Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Terbangun (Coleus Ambonicus Lour) Terhadap Pengeluaran Asi Hari Ke-3 Pada Ibu Primipara Di Rsud Dr.H. Abdul Moeloek Povinsi Lampung Akrin, Serliana; Yantina, Yuli; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18404

Abstract

 Introduction The smoothness of breast milk production is influenced by many factors, in some mothers breastfeeding may occur during pregnancy and some occur after delivery, this breastfeeding can affect exclusive breastfeeding for babies where in 2018 the achievement of exclusive breastfeeding in the city of Bandar Lampung was only 69.53 %. One of the efforts to facilitate breastfeeding could be done by giving torbangun leaf extract. The research objective was to know the effect of giving torbangun leaves (coleus ambonicus lour) on the 3rd day of breastfeeding for primiparous mothers at Dr.H Abdul Moloek Regional Public Hospital, Lampung Province.Method This type of quantitative research with a Quasi Experiment research design posttest control group design. The population of all primiparous postpartum mothers on the first day at RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital, Lampung Province as many as 61 patients, with a sample of 30 people divided into 2 groups, purposive sampling technique sampling. Univariate and bivariate data analysis t-test (t-test).Results showed that the average time to release breastmilk on the 3rd day of postpartum mothers who were given terbangun leaf extract (coleus ambonicus lour) at Dr.H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital, Lampung Province for 41.8 hours and Post Partum mothers who were not given terbangun leaf extract (coleus ambonicus lour) for 58.4 hours. There was an effect of giving Terbangun leaf extract (coleus ambonicus lour) on the time of delivery of breast milk on the 3rd day of postpartum primiparous mothers in Dr.H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital, Lampung Province  p-value = 0.002 (p-value> α = 0.05). Suggestions for postpartum mothers are expected to consume Terbangun leaves which are made into extracts, or used as dishes such as vegetable soup so that milk production can be accelerated and increased. Keywords : breastmilk production, terbangun leaves extract, primiparous ABSTRAK Latar Belakang Kelancaran produksi ASI dipengaruhi oleh banyak factor, Pada sebagian ibu pengeluaran ASI bisa terjadi dari masa kehamilan dan sebagian terjadi setelah persalinan, pengeluaran ASI ini bisa mempengaruhi pemberian Asi ekkslusif pada bayi dimana di tahun 2018 pencapaian ASI eksklusif di Kota bandar Lampung hanya sebesar 69,53%. salah satu upaya untuk melancarkan ASI dapat silakukan dengan pemberian ekstrak daun torbangun. tujuan  penelitian diketahui pengaruh pemberian daun torbangun (coleus ambonicus lour) terhadap waktu  pengeluaran  asi hari ke-3 pada ibu primipara di RSUD Dr.H Abdul Moloek  Povinsi Lampung Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen posttest control group design. Populasi seluruh ibu postpartum primipara hari pertama di  RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Povinsi Lampung sebanyak 61 pasien, Dengan  sampel sebanyak 30 orang yang di bagi menjadi 2 kelompok, teknik sampling purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test).Hasil Diketahui rata-rata waktu  pengeluaran ASI hari ke-3 pada ibu Post Partum yang diberi ekstrak daun torbangun (coleus ambonicus lour) di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek  Povinsi Lampung  selama 41,8 jam dan ibu Post Partum yang tidak diberi ekstrak daun torbangun (coleus ambonicus lour) selama 58,4 jam. Ada Pengaruh  pemberian ekstrak Daun Torbangun (coleus ambonicus lour) terhadap waktu  pengeluaran ASI hari ke-3 ibu Post Partum primipara di RSUD Dr.H Abdul Moeloek  Povinsi Lampung  p-value = 0, 002 (p-value > α = 0,05). saran bagi Ibu nifas di harapkan dapat mengkonsumsi daun torbangun yang di jadikan ekstrak, atau dijadikan masakan seperti sayur sop sehingga produksi ASI dapat dipercepat dan semakin meningkat.Kata kunci: penegeluaran ASI, ekstrak daun torbangun, primipara
Diet Ibu Hamil Terhadap Kejadian Anemia Ahyani, Septi; Sunarsih, Sunarsih; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8626

Abstract

Background There are several factors that cause anemia in pregnant women, namely: nutritional status, pregnancy distance, education, parity, maternal age, knowledge, attitudes, and frequency of Antenatal Care (ANC) (Darmawan, 2013). The Ministry of Health (2015) states that the impact that causes anemia in pregnant women is bleeding during childbirth, low birth weight babies (LBW), IQ is not optimal, babies are easily infected and easily suffer from malnutrition, this is due to a lack of knowledge and attitudes of mothers in maintain good Hb levels, such as consuming foods or drinks with low iron content.  The purpose of this study was to determine the relationship between dietary factors of pregnant women and the incidence of anemia at the UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur, South Sumatra in 2021.Methods This type of research is quantitative, descriptive correlation design with cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women who experienced anemia at the UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur, South Sumatra from April to June 2021, totaling 44 respondents and the sample in this study amounted to 44 respondents. In this study the sampling technique used is Total Sampling.Result Based on the results of statistical tests, obtained p-value < value (0.05) which means that there is a relationship between the dietary factors of pregnant women and the incidence of anemia at the UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur, South Sumatra in 2021, namely (meat consumption: 0.012, eggs: 0.036 and tea: 0.025).In conclusion, there is a relationship between the diet of pregnant women and the incidence of anemiaSuggestion   It is hoped that this research can be used as additional information for Puskesmas, especially on MCH in determining health program policies, such as providing socialization about anemia prevention, providing practical classes about good foods for pregnant women to consume and providing counseling to pregnant women who experience anemia. . Keywords: Dietary Factors of Pregnant Women, Anemia Incidence ABSTRAK Latar Belakang Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya anemia pada ibu hamil yaitu: status gizi, jarak kehamilan, pendidikan, jumlah paritas, umur ibu, pengetahuan, sikap, dan frekuensi Antenatal Care (ANC) (Darmawan, 2013). Depkes (2015) menyatakan bahwa dampak yang menyebabkan timbulnya anemia pada ibu hamil ialah mengalami pendarahan saat melahirkan, bayi berat lahir rendah (BBLR), IQ tidak optimal, bayi mudah terinfeksi dan mudah menderita gizi buruk, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan sikap ibu dalam menjaga kadar Hb dengan baik, seperti mengkonumsi makanan atau minuman dengan kandungan zat besi yang rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui Hubungan Faktor Diet Ibu Hamil Terhadap Kejadian Anemia Di UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan Tahun 2021.Metode Jenis penelitian kuantitatif, Rancangan diskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami anemia Di UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan terhitung sejak April – Juni 2021 yang berjumlah 44 responden dan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling.Hasil Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value < nilai α (0,05) yang artinya terdapat Hubungan Faktor Diet Ibu Hamil Terhadap Kejadian Anemia Di UPT Puskesmas Muncak Kabau Ogan Komering Ulu Timur Sumatera Selatan Tahun 2021 yaitu (konsumsi daging: 0,012, telur: 0,036 dan teh: 0,l025).Kesimpulan ada hubungan diet ibu hamil dengan kejadian anemiaSaran Penelitian ini diharapkan agar dapat dijadikan tambahan informasi bagi Puskesmas khususnya pada KIA dalam menentukan kebijakan-kebijakan program kesehatan, seperti memberikan sosialisasi tentang pencegahan anemia, memberikan kelas praktek tentang makanan-makanan yang baik untuk dikonsumsi ibu hamil serta mengadakan konseling kepada ibu hamil yang mengalami anemia. Kata Kunci                            : Diet,Ibu Hamil,Anemia
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyusui Pada 2 Bulan Pertama Laily, Ulfah Nurul; Sari, Dewi Yulia; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 nomor 1, Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i1.6474

Abstract

Background : Data in Branti Raya public health center in 2019 showed 52.8% of exclusive breastfeeding coverage and it was 50% from target. 2 Villages obtained exclusive breastfeeding coverage targets were Branti Raya (51% and Candimas (53%). 4 other villages that did not obtained target were Haduyang (32%), Banjar Negeri (26%), Mandah (27%) and Rulung Helok (15%). Low exclusive breastfeeding target achievement was caused by some factors including working mother, risky age mothers causing low breast milk production, lower maternal education where mothers consider breast milking only did not fulfill the baby’s need so that they use formula milk. The objective of this research was to find out the factors influencing first two months breastfeeding success in Branti Raya public health center in South Lampung in 2020.Methode :This was a quantitative research by using cross sectional approach. Population was 89 mothers with 2 months babies. 62 respondent samples were taken by using accidental sampling.Results: The statistic test result derived p-value < 0.05 meaning that there were correlations of age (p-value 0.019), occupation (p-value 0.039), knowledge (p-value 0.007), husband support (p-value 0.030), and breastfeeding technique (p-value 0.040) to breastfeeding success in Branti Raya public health center in South Lampung in 2020. Conclusion, the factors that influence the success of breastfeeding are age, occupation, knowledge, husband's support, and breastfeeding techniquesSuggestion The researcher expects respondents to be able to improve knowledge concerning exclusive breastfeeding by actively collecting health information through media social and joining integrated health service post (Posyandu) activities.  Keywords : the factors influencing breastfeeding success ABSTRAK Latar belakang : Berdasarkan data Puskesmas Branti raya tahun 2019 cakupan ASI eksklusif sebesar 52,58% dimana angka ini sudah mencukupi target 50%. Namun hanya pada 2 desa yang cakupannya tercapai, sedangkan 4 desa lainnya belum tercapai, dimana cakupan ASI eksklusif di Branti Raya sebesar 51%, di Desa candimas sebesar 53%, didesa Haduyang sebesar 32% di Desa Banjar Negeri sebesar 26% didesa Mandah sebesar 27% didesa RulungHelok sebesar 15% kurangnya target pemberian ASI eksklusif disebabkan  oleh beberapa faktor diantaranya ibu bekerja, usia ibu sudah tua/beresiiiko sehingga ASI yang diproduski sedikit bahkan tidak keluar, rendahnya pendidikan dimana ibu beranggapan bahwa jika bayinya hanya diberikan ASI saja bayi ridak kenyang sehingga diberikan susu formula, salah dalam melakukan teknik menyusui sehingga ASI yng keluar sedikit dan diberikan susu formula. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui Pada 2 bulan pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Kabupten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode : penelitian ini kuantitatif dan rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 2 bulan pertama pada bulan Januari-Februari sebanyak 89 orang, sampel seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berusia 2 bulan pada saat penelitian berlangsung di temukan berjumlah 62 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik accidental sampling.Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value < 0,05 yang artinya terdapat hubungan Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Kabupten Lampung Selatan Tahun 2020 dengan p-value yaitu (usia=0,019, pekerjaan=0,039, pengetahuan=0,007, dukungan suami=0,030 dan teknik menyusui=0,040).Kesimpulan factor yang mempengaruhi keberhasilan menyusui adalah usia,pekerjaan,pengetahuan,dukungan suami, dan tekhnik menyusuiSaran diharapkan responden mampu meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemberian ASI dengan cara selalu aktif mengikuti informasi kesehatan melalui media sosial dan selalu aktif dalam kegiatan posyandu, dengan begitu responden mempunyai pengetahuan yang baik dalam memberikan ASI. Kata Kunci : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyusui 
Perbedaan Efektivitas Masase Kutaneus Dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Yunitasari, Anggi; Yantina, Yuli; Iqmy, Ledy Octaviani; Yuliasari, Dewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3,September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i3.8417

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a pain during period, the prevalence of women who get dysmenorrhea in Indonesia about 55%. The prevalence of dysmenorrhea reaches 59.7%. Of those who complain the pain, 12% severe, 37% medium, and 49% mild. Pain reduction therapy could be done by Cutaneous Massage and Lavender Aromatherapy. Pourpuse: To know the differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020. Methods: Quantitative research type with Quasy Experiment research design. The population was 168 with 30 people as purposive sampling technique. Divided into two groups, consist of 15 respondents of cutaneous massage and 15 respondents of lavender aromatherapy. Collecting data used observation sheet. Univariate and bivariate (t-test) data analysis. Result: The research result was known that the average of dysmenorrhea before given cutaneous massage was 5.5, after given cutaneous massage was 2.93, after given lavender aromatherapy in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020 was 5.53 after given lavender aromatherapy was 3.47. Conclusion: There were differences of cutaneous massage and lavender aromatherapy on dysmenorrhea in Diniyyah Putri Islamic Senior High School Lampung year of 2020, p-value 0.038 with the difference as much as 0.533. Suggestion: The suggestion is to be able to give special attention for the students who are on period, such as reminding them to do pain reduction therapy. Keywords : Cutaneous Massage,Dysmenorrhea Pain, Lavender Aromatherapy, ABSTRAK Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri sewaktu haid, Prevalensi wanita yang mengalami dismenorea di Indonesia diperkirakan 55%. Prevalensi dismenorea mencapai 59,7%. Dari mereka yang mengeluh nyeri, 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. Terapi pengurangan rasa nyeri dapat dilakukan dengan masase kutaneus dan aroma terapi lavender. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas masase kutaneus dan aroma terapi lavender terhadap dismenorea pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian Quasi Eksperimen. Populasi sebanyak 168 dengan sampel sebanyak 30 orang teknik sampling purposive sampling yang dibagi menjadi dua kelompok, terdiri dari 15 responden kelompok masase kutaneus dan 15 orang kelompok aroma terapi lavender. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil: Hasil penelitian diketahui rata-rata nyeri dismenorea sebelum diberikan masase kutaneus adalah 5,5, setelah diberikan masase kutaneus adalah 2,93, sebelum diberikan aroma terapi lavender Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020 adalah 5,53 sesudah diberikan aroma terapi lavender adalah 3,47. Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038 dengan perbedaan sebesar 0,533. Kesimpulan: Terdapat perbedaan Efektivitas Masase kutaneus dan Aroma Terapi Lavender Terhadap Dismenorea Pada Siswi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Diniyyah Putri Lampung Tahun 2020, p-value 0,038dimana masase kutaneus lebih efektiv dari aromaterapi lavender terhadap dismenorea. Saran: Diharapkan dapat perhatian khusus bagi siswi yang sedang haid, seperti mengingatkan untuk melakukan terapi pengurangan nyeri. Kata Kunci : Aroma Terapi Lavender, ,Nyeri Dismenorea, Masase Kutaneus
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Sani, Novriyana; Yantina, Yuli; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15607

Abstract

Back graound Lampung Province health in 2018 the coverage of exclusive breastfeeding was 56.1%, while in 2019 it decreased to 42.7%. The number of post partum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital in February 2020 was 280 post partum mothers, of which 112 mothers (41.2%) had breastfeeding out at 72 hours post partum (breastfeeding was slow), 11 mothers (4%) had more milk. than 72 hours or can be categorized as late, 104 mothers (35.3%) at 48 hours post partum, and 53 mothers (19.5%) breastfeeding out at 24 hours post partum which can be categorized as fast. The purpose of this study was to determine the factors associated with breastfeeding in postpartum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital in 2020. This type of research is quantitative using a cross sectional approach design. The population in this study were all post partum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital, as many as 185 respondents, the sample of all postpartum mothers at the time of the study were 109 respondents, using the sampling technique, namely Accidental Sampling. Based on the results of statistical tests, it was found that there was a relationship between maternal age and breastfeeding with the Chi-Square test p-value of 0.040 ≤ α (0.05) and an OR value of 2.987. There is a relationship between maternal parity on breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.000 ≤ α (0.05) and the OR value of 0.155. There is no relationship between maternal occupation and breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.395 ≥ α (0.05) and the OR value of 1.417. There is no correlation factor between maternal education and breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.452 ≥ α (0.05) and an OR value of 1.607.Conclusion There is a relationship between husband's support for breastfeeding and the results of the Chi-Square test p-value of 0.000 ≤ α (0.05) and the OR value of 0.033. There is no relationship between Early Initiation of Breastfeeding and breastfeeding with the Chi-Square test results p-value of 0.338 ≥ α (0.05) and an OR value of 0.671.Suggestion expected to provide information about the factors associated with breastfeeding in post-partum mothers, that the husbands will continue to provide support to mothers in breastfeeding and reduce anxiety levels in postpartum mothers. Keywords : release of breast milk,postpartum ABSTRAK Latar Belakang Profil data kesehatan Provinsi Lampung pada tahun 2018 cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 56,1% sedangkan pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 42,7%. Jumlah ibu post partum di RSIA Puri Betik Hati pada bulan Februari 2020 adalah sebanyak 280 ibu post partum, dimana diantaranya 112 ibu (41.2%) ASI keluar pada 72 jam post partum (pengeluaran ASI lambat), 11 ibu (4%) ASI keluar lebih dari 72 jam atau dapat dikategorikan lambat, 104 ibu (35.3%) pada 48 jam post partum, dan 53 ibu (19.5%) ASI keluar pada 24 jam post partum yang dapat dikategorikan cepat.Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pengeluaran ASI pada ibu Post Partum di RSIA Puri Betik Hati Bandar Lampung tahun 2020. Jenis Penelitinan ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di  RSIA Puri Betik Hati yaitu sebanyak 185 responden, sampel seluruh ibu postpartum pada saat penelitian berlangsung sebanyak 109 responden, dengan menggunakan teknik Pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling.Hasil Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan bahwa ada hubungan antara Usia ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,040 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 2.987. Ada hubungan antara Paritas ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,000 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 0,155. Tidak Ada hubungan antara Pekerjaan ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,395 ≥ α (0,05) dan nilai OR sebesar 1.417. Tidak Ada faktor hubungan antara Pendidikan ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,452 ≥ α (0,05) dan nilai OR sebesar 1.607.Kesimpulan Ada hubungan antara Dukungan Suami terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,000 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 0,033. Tidak Ada hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini dengan pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,338 ≥ α (0,05) dan  nilai OR sebesar 0,671.Saran memberikan informasi tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum, dan diharapkan agar suami untuk tetap memberikan dukungan kepada ibu dalam memberikan ASI dan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu postpartum. Kata Kunci : Pengeluaran ASI,Post partum Bakri, I., Sari, M. M., & Pertiwi, F. D. (2019). HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMPUR KOTA BOGOR TAHUN 2018. PROMOTOR, 2(1), 27-36.Hani, R. U. (2014). Hubungan dukungan suami terhadap keberhasilan pemberian Asi eksklusif pada ibu primipara di wilayah kerja puskesmas pisangan.Hartini, S., & Subiyatun, S. (2014). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Keberhasilan ASI Eksklusif pada Bayi Umur 6-12 Bulan di Puskesmas Kasihan II Yogyakarta (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).Huang, Y. Y., Lee, J. T., Huang, C. M., & Gau, M. L. (2009). Factors related to maternal perception of milk supply while in the hospital. Journal of Nursing Research, 17(3), 179-188.Infodatin, B. (2018). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI,“. Indokator dan Target”, Jakarta.Kusumawardhani. (2010). ASI Bikin Anak Cerdas. Jakarta. Djambatan.Mamonto, T. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu. KESMAS, 4(1).Mawaddah, S. (2018). Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian Asi Ekslusif Pada Bayi. Jurnal Info Kesehatan, 16(2), 214-225.Nasihah, L. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Ibu dalam Pemberian Asidi BPM Ny. Andre Kediri. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 2(2), 144-149.Nisman, W. A., Margaretha, E. M., Sandi, A., & Lesmana, S. (2011). Panduan Ibu Pintar Menyusui.Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta. Jakarta. Indonesia.Nurliawati, E. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi air susu ibu pada ibu pasca seksio sesarea di wilayah kota dan kabupaten tasikmalaya. Jurnal FIK UI.Nyqvist, K. H., Häggkvist, A. P., Hansen, M. N., Kylberg, E., Frandsen, A. L., Maastrup, R., ... & Haiek, L. N. (2013). Expansion of the baby-friendly hospital initiative ten steps to successful breastfeeding into neonatal intensive care: expert group recommendations. Journal of Human Lactation, 29(3), 300-309.Ojong, I. N., Uga, A. L., & Chiotu, C. N. (2015). Knowledge and attitude of pregnant women towards focused ante natal care services in university of calabar teaching hospital, calabar, cross river state. Nigeria, 1(1), 14-23.Puspitasari, S., & Pujiastuti, W. (2015). HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STATUS GIZIPADA BAYI USIA 7-8 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS TLOGOMULYO, KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014. Jurnal Kebidanan, 4(8), 62-69.Rahmawati, A., & Prayogi, B. (2017). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Menyusui yang Bekerja. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 4(2), 134-140.Raharjo, B. B. (2014). Profil ibu dan peran bidan dalam praktik inisiasi menyusu dini dan asi eksklusi. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 53-63.Risneni, A. Y. (2016). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Jakarta: Trans Info Media.SDKI. (2017). Survei Demografi Kesehatan Indonesia. JakartaUNICEF, W. (2018). Capture the Moment–Early initiation of breastfeeding: The best start for every newborn. New York: UNICEF.World Health Organization. (2002). The optimal duration of exclusive breastfeeding: a systematic review. In The optimal duration of exclusive breastfeeding: a systematic review.World Health Organization. (2017). Guideline: protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services (No. 9789241550086). World Health Organization.   
Pengaruh Rebusan Daun Pepaya Terhadap Nyeri Dismenorea Pada Wanita Usia Subur (WUS) Editiya, Vidya Sri; Sunarsih, Sunarsih; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i1.14590

Abstract

Background : dysmenorrhoea is pain during menstruation generally with cramps and centralized in the lower abdomen. Dysmenorrhea can be divided into two groups, primary dysmenorrhea is menstrual pain that has lasted since menarche and there is no abnormality in the uterus, while secondary dysmenorrhea is menstrual pain that occurs due to gynecologic disorders such as endometriosis (mostly), fibroids, adenomyosis. There are 2 treatments for menstrual pain (dysmenorrhea) namely pharmacological and non-pharmacological. One of the non-pharmacological treatments is drinking papaya leaf decoction. Papaya leaves contain vitamin E which can reduce the level of menstrual pain through inhibition of prostaglandin biosynthesis.Purpose : To determine the effect of papaya leaf decoction on dysmenorrhea pain in women of fertile age (WUS) in Keteguhan Village, Telukbetung Timur District, Bandar Lampung.Methods : This study used a pre-experimental design with a One Group Pretest Posttest approach. The sample consisted of 30 respondents where this research was conducted from April-July 2021. Data collection used the Numeric Rating Scale instrument. The statistical used was test the Wilcoxon test.Results : From the results of the research conducted by the author, the mean score of dysmenorrheal pain before administration of papaya leaf decoction was 5.73 while the mean score of dysmenorrhoea pain after administration of papaya leaf decoction was 3.27.Conclusion : The p-value obtained is 0.000, it can be concluded that there is an effect of papaya leaf decoction on dysmenorrhea pain in women of fertile age (WUS) in Keteguhan Village, Telukbetung Timur District, Bandar Lampung. Keywords : Papaya Leaves, Menstrual Pain, Dysmenorrhea ABSTRAK Latar Belakang : Dismenorea merupakan nyeri saat haid yang umumnya dengan rasa kram serta terpusat di abdomen bawah. Dismenorea dapat dibagi jadi dua kelompok, dismenorea primer merupakan nyeri haid yang berlangsung sejak menarche serta tidak ada kelainan pada alat kandungan, sedangkan dismenorea sekunder merupakan nyeri haid yang terjadi karena kelainan ginegologik misalnya: endometriosis (sebagian besar), fibroids, adenomyosis. Penanganan nyeri haid (dismenorea) ada 2 yaitu secara farmakologi serta nonfarmakologi. Salah satu penanganan dengan cara nonfarmakologi adalah dengan meminum rebusan daun pepaya. Daun Pepaya mengandung vitamin E yang dapat mengurangi tingkat nyeri haid melalui hambatan terhadap biosintesis prostaglandin.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh rebusan daun pepaya terhadap nyeri dismenorea pada wanita usia subur (WUS) Di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Telukbetung Timur Bandar LampungMetode : Penelitian ini menggunakan rancangan Praeksperimen dengan pendekatan One Grup Pretest Posttest. Sampel berjumlah 30 orang responden dimana penelitian ini dilakukan dari bulan April-Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Uji statistik yang digunakan uji wilcoxon.Hasil : Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah rerata score nyeri dismenorea sebelum pemberian rebusan daun pepaya 5,73 sedangkan rerata score nyeri dismenorea sesudah pemberian rebusan daun pepaya 3,27.Kesimpulan : Hasil p-value diperoleh 0,000, maka dapat disimpulkan ada pengaruh rebusan daun pepaya terhadap  nyeri dismenorea pada wanita usia subur (WUS) Di Kelurahan Keteguhan Kecamatan Telukbetung Timur Bandar Lampung. Kata Kunci : Daun Pepaya, Nyeri haid, Dismenorea
PENGARUH KONSUMSI MINUMAN JAHE TERHADAP MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER Amran, Rovita; Isnaini, Nurul; Utami, Vida Wira; Yantina, Yuli
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5224

Abstract

Background Nausea, vomiting in pregnancy is generally called emesis gravidarum, experienced by around 70-80% of pregnant women and is a phenomenon that often occurs at 5-12 weeks of gestation. The feeling of nausea in early pregnancy can be reduced by using complementary therapies such as herbs or traditional herbs that are easily obtained such as ginger. A survey conducted in January 2019 by looking at the book visit of Pregnant Women There were 231 Pregnant Trimester I Pregnant Women, and 187 people who had emesis gravidarum (81%). The purpose of this study is to find out the effect of ginger drink on vomiting nausea in first trimester pregnant women at UPT Puskesmas Kupang Kota Kecamatan Teluk Betung Utara Bandar Lampung City in 2019.This type of research is quantitative, the research design used in this study is OnemGroup Pretest-Postest Design. The population in this study were all pregnant women who experienced nausea and vomiting as many as 187 respondents. Sample 32 people, the sampling technique used was purposive sampling. Data collection using the Rhodes Index Scale sheet and data analysis used was the T-dependent test.The results of the study revealed that the average value of nausea and vomiting before consumption of 17,718 ginger drinks and a standard deviation of 1,954. The average value of Nausea and vomiting after consumption of 6,843 ginger drinks and a standard deviation of 1,297. Conclusion Effect of Ginger Drink Consumption on Nausea and Vomiting in TM I pregnant women (p value 0,000 <0.05). Suggestions For pregnant women to be able to take advantage of herbal plants such as ginger in dealing with nausea, vomiting Keywords: Nausea Vomiting, Ginger Drink ABSTRAK  Latar Belakang Mual muntah pada kehamilan umumnya disebut emesis gravidarum, dialami sekitar 70-80% wanita hamil dan merupakan fenomena yang sering terjadi pada umur kehamilan 5-12 minggu. Rasa mual  pada awal kehamilan dapat di kurangi dengan menggunakan terapi komplementer antara lain dengan tanaman herbal atau tradisional yang mudah di dapatkan  seperti  jahe.  Survey yang lakukan pada januari Tahun 2019 dengan melihat buku  kunjungan Ibu Hamil Terdapat  Ibu Hamil Trimester I sebanyak 231 ibu hamil, dan yang mengalami emesis gravidarum sebanyak  187 orang (81%).Tujuan penelitian adalah Diketahui  Pengaruh Minuman  Jahe  Terhadap Mual Muntah pada ibu hamil trimester I di UPT Puskesmas Kupang Kota Kecamatan Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung Tahun 2019.Metode Penelitian jenis  kuantitatif, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami mual muntah  sebanyak 187 responden. Sampel 32 orang,  Teknik sampling yang di gunakan purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar Skala Indeks Rhodes dan analisa data yang digunakan adalah uji T-dependent.Hasil penelitian diketahui Nilai rata-rata Mual muntah sebelum Konsumsi Minuman Jahe 17.718 dan standar deviasi 1.954. Nilai rata-rata Mual muntah Setelah konsumsi minuman jahe 6.843 dan standar deviasi 1.297.Kesimpulan Ada Pengaruh Pemberian Konsumsi minuman jahe terhadap mual muntah pada ibu hamil TM I (p value 0,000 < 0,05).Saran Bagi ibu hamil dapat agar dapat memanfaatkan tumbuhan herbal seperti jahe dalam mengatasi mual muntah. Kata Kunci : Mual Muntah, Minuman Jahe
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Abnurama, Lu'lu Nabila; Putri, Ratna Dewi; Yantina, Yuli; Amirus, Khoidar
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 1 (2021): Volume 1 Nomor 1,Maret 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i1.3457

Abstract

Introduction        : Labor pain is inherent physiology and is felt by every mother in labor. Pain management in labor with non-pharmacological methods is Aromatherapy, the aroma of essential lavender can provide comfort and relaxation to the body and mind of the mother, can stimulate the release of endorphin hormones so as to relieve labor pain. This study aims to determine the effect of lavender aromatherapy on the intensity of labor in the first phase of active labor in PMB. Mardiana, S.ST, Kec.Menggala, Kab. Tulang Bawang 2019.Research methods           : This type of research is quantitative, with a research design Quasi Experiment Design using the design of Two Group Pre-Post Test Design. The sampling technique used is Non Probability Sampling with Accidental Sampling techniques. This study uses a minimum sample of experimental research that is as many as 15 respondents per group (15 experimental groups and 15 control groups) to mothers in the first phase of active phase, where data collection uses observation sheets and SOP. Analysis of the data used is the Independent Sample T Test.Results and Conclusions           : From the results of research conducted by the author, it is known that the average value of labor pain intensity in the experimental group (Lavender Aromatherapy) was 5.27 (moderate pain), while in the control group results the average pain intensity was 7.53 (pain severe / severe) and a significance value of 0.000, P value α α (0.05) means that there is an influence of Lavender Aromatherapy on the intensity of labor pain during the active phase. The use of essential oils by inhalation is a fast, simple, and effective way to get the benefits of treatment. This non-pharmacological therapy provides many advantages and does not cause side effects or interference with the mother and fetus so lavender can be used as an alternative for the management of labor pain by midwives to improve service quality. Keywords            : Labor pain, Lavender Aromatherapy. 
Pengaruh Kompres Hangat Dengan Penurunan Keluhan Nyeri Pinggang Ibu Hamil TM III Wulandari, Dianisa Retno; Astriana, Astriana; Yantina, Yuli; Lathifah, Neneng Siti
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 1 (2025): Volume 5, Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i1.20043

Abstract

In the adaptation process, it is not uncommon for mothers to experience discomfort even though it is physiological but still needs to be given a prevention and treatment. Some of the discomforts in the second and third trimesters include frequent urination 50%, vaginal discharge 15%, constipation 40%, flatulence 30%, leg swelling 20%, leg cramps 10%, headache 20%, striae gravidarum 50%, hemorrhoids 60%, 60% shortness of breath and 70% back pain (Astuti, 2009; Ni'amah, 2020). The purpose of the study was to know the effect of warm compresses on reducing low back pain complaints of pregnant women TM III in the Tanjung Bintang Health Center Work Area in 2021.This type of research is quantitative, pre-experimental method with a one group pretest – posttest design approach. The population in this study were pregnant women TM III working area of Tanjung Bintang Public Health Center, 52 people, total sampling technique, data analysis using univariate, and bivariate using dependent t-test experiment.The average low back pain of pregnant women TM III before being given warm compresses in the Tanjung Bintang Health Center Work Area in 2021 for 52 respondents, with a mean of 5.60 standard deviations of 1.159 standard errors of 0.161 and a min-max value of 4-8. The average low back pain for pregnant women TM III after being given warm compresses in the Tanjung Bintang Public Health Center in 2021 for 52 respondents, with a mean of 2.75 standard deviations of 1.186 standard errors of 0.164 and a min-max value of 0-6. The results of the statistical test using the dependent test obtained a p-value of 0.000 (0.05<0.05) which means that there is an effect of warm compresses on reducing low back pain complaints of pregnant women TM III in the Tanjung Bintang Health Center Work Area in 2021. in TM III pregnant women who experience low back pain. Keywords : Warm Compress, Back Pain, Pregnant Women  ABSTRAK Dalam proses adaptasi tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan meskipun hal itu adalah fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan dan perawatan. Beberapa ketidaknyamanan trimester II dan III diantaranya sering buang air kecil 50%, keputihan 15 %, konstipasi 40%, perut kembung 30%, bengkak pada kaki 20%, kram pada kaki 10%, sakit kepala 20%, striae gravidarum 50%, hemoroid 60%, sesak nafas 60% dan sakit pinggang 70% (Astuti, 2009; Ni’amah, 2020). Tujuan penelitian diketahui pengaruh kompres hangat dengan penurunan keluhan nyeri pinggang ibu hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021.Jenis penelitian kuantitatif,  metode pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM III Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang, sebanyak 52 orang, teknik sampling total sampling, analisa data menggunakan univariat, dan bivariat menggunakan uji eksperimen t-tes dependen.Rata-rata nyeri pinggang ibu hamil TM III sebelum diberi kompres hangat di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021 terhadap 52 responden, dengan mean 5,60 standar deviasi 1,159 standar eror 0,161 dan nilai min-max 4-8. Rata-rata nyeri pinggang ibu hamil TM III sesudah diberi kompres hangat di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021 terhadap 52 responden, dengan mean 2,75 standar deviasi 1,186 standar eror 0,164 dan nilai min-max 0-6. Hasil uji statistik menggunakan tes-dependen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh kompres hangat dengan penurunan keluhan nyeri pinggang ibu hamil TM III di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Bintang Tahun 2021. Dapat diaplikasikan sebagai pertimbangan secara rasional untuk pendekatan pada ibu hamil TM III yang mengalami nyeri pinggang. Kata Kunci : Kompres Hangat, Nyeri Pinggang, Ibu Hamil  
Prenatal Yoga Mempengaruhi Kualitas Tidur Ibu Hamil Aulya, Shaqilla Ikhfa; Yantina, Yuli; Astriana, Astriana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17507

Abstract

The decrease of sleeping quality on pregnant women may cause an absence of detoxification in the body at nights. Most pregnant women experienced sleeping difficulty and there were only few women, 1.9%, who was not awake at night during their the third trimester. One of therapies to reduce the sleeping difficulty is yoga. This study was to identify the effect of prenatal yoga on sleeping quality of pregnant women at Krakatau Clinic of Kemiling of Bandar Lampung in 2020.  This was a quantitative study with quasi experiment approach. The population comprised the whole pregnant women registered at the clinic. The population was 26 pregnant women. The sampling technique was total population. The samples were divided into two groups. The data collection technique was conducted through questionnaires. The research was conducted in July 2020. The analysis was through univariate and bivariate (T-Test).  The result indicated that the mean of sleeping quality of trimester III pregnant women before the intervention was 9.69 and after the intervention was 5.77. On the other side, the mean of sleeping quality on trimester III pregnant women on the first measurement was 9.54 and 8.08 on the second measurement. There was effect of prenatal yoga on sleeping quality of pregnant women at Krakatau Clinic of Kemiling of Bandar Lampung in 2020 (p value 0.000 < α = 0.05) as indication of sleeping quality improvement 3.923. The women are suggested to do prenatal yoga based on the training session. The midwives are suggested to give information on the yoga technique to gain better sleeping quality. Keywords         : prenatal yoga, sleeping quality, pregnancy ABSTRAKPenurunan kualitas tidur pada wanita hamil, mengakibatkan  tidak terjadinya proses detoksifikasi organ-organ tubuh, terutama pada malam hari. Tujuan Sebagian besar wanita hamil mengalami gangguan tidur dan hanya 1,9% saja wanita yang tidak terbangun pada malam hari selama kehamilan trimester ketiga, slah satu terapi yang dapat dilakuka untuk mengurangi gangguan tidur adalah dengan yoga. Diketahui pengaruh prenatal Yoga terhadap kualitas tidur ibu hamil di Klinik Krakatau Kemiling Bandar Lampung tahun 2020.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasy eksperimen.  populasi seluruh ibu hamil. Jumlah populasi sebanyak 26 ibu, jumlah sampel sebanyak 26, tehnik sampel secara total populasi, dibagi menjadi 2 kelompok. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Penelitian telah dilaksanakan bulan Juli tahun 2020. Analisa data secara univariat dan bivariat (uji t).Hasil penelitian diketahui mean kualitas tidur pada ibu TM III sebelum pemberian intervensi dengan skor 9,69 dan sesudah intervensi prenatal yoga dengan skor 5,77.  Diketahui mean kualitas tidur pada ibu TM III sebelum pemberian intervensi 9,54 dengan kualitas tidur minimal 7 dan maximal 13. dan sesudah intervensi prenatal yoga sebesar 8,08 dengan kualitas tidur minimal 6 dan maximal 12.  Ada Pengaruh prenatal Yoga terhadap kualitas tidur ibu hamil di Klinik Krakatau Kemiling Bandar Lampung tahun 2020. (p-value 0,000 < α = 0,05) peningkatan kualitas tidur yang lebih baik yaitu sebesar 3,923. Saran ibu hamil melakukan senam yoga sesuai anjuran dan pembuatan SOP di klinik serta Memberi informasi kepada ibu tentang teknik peningkatan kualitas tidur dengan  senam yoga  Kata Kunci : Prenatal yoga, kualitas tidur, kehamilan
Co-Authors Abnurama, Lu'lu Nabila Agustin, Feni Nia Agustina, Sera Ahyani, Septi Akrin, Serliana Amran, Rovita Anggraini . Anggraini Anggraini Anggraini Anggraini Ariningtias, Rahayu Aryawati, Wayan Astriana Astriana Astriana Astriana, Astriana Aulya, Shaqilla Ikhfa Baiduri, Citra Budjana, Diajeng Wulandari Casnuri, Casnuri Dainty Maternity Dainty Maternity Dewi Yuliasari Diana Sari Dina Octa Via Editiya, Vidya Sri Ermasari, Anissa Ermawati Ermawati Evayanti, Yulistiana Evrianasari, Nita Farich, Achmad Fatmawati, Fatmawati Febrianti Febrianti Fijri Rachmawati Handayani, Sri Hermawan, Dessy Indrayani, Novi Iqmy, Ledy Octaviani Khoidar Amirus Kurniasari, Devi Kusuma, Nanda Dhiya Laily, Ulfah Nurul Lathifah, Neneng Siti Ledy Oktaviani Iqmi Lely Yustiana Lestari, Senya Venta Mariza, Ana Masayu Fatimah Mevi Erinnica Minarsih Minarsih Naida, Firgiani Puspita Nisyatun, Nisyatun Nova Astari Novalina, Fera Nurhimah Apriyanti Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nuryani, Dina Dewi Orienta Oktaviani Popi Fitriani Putri Sudenni N Putri, Ratna Dewi Rachmawati, Fijri Retnowati Retnowati Riyanti Riyanti Riyanti Riyanti Sani, Novriyana Sari, Anggi Yunita Sari, Dayu Linda Sari, Dewi Yulia Septianingsih, Triana Sifitri, Hellen Siti Marwiyah Suharman Suharman, Suharman Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tria Adinda Utami, Vida Wira wahyuni wahyuni Wati, Ni Ketut Marnila Wira Utami, Vida Wulandari, Dianisa Retno Yeni Yulianti Yuliasari, Dewi Yunitasari, Anggi