Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Penghambatan Enzim Alfa-Amilase Ekstrak Dan Fraksidaun Nipah (Nypa Fruticans Wurmb) Hidayah, Nurul; Pratama, Kharisma Jayak; Raharjo, Danang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 25 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10433927

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah kelompok kelainan metabolisme yang heterogen secara genetik dan klinis yang ditandai dengan peningkatan glukosa darah atau hiperglikimia. Diabetes millitus disebabkan oleh polimorfisme banyak gen pada kromosom yang dapat mengubah proses metabolisme glukosa. Salah satu cara untuk mengobati diabetes mellitus yaitu dengan menurunkan kadar glukosa melalui proses penghambatan oleh enzim alfa amilase. Enzim alfa amilase adalah enzim ekstra seluler yang mampu membelah ikatan α-D-glukosidik antara monumer glukosa dalam rantai amilosa linier. Nypa fruticans merupakan tumbuhan magrove mirip dngan tanaman palem dengan memiliki kemampuan menghasilkan metabolit sekunder dengan berbagai sifat dan aktivitas biologis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol dan fraksi daun Nipah (Nypa fruticans Wurmb) dalam menghambat aktivitas enzim alfa amilase dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis serta dihitung nilai persent inhibition dengan IC50. ekstrak dibuat dengan menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut metanol 96%. Hasil uji aktivitas penghambatan enzim alfa amilase menggunakan tablet akarbose (glucobay), ekstrak etanol dan fraksi n-heksana, etil asetat, aquadest dengan mempunyai nilai IC50. Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil penghambatan enzim alfa amilae yang lebih tinggi adalah acarbose dan fraksi etil asetat dengan memiliki nilai IC50 masing- masing 1,739 mg/mL dan 5,014 mg/mL.
ANTIHIPERURESEMIA FLAVONOID DARI EKSTRAK ETANOL PELEPAH DAUN NIPAH (Nypa fruticans.Wurmb) Raharjo, Danang; Dwi S, Anita; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2023: Webinar Nasional & Call For Paper
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v8i3.1681

Abstract

Hyperuresimia or gout in advanced stages causes joint damage (gout), kidney stones and kidney damage. Flavonoids as antioxidants can inhibit the activity of the enzyme xanthine oxidase which causes uric acid not to form. Nypa fruticans or known as nipah is traditionally used in the treatment of asthma, leprosy, tuberculosis, sore throat, liver disease, snake bites, as a pain reliever, as a sedative and carminative. The content of flavonoid compounds in nipah plants includes chlorogenic acid, protocatechuic acid, kaempferol, gallic acid, hydroxybenzoic acid, rutin, quercetin, cinnamic acid, and anthocyanins. The purpose of this study was to isolate flavonoid compounds that have potential as antihyperuresemia from nipah fronds. The research process began with the extraction of nipah leaves using 96% ethanol by maceration, fractionation using liquid-liquid partition method, isolation using centrifugal chromatography (chromatotron) method and structure elucidation using 1HNMR, 13CNMR, FTIR and GC-MS. Antihyperuresemia testing was carried out in-vitro by inhibiting xanthine oxidase enzyme activity. From the results of the study, two flavonoid compounds were successfully isolated including (-) epicatechin, and chamferol. The results of measuring the inhibitory activity of xanthine oxidase enzyme obtained IC50 values of (-) epicatechin and chamferol of 3.543 ppm and 10.383 ppm, respectively.
OPTIMASI DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN GRANUL EFFERVESCENT KULIT BUAH RAMBUTAN (NEPHELIUM LAPPACEUM L.) kristian saputra, samuel; raharjo, danang; siwi artini, kusumaningtyas
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33834

Abstract

Effervescent merupakan sediaan yang menghasilkan gelembung gas sebagai hasil dari reaksi kimia di dalam larutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi asam sitrat dan asam tartrat terhadap mutu fisik dan aktivitas antioksidan dari sediaan granul effervescent ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum), mengetahui konsentrasi asam sitrat dan asam tartrat yang paling optimal dalam sediaan granul effervescent dari ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) dengan metode Simplex Lattice Design. Optimasi dilakukan dengan metode simplex lattice design dengan parameter waktu alir, pH, dan waktu larut dan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS. Analisis terhadap data hasil dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan bantuan software Design Expert® version 13 dan SPSS normalitas dan one sample T-Test. Hasil analisis mendapatkan model yang signifikan (p < 0,05) untuk waktu alir dan waktu larut mengikuti model linear, sedangkan pH mengikuti model cubic. Hasil formula optimal diperoleh asam sitrat sebanyak 1,924 gram dan asam tartrat sebanyak 23,575 gram. Hasil aktivitas antioksidan masuk kategori sangat kuat pada kontrol positif  kuersetin nilai IC50 sebesar 6,020 µg/mL, ekstrak kulit buah rambutan nilai IC50 sebesar 34,674 µg/mL, sediaan granul effervescent nilai IC50 sebesar 39,350 µg/Ml. maka dapat disimpulkan bahwa asam sitrat dan asam tartrat berpengaruh terhadap evaluasi mutu fisik sediaan, konsentrasi asam sitrat dan asam tartrat yang paling optimal sebesar asam sitrat 1,924 gram dan asam tartrat 23,575 gram.
OPTIMASI GEL MOISTURIZER ANTI-AGING EKSTRAK DAUN SUKUN DENGAN SIMPLEX LATTICE DESIGN Sania, Sania; Raharjo, Danang; Siska Wardani, Tatiana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34088

Abstract

Gel merupakan sediaan setengah padat yang terdiri dari suatu disperse yang tersusun baik dari partikel organic yang kecil atau molekul organik yang besar dan saling diresapi cairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi HPMC dan propilenglikol terhadap mutu fisik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dan untuk mengetahui konsentrasi HPMC dan propilenglikol yang paling optimal dalam sediaan gel moisturizer Anti-aging dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif bersifat eksperimental. Penelitian ini membuat 7 formula. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS (2,2 Azinobis(3- Etilbenzotiazolin)-6-Asam Sulfonat) dengan senyawa pembanding vitamin C. Hasil yang didapat yaitu jumlah HPMC bersifat signifikan dalam mempengaruhi nilai viskositas dan daya sebar. Jumlah propilenglikol bersifat signifikan dalam mempengaruhi nilai daya lekat. Formula gel moisturizer Anti-aging ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) memiliki formula optimum dengan jumlah HPMC sebesar 4% dan jumlah propilenglikol sebesar 15%. Hasil aktivitas antioksidan masuk kategori sangat kuat pada ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dengan nilai IC50 sebesar 30,75 ppm, kontrol positif Vit C nilai IC50 sebesar  6,26 ppm, formula optimum sediaan gel moisturizer Anti-aging dengan nilai  IC50 sebesar 40,62 ppm dan formula basis dengan nilai IC50 sebesar 381,85 ppm masuk kategori sangat lemah.  
UJI IN SILICO TOKSISITAS SENYAWA DERIVAT FLAVONOID BESERTA MODIFIKASI SENYAWA BARU Listyani, Tiara Ajeng; Addawiyyah, Muniroh; Raharjo, Danang
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.336

Abstract

Obat yang menggunakan bahan alam sebagai bahan baku harus dilakukan uji terhadap efek toksisitas dari senyawa yang terkandung, sehingga dapat digunakan menjadi sediaan oral yang memenuhi persyaratan keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas toksisitas pada senyawa derivat flavonoid dan rancangan senyawa baru yang memiliki prediksi profil toksisitas lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode in silico yaitu software Toxtree dengan parameter yang digunakan yaitu carcinogenicity (genetox and nongenotox) and mutagenicity rule base by ISS, cramer rules dan in vitro mutagenicity (Ames test) alert by ISS. Hasil prediksi toksisitas senyawa derivat flavonoid bersifat high III, bersifat karsinogen mutagen pada senyawa luteolin, luteolin 7 glukosidase dan rutin, tetapi senyawa afzelechin, epicatechin, epicatechin 3 gallat, quersetin tidak bersifat karsinogen mutagen. Hasil modifikasi senyawa baru luteolin 7 glukosidase dapat menurunkan toksisitas berupa termasuk kategori kelas II, tidak bersifat karsinogen dan mutagen. Kata kunci : Derivat flavonoid, In silico, Toksisitas, Toxtree, Modifikasi senyawa.
In vitro antioxidant activity and a-amylase inhibitory activity of ethanol extract and fraction of Ganoderma lucidum Danang Raharjo; Fatimah Azzahro
The International Science of Health Journal Vol. 3 No. 1 (2025): March : The International Science of Health Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IV, Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ishel.v3i1.1777

Abstract

The objective of this study is to determine the antioxidant and antidiabetic potential of ethanol extracts and fractions of Ganoderma lucidum. G. lucidum has been traditionally used for its medicinal properties, and recent studies suggest it may possess significant bioactive compounds with therapeutic potential.
AKTIVIITAS ANTIOKSIDAN ANTIHIPERLIPIDEMIA DAN ANTIHIPERTENSI DARI EKSTRAK ETANOL DAUN KEDABU (Sonneratia ovata. Backer) Raharjo, Danang; Fitriawati, Anna; Aminnulloh, Muhhamad
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i1.2245

Abstract

Kedabu (Sonneratia ovata. Backer) is one type of mangrove from the genus Sonneratia with high flavonoid content that has the potential as an antioxidant. The flavonoid content in the kedabu plant includes sonnerphenolic, vanillin, (-)-(R)-nyasol, (-)-(R)-4’-O-methylnyasol, maslinic acid, lingueresinol and gallic acid. Flavonoids as antioxidants can improve blood lipid profiles by lowering total cholesterol, triglycerides, and LDL, and increasing HDL. In addition, flavonoids can inhibit the activity of Angiotensin-converting enzyme (ACE) so that it has the potential as an antihypertensive. This study aims to examine the potential of kedabu leaf extract as an antioxidant, antihypertensive and antihyperlipidemic agent tested in vitro. Antioxidant testing was carried out using the ABTS (2,2-azinobis-3-ethylbenzothiazoline-6sulfonate) method, antihypertension testing was carried out by inhibiting Angiotensin converting enzyme and antihyperlipidemia testing was carried out by inhibiting the lipase enzyme. The results of the study showed that the total flavonoid content was 38.248 ± 0.142 mgQE / g with an antioxidant capacity with an IC50 value of 28.30 ± 0.558 ppm. From the Angiotensin converting enzyme inhibition and lipase enzyme inhibition tests, the IC50 values ​​were 44.851 ± 0.130 ppm and 39.133 ± 0.889 ppm, respectively. Based on these results, the kedabu leaf extract showed antihypertensive and antihyperlipidemia activities by inhibiting the activity of Angiotensin converting enzyme and lipase enzymes.
Influence Giving Ethanol Extract of Nipah Fronds (Nypa Fruticans Wurmb) on the Lipid Parameters of Male Diabetic Rats of the Wistar Strain Yuliya Rahma; Danang Raharjo; Bangkit Riska Permata
International Journal of Health and Medicine Vol. 2 No. 3 (2025): July : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhm.v2i3.408

Abstract

Diabetes mellitus is gathering disease metabolic with hyperglycemia caused by abnormalities in insulin secretion , insulin action , or both of them . Loss central type 2 diabetes is caused by insulin resistance in muscles and liver as well failure pancreatic beta cells . Purpose This research is to find out How extract ethanol leaf stalk palm affect the lipid values of diabetic rats. Type This research is a experimental . This research is divided into 6 groups with different treatment​ namely normal, control negative CMC-Na (0.5%), control positive glibenclamide (0.45mL), 125mg/kgBW extract , 250mg/kgBW extract and 500mg/kgBW extract . The results of the lipid parameter data were analyzed with SPSS 22 with level 95% confidence level Results study show extract ethanol dose 250 mg/kgBW and 500 mg/kgBW or more Lots lower level total cholesterol , triglycerides , and LDL as well increase HDL levels
Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Pedada (Sonneratia ovata Backer) Raharjo, Danang; Fitriawati, Anna; Aminulloh, Muhammad
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2024: Proceeding of the 5th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/icohetech.v5i1.4194

Abstract

Free radicals are reactive oxygen compounds that are known to be compounds that have free or unpaired electrons. Free radicals will look for new partners so that they will easily bind to other substances such as proteins, fats, and DNA in the body, resulting in cell damage and causing various degenerative diseases. To overcome the negative effects of free radicals, a substance that acts as an antioxidant is needed. Sonneratia Ovata or often called pedada by coastal communities is often used to treat various diseases including diabetes, ulcers, analgesic diarrhea, inflammation, pain and accelerate wound healing. This study aims to examine the levels of flavonoid compounds in the ethanol extract of S. ovata leaves using the colorimetric method and antioxidant activity using the ABTS method (2,2 azinobis (3-ethylbenzothiazolin-6- sulfonic acid) and DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) on the ethanol extract of S. ovata leaves. The research process began with the extraction of S. ovata leaves with 96% ethanol, followed by determination of total flavonoid levels and antioxidant testing. From the results of the determination of total flavonoid levels, it was found that the ethanol extract of S. ovata leaves had a flavonoid content of 38,248 ± 0.142 mgQE/gram. In measuring antioxidant activity using the DPPH and ABTS methods, the IC50 values were 31.785 ± 0.047 ppm and 28.303 ± 0.558 ppm, respectively. Based on these results, the ethanol extract of S. ovata provided very strong antioxidant activity with an IC50 value of less than 50 ppm.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIKETOMBE SEDIAAN SHAMPO EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMMARYLLIFOLIUS) TERHDAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS Gusmao, Nandito Manuel Ximenes; Adiyantoro, Bagas; Raharjo, Danang; Fitriwati, Anna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.35142

Abstract

Pityriasis Sicca atau Dandruff disebut dengan nama lain adalah Ketombe ialah jenis kelainan kulit kepala yang pada umumnya disebabkan oleh jamur bernama Candida Albicans. Daun Panda wangi adalah Bahan alam yang mempunyai senyawa antijamur yaitu flavonoid, saponin, tanin, alkaloid dan felonik. Tujuan dalam penelitian ini adalah membuat formulasi sediaan shampo antiketombe ekstrak etanol daun Pandanus amaryllifolius dengan (3) konsetrasi yaitu konsentrasi 10%, 20% dan 30%, untuk menguji apakah ada pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak etanol daun Pandanus amaryfollius pada sediaan shampo antiketombe terhadap aktivitas antijamur. Metode penelitian ini merupakan metode eksperimental laboratorium. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa daun Panda Wangi (Pandanus Amaryfollius) ini dapat diformulasikan sebagai sediaan shampo antiketombe yang sudah memenuhi persyaratan seperti organoleptik, pH dan tinggi busa dan susut pengeringan serta kadar air. Uji aktivitas sediaan shampo antiketombe yang menggunakan kontrol (+), kontrol (-), dan konsetrasi sediaan shampo anti ketombe ekstrak daun pandan wangi 5%, 10%, 15% yang menunjukan 16,22mm, 8,78mm, 8,88mm, 8,28mm dan 8,2mm. Maka dapat disimpulkan bahwa konsetrasi ekstrak daun pandan wangi yang memiliki aktivitas penghambat paling kuat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans yaitu 8,88mm yang dihasilkan oleh formula 1 dengan konsentrasi 5%.