Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Anggraini, Anggraini; Agustin, Feni Nia; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Yantina, Yuli
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.22287

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah standar kurva pertumbuhan. Kondisi ini terutama terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab utama stunting, dampak yang ditimbulkannya, serta upaya pencegahan dan penanganannya berdasarkan literatur ilmiah terbaru.Penyebab stunting bersifat multifaktorial, mencakup asupan nutrisi yang tidak memadai, praktik pemberian makan yang kurang tepat, sanitasi dan akses air bersih yang buruk, serta kurangnya pendidikan kesehatan pada ibu (Kemenkes RI, 2021). Dampak stunting tidak hanya terbatas pada masalah fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, motorik, dan sosial anak. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih tinggi mengalami kesulitan belajar, penurunan produktivitas di usia dewasa, dan peningkatan risiko penyakit metabolik di kemudian hari (Black et al., 2020). Secara makro, tingginya prevalensi stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara karena menurunkan kualitas sumber daya manusia (UNICEF, 2021).Berbagai intervensi telah dirancang untuk mengatasi masalah ini, termasuk program pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan peningkatan akses layanan kesehatan. Pencegahan menjadi kunci utama, dengan fokus pada periode kritis dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun (WHO, 2022).
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH) Ariningtias, Rahayu; Yantina, Yuli; Ermasari, Anissa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.11674

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyandu sangat penting dan berfungsi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan seperti penimbangan, vaksinasi, penyuluhan gizi dan lain-lain. Akibat adanya pandemi COVID-19, kegiatan posyandu balita sempat diberhentikan sementara, salah satunya posyandu balita di kampung Negeri Jaya kecamatan Negeri Besar.Tujuan: Diketahui Hubungan Frekuensi Kunjungan Balita ke Posyandu dengan Status Gizi Balita di Kampung Negeri Jaya.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  menggunakan rancangan Analitic dengan pendekatan Cross Sectional, dilaksanakan dari Februari sampai dengan Juli di Kampung Negeri Jaya. Penelitian ini menggunakan data skunder berupa laporan bulanan posyandu dengan jumlah sampel sebanyak 154 orang balita.Analisis data dengan cara analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan derajat kepercayaan <0,05.Hasil : Terdapat 68 Balita (44,2%) aktif posyandu dan 86 balita (55,8%) tidak aktif posyandu. Status gizi berdasarkan BB/U (gizi kurang s39 orang atau 25,3%, gizi baik 103 orang atau 66,9%, gizi lebih sebanyak 12 orang atau 7,8%). Status gizi TB/U (balita pendek 28 orang atau 18,2%, balita normal 126 orang atau 81,8%). Status gizi BB/TB (balita kurus 26 orang atau 16,9%, gizi normal 115 orang atau 74,7%, gemuk sebanyak 13 orang atau 8,4%).Kesimpulan : Ada hubungan frekuensi kunjungan balita ke posyandu dengan status gizi balita BB/U (p value = 0,03), TB/U (p value=0,04), BB/TB (p value=0,01). saran : meningkatkan kerjasama antara pemerintah kampung dan kader posyandu dengan bidan desa setempat untuk meningkatkan cakupan kunjungan balita keposyandu sehingga status gizi balita dapat terpantau dengan baik. Kata Kunci : Posyandu balita, kunjungan posyandu, status gizi balita ABSTRACT Backgrounds:Based on the results of basic health research (Riskesdas) in 2018 the prevalence of underweight toddlers in Way Kanan Regency was 19.57%. Toddlers’s visit to Posyandu is very important and beneficial to get health services such as weighing, vaccination, nutrition counseling and etc. As a result of the COVID-19 pandemic, Posyandu activities for toddlers were temporarily suspended, one of them was posyandu for toddlers in  Negeri Jaya village, Negeri Besar sub-district.Purpose: Gaining information about the relation between the frequency of visits by toddlers to Posyandu and the nutritional status of  toddlers in Negeri Jaya village.Methods:This research is a quantitative study using an analytical design with a cross-sectional approach held from February to July in Negeri Jaya village. This study used secondary data in the form of monthly posyandu reports with  total samples about 154 toddlers. Data analysis was carried out by means of univariate and bivariate analysis using the Chi Square test with a degree of confidence <0.05.Results:There were 68 toddlers (44.2%) who were active in posyandu and 86 toddlers (55.8%) who were not active in posyandu. Nutritional status based on BW/A (undernourished 39 people or 25.3%, well nutrition 103 people or 66.9%, over nutrition 12 children or 7.8%). Nutritional status BH/A (28 short toddlers or 18.2% and normal toddlers 126 children or 81.8%). BW/BH nutritional status (26 thin under-five years old children or 16.9%, normal 115 people or 74.7%, 13 over weight or 8.4%).Conclusion:There is a relationship between the frequency of visits by toddlers to posyandu and the nutritional  status of toddlers shown by BW/A (p value = 0.03), BH/A (p value=0.04), BW/BH (p value=0.01).Suggestion: increasing cooperation between the village government and posyandu cadres with local midwife to increase toddlers’s visit to posyandu so that their nutritional status can be properly monitored. Keywords : Posyandu for toddlers, posyandu visits, nutritional status for toddlers
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Agustin, Feni Nia Agustina, Sera Ahyani, Septi Akrin, Serliana Amran, Rovita Anggraini . Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Ariningtias, Rahayu Aryawati, Wayan Astriana Astriana Astriana Astriana, Astriana Aulya, Shaqilla Ikhfa Baiduri, Citra Budjana, Diajeng Wulandari Casnuri, Casnuri Dainty Maternity Dainty Maternity Dewi Yuliasari Diana Sari Dina Octa Via Editiya, Vidya Sri Ermasari, Anissa Ermawati Ermawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Farich, Achmad Fatmawati, Fatmawati Febrianti Febrianti Fijri Rachmawati Handayani, Sri Hermawan, Dessy Indrayani, Novi Iqmy, Ledy Octaviani Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Kusuma, Nanda Dhiya Laily, Ulfah Nurul Lathifah, Neneng Siti Ledy Oktaviani Iqmi Lely Yustiana Lestari, Senya Venta Mariza, Ana Masayu Fatimah Mevi Erinnica Minarsih Minarsih Naida, Firgiani Puspita Nisyatun, Nisyatun Nova Astari Novalina, Fera Nurhimah Apriyanti Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nuryani, Dina Dewi Orienta Oktaviani Popi Fitriani Putri Sudenni N Putri, Ratna Dewi Rachmawati, Fijri Retnowati Retnowati Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Sani, Novriyana Sari, Anggi Yunita Sari, Dayu Linda Sari, Dewi Yulia Septianingsih, Triana Sifitri, Hellen Siti Marwiyah Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tria Adinda Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Wati, Ni Ketut Marnila Wira Utami, Vida Wulandari, Dianisa Retno Yeni Yulianti Yuliasari, Dewi Yunitasari, Anggi