BUAH ANGGUR Febriyani, Rima; Wardani, Tatiana Siska; Raharjo, Danang
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/kmynds45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antidiabetes dari ekstrak etanol serta fraksi buah anggur (Vitis vinifera L.). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pengujian aktivitas antidiabetes melalui penghambatan enzim ?-amilase secara in vitro, serta pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan pengukuran nilai Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi buah anggur, yaitu fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan, mampu menghambat aktivitas enzim ?-amilase dengan nilai berturut-turut sebesar 54,213 µg/mL, 42,496 µg/mL, 32,393 µg/mL, dan 157,533 µg/mL. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas penghambatan paling kuat dibandingkan fraksi lainnya. Pada pengujian aktivitas antioksidan, fraksi etil asetat menunjukkan kemampuan tertinggi dengan nilai sebesar 14,763 µg/mL. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa ekstrak etanol dan fraksi buah anggur memiliki potensi sebagai agen antidiabetes dan antioksidan alami. Fraksi etil asetat merupakan kandidat utama yang menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut sebagai bahan antidiabetes dan antioksidan alami yang efektif.
Formulasi Sediaan Face Mist Anti Acne Minyak Atsiri Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 Ilham Zikri; Wardani , Tatiana Siska; Raharjo, Danang
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16 No 1 (2025): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v16i1.1550

Abstract

Tanaman lemon (Citrus limon (L.) Osbeck dikenal mengandung minyak atsiri yang memiliki senyawa antibakteri, yang berpotensi menjadi bahan aktif dalam pembuatan face mist untuk mengatasi jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antibakteri face mist terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Jenis penelitian yang digunakan adalah ekperimen laboratorium dengan metode difusi cakram sebagai tolak ukur untuk mengukur aktivitas dari minyak atsiri lemon. Berdasarkan hasil yang diperoleh, formulasi 1 (4%), formula 2 (8%) dan formula 3 (12%) menunjukkan daya hambat rata-rata sebesar 6,76 mm, 8,45 mm dan 12,26 mm. Selain itu, evaluasi fisik terhadap ketiga formula face mist menunjukkan bahwa ketiganya memenuhi standar mutu fisik yang diharapkan.
OPTIMASI GELLING AGENT DAN HEMUKTAN SEDIAAN SEMI PADAT EKSTRAK KULIT KAYU SECANG (Caesalpinia Sappan L.) Ardiyantoro, Bagas; Hidayat, Rahmat; Raharjo, Danang
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/kb0khh06

Abstract

Kulit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) umumnya digunakan untuk obat tradisional guna mengobati banyak sekali penyakit. Secang sendiri mengandung senyawa fenolik misalnya asam gallat, brazilin dan brazilein. Senyawa tersebut dikenal sebagai senyawa intermediet antioksidan, dan memiliki fungsi sebagai penangkal radikal bebas serta serta reactive oxygen spesies (ROS) secara langsung, sehingga menghambat regenerasi ROS dan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan enzim antioksidan seluler secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan manfaat ekstrak kulit kayu secang sebagai antioksidan alami, menemukan formula terbaik ekstrak kayu secang , dan mengevaluasi sediaan gel terbaik ekstrak kayu secang. Optimasi ekstrak kulit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dengan menggunaan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Untuk evaluasi yang digunakan sebagai parameter penelitian menggunakan uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya lekat, dan uji sebar. Dengan optimasi menggunakan geling agent dan hemuktan gel, komposisi HPMC 4,210 % dan propilenglikol 14,790 % sebagai formula gel yang di gunakan. Kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) adalah 10,145 EQ/g sampel, dan aktivitas antioksidan metode DPPH (1,1- Diphenyl-2 Picrylhdrazyl) menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 48,14 ppm, sediaan gel F1 sebesar 48,21 ppm dan F0 sebesar 563,03 ppm yang tidak memiliki antioksidan aktif karena >500.
AKTIVITAS STIMULANSIA EKSTRAK DAUN WORTEL (Daucus carota L.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN DENGAN METODE ROTAROOD apriliyanti, laela intan; Ardiyantoro, Bagas; Raharjo, Danang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48932

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek stimulansia dari ekstrak daun wortel (Daucus carota L.) pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode rotarood. Daun wortel diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96%, dan 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (kafein 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok ekstrak dengan dosis 100, 150, dan 200 mg/kgBB. Hasil: Uji rotarood menunjukkan adanya peningkatan waktu bertahan mencit secara signifikan pada kelompok dosis 150 dan 200 mg/kgBB. Analisis statistik dengan ANOVA menghasilkan nilai p<0,05 yang menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok. Simpulan: Dengan demikian, ekstrak daun wortel terbukti memiliki efek stimulansia dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku alami produk farmasi.
PENGARUH PELARUT TERHADAP FLAVONOID TOTAL, FENOLIK TOTAL dan AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KUNYIT (Curcuma longa L.) dengan METODE ABTS Setyaningrum, Fidya; Raharjo, Danang; Luthfiyanti, Niken
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50198

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang berperan penting dalam menetralkan radikal bebas sehingga dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber antioksidan adalah kunyit (Curcuma longa L.), yang diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kadar flavonoid total, fenolik total, serta aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kunyit. Penentuan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri AlCl₃ menggunakan kuersetin sebagai standar, sedangkan kadar fenolik total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu menggunakan asam galat sebagai standar. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode ABTS yang dinyatakan dalam nilai IC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pelarut berpengaruh signifikan terhadap kandungan metabolit bioaktif dan aktivitas antioksidan. Ekstrak daun kunyit dengan pelarut metanol menghasilkan kadar flavonoid total sebesar 54,032 mg QE/g, kadar fenolik total sebesar 64,760 mg GAE/g, serta aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC₅₀ sebesar 31,396 ppm yang termasuk kategori sangat kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelarut metanol lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa bioaktif daun kunyit dibandingkan pelarut lain, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber alami antioksidan
STUDI IN VITRO ANTIKOLESTEROL DAN FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L) Nafiah, Azidatun; Raharjo, Danang; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i3.1504

Abstract

Hypercholesterolemia is one of the main factors that increase the risk of heart and blood vessel disease, which can cause atherosclerosis and disorders in fat metabolism. Single garlic is known to contain bioactive compounds such as flavonoids that play a role in reducing cholesterol. This study aims to assess the total flavonoids and anticholesterol activity in vitro of ethanol extract of single garlic (Allium sativum L.). The extraction process was carried out using the maceration method with 96% ethanol as the solvent. Total flavonoids were measured using UV-Vis spectrophotometry with quercetin as the standard, while anticholesterol activity was tested using the Lieberman-Burchard method in vitro. The findings of this study indicate that the sample extract contains secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. Single garlic shows effective flavonoid content in lowering lipid levels. The anticholesterol test shows that this extract can reduce cholesterol levels with a significant IC₅₀ value. The conclusion of this study is that single garlic has the potential as an alternative way to lower cholesterol.
PENGARUH KONSENTRASI ETANOL TERHADAP TOTAL FENOLIK DAN FLAVONOID SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI DAUN KUNYIT (Curcuma longa L.) DENGAN METODE ABTS Nurcahyani, Dona Agustin; Raharjo, Danang; Apriliawan, Hidayah
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i3.1520

Abstract

Turmeric's leaves possess the greatest antioxidant potential. Therefore, further utilization of flavonoid and phenolic compounds is necessary as antioxidants and to enhance their bioactivity as a medicine. This study aimed to determine the effect of ethanol concentration on total phenolic content using the Folin-Ciocalteau analysis method while total flavonoid content using the AlCl₃ analysis method and antioxidant activity of turmeric leaves using the ABTS method, The research design used was experimental research. The results obtained were ethanol concentrations of 50%, 70% and 96%, The results showed that 70% ethanol extract had the highest phenolic content with an average of (63.77 ± 0.40 mg GAE / g), and 70% ethanol extract had the highest flavonoid content with an average of (22.88 ± 0.5 mg QE / g). However, the strongest antioxidant activity was shown by 96% ethanol extract with an IC₅₀ value of (46.36 ± 1.15 ppm (<50 ppm). Thus, turmeric leaf extract with 96% ethanol solvent had the strongest antioxidant activity, while 70% ethanol produced the highest phenolic and flavonoid levels.
Comparison Of Flavonoid Content And Α-Amylase Inhibition Activity Of Ethanol Extracts From Compound Garlic (Allium Sativum L), Black Garlic, And Single Garlic Dwi Nurul Khotimah; Danang Raharjo; Bagas Ardiyantoro
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin metabolism, and it remains one of the leading global health problems. One promising therapeutic strategy for diabetes management is the inhibition of digestive enzymes such as α-amylase, which plays a role in carbohydrate breakdown. Flavonoids, as natural bioactive compounds found in plants, have been reported to act as effective enzyme inhibitors. This study aims to compare the flavonoid content and α-amylase enzyme inhibitory activity of ethanol extracts from compound garlic (Allium sativum L.), black garlic, and single garlic. The extraction process was carried out using maceration with 96% ethanol solvent, followed by flavonoid content determination using UV-Vis spectrophotometry, while α-amylase inhibitory activity was tested using the Fuwa method. The results demonstrated that black garlic extract contained the highest flavonoid concentration, reaching 48.874 mg QE/g, compared to single garlic (40.561 mg QE/g) and compound garlic (35.943 mg QE/g). In addition, black garlic exhibited the strongest α-amylase inhibitory activity with the lowest IC₅₀ value of 32.390 ppm, indicating a higher potency compared to the other garlic extracts. These findings suggest that the fermentation process in black garlic enhances its flavonoid profile and bioactivity. Therefore, black garlic has significant potential as a natural antidiabetic agent and could be further explored as a functional food ingredient or herbal therapy for diabetes prevention and management.
Analysis of Phenolic Content, Flavonoids, and α-Amylase Enzyme Inhibition Activity of Ethanol Extracts and Clove Stem Fractions (Syzygium aromaticum L.) Oktafia Nur Fatimah; Niken Luthfiyanti; Danang Raharjo
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia resulting from impaired insulin secretion, insulin action, or both. The condition is associated with severe long-term complications, including cardiovascular disease, nephropathy, neuropathy, and retinopathy, making effective management strategies crucial. One therapeutic approach is the inhibition of the α-amylase enzyme, which plays a key role in the hydrolysis of complex carbohydrates into glucose, thereby controlling postprandial blood sugar levels. Natural products containing bioactive compounds such as phenolics and flavonoids are increasingly being investigated as safer alternatives to synthetic drugs. Clove stalks (Syzygium aromaticum L.), an underutilized byproduct of the clove plant, are known to be rich in these compounds and may serve as a potential natural enzyme inhibitor. This study aimed to analyze the phenolic and flavonoid content as well as α-amylase inhibitory activity of ethanol extract and its fractions (n-hexane, ethyl acetate, and water) obtained from clove stalks. Extraction was carried out using maceration with 70% ethanol, followed by fractionation and analysis with UV-Vis spectrophotometry. The ethanol extract exhibited the highest phenolic and flavonoid levels (44.581 mg GAE/g and 50.491 mg QE/g, respectively), while the ethyl acetate fraction demonstrated the strongest α-amylase inhibitory activity with an IC₅₀ value of 26.303 µg/mL. These findings suggest that the ethyl acetate fraction of clove stalks has promising potential as a natural antidiabetic agent, supporting its development as an alternative functional ingredient in diabetes management.
Co-Authors Addawiyyah, Muniroh Adiyantoro, Bagas Aini, Riszki Nur Aminnulloh, Muhammad Aminnulloh, Muhhamad Aminulloh, Muhammad Anita Dwi Septiarini Anita Dwi Septiarini S Anna Fitriawati Apriliawan, Hidayah apriliyanti, laela intan Bagas Ardiyantoro Bangkit Riska Permata Bangkit Riska Permata Chyang, Pang Jyh Desy Ayu Irma Permatasari Diana Nurrah Ashari Dwi Bagus Pambudi Dwi Bagus Pambudi Dwi Budi Santoso Dwi Nurul Khotimah Dwi S, Anita Eny Wijayanti Fadilla, Fitri Hansa Fatimah Azzahro Febriyani, Rima Fevi Indri Oktaviani Fitriwati, Anna Gusmao, Nandito Manuel Ximenes Haryoto Haryoto Haryoto, H Hidayat, Allif Nur Ika Dwi Ningrum Ilham Zikri Kharisma Jayak Pratama Kharisma Riskiana kristian saputra, samuel Kusumaningtyas Siwi Artini Lisa Amalia Listyani, Tiara Ajeng Lisyani, Tiara Ajeng Luthfia Dhiyaul Amalia Luthfiyanti, Niken Lydia Fitriana Muhamad Farid Nurohman Krisnadi Musniati, Musniati Nafiah, Azidatun Niken Luthfiyanti Nuniek Nizmah Fajriyah Nurcahyani, Dona Agustin NURUL HIDAYAH Oktafia Nur Fatimah Pambudi, Dwi Bagus Permata, Bangkit Riska Permatasari, Desy Ayu Irma Pratama, Kharisma Jayak Rafidah Hanifah Rahardian Ariana Putri Raharjo, Oktavia Wijaya Rahmat Hidayat Ramadhani, Diza Aulia Retno Kurnia Dewi Rohmana, Vivin Marwiyati Rusmiati Rusmiati Salsabila Khoerunniyssa Sania, Sania Septian Maulid Wicahyo Setyaningrum, Fidya Siska Wardani, Tatiana Siti Fatimah Siti Fatimah Siwi Artini, Kusumaningtyas Susilowati, Ucik Sya'bania, Muti' Tiara Ajeng L Tiara Ajeng L. Vinkasari, Elriza Wardani , Tatiana Siska Wardani, Tatiana Siska Wulandari, Nia Isa Yuliya Rahma