Claim Missing Document
Check
Articles

AROMATERAPI CITRUS AURANTIUM MEMPENGARUHI KECEMASAN PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF Dina Octa Via; Dainty Maternity; Yuli Yantina; Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i3.1723

Abstract

Background: Anxiety is a disturbance in feelings characterized by feelings of fear or worry that are deep and ongoing. Anxiety is the most common female psychological response to childbirth. Aromatherapy is the use of scents with essential oils that promote a sense of calm and help reduce anxiety.The purpose of this study was to determine the effect of Citrus aurantium aromatherapy on the level of anxiety during the first stage of active labor at RSIA Puri Betik Hati, Bandar Lampung City.Method: This type of research is quantitative, with a Quasi Experiment Design research design using a Two Group Pre–Post Test Design. The sampling technique used is Non Probability Sampling with Accidental Sampling technique. This study used 60 research samples, divided into 2 groups, namely 30 mothers in the intervention group and 30 mothers in the control group. Measurement of anxiety levels using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) measuring instrument, where data collection uses observation sheets and SOPs. Analysis of the data used is the Independent Sample T-Test.Results: From the results of the research conducted by the authors, it is known that the average value of the level of labor anxiety in the intervention/experiment group (Citrus aurantia Aromatherapy) was 14.93, while in the control group the average level of labor anxiety was 28.63 the significance value is 0.000, P value (0.05) means "There is an effect of Citrus aurantium aromatherapy on the level of anxiety in the first stage of active labor.Conclusion: Observation results showed that respondents who were given Citrus aurantia aromatherapy showed a significant decrease in anxiety with mild to no anxiety levels.Suggestions It is expected that health workers will provide counseling to mothers who will give birth at a risky age, basic education level, parity primipara and grande multipara, to anticipate anxiety in mothers and provide information about preparation for childbirth and how to control changes in maternal psychology so that they can anticipate anxiety during the delivery process . Keywords: Anxiety of labor, Citrus aurantium Aromatherapy. ABSTRAK Latar Belakang: Kecemasan adalah gangguan dalam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kehawatiran yang mendalam dan berkelanjutan. Kecemasan adalah respon psikologis wanita yang paling umum terhadap persalinan. Aromaterapi adalah penggunaan aroma dengan minyak essensial yang meningkatkan rasa tenang dan membantu mengurangi kecemasan.Tujuan penelitian : Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi Citrus aurantium terhadap tingkat kecemasan persalinan fase aktif kala 1 di RSIA Puri Betik Hati Kota Bandar Lampung.Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen Design menggunakan rancangan Two Group Pre–Post Test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probability Sampling dengan teknik Accidental Sampling. Penelitian ini menggunakan 60 sampel penelitian, dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 30 ibu pada kelompok intervensi dan 30 ibu pada kelompok kontrol. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan metode alat ukur Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A), dimana pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan SOP. Analisa data yang digunakan adalah Uji T Sampel Independen.Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, diketahui bahwa nilai rata-rata tingkat kecemasan persalinan pada kelompok Intervensi/eksperimen (Aromaterapi Citrus aurantium) adalah sebesar 14.93, sementara pada hasil kelompok kontrol rata-rata rata-rata tingkat kecemasan persalinan sebesar 28.63 dan nilai signifikansinya sebesar 0.000, P value ≤ α (0,05) artinya “Ada pengaruh aromaterapi Citrus aurantium terhadap tingkat kecemasan persalinan fase aktif kala 1Kesimpulan: Hasil observasi didapatkan bahwa responden yang diberikan aromaterapi Citrus aurantium menunjukkan penurunan kecemasan yang signifikan dengan tingkat kecemasan ringan hingga tidak ada kecemasan.Saran Diharapkan tenaga kesehatan melakukan konseling kepada ibu yang akan bersalin dengan umur yang berisiko, tingkat pendidikan dasar, paritas primipara dan grande multipara, untuk mengantisipasi kecemasan pada ibu  serta memberikan informasi mengenai persiapan persalinan dan cara mengendalikan perubahan psikologi ibu sehingga dapat menganisipasi kecemasan selama proses persalinan. Kata Kunci :Kecemasan persalinan, Aromaterapi Citrus aurantium.
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SMP N 1 SEPUTIH BANYAK LAMPUNG TENGAH TAHUN 2014 Yuli Yantina; Yeni Yulianti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v1i1.538

Abstract

Di Indonesia prevelensi perokok anak 13-15 tahun mencapai 26,8 dari total populasi Indonesia. Dimana yang lebih memprihatinkan lagi didapatkan juga bahwa pelajar yang merokok dari umur 10-14 tahun naik 2,1 persen (%) yaknidari 9,5 persen (%) menjadi 11,5 persen (%). Di Provinsi Lampung berada di atas rata-rata nasional yaitu 38,0 %. Sedangkan di Kabupaten Lampung Tengah presentase penduduk usia 15-19 tahun yang merokok adalah sebesar 33,7 % , Berdasarkan hasil pre survei wawancara bebas tentang bahaya merokok terhadap siswa kelas VII,VIII,IX masing-masing 10 orang setiap perwakilan kelas, untuk memperoleh, data pengetahuan bahaya merokok pada siswa, didapatkan 6 orang (60%) siswa kelas VII yang mengerti tentang bahaya merokok dan , 7 orang (70%) siswa kelas VIII yang merokok, dan 7 orang (70%) siswa kelas IX yang merokok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penyuluhan dengan menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan tentang bahaya merokok pada Siswa SMP N 1 Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun 2014.Jenis penelitian yang digunakan adalah Analitik. Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah keseluruhan subyek penelitian atau subyek yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP N 1 Seputih Banyak Lampung Tengah Tahun ajaran 2013-2014 dengan jumlah 210 siswa. dan sampel sebanyak 138 responden. Analisa digunakan dengan Analisa bivariat uji T (Paired Sample T-Test)Secara umum pada penelitian ini diperoleh hasil, Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa bahwa hasil pengetahuan pada tes awal (pretest) dan pengetahuan akhir (posttest) menunjukkan rata-rata nilai yang berbeda. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata nilai pretest adalah sebesar 52,25 dengan nilaii minimum 35 dan nilai maksimum 80. Berbeda dengan nilai posttest yang memiliki nilai hasil belajar sebesar 75,87 dengan nilai minimum 50 dan nilai maksimum 100. Perlu lebih ditingkat guru untuk melakukan penyuluhan menggunakan media audio visual tentang bahaya merokok. Kata Kunci : Audio Visual, Merokok
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN CA SERVIK MENGGUNAKAN METODE VISUAL ASAM ASETAT (IVA) Nurhimah Apriyanti; Vida WiraUtami; Yuli Yantina; Dessy Hermawan
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.1705

Abstract

ABSTRAK  Latar belakang Target pencapaian IVA di Lampung dengan Target 60 % padatahun 2017, dengan jumlah WUS di Wilayah Kerja Puseksmas Hajimena berjumlah 3882 dengan WUS yang datanguntuk melakukan pemeriksaan berjumlah 635 (16,35%). Padatahun 2018 target cakupan pemeriksaan IVA 70%, dengan jumlah WUS 4738 dengan jumlah WUS yang melakukan pemeriksaan IVA berjumlah 427 (9,02%).  Tujuan penelitian diketahuiFaktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Ca Servik Menggunakan Metode Visual AsamAsetat (Iva) Di Wilayah Kerja Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupten Lampung Selatan Tahun2019. Metode Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian cros sectional. Variabel penelitian pengetahuan, dukungan suami dan peran petugas kesehatan dengan pemeriksaan CaServik menggunakan Metode Visual AsamAsetat (IVA). Populasi kepada wanita usia subur yang memiliki pasangan berjumlah 96 orang, pengambilan sampel secara proporsional random sampling. Penelitian di wilayah kerja Puskesmas Hajimena bulan Mei-Juni 2019. Menggunakan data primer. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat danbivariat (chisquare). Hasil penelitian diketahui bahwa responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 66 (80,5%). Pengetahuan kurang baik sebanyak 65 (79,3%). Responden tidak ada dukungan suami sebanyak 51 (62,2%). Responden ada dukungan petugas tentang pemeriksaan IVA sebanyak 46 (56,1%).  Kesimpulan Ada hubungan pengetahuan dengan pemeriksaan CaServik Menggunakan Metode Visual Asam Asetat (IVA) (p-value = 0,011dan OR 7,438 (CI 95% 1,566-35,332)). Ada hubungan dukungan suami (pvalue = 0,003 dan OR 6,900 (CI 95% 1,982-24,021)). Ada hubungan peran petugas kesehatan (p-value = 0,011 dan OR 7,438 (CI 95% 1,566-35,332)).  Saran lebih meningkatkan penyuluhan pada WUS tentang kanker serviks.  Kata kunci: kanker servik, pengetahuan, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, pemeriksaan IVA   
MANFAAT AKUPRESURE DALAM MENGATASI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI PMB BANDAR SAKTI LAMPUNG UTARA TAHUN 2022 Yuli Yantina; Anggraini .
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2 November 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.8391

Abstract

Pendahuluan : Pengabdian masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Program ini dirancang oleh Universitas Malahayati Bandar Lampung bagi Mahasiswa Program Profesi Bidan untuk memberikan konstribusi nyata bagi masyarakat setempat, khususnya dalam kasus ini adalah ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum atau mual muntah.Tujuan : Tujuan dalam Pengabdian Masyarakat kepada ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum atau mual muntah adalah upaya pencegahan dan mengatasi mual muntah yang terjadi pada ibu hamil dengan akupresure.Metode Penelitian : Pada pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan kepada ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum atau mual muntah. Penyuluhan dibantu dengan menggunakan layar LCD dan Leaflet yang dibagikan kepada ibu hamil.Hasil : Ibu hamil setelah diberikan penyuluhan menjadi lebih memahami dan dapat mempraktekan latihan mengenai pijat akupresur untuk mengatasi mual muntah.Kesimpulan : Melalui pengabdian masyarakat melalui metode penyuluhan dapat membantu program pemerintah untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Kata Kunci : Penyuluhan, Ibu Hamil, Mual Muntah, Akupresur 
The Relationship Of Complementary Feeding (Mp-Asi) And Exclusive Breast Milk With Nutritional Status In Toddlers Putri Sudenni N; Yuli Yantina; Fijri Rachmawati; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.8094

Abstract

Latar Belakang Berdasarkan laporan dari Riskesdas tahun 2018, prevalensi status gizi menurut (BB/U) pada anak umur 0-23 bulan (Baduta), daftar status gizi di Indonesia yaitu 3,8% mengalami gizi buruk, 11,4% mengalami gizi kurang, 82% mengalami gizi baik dan 2,7 % mengalami gizi lebih. Tujuan diketahui hubungan MP-ASI serta riwayat ASI eksklusif dengan status gizi pada balita 12-59 bulan di Wilayah Kerja Posyandu Melati Desa Candimas Tahun 2022.Metode Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah responden usia 12-59 bulan sebanyak 415 anak dengan menggunakan rumus slovin didapat 204 responden. Teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.Hasil Pemberian MP-ASI dengan kategori tidak MP-ASI dini sebanyak 165 ibu (80,9%). ASI Eksklusif dengan kategori ASI Ekslkusif sebanyak 156 balita (48,5%). Status gizi balita usia 12-59 bulan dengan kategori status gizi baik sebanyak 145 responden (71,1%).Hasil analisa menggunakan chi-square, didapat (P-Value=0,000 <α0,05) maka dapat disimpulkan terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada balita 12-59 bulan di Wilayah Kerja Posyandu Melati Desa Candimas Tahun 2022. Hasil analisa menggunakan chi-square.Kesimpulan terdapat hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi pada balita 12-59 bulan di Wilayah Kerja Posyandu Melati Desa Candimas Tahun 2022.Memberikan ASI eksklusif dan MP-ASI yang tepat usia dan kebutuhan untuk mendukung tumbuh kembang dan tercapainya status gizi baik pada bayi.Saran Meningkatkan upaya pencegahan terhadap kejadian penyakit infeksi dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar bayi. Kata Kunci : ASI Eksklusif MP-ASI, ,Balita ,Status gizi ABSTRACT    Background Based on a report from Riskesdas 2018, the prevalence of nutritional status according to (BB/U) in children aged 0-23 months (Baduta), the list of nutritional status in Indonesia is 3.8% experiencing malnutrition, 11.4% experiencing malnutrition, 82 % experienced good nutrition and 2.7% experienced excess nutrition. Purpose:The Purpose to know the relationship between MP-ASI and a history of exclusive breastfeeding with nutritional status in toddlers 12-59 months in the Melati Posyandu Work Area Candimas Village in 2022.   Method This type of research uses quantitative, analytical survey design with a cross sectional approach. The sample in this study were respondents aged 12-59 months as many as 415 children using the Slovin formula obtained 204 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Analysis of univariate and bivariate data using chi square test.   Results The provision of MP-ASI with the category of not early MP-ASI was 165 mothers (80.9%). Exclusive breastfeeding with exclusive breastfeeding category was 156 toddlers (48.5%). Nutritional status of children aged 12-59 months with good nutritional status category as many as 145 respondents (71.1%). The results of the analysis using chi-square, obtained (P-Value = 0.000 < α0.05) it can be concluded that there is a relationship between complementary feeding and nutritional status in toddlers 12-59 months in the Work Area of Posyandu Melati Candimas Village in 2022. The results of the analysis used chi-square, obtained (P-Value = 0.000 < 0.05) it can be concluded that there is a relationship between complementary feeding and nutritional status in children under five years of age 12-59 months in the Working Area of Posyandu Melati Candimas Village in 2022. Conclusion: Exclusive breastfeeding and complementary feeding - Breast milk that is appropriate for age and needs to support growth and development and achieve good nutritional status in infants.Suggestion Increase prevention efforts against the incidence of infectious diseases by maintaining personal hygiene and the environment around the baby. Keywords : Exclusive Breastfeeding MP-ASI,Nutritional Status,Toddler 
The Relationship Between The Mother Factor To The Incidence Of Stunting Masayu Fatimah; Yuli Yantina; Nurliyani Nurliyani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i2.7962

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak didefinisikan sebagai stunting jika tinggi badannya untuk usianya lebih dari dua standar deviasi, di bawah Standar Pertumbuhan Anak WHO. Stunting adalah hasil dari nutrisi yang tidak memadai, dan serangan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kehidupan seorang anak, dari konsepsi hingga usia dua tahun. Stunting merupakan ancaman utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.Metode: Desain penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. Dilakukan pada bulan Desember 2021 sampai Juli 2022 terhadap 121 responden dimana pengumpulan data menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi karakteristik.Hasil peneltian: Dari hasil penelitian yang dilakukan penulis bahwa sebagian besar pengetahuan ibu kurang sebanyak 64 orang (52,9%) dan diikuti pengetahuan ibu baik sebanyak 28 orang (23,1%), pola asuh buruk sebanyak 71 orang (58,7%) dan diikuti pola asuh yang baik sebanyak 50 orang (41,3%), dan risiko stunting sebanyak 50 orang (41,3%) dan disusul tidak stunting sebanyak 71 orang (58,7%). Diharapkan dapat menjadi gambaran informasi tentang hubungan pengetahuan ibu dan pola asuh dengan kejadian stunting sehingga dapat digunakan untuk langkah selanjutnya serta meningkatkan pemberian informasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang stunting. Kata kunci: Pengetahuan Ibu, Pola Asuh, Kejadian Stunting ABSTRACT Introduce: Stunting is a growth disorder experienced by children due to poor nutrition, repeated infections, and inadequate psychosocial stimulation. A child is defined as stunted if his height for age is more than two standard deviations, below the WHO Child Growth Standards. Stunting is the result of inadequate nutrition, and recurrent attacks of infection during the first 1000 days of a child's life, from conception to two years of age. Stunting is a major threat in realizing quality Indonesian human resources.Method: The research design was carried out descriptively with a cross sectional approach using primary data. Conducted from December 2021 to July 2022 on 121 respondents where data collection using a questionnaire was then analyzed and presented in the form of a characteristic distribution table.The results: From the results of research conducted by the author that most of the knowledge of mothers is lacking as many as 64 people (52.9%) and followed by good mother's knowledge as many as 28 people (23.1%), bad parenting as many as 71 people (58.7%) and followed by parenting good as many as 50 people (41.3%), and the risk of stunting as many as 50 people (41.3%) and followed by not stunting as many as 71 people (58.7%). It is hoped that it can be a description of information about the relationship between maternal knowledge and parenting patterns to the incidence of stunting so that it can be used for the next step and improve the provision of information and socialization to the public about stunting. Keywords : Mother's Knowledge, Parenting, Stunting Incident  
The Effect of Health Education on Knowledge Adolescent Girl About Early Marriage Tria Adinda; Susilawati susilawati; Yuli Yantina; Riyanti Riyanti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.11455

Abstract

ABSTRACT There were 21 cases of marriage dispensation submitted to the Tanggamus Religious Court. The purpose of this research is to determine the effect of health education on adolescent girl’s knowledge about early marriage. The research used was quantitative with pre-experimental research, with a one-group pretest-posttest design. The sample technique uses proportional random sampling. The research was conducted from February to May on 85 respondents using a questionnaire which was then analyzed and presented in the form of a distribution table on characteristics and knowledge. The mean score of knowledge of adolescent girl about early marriage before health education was 72.36±13.88. While the mean score of knowledge after health education is 88.90± 8.83. Research found that there was an effect of health education on increasing knowledge of adolescent girl about early marriage.There is an effect of health education on increasing knowledge of adolescent girl about early marriage. It is hoped that State Senior High School 1 Kota Agung can take advantage of the animated video that has been provided by the School Health Effort staff and can educate students about early marriage. Keywords: Knowledge, Early Marriage, Adolescent Girl
INOVASI “KUPAT SEHATI ( KUNJUNGAN K1 DAN K4 SEHAT SAMPAI PERSALINAN NANTI)” DESA SIDOKAYO KECAMATAN ABUNG TINGGI KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2023 Nisyatun, Nisyatun; Yantina, Yuli
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10168

Abstract

Pemeriksaan antenatal care terbaru sesuai standar pelayanan yaitu minimal 6 kali pemeriksaan selama kehamilan, dan 2 kali pemeriksaan oleh dokter pada trimester I da III, 2 kali pada trimester pertama ( kehamilan hingga 12 imnggu ), 1 kali pada trimester ke 2 (kehamilan diatas 12 minggu), 3 kali pada trimester ke tiga (kehamilan diatas 24 minggu sampai 40 minggu) (kemenkes, 2020). Tercapai atau tidaknya pelayanan kesehatan pada ibu hamil sendiri dapat dilihat dari cakupan K1 dan  k4. Cakupan K4 merupakan jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standart paling sedikit 6 kali sesuai jadwal yang dianjurkan, dibandingkan sasaran ibu hamil disatu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun (lestari et al, 2018)Acara ini dilakukan dengan pemberitahuan berupa undangan kepada kepala puskesmas, kepala desa, bidan desa, kader, ketua RT di Tiyuh Mulya Kencana untuk meminta izin dalam rangka mengadakan kegiatan inovasi penyuluhan tentang pentingnya Kunjungan K1 pada ibu Hamil. Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu  dengan menanyakan secara langsung kepada para ibu-ibu yang hadir pada saat Posyandu guna menggali pemahaman ibu hamil akan pentingnya Kunjungan K1 pada awal kehamilan yaitu usia kehamilan 0-12 minggu. Selanjutnya memberikan  edukasi/penyuluhan oleh mahasiwa, cara yang ditujukan kepada ibu-ibu selama 50 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu-ibu setelah diberikan penyuluhan, Evaluasi dilakukan untuk  mengetahui efektifitas kegiatan penyuluhan. Evaluasi ini  dilakukan dengan metode diskusi. Evaluasi dilakukan segera setelah pelaksanaan kegiatan.
SOSIALISASI MANFAAT JUS KURMA DI KELURAHAN BANJAR DEWA KECAMATAN BANJAR AGUNG TULANG BAWANG TAHUN 2023 Budjana, Diajeng Wulandari; Yantina, Yuli
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12677

Abstract

Anemia secara umum memiliki pengertian tidak cukupnya sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Ketika jaringan tubuh kita tidak mendapatkan cukup oksigen, maka fungsinya akan terganggu. Anemia pada ibu hamil, menjadi perhatian yang lebih, karena ini akan mempengaruhi janin yaitu berat badan lahir rendah, kelahiran prematur dan kematian ibu. Ibu hamil memang rentan terkena anemia, karena meningkatnya kebutuhan nutrisi guna memproduksi sel darah merah yang lebih banyak yaitu untuk dirinya sendiri dan janin yang dikandungnya. Menurut WHO mengategorikan anemia pada kehamilan bila kadar hemoglobin darah kurang dari 11g%, 9-10 g% sebagai anemia ringan, 7-8 g% anemia sedang dan 5-6 g% anemia berat. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan kadar oksigen pada sirkulasi ibu dan janin berkurang. Ibu hamil dengan anemia ringan memiliki resiko besar mengalami persalinan prematur dan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Resiko morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin dapat meningkat pada ibu hamil dengan anemia berat. Anemia sering terjadi pada ibu hamil, biasanya disebabkan oleh defisiensi besi karena kurangnya asupan, kehilangan darah secara mendadak, akibat penyakit menahun, hemolitik, hipoplasia dan aplasia. World. Health Organization (2019) prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 41,8%, pada tahun (2020) 4,5%.Kegiatan dimulai dengan terlebih dahulu memberikan soal pre test guna menggali pemahaman ibu hamil tentang manfaat jus kurma untuk mencegah anemia. Selanjutnya memberikan edukasi/penyuluhan dan demonstrasi cara pembuatan jus kurma yang ditujukan kepada ibu hamil selama 50 menit dan selanjutnya melakukan evaluasi terhadap pemahaman ibu hamil setelah diberikan penyuluhan dengan memberikan soal post test. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi akan manfaat dari konsumsi jus Kurma. Diharapkan kader dapat melaksanakan dan melanjutkan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil dengan pemanfaatan jus Kurma.Kata Kunci : Penyuluhan, Anemia ibu hamil, Jus kurma
SOSIALISASI KONSUMSI JUS JAMBU BIJI UNTUK MENINGKATKAN HB PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA (JUS JAMILA) DI DESA LEBUNGSARI, KECAMATAN MERBAU MATRAM, LAMPUNG SELATAN Yantina, Yuli; Ermasari, Anissa; Handayani, Sri
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15301

Abstract

Anemia adalah suatu  kondisi medis di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang  dari normal. Pada ibu hamil dikatakan anemia bila Hb < 11,0 g/dl. Anemia gestasional adalah peningkatan kadar cairan plasma selama  kehamilan yang mengencerkan darah  ( hemodilusi )  yang dapat digambarkan sebagai anemia. Anemia kehamilan  yang paling umum adalah anemia nutrisi besi.WHO melaporkan bahwa prevalensi ibu-ibu hamil di seluruh dunia yang mengalami anemia sebesar 41,8%. Prevalensi di antara ibu hamil bervariasi dari 31% di Amerika Selatan hingga 64% di Asia bagian selatan. Di Indonesia data ibu hamil masih cukup tinggi. Pada Riskesdas tahun 2013 sebesar 37,15% sedangkan hasil Riskesdas 2018 telah mencapai 48,9% sehingga dapat disimpulkan selama 5 tahun terakhir masalah anemia pada ibu hamil telah meningkat sebesar 11,8%. Sedangkan jumlah anemia pada ibu hamil di Provinsi Lampung yaitu sebanyak 69,7. Lampung Selatan tahun 2021 mencatat anemia dengan jumlah 737 kasus.Risiko ibu hamil dengan anemia sangat besar bahkan bisa berisiko kematian pada kehamilan. Salah satu upaya non farmakologi untuk mengatasi anemia adalah dengan pemberian jus jambu biji merah. Pemberian jus jambu biji merah pada bertujuan untuk mengetahui rata-rata peningkatan hemoglobin sebelum dan sesudah diberikan jus jambu biji merah pada ibu hamil.Metode yang dipakai saat penyuluhan adalah penyuluhan kelompok disertai peragaan secara langsung tentang pembuatan jus jambu biji merah dan pemberian leaflet tentang anemia pada ibu hamil dan jus jambu biji merah. Subjek dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil trimester Ⅲ yang berada di desa Lebung sari, Merbau Mataram, Lampung Selatan.Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat mengonsumsi jus jambu biji merah dan tablet tambah darah (Fe). Saat sebelum dilakukan pemberian jus jambu biji merah dan tablet Fe banyak subjek yg kadar hemoglobinnya rendah, setelah rutin mengkonsumsi jus jambu bii merah dan fe selama 7 hari,rata-rata sujek mengalami peningkatan kadar hemoglobin.Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa anemia pada ibu hamil dapat diatasi salah satunya dengan pemberian jus jambu biji merah ini. Diharapkan jus jambu biji merah ini dapat dipergunakan oleh masyarakat desa Lebung Sari untuk mengatasi anemia pada ibu hamil. Mengingat ketersediaan jambu biji merah yang ada di sekitar pemukiman masyarakat yang selama ini sering tidak dimanfaatkan.
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Agustin, Feni Nia Agustina, Sera Ahyani, Septi Akrin, Serliana Amran, Rovita Anggraini . Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Ariningtias, Rahayu Aryawati, Wayan Astriana Astriana Astriana Astriana, Astriana Aulya, Shaqilla Ikhfa Baiduri, Citra Budjana, Diajeng Wulandari Casnuri, Casnuri Dainty Maternity Dainty Maternity Dewi Yuliasari Diana Sari Dina Octa Via Editiya, Vidya Sri Ermasari, Anissa Ermawati Ermawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Farich, Achmad Fatmawati, Fatmawati Febrianti Febrianti Fijri Rachmawati Handayani, Sri Hermawan, Dessy Indrayani, Novi Iqmy, Ledy Octaviani Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Kusuma, Nanda Dhiya Laily, Ulfah Nurul Lathifah, Neneng Siti Ledy Oktaviani Iqmi Lely Yustiana Lestari, Senya Venta Mariza, Ana Masayu Fatimah Mevi Erinnica Minarsih Minarsih Naida, Firgiani Puspita Nisyatun, Nisyatun Nova Astari Novalina, Fera Nurhimah Apriyanti Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nuryani, Dina Dewi Orienta Oktaviani Popi Fitriani Putri Sudenni N Putri, Ratna Dewi Rachmawati, Fijri Retnowati Retnowati Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Sani, Novriyana Sari, Anggi Yunita Sari, Dayu Linda Sari, Dewi Yulia Septianingsih, Triana Sifitri, Hellen Siti Marwiyah Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tria Adinda Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Wati, Ni Ketut Marnila Wira Utami, Vida Wulandari, Dianisa Retno Yeni Yulianti Yuliasari, Dewi Yunitasari, Anggi