Claim Missing Document
Check
Articles

Seduhan Bubuk Pala Terhadap Intensitas Mual Muntah Pada Ibu Hamil TM 1 Marwiyah, Siti; Yantina, Yuli; Anggraini, Anggraini; Sunarsih, Sunarsih
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/anjani.v4i1.1116

Abstract

Background: Nausea and vomiting (emesis gravidarum) are normal in pregnant women but if nausea and vomiting occurs >10 times a day, it can disrupt the balance of nutrition, electrolytes, and can affect the general condition so that if vomiting increases to hyperemesis, it can cause vomiting. resulting in impaired fetal growth. The incidence of emesis gravidarum in pregnant women is 50-90%, while hyperemesis gravidarum reaches 10-15% in Lampung Province from the number of pregnant women who are 182,815 people.Purpose: know the effect of nutmeg powder on the intensity of nausea and vomiting in pregnant women TM 1 at the Independent Midwife Practice (PMB) SitiMarwiyahSidorejo, SekampungUdik District, East Lampung Regency in 2021.Methods: This type of quantitative research is a quasi-experimental approach. The population of this study were all 38 pregnant women with a sample of 30 pregnant women. The object of this research is nausea and vomiting in pregnant women and nutmeg powder. The research was carried out at the Independent Midwife Practice (PMB) SitiMarwiyahSidorejo, SekampungUdik District, East Lampung Regency in June - July 2021. Data collection used questionnaires and observations. Data analysis was univariate and bivariate (t test).The results: showed that the average nausea and vomiting before being given nutmeg steeping was 9.1 while the average nausea and vomiting after being given nutmeg steeping was 6.4.Conclusion: There is an effect of nutmeg powder on the intensity of nausea and vomiting in pregnant women with TM I at the Independent Midwife Practice (PMB) SitiMarwiyahSidorejo, SekampungUdik District, East Lampung Regency in 2021 (P value = 0.000).Suggestions: for health workers can use nutmeg powder therapy as an SOP in reducing nausea and vomiting in pregnant women. Keywords: Pregnant women TM 1, Nausea Vomiting, Nutmeg Powder ABSTRAK Latar Belakang : Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) suatu yang normal pada ibu hamil namun jika mual muntah terjadi >10 kali dalam sehari, dapat mengganggu keseimbangan gizi, cairan elektrolit, dan dapat memengaruhi keadaan umum sehingga jika muntah bertambah menjadi hiperemesis dapat mengakibatkan pertumbuhan janin terganggu.. Angka kejadian emesis gravidarum pada wanita hamil yaitu 50- 90%, sedangkan hiperemesis gravidarum mencapai 10 - 15% di Provinsi Lampung dari jumlah ibu hamil yang ada yaitu sebanyak 182.815 orang.Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh bubuk pala terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamil TM 1 di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Siti Marwiyah Sidorejo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur tahun 2021.Metode: Jenis penelitian kuantitatif pendekatan quasi esksperiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil berjumlah 38 ibu dengan sampel sebanyak sampel sebanyak 30 ibu hamil. Objek penelitian ini adalah mual muntah pada ibu hamil dan bubuk pala. Penelitian telah dilaksanakan di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Siti Marwiyah Sidorejo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Analisi data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian: diketahui rata-rata mual muntah sebelum diberikan diberikan seduhan pala adalah 9,1sedangkan rata-rata mual muntah setelah diberikan seduhan pala adalah 6,4.Kesimpulan : Ada pengaruh bubuk pala terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamilTM I di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Siti Marwiyah Sidorejo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur tahun 2021 (P value = 0,000).Saran pada tenaga kesehatan dapat menggunakan terapi bubuk pala sebagai SOP dalam pengurangan mual muntah pada ibu hamil. Kata Kunci : Ibu Hamil TM 1, Mual Muntah, Bubuk Pala 
Differences In The Effectiveness Of Red Onion Compress Therapy On Fever In Infants Post-DPT Immunization Wati, Ni Ketut Marnila; Evrianasari, Nita; Yantina, Yuli; Farich, Achmad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i11.17180

Abstract

Pendahuluan: Demam yang sering terjadi pasca imunisasi atau sering disebut dengan KIPI. KIPI merupakan suatu gangguan yang sering terjadi pada bayi dan balita. Data Riset Kesehatan Dasar di Indonesia, terdapat 33,4% bayi yang mengalami KIPI dan 6,8% mengalami KIPI dengan demam tinggi. Menurunkan berbagai cara, salah satu diantaranya menggunakan kompres bawang merah.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh terapi kompres bawang merah terhadap demam pada bayi pasca imunisasi DPT di Wilayah Kerja Puskesmas Non Rawat Inap Indraloka Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2024.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre experiment dan one group pretest and posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian bayi yang demam pasca imunisasi DPT di Wilayah Kerja Puskesmas Non Rawat Inap Indraloka Jaya Kabupaten Tulang Bawang Barat berjumlah 40 orang. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata suhu tubuh sebelum diberikan terapi kompres bawang merah pada bayi pasca imunisasi DPT adalah 38,038oC dan setelah diberikan terapi kompres bawang merah menurun menjadi 37,15 oC. Dengan median sebelum di kompres 38,0 oC dan sesudah di kompres 37,0 oC Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05 artinya ada perbedaan pengaruh terapi kompres bawang merah terhadap demam pada bayi pasca imunisasi DPT.Kesimpulan: Ada perbedaan pengaruh terapi kompres bawang merah terhadap demam pada bayi pasca imunisasi DPT. Kata kunci: Kompres, Bawang Merah, Demam, Imunisasi DPT, KIPI ABSTRACT Introduction: Fever occurring after immunization, often referred to as Adverse Events Following Immunization (AEFI), is a common issue in infants and toddlers. According to the Basic Health Research data in Indonesia, 33.4% of infants experience AEFI, and 6.8% of them have high fever. Various methods can be used to manage fever, one of which is using a red onion compress.Purpose: This study aims to determine the difference in the effect of red onion compress therapy on fever in infants post-DPT immunization in the working area of Indraloka Jaya Primary Health Care, Tulang Bawang Barat Regency 2024.Method: This is a quantitative study using a pre-experimental design with a one-group pretest and posttest approach. The sample consists of 40 infants experiencing fever post-DPT immunization in the working area of Indraloka Jaya Primary Health Care, Tulang Bawang Barat Regency. Purposive sampling was used for selecting the sample. Data analysis was conducted using the Wilcoxon test.Results: The results indicate that the average body temperature before administering red onion compress therapy was 38.038°C, and it decreased to 37.15°C after the therapy. The median temperature before the compress was 38.0°C and 37.0°C after the compress. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference in the effect of red onion compress therapy on fever in infants post-DPT immunization.Conclusion: A significant difference in the effect of red onion compress therapy on fever in infants post-DPT immunization. Keywords: Compress, Red Onion, Fever, DPT Immunization, AEFI
INOVASI PEDAS TELOR (PEDULI ASI EKSKLUSIF DENGAN TANAM KELOR) DI PMB HENY SUMARIYANTI,s.Tr.Keb,Bdn DESA NGESTI KARYA KECAMATAN WAWAY KARYA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR TAHUN 2024 Ermasari, Anissa; Yantina, Yuli; Minarsih, Minarsih
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17876

Abstract

ASI adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi, baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Oleh karena itu ASI sangat penting bagi bayi. terutama jika ASI diberikan secara eksklusif pada enam bulan pertama kelahiran bayi. ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berusia enam bulan. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu upaya untuk mencegah berat badan lahir rendah (BBLR), stunting, obesitas dan penyakit kronis pada bayi. Salah satu cara untuk menambah asupan nutrisi tersebut, ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat untuk ibu menyusui, seperti nasi merah, daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan, serta buah dan sayuran, termasuk daun kelor. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung beragam vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, dan magnesium. Tak hanya itu, daun kelor juga mengandung asam amino dan antioksidan yang dibutuhkan oleh ibu menyusui. Kesehatan lbu dan Anak menjadi fokus utama dalam kegiatan Praktek Klinik Komunitas MMD. Kegiatan inovasi yang telah dilakukan adalah dengan penanaman pohon kelor dirumah ibu hamil. Pohon kelor yang sudah berkembang nantinya dapat menjadi salah satu bahan makanan yang dapat dikonsumsi ibu-ibu menyusui. Dengan hal ini diharapkan dapat lebih memotivasi masyarakat untuk berperan serta dalam mendukung pemberian ASI Eksklusif.Metode kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan menggunakan power point dan bahan peraga berupa pohon kelor yang nantinya akan ditanam dirumah ibu hamil. Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2024 di PMB Heny Sumariyanti,s.Tr.Keb,Bdn Desa Ngesti Karya Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang. Peserta mendapatkan edukasi tentang ASI Eksklusif, manfaat ASI dan manfaat daun kelor. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan memotivasi ibu hamil dan menyusui untuk ikut berperan aktif dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan. Kata kunci: ASI Eksklusif, manfaat daun kelor untuk ASI.
Puding Daun Kelor Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil Yantina, Yuli; Sunarsih, Sunarsih; Lestari, Senya Venta
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20840

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan suatu kondisi ibu dengan kadar nilai hemoglobin di bawah 11 gr/dl pada trimester satu dan tiga, atau kadar hemoglobin kurang dari 10 gr/dl pada trimester dua. Data dari WHO menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia sekitar 41,8%. Di Indonesia, angka ini juga masih tinggi, dengan prevalensi sekitar 40,5% pada tahun 2015 dan 42% pada tahun 2016. Di Desa Batu Kebayan dari 15 ibu hamil didapati 5 orang mengalami anemia. Sebanyak 100 gr Daun kelor kering yang dijadikan bubuk digunakan menjadi campuran olahan makanan untuk dosis harian dan dikonsumsi selama 14 hari.Metode yang digunakan adalah dengan cara menyampaikan informasi pengetahuan menggunakan video sebagai media utama. Hasil dari pengolahan Daun Kelor berupa puding daun kelor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menambah pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat daun kelor bagi kesehatan terutama untuk menaikkan kadar hemoglobin dalam darah sebagai salah satu komplementer alternatif pilihan dan akan di sosialisakan aparat , kader, dan tokoh masyarakat pekon dalam setiap kegiatan. Kesimpulannya pada olahan Daun kelor yang dikonsumsi ibu hamil dapat mencegah anemia pada ibu hamil.Kata kunci : Daun Kelor, Anemia, Hamil
Factors Related To Stunting Incidence Sifitri, Hellen; Yantina, Yuli; Utami, Vida Wira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11733

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena  kekurangan  asupan  gizi  dalam waktu  lama,  infeksi berulang,  dan kurangnya stimulus psikososial. Anak  stunting akan    memiliki tingkat  kecerdasan yang tidak maksimal.  Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak menjadi stunting, diantaranya adalah dari faktor ibu yakni kurangnya gizi ibu selama masa kehamilan karena tidak tahu tentang makanan yang seharusnya dikonsumsi semasa hamil. Angka kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pinang Jaya tahun 2021 yaitu sebesar 2,8% (15 kasus dari 530 balita), di tahun 2022 sebesar 3,6% (24 kasus dari 663 balita), sedangkan pada bulan Januari 2023 sebesar 3% (21 kasus dari 686 balita).Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja PuskesmasPinang Jaya.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan rancangan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita stunting dan tidak stunting masing-masing 21 responden, menggunakan purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah pendidikan, ASI esklusif, berat badan lahir, pendapatan dan pengetahuan, Variabel dependen adalah stunting. Uji stastistik menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Ada hubungan pendidikan ibu (p=0,029; OR=5,20), ASI esklusif (p=0,014; OR=6,2), pengetahuan (p=0,012; OR=6,9) dan tidak ada hubungan berat badan lahir (p=0,408), pendapatan (p=0,751) dengan stunting. Saran bagi ibu hamil khususnya yang berisiko tinggi untuk memeriksakan kehamilannya setiap bulan dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Kata Kunci: Pendidikan, ASI Eksklusif, Pendapatan, Berat Badan Lahir, Pengetahuan, Stunting ABSTRACT Background: Stunting is a disorder  of  growth and brain development  in children caused by  prolonged malnutrition, repeated infections, and lack of psychosocial stimulus. Stunted children will have a level of intelligence that is not optimal. There are several factors that can cause children to become stunted, including the mother's factor, namely the mother's lack of nutrition during pregnancy because she does not know about the food that should be consumed during pregnancy. The incidence of stunting in the Pinang Jaya Community Health Center work area in 2021 was 2.8% (15 cases out of 530 toddlers), in 2022 it was 3.6% (24 cases out of 663 toddlers), while in January 2023 it was 3% (21 cases of 686 toddlers).Objective: Determine the factors related to stunting incidence in the working area of the Pinang Jaya CommunityHealth Center.Method: This type of research is quantitative, using a case-control design. The population of this study were all mothers who had stunted and non-stunted toddlers, each of 21 respondents, used purposive sampling. The independent variables in this study were education, exclusive breastfeeding, birth weight, income and knowledge. The dependent variable is stunting. Statistical test using the Chi-Square test.Results: There is a relationship between mother's education (p=0.029; OR=5.20), exclusive breastfeeding (p=0.014; OR=6.2), knowledge (p=0.012; OR=6.9) and no relationship to body weight birth (p=0.408), income (p=0.751) with stunting. Advice for pregnant women, especially those at high risk, to have their pregnancy checked every month and to live a clean and healthy life. Keywords: Education, Exclusive Breastfeeding, Income, Birth Weight, Knowledge, Stunting
The Effect Of Tui Na Massage With Weight Increase To Bgm Toddlers Ages 1-3 Years Old Sari, Diana; Yantina, Yuli; Nurliyani, Nurliyani; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.21666

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PIJAT TUI NA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BALITA BGM USIA1-3 TAHUN Latar Belakang : Berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seorang anak, disamping faktor tinggi badan. Data dari Puskesmas Branti Raya pada tahun 2022 kasus balita BGM meningkat sebesar 24 kasus. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan cara non farmakologi seperti Pijat Tui na. Pijat Tu Ina ini merupakan teknik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pijat tui na dengan kenaikan berat badan balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022. Jenis penelitian: kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen semu dengan one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian adalah balita yang akan dilakukan Pijat Tui Na dengan sampel berjumlah 24 balita, teknik sampel yang digunakan total sampling. Penelitian ini telah dilaksanaan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Beranti Raya pada bulan Apil – Juni 2022. Pangambilan data dengan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t test). Hasil : Diketahui rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan pijat tui na adalah 9383.3 gram dan setelah dilakukan pijat tui na rata-rata berat badan adalah 9841,6 gram. Kesimpulan Ada Pengaruh Pijat Tui Na Dengan Kenaikan Berat Badan Balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022 dengan nilai (p-value = 0,000 < α = 0,05). Saran pada ibu balita agar dapat memanfaatkan teknik pijat tui na sebagai cara dalam mengatasi kesulitan makan pada anak balita dan mengaplikasikan terapi pijat tui na dalam kehidupan sehari-hari Kata. Kunci : Berat Badan Balita, Gizi Kurang, Pijat Tui NaABSTRACTBackground : Body weight is one of the growth parameters of a child, in addition to the height factor. Data from the Branti Raya Health Center in 2022 cases of BGM toddlers increased by 24 cases. Efforts to overcome eating difficulties can be done by non-pharmacological methods such as Tui na massage. Tu Ina massage is a more specific massage technique to overcome eating difficulties in toddlers by improving blood circulation in the spleen and digestion, through a modification of acupuncture without needles. The purpose of this study was to determine the effect of tui na massage with weight gain of BGM toddlers in the Branti Raya Health Center Working Area in 2022. Type of research: quantitative with a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The population in this study is toddlers who will have Tui Na massage with a sample of 24 toddlers, the sample technique used is total sampling. This research was carried out in the working area of the Rawat Beranti Raya Health Center in April – June 2022. The data were collected using observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (t test). Results: It is known that the average body weight of toddlers before tui na massage is 9383.3 grams and after tui na massage the average weight is 9841.6 grams. Conclusion There is an Effect of Tui Na Massage with BGM Toddler Weight Gain in the Work Area of the Branti Raya Health Center in 2022 with a value (p-value = 0.000 < = 0.05). Suggestions for mothers of toddlers to be able to use tui na massage techniques as a way to overcome eating difficulties in toddlers and apply tui. na massage therapy in daily lifeKeywords: Toddler Weight, Malnutrition, Tui Na Massage
The Effect Of Egg Consumption On The Enhancement Of Hemoglobin Levels In Adolescent Girls Ermawati, Ermawati; Wira Utami, Vida; Yantina, Yuli; Nuryani, Dina Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.11645

Abstract

Latar belakang : Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan atau masa Hb yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Data prevalensi pada remaja pada tahun 2018 di Kota Metro 42,02%, Mesuji 35,22%, Pringsewu 33,03% dan Lampung Tengah 18,81%. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi anemia ada dua cara yaitu konsumsi telur. Penelitian bertujuan diketahui pengaruh konsumsi telur dengan kenaikan Hb pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2023. Metode penelitian : Desain penelitian dilakukan dengan Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak sebanyak 27 responden dengan sampel sebanyak 20 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2023 pada bulan Mei-Juni 2023. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (t test). Hasil penelitian diketahui rata-rata kadar Hb sebelum diberikan konsumsi telur pada remaja putri adalah 10,8 dan sesudah diberikan konsumsi telur pada remaja putri adalah 12,0. Ada pengaruh konsumsi telur dengan kenaikan Hb pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2023 dengan nilai (p-value = 0,000). Saran bagi petugas esehatan untuk mengembangkan program penanganan anemia, melalui media promotif tentang manfaat makanan yang mengandung zat besi dan murah Kata Kunci : kadar Hb, konsumsi telur, remaja putri ABSTRACT Background: Anemia is a condition where the circulating mass of erythrocytes and/or Hb is insufficient to fulfill its function of providing oxygen to body tissues. The prevalence data in adolescents in 2018 in Metro City were 42.02%, Mesuji 35.22%, Pringsewu 33.03%, and Lampung Tengah 18.81%. There are two ways to address anemia, one of which is egg consumption. This study aims to determine the effect of egg consumption on the increase in Hb levels in adolescent girls in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care in 2023.Research Method: The research was conducted using a Pre-Experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population in this study consisted of anemic adolescent girls in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care, totaling 27 respondents, with a sample of 20 respondents using purposive sampling technique. This study was conducted in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care in the year 2023, during May-June 2023. Data collection used observation sheets. Data analysis included univariate and bivariate analyses (t-test).  The research results : showed that the average Hb level before egg consumption for adolescent girls was 10.8, and after egg consumption, it was 12.0. There is an effect of egg consumption on the increase in Hb levels in adolescent girls in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care in the year 2023 with a p-value of 0.000.Recommendations for health workers include developing anemia management programs through promotive media highlighting the benefits of iron-rich and affordable foods. Keywords: Hb levels, egg consumption, adolescent girls
The Effect Of Virgin Coconut Oil (VCO) Usage On Diaper Rash Healing In Newborn Babies Septianingsih, Triana; Yantina, Yuli; Isnaini, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.11725

Abstract

Pendahuluan: Dermatitis popok adalah peradangan pada lapisan kulit terluar, terutama epidermis, terutama di area dan lipatan popok, akibat kontak yang terlalu lama dengan urine dan feses, serta gesekan antara kulit dan bahan popok sekali pakai. Di Indonesia, ruam popok pada bayi memengaruhi sekitar 10 persen populasi. Sementara itu, di Kota Metro, selama Februari hingga Mei 2023, terdapat 24 (12%) bayi yang mengalami iritasi kulit akibat penggunaan popok (ruam popok).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Minyak Kelapa Murni (VCO) terhadap upaya penyembuhan ruam popok pada bayi baru lahir di Puskesmas Margorejo, Kota Metro.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Populasi penelitian meliputi seluruh bayi baru lahir yang mengalami ruam popok di wilayah kerja Puskesmas Margorejo, Kota Metro selama bulan Maret 2023, yang dipilih dari lima Poskeskel. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling, dengan jumlah sampel 30 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan VCO, dan variabel terikatnya adalah ruam popok pada bayi baru lahir. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon.Hasil: Sebelum pemberian minyak kelapa murni (VCO), bayi mengalami ruam popok sedang dengan skor rata-rata 2,20. Setelah pemberian VCO, terjadi penurunan keparahan ruam popok dari sedang menjadi ringan, dengan skor rata-rata 1,33. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan minyak kelapa murni terhadap derajat ruam popok pada bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Margorejo Kota Metro.Kesimpulan: Minyak kelapa murni (VCO) dapat digunakan oleh ibu untuk mengatasi ruam popok pada bayinya maupun untuk mengatasi masalah kulit lainnya. Kata kunci: Bayi baru lahir, ruam popok, minyak kelapa murni ABSTRACT Introduction: Diaper dermatitis is an inflammation of the outermost layer of the skin, mainly the epidermis, especially in the diaper area and folds, resulting from prolonged contact with urine and feces, as well as friction between the skin and disposable diaper materials. In Indonesia, diaper rash in infants affects around 10 percent of the population. Meanwhile, in Metro City, during February to May 2023, there were 24 (12%) infants who experienced skin irritation due to diaper usage (diaper rash).Objective: The study aimed to determine the effect of using Virgin Coconut Oil (VCO) on diaper rash healing efforts in newborn babies at Margorejo Health Center in Metro City.Method: This was a pre-experimental quantitative study with a one-group pretest-posttest design. The population included all newborn babies who experienced diaper rash in the working area of Margorejo Health Center in Metro City during March 2023, selected from five “Poskeskel”. The sampling technique employed Accidental Sampling, with a sample size of 30 respondents. The independent variable in this study was the application of VCO, and the dependent variable was diaper rash in newborn babies. Bivariate analysis was conducted using the Wilcoxon test.Results: Before the application of Virgin Coconut Oil (VCO), the infants experienced moderate diaper rash with an average score of 2.20. After the application of VCO, there was a decrease in diaper rash severity from moderate to mild, with an average score of 1.33. The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference between before and after the intervention. Thus, it can be concluded that there is an influence of using virgin coconut oil on the degree of diaper rash in newborn babies in the working area of Margorejo Health Center in Metro City.Conclusion: Virgin Coconut Oil (VCO) can be used by mothers to address diaper rash in their infants or to address other skin issues. Keywords: Newborn babies, diaper rash, virgin coconut oil
PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP KADARHEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL Sari, Anggi Yunita; Yantina, Yuli; Lathifah, Neneng Siti; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.4459

Abstract

Giving Date Palm Jiuce  (Phoenix Dactylifera) To Increase of Hemoglobin levels in pregnant Background: Anemia is a biggest health problem in the world. Approximately 42% of pregnant women suffer from anemia greater than nonpregnant women. The cause of anemia in pregnant women is iron deficiency, folic acid, and acute bleeding. Dates (Phoenix dactylifera) are often referred to as foods that can increase hemoglobin levels because of their high iron content.Purposes :To determine the effect of giving palm juice to hemoglobin levels in pregnant women in the Mekar Jaya village in the working area of Mataram Merbau Health Center in South Lampung RegencGiving Date Palm Jiuce  (Phoenix Dactylifera) To Increase of Hemoglobin levels in pregnant Background: Anemia is a biggest health problem in the world. Approximately 42% of pregnant women suffer from anemia greater than nonpregnant women. The cause of anemia in pregnant women is iron deficiency, folic acid, and acute bleeding. Dates (Phoenix dactylifera) are often referred to as foods that can increase hemoglobin levels because of their high iron content.Purposes : To determine the effect of giving palm juice to hemoglobin levels in pregnant women in the Mekar Jaya village in the working area of Mataram Merbau Health Center in South Lampung Regency in 2020.Method: Uses a Quasi Experimental design with a non randomized pre-test-post-test with control group approach design. The population in this study were all pregnant women with mild anemia in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency. The sample size is 22 respondents, with 11 respondents included in the control group and 11 other respondents included in the experimental group.Results : Showed the average difference in increased Hb levels of pregnant women between pre-test and post-test in the experimental group was 1.5636 gr% greater than the average difference in the control group that was 0.7364 gr%. By using the t-independent statistical test the Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05Conclusion: There is an effect of giving palm juice to the increase in hemoglobin levels in pregnant women in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency in 2020. Keywords: Anemia, Hemoglobin,  Palm Extract , Pregnant Woman Latar Belakang: Anemia merupakan suatu permasalahan kesehatan terbesar di dunia. Sekitar 42% ibu hamil menderita anemia lebih besar  dari  pada wanita tidak hamil. Penyebab anemia pada wanita hamil adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut. Sari buah kurma (Phoenix dactylifera) sering disebut sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi yang tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar Hemoglobin pada ibu hamil di desa mekar jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan pendekatan non randomized pre test-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia ringan yang ada di desaMekar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Besar sampel adalah 22 responden, dengan 11 responden masuk ke dalam kelompok kontrol dan 11 responden lainnya masuk ke dalam kelompok eksperimen.Hasil:  Dari hasil penelitian menunjukkan selisih rata-rata peningkatan kadar Hb ibu hamil antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen adalah 1.5636 gr% lebih besar dari pada selisih rata-rata kelompok kontrol yaitu 0.7364 gr%. Dengan menggunakan uji statistik t-independent didapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di desa Mekar Jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020. Kata Kunci             : Anemia, Hemoglobin, Sari Kurma, Ibu Hamily in 2020.Method: Uses a Quasi Experimental design with a non randomized pre-test-post-test with control group approach design. The population in this study were all pregnant women with mild anemia in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency. The sample size is 22 respondents, with 11 respondents included in the control group and 11 other respondents included in the experimental group.Results : Showed the average difference in increased Hb levels of pregnant women between pre-test and post-test in the experimental group was 1.5636 gr% greater than the average difference in the control group that was 0.7364 gr%. By using the t-independent statistical test the Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05Conclusion: There is an effect of giving palm juice to the increase in hemoglobin levels in pregnant women in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency in 2020. Keywords: Anemia, Hemoglobin,  Palm Extract , Pregnant Woman Latar Belakang: Anemia merupakan suatu permasalahan kesehatan terbesar di dunia. Sekitar 42% ibu hamil menderita anemia lebih besar  dari  pada wanita tidak hamil. Penyebab anemia pada wanita hamil adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut. Sari buah kurma (Phoenix dactylifera) sering disebut sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi yang tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar Hemoglobin pada ibu hamil di desa mekar jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan pendekatan non randomized pre test-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia ringan yang ada di desaMekar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Besar sampel adalah 22 responden, dengan 11 responden masuk ke dalam kelompok kontrol dan 11 responden lainnya masuk ke dalam kelompok eksperimen.Hasil:  Dari hasil penelitian menunjukkan selisih rata-rata peningkatan kadar Hb ibu hamil antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen adalah 1.5636 gr% lebih besar dari pada selisih rata-rata kelompok kontrol yaitu 0.7364 gr%. Dengan menggunakan uji statistik t-independent didapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di desa Mekar Jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020. Kata Kunci           : Anemia, Hemoglobin, Sari Kurma, Ibu Hamil 
Pengaruh Mengkonsumsi Ubi Jalar Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Naida, Firgiani Puspita; Evayanti, Yulistiana; Yantina, Yuli; Isnaini, Nurul
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.9531

Abstract

Background : The high number of anemia in Lampung Province is 69.7%, this figure is higher than the national nutritional anemia rate, which is 63%. Based on the results of the pre survey conducted by researchers at the BPS Eliana Putriani, Amd, Keb Kec. Jati Agung Kab. South Lampung in January 2019 there were 78 pregnant women who visited the ANC, of which 38 pregnant women had low hemoglobin levels. Compared with BPS Titik Handayani, where there were only 64 pregnant women visiting ANC, while 18 of them had anemia. The purpose of this study was to determine the effect of sweet potato consumption on increasing hemoglobin levels in pregnant women.Research methods : Type of quantitative research. The quasy-experimental design is the Two group pretest-posttest method. The population in this study were 78 pregnant women. Samples were 30 pregnant women. The sampling technique uses purposive sampling. Univariate analysis in this study was to determine the mean, median, standard deviation of hemoglobin levels in pregnant women before and after consuming sweet potatoes. Bivariate analysis uses an independent t-test.Results  : The results showed an average hemoglobin level before sweet potato consumption: 9,853 gr / dl. After 10,913 gr / dl. Before consumption in the group that did not consume sweet potatoes by 9,793 gr / dl. After amounting to 10,313 gr / dl. Conclusion There Are Effects Of Consuming Sweet Potatoes On Increased Hemoglobin Levels Of Pregnant Women In Bps Eliana Putriani, Amd, Keb Kec. Jati Agung Kab. South Lampung in 2019 (p-value 0,000 <0.05). Suggestions in this study are that pregnant women consume sweet potatoes can increase hemoglobin levels in pregnant women so as to prevent anemia in pregnant women, expect pregnant women to consume sweet potatoes as food choices that contain high Fe in addition to consumption of Fe tablets and can be used as an option which is adjacent to fe taken after nausea, vomiting disappears during pregnancy to avoid complications during delivery such as bleeding. Keywords : Sweet Potatoes, Tablet Fe ABSTRAK Latar Belakang : Tingginya jumlah anemia di Provinsi Lampung adalah sebesar 69,7% angka tersebut lebih tinggi dari angka anemia gizi nasional yaitu sebesar 63%. Berdasarkan hasil pra survey yang peneliti lakukan di Di BPS Eliana Putriani,Amd,Keb Kec. Jati Agung Kab. Lampung  Selatan pada bulan Januari 2019 terdapat 78 ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC, dimana diantaranya 38 ibu hamil tersebut kadar hemoglobinnya rendah. Dibandingkan dengan BPS Titik Handayani dimana kunjungan ANC hanya sebanyak 64 ibu hamil, dimana yang mengalami anemia sebanyak 18 orang ibu hamil.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsumsi ubi jalar terhadap kenaikan kadar hemoglobin ibu hamil.Metode penelitian : Jenis penelitian kuantitatif. Rancanganquasy-eksperimen yaitu metode Two grouppretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 78 ibu hamil. Sampel sebanyak 30 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa univariat dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai mean, median, standar deviasi kadar hemoglobin pada ibu hamil sebelum dan setelah mengkonsumsi ubi jalar. Analisa bivariat menggunakan menggunakan uji t-test independent.Hasil : Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum konsumsi ubi jalar: 9,853 gr/dl. Setelah sebesar 10,913 gr/dl. Sebelum konsumsi pada kelompok yang tidak mengkonsumsi ubi jalar sebesar 9,793 gr/dl. Setelah sebesar 10,313 gr/dl.Kesimpulan Ada Pengaruh Mengkonsumsi Ubi Jalar Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Bps Eliana Putriani,Amd,Keb Kec. Jati Agung Kab. Lampung  Selatan Tahun 2019 (p-value 0.000 < 0,05).Saran dalam penelitian ini adalah agar ibu hamil mengkonsumsi ubi jalar dapat menaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil sehingga dapat mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil, diharapkan ibu hamil mau mengkonsumsi ubi jalar sebagai pilihan makanan yang menggandung tinggi fe disamping konsumsi tablet fe dan dapat digunakan sebagai pilihan yang berdampingan dengan fe diminum setelah mual muntahnya hilang selama kehamilan agar tidak terjadi komplikasi pada saat persalinan seperti perdarahan. Kata Kunci : Ubi Jalar, Tablet Fe 
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Agustin, Feni Nia Agustina, Sera Ahyani, Septi Akrin, Serliana Amran, Rovita Anggraini . Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Ariningtias, Rahayu Aryawati, Wayan Astriana Astriana Astriana Astriana, Astriana Aulya, Shaqilla Ikhfa Baiduri, Citra Budjana, Diajeng Wulandari Casnuri, Casnuri Dainty Maternity Dainty Maternity Dewi Yuliasari Diana Sari Dina Octa Via Editiya, Vidya Sri Ermasari, Anissa Ermawati Ermawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Farich, Achmad Fatmawati, Fatmawati Febrianti Febrianti Fijri Rachmawati Handayani, Sri Hermawan, Dessy Indrayani, Novi Iqmy, Ledy Octaviani Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Kusuma, Nanda Dhiya Laily, Ulfah Nurul Lathifah, Neneng Siti Ledy Oktaviani Iqmi Lely Yustiana Lestari, Senya Venta Mariza, Ana Masayu Fatimah Mevi Erinnica Minarsih Minarsih Naida, Firgiani Puspita Nisyatun, Nisyatun Nova Astari Novalina, Fera Nurhimah Apriyanti Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nuryani, Dina Dewi Orienta Oktaviani Popi Fitriani Putri Sudenni N Putri, Ratna Dewi Rachmawati, Fijri Retnowati Retnowati Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Sani, Novriyana Sari, Anggi Yunita Sari, Dayu Linda Sari, Dewi Yulia Septianingsih, Triana Sifitri, Hellen Siti Marwiyah Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tria Adinda Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Wati, Ni Ketut Marnila Wira Utami, Vida Wulandari, Dianisa Retno Yeni Yulianti Yuliasari, Dewi Yunitasari, Anggi