Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Infeksi Protozoa Usus pada Siswa SD Negeri Nugraha, Dian Sastra; Mutiara, Hanna; Islami, Suryadi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2578

Abstract

Buang air besar sembarangan (BABS) merupakan kegiatan melakukan buang air besar di tempat pertanian, parit, semak belukar, perairan, dan area terbuka lainnya. Perilaku BABS dapat beresiko terhadap kontaminasi air dan makanan. Hal ini menyebabkan penyakit terutama yang disebabkan oleh pencemaran air (water borne disease). Salah satu agen penyebab yang sering diidentifikasi adalah parasit protozoa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian infeksi protozoa usus pada siswa SD Negeri di Desa Cipadang Kabupaten Pesawaran. Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Responden penelitian ini adalah 66 siswa SD dengan teknik simple ramdom sampling. Penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner dan sampel feses. Analisis bivariat mengggunakan chi-square. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan (p= 0,545), sikap (p= 0,335), kepemilikan jamban (p= 0,314), ketersediaan air bersih (p= 2,135), sumber air minum (p= 0,834), system pembuangan air limbah (p= 1,879), sarana pembuangan sampah (p= 0,117).
EDUKASI TENTANG RISIKO INFEKSI PARASIT USUS PADA PERILAKU OPEN DEFECATION SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENCAPAIAN OPEN DEFECATION FREE YANG MENUNJANG PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN ANAK INDONESIA Mutiara, Hanna; Lisiswanti, Rika; Ramadhian, Muhammad Ricky; Islami, Suryadi; Apriliana, Ety; Fatriyadi, Jhons
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/480vf954

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) have set 17 development goals that must be achieved by 2030. One of the goals is to ensure a healthy and prosperous life for all communities. This health-related component is related to access to clean water and sanitation to create a healthy environment and will reduce the risk of transmission of various infectious diseases, especially diarrhea. Diarrhea is currently one of the biggest killers of toddlers in Indonesia. This disease is an environmental-based disease that is closely related to the practice of open defecation. Diarrhea can be caused by several etiologies, including intestinal parasitic diseases.  One of the targets set out in the SDGs related to healthy sanitation is access to achieving stop open defecation behavior. Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) in April 2022 stated that of the 9 million residents in Lampung, around 1 million people do not have access to a toilet or still practice open defecation. Of the 15 city districts in Lampung Province, only five regions have implemented ODF. The aim of this activity is to make an effort to improve children's health status, in particular increasing knowledge about the risk of intestinal parasite infection in open defecation behavior. This is expected to increase motivation and practice to stop open defecation so that it can increase the achievement of open defecation free in Indonesia, especially Lampung Province. It is hoped that this will improve the level of health, especially for Indonesian children who are the nation's next generation.
HUBUNGAN INFEKSI PARASIT USUS DENGAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI INDONESIA : SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS Hardiansyah, Ridwan; Mutiara, Hanna; Islami, Suryadi; Susianti, Susianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37832

Abstract

Infeksi parasit usus merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak sekolah dasar yang hidup di lingkungan dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara infeksi parasit usus dan status gizi anak sekolah dasar di Indonesia melalui tinjauan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review dengan panduan PRISMA. Proses penyaringan dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis artikel dari basis data elektronik yakni Google Scholar. Kata kunci yang digunakan mencakup kombinasi istilah-istilah berikut: "infeksi parasit usus," "status gizi," "anak sekolah dasar," dan "Indonesia", baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia, dengan penggunaan operator Boolean untuk meningkatkan sensitivitas pencarian Setelah proses penyaringan, artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan penilaian bias menggunakan NOS adapted for cross-sectional studies. Seluruh artikel terpilih akan dilakukan analisis terhadap masing-masing hasil penelitian. Terdapat hubungan yang bervariasi antara infeksi parasit usus dan status gizi berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT), Berat Badan per Umur (BB/U), Tinggi Badan per Umur (TB/U), dan Berat Badan per Tinggi Badan (BB/TB). Beberapa studi menemukan hubungan signifikan, khususnya pada indikator TB/U dan IMT, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hubungan antara infeksi parasit usus dan status gizi anak sekolah dasar di Indonesia bersifat kompleks dan menunjukan hasil yang tidak konsisten pada setiap penelitian. Diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama studi longitudinal, yang dapat mengevaluasi dampak jangka panjang infeksi parasit usus terhadap status gizi anak dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Edukasi Palang Merah Remaja SMP Negeri 13 Bandar Lampung dalam Pencegahan Penyakit Tular Vektor di Lingkungan Sekolah Islami, Suryadi; Hardiansyah, Ridwan; Hatimi, Fahmi Ilham
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 3 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i3.16720

Abstract

Penyakit tular vektor merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia, penyakit tular vektor utama adalah demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, filariasis, dan malaria. Salah satu upaya pencegahan dalam mengurangi beban penyakit tular vektor adalah dengan perubahan perilaku yang dicapai dengan memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Penyelenggaraan edukasi di sekolah penting untuk dilaksanakan, terutama pemberian edukasi kepada palang merah remaja (PMR) sehingga dapat menjadi pionir peningkatan kesadaran, perubahan perilaku, dan peer educator dalam pencegahan penyakit tular vektor di lingkungan sekolah. Edukasi dilaksanakan di SMP Negeri 13 Bandar Lampung dengan peserta yaitu siswa PMR. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dengan evaluasi berupa uji awal dan akhir. Materi yang diberikan meliputi definisi, cara penularan, contoh penyakit tular vektor, contoh vektor dan cara pencegahannya di lingkungan sekolah yang dibagi menjadi dua sesi dan diikuti dengan tanya jawab. Hasil menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan siswa PMR SMP Negeri 13 Bandar Lampung terkait penyakit tular vektor.
Penyuluhan Pencegahan Penularan Penyakit Malaria kepada Masyarakat di Balai Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu Marcellia, Selvi; Rosa, Emantis; Septiani, Linda; Islami, Suryadi; Andrifianie, Femmy; Damayanti, Ervina; Afriyani, Afriyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3037

Abstract

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit dari genus Plasmodium. Penyakit ini menyerang sel eritrosit dan ditandai dengan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali, dalam kondisi akut ataupun kronis yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Kabupaten Pringsewu menurut sumbe ryang didapat dari data SP2TP UPT Puskesmas Rawat Inap Gadingrejo, terdapat delapan kasus malaria pada tahun 2018 dan dua kasus pada Januari hingga April 2019. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi pencegahan penularan penyakit malaria serta memberi pemahaman mengenai bubuk abate sebagai upaya pencegahan jentik nyamuk. Metodedari penyuluhan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 7 Desember 2021 bertempat di Balai Desa Desa Kediri Kecamatan Gadingrejo Pringsewu. Hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada peserta, yaitu sebesar 19%, karena sebelum pemaparan materi hanya 70% dan sesudah pemaparan materi menjadi 89%.Kata kunci: abate, malaria, nyamuk Anopheles sp., Plasmodium sp.
Pelatihan Pembuatan Produk Kreatif Abon Ikan Nila sebagai Upaya Mendukung UMKM Desa Sinar Luas, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat Damayanti, Ervina; Islami, Suryadi; Afriyani, Afriyani; Andrifianie, Femmy; Wijaya, Sofyan Musyabiq
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3170

Abstract

Pengolahan ikan merupakan proses bahan mentah menjadi sebuah produk. Pengolahan ikan menjadi abon ialah salah satu cara pengawetan yang melalui proses pengukusan, penyangraian, dann pengompresan dari minyak yang dihasilkan, serta memiliki tekstur yang lembut. Abon ikan nila bisa menjadi produk untuk menghasilkan produk lainnya, seperti roti isi abon ikan nila, lemper, bakpau, dan jajanan tradisional lainnya sehingga mampu meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah ikan menjadi berbagai olahan lainnya. Dengan demikian, dari program ini masyarakat mampu menghasilkan inovasi terkait pengolahan dari ikan nila dan mampu menghasilkan produk untuk UMKM Pekon Sinar Luas serta mengetahui kandungan gizi pada ikan nila dan mendorong masyarakat untuk mendukung mengkonsumsi ikan.Kata kunci: abon, ikan nila, kandungan gizi, produk
PENGUATAN PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG PADA SISWA SMA NEGERI 1 MERBAU MATARAM, LAMPUNG SELATAN SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG KAMPANYE SEKOLAH SEHAT Hardiansyah, Ridwan; Islami, Suryadi; Hatimi, Fahmi Ilham; Putri, Reny Arienta; Wijaya, Ardia Syifa; Rossa, Putri Emylia; Magistra, Muhammad Akbar; Marcellia, Selvi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3286

Abstract

Pemenuhan gizi seimbang berperan penting dalam kesehatan seseorang remaja. Program kampanye sekolah sehat mendukung pemenuhan gizi seimbang pada peserta didik melalui salah satu tujuannya yakni sehat bergizi. Penguatan pengetahuan gizi seimbang berperan membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan gizi yang baik sehingga lebih dapat memilih makanan yang sehat yang memiliki gizi seimbang dan sesuai dengan kebutuhannya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja, khususnya siswa di SMAN 1 Merbau Mataram mengenai gizi seimbang sebagai upaya mendukung kampanye sekolah sehat. Pengabdian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama koordinasi dan survei ke lokasi sasaran serta tahap kedua yaitu pelaksanaan pengabdian. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini mencakup penguatan pengetahuan dengan cara penyuluhan dengan diskusi terbuka dan dilanjutkan dengan pengukuran antropometri. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan langsung bertanya pada peserta terkait materi yang telah diberikan (umpan balik/feedback) sehingga dapat diketahui kondisi peserta setelah dilaksanakan pegabdian. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik SMAN 1 Merbau Mataram mengenai gizi seimbang. Oleh karena itu, penyuluhan yang berkesinambungan diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Diharapkan pula dengan meningkatnya pengetahuan pada peserta didik tersebut dapat mendukung kampanye sekolah sehat dan terbentuklah peserta didik yang bertumbuh dan berkembang dengan baik sehingga terhindar dari masalah gizi dan penyakit akibat kondisi tersebut.
PENYULUHAN PENGGUNAAN JAMU DAN HERBAL PADA PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES DI DESA HANURA KABUPATEN PESAWARAN Ramdini, Dwi Aulia; Pardilawati, Citra Yuliyanda; Damayanti, Ervina; Suri, Nurma; Afriyani, Afriyani; Islami, Suryadi; Rahayu, Ihsanti Dwi; Ambarwati, Endah; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardhana; Febriana, Triana; Dwi, Farah; Farhana, Lubna
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3289

Abstract

Penggunaan obat herbal masih menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat diantaranya pada penderita hipertensi dan diabetes melitus. Beberapa tanaman diketahui memiliki efek sebagai antihipertensi dan antidiabetik. Penggunaan dua obat atau lebih dapat menghasilkan efek sinergisme atau antagonis yang dikenal sebagai interaksi obat. Berdasarkan hasil studi dinyatakan bahwa penggunaan jamu/obat herbal dengan obat konvensional secara bersamaan atau simultan dapat menimbulkan beberapa menimbulkan reaksi obat yang tidak diinginkan (adverse drug reaction). Kegiatan ini bertujuan memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa Hanura tentang cara penggunaan jamu dan obat herbal pada penderita hipertensi dan diabetes mellitus yang mendapatkan pengobatan dari dokter. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode penyuluhan secara langsung yang diawali dengan penyampaian materi terkait teknik penggunaan obat jamu dan obat herbal yang aman seraya mengonsumsi obat konvensional kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan penyuluhan yang terdiri atas kader PKK dan masyarakat Desa Hanura. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 11% dengan nilai rata-rata pre-test 74 dan post-test 85. Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan kewaspadaan masyarakat terkait penggunaan jamu dan obat herbal khususnya pada individu yang sedang menjalani terapi obat. Selain itu masyarakat menjadi lebih paham tentang cara pemilihan produk herbal yang aman. Kata kunci: Diabetes Melitus, Hipertensi, Jamu, Interaksi Obat, Obat Herbal
EDUKASI PENGELOLAAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DESA KALISARI KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Susianti; Hanriko, Rizki; Windarti, Indri; Rudiyanto, Waluyo; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3307

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Penyakit seperti ini berkembang secara bertahap dan bertahan dalam waktu yang lama. Penyakit degeneratif, penyakit non-infeksi non communicable disease, dan penyakit degeneratif adalah beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan PTM. Berbagai penyakit yang termasuk dalam kategori penyakit tidak menular antara lain penyakit kardiovaskular, gula darah, lipid, obesitas, berbagai jenis kanker, penyakit pernafasan kronis, alzheimer, artritis, epilepsi, hemofilia, dan berbagai penyakit tidak menular lainnya. Data sensus menunjukkan bahwa Kecamatan Natar adalah yang memiliki populasi tertinggi di Kabupaten Lampung Selatan. Desa Kalisari juga termasuk populasi terpadat di Kecamatan Natar, meskipun lokasinya dekat dengan ibu kota provinsi dan kecamatan hanya satu jam. Keterbatasan angkutan umum adalah salah satu penyebab keterbatasan tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi ibu-ibu di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan lebih banyak pengetahuan tentang cara mengelola penyakit tidak menular. Penyuluhan, diskusi, dan evaluasi adalah tiga kegiatan yang digunakan dalam metode pengabdian ini. Kegiatan tersebut diadakan pada tanggal 24 Agustus 2023 di rumah Pak Agus, seorang warga, dari pukul 16.00 hingga 18.00, dan dihadiri oleh 42 orang ibu-ibu. Dari nilai pre test dan post test yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata nilai pre test sebesar 49,30 dan nilai post test 73,02. Nilai tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan bagi ibu-ibu peserta edukasi tentang pengelolaan penyakit tidak menular. Kata kunci: Penyakit tidak menular, edukasi, pengabdian masyarakat, kalisari, natar
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING SEBAGAI BENTUK PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA TIGA JAYA Afriyani; Marcellia, Selvi; Damayanti, Ervina; Islami, Suryadi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3310

Abstract

Permasalahan kesehatan seperti kurangnya asupan gizi dan pola hidup yang kurang baik masih banyak dijumpai di beberapa desa. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di sejumlah desa di Indonesia yang keberadaannya masih membutuhkan penanggulangan secara efektif. Stunting merupakan gangguan kronis masalah gizi dimana pertumbuhan fisik dan otak pada anak tidak sesuai dengan usia anak. Pernikahan dini dengan pemahaman mengenai stunting dan dampak pencegahan serta penanggulangannya yang rendah menjadi penyebab terjadinya stunting di Desa Tiga Jaya. Berdasarkan koordinasi dengan kader-kader posyandu di Desa Tiga Jaya, ditemukan 22 kasus stunting yang terjadi pada anak. Upaya mengatasi permasalahan stunting di Desa Tiga Jaya dapat dilakukan melalui promosi kesehatan, yaitu sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait stunting serta dampak dan upaya pencegahannya yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi angka kasus stunting di Desa Tiga Jaya. Sosialisasi dan edukasi dilakukan dalam bentuk pemberian pemahaman kepada masyarakat dalam kegiatan posyandu. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif-eksplanatif yang mendeskripsikan program kerja Sosialisasi dan Edukasi Stunting yang dilakukan selama Kuliah Kerja Nyata secara mendetail mulai dari perencanaan, proses, hingga output atau outcome dari program kerja tersebut. Data primer dalam artikel ini diperoleh melalui pengalaman dan observasi secara langsung oleh anggota kelompok, sedangkan data sekunder bersumber dari kajian sejumlah literatur serta penelitian terdahulu terkait dengan penyebab dan urgensi penanggulangan stunting di suatu daerah. Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi stunting ini terdiri dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kata kunci: Stunting, pernikahan dini, sosialisasi, edukasi
Co-Authors Ade Yonata, Ade Adelia Farisa Adisti, Fransiska aflika, terza Afriyani Afriyani Afriyani, Afriyani Afriyani, Afriyani ani Ambarwati, Endah Andika S.D.R. Andrifianie, Femmy Arafah, Aisyah Putri arby tamaila Arianto, Nayla Nadhifa Asep Sukohar Centya Cheirini Damayanti, Ervina Daudea Kirana Sari Dita Noviyanda Saerulloh Djamilu, Berneta Rendiana Dwi, Farah Ergidona Nurizqi Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ervina Damayanti Ety Apriliana Ety Apriliana Evy Afriyani Farhana, Lubna Febriana, Triana Femmy Andrifianie Fitria Saftarina Habib, Farid Alif Hafizh, Ahmad Fauzan Hanna Mutiara, Hanna Haq, Rais Amaral Hardiansyah, Ridwan Hatimi, Fahmi Ilham Hening, Putik Titian Citra Idris, Mohamad Ihsanti Dwi Rahayu Indri Windarti Irma Nur Humaida Januaristy, Gracia Rescuefa Jhons Fatriyadi Suwandi Khairun Nisa Kirana, Shela Sandra Laksana, Bayu Lestari, Dharma Lina Linda Septiani Luhut Uji Arto Naenggolan M. Rifqi Efendi Magistra, Muhammad Akbar Marcellia, Selvi Mesa Sukmadani Rusdi Mighuel A.S.N. Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti Muhammad Maulana Muhammad Ricky Ramadhian Nabylly Aghna Bachtiar Natasya Karren Zeta Nisa Karima Novita Carolia Nugraha, Dian Sastra Oktafany, Oktafany Pardilawati, Citra Yuliyanda Prasetyo, Muhammad Purwono Prayogi, Norbertus Marcell Puspitasari, Nabila Putri Handayani Putri, Eka Meilinda Putri, Nandini Amerta Putri, Reny Arienta Qonita, Adzrok Rahmanda Putri, Venna Ramadhina, Farrasyifa Ramdini, Dwi Aulia Ratri Mauluti Larasati Rika Lisiswanti Rizki Hanriko Rizki Nisfi Ramdhini Rosa, Emantis Rossa, Putri Emylia Rudiyanto, Waluyo Sabina, Diana Larisa Sari, Dewi Hambar Selvi Marcellia Septa, Tendry Septiani, Linda Sitanggang, Grety Thessalonica Sofyan Musyabiq Wijaya Sri Suciati Ningsih Suci Nurhaliza Suri, Nurma Susianti Susianti Syahrani, Fitri Aulia Syazili Mustofa Syiffatulhaya Syiffatulhaya Temun, Jedo Muchamad Tias Triavina Khairunisa Vanadis, Zifa Aisha Vestinaliyou, Nanda Vidini Caya, Tazkia Wardhana, Carbela Zahra Wijaya, Ardia Syifa Winda Winda Yustina Yustina